Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PEMBENTUKKAN KARAKTER BERBASIS AJARAN TAMANSISWA PADA PEMBELAJARAN IPS PESERTA DIDIK KELAS V DI SD NEGERI BALI LUHUR KECAMATAN BUAY MADANG TIMUR Wayan Deni Saputra; Yuyun Yulia; Heri Maria Zulfiati
Tuladha : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/tuladha.v2i1.14365

Abstract

The research objectives include: 1) To describe the character formation of students through Social Studies class V at SD Negeri Bali Luhur, 2) To describe challenges and solutions for teachers in Social Studies learning for the character building of Class V students at SD Negeri Bali Luhur, 3) To describe efforts made to overcome obstacles in the implementation of Social Studies class V at SD Negeri Bali Luhur. This type of research is using descriptive qualitative research, which uses interview, observation, and documentation techniques. In this study, researchers will explore and find out whether the character building of students through social studies learning has been implemented or not. This research was conducted at Bali Luhur Public Elementary School, East Buay Madang District. The analysis used is the analysis of the Miles and Huberman models. Researchers reduce, present, draw conclusions, and verify data. Based on the results of data analysis, the conclusions are obtained: 1. The teacher carries out learning through 3 stages, namely introduction, core, and closing. At these 3 stages of learning the teacher forms the character of students through activities carried out by students with group discussions. Social studies learning can shape the character of students to be more sensitive to social problems that exist in everyday life, for example loving each other, living in harmony, then teaching students to learn how to tolerate each other, respect each other, trust each other, and mutual cooperation. 2) There is still limited time, there are still some who have not implemented or applied the character values ​​that have been taught by teachers at school, other factors are still limited facilities and infrastructure. The supporting factors are the existence of exemplary and guiding awareness from the teacher, the content of character education in learning tools (RPP), the existence of motivation, good coordination from all parties in the school, the cooperation of each component of the school in shaping the character of students with higher commitment. 3) Providing motivation to students, inviting students to play games in the middle of the learning process, other efforts the teacher makes to approach students, provide feedback and relate it to everyday life, and choose appropriate learning methods.
Implementasi Media Pop-up Book digital dalam Pembelajaran Keberagaman Budaya Indonesia di Sekolah Dasar Isnaini Retnaning Hidayati; Ana Fitrotun Nisa; Heri Maria Zulfiati; Sutrisna Wibawa
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2809

Abstract

Keberagaman budaya merupakan salah satu identitas fundamental bangsa Indonesia yang perlu dikenalkan sejak pendidikan dasar. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital telah mengubah karakteristik belajar peserta didik. Guru dituntut untuk beradaptasi dengan kebutuhan tersebut melalui pemanfaatan media pembelajaran inovatif. Salah satu media yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah pop up book berbasis digital. Tujuan dari penelitian ini adalah pengimplementasian media Pop-up book digital dalam pembelajaran keberagaman budaya Indonesia. Penelitian ini memberikan penguatan konsep bahwa media Pop-up book digital dapat menjadi bagian dari media pembelajaran interaktif dan efektif dalam meningkatkan atensi, pemahaman visual, dan pengalaman belajar siswa sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan Literature Review dengan jenis Narrative literature review. Pengumpulan data dilakukan terhadap 15 artikel yang terpilih dengan mengambil dari database Google Sholar, Harzing’s Publish or Perish dan situs web termuka lainnya dalam rentang waktu 2019-2025. Melakukan kategorisasi berdasarkan topik yaitu peran media Pop-up book digital dalam pembelajaran keberagaman budaya Indonesia. Hasil temuan memiliki peran yang positif, yaitu memudahkan pemahaman konsep pada siswa terkait materi keanekaragaman budaya Indonesia, seperti rumah adat, pakaian adat, lagu daerah dan suku bangsa yang kesemuanya tentu berbeda karena dipengaruhi oleh kondisi alam dengan menggabungkan teks dan gambar tiga dimensi sehingga pemahaman materi keanekaragaman budaya Indonesia yang awalnya sulit dipahami oleh siswa dapat terbantu dibandingkan hanya dengan menggunakan teks dan secara lisan saja. Hasil penelitian ini berimplikasi pada penguatan konsep bahwa media digital interaktif berbasis visual 3D seperti Pop-up book digital dapat menjadi bagian penting dalam perkembangan teori media pembelajaran modern, terutama di jenjang sekolah dasar. Penelitian ini mendukung dan memperluas teori pendidikan multikultural, bahwa penanaman nilai keberagaman budaya akan lebih efektif jika dikemas melalui media yang kontekstual, atraktif, dan visual-eksploratif.
Integrasi Media Kakubay Berbasis Tri-N Dalam Pembelajaran Lintas Mata Pelajaran Untuk Meningkatkan Pemahaman Keberagaman Budaya Iwan Yuni Isetyawati; Insanul Qisti Barriyah; Heri Maria Zulfiati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media KAKUBAY (Kartu Kuartet Budaya Yogyakarta) yang terintegrasi ajaran Taman Siswa Tri-N (Niteni, Nirokke, Nambahi) dalam pembelajaran lintas mata pelajaran untuk meningkatkan pemahaman murid terhadap keberagaman budaya Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek murid kelas III SD Negeri Percobaan 3 Yogyakarta. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan KAKUBAY tidak hanya meningkatkan minat belajar dan pemahaman budaya lokal, tetapi juga efektif dalam diterapkan secara tematik lintas mata pelajaran seperti IPAS dan Seni Rupa. Integrasi Tri-N dalam proses belajar mengajar mendorong keterlibatan aktif murid melalui pengamatan, peniruan, dan pengembangan kreativitas. KAKUBAY terbukti mampu menjadi media kontekstual yang mendukung penguatan karakter dan identitas budaya murid sekolah dasar. Media ini efektif dalam menyampaikan nilai-nilai budaya seperti makanan khas, tempat wisata, kerajinan, dan tradisi upacara adat melalui cara yang menyenangkan dan interaktif. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan KAKUBAY dalam pembelajaran IPS untuk penguatan karakter dan budaya lokal.
Etnopedagogi IPAS Berdaya Pancasila dan Kecerdasan Buatan Sebagai Revolusi Pembelajaran Abad 21 Beti Riasani; Ana Fitrotun Nisa; Heri Maria Zulfiati; Sutrisna Wibawa
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 6 (2025): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.11638

Abstract

This study offers a comprehensive overview of the planning, implementation, and evaluation of innovative Science, Social, and Natural Sciences (IPAS) learning in elementary schools. The approach specifically integrates ethnopedagogy with Pancasila Education, while exploring the transformative potential of deep learning for personalized instruction. The research employed an exploratory sequential mixed-methods design, beginning with quantitative data collection and analysis, followed by qualitative data to deepen the understanding of the quantitative results. This method allowed for a holistic view of the effectiveness of IPAS learning based on ethnopedagogy and Pancasila Education, encompassing both quantitative aspects (increased interest and understanding) and qualitative aspects (implementation processes and perceptions). Key findings indicate that integrating ethnopedagogy and Pancasila Education in IPAS learning significantly increased student interest (p < 0.01) and substantially improved IPAS conceptual understanding. Furthermore, this approach strengthened the Pancasila Student Profile dimensions. Student interest showed an average increase of 26.15%, while IPAS conceptual understanding rose by an average of 20%, both with p-values less than 0.01, signifying high statistical significance. The study's uniqueness lies in its holistic mixed-methods analysis of the synergy between ethnopedagogy, IPAS, and Pancasila Education. Additionally, it offers a visionary contribution by discussing the role of deep learning in driving a 21st-century learning revolution to create adaptive and personalized learning environments. The results provide a relevant implementation model for developing 21st-century competencies and excellent student character, aiming to guide educators and policymakers.
A Applying Neuroscience Principles in a Tamansiswa-Aligned PBL Model to Enhance Fifth-Grade Students’ Learning Engagement: A Two-Cycle Classroom Action Research at SD Negeri 1 Depok, Kulon Progo, Yogyakarta Heri Maria Zulfiati; Susan Chandra Mukti
JIPSINDO Vol. 13 No. 1 (2026): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v13i1.89223

Abstract

This study was motivated by the low level of student learning activeness despite the implementation of various learning models. The aim of this research was to enhance student engagement through the application of neuroscience theory in the Problem Based Learning (PBL) model integrated with the Tamansiswa philosophy. The study employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. The research subjects were 26 fifth-grade students of SD Negeri 1 Depok, Kulon Progo. Data were collected using observation, questionnaires, interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, display, and conclusion drawing. The findings revealed that the average student learning activeness increased from 55.22% in the first cycle (moderately active) to 77.20% in the second cycle (active). These results indicate that integrating neuroscience theory into PBL based on Tamansiswa’s philosophy effectively fosters active learning, enhances student self-confidence, and improves conceptual understanding.
Strategi deep learing berbasis tri-n untuk meningkatkan berpikir kritis dalam pembelajaran IPS Kelas V : pengembangan assesmen autentik terintegrasi nilai kebhinekaan Wahyu Dwi Herawati; Heri Maria Zulfiati; Sutrisna Wibawa
Didaktika Dwija Indria Vol 13, No 5 (2025): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v13i5.105619

Abstract

This study aims to develop a deep learning strategy based on the Tri N approach (Niteni, Nirokke, Nambahi) integrated with authentic assessment based on diversity values to improve students' critical thinking skills in learning Social Sciences (IPS) on the material of Indonesia's geographical location in grade V of elementary school. The method used is Research and Development (R&amp;D) with the ADDIE development model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects of the study were elementary schools in Jogonalan District. The results of validation by three experts, namely material experts, learning and media strategy experts, and assessment and character education experts, showed that the strategies and assessments developed had a high level of validity (Aiken's V = 0.87). The results of the implementation showed a significant increase in students' critical thinking skills based on the paired sample t-test with a significance value of 0.000 (&lt;0.05). The authentic assessment used was proven to be able to assess cognitive, affective, and diversity values holistically through projects, observations, and reflection journals. Thus, the integration of Tri N-based deep learning strategies and authentic assessments is declared valid, practical, and effective in forming contextual, critical, and character-based social studies learning.
Stringing Together Diversity: Exploring Indonesian Culture Through The TRI N Integrated Indonesian Traditional House (Puradi) Puzzle (Niteni, Nirokke, Nambahi) Pri Hastuti Komarul; Insanul Qisti Bariyah; Heri Maria Zulfiati; Sutrisna Wibawa
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 10 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i10.51254

Abstract

This study aims to explore the effectiveness of the project "Stringing Together Diversity: Exploring Indonesian Culture Through the Tri N Integrated Indonesian Traditional House (PURADI) Puzzle" in improving the understanding of phase B students about cultural diversity in Indonesia. The research background is based on the importance of introducing and instilling diversity values from an early age, as well as utilizing an interactive and fun learning approach. This research uses a research and development (R&D) approach with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model. The subject of the study is a phase B student at SD Negeri Gembongan. Data was collected through participant observation, semi-structured interviews with students and teachers, and document analysis in the form of puzzle work. The results of the study show that the PURADI project is effective in increasing students' knowledge about various traditional houses in Indonesia, as well as developing their ability to identify cultural differences. In addition, the integration of Tri N values (Niteni, Nirokke, Nambahi) in this project is able to encourage students to observe, imitate, and develop their understanding of culture in a more in-depth way. The conclusion of this study is that the PURADI project is an innovative and effective learning method in instilling an understanding of Indonesian cultural diversity in elementary school students
Pengembangan Media Big Book Berbasis Tri Nga Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Fauzan Irsandi; Heri Maria Zulfiati; Ana Fitrotun Nisa
Taman Cendekia: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 10 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/tc.v10i1.23222

Abstract

Pembelajaran di sekolah dasar memerlukan media yang mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran Big Book berbasis cerita nonfiksi pada materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek uji coba adalah siswa kelas V SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Big Book memiliki tingkat validitas yang sangat baik berdasarkan penilaian ahli, serta memperoleh respons positif dari guru dan siswa. Penggunaan media juga menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPAS. Temuan ini menunjukkan bahwa media Big Book berbasis cerita nonfiksi layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis di sekolah dasar.
Analisis Isi Penanaman Nilai Pendidikan Karakter Pelajar Pancasila Pada Permainan Tradisional Sebagai Literasi Budaya Ari Utami; Heri Maria Zulfiati; Banun Havifah Cahyo Khosiyono
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1295

Abstract

Penelitian ini menganalisis isi nilai-nilai pendidikan karakter siswa Pancasila dalam kegiatan literasi budaya melalui permainan tradisional yang dilaksanakan setiap hari Kamis Pon di sekolah Kabupaten Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana permainan tradisional dapat menanamkan nilai-nilai karakter. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis isi. Responden penelitian ini yaitu 11 guru. Analisis menunjukkan bahwa permainan tradisional mengandung nilai-nilai inti siswa Pancasila, termasuk karakter mulia, gotong royong, mandiri, kreatif, bernalar kritis, dan keberagaman global. Namun, tidak semua permainan tradisional mencerminkan setiap nilai utama Pancasila secara merata. Temuan ini menekankan peran guru dalam memilih dan mengadaptasi permainan untuk mendukung pendidikan karakter secara efektif. Guru perlu merancang strategi pembelajaran yang kreatif dan relevan untuk mengoptimalkan integrasi nilai-nilai karakter ke dalam kegiatan permainan tradisional. Dengan demikian, permainan tradisional tidak hanya menjadi upaya pelestarian budaya tetapi juga alat yang bermakna untuk membangun karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Transformasi Kemandirian Belajar Siswa Melalui Website Edukatif Ria Fita Lestari; Ana Fitrotun Nisa; Heri Maria Zulfiati; Banun Havifah Cahyo Khosiyono
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1297

Abstract

Pembelajaran konvensional dan rendahnya kemandirian belajar menyebabkan siswa bergantung pada guru sehingga kreativitas, berpikir kritis, dan daya saing sulit berkembang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media pembelajaran berbasis website terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa. Metode yang digunakan adalah campuran kuantitatif dan kualitatif dengan 29 siswa kelas I sebagai responden. Data diperoleh melalui survei, wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui tahapan pengumpulan, reduksi, pengkodean, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan kemandirian belajar terdiri atas kemampuan, keinginan, dan kebebasan belajar. Mayoritas siswa berada pada kategori “sangat mampu” dan “cukup mampu” memahami materi Pancasila Bab 3. Kesimpulannya, media berbasis website efektif meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas I. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi guru, sekolah, dan pihak terkait untuk memperkuat kemandirian belajar di lingkungan sekolah.
Co-Authors Abdul Rahim Aeni Mestika Budi Pambayun Agung Galih Widodo Ahmad Budi Nugroho Aji Candra Wiguna Akhmad Rofii’ Uddiin alfat khaharsyah Alviyatun Endah Saputri Ana Fitrotun Nisa Anatasia Riantika Anik Nawati Anselmus Sudirman Anton Purnomo Apri Nur Lestari Ari Hermawati Ari Hermawati Ari Utami Arini Rahmawati Ary Listyaningsih Aulia Anggit Hanwita Aziz Murof Suharyanto Banun Havifah Cahyo Khosiyono Bestiana Nizhomi Beti Riasani Biya Ebi Praheto Bonifatius Sigit Yuniharto Cahaya Safitriningsih Cahyandaru, Pramudya Deni Putri Widyaningrum Desi Ambarsari Desy Dwi Riyanti Desy Suryani Dewi Anggreini Dwi Wijayanti Eko Hari Sutanto Elyas Djufri Endah Sulistyowati Enggar Kartikasari, Enggar Esti Sulaimah Fauzan Irsandi Fitri Andriyani Hadjar Pamadhi Hastu Ikhsan Winantyo Ida Megawati Ika Dyah Kumalasari Insanul Qisti Bariyah Insanul Qisti Barriyah Isnaini Retnaning Hidayati Iwan Yuni Isetyawati Khoiriyati Kaulina Rahmaningrum Krisna Kumalasari Kristiawati Kristiawati Kristina Lestiyarini Maharita Madya Wiratna Marzuki Marzuki Matis Iga Raspati Milatun Nisa Muhammad Zulfikar Murtono Murtono Nur Endah Fajarwati Nurcholish Arifin Handoyono Nurlia Ari Dwiyanti Parniati Parniati Pratiwi Pujiastuti Pri Hastuti Komarul Puspita Putri Sinta Qodri Jamalulail Ratih Kumaladewi Reni Himawanti Ria Fita Lestari Ririh Rahayu Retnoningsih Risa Yuliana Risa Yuliana Salma Nur Arrifa Saputra, Bherrio Dwi Sefida Fitriani Setuju Siti Mariah Supadmiyati Susan Chandra Mukti Sutanto Sutanto Sutrisna Wibawa Suyanto Suyanto Tansa Wahyu Agustina Teguh Heru Prayitno Tri Nafiah Tri Riyadi Trio Ardhian Venny Febriani Wahid Ahmad Nurhuda Wahyu Dwi Herawati Wayan Deni Saputra Wenny Sulistya Ningrum Yogi Hestuaji Yuyun Yulia