Claim Missing Document
Check
Articles

Jejak Kopi Di Pulau Dewata Dalam Visualisasi Photobook Ni Ketut Elsa Setiani; I Made Bayu Pramana; Amoga Lelo Octaviano
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 1 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i1.5146

Abstract

Kopi merupakan salah satu produk ekspor penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Terdapat beberapa daerah penghasil kopi utama di Indonesia dan salah satunya adalah Bali. Bali memiliki beberapa indikasi geografis penghasil kopi seperti Catur, Kintamani penghasil arabika dan Pupuan, Tabanan penghasil robusta. Sebagai salah satu sentra penghasil kopi, Bali tidak hanya menawarkan produk kopi yang berkualitas tinggi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi, sosial dan budaya yang mendalam. Penelitian kopi Bali dikemas dalam sebuah photobook yang menggambarkan perjalanan kopi ditengah pemberitaan perubahan iklim dan fluktuasi harga secara global, mulai dari petani yang membudidayakan tanaman kopi di lereng-lereng subur, pengolahan kopi pasca-panen hingga dapat didistribusikan dan dikonsumsi oleh masyarakat, serta kopi mahal yang berasal dari kotoran luwak. Photobook ini juga mengangkat tradisi dan kepercayaan masyarakat Bali yang menjadikan kopi sebagai bagian dari elemen ritual sehari-hari, media penghormatan kepada tamu dalam suatu acara, dan upacara pada tanaman sebagai simbol kesuburan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, observasi partisipatif pasif, dan wawancara dengan pihak terkait yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan kopi Bali ditengah pemberitaan perubahan iklim dan fluktuasi yang berdampak pada pelaku usaha dibidangnya. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa petani kopi Bali tidak terdampak dari perubahan iklim yang terjadi, hasil produksi tetap stabil namun, beberapa pelaku usaha kopi lainnya terdampak fluktuasi sehingga mempengaruhi konsumennya. Selain itu, penelitian dan penulisan karya ini bertujuan untuk mendokumentasikan perjalanan kopi secara utuh dilengkapi dengan tradisi dan ritual yang masih kental di Bali sehingga dapat menjadi arsip kopi di Bali tahun 2024.
Reka Cipta Buku Foto “Rika Memandang Dunia” Rachelia Fatima; I Made Saryana; I Made Bayu Pramana
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 1 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i1.5155

Abstract

“Rika Memandang Dunia” adalah sebuah buku foto yang berfokus pada kehidupan imajinatif seorang anak bernama Rika Rahayu Tantri, yang hidup dengan kondisi autoimun kulit. Buku ini bertujuan untuk menghadirkan perspektif unik Rika melalui visualisasi fotografi dan narasi sederhana yang dirancang menyerupai cerita anak-anak. Dengan pendekatan personal, buku ini menggambarkan dunia favorit Rika seperti pantai, sawah, pasar malam, musim semi, serta hewan dan benda kesukaannya berdasarkan ingatannya dan imajinasinya. Proyek ini menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam untuk menggali preferensi dan pengalaman Rika, serta berkonsultasi dengan psikolog untuk memastikan fakta yang akurat. Buku ini dirancang tidak hanya untuk menghibur, tetapi juga mendidik masyarakat tentang pentingnya empati terhadap anak-anak dengan disabilitas fisik, mengurangi stigma sosial, dan mendorong penerimaan tanpa syarat. Hasilnya adalah buku foto yang menyentuh, imajinatif, dan edukatif, yang memadukan elemen visual cerah dengan narasi positif untuk menggambarkan keceriaan seorang anak yang penuh semangat, meskipun menghadapi tantangan hidup. Proyek ini juga menekankan pentingnya seni sebagai media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan membangun empati terhadap kelompok rentan.
Penerapan Elegansi Direct Pose Dalam Pemotretan Prewedding Di Tamas Bali Photo I Gusti Ayu Murcyntia Dewi; I Made Bayu Pramana; Cokorda Istri Puspawati Nindhia
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5161

Abstract

Fotografi prewedding menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pernikahan, calon pengantin mengabadikan momen-momen indah sebelum hari pernikahan mereka. Tamas Bali Photo merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang prewedding, prametatah, wedding, maternity, smash cake, birthday dan foto casual. Program magang dilaksanakan di Tamas Bali Photo dengan harapan dapat memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan di lapangan secara langsung yang sesuai dengan bidang yang telah dipilih yaitu di bidang fotografi prewedding dan foto casual. Mengangkat "Penerapan Elegansi Direct Pose" sebagai judul Skripsi/Tugas Akhir akan memberikan kesempatan untuk menguraikan mengapa teknik ini penting dalam dunia fotografi prewedding. Direct pose dalam fotografi adalah teknik untuk mengatur pose dan mengarahkannya. Pose terbaik adalah pose yang mampu menunjukkan karakter subjek. Untuk mencapai hal tersebut, fotografer dapat bekerja sama dengan subjek untuk menonjolkan kelebihan yang dimiliki.
Pengelolaan Pemotretan Underwater Photography Pada Dive Site Tulamben di Prodive Bali Amanda Putri; I Made Bayu Pramana; Cokorda Istri Puspawati Nindhia
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5164

Abstract

Dive site Tulamben, Bali, merupakan destinasi populer bagi pecinta fotografi bawah air. Dengan keindahan bawah laut yang luar biasa, termasuk situs kapal karam USAT Liberty, terumbu karang yang kaya, serta berbagai spesies biota laut, lokasi ini menjadi favorit bagi penyelam dan fotografer. Pemotretan underwater photography di Tulamben membutuhkan peralatan khusus, seperti kamera tahan air, lensa wide-angle atau makro, serta pencahayaan tambahan untuk menangkap detail dan warna bawah air secara optimal. Faktor penting dalam aktivitas ini meliputi visibilitas air, kondisi arus, dan waktu terbaik untuk pemotretan, biasanya pada pagi hari saat cahaya alami mendukung hasil foto. Keunikan Tulamben tidak hanya terletak pada daya tarik visualnya, tetapi juga pada pengalaman mendalam yang diberikan kepada fotografer. Dengan perpaduan antara keindahan alam dan pengelolaan yang bertanggung jawab, Tulamben menjadi salah satu destinasi terbaik untuk underwater photography di Indonesia.
Penerapan Efek Digital Artistik Grain dalam Foto Couple di Artglory Bali Bily Orlen Sakti Sorongan; I Made Bayu Pramana; I Gede Dalem Suardita
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 1 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i1.5254

Abstract

Efek grain dalam fotografi, baik pada era analog maupun digital, memberikan tekstur artistik yang khas dan mendalam pada gambar. Dalam konteks fotografi pernikahan, penggunaan grain dapat menambah nuansa vintage, intim, dan emosional pada foto, terutama pada sesi pre-wedding, engagement, dan wedding couple. Dengan mengatur ISO pada kamera dan menambahkan efek grain melalui software pengeditan seperti Adobe Photoshop atau Lightroom, fotografer dapat menciptakan kesan artistik yang unik, menciptakan kedalaman visual serta meningkatkan keindahan dan kehangatan gambar. ArtGlory Bali merupakan sebuah vendor fotografi yang bergerak dibidang wedding, pre-wedding dan family session. Artglory Bali melakukan pendekatan ini untuk menonjolkan keindahan seni Bali dengan menggabungkan teknik grain, memberikan karakter yang lebih personal dan timeless pada foto pernikahan, dan memenuhi permintaan pasangan pengantin yang menginginkan tampilan yang autentik dan berbeda. Efek grain juga memberi ruang bagi eksperimen visual dan kreativitas dalam menciptakan foto-foto couple yang menonjol di industri yang kompetitif
Strategi Pengelolaan Styling Food Photography Sebagai Dasar Visual, Studi Kasus Pada Proyek Magang Di CG Pictures: Melynia Ramadhani; I Made Bayu Pramana; Putu Agus Bratayadnya
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 1 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i1.5823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan food styling dalam food photography pada proyek magang di CG Pictures, fokus utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tiga tahapan produksi yang terdiri dari pra-pemotretan, pemotretan, dan pasca-pemotretan. Pada tahap pra-pemotretan, diawali dengan diskusi bersama klien untuk memahami tujuan dan ekspektasi visual, diikuti dengan pembuatan briefing kreatif dan pengembangan konsep visual yang kemudian dituangkan dalam storyboard. Pada tahap pemotretan, dilakukan persiapan properti, pemilihan pencahayaan yang tepat, serta penerapan teknik pemotretan yang berfokus pada detail dan tekstur makanan. Setelah pemotretan selesai, tahap pasca-pemotretan dilakukan dengan editing foto, yang meliputi penyesuaian warna, retouching, dan penajaman gambar agar sesuai dengan permintaan klien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan food styling yang efektif dalam setiap tahapan produksi sangat mempengaruhi kualitas visual hasil foto yang dihasilkan, yang pada akhirnya memenuhi ekspektasi klien. Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai tantangan dalam proses food styling dan pemotretan hingga mencapai hasil yang optimal.
Cipta Photobook: Fascinating of Bali Museum I Nyoman Gede Prapta Triwikrama; I Made Bayu Pramana; Amoga Lelo Octaviano
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 1 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i1.6421

Abstract

Museum Bali merupakan institusi penting dalam upaya penggalian, pelestarian, dan penyebarluasan informasi mengenai kebudayaan Bali. Sejak awal pendiriannya, Museum Bali mengemban misi untuk mendokumentasikan serta melindungi warisan budaya Bali melalui pengumpulan, perawatan, dan penyajian artefak budaya yang merepresentasikan nilai-nilai sejarah, tradisi, dan sistem kepercayaan masyarakat Bali. Namun, sebagai lembaga yang menyimpan koleksi bersifat statis dan terbatas pada ruang pamer, museum memerlukan media pendukung yang bersifat dinamis dan mudah diakses guna memperluas jangkauan edukatifnya kepada masyarakat. Perancangan buku foto ini bertujuan untuk menghadirkan media visual yang berfungsi sebagai perpanjangan peran Museum Bali dalam memperkenalkan kekayaan budaya Bali secara lebih komunikatif. Melalui pendekatan fotografi, buku foto ini menyajikan representasi visual koleksi, ruang, serta atmosfer Museum Bali sebagai sarana edukasi sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap pelestarian budaya, khususnya di kalangan generasi muda yang cenderung lebih responsif terhadap media visual. Dengan demikian, buku foto ini diharapkan dapat menjadi alternatif media dokumentasi dan pembelajaran yang mendukung fungsi Museum Bali sebagai pusat pelestarian dan pewarisan nilai-nilai budaya Bali.
Cipta Buku Foto Kreativitas Produk Daur Ulang Berbasis Sampah Tutup Botol Plastik Chindy Br Sinaga; I Made Bayu Pramana; I Gede Dalem Suardita
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 2 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i2.6735

Abstract

Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak besar terhadap ekosistem dan kehidupan manusia, kondisi tersebut membutuhkan penanganan serta peningkatan kesadaran masyarakat. Salah satu solusi sederhana yang dapat dilakukan adalah melalui proses daur ulang sampah plastik secara teknik mesin maupun manual yang bertujuan mengurangi volume limbah dan dampak pencemaran lingkungan. Proses daur ulang sampah plastik meliputi tahap pengumpulan, pemilahan, pencucian, pencacahan, hingga pengolahan kembali menjadi produk yang bernilai guna. Teknik fotografi diterapkan dalam pemotretan proses daur ulang melalui pengaturan komposisi, pencahayaan, sudut pandang, dan detail objek agar pesan yang disampaikan lebih informatif dan menarik. Hasil pemotretan tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk photobook yang dirancang secara naratif dan visual untuk membangun kesadaran serta kepedulian masyarakat terhadap isu lingkungan. Photobook ini diharapkan mampu menjadi media edukasi dan kampanye visual yang efektif dalam menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap isu pengelolaan sampah plastik dan pelestarian lingkungan. Buku foto ini menyajikan rangkaian visual yang disusun secara naratif, mulai dari gambaran permasalahan sampah plastik, proses pengolahan tutup botol plastik, hingga hasil akhir berupa produk kreatif yang memiliki nilai guna dan nilai estetika.
Monumentalitas Hibrida dan Perlawanan Ruang dalam Arsitektur Indonesia Pasca-Kolonial I Putu Udiyana Wasista; Anak Agung Gede Rai Remawa; I Kadek Dwi Noorwatha; I Made Bayu Pramana
PANGGUNG Vol 36 No 1 (2026): Echoes of Archipelago Mythos: Interweaving Tradition, Symbolism, and Narrative i
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v36i1.4335

Abstract

This study analyzes tensions between indigenous cosmology and Indonesian nationalism in the Monumen Perjuangan Rakyat Bali as an expression of Hindu Balinese spatial logic responding to modern nation-building. A qualitative interpretive approach employs semi-structured interviews with architects and historians, along with systematic document analysis. Lefebvre’s spatial triad and Bhabha’s hybridity frame the analysis. Findings show the monument as a sedimented temporal space where mythological and historical narratives coexist without final synthesis. Use of the Samudramanthana epic in nationalist pedagogy produces cultural differentiation rather than a unified identity. Popular adoption of the vernacular name Bajra Sandhi reflects a form of semantic reappropriation privileging religious over nationalist identification. Construction across three gubernatorial administrations indicates ongoing hegemonic negotiation. The study concludes that postcolonial monuments operate as agonistic spaces enabling contestation of meaning while advancing understanding of spatial politics where local cosmology intersects with state projects.
Co-Authors Adi Rizki Ramdhani Prastyo Amanda Putri Amoga Lelo Octaviano Anak Agung Gde Bagus Udayana Anak Agung Ngurah Micko Indrawan Anindya Krisna Widarma, Dewa Gede Anis Raharjo Arba Wirawan, I Komang Arkaan Zamiir Tagsya Farid Bily Orlen Sakti Sorongan Brahmandita, Eric Adam Candrayana, Ida Bagus Chindy Br Sinaga Cokorda Istri Puspawati Nindhia Dede Bilal Kurniawan Dewa Gede Anindya Krisna Widarma Dinata P, Yori Cigra Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Eric Adam Brahmandita Fadhilatun Niswah Farhan Adityasmara Ferdiansyah Fourina Mikhael Garmita, I Komang Yorda Gede Arimbawa, I Made Giantoro, Rahmat Putra I Dewa Putu Ari Kresna Artha Negara I Gede Dalem Suardita I Gede Dalem Suardita I Gede Eka Kresna Putra I Gede Mugi Raharja I Gusti Ade Dinda Pramesti I Gusti Agung Surya Widiapramana I Gusti Ayu Murcyntia Dewi I Kadek Dwiki Krishna Permana I Komang Yorda Garmita I Made Abdi Wijaya I Made Itza Mahendra I Made Jayadi Waisnawa I Made Saryana I Nyoman Gede Prapta Triwikrama I Nyoman, suardina I Putu Angga Mertha Pratama I Putu Udiyana Wasista I Wayan Adnyana I Wayan Mudana I Wayan Sumerta I Wayan Swandi Ida Ayu Eka Shanti Ida Bagus Candra Yana Irsyad, Muhamad Thomas Kadek Dwiyani Kadek Gilang Fajar Respati Ketut Nala Hari Wardana Kresna Putra, I Gede Eka Kurniawan, Dede Bilal Luh Gede Meydianawathi Mahendra, I Made Itza Melynia Ramadhani Micko Indrawan, Anak Agung Ngurah Mikhael, Fourina Muhamad Thomas Irsyad Negara, I Dewa Putu Ari Kresna Artha Ni Ketut Elsa Setiani Niswah, Fadhilatun Noorwatha, I Kadek Dwi Nur Raafi Alif Ramadhan Permana, I Kadek Dwiki Krishna Pramesti, I Gusti Ade Dinda Prastyo, Adi Rizki Ramdhani Pratama, I Putu Angga Mertha Putu Agus Bratayadnya, Putu Agus Rachelia Fatima Rahmat Putra Giantoro Rai Remawa, Anak Agung Gede Ramadhan, Nur Raafi Alif Respati, Kadek Gilang Fajar Shanti, Ida Ayu Eka Sumerta, I Wayan Supriyanta Tagsya Farid, Arkaan Zamiir Wayan Alvin De Ananta Wiguna Wayan Karja Widiapramana, I Gusti Agung Surya Wiguna, Wayan Alvin De Ananta Wijaya, I Kadek Adi Putra Wijaya, I Made Abdi Yori Cigra Dinata P