Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Metode Eksperimen untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Anak Usia Dini Luluk Iffatur Rocmah; Nur Hidayatus Sholihah
incrementapedia Vol 2 No 01 (2020): Incrementapedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi PG-PAUD Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/incrementapedia.vol2.no01.a2510

Abstract

This research is a classroom action research that aims to improve science process skills in early childhood. Science process skills are children's abilities in thinking and investigating the natural environment around a series of learning processes. These skills are abilities that use reason, reason and effective and efficient actions to achieve certain results. With science process skills children can find facts that occur in their environment. Science process skills in group B children in PAUD Tashwirul Afkar are still low, therefore experimental methods are applied in the learning process to improve the condition. The results of applying experimental methods with natural materials can improve the science process skills of group B children in PAUD Tashwirul Afkar. This is indicated by an increase in the percentage of children's science process skills since the action was taken at the pre-cycle, cycle I and cycle II. At the pre-cycle completeness the overall value of the child is 33%. In the first cycle the overall value of the child is 58% and in the second cycle the overall value of the child is 91%.
Pelatihan Penggunaan Laboratorium Virtual Bagi Guru IPA dan Matematika di SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo Septi Budi Sartika; Nur Efendi; Luluk Iffatur Rocmah
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : LPPM IKIP Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v4i2.368

Abstract

Praktikum atau percobaan merupakan bagian penting dalam pembelajaran IPA. Hal ini juga tidak kalah pentingnya untuk mata pelajaran matematika yaitu untuk simulasi dalam pemahaman konsep matematis yang disampaikan, sebagai bahan untuk latihan lanjutan. Sering kali sekolah mempunyai keterbatasan dalam alat dan bahan untuk kegiatan praktikum, sehingga kegiatan praktikum ditiadakan. Tidak ada alasan untuk tidak melakukan kegiatan praktikum, karena ada laboratorium virtual sebagai upaya pemanfaatan Information Communication Technology (ICT). Laboratorium virtual menggunakan PhET Interactive Simulations. Berdasarkan hasil angket respons guru IPA dan matematika diperoleh: 1) pelatihan yang dilakukan sesuai dengan kondisi saat ini, yaitu kondisi kegiatan belajar dari rumah (Pandemi Covid-19), tidak ada yang tidak mungkin bahwa kegiatan praktikum IPA/ Matematika harus tetap berjalan meski dengan laboratorium virtual baik online maupun offline; 2) guru IPA dan Matematika semangat dalam mengikuti pelatihan, selain dengan antusias dan semangat serta memberikan reaksi positif dengan kesanggupan dalam mengimplementasikan laboratorium virtual pada mata pelajaran yang diajarkan, 3) materi hand out dan daftar aplikasi PhET yang sesuai dengan Kurikulum 2013 pada kompetensi IPA dan Matematika SMP serta bahan ajar untuk implementasi PhET telah membantu guru dalam memahami pelatihan yang disampaikan.
PENERAPAN BERMAIN MESSY PLAY DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK TK KELOMPOK A Luluk Iffatur Rocmah; Vanda Rezania
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v6i1.4157

Abstract

Salah satu aspek kemampuan yang penting untuk dikembangkan pada anak usia dini adalahkemampuan motorik halus anak. Kemampuan motorik halus membantu anak untukmemperoleh kemandiriannya, membantu mendapatkan penerimaan sosial, dan dapatmenimbulkan rasa percaya diri pada anak. Kemampuan motorik halus dapat ditingkatkan melaluibermain messy play. Messy Play merupakan jenis permainan yang merangsang sensor motorikhalus dan kasar.Permainan ini dilakukan anak baik di alam terbuka maupun di dalam ruangandan membuat tubuh anak menjadi kotor, sehingga dikatakan dengan bermain messy play.Selaintubuh anak aktif, anak juga akan belajar mengkoordinasikan panca inderanya melalui sentuhan,bau, rasa, pendengaran, dan penglihatan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu (1)mendeskripsikanpenerapan bermain messy play dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak KelompokA, (2) Mendeskripsikan hasil penerapan bermain messy play dalam meningkatkan kemampuanmotorik halus anak Kelompok A. Sedangkan luaran yang ditargetkan dalam penelitian ini adalahtersedianya perangkat pembelajaran dengan penerapan bermain Messy Play untukmeningkatkan kemampuan motorik halus pada anak TK kelompok A. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan melalui 4tahapan dalam setiap siklusnya. Adapun tahapan tersebut adalah: (1) perencanaan, (2)pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di TK Aisyiyah BustanulAthfal Kalibader dengan 2 siklus. Siklus I dilakukan empat kali pertemuan, jika dalam siklus Ibelum berhasil, maka dilakukan siklus II dengan tiga kali pertemuan. Teknik pengumpulan datamenggunakan observasi, lembar asesmen, wawancara dan dokumentasi. Hasil penerapanbermain messy play dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A di TKAisyiyah Kalibader. Hal ini dibuktikan adanya peningkatan pada nilai ketuntasan di siklus I dansiklus II. Pada siklus I ketuntasan nilai keseluruhan kelompok A adalah 65%, dan pada siklus IIketuntasan nilai keseluruhan kelompok A adalah 88,1%. Hal ini membuktikan adanya peningkatankemampuan motorik halus anak kelompok A setelah dilakukan penerapan bermain messy play.
Keterampilan Berpikir Analisis Calon Guru IPA melalui Model 4A (Analisis Fenomena, Analisis Informasi, Analisis Data, Analisis Temuan) Septi Budi Sartika; Nur Efendi; Luluk Iffatur Rocmah
JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Vol 8, No 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.8.2.2020.165-170

Abstract

The analytical thinking skills is important are mastered in all areas of the work, so it needs to be trained at school. But in fact, only 5% of Indonesian students have analytical competence, the competency of most students at the level of knowledge or memorization. Research is conducted to uncover activities, analytical thinking skills, and pre-service student teachers' of natural science education responses through model 4A (phenomenon Analysis, information Analysis, data Analysis, and findings Analysis). The results of study were obtained that: 1) pre-service student teachers' activities are still relevant to learning; 2) the results of the average test results analytical thinking skills, it can be said high that is 78.9; and 3) pre-service student teachers' response to the fluid lecture with model 4A is categorized positively. These results, need to be encouraged to other courses so that the possibility of analytical thinking skills will increase significantly.
Training of Natural Science Learning based Ethno-STEM for Teacher of Muhammadiyah Secondary School in Sidoarjo Septi Budi Sartika; Fitria Eka Wulandari; Luluk Iffatur Rocmah; Nur Efendi
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1199.84 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.1155

Abstract

Local wisdom that was raised as a model to understand the concept of natural science has been done in various regions and improved good results. In the current condition of the covid-19 pandemic, natural science teachers need effective learning strategies in conveying concepts, through natural science learning based ethno-STEM this can be answered. The community servicer was gathered natural science teachers of SMP Muhammadiyah throughout Sidoarjo regency to develop natural science learning based ethno-STEM what material and instruments through training. This activity was attended by 21 natural science teachers, representing of ten SMP Muhammadiyah throughout Sidoarjo regency. The activity lasted for 4 days from December 30, 2020 to January 2, 2021, which produced natural science learning based ethno-STEM what material and instruments for secondary school grade VII, VIII, and IX even semester. These learning material and instruments have also been studied by experts so that the results of improvements will improve the validity of the devices and instruments in question. The resulting devices and instruments will be compiled and made into practical books teaching natural science based ethno-STEM. This book is then registered in the Library of The Republic of Indonesia and registered in the Intellectual Property Rights. Advice for further community service activities so that devices and instruments can be implemented in students so that their practicality and effectiveness are tested.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANAGAN 1-10 MELALUI PERMAINAN ENGKLEK PADA ANAK KELOMPOK A DI TK AURA KIDS TULANGAN Maulidyah Kusuma Wardani; Luluk Iffatur Rocmah
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2022): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.v6i1.9151

Abstract

Abstrak Memahami lambang bilangan pada anak usia dini merupakan salah satu kemamampuan yang harus dicapai, untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan dan lambang bilangan. Berdasarkan pengalaman peneliti, bahwa sebagian anak-anak kelompok A yang ada di TK Aura Kids Tulangan, mendapatkan permasalahan dimana sebagian dari mereka kesulitan mengenal lambang bilangan. Maka dari itu diperlukan penerapan permainan engklek untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan. Peneliti menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu pra siklus, siklus I dan siklus II untuk memperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan. Pada pra siklus sebagian besar anak masih memperoleh nilai rata-rata sebesar 39,44% sedangkan pada siklus I prosentase nilai meningkat sehingga diperoleh prosentas nilai menjadi 66,67% yang berarti kurang maksimal. Kemudian peneliti melanjutkan dengan memberi tindakan pada siklus II, setelah dilakukan penelitian pada siklus II ini prosentase nilai rata-rata anak menjadi 92,22%, sehingga dari perolehan rata-rata di siklus I dan siklus II mengalami peningkatan lagi. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan antara siklus I dan siklus II selama penelitian berlangsung. Dari hasil yang diperoleh terdapat peningkatan yang membuktikan bahwa dengan Permainan  Engklek dapat meningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan
PENERAPAN MEDIA PAPAN FLANEL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN 1-10 PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN Maratus Sholikha; Luluk Iffatur Rocmah
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2021): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.v5i2.9147

Abstract

Memahami konsep bilangan pada anak merupakan salah satu kemampuan yang harus dicapai dalam meningkatkan kemampuan mengenalkan konsep bilangan. Berdasarkan pengalaman peneliti, bahwa sebagian anak-anak kelompok bermain yang ada di KB Darussalam Balun Kejapanan, mendapatkan permasalahan dimana sebagian dari mereka kesulitan mengenal konsep bilangan. Maka dari itu diperlukan penerapan media papan flanel untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan 1-10. Peneliti menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu pra siklus, siklus I dan siklus II untuk memperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan. Pada pra siklus sebagian besar anak masih memperoleh nilai rata-rata sebesar 40,28%% sedangkan pada siklus I prosentase nilai meningkat sehingga diperoleh prosentas nilai menjadi 65,97% yang berarti kurang maksimal. Kemudian peneliti melanjutkan dengan memberi tindakan pada siklus II, setelah dilakukannya penelitian pada siklus II ini prosentase nilai rata-rata anak menjadi meningkat 93,05%%, sehingga dari perolehan rata-rata di siklus I dan siklus II mengalami peningkatan lagi. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan antara siklus I dan siklus II selama penelitian berlangsung. Dari hasil yang diperoleh terdapat peningkatan yang membuktikan bahwa dengan adanya Media Papan Flanel dapat meningkatan kemampuan mengenal konsep bilangan.
Kompetensi Kultural Pendidik Anak Usia Dini Luluk Iffatur Rocmah
Proceedings of The ICECRS Vol 2 No 1 (2019): Literacy based Character and Professionalism Enhancement for Educators in Facing
Publisher : International Consortium of Education and Culture Research Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.662 KB) | DOI: 10.21070/picecrs.v2i1.2401

Abstract

This study is a descriptive qualitative research. This research aim to analyze and express cultural competence among early childhood teachers in Sidoarjo. Data collection was done by observation, interview and documentation. The subjects in this study were early childhood teachers in Sidoarjo from both homogeneous and heterogeneous schools. This study resulted the findings that educators can be competent in culturally diverse classroom teaching, he must have a cultural component of cultural awareness, cultural knowledge, cultural attitudes and cultural skills. Cultural awareness and cultural attitudes can be developed through cultural experience or cross-cultural interaction. While cultural knowledge can be developed through training such as workshops, seminars, conferences etc. And cultural teaching skills can be developed through teaching experience.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SAINS PADA ANAK 5-6 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH PERCONTOHAN TAKERHARJO Luluk Iffatur Rocmah; Yunita Awwali Salehah; Zuhria Qurrotul Aini
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2022): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpaud.v5i2.2134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana implementasi pembelajaran sains pada anak 5-6 tahun di TK Aisyiyah Percontohan Takerharjo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, Jenis data yang di gunakan adalah data primer dan data sekunder. Sumber data yang digunakan adalah sumber data dari peristiwa, informan, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan (1) reduksi data (2) penyajian data (3) penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang di gunakan (1) pengamatan secara seksama (2) trigulasi (3) member chek. Hasil penelitian menunjukkan implementasi pembelajaran Sains di TK Aisyiyah Percontohan Takerharjo adalah anak mampu mengetahui sebab akibat saat pada melaksanakan pembelajaran sains melalui eksperimen yang diberikan oleh guru, dalam melaksanakan pembelajaran sains, guru di TK Aisyiyah Percontohan Takerharjo belum mengalami kesulitan dalam menyiapkan bahan-bahan yang dijadikan untuk eksperimen pembelajaran sains karena guru menyiapkan bahan-bahan dari lingkungan sekitar yang dapat dijangkau untuk kebutuhan eksperimen anak dalam mengimplementasikan pembelajaran sains. Adapun faktor pendukung saat mengimplementasikan kegiatan sains adalah adanya bahan-bahan dari lingkungan sekitar yang bisa digunakan dan wali murid yang mendukung dengan menyiapkan bahan-bahan yang di butuhkan anak saat kegiatan pembelajaran sains dilakukan. Namun ada pula factor penghambat saat pembelajaran sains yaitu kurang luasnya ruangan yang dijadikan tempat untuk pembelajaran sains, sehingga anak kurang berleluasa dalam melaksanakan pembelajaran sains di TK Aisyiyah Percontohan Takerharjo. Kata kunci: Implementasi, Pembelajaran IPA, Anak Usia Dini.
PENDAMPINGAN GURU IPA DALAM IMPLEMENTASI PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS ETNO-STEM DI SMP MUHAMMADIYAH 5 TULANGAN SIDOARJO Septi Budi Sartika; Fitria Eka Wulandari; Luluk Iffatur Rocmah; Nur Efendi
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.356 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v5i1.3320

Abstract

Kondisi pandemi covid-19 saat ini, menuntut guru untuk cermat dalam memilih strategi pembelajaran. Selain mudah diimplementasikan, juga efektif dalam penerapannya. Strategi pembelajaran yang menggunakan kearifan lokal yang terintegrasi dengan sains, teknologi, enginering, dan matematika tepat untuk dipilih. Tujuan kegiatan abdimas ini adalah mendampingi guru IPA di SMP Muhammadiyah 5 Tulangan Sidoarjo untuk mengimplementasikan perangkat pembelajaran IPA berbasis etno-STEM. Guru IPA yang didampingi sejumlah 3 orang yang mengajar di kelas VII, VIII, IX masing-masing jenjang ada 3 kelas, dengan 1 orang guru yang melakukan implementasi di kelas VIII. Kegiatan ini dimulai dari pengembangan perangkat, implementasi perangkat, dan evaluasi perangkat pembelajaran IPA berbasis etno-STEM. Pada kegiatan pengembangan perangkat, dinyatakan valid dan layak digunakan meskipun melalui beberapa tahapan revisi. Pada tahap implementasi, guru dinyatakan mampu mengelola kelas dengan kategori baik, dengan kendala-kendala yang dapat diatasi sehingga tidak mempengaruhi proses pembelajaran, hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan sebesar 0,6 artinya peningkatannya sedang. Pada kegiatan evaluasi perangkat pembelajaran, perlu dikaji kembali sesuai kendala-kendala yang ditemui pada saat implementasi sehingga diharapkan peningkatan hasil belajar dengan kategori besar. Kegiatan selanjutnya dapat dilakukan dengan pendampingan guru dalam pengimbasan implementasi perangkat pebelajaran IPA berbasis etno-STEM di kelas yang lain dengan materi yang berbeda.