Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Pembelajaran Think-Talk-Write Untuk Meningkatkan Komunikasi Matematis Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Betrick Desia Lusiana; Yenni Fitra Surya; Sumianto Sumianto; Iis Aprinawati; Nurmalina Nurmalina
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IV SD Muhammadiyah 002 Penyasawan melalui penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas guru dan siswa serta tes komunikasi matematis tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TTW mampu meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Pada pra tindakan, persentase ketuntasan siswa hanya 37,03% dengan rata-rata nilai 68,52. Setelah penerapan model TTW pada siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 55,56% dengan rata-rata 66,67. Pada siklus II, ketuntasan meningkat lebih jauh menjadi 70,37% dengan rata-rata nilai 74,53. Peningkatan ini menunjukkan bahwa model TTW efektif dalam meningkatkan komunikasi matematis siswa, khususnya dalam indikator written text, drawing, dan mathematical expression.
PEMANFAATAN JAGUNG SEBAGAI SOLUSI KREATIF DAN BERKELANJUTAN BAGI MASYARAKAT Ramdhan Witarsa; Dini Xena Dista; Nurmalina Nurmalina; Masrul Masrul; Mufarizuddin Mufarizuddin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38374

Abstract

Jagung selama ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Bagian-bagian jagung masih belum termanfaatkan dengan baik, terutama bagian daunnya. Selama ini, daun jagung tidak dipakai dan dibuang secara percuma. Belum ada masyarakat yang bisa memanfaatkan limbah daun jagung agar bisa menjadi barang bernilai tinggi. Pengabdian ini dilakukan untuk memanfaatkan bagian daun jagung agar lebih bermanfaat dan tidak terbuang sia-sia. Metode pengabdian yang dilakukan mengadopsi metode pengabdian pemberdayaan masyarakat sekitar. Tahapan yang dilakukan berupa persiapan, pengkajian, perencanaan alternatif program, penetapan rencana aksi, implementasi program, dan evaluasi. Pengabdian ini dilakukan kepada masyarakat desa Ridan Permai yang berjumlah 20 orang. Jagung bisa dijadikan sesuatu yang menjadi nilai lebih dan nilai guna. Daun jagung menjadi solusi kreatif dan berkelanjutan bagi masyarakat. Hasil karya daun jagung mendatangkan nilai manfaat dan nilai komersial serta bisa menambah penghasilan masyarakat sekitar. Daun jagung bernilai ekonomis tinggi apabila dimanfaatkan secara maksimal. Masyarakat sekitar harus bisa memanfaatkan limbah daun jagung yang terbuang menjadi barang yang bernilai tinggi.
MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL CALON GURU MELALUI WORKSHOP EDUWEB: MEMBANGUN WEBSITE PROFESIONAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN Lusi Marleni; Nurmalina Nurmalina; Mohammad Fauziddin; Nurhidayah Sari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.42562

Abstract

Workshop EduWeb: Membangun Website Profesional bagi Mahasiswa PPG merupakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan teknologis calon guru dalam merancang serta mengelola website sebagai media pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada 23 November 2024 di Aula Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai dengan pendekatan berbasis praktik, di mana peserta diberikan pelatihan intensif mengenai desain, pengelolaan, dan optimalisasi website edukatif. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sebanyak 98 website berhasil dirancang oleh mahasiswa PPG calon guru dan diikutsertakan dalam kompetisi di akhir kegiatan. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga mendorong inovasi dalam pengajaran. Dengan demikian, workshop ini memberikan kontribusi nyata dalam mempersiapkan calon guru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan siap mengimplementasikan pembelajaran berbasis digital di masa depan.
Penerapan Model Pembelajaran Connecting Organizing, Reflecting, Extending (CORE) Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Putri Suci Wulandari; Ramdhan Witarsa; Nurmalina Nurmalina; Marsul Masrul; Musnar Indra Daulay
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.295

Abstract

Pemahaman konsep dalam proses pembelajaran dapat membuat retensi belajar lebih tinggi, pembelajaran lebih aktif, pengetahuan yang didapat lebih luas, mampu memilah informasi atau sumber belajar yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang diharapkan dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman konsep adalah model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran CORE dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, sedangkan instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan tes. Sebagai subjek penelitian ini adalah siswa/I SDN 020 Ridan Permai. Dalam penelitian ini siswa kelas V terdiri dari 21 siswa. Hasil penelitian penelitian ini dibagi atas II siklus. Hasil observasi pembelajaran model CORE aktivitas siswa pada siklus I menunjukan bahwa dari pertemuan I hingga pertemuan II adanya peningkatan siswa saat mengikuti pembelajaran menggunakan model CORE. Lalu, pada hasil observasi pemahaman konsep siswa, pada pertemuan II ditemukan bahwa indikator memberikan contoh berada pada kategori “Tinggi” dengan jumlah rata-rata 67,85. Tingkat pemahaman konsep siswa pada siklus I ini belum memenuhi kriteria, pada pertemuan I hasil rata-rata siswa yaitu 61,66 dan pertemuan II hasil rata-rata siswa yaitu 63,33, hal ini menunjukkan bahwa kedua pertemuan siswa masih berada di kategori “sedang”. Hasil observasi pembelajaran model CORE aktivitas siswa pada siklus II menunjukan bahwa dari pertemuan I hingga pertemuan II adanya peningkatan siswa saat mengikuti pembelajaran menggunakan model CORE. Lalu, pada hasil observasi pemahaman konsep siswa, pada pertemuan II ditemukan bahwa indikator memberikan contoh berada pada kategori “Tinggi” dengan jumlah rata-rata 79,76. Tingkat pemahaman konsep siswa pada siklus II ini mengalami peningkatan yang signifikan yang mana secara keseluruhan 21(100%) siswa tuntas mengerjakan tes pemahaman konsep IPA. Peningkatan hasil tes ini sudah sesuai dengan yang diharapkan karena tingkat ketuntasan belajar secara klasikal sudah dikatakan atau dikategorikan “Tinggi”. Dengan demikian model ini dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran yang efektif untuk mencapai kemampuan pemahaman konsep dan prestasi belajar siswa secara optimal.