Claim Missing Document
Check
Articles

Kompetensi Kultural Pendidik Anak Usia Dini Luluk Iffatur Rocmah
Proceedings of The ICECRS Vol 2 No 1 (2019): Literacy based Character and Professionalism Enhancement for Educators in Facing
Publisher : International Consortium of Education and Culture Research Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.662 KB) | DOI: 10.21070/picecrs.v2i1.2401

Abstract

This study is a descriptive qualitative research. This research aim to analyze and express cultural competence among early childhood teachers in Sidoarjo. Data collection was done by observation, interview and documentation. The subjects in this study were early childhood teachers in Sidoarjo from both homogeneous and heterogeneous schools. This study resulted the findings that educators can be competent in culturally diverse classroom teaching, he must have a cultural component of cultural awareness, cultural knowledge, cultural attitudes and cultural skills. Cultural awareness and cultural attitudes can be developed through cultural experience or cross-cultural interaction. While cultural knowledge can be developed through training such as workshops, seminars, conferences etc. And cultural teaching skills can be developed through teaching experience.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SAINS PADA ANAK 5-6 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH PERCONTOHAN TAKERHARJO Luluk Iffatur Rocmah; Yunita Awwali Salehah; Zuhria Qurrotul Aini
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2022): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpaud.v5i2.2134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana implementasi pembelajaran sains pada anak 5-6 tahun di TK Aisyiyah Percontohan Takerharjo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, Jenis data yang di gunakan adalah data primer dan data sekunder. Sumber data yang digunakan adalah sumber data dari peristiwa, informan, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan (1) reduksi data (2) penyajian data (3) penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang di gunakan (1) pengamatan secara seksama (2) trigulasi (3) member chek. Hasil penelitian menunjukkan implementasi pembelajaran Sains di TK Aisyiyah Percontohan Takerharjo adalah anak mampu mengetahui sebab akibat saat pada melaksanakan pembelajaran sains melalui eksperimen yang diberikan oleh guru, dalam melaksanakan pembelajaran sains, guru di TK Aisyiyah Percontohan Takerharjo belum mengalami kesulitan dalam menyiapkan bahan-bahan yang dijadikan untuk eksperimen pembelajaran sains karena guru menyiapkan bahan-bahan dari lingkungan sekitar yang dapat dijangkau untuk kebutuhan eksperimen anak dalam mengimplementasikan pembelajaran sains. Adapun faktor pendukung saat mengimplementasikan kegiatan sains adalah adanya bahan-bahan dari lingkungan sekitar yang bisa digunakan dan wali murid yang mendukung dengan menyiapkan bahan-bahan yang di butuhkan anak saat kegiatan pembelajaran sains dilakukan. Namun ada pula factor penghambat saat pembelajaran sains yaitu kurang luasnya ruangan yang dijadikan tempat untuk pembelajaran sains, sehingga anak kurang berleluasa dalam melaksanakan pembelajaran sains di TK Aisyiyah Percontohan Takerharjo. Kata kunci: Implementasi, Pembelajaran IPA, Anak Usia Dini.
PENDAMPINGAN GURU IPA DALAM IMPLEMENTASI PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS ETNO-STEM DI SMP MUHAMMADIYAH 5 TULANGAN SIDOARJO Septi Budi Sartika; Fitria Eka Wulandari; Luluk Iffatur Rocmah; Nur Efendi
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.356 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v5i1.3320

Abstract

Kondisi pandemi covid-19 saat ini, menuntut guru untuk cermat dalam memilih strategi pembelajaran. Selain mudah diimplementasikan, juga efektif dalam penerapannya. Strategi pembelajaran yang menggunakan kearifan lokal yang terintegrasi dengan sains, teknologi, enginering, dan matematika tepat untuk dipilih. Tujuan kegiatan abdimas ini adalah mendampingi guru IPA di SMP Muhammadiyah 5 Tulangan Sidoarjo untuk mengimplementasikan perangkat pembelajaran IPA berbasis etno-STEM. Guru IPA yang didampingi sejumlah 3 orang yang mengajar di kelas VII, VIII, IX masing-masing jenjang ada 3 kelas, dengan 1 orang guru yang melakukan implementasi di kelas VIII. Kegiatan ini dimulai dari pengembangan perangkat, implementasi perangkat, dan evaluasi perangkat pembelajaran IPA berbasis etno-STEM. Pada kegiatan pengembangan perangkat, dinyatakan valid dan layak digunakan meskipun melalui beberapa tahapan revisi. Pada tahap implementasi, guru dinyatakan mampu mengelola kelas dengan kategori baik, dengan kendala-kendala yang dapat diatasi sehingga tidak mempengaruhi proses pembelajaran, hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan sebesar 0,6 artinya peningkatannya sedang. Pada kegiatan evaluasi perangkat pembelajaran, perlu dikaji kembali sesuai kendala-kendala yang ditemui pada saat implementasi sehingga diharapkan peningkatan hasil belajar dengan kategori besar. Kegiatan selanjutnya dapat dilakukan dengan pendampingan guru dalam pengimbasan implementasi perangkat pebelajaran IPA berbasis etno-STEM di kelas yang lain dengan materi yang berbeda.
Pelatihan Penggunaan Laboratorium Virtual Bagi Guru IPA dan Matematika di SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo Septi Budi Sartika; Nur Efendi; Luluk Iffatur Rocmah
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v4i2.368

Abstract

Praktikum atau percobaan merupakan bagian penting dalam pembelajaran IPA. Hal ini juga tidak kalah pentingnya untuk mata pelajaran matematika yaitu untuk simulasi dalam pemahaman konsep matematis yang disampaikan, sebagai bahan untuk latihan lanjutan. Sering kali sekolah mempunyai keterbatasan dalam alat dan bahan untuk kegiatan praktikum, sehingga kegiatan praktikum ditiadakan. Tidak ada alasan untuk tidak melakukan kegiatan praktikum, karena ada laboratorium virtual sebagai upaya pemanfaatan Information Communication Technology (ICT). Laboratorium virtual menggunakan PhET Interactive Simulations. Berdasarkan hasil angket respons guru IPA dan matematika diperoleh: 1) pelatihan yang dilakukan sesuai dengan kondisi saat ini, yaitu kondisi kegiatan belajar dari rumah (Pandemi Covid-19), tidak ada yang tidak mungkin bahwa kegiatan praktikum IPA/ Matematika harus tetap berjalan meski dengan laboratorium virtual baik online maupun offline; 2) guru IPA dan Matematika semangat dalam mengikuti pelatihan, selain dengan antusias dan semangat serta memberikan reaksi positif dengan kesanggupan dalam mengimplementasikan laboratorium virtual pada mata pelajaran yang diajarkan, 3) materi hand out dan daftar aplikasi PhET yang sesuai dengan Kurikulum 2013 pada kompetensi IPA dan Matematika SMP serta bahan ajar untuk implementasi PhET telah membantu guru dalam memahami pelatihan yang disampaikan.
Penerapan Metode Eksperimen untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Anak Usia Dini: PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK USIA DINI LULUK IFFATUR ROCMAH; NUR HIDAYATUS SHOLIHAH
incrementapedia Vol 2 No 1 (2020): Incrementapedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi PG-PAUD Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/incrementapedia.vol2.no01.a2510

Abstract

This research is a classroom action research that aims to improve science process skills in early childhood. Science process skills are children's abilities in thinking and investigating the natural environment around a series of learning processes. These skills are abilities that use reason, reason and effective and efficient actions to achieve certain results. With science process skills children can find facts that occur in their environment. Science process skills in group B children in PAUD Tashwirul Afkar are still low, therefore experimental methods are applied in the learning process to improve the condition. The results of applying experimental methods with natural materials can improve the science process skills of group B children in PAUD Tashwirul Afkar. This is indicated by an increase in the percentage of children's science process skills since the action was taken at the pre-cycle, cycle I and cycle II. At the pre-cycle completeness the overall value of the child is 33%. In the first cycle the overall value of the child is 58% and in the second cycle the overall value of the child is 91%.
INCREASING THE CONFIDENCE OF CHILDREN AGED 4-5 YEARS THROUGH ROLE PLAYING Luluk Iffatur Rocmah
Journal of Higher Education and Academic Advancement Vol. 1 No. 2 (2024): European Journal of Higher Education and Academic Advancement
Publisher : PT ANTIS INTERNATIONAL PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61796/ejheaa.v1i2.362

Abstract

Confidence in children aged 4-5 years should ideally be able to take part in learning without being awaited by their parents, be able to express opinions or wishes, be able to answer teacher questions, be able to carry out good activities related to themselves such as wearing their own shoes, as well as activities related to school, such as being able to write on your own, color on your own, cut and stick on your own. Children who have self-confidence can explore their abilities or potential, because they believe and have confidence in their abilities. Early childhood is a child aged 0-6 years who has development and growth that is more rapid and fundamental in the early years of life. This study aims to increase the self-confidence of children aged 4-5 years at Dharma Wanita Unity Kindergarten, Sidoarjo through role playing by starting with pre-cycle activities, then cycle 1 is carried out by obtaining a percentage of 62%, because the percentage does not meet the completeness criteria, it is carried out cycle II and obtained a percentage of 82% and met the targeted completeness criteria.
Optimalisasi Teknik Chaining dan Reinforcement untuk Meningkatkan Kemandirian Anak Usia Dini Herawati, ina; Rocmah, luluk Iffatur
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1670

Abstract

Kemandirian merupakan keterampilan penting yang harus dikembangkan sejak usia dini, karena berperan dalam membentuk kepribadian dan kemampuan anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik chaining dan reinforcement dalam meningkatkan kemandirian anak usia dini, terutama dalam hal makan, berpakaian, dan menjaga kebersihan diri. Melalui pendekatan Study Literature Review, berbagai literatur ilmiah terkini dianalisis untuk memahami dampak dan faktor yang mempengaruhi keberhasilan kedua teknik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa chaining membantu anak memecah tugas-tugas kompleks menjadi langkah yang lebih sederhana, sementara reinforcement positif mampu meningkatkan motivasi anak untuk bertindak secara mandiri. Kombinasi kedua teknik ini memberikan hasil yang signifikan dalam mempercepat perkembangan kemandirian anak. Simpulan penelitian menekankan bahwa penerapan chaining dan reinforcement yang konsisten dan didukung lingkungan sosial efektif dalam mengembangkan kemandirian anak usia dini, dengan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut pada aspek kemandirian lainnya.
Efektivitas Media Maze Magnet dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar pada Anak Usia 4-5 Tahun Khasanah, Nur; Rocmah, Luluk Iffatur
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi belajar pada anak usia dini melalui penggunaan media maze magnet. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada anak kelompok A di KB Permata Sunnah Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media maze magnet secara signifikan meningkatkan kemampuan konsentrasi anak. Melalui tiga siklus, terjadi peningkatan persentase keberhasilan dari 28% menjadi 81%. Hal ini menunjukkan bahwa media maze magnet efektif dalam meningkatkan fokus dan perhatian anak selama proses pembelajaran.
Implementasi Pembelajaran Projek dalam Program Profil Pelajar Pancasila Anak Usai Dini Iffatur Rocmah , Luluk; Gita Safitri, Silvia
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i1.516

Abstract

Dalam upaya mempersiapkan kemjauan era Globalisasi pada abad 21 pemerintah lewat kementrian Pendidikan dan kebudayaan riset mengeluarkan keputusan tentang pelaksanaan program profil pelajar Pancasila dimana progam ini merupakan ciri khas dari Kurikulum Merdeka. Dalam pelaksanaan program Profil Pelajar Pancasila dilakukan dengan pembelajaran projek. Tujuan penelitian ini untuk melihat pelaksanaan pengimplementasian pembelajaran projek dalam program Profil Pelajar Pancasila di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Grati. Pelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara terjadap pendidik dan kepala sekolah dan dokumentasi. Triangulasi digunakan untuk kepercayaan data dan analisis data mengacu pada Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pelaksanaan pengimplementasian pembelajaran proyek dalam program Profil Pelajar Pancasila di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Grati yang sudah cukup baik hal ini  dibuktikan dengan kesesuaian langkah langkah pelaksanaan pembelajaran berbaris projek dengan buku panduan Kemendikbud, dimana terdapat 3 fase yakni fase pengenalan, pengembangan dan penyipulan. Dan para pendidik cukup baik dalam pelaksanaan pengimplementasian pembelajaran tersebut. Saran kepada pendidik untuk menerapkan pembelajaran projek secara menyeluruh karna dengan pembelajaran projek ini anak anak memiliki pemahaman mendalam terhadap suatu kegiatan yang diberikan pada pendidik.
Implementation of Project-Based Center Learning Model in Kindergarten Rocmah, Luluk Iffatur; Ma’ruf , Saffaanah Rahma; Ramadhani, Laila Al; Aliffiandi, Rizca Aulia
Procedia of Social Sciences and Humanities Vol. 6 (2024): International Conference Psychology and Education Transformation For Bright Future
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pssh.v6i.569

Abstract

This article discusses the viewpoint of the Project-Based Center Learning Model which was carried out at Aisyiyah 4 Pondok Jati Kindergarten, Sidoarjo. The right learning model is the determinant of learning success. Learning that suits the needs of children is learning that can optimally develop children's multiple intelligences. The Center Learning Model is one of the effective approaches because it stimulates all aspects of child development through directed play. This research is motivated by the importance of early childhood education as a foundation in shaping and developing children's character from an early age. The purpose of this study is to answer questions about the application of the center learning model in Aisyiyah 4 Pondok Jati Kindergarten