Claim Missing Document
Check
Articles

Pop Up Bilangan Kreatifitas Belajar untuk Anak TK Reiska Primanisa; Rocmah, Luluk Iffatur
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 4 (2024): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v1i4.705

Abstract

Perkembangan kognitif pada anak usia dini secara signifikan mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengenali simbol angka, yang membentuk fondasi untuk kemahiran matematika. Namun, di TK DWP KEPADANGAN II, hanya 5 dari 18 siswa yang menunjukkan kemahiran dalam bidang ini, yang menunjukkan adanya kesenjangan yang kritis dalam pendidikan berhitung sejak dini. Untuk mengatasi hal ini, sebuah inisiatif penelitian tindakan kelas dilakukan, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal simbol-simbol angka. Melalui intervensi yang ditargetkan, penelitian ini menghasilkan peningkatan yang substansial, dengan tingkat pengenalan mencapai 88,43%. Keberhasilan ini menggarisbawahi efektivitas strategi pembelajaran yang disesuaikan dalam meningkatkan keterampilan matematika awal, menekankan peran penting pendidikan anak usia dini dalam membentuk kemahiran berhitung dan kesiapan akademis.
Memajukan Keterampilan Motorik Halus pada Anak Usia Dini Melalui Intervensi Buku Aktif di Indonesia Setianingsih, Fika Lia; Rocmah, Luluk Iffatur
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 4 (2024): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v1i4.706

Abstract

: Anak usia dini merupakan masa yang sangat berharga bagi anak. Oleh karena itu, sebagai seorang pendidik sangatlah penting untuk mengembangkan kemampuan motorik anak sejak kecil. keterampilan motorik halus anak merupakan perkembangan gerak menggunakan otot-otot halus dengan koordinasi beberapa anggota tubuh tertentu terutama tangan dan mata. Yang dengan ini bertujuan agar anak terbiasa melakukan kegiatan sehari-harinya secara mandiri. Berdasarkan penjelasan, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 3 sampai 4 tahun di KB Al-Quds menggunakan media busy book. Penelitian ini menggunakan 5 indikator yang telah ditentukan, dan dari 10 anak hanya 4 anak yang tuntas kemampuan motorik halusnya sesuai indikator. Penelitian ini menggunakan penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dimulai dari pra siklus dengan persentase nilai sebanyak 34%, siklus I sebanyak 49%, siklus II 78% Berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik halus anak dapat ditingkatkan dengan menggunakan media busy book.
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Membatik Jumputan Pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Dzariyah, Ainun; Rocmah, Luluk Iffatur
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 4 (2024): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v1i4.707

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di TK Dharma Wanita Persatuan Kebaron Tulangan, Sidoarjo, melalui kegiatan membatik jumputan. Pengamatan awal menunjukkan bahwa 6 dari 17 anak mengalami kesulitan dengan kegiatan ini, menandakan kebutuhan akan intervensi. Studi ini menggunakan model spiral berdasarkan kerangka Kemmis dan Taggart, melibatkan pengamatan pra-siklus dan dua siklus intervensi dengan kegiatan terstruktur dan penilaian berkelanjutan. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Intervensi ini secara signifikan meningkatkan keterampilan motorik halus, seperti dibuktikan dengan peningkatan keberhasilan dalam menyelesaikan tugas dari 69,82% di pra-siklus menjadi 91,91% di siklus kedua. Hasil ini menekankan efektivitas kegiatan kreatif yang melibatkan tangan dalam memajukan perkembangan motorik pada anak-anak muda, menyarankan aplikasi dan penelitian lebih lanjut dalam pengaturan pendidikan yang serupa.
Inclusive Learning at ABA Bebekan Kindergarten: Curriculum and Environment Adaptation: Pembelajaran Inklusif di TK ABA Bebekan: Adaptasi Kurikulum dan Lingkungan Larasati , Laila Rohma; Rocmah, Luluk Iffatur
Indonesian Journal of Education Methods Development Vol. 20 No. 2 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijemd.v20i2.898

Abstract

General Background : The implementation of inclusive education is a crucial issue in modern education to ensure all children's right to learn is fulfilled. Specific Background : This study specifically describes the implementation of inclusive learning at TK ABA Bebekan, focusing on curriculum adjustments, the use of inclusive learning technology, and the creation of an inclusive learning environment. Knowledge Gap : While the concept of inclusive education is well-known, there is a lack of detailed descriptive case studies that can serve as a practical guide for other institutions. Aims : The purpose of this research is to provide a comprehensive analysis of how TK ABA Bebekan implements inclusive learning. Results : The findings indicate that the implementation follows a systematic process, including child identification, assessment, and curriculum adjustment. This process also incorporates inclusive learning technology and a supportive environment. The study found no differences in implementation except for learning outcomes. Novelty : The research's novelty lies in its detailed and practical description, which can serve as a model for other educational institutions. Implications : The findings are expected to serve as a valuable reference for schools beginning to apply inclusive learning programs, emphasizing that inclusive practices can be implemented effectively without differentiation, except for adjusted learning outcomes. Highlights : This research describes the implementation of inclusive education at TK ABA Bebekan. The implementation process involves child identification, assessment, and curriculum adjustments. The study provides a practical reference for other educational institutions looking to adopt inclusive learning programs. Keywords : Inclusive Education, Curriculum Adjustment, Inclusive Environment, Educational Technology, Early Childhood
Developing Children’s Cooperation Skills through Traditional Bakiak Games: Mengembangkan Keterampilan Kerja Sama Anak-Anak Melalui Permainan Tradisional Bakiak Bariyah, Khoirul; Rocmah, Luluk Iffatur
Indonesian Journal of Islamic Studies Vol. 13 No. 2 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijis.v13i2.1814

Abstract

Specific Background: In modern times, digital games reduce children’s opportunities to develop cooperation and gross motor skills. Gap: Few studies focus on how the traditional “bakiak” game improves children’s cooperative abilities in early childhood education. Aims: This study aims to explore how the use of bakiak games can foster cooperation skills among group B kindergarten students. Results: The findings show that participation in bakiak games increases children’s teamwork, communication, and coordination. Teachers observe significant improvement in collaborative play. Novelty: The research highlights the integration of local traditional games as effective learning tools for character development. Implications: The study implies that educators can utilize traditional games to promote socio-emotional learning in early childhood settings. Highlights:• Strengthening cooperation through cultural games• Integrating traditional play in early education• Supporting social-emotional development Keywords: Traditional Games, Cooperation, Early Childhood, Social Development, Bakiak
DIFFERENTIATED LEARNING STRATEGIES TO DEVELOP CRITICAL THINKING SKILLS IN EARLY CHILDHOOD Rocmah, Luluk Iffatur; Rezania, Vanda; Wulandari, Ria
Proceeding of International Conference on Social Science and Humanity Vol. 2 No. 3 (2025): Proceeding of International Conference on Social Science and Humanity
Publisher : PT ANTIS INTERNATIONAL PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61796/icossh.v2i3.165

Abstract

Objective: This study aims to explore and describe the implementation of differentiated learning strategies in early childhood education and their impact on the development of critical thinking skills at TK ABA Bebekan.  Method: Utilizing a qualitative descriptive approach, data were collected over five weeks through classroom observations, teacher interviews, and documentation analysis. The study focused on class B, where differentiated strategies were implemented based on children's learning styles and interests. Results: The findings indicate that the teacher employed three forms of differentiation—process, content, and product. Children were more engaged, demonstrated increased curiosity, and exhibited critical thinking behaviors such as asking questions, reasoning, making decisions, and solving problems. Specifically, 12 out of 15 children actively questioned phenomena, and 13 made independent choices during learning. Novelty: This study contributes to the limited literature on early childhood differentiated instruction in Indonesia by highlighting its practical application in enhancing critical thinking, particularly through individualized learning activities that respect children’s developmental uniqueness.
Penerapan Teori Shaping dalam Memodifikasi Perilaku untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak di TK ABA Plosoklaten Mufidah, Azmil; Rocmah, Luluk Iffatur
Journal of Education Research Vol. 6 No. 4 (2025): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i4.2323

Abstract

Perkembangan sosisal-emosional pada anak usia 4-5 tahun apabila tidak diperhatikan maka akan menimbulkan masalah yang cukup berat dalam tumbuh kembang anak. Rasa minder, malu dan kurang percaya diri sering dialami anak usia 4-5 tahun. Hal ini juga terjadi pada anak di TK ABA Plosoklate. Maka dari itu dilakukan penerapana Teknik Shaping dalam moodifikasi perilku percaya diri pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi dan Teknik analisis data menggunakan tiga laur yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Disimpulkan bahwa Teknik Shaping dalam memodifikasi perilaku percaya diri pada anak anak tergantung pada tahap yang dilakukan guru sebelum intervensi. tahapan yang dilakukan terus menerus selama intervensi serta reinforcement yang diberikan Ketika melakukan perubahan dan lingkungan yang mendukung membuat rasa percaya diri tumbuh pada anak-anak. Penelitian ini diharapkan dapat membantu khususnya bagi guru TK untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak usia 4-5 dengan menerapkan teori shaping juga dapat direkomendasikan dalam memodifikasi perilaku percaya diri dalam berbagai konteks Pendidikan lainnya.
Cooperative Skills Development of 4–5 Year Olds through Bakiak Game: Perkembangan Keterampilan Kerja Sama Anak Usia 4–5 Tahun Melalui Permainan Bakiak Modjo, Siti Hadija; Rocmah, Luluk Iffatur
Indonesian Journal of Islamic Studies Vol. 13 No. 3 (2025): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijis.v13i3.1821

Abstract

General Background: Early childhood education plays a crucial role in shaping social-emotional development, including children’s ability to cooperate effectively with peers. Specific Background: In Al-Faqih Islamic Kindergarten, many 4–5-year-old children still showed individualistic tendencies and limited social interaction, indicating a lack of cooperative behavior. Knowledge Gap: Previous studies have explored traditional games to improve cooperation, yet few have examined structured, group-based bakiak games among early learners within an Islamic educational context. Aims: This study aimed to improve the cooperation ability of 4–5-year-old children through group-based bakiak games. Results: Using classroom action research with observation and reflection across two cycles, the findings revealed a progressive increase in cooperation ability from 36% (pre-cycle) to 86% (cycle II). Novelty: The study highlights the effectiveness of integrating traditional physical games with cooperative learning principles in Islamic kindergarten settings. Implications: The bakiak game can serve as an engaging pedagogical tool that fosters teamwork, empathy, and social harmony in early childhood education. Highlights: Traditional bakiak game effectively fosters cooperation in young children. Integration of play and learning strengthens social-emotional growth. Applicable model for Islamic early education environments. Keywords: Cooperation, Bakiak Game, Early Childhood, Social Skills, Islamic Education
Model Pembelajaran Outbound Untuk Anak Usia Dini: Outbound Learning Model For Early Childhood Rocmah, Luluk Iffatur
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2012): February - August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v1i2.40

Abstract

Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalanisuatu proses perkembangan dengan sangat pesat dan sangat fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Maka pembelajaran yang diberikan kepada anak usia dini bukan berorientasi pada sisi akademis saja melainkan menitikberatkan kepada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik, bahasa, intelektual, sosial-emosi serta seluruh kecerdasan. Oleh karena itu, salah satu model pembelajaran alternatif yang dapat diterapkan pada anak usia dini adalah pendidikan luar ruang (outbound education). Outbound merupakan suatu program pembelajaran di alam terbuka yang berdasarkan pada prinsip experiential learning (belajar melalui pengalaman langsung) yang disajikan dalam bentuk permainan, simulasi, diskusi dan petualangan sebagai media penyampaian materi.
Pramuka Sebagai Wadah Mengembangkan Life Skill Mahasiswa Calon Guru Pada Perguruan Tinggi LPTK: Scouts as a Place to Develop Life Skills of Prospective Teacher Students at LPTK Colleges Afandi, Rifki; Rocmah, Luluk Iffatur
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2015): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v4i2.16

Abstract

Lembaga pendidikan tinggi keguruan (LPTK) merupakan lembaga formal pencetak calon guru yang memiliki peran central dalam peningkatan kualitas calon guru. Salah satu permasalahan pendidikan yaitu tidak meratanya tenaga pendidikan di wilayah Indonesia dan permasalahan karakter bangsa. Kegiatan keorganisasian kemahasiswaan pramuka sangat penting bagi mahasiswa untuk menanamkan life skills. Kegiatan keorganisasian kepramukaan kurang diminati oleh mahasiswa, penelitian ini bertujuan memberikan masukan secara teoritis di pendidikan tingg LPTK mengenai organisasi kemahasiswaan pramuka sebagai wadah pengembangan life skills mahasiswa calon guru di LPTK.