Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kecerdasan Naturalis Melalui Bermain Messy Play terhadap Anak Usia 5-6 Tahun: Increasing Naturalist Intelligence Through Messy Play for 5-6 Years Old Children Rocmah, Luluk Iffatur
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2016): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v5i1.88

Abstract

Salah satu kecerdasan yang perlu di kembangkan pada anak usia dini yaitu kecerdasan naturalis. Bila kecerdasan naturalis sudah ditingkatkan sejak dini pada anak-anak, maka kerusakan alam yang banyak terjadi pada saat ini dapat diminimalisir. Meningkatkan kecerdasan naturalis anak dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan melalui cara yang paling banyak disukai anak, yaitu dengan bermain messy play. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang bermaksud mengkaji secara mendalam tentang penerapan bermain messy play dalam upaya meningkatkan kecerdasan naturalis pada anak usia 5-6 tahun. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa catatan lapangan sebagai hasil dari observasi terbuka dan dokumentasi. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil observasi sistematis terhadap aspek-aspek kecerdasan naturalis yang muncul saat kegiatan dilakukan. Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian ini, membuktikan bahwa pemberian tindakan melalui kegiatan messy play membantu meningkatkan kecerdasan naturalis anak. Melalui kegiatan tersebut anak dituntut untuk memahami dan menguasai materi, maka anak tidak dapat mengerjakan kegiatan dengan baik. Kegiatan ini mengajarkan anak dalam pembelajaran alam sesungguhnya. Anak-anak belajar dengan melihat lingkungan sekitarnya kemudian disalurkan menjadi hasil yang sesungguhnya di dalam kelas.
Peningkatan Karakter Mahasiswa Program Studi PGSD pada Mata Kuliah Pengembangan Pembelajaran IPA SD di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo: Character Development of PGSD Study Program Students in Elementary Science Learning Development Courses at Muhammadiyah University of Sidoarjo Setiyawati, Enik; Rocmah, Luluk Iffatur
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2017): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v6i1.765

Abstract

PGSD student's character can be seen from various aspects of the attitude that must be owned by an educator, especially educators in primary school. Some of these aspects are honesty, cooperation, discipline, responsibility, and independence. Aspects of honesty student still low category, the aspect of cooperation, discipline, responsibility, and independence are being categorized. The purpose of this research is to describe the increase in student character study program PGSD On Learning Course Development IPA SD At the University of Muhammadiyah Sidoarjo. In conducting the study, researchers used a classroom action research (Classroom Action Research). Based on the results of the study in the first cycle and the second cycle, it can be seen that there is a rise in the value of the character of students in primary school teaching courses Learning Development IPA SD from the first cycle to the second cycle. Value of character in the first cycle of 71.4, while the value of the character in the second cycle of 98.5. This shows that there is an increase of 27.1 of all indicators of character shown by students of primary school teaching course on development of Elementary Science Lesson.
Implementation of Project-Based Center Learning Model in Kindergarten Rocmah, Luluk Iffatur; Ma’ruf , Saffaanah Rahma; Ramadhani, Laila Al; Aliffiandi, Rizca Aulia
Procedia of Social Sciences and Humanities Vol. 6 (2024): International Conference Psychology and Education Transformation For Bright Future
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pssh.v6i.569

Abstract

This article discusses the viewpoint of the Project-Based Center Learning Model which was carried out at Aisyiyah 4 Pondok Jati Kindergarten, Sidoarjo. The right learning model is the determinant of learning success. Learning that suits the needs of children is learning that can optimally develop children's multiple intelligences. The Center Learning Model is one of the effective approaches because it stimulates all aspects of child development through directed play. This research is motivated by the importance of early childhood education as a foundation in shaping and developing children's character from an early age. The purpose of this study is to answer questions about the application of the center learning model in Aisyiyah 4 Pondok Jati Kindergarten
Inclusive Learning at ABA Bebekan Kindergarten: Curriculum and Environment Adaptation: Pembelajaran Inklusif di TK ABA Bebekan: Adaptasi Kurikulum dan Lingkungan Larasati , Laila Rohma; Rocmah, Luluk Iffatur
Indonesian Journal of Education Methods Development Vol. 20 No. 2 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijemd.v20i2.898

Abstract

General Background : The implementation of inclusive education is a crucial issue in modern education to ensure all children's right to learn is fulfilled. Specific Background : This study specifically describes the implementation of inclusive learning at TK ABA Bebekan, focusing on curriculum adjustments, the use of inclusive learning technology, and the creation of an inclusive learning environment. Knowledge Gap : While the concept of inclusive education is well-known, there is a lack of detailed descriptive case studies that can serve as a practical guide for other institutions. Aims : The purpose of this research is to provide a comprehensive analysis of how TK ABA Bebekan implements inclusive learning. Results : The findings indicate that the implementation follows a systematic process, including child identification, assessment, and curriculum adjustment. This process also incorporates inclusive learning technology and a supportive environment. The study found no differences in implementation except for learning outcomes. Novelty : The research's novelty lies in its detailed and practical description, which can serve as a model for other educational institutions. Implications : The findings are expected to serve as a valuable reference for schools beginning to apply inclusive learning programs, emphasizing that inclusive practices can be implemented effectively without differentiation, except for adjusted learning outcomes. Highlights : This research describes the implementation of inclusive education at TK ABA Bebekan. The implementation process involves child identification, assessment, and curriculum adjustments. The study provides a practical reference for other educational institutions looking to adopt inclusive learning programs. Keywords : Inclusive Education, Curriculum Adjustment, Inclusive Environment, Educational Technology, Early Childhood
Optimalisasi Teknik Chaining dan Reinforcement untuk Meningkatkan Kemandirian Anak Usia Dini Herawati, ina; Rocmah, luluk Iffatur
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1670

Abstract

Kemandirian merupakan keterampilan penting yang harus dikembangkan sejak usia dini, karena berperan dalam membentuk kepribadian dan kemampuan anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik chaining dan reinforcement dalam meningkatkan kemandirian anak usia dini, terutama dalam hal makan, berpakaian, dan menjaga kebersihan diri. Melalui pendekatan Study Literature Review, berbagai literatur ilmiah terkini dianalisis untuk memahami dampak dan faktor yang mempengaruhi keberhasilan kedua teknik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa chaining membantu anak memecah tugas-tugas kompleks menjadi langkah yang lebih sederhana, sementara reinforcement positif mampu meningkatkan motivasi anak untuk bertindak secara mandiri. Kombinasi kedua teknik ini memberikan hasil yang signifikan dalam mempercepat perkembangan kemandirian anak. Simpulan penelitian menekankan bahwa penerapan chaining dan reinforcement yang konsisten dan didukung lingkungan sosial efektif dalam mengembangkan kemandirian anak usia dini, dengan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut pada aspek kemandirian lainnya.
Penggunaan Media Papan Angka untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan 1-5 pada anak Usia 3-4 Tahun Khofifah, Niswatul; Rocmah, Luluk Iffatur
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak usia dini melalui media papan angka dan mengetahui penggunaan media papan angka meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak di KB Kartini Ganting. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, setiap pertemuan dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok bermain di KB Kartini Ganting dengan jumlah 10 anak. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan mengenal konsep bilangan melalui media papan angka. Dilihat dari hasil ketuntasan belajar anak pada pra siklus 37,5%, siklus I dengan nilai presentase 56,66%, dan siklus II dengan nilai presentase 84,99%.
Strategi Penanaman Kedisiplinan Anak Usia 3-4 Tahun di KB Permata Sunnah Sidoarjo Nurjannah, Indah; Rocmah, Luluk Iffatur
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1686

Abstract

Penanaman kedisiplinan pada anak usia dini merupakan aspek penting dalam membentuk karakter dan perilaku sosial-emosional yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi efektivitas pendekatan keteladanan dan reinforcement dalam membentuk kedisiplinan pada anak usia 3-4 tahun di lingkungan PAUD. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian berupa pendidik dan anak didik di KB Permata Sunnah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi keteladanan pendidik, komunikasi yang efektif, dan reinforcement positif maupun negatif secara signifikan meningkatkan kedisiplinan anak. Anak-anak yang diberikan contoh perilaku disiplin oleh pendidik serta mendapatkan reinforcement atas perilaku baik mereka menunjukkan peningkatan tanggung jawab, kepatuhan terhadap tata tertib, dan kemandirian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi strategi keteladanan, komunikasi, dan reinforcement merupakan pendekatan yang efektif dalam membentuk karakter disiplin anak usia dini. Implikasi dari penelitian ini mengarah pada pentingnya penerapan strategi integratif dalam sistem pembelajaran di PAUD untuk mengoptimalkan perkembangan karakter disiplin pada anak-anak.
Penerapan Media Dadu Berputar untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf pada Anak Usia 4-5 Tahun Istiqomah, Lailatul; Rocmah, Luluk Iffatur
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan media dadu putar dalam proses pembelajaran dan mengukur efektivitasnya dalam membantu anak mengenali huruf. Hasil penelitian diharapkan memberikan wawasan berharga tentang cara meningkatkan keterampilan literasi awal anak melalui metode interaktif yang sesuai dengan perkembangan mereka. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek siswa kelas A KB Nurul Muta'allimin, terdiri dari 9 siswa (7 perempuan dan 2 laki-laki). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan tes. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif kualitatif, sementara data kuantitatif dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa sebelum tindakan, guru mengalami kesulitan dalam mengajarkan pengenalan huruf. Setelah menggunakan media dadu putar, terjadi peningkatan pengenalan huruf, dari 68,89% di siklus I menjadi 87,22% di siklus II. Pembelajaran dengan media ini dinilai berhasil karena anak menjadi lebih aktif dan terlibat.
Efektivitas Media Maze Magnet dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar pada Anak Usia 4-5 Tahun Khasanah, Nur; Rocmah, Luluk Iffatur
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi belajar pada anak usia dini melalui penggunaan media maze magnet. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada anak kelompok A di KB Permata Sunnah Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media maze magnet secara signifikan meningkatkan kemampuan konsentrasi anak. Melalui tiga siklus, terjadi peningkatan persentase keberhasilan dari 28% menjadi 81%. Hal ini menunjukkan bahwa media maze magnet efektif dalam meningkatkan fokus dan perhatian anak selama proses pembelajaran.
Magnetic Maze Games to Strengthen Concentration Skills in Early Learners: Permainan Labirin Magnetik untuk Meningkatkan Kemampuan Konsentrasi pada Anak Usia Dini Kifayah, Sayyidatul; Rocmah, Luluk Iffatur
Indonesian Journal of Education Methods Development Vol. 20 No. 3 (2025): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijemd.v20i3.997

Abstract

Background: Early childhood learners often exhibit low concentration levels, requiring engaging and developmentally appropriate learning media. Specific Background: At TK Islam Al-Irsyad, only 35% of children demonstrated adequate concentration during routine classroom activities. Knowledge Gap: Previous studies explored maze games but rarely implemented multi-themed magnetic maze media integrated into a smart-box system. Aim: This study aims to strengthen concentration skills of children aged 4–5 years through magnetic maze educational games. Methods: A Classroom Action Research design using Kemmis and McTaggart’s model was conducted in two cycles, involving 15 children. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Results: Improvements were observed across four indicators: problem solving, focus, memory retention, and hand–eye coordination. Concentration completeness increased from 35% (pre-cycle) to 62% (Cycle I) and 90% (Cycle II). Novelty: The study introduces four themed magnetic maze activities integrated into a smart-box, supported by preparatory ice-breaking tasks to activate children’s readiness. Implications: Magnetic maze games offer an interactive approach that enhances cognitive engagement and can be adopted as an effective concentration-building medium in early childhood settings. Highlights• Children’s concentration improved across two action cycles• Multi-themed magnetic maze promotes cognitive engagement• Smart-box design supports structured and playful learning Keywords: Concentration, Magnetic Maze, Early Childhood, Educational Games, Classroom Action Research