Claim Missing Document
Check
Articles

Rework Style Oleh Macan Studio Dalam Fotografi Fashion I Gusti Agung Surya Widiapramana; I Made Bayu Pramana; I Made Saryana; I Gede Dalem Suardita
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 1 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i1.3387

Abstract

Rework Fashion memiliki arti pengerjaan kembali, dimana pakaian bekas diolah kembali menjadi produk baru. Agar Rework Fashion menjadi menarik dan kreatif maka pakain bekas tersebut dikombinasikan dengan kain baru dalam proses pembuatannya dan juga dengan desain fashionberbeda dari yang sudah ada sebelumnya. Saat ini masih jarang masyarakat yang mengetahui produk rework fashion, karena kurangnya informasi dan promosi. Selama ini yang masyarakat tahu hanya pakain bekas dan pakaian baru. Sedangkan rework fashion hanya beberapa perusahaan yang mengembangkannya menjadi fashion alternatif pilihan dengan harga yang terjangkau semua kalangan dengan kualitas yang baik pula. Dalam Tugas Akhir ini penulis mengambil Studi/Projek Independen Program Kegiatan MBKM di Macan Studio yaitu Rework Style dalam Fotografi Fashion. Tujuan dan manfaatnya adalah untuk menyampaikan pesan tren rework fashion melalui media sosial. Karya fotografi rework fashion dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat dengan menampilkan karya foto fesyen melalui foto komersial yang menjadikan nilai jual dari busana, serta dapat berkontribusi dalam pengembangan dunia fashion. Metode penciptaan karya meliputi eksplorasi, ekperimen, penciptaan karya, dan proses editing.Penciptaan ini menghasilkan 15 buah karya fotografi fashion baik berupa kemeja, kaos, celana panjang, celana pendek, topi, daster, rok baik pakain wanita maupun pria. Foto-foto tersebut telah digunakan sebagai sarana promosi melalui media instgram dan postingan website.
Outdoor Fotografi Prewedding Bali Pada Maxhelar Photography Yori Cigra Dinata P; I Made Bayu Pramana; I Wayan Mudana
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 2 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i2.3523

Abstract

Outdoor fotografi merupakan lokasi yang berada di luar ruangan yang cenderung memanfaatkan cahaya alami dari sinar matahari. Outdoor fotografi prewedding Bali menggunakan latar belakang bangunan dengan ciri khas Bali dan  dirancang dengan konsep serta ide tertentu dengan tema dan gaya yang ditentukan oleh calon pengantin dan fotografer. Outdoor fotografi prewedding Bali biasanya dilakukan oleh masyarakat Bali yang beragama Hindu. Hal ini bertujuan agar foto prewedding yang tercipta dapat menampilkan jati diri calon pengantin. Tujuan dari penulis melakukan magang di Maxhelar Photography karena sudah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai sehingga dapat mendukung penulis untuk melaksanakan magang dengan baik dan karena Maxhelar Photography berfokus pada pemotretan prewedding adat Bali, memberikan pemahaman serta pengalaman baru dalam proses kerja dibalik karya-karya yang dihasilkan. Laporan magang ini menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Dalam kegiatan magang/praktek kerja di Maxhelar Photography, penulis mendapatkan ilmu dari alih pengetahuan berupa peralatan yang dipersiapkan sebelum pemotretan, cara kerja seorang fotografer di lapangan, teknik-teknik fotografi yang diterapkan serta hal yang perlu diperhatikan di lapangan. Penulis juga mendapatkan alih keterampilan seperti  mengasah kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan klien. Bahkan penulis juga mendapatkan pengalaman dan ilmu dari alih teknologi berupa cara menggunakan teknologi yang sebelumnya tidak penulis gunakan. Setelah melewati semua tahapan, maka terbentuklah 15 karya foto yang merupakan hasil dari kegiatan magang di Maxhelar Photography. Penjelasan secara mendalam terkait data teknis foto juga tercantum pada bagian deskripsi karya.
Pengenalan Bounty Group Melalui Magazine Dalam Fotografi Dokumenter Fadhilatun Niswah; I Made Saryana; I Made Bayu Pramana; I Komang Yorda Garmita
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 1 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i1.3527

Abstract

Bounty Group merupakan salah satu perusahaan swasta yang ada di Bali. Bounty Group bergerak dibidang pariwisata, penyedia layanan barang dan jasa, restaurant, dan daily night club. Perusahaan ini memiliki beberapa strategi pemasaran untuk mempromosikan keunggulan mereka. Promosi tersebut dilakukan dengan dua cara, yakni: melalui media digital pada beberapa platform dan juga secara langsung dengan mengikuti table top. Table top merupakan ajang promosi perusahaan dengan bahan promosi berupa flyer dan brosur, permasalahan yang sering ditemukan oleh pengunjung ialah ketidak lengkapan informasi yang mereka dapatkan melalui flyer dan brosur. Dengan adanya kekurangan tersebut maka penulis menciptakan media baru untuk berpromosi. Media tersebut berupa media massa cetak, yaitu magazine. Magazine tersebut memuat konten yang berisikan keunggulan lokasi, barang, makanan dan minuman, pelayanan, dan juga jasa dari setiap outlet yang Bounty Group pimpin. Selanjutnya, metode yang digunakan penulis dalam proses penciptaan yaitu metode EDFAT yang diperkuat dengan teori estetika tataran ideasional dan estetika tataran teknikal. Metode tersebut digunakan oleh penulis untuk menjadi pedoman dalam menghasilkan karya. Karya yang ada divisualkan melalui fotografi dokumenter. Fotografi dokumenter dipilih agar pembaca dapat dengan mudah memahami isi dari foto yang diciptakan. Melalui fotografi dokumenter yang dikemas dalam bentuk magazine, penulis dapat menciptakan media promosi yang menarik dan berkualitas. Sehingga, Bounty Group dapat meningkatkan citra dan keberadaan mereka di pasar, serta memberikan nilai tambah kepada konsumen dengan menampilkan konten yang berkualitas dan informasi yang lebih detail dana jelas. Hal ini juga dapat membantu perusahaan untuk memperluas pasar mereka dan meningkatkan keuntungan mereka di industri yang semakin kompetitif.
Penerapan Editing Tone Retro Style Pada Foto Prewedding Bali Di Prath Photo Bali Kadek Gilang Fajar Respati; I Made Bayu Pramana; Anis Raharjo
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 2 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i2.4266

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan editing tone retro style pada foto prewedding Bali di Prath Photo Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tahapan pemotretan prewedding Bali, bagaimana penerapan editing tone retro style pada foto prewedding Bali, dan hasil akhir dari penerapan tone tersebut. Dalam penelitian ini, penulis melakukan proses editing menggunakan Adobe Lightroom dengan berbagai penyesuaian seperti white balance, exposure, contrast, highlight, shadow, dan pengaturan warna melalui fitur HSL/Color. Hasil akhir menunjukkan perpaduan harmonis antara warna-warna vintage dan elemen tradisional Bali yang menciptakan suasana hangat dan romantis, sesuai dengan konsep prewedding yang diinginkan oleh klien.
Representasi Body Shaming Dengan Teknik Silhouette Dalam Fotografi Ekspresi Wayan Alvin De Ananta Wiguna; I Made Bayu Pramana; Cokorda Istri Puspawati Nindhia
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 2 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i2.4285

Abstract

Body shaming adalah fenomena sosial yang memiliki dampak psikologis mendalam pada individu, menyebabkan berbagai masalah emosional dan mental. Dalam upaya untuk menggambarkan dampak ini, tugas akhir ini menggunakan teknik siluet untuk menciptakan citra visual yang kuat dan penuh makna. Teknik silhouette dipilih karena kemampuannya untuk menyampaikan pesan yang mendalam, memungkinkan penonton untuk fokus pada bentuk dan bayangan yang mewakili beban emosional yang dihadapi oleh subjek. Karya tugas akhir ini menunjukkan bahwa teknik silhouette efektif dalam mengkomunikasikan perasaan isolasi, ketidakberdayaan, dan ketakutan yang sering dialami oleh korban body shaming. Teknik silhouette berhasil menciptakan suasana yang introspektif dan mendorong penonton untuk merenungkan dampak negatif dari body shaming. Dengan demikian, penulis menyimpulkan bahwa penggunaan teknik silhouette dalam fotografi ekspresi merupakan alat yang kuat untuk merepresentasikan dan meningkatkan kesadaran tentang isu body shaming.
Jejak Kopi Di Pulau Dewata Dalam Visualisasi Photobook Ni Ketut Elsa Setiani; I Made Bayu Pramana; Amoga Lelo Octaviano
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 1 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i1.5146

Abstract

Kopi merupakan salah satu produk ekspor penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Terdapat beberapa daerah penghasil kopi utama di Indonesia dan salah satunya adalah Bali. Bali memiliki beberapa indikasi geografis penghasil kopi seperti Catur, Kintamani penghasil arabika dan Pupuan, Tabanan penghasil robusta. Sebagai salah satu sentra penghasil kopi, Bali tidak hanya menawarkan produk kopi yang berkualitas tinggi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi, sosial dan budaya yang mendalam. Penelitian kopi Bali dikemas dalam sebuah photobook yang menggambarkan perjalanan kopi ditengah pemberitaan perubahan iklim dan fluktuasi harga secara global, mulai dari petani yang membudidayakan tanaman kopi di lereng-lereng subur, pengolahan kopi pasca-panen hingga dapat didistribusikan dan dikonsumsi oleh masyarakat, serta kopi mahal yang berasal dari kotoran luwak. Photobook ini juga mengangkat tradisi dan kepercayaan masyarakat Bali yang menjadikan kopi sebagai bagian dari elemen ritual sehari-hari, media penghormatan kepada tamu dalam suatu acara, dan upacara pada tanaman sebagai simbol kesuburan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, observasi partisipatif pasif, dan wawancara dengan pihak terkait yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan kopi Bali ditengah pemberitaan perubahan iklim dan fluktuasi yang berdampak pada pelaku usaha dibidangnya. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa petani kopi Bali tidak terdampak dari perubahan iklim yang terjadi, hasil produksi tetap stabil namun, beberapa pelaku usaha kopi lainnya terdampak fluktuasi sehingga mempengaruhi konsumennya. Selain itu, penelitian dan penulisan karya ini bertujuan untuk mendokumentasikan perjalanan kopi secara utuh dilengkapi dengan tradisi dan ritual yang masih kental di Bali sehingga dapat menjadi arsip kopi di Bali tahun 2024.
Reka Cipta Buku Foto “Rika Memandang Dunia” Rachelia Fatima; I Made Saryana; I Made Bayu Pramana
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 1 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i1.5155

Abstract

“Rika Memandang Dunia” adalah sebuah buku foto yang berfokus pada kehidupan imajinatif seorang anak bernama Rika Rahayu Tantri, yang hidup dengan kondisi autoimun kulit. Buku ini bertujuan untuk menghadirkan perspektif unik Rika melalui visualisasi fotografi dan narasi sederhana yang dirancang menyerupai cerita anak-anak. Dengan pendekatan personal, buku ini menggambarkan dunia favorit Rika seperti pantai, sawah, pasar malam, musim semi, serta hewan dan benda kesukaannya berdasarkan ingatannya dan imajinasinya. Proyek ini menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam untuk menggali preferensi dan pengalaman Rika, serta berkonsultasi dengan psikolog untuk memastikan fakta yang akurat. Buku ini dirancang tidak hanya untuk menghibur, tetapi juga mendidik masyarakat tentang pentingnya empati terhadap anak-anak dengan disabilitas fisik, mengurangi stigma sosial, dan mendorong penerimaan tanpa syarat. Hasilnya adalah buku foto yang menyentuh, imajinatif, dan edukatif, yang memadukan elemen visual cerah dengan narasi positif untuk menggambarkan keceriaan seorang anak yang penuh semangat, meskipun menghadapi tantangan hidup. Proyek ini juga menekankan pentingnya seni sebagai media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan membangun empati terhadap kelompok rentan.
Penerapan Efek Digital Artistik Grain dalam Foto Couple di Artglory Bali Bily Orlen Sakti Sorongan; I Made Bayu Pramana; I Gede Dalem Suardita
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 1 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i1.5254

Abstract

Efek grain dalam fotografi, baik pada era analog maupun digital, memberikan tekstur artistik yang khas dan mendalam pada gambar. Dalam konteks fotografi pernikahan, penggunaan grain dapat menambah nuansa vintage, intim, dan emosional pada foto, terutama pada sesi pre-wedding, engagement, dan wedding couple. Dengan mengatur ISO pada kamera dan menambahkan efek grain melalui software pengeditan seperti Adobe Photoshop atau Lightroom, fotografer dapat menciptakan kesan artistik yang unik, menciptakan kedalaman visual serta meningkatkan keindahan dan kehangatan gambar. ArtGlory Bali merupakan sebuah vendor fotografi yang bergerak dibidang wedding, pre-wedding dan family session. Artglory Bali melakukan pendekatan ini untuk menonjolkan keindahan seni Bali dengan menggabungkan teknik grain, memberikan karakter yang lebih personal dan timeless pada foto pernikahan, dan memenuhi permintaan pasangan pengantin yang menginginkan tampilan yang autentik dan berbeda. Efek grain juga memberi ruang bagi eksperimen visual dan kreativitas dalam menciptakan foto-foto couple yang menonjol di industri yang kompetitif
REDISCOVERING TOURISTIC PHOTOGRAPHY IN BALI:: GREGOR KRAUSE AS A PIONEER I Made Bayu Pramana
Proceeding Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference Vol. 1 (2021): Proceedings Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

At the beginning of the Netherland-Indies colonial era in Bali, photography became an important medium that introduced Bali to the westerner. Photography in the realm of documentation in Bali began in 1912 by Gregor Krause, a German doctor who was commissioned by the Netherland-Indies colonial government to treat the cholera epidemy outbreak in southern Bali. Gregor Krause for the first-time photographed Bali from the viewpoint of community life, agriculture, religion, women and children, dance, markets, nature, culture and arts. Most of Krause's photographic works totalling more than 4000 frames were published in 1920, the photos in the book then played an important role as a media for promoting exotic Bali in the early tourism era, and inspired many Western photographers, artists, writers and explorers to come to Bali. The activities of the early travellers then published in the tourism promotion media in the form of books, posters, postcards, magazines, brochures and travel guides which published by the colonial government, shipping, airlines, and travel agents in various needs. This article discusses the role of Krause photography and analysis of Gregor Krause's photographic work as a photography pioneer at the beginning of the tourism era in Bali. Keywords: Colonial, Tourism, Photography, Bali, Gregor Krause, Pioneer
PEMBUATAN UKIRAN TEMBAGA KHAS BALI DALAM FOTOGRAFI SENI DENGAN TEKNIK DOUBLE EXPOSURE Wijaya, I Made Abdi; Candrayana, Ida Bagus; Pramana, I Made Bayu
Retina Jurnal Fotografi Vol 3 No 2 (2023): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v3i2.2699

Abstract

Fotografi adalah proses untuk menghasilkan foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya. Fotografi seni merupakan kegiatan transfer pesan secara visual yang berdasarkan pengalaman sang fotografer yang merangkap sebagai komunikator kepada penyampaian pesan secara visual. Teknik Double Exsposure adalah teknik yang melapiskan dua eksposur berbeda pada sebuah gambar, menggabungkan dua foto menjadi satu. Salaka Parwa adalah sebuah usaha jasa yang bergerak di bidang layanan kesenian. Salaka Parwa sudah memulai usaha ini sejak maret 2021 serta didukung oleh para seniman yang handal dibidangnya masing masing. Ukiran adalah kegiatan mengolah permukaan suatu objek trimatra dengan membuat perbedaan ketinggian dari permukaan tersebut sehingga didapat imaji tertentu. Tembaga (CU) adalah logam transisi Golongan IB dengan nomor atom 29 dan berat atom 63,55 g/mol. Teknik Double Exposure dengan cara menggabungkan 2 foto menjadi satu dan melakukan editing di kecerahan dan kontras. Teknik Double Exposure digunakan agar proses pertama dan proses kedua dapat terlihat dalam satu foto dan mudah dipahami. Pada saat pemotretan, penulis melakukan penataan objek dan mengambil gambar menggunakan beberapa sudut pandang kemudian menggabungkan foto tersebut agar menjadi foto double exposure. Setelah melalui semua tahapan penciptaan karya yang penulis lakukan, terdapat 15 karya yang terpilih untuk kemudian dideskripsikan berdasarkan pesan atau makna foto yang dihasilkan beserta beberapa pengaturan kamera yang digunakan untuk menghasilkan foto tersebut.
Co-Authors Adi Rizki Ramdhani Prastyo Adityasmara, Farhan Amoga Lelo Octaviano Anak Agung Ngurah Micko Indrawan Anindya Krisna Widarma, Dewa Gede Arba Wirawan, I Komang Arkaan Zamiir Tagsya Farid Bily Orlen Sakti Sorongan Brahmandita, Eric Adam Candrayana, Ida Bagus Cokorda Istri Puspawati Nindhia Dede Bilal Kurniawan Dewa Gede Anindya Krisna Widarma Dewi, I Gusti Ayu Murcyntia Dinata P, Yori Cigra Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Eric Adam Brahmandita Fadhilatun Niswah Farhan Adityasmara Fatima, Rachelia Fourina Mikhael Garmita, I Komang Yorda Giantoro, Rahmat Putra I Dewa Putu Ari Kresna Artha Negara I Gede Dalem Suardita I Gede Eka Kresna Putra I Gusti Ade Dinda Pramesti I Gusti Agung Surya Widiapramana I Kadek Dwiki Krishna Permana I Komang Yorda Garmita I Made Abdi Wijaya I Made Itza Mahendra I Made Jayadi Waisnawa I Made Saryana I Putu Angga Mertha Pratama I Wayan Mudana I Wayan Sumerta I Wayan Swandi Ida Ayu Eka Shanti Ida Bagus Candra Yana Irsyad, Muhamad Thomas Kadek Dwiyani Kadek Gilang Fajar Respati Ketut Wisnu Jaya Wardana Kresna Putra, I Gede Eka Kurniawan, Dede Bilal Luh Gede Meydianawathi Mahendra, I Made Itza Micko Indrawan, Anak Agung Ngurah Mikhael, Fourina Muhamad Thomas Irsyad Negara, I Dewa Putu Ari Kresna Artha Ni Ketut Elsa Setiani Nindhia, Cokorda Istri Puspawati Niswah, Fadhilatun Nur Raafi Alif Ramadhan Octaviano, Amoga Lelo Permana, I Kadek Dwiki Krishna Pramesti, I Gusti Ade Dinda Prastyo, Adi Rizki Ramdhani Pratama, I Putu Angga Mertha putri, amanda Putu Agus Bratayadnya Putu Agus Bratayadnya, Putu Agus Rachelia Fatima Raharjo, Anis Raharjo, Anis Rahmat Putra Giantoro Ramadhan, Nur Raafi Alif Respati, Kadek Gilang Fajar Setiani, Ni Ketut Elsa Shanti, Ida Ayu Eka Sorongan, Bily Orlen Sakti Sumerta, I Wayan Tagsya Farid, Arkaan Zamiir Wardana, Ketut Wisnu Jaya Wayan Alvin De Ananta Wiguna Wayan Karja Widiapramana, I Gusti Agung Surya Wiguna, Wayan Alvin De Ananta Wijaya, I Made Abdi Yori Cigra Dinata P