Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Penggunaan Laboratorium Virtual Bagi Guru IPA dan Matematika di SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo Septi Budi Sartika; Nur Efendi; Luluk Iffatur Rocmah
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v4i2.368

Abstract

Praktikum atau percobaan merupakan bagian penting dalam pembelajaran IPA. Hal ini juga tidak kalah pentingnya untuk mata pelajaran matematika yaitu untuk simulasi dalam pemahaman konsep matematis yang disampaikan, sebagai bahan untuk latihan lanjutan. Sering kali sekolah mempunyai keterbatasan dalam alat dan bahan untuk kegiatan praktikum, sehingga kegiatan praktikum ditiadakan. Tidak ada alasan untuk tidak melakukan kegiatan praktikum, karena ada laboratorium virtual sebagai upaya pemanfaatan Information Communication Technology (ICT). Laboratorium virtual menggunakan PhET Interactive Simulations. Berdasarkan hasil angket respons guru IPA dan matematika diperoleh: 1) pelatihan yang dilakukan sesuai dengan kondisi saat ini, yaitu kondisi kegiatan belajar dari rumah (Pandemi Covid-19), tidak ada yang tidak mungkin bahwa kegiatan praktikum IPA/ Matematika harus tetap berjalan meski dengan laboratorium virtual baik online maupun offline; 2) guru IPA dan Matematika semangat dalam mengikuti pelatihan, selain dengan antusias dan semangat serta memberikan reaksi positif dengan kesanggupan dalam mengimplementasikan laboratorium virtual pada mata pelajaran yang diajarkan, 3) materi hand out dan daftar aplikasi PhET yang sesuai dengan Kurikulum 2013 pada kompetensi IPA dan Matematika SMP serta bahan ajar untuk implementasi PhET telah membantu guru dalam memahami pelatihan yang disampaikan.
Penerapan Metode Eksperimen untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Anak Usia Dini: PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK USIA DINI LULUK IFFATUR ROCMAH; NUR HIDAYATUS SHOLIHAH
incrementapedia Vol 2 No 1 (2020): Incrementapedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi PG-PAUD Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/incrementapedia.vol2.no01.a2510

Abstract

This research is a classroom action research that aims to improve science process skills in early childhood. Science process skills are children's abilities in thinking and investigating the natural environment around a series of learning processes. These skills are abilities that use reason, reason and effective and efficient actions to achieve certain results. With science process skills children can find facts that occur in their environment. Science process skills in group B children in PAUD Tashwirul Afkar are still low, therefore experimental methods are applied in the learning process to improve the condition. The results of applying experimental methods with natural materials can improve the science process skills of group B children in PAUD Tashwirul Afkar. This is indicated by an increase in the percentage of children's science process skills since the action was taken at the pre-cycle, cycle I and cycle II. At the pre-cycle completeness the overall value of the child is 33%. In the first cycle the overall value of the child is 58% and in the second cycle the overall value of the child is 91%.
INCREASING THE CONFIDENCE OF CHILDREN AGED 4-5 YEARS THROUGH ROLE PLAYING Luluk Iffatur Rocmah
Journal of Higher Education and Academic Advancement Vol. 1 No. 2 (2024): European Journal of Higher Education and Academic Advancement
Publisher : PT ANTIS INTERNATIONAL PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61796/ejheaa.v1i2.362

Abstract

Confidence in children aged 4-5 years should ideally be able to take part in learning without being awaited by their parents, be able to express opinions or wishes, be able to answer teacher questions, be able to carry out good activities related to themselves such as wearing their own shoes, as well as activities related to school, such as being able to write on your own, color on your own, cut and stick on your own. Children who have self-confidence can explore their abilities or potential, because they believe and have confidence in their abilities. Early childhood is a child aged 0-6 years who has development and growth that is more rapid and fundamental in the early years of life. This study aims to increase the self-confidence of children aged 4-5 years at Dharma Wanita Unity Kindergarten, Sidoarjo through role playing by starting with pre-cycle activities, then cycle 1 is carried out by obtaining a percentage of 62%, because the percentage does not meet the completeness criteria, it is carried out cycle II and obtained a percentage of 82% and met the targeted completeness criteria.
Optimalisasi Teknik Chaining dan Reinforcement untuk Meningkatkan Kemandirian Anak Usia Dini Herawati, ina; Rocmah, luluk Iffatur
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1670

Abstract

Kemandirian merupakan keterampilan penting yang harus dikembangkan sejak usia dini, karena berperan dalam membentuk kepribadian dan kemampuan anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik chaining dan reinforcement dalam meningkatkan kemandirian anak usia dini, terutama dalam hal makan, berpakaian, dan menjaga kebersihan diri. Melalui pendekatan Study Literature Review, berbagai literatur ilmiah terkini dianalisis untuk memahami dampak dan faktor yang mempengaruhi keberhasilan kedua teknik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa chaining membantu anak memecah tugas-tugas kompleks menjadi langkah yang lebih sederhana, sementara reinforcement positif mampu meningkatkan motivasi anak untuk bertindak secara mandiri. Kombinasi kedua teknik ini memberikan hasil yang signifikan dalam mempercepat perkembangan kemandirian anak. Simpulan penelitian menekankan bahwa penerapan chaining dan reinforcement yang konsisten dan didukung lingkungan sosial efektif dalam mengembangkan kemandirian anak usia dini, dengan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut pada aspek kemandirian lainnya.
Efektivitas Media Maze Magnet dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar pada Anak Usia 4-5 Tahun Khasanah, Nur; Rocmah, Luluk Iffatur
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi belajar pada anak usia dini melalui penggunaan media maze magnet. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada anak kelompok A di KB Permata Sunnah Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media maze magnet secara signifikan meningkatkan kemampuan konsentrasi anak. Melalui tiga siklus, terjadi peningkatan persentase keberhasilan dari 28% menjadi 81%. Hal ini menunjukkan bahwa media maze magnet efektif dalam meningkatkan fokus dan perhatian anak selama proses pembelajaran.
Implementasi Pembelajaran Projek dalam Program Profil Pelajar Pancasila Anak Usai Dini Iffatur Rocmah , Luluk; Gita Safitri, Silvia
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i1.516

Abstract

Dalam upaya mempersiapkan kemjauan era Globalisasi pada abad 21 pemerintah lewat kementrian Pendidikan dan kebudayaan riset mengeluarkan keputusan tentang pelaksanaan program profil pelajar Pancasila dimana progam ini merupakan ciri khas dari Kurikulum Merdeka. Dalam pelaksanaan program Profil Pelajar Pancasila dilakukan dengan pembelajaran projek. Tujuan penelitian ini untuk melihat pelaksanaan pengimplementasian pembelajaran projek dalam program Profil Pelajar Pancasila di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Grati. Pelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara terjadap pendidik dan kepala sekolah dan dokumentasi. Triangulasi digunakan untuk kepercayaan data dan analisis data mengacu pada Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pelaksanaan pengimplementasian pembelajaran proyek dalam program Profil Pelajar Pancasila di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Grati yang sudah cukup baik hal ini  dibuktikan dengan kesesuaian langkah langkah pelaksanaan pembelajaran berbaris projek dengan buku panduan Kemendikbud, dimana terdapat 3 fase yakni fase pengenalan, pengembangan dan penyipulan. Dan para pendidik cukup baik dalam pelaksanaan pengimplementasian pembelajaran tersebut. Saran kepada pendidik untuk menerapkan pembelajaran projek secara menyeluruh karna dengan pembelajaran projek ini anak anak memiliki pemahaman mendalam terhadap suatu kegiatan yang diberikan pada pendidik.
Implementation of Project-Based Center Learning Model in Kindergarten Rocmah, Luluk Iffatur; Ma’ruf , Saffaanah Rahma; Ramadhani, Laila Al; Aliffiandi, Rizca Aulia
Procedia of Social Sciences and Humanities Vol. 6 (2024): International Conference Psychology and Education Transformation For Bright Future
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pssh.v6i.569

Abstract

This article discusses the viewpoint of the Project-Based Center Learning Model which was carried out at Aisyiyah 4 Pondok Jati Kindergarten, Sidoarjo. The right learning model is the determinant of learning success. Learning that suits the needs of children is learning that can optimally develop children's multiple intelligences. The Center Learning Model is one of the effective approaches because it stimulates all aspects of child development through directed play. This research is motivated by the importance of early childhood education as a foundation in shaping and developing children's character from an early age. The purpose of this study is to answer questions about the application of the center learning model in Aisyiyah 4 Pondok Jati Kindergarten
WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU PAUD PENAMBANGAN: WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU PAUD PENAMBANGAN Tirtoni, Feri; Luluk Iffatur Rocmah; Rofiqul Halim
Kanigara Vol 4 No 1 (2024): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v4i1.7933

Abstract

This community service aims to explore strategies for increasing the role of preschool teachers in implementing the independent curriculum. The method used in community service is the socialization method, through this service through the implementation of activities such as seminars and question and answer sessions. The conclusion of this community service reveals that the role of the teacher is the main driver, the essence of the concept of "Freedom to Learn" actually lies in the individual who learns. The main focus is to ensure that learning does not cause pressure or stress, but rather allows creativity, innovation, and freedom without limitations under the "Freedom to Learn" approach. "more appropriate to the stage of development of children who are basically still in the world of play, a natural learning process, with the aim of achieving intellectual freedom. The flow of learning objectives is defined as a series of learning objectives that are arranged logically according to the learning sequence from beginning to end. Each of these sub-elements needs to be facilitated in learning activities in the PAUD unit so that children receive holistic learning achievement elements.
Meningkatkan Motivasi Belajar Melalui Kegiatan Ice Breaking: Penerapan Pada Anak Usia 5-6 Tahun Angelina, Vivi; Rocmah, Luluk Iffatur
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Mei-Agustus 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar anak usia 5-6 tahun di TK AL-Muhajirin Sumengko melalui kegiatan ice breaking. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 16 anak dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kegiatan ice breaking bisa meningkatkan motivasi belajar anak di TK AL-Muhajirin Sumengko. Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang diperoleh di lapangan, pada kondisi awal motivasi belajar anak sangat rendah dengan presentasi 58% pada pra siklus. Hasil penelitian dengan menggunakan kegiatan ice breaking pada siklus l meningkat dengan presentase sebesar 61,4%. Pada siklus ll presentase peningkatan motivasi belajar mencapai 78,3%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan kegiatan ice breaking sangat efektif dalam meningkatkan motivasi belajar anak. Disarankan untuk penelitian lebih lanjut hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bahwa dengan penggunaan kegiatan ice breaking pada anak usia dini efektif untuk meningkatkan motivasi belajar.
PENDAMPINGAN PERSIAPAN AKREDITASI SATUAN PAUD MENUJU PAUD BERKUALITAS DI SIDOARJO Budi Sartika, septi; Rocmah, Luluk Iffatur
Journal of Social Comunity Services Vol. 1 No. 3 (2024): Journal of Social Comunity Services (JSCS)
Publisher : Antis-publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61796/jscs.v1i3.157

Abstract

Adanya akreditasi ini sangat penting dapat dijadikan dasar untuk meningkatkan mutu pendidikan di setiap lembaga pendidikan baik formal maupun non formal, melaksanakan tujuan, misi dan visi sekolah dengan baik, sehingga membuat setiap sekolah giat untuk bersaing meningkatkan mutu pendidikannya baik untuk tingkat dalam negeri sampai luar negeri. Melalui akreditasi sekolah dapat memudahkan identifikasi pemerintah dalam memberikan bantuan operasional dan lainnya kepada lembaga pendidikan yang ada. Mekanisme pelaksanaan kegiatan pendampingan persiapan akreditasi dilakukan di 4 tahapan yaitu tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi sosialisasi, tahap pelaksanaan kegiatan pendampingan, serta tahap evaluasi akhir evaluasi kegiatan. Kegiatan ini dilaksanakan di 3 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, yaitu Wonoayu, Tulangan, dan Krian. Hasil pendampingan ini berjalan dengan khidmat dan lancar. Dalam pendampingan ini telah dilakukan tiga hal utama yaitu 1) memberikan pembekalan pemahaman mengenai delapan standar nasional yang dijadikan dasar instrument akreditasi, 2) memberikan pemahaman pada tiap-tiap butir instrument pada tiap-tiap standar akreditasi, 3) pendampingan pada lembaga saat menyiapkan dokumen pendukung. Respon guru dari masing-masing lembaga yang mengikuti kegiatan ini sangat positif sehingga guru memahami 8 standar nasional pendidikan yang menjadi dasar dari instrumen akreditasi PAUD. Pendampingan ini diharapkan mampu memberikan motivasi lembaga PAUD dalam menghadapi proses panjang akreditasi yang dimulai dari pengecekan kelayakan, visitasi, validasi, dan verifikasi.