Claim Missing Document
Check
Articles

DIFFERENTIATED LEARNING STRATEGIES TO DEVELOP CRITICAL THINKING SKILLS IN EARLY CHILDHOOD Rocmah, Luluk Iffatur; Rezania, Vanda; Wulandari, Ria
Proceeding of International Conference on Social Science and Humanity Vol. 2 No. 3 (2025): Proceeding of International Conference on Social Science and Humanity
Publisher : PT ANTIS INTERNATIONAL PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61796/icossh.v2i3.165

Abstract

Objective: This study aims to explore and describe the implementation of differentiated learning strategies in early childhood education and their impact on the development of critical thinking skills at TK ABA Bebekan.  Method: Utilizing a qualitative descriptive approach, data were collected over five weeks through classroom observations, teacher interviews, and documentation analysis. The study focused on class B, where differentiated strategies were implemented based on children's learning styles and interests. Results: The findings indicate that the teacher employed three forms of differentiation—process, content, and product. Children were more engaged, demonstrated increased curiosity, and exhibited critical thinking behaviors such as asking questions, reasoning, making decisions, and solving problems. Specifically, 12 out of 15 children actively questioned phenomena, and 13 made independent choices during learning. Novelty: This study contributes to the limited literature on early childhood differentiated instruction in Indonesia by highlighting its practical application in enhancing critical thinking, particularly through individualized learning activities that respect children’s developmental uniqueness.
Penerapan Teori Shaping dalam Memodifikasi Perilaku untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak di TK ABA Plosoklaten Mufidah, Azmil; Rocmah, Luluk Iffatur
Journal of Education Research Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i4.2323

Abstract

Perkembangan sosisal-emosional pada anak usia 4-5 tahun apabila tidak diperhatikan maka akan menimbulkan masalah yang cukup berat dalam tumbuh kembang anak. Rasa minder, malu dan kurang percaya diri sering dialami anak usia 4-5 tahun. Hal ini juga terjadi pada anak di TK ABA Plosoklate. Maka dari itu dilakukan penerapana Teknik Shaping dalam moodifikasi perilku percaya diri pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi dan Teknik analisis data menggunakan tiga laur yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Disimpulkan bahwa Teknik Shaping dalam memodifikasi perilaku percaya diri pada anak anak tergantung pada tahap yang dilakukan guru sebelum intervensi. tahapan yang dilakukan terus menerus selama intervensi serta reinforcement yang diberikan Ketika melakukan perubahan dan lingkungan yang mendukung membuat rasa percaya diri tumbuh pada anak-anak. Penelitian ini diharapkan dapat membantu khususnya bagi guru TK untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak usia 4-5 dengan menerapkan teori shaping juga dapat direkomendasikan dalam memodifikasi perilaku percaya diri dalam berbagai konteks Pendidikan lainnya.
Cooperative Skills Development of 4–5 Year Olds through Bakiak Game: Perkembangan Keterampilan Kerja Sama Anak Usia 4–5 Tahun Melalui Permainan Bakiak Modjo, Siti Hadija; Rocmah, Luluk Iffatur
Indonesian Journal of Islamic Studies Vol. 13 No. 3 (2025): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijis.v13i3.1821

Abstract

General Background: Early childhood education plays a crucial role in shaping social-emotional development, including children’s ability to cooperate effectively with peers. Specific Background: In Al-Faqih Islamic Kindergarten, many 4–5-year-old children still showed individualistic tendencies and limited social interaction, indicating a lack of cooperative behavior. Knowledge Gap: Previous studies have explored traditional games to improve cooperation, yet few have examined structured, group-based bakiak games among early learners within an Islamic educational context. Aims: This study aimed to improve the cooperation ability of 4–5-year-old children through group-based bakiak games. Results: Using classroom action research with observation and reflection across two cycles, the findings revealed a progressive increase in cooperation ability from 36% (pre-cycle) to 86% (cycle II). Novelty: The study highlights the effectiveness of integrating traditional physical games with cooperative learning principles in Islamic kindergarten settings. Implications: The bakiak game can serve as an engaging pedagogical tool that fosters teamwork, empathy, and social harmony in early childhood education. Highlights: Traditional bakiak game effectively fosters cooperation in young children. Integration of play and learning strengthens social-emotional growth. Applicable model for Islamic early education environments. Keywords: Cooperation, Bakiak Game, Early Childhood, Social Skills, Islamic Education
Model Pembelajaran Outbound Untuk Anak Usia Dini: Outbound Learning Model For Early Childhood Rocmah, Luluk Iffatur
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2012): February - August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v1i2.40

Abstract

Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalanisuatu proses perkembangan dengan sangat pesat dan sangat fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Maka pembelajaran yang diberikan kepada anak usia dini bukan berorientasi pada sisi akademis saja melainkan menitikberatkan kepada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik, bahasa, intelektual, sosial-emosi serta seluruh kecerdasan. Oleh karena itu, salah satu model pembelajaran alternatif yang dapat diterapkan pada anak usia dini adalah pendidikan luar ruang (outbound education). Outbound merupakan suatu program pembelajaran di alam terbuka yang berdasarkan pada prinsip experiential learning (belajar melalui pengalaman langsung) yang disajikan dalam bentuk permainan, simulasi, diskusi dan petualangan sebagai media penyampaian materi.
Pramuka Sebagai Wadah Mengembangkan Life Skill Mahasiswa Calon Guru Pada Perguruan Tinggi LPTK: Scouts as a Place to Develop Life Skills of Prospective Teacher Students at LPTK Colleges Afandi, Rifki; Rocmah, Luluk Iffatur
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2015): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v4i2.16

Abstract

Lembaga pendidikan tinggi keguruan (LPTK) merupakan lembaga formal pencetak calon guru yang memiliki peran central dalam peningkatan kualitas calon guru. Salah satu permasalahan pendidikan yaitu tidak meratanya tenaga pendidikan di wilayah Indonesia dan permasalahan karakter bangsa. Kegiatan keorganisasian kemahasiswaan pramuka sangat penting bagi mahasiswa untuk menanamkan life skills. Kegiatan keorganisasian kepramukaan kurang diminati oleh mahasiswa, penelitian ini bertujuan memberikan masukan secara teoritis di pendidikan tingg LPTK mengenai organisasi kemahasiswaan pramuka sebagai wadah pengembangan life skills mahasiswa calon guru di LPTK.
Peningkatan Kecerdasan Naturalis Melalui Bermain Messy Play terhadap Anak Usia 5-6 Tahun: Increasing Naturalist Intelligence Through Messy Play for 5-6 Years Old Children Rocmah, Luluk Iffatur
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2016): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v5i1.88

Abstract

Salah satu kecerdasan yang perlu di kembangkan pada anak usia dini yaitu kecerdasan naturalis. Bila kecerdasan naturalis sudah ditingkatkan sejak dini pada anak-anak, maka kerusakan alam yang banyak terjadi pada saat ini dapat diminimalisir. Meningkatkan kecerdasan naturalis anak dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan melalui cara yang paling banyak disukai anak, yaitu dengan bermain messy play. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang bermaksud mengkaji secara mendalam tentang penerapan bermain messy play dalam upaya meningkatkan kecerdasan naturalis pada anak usia 5-6 tahun. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa catatan lapangan sebagai hasil dari observasi terbuka dan dokumentasi. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil observasi sistematis terhadap aspek-aspek kecerdasan naturalis yang muncul saat kegiatan dilakukan. Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian ini, membuktikan bahwa pemberian tindakan melalui kegiatan messy play membantu meningkatkan kecerdasan naturalis anak. Melalui kegiatan tersebut anak dituntut untuk memahami dan menguasai materi, maka anak tidak dapat mengerjakan kegiatan dengan baik. Kegiatan ini mengajarkan anak dalam pembelajaran alam sesungguhnya. Anak-anak belajar dengan melihat lingkungan sekitarnya kemudian disalurkan menjadi hasil yang sesungguhnya di dalam kelas.
Peningkatan Karakter Mahasiswa Program Studi PGSD pada Mata Kuliah Pengembangan Pembelajaran IPA SD di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo: Character Development of PGSD Study Program Students in Elementary Science Learning Development Courses at Muhammadiyah University of Sidoarjo Setiyawati, Enik; Rocmah, Luluk Iffatur
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2017): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v6i1.765

Abstract

PGSD student's character can be seen from various aspects of the attitude that must be owned by an educator, especially educators in primary school. Some of these aspects are honesty, cooperation, discipline, responsibility, and independence. Aspects of honesty student still low category, the aspect of cooperation, discipline, responsibility, and independence are being categorized. The purpose of this research is to describe the increase in student character study program PGSD On Learning Course Development IPA SD At the University of Muhammadiyah Sidoarjo. In conducting the study, researchers used a classroom action research (Classroom Action Research). Based on the results of the study in the first cycle and the second cycle, it can be seen that there is a rise in the value of the character of students in primary school teaching courses Learning Development IPA SD from the first cycle to the second cycle. Value of character in the first cycle of 71.4, while the value of the character in the second cycle of 98.5. This shows that there is an increase of 27.1 of all indicators of character shown by students of primary school teaching course on development of Elementary Science Lesson.
Implementation of Project-Based Center Learning Model in Kindergarten Rocmah, Luluk Iffatur; Ma’ruf , Saffaanah Rahma; Ramadhani, Laila Al; Aliffiandi, Rizca Aulia
Procedia of Social Sciences and Humanities Vol. 6 (2024): International Conference Psychology and Education Transformation For Bright Future
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pssh.v6i.569

Abstract

This article discusses the viewpoint of the Project-Based Center Learning Model which was carried out at Aisyiyah 4 Pondok Jati Kindergarten, Sidoarjo. The right learning model is the determinant of learning success. Learning that suits the needs of children is learning that can optimally develop children's multiple intelligences. The Center Learning Model is one of the effective approaches because it stimulates all aspects of child development through directed play. This research is motivated by the importance of early childhood education as a foundation in shaping and developing children's character from an early age. The purpose of this study is to answer questions about the application of the center learning model in Aisyiyah 4 Pondok Jati Kindergarten
Inclusive Learning at ABA Bebekan Kindergarten: Curriculum and Environment Adaptation: Pembelajaran Inklusif di TK ABA Bebekan: Adaptasi Kurikulum dan Lingkungan Larasati , Laila Rohma; Rocmah, Luluk Iffatur
Indonesian Journal of Education Methods Development Vol. 20 No. 2 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijemd.v20i2.898

Abstract

General Background : The implementation of inclusive education is a crucial issue in modern education to ensure all children's right to learn is fulfilled. Specific Background : This study specifically describes the implementation of inclusive learning at TK ABA Bebekan, focusing on curriculum adjustments, the use of inclusive learning technology, and the creation of an inclusive learning environment. Knowledge Gap : While the concept of inclusive education is well-known, there is a lack of detailed descriptive case studies that can serve as a practical guide for other institutions. Aims : The purpose of this research is to provide a comprehensive analysis of how TK ABA Bebekan implements inclusive learning. Results : The findings indicate that the implementation follows a systematic process, including child identification, assessment, and curriculum adjustment. This process also incorporates inclusive learning technology and a supportive environment. The study found no differences in implementation except for learning outcomes. Novelty : The research's novelty lies in its detailed and practical description, which can serve as a model for other educational institutions. Implications : The findings are expected to serve as a valuable reference for schools beginning to apply inclusive learning programs, emphasizing that inclusive practices can be implemented effectively without differentiation, except for adjusted learning outcomes. Highlights : This research describes the implementation of inclusive education at TK ABA Bebekan. The implementation process involves child identification, assessment, and curriculum adjustments. The study provides a practical reference for other educational institutions looking to adopt inclusive learning programs. Keywords : Inclusive Education, Curriculum Adjustment, Inclusive Environment, Educational Technology, Early Childhood
Optimalisasi Teknik Chaining dan Reinforcement untuk Meningkatkan Kemandirian Anak Usia Dini Herawati, ina; Rocmah, luluk Iffatur
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1670

Abstract

Kemandirian merupakan keterampilan penting yang harus dikembangkan sejak usia dini, karena berperan dalam membentuk kepribadian dan kemampuan anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik chaining dan reinforcement dalam meningkatkan kemandirian anak usia dini, terutama dalam hal makan, berpakaian, dan menjaga kebersihan diri. Melalui pendekatan Study Literature Review, berbagai literatur ilmiah terkini dianalisis untuk memahami dampak dan faktor yang mempengaruhi keberhasilan kedua teknik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa chaining membantu anak memecah tugas-tugas kompleks menjadi langkah yang lebih sederhana, sementara reinforcement positif mampu meningkatkan motivasi anak untuk bertindak secara mandiri. Kombinasi kedua teknik ini memberikan hasil yang signifikan dalam mempercepat perkembangan kemandirian anak. Simpulan penelitian menekankan bahwa penerapan chaining dan reinforcement yang konsisten dan didukung lingkungan sosial efektif dalam mengembangkan kemandirian anak usia dini, dengan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut pada aspek kemandirian lainnya.