Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

LITERASI DEMOKRASI DAMAI DI ERA DIGITAL PADA PERWAKILAN PELAJAR SMPN 4 SURAKARTA Haqqu, Rizca; Mahadian, Adi Bayu; Satria Putri, Berlian Primadani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1892

Abstract

Based on the information from the Principal of SMPN 4 Surakarta, many of her students experienced bullying when using social media and inappropriately expressed their freedom of opinions. As a result, a team of lecturers from the Faculty of Communication and Business, Telkom University conducts a Community Service Activity at SMPN 4 Surakarta entitled "LITERATION OF PEACE DEMOCRACY IN THE DIGITAL ERA IN STUDENT REPRESENTATIVES OF SMPN 4 SURAKARTA" with the aim of helping schools and their students maximize the use of gadgets effectively and safely. This topic is interesting and important to discuss because currently the school is one of the schools that is experiencing climate change in the learning process and social interaction between students due to the zoning system. The aim of this Activity is so students become people with good character and become responsible when using their social media. With the use of participatory, educative method and training the result shows that SMPN 4 Surakarta students, have successfully carried out all the trainings in two different sessions. The first one focuses on Communication area while the second one focuses on the Democracy Literacy. Even though they were forced to get out of their comfort zone in expressing their opinions, SMPN 4 Surakarta students were finally able to apply what they have learned from this training, as evidenced by the presentation at the end of the activity. Keywords: Social media, Literasi Demokrasi, Digital Era
Pengaruh Konten @scoyas_ Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Bahasa Isyarat Indonesia Amalia, Dea; Haqqu, Rizca
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 7 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v7i1.1742

Abstract

Tiktok saat ini menjadi tempat bertukar informasi yang juga sudah digunakan dan diakses oleh teman Tuli yang ingin menunjukkan dan memperkenalkan diri sebagai orang yang berkebutuhan khusus yang memiliki kemampuan. Keberadaan penyandang disabilitas Tuli di Tiktok biasanya dapat diilihat dari bio profil yang mencantumkan “i’am deaf” atau “saya Tuli”. Akun Tiktok @scoyas_ merupakan salah satu teman Tuli yang memiliki followers sebesar 382,6 ribu dan membagikan kontennya mengenai bahasa isyarat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adakah pengaruh konten @scoyas_ terhadap pemenuhan kebutuhan informasi bahasa isyarat Indonesia. Teori yang digunakan pada penelitin ini uses and gratification. Pendekatan kuantitatif digunakan pada penelitian ini. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan setiap kenaikan satu satuan pada variabel konten BISINDO @scoyas_ maka meningkat juga variabel pemenuhan kebutuhan informasi bahasa isyarat Indonesia sebesar 0.487. Secara hipotesis, Konten @scoyas_ berpengaruh secara signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan informasi bahasa isyarat pada viewers Tiktok diterima. Hasil koefisien determinasi menunjukkan hasil besar pengaruh Konten @scoyas_ terhadap pemenuhan kebutuhan informasi BISINDO sebesar 30.9% dan sisanya 69.1% diperngaruh oleh variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Representasi Pesan Mimpi Amerika (American Dream) Dalam Film Fatherhood Siswandi, Kinanti; Putra, Asaas; Jati, Agus Pramono; Haqqu, Rizca
Medium: Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Vol 10 No 1 (2022): Medium: Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/medium.2022.vol10(1).10487

Abstract

Stereotip mengenai ras kulit hitam sering dikaitkan dengan kemiskinan. Sekumpulan orang Amerika menganggap ras dan kemiskinan dengan berlebihan sehingga orang Afrika-Amerika lama dikenal sebagai orang yang miskin dan malas. Hingga kini isu mengenai kesetaraan yang selalu dibahas dalam american dream masih belum tercapai. Film Fatherhood yang disutradarai oleh Paul Weitz dan dibintangi oleh Kevin Hart adalah sebuah film yang merupakan representasi Mimpi Amerika (American Dream) mengenai kesetaraan atau tidak adanya rasisme, padahal pada kenyataannya masyarakat masih sering mengalami situasi yang berkaitan dengan rasisme terutama pada ras kulit hitam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pesan Mimpi Amerika tergambarkan dalam film Fatherhood. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan paradigma kritis menggunakan metode interpretasi. Melalui analisis semiotika John Fiske yang terbagi menjadi 3 level yaitu: level realitas yang terdiri dari kode tampilan, kostum, ekspresi serta gerakan; level representasi yang terdiri dari kode kamera, setting dan juga kode dialog; level ideologi yaitu stereotip rasisme terhadap ras kulit hitam, penulis menemukan adanya upaya untuk mematahkan stereotip yang tertanam dalam benak masyarakat mengenai rasisme terhadap ras kulit hitam, terutama bagi sosok ayah ras kulit hitam. Hal tersebut menunjukkan adanya pesan representasi Mimpi Amerika dibalik film fatherhood.
ANALISIS PENERIMAAN PESAN SATIRE LINGKUNGAN DI KONTEN TIKTOK @PANDAWARAGRUP MENGGUNAKAN TEORI RESEPSI STUART HALL Wibisono, Maharani Putri; Haqqu, Rizca
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 9 No. 4 (2024): EDISI OKTOBER
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v9i4.295

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerimaan pesan satire dalam konten TikTok @pandawaragroup dengan memanfaatkan teori resepsi khalayak Stuart Hall untuk memberikan wawasan tentang bagaimana pesan satire di media sosial dipersepsikan dan diinterpretasikan. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi analisis konten serta dokumentasi berupa konten TikTok @pandawaragroup, penelitian ini melibatkan 9 pengikut aktif akun tersebut. Temuan mengungkapkan bahwa 4 informan berada di dalam posisi dominan dimana mereka sejalan dengan pesan-pesan satire, sementara 5 orang berada dalam posisi negosiasi dimana mereka sejalan dengan makna pesan satire namun memiliki pandangan alternatifnya tersendiri. Tidak ada informan yang berada di posisi oposisi. Secara umum, keseluruhan informan sejalan dengan makna pesan satire yang disampaikan melalui konten-konten TikTok @pandawaragroup, menyoroti bagaimana penggunaan satire dapat menjadi alat yang efektif untuk membangun kesadaran lingkungan atau mengkritik isu-isu sosial. Temuan lain menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi alat efektif untuk edukasi lingkungan serta advokasi sosial.
PERANCANGAN PROGRAM “KEPOINBRANDYUK” SEBAGAI DATABASE MARKETING DI PT SURYA CITRA MEDIA Tbk. Haqqu, Rizca; Annisafitri, Salma
Jurnal Network Media Vol 8, No 1 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i1.4849

Abstract

Komunikasi pemasaran adalah kunci untuk memahami kebutuhan pelanggan dan mempertahankan keberhasilan merek. Melalui proses ini, perusahaan dapat menghubungkan produk atau layanan mereka dengan pelanggan potensial, membangun citra merek yang kuat, dan mempengaruhi keputusan pembelian. Penggunaan database marketing memungkinkan analisis kinerja yang lebih efektif, memberikan keunggulan kompetitif bagi media seller dengan komunikasi  pemasaran yang lebih terarah. PT Surya Citra Media Tbk (SCM) selaku media seller berinovasi dengan menciptakan proyek “KepoinBrandYuk” untuk mengoptimalkan komunikasi pemasaran B2B melalui database marketing. Program ini mengumpulkan data potential clients, termasuk informasi aktivasi, industri, dan tren pasar yang membantu dalam pendekatan yang lebih baik kepada calon media buyer. Perancangan program “KepoinBrandYuk” diharapkan dapat memperbesar basis klien potensial SCM, meningkatkan kompetensi riset dan pengolahan data, serta mempertahankan posisi SCM di industri media yang kompetitif.
Analisis Resepsi Maskulinitas Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Nurhakim, Daffa Ridwan; Haqqu, Rizca
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Reguler Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v2i1.64

Abstract

Maskulinitas merupakan sebuah konsep yang hadir karena disebabkan adanya kontrkusi sosial dimasyarakat yang tidak terikat oleh jenis kelamin artinya bisa dipertukarkan sifatnya antara laki-laki dan perempuan. Nilai-nilai Maskulinitas bisa digambarkan melalui media massa seperti film, karena film merupakan sebuah komunikasi massa visual yang banyak digemari oleh banyak masyarakat dan bisa menggambarkan realita sosial yang ada dimasyarakat. Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini adalah film yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Marcella FP. Menceritakan sebuah konflik keluarga yang rumit dan menyebabkan seluruh anggota keluarganya mempunyai sifat/karakter yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif serta menggunakan paradigma konstruktivis dan menggunakan teori analisis resepsi dari Stuart Hall. Khalayak mengkonsumsi media dan menerima pesan secara berbeda karena dipengaruhi oleh latar belakang dan pengalaman para khalayak itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi pemaknaan khalayak terhadap maskulinitas pada film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini berdasarkan 3 posisi Stuart Hall. Dari 7 unit analisis yang diteliti menunjukan bahwa keempat posisi informan berada pada Dominant Position dimana setiap scene menampilkan nilai maskulinitas yang berbeda dan ada juga beberapa informan yang berada Negotiated Position dan Oppositional Position.
Critical Discourse Analysis of Teun A. Van Dijk Model on Rob Sixmith's Ice Cold Murder Coffee and Jessica Wongso (2023) Movie Nayuda Septa Haidar; Rizca Haqqu
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 09 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i09.1276

Abstract

This research is based on the cyanide coffee case involving Jessica Wongso. The case became a hot topic of conversation in Indonesia and attracted widespread attention due to its complexity and intense media attention. The popularity and controversy of this case resurfaced because Netflix made a documentary titled Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso, which explains the debates related to the verdict of Jessica, who was considered a convict with several irregularities. The presence of the film led to various assumptions from experts and the public, so there was social criticism related to the justice system in the Jessica Wongso case. This sparked the interest of researchers in conducting this research. To support this research, the theory considered appropriate to analyze this documentary is Teun A Van Dijk's critical discourse analysis. Critical discourse analysis describes how discussions or discourses about an event influence and affect existing social institutions and structures. To obtain field data, researchers feel it is appropriate to use qualitative research with a critical paradigm that analyzes text structure, social cognition, and social context. The results showed that there is a discourse of social criticism in the documentary film "Ice Cold:  Murder, Coffee and Jessica Wongso" against the judicial system in Indonesia, which is conveyed through dialog and cut scenes from the film.
Optimalisasi Komunikasi Persuasif Dalam Penulisan Naskah Video Profil Eventeer Menggunakan Model Copywriting Pas Puspita, Della; Haqqu, Rizca
eProceedings of Management Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Video profil efektif dalam membangun citra dan pemahaman audiens terhadap brand. Penelitian ini menganalisisstrategi komunikasi persuasif dalam video profil Eventeer.id menggunakan model Problem-Agitate-Solution (PAS)untuk mengidentifikasi masalah community manager, memperkuat urgensinya, dan menawarkan solusi melalui fiturEventeer. Pendekatan ini didukung oleh McGuire’s Communication-Persuasion Matrix, dengan strategi visual sepertistop motion, kombinasi warna, font Poppins, dan backsound bernuansa happy untuk menarik perhatian danmeningkatkan daya ingat. Narasi persuasif dengan bahasa sederhana memperkuat pemahaman dan penerimaan pesan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini meningkatkan daya tarik, keterlibatan, dan pemahaman audiensterhadap brand, serta mendorong tindakan sesuai tujuan pemasaran digital.Kata Kunci: Komunikasi Persuasif, Video Profil, Problem-Agitate-Solution, McGuire’s Communication-PersuasionMatrix, Eventeer.id.
Teenagers Entertainment Satisfaction in Watching Talk Show Program through Youtube Haqqu, Rizca; Hastjarjo, Sri; Slamet, Yulius
Jurnal The Messenger Vol. 11 No. 1 (2019): January-June
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v11i1.969

Abstract

This study was conducted based on the results of research from several survey institutions which explained that there was an indication of shifting patterns from old media to the new media. The researchers wanted to know the level of satisfaction of the youth in using the new media among the community with the students of Universitas Sebelas Maret, generation 2015 to 2017. In this study, the researchers used the Uses and Gratification approaches. The researchers also use quantitative analysis and the Slovin formula to calculate samples of respondents from each generation. The frequency distribution analysis technique was used to calculate the frequency of data and then procentaged. The result of this study is that there is a high level of satisfaction where the majority of the respondents feel that they get the satisfaction they want or look for when watching talk show program through Youtube.
Interaction Process Between Humans and ChatGPT in the Context of Interpersonal Communication Haqqu, Rizca; Rohmah, Salwa Nur
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 10 No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v10i1.7216

Abstract

This study examines human interaction with artificial intelligence technology, focusing on the implementation of ChatGPT, a chatbot developed by OpenAI. Through the Human-Machine Communication (HMC) approach, the research describes human-like attributes in ChatGPT, exploring emotional responses and utility in educational, professional, and personal contexts. Qualitative research methods with triangulation techniques were used for a holistic understanding, involving interviews, observations, and document analysis. The results indicate that ChatGPT can provide adaptive responses, adjusting language style, and presenting information with self-awareness. Comparisons between human-to-human and human-to-machine interactions, particularly through ChatGPT, reveal significant differences. In human-to-human communication, the primary role is given to humans as message sources, while in machine communication, ChatGPT becomes an interactive partner, especially in text messages. Despite similarities in interpersonal communication features, such as feedback, personal relationship cues are more pronounced in human-to-human interactions. Factors like self-concept, openness, and confidence are dominant in human-to-human communication, while AI literacy becomes crucial in interactions with machines. Keywords: Human-Machine Communication, ChatGPT, Interaction, Interpersonal