Claim Missing Document
Check
Articles

Bimbingan Belajar Online Dalam Membantu Kebutuhan Belajar Siswa Melda Jaya Saragih; Oce Datu Appulembang; Siane Indriani; Tanti Listiani; Widiastuti Widiastuti
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.854 KB) | DOI: 10.54314/jpstm.v2i2.1109

Abstract

Selama pandemi, kebutuhan belajar siswa beralih menjadi online. Pembelajaran secara online juga membawa beberapa dampak dalam pembelajaran, ditemuai banyak kehilangan pembelajaran, sehingga tidak heran banyak ditemui kesulitan belajar sehingga perlu pendampingan bagi siswa pada saat belajar. Adanya kebutuhan pendampingan belajar bagi anak-anak jemaat di HKBP Binong, bimbingan belajar SIGMA menyediakan pelayanan les gratis secara online bagi warga jemaat HKBP Binong Permai khususnya anak-anak dari bangku SD sampai SMA, namun kegiatan bimbel ini juga terbuka untuk banyak siswa diberbagai daerah dan tidak terbatasi tempat, karena dilakukan secara online. Kegiatan bimbel dilakukan secara online setiap sabtu selama 2 jam, tujuannya agar siswa dapat terbantu untuk memahami pembelajaran di sekolah dan siswa juga dapat semakin termotivasi untuk belajar. Setelah dilaksanakan bimbingan belajar kemudian dievaluasi pelaksanaannya. Terlihat siswa semakin bertambah pengetahuannya dan juga ada siswa yang antusias mengikuti bimbel dimana siswa antusias siswa menanyakan pelajaran diluar jadwal bimbel, namun tidak dipungkiri juga bahwa ada siswa yang malas. Orang tua juga antusias mendorong anaknya untuk mengikuti bimbel, terlihat dari ada orang tua yang meminta PPT ketika anaknya lupa mencatat, mengingatkan anaknya jadwal les, duduk disamping anaknya selama les
ANALISIS PENGGUNAAN MODEL THINK PAIR SHARE UNTUK MEMBANGUN PARTISIPASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SECARA DARING Oce Datu Appulembang; Wina Yohana Butar-Butar
ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2023): ELIPS, Maret 2023
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/elips.v4i1.782

Abstract

Partisipasi siswa merupakan keikutsertaan untuk memberikan kontribusi dalam pembelajaran sebagai tanggung jawabnya. Rendahnya partisipasi siswa membuatnya tidak antusias untuk memberikan kontribusi sehingga siswa kehilangan rasa ingin tahunya ketika menggali materi pelajaran. Guru perlu melibatkan siswa dalam pembelajaran. Model think pair share (TPS) dengan langkah-langkah berpikir, berpasangan dan berbagi membuat siswa terlibat, antusias dan berkontribusi serta memiliki rasa ingin tahu untuk mengkonstruksi pengetahuan. Guru Kristen mengarahkan pembelajaran yang berpusat pada Kristus dan menyadari bahwa siswa telah jatuh ke dalam dosa sehingga perlu digembalakan untuk berpartisipasi dalam menemukan pengetahuan sejati. Tujuan penulisan paper ini ialah untuk mengetahui penerapan, kendala, kelebihan dan kekurangan dari penerapan model TPS dalam membangun partisipasi siswa. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model TPS membuat siswa semakin berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Kendala yang dihadapi ketika pembelajaran daring ialah guru sulit memantau seluruh siswa berada dalam koridor yang sesuai. Kelebihannya siswa semakin tertantang, bertoleransi, dan berani sedangkan kekurangannya siswa cenderung bergantung dengan teman dan penerapannya membutuhkan banyak waktu. Saran yang diberikan sebaiknya guru memberikan instruksi yang jelas dan meminta siswa menunjukkan bukti screenshoot atau video rekaman ketika berdiskusi sedangkan bagi peneliti selanjutnya dapat menerapkan model ini untuk mengatasi hasil belajar siswa yang rendah.
PENDAMPINGAN SISWA SMA SEBAGAI FASILITATOR BELAJAR Oce Datu Appulembang; Ashiong Parhehean Munthe; Indra Praja Kusuma; Yubali Ani
Abdimas Galuh Vol 5, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i1.10032

Abstract

Rendahnya pendampingan belajar bagi siswa di beberapa kawasan pinggiran menjadi faktor penyebab rendahnya pencapaian belajar siswa. Orang tua yang sibuk bekerja karena ekonomi yang kurang, rendahnya pendidikan orang tua, bahkan lingkungan yang tidak mendukung menjadi penyebab anak tidak mendapatkan pendidikan padahal mereka seharusnya dapat merasakan pendidikan. Setiap anak memerlukan pendampingan belajar, terkhusus bagi siswa. Yayasan Emmanuel hadir untuk memberikan bantuan dana pendidikan dan beasiswa kepada siswa SMA. Yayasan Emmanuel memberikan tanggung jawab kepada penerima beasiswa untuk menjadi pendamping belajar. Siswa diberikan pendampingan belajar terhadap anak-anak di lingkungannya dengan pendekatan yang tepat. Siswa SMA diberi pembekalan terkait ilmu pendidikan dan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan yang siswa terima agar siswa sebagai pendamping dapat mengajar dengan baik. Siswa diberikan pembekalan dasar berupa pendampingan mengenai pengenalan diri bagi para fasilitator belajar (siswa SMA), teori, dan praktik membaca, menulis dan berhitung di SD. 
Korelasi antara Keyakinan Belajar dan Pemahaman Konseptual Kalkulus pada Calon Guru Matematika Kimura Patar Tamba; Oce Datu Appulembang; Tanti Listiani
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.527 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v6i1.5315

Abstract

Abstrak. Keyakinan adalah faktor penting dalam mempengaruhi praktek pembelajaran matematika di dalam kelas. Keyakinan belajar kalkulus diasumsikan memiliki korelasi dengan pemahaman konseptual kalkulus. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara keyakinan belajar kalkulus dan pemahaman konseptual kalkulus. Penelitian menggunakan metode survei dengan desain cross-sectional terhadap 65 orang calon guru matematika yaitu mahasiswa pendidikan matematika pada semester tiga dan lima. Data keyakinan belajar kalkulus dikumpulkan dengan kuisioner. Data pemahaman konseptual kalkulus dikumpulkan dengan menggunakan instrumen Calculus Concept Inventory.  Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan memakai statistik deskriptif dan inferensial. Statistik deskriptif yang digunakan adalah rata-rata, maksimum, minimum dan standar deviasi. Statistik inferensial yang digunakan adalah korelasi product-moment. Hasil penelitian menunjukkan  tidak terdapat korelasi signifikan antara keyakinan belajar kalkulus dan pemahaman konseptual kalkulus calon guru matematika, calon guru matematika cenderung memegang keyakinan campuran mengenai belajar kalkulus, dan kemampuan pemahaman konseptual calon guru matematika berada pada kategori rendah. Implikasinya adalah pentingnya menerapkan berbagai pendekatan dalam pembelajaran kalkulus karena kecenderungan calon guru matematika memegang keyakinan campuran serta mempertimbangkan faktor lain diluar keyakinan mengenai belajar kalkulus. Kata Kunci: Keyakinan belajar kalkulus, Pemahaman konseptual kalkulus, Calculus concept inventory
Penguatan Numerasi di SD Persatuan Binong Oce Datu Appulembang; Bertha Natalina Silitonga; Ganda Sari; Kimura Patar Tamba
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11372

Abstract

ABSTRAK Numerasi merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian dalam Pendidikan masa kini di Indonesia. Dikatakan bahwa penguasaan akan numerasi, membawa kita kepada kepekaan terhadap numerasi itu sendiri (sense of numbers) dan kaitannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membawa kepada kemampuan memelihara dan mengelola SDA dan persaingan dengan SDM dari berbagai negara. Guru perlu mendapatkan pelatihan dalam menerapkan metode pembelajaran, memilih, membuat, dan memodifikasi permasalahan sehari-hari yang dapat digunakan di dalam pembelajaran di kelas dan untuk penilaian. Hal ini menjadi permasalahan yang dihadapi oleh guru-guru di Sekolah Persatuan Binong yang belum mendapatkan penguatan pendampingan dalam hal numerasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penguatan numerasi di SD Persatuan Binong dan menumbuhkan motivasi bagi guru-guru mengenai gerakan numerasi di SD Persatuan Binong. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pelatihan dalam bentuk diskusi, tanya jawab dan workshop. Pelatihan penguatan numerasi memberikan dampak positif terhadap guru-guru di SD Persatuan Binong akan numerasi, merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang mendukung numerasi. Anak-anak juga semakin tertarik dalam belajar, memiliki keterampilan numerasi yang baik dan juga guru-guru dapat memiliki wawasan yang semakin luas.  Kata Kunci: Guru, Numerasi, Pelatihan, Siswa  ABSTRACT Numeration is one of the things that are of concern in today's education in Indonesia. It is said that mastery of numeracy leads us to a sense of numbers and their relation in everyday life. This leads to the ability to maintain and manage natural resources and competition with human resources from various countries. Teachers need training in applying learning methods, selecting, creating, and modifying everyday problems that can be used in classroom learning and for assessment. This is a problem faced by teachers at Binong Unity School who have not received strengthening assistance in terms of numeracy. The purpose of this activity is to strengthen numeracy at SD Persatuan Binong and foster motivation for teachers about the numeracy movement at SD Persatuan Binong. The method used in this activity is training in the form of discussions, questions and answers, and workshops. Numeracy strengthening training has a positive impact on teachers at SD Persatuan Binong on numeracy, planning, and implementing learning that supports numeracy. Children were also increasingly interested in learning, have good numeracy skills, and also teachers can have broader insights.   Keywords: Teacher, Numeracy, Training, Students
PENTINGNYA PENYAMPAIAN INFORMASI YANG TEPAT UNTUK MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF KEPADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR [THE IMPORTANCE OF DELIVERING INFORMATION APPROPRIATELY IN BUILDING EFFECTIVE COMMUNICATION TO GRADE 3 OF PRIMARY STUDENTS] Rombean, Chusmiaty; Rahmadi, Pitaya; Appulembang, Oce Datu
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 5, No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v5i1.2055

Abstract

The communication ability possessed by humans, especially Christians, is used to realize God's will. One of them is in carrying out the real Great Commission in the field of education, especially in the learning process. Learning in the classroom must take place effectively so that learning objectives are achieved through the realization of effective communication. Often, teachers have not been able to build effective communication because teachers are not able to manage the class properly through the delivery of appropriate information and according to the characteristics of student development, so that many students are less serious and disciplined in learning. Therefore, this article aims to discuss the importance of delivering the right information in building effective communication to third grade elementary school students as research subjects in this paper. Based on the results of the study, it was found that teachers experienced problems in managing the class, especially in attracting students' attention, giving instructions, conveying and applying class rules and procedures so that effective communication in classroom management had not been achieved, while in delivering subject matter, effective communication was quite built because students actively involved. Submission of appropriate information is very important for teachers to do, especially in building effective communication because it really determines the success or failure of learning activities by considering the characteristics of student development. Christian teachers also act as facilitators who reflect Christian values in every teaching they do.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kemampuan berkomunikasi yang dimiliki oleh manusia terutama orang Kristen digunakan untuk mewujudkan kehendak Tuhan. Salah satunya dalam menjalankan Amanat Agung yang nyata dalam bidang pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Pembelajaran di dalam kelas harus berlangsung dengan efektif agar tujuan pembelajaran tercapai melalui terwujudnya komunikasi efektif. Sering kali, guru belum dapat membangun komunikasi efektif tersebut karena guru tidak mampu mengelola kelas dengan baik melalui penyampaian informasi yang tepat dan sesuai karakteristik perkembangan siswa, sehingga banyak siswa yang kurang serius dan disiplin dalam belajar. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk membahas mengenai pentingnya penyampaian informasi yang tepat dalam membangun komunikasi efektif kepada siswa kelas III SD sebagai subjek penelitian dalam makalah ini. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, ditemukan bahwa guru mengalami kendala dalam mengelola kelas khususnya dalam menarik perhatian siswa, memberi instruksi, menyampaikan dan menerapkan peraturan dan prosedur kelas sehingga komunikasi efektif dalam pengelolaan kelas belum tercapai, sedangkan dalam penyampaian materi pelajaran, komunikasi efektif cukup terbangun karena siswa terlibat aktif. Penyampaian informasi yang tepat sangatlah penting untuk guru lakukan khususnya dalam membangun komunikasi efektif karena sangat menentukan berhasil atau tidaknya kegiatan pembelajaran dengan mempertimbangakan karakteristik perkembangan siswa. Guru Kristen juga berperan sebagai fasilitator yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani dalam setiap pengajaran yang dilakukannya.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL (SI) DENGAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS VIII SMPK KALAM KUDUS YOGYAKARTA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA [THE RELATIONSHIP BETWEEN SPIRITUAL INTELLIGENCE (SI) AND COGNITIVE LEARNING OUTCOMES OF GRADE 8 STUDENTS SMPK KALAM KUDUS YOGYAKARTA IN LEARNING MATHEMATICS] Sagala, Prima V; Wibawanta, Budi; Appulembang, Oce Datu
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 2, No 1 (2018): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v2i1.1021

Abstract

Spiritual intelligence is intelligence that motivates human beings to discover the meaning and purpose of life and encourages growth in creativity, morals and character. One factor that affects learning outcomes is spiritual intelligence. This research aims to see the correlation between spiritual intelligence (SI) and students’ cognitive learning outcomes. The research method used was a quantitative causal correlational with a saturated sampling technique (sample member is the same as population member). The data was collected by using a questionnaire to measure students’ spiritual intelligence and a test to measure students’ cognitive learning outcomes. Product Moment Correlation was used to test the instrument’s validity while Alpha Cronbach and Guttman Split Half was used to test the instrument’s reliability. Rank Spearman was used to calculate the coefficient correlation. All the data was analyzed using SPSS 20. The research showed that there is positive correlation between students’ spiritual intelligence and their cognitive learning outcomes (r = 0.2317).BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kecerdasan spiritual (SI) merupakan kecerdasan yang mendorong manusia menemukan makna dan tujuan hidup serta mendorong bertumbuh dalam kreativitas, moral, maupun karakter. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah kecerdasan spiritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara kecerdasan spiritual dengan hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran Matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif kausal korelasional.Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, yaitu seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan angket untuk mengukur variabel kecerdasan spiritual dan tes untuk mengukur variabel hasil belajar kognitif siswa. Uji validitas instrumen menggunakan korelasi product moment dan reliabilitas instrumen menggunakan alpha cronbach’s serta guttman split half. Uji koefisien korelasi menggunakan rumus rank spearman dan menggunakan SPSS 20 untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan spiritual dengan hasil belajar kognitif siswa (r = 0.2317)
PENERAPAN PENGUATAN POSITIF TERHADAP KETERLIBATAN PERILAKU SISWA DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH [THE IMPLEMENTATION OF POSITIVE REINFORCEMENT ON STUDENTS’ BEHAVIOR IN DISTANCE LEARNING] Deosari, Ardine; Appulembang, Oce Datu
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 6, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v6i1.2868

Abstract

Student engagement is a manifestation of the responsibility of students as humans to God. Humans have responsibility to be involved in caring for and protecting the earth (Gen. 1:28). So, it is fitting for students to be involved in every process of their life, including learning. Distance learning is negatively affected when students are late joining the video conference, are mostly silent when the teacher asks questions, do not listen to teacher instructions properly which causes them not to return to the video conference, and do not answer when called on by the teacher. Positive reinforcement is given to stimulate and increase student motivation, increase student attention in the learning process, and increase student learning activities. The purpose of this study is to describes the application of positive reinforcement methods on the involvement of student behavior in distance learning and see the positive impact. The research method used is descriptive qualitative. Based on the research, it was found that by applying four forms of positive reinforcement according to the principles of warmth and enthusiasm, meaningfulness, avoiding negative responses, and using various positive reinforcements, students can be encouraged in their behavior and involvement in learning. It also encourages other aspects, such as student discipline, student creativity, student confidence, and student learning attitudes.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Keterlibatan siswa merupakan salah satu perwujudan tanggung jawab siswa sebagai manusia kepada Allah. Manusia memiliki tanggung jawab untuk terlibat dalam memelihara dan menjaga bumi (Kej 1:28). Maka, sudah sepatutnya siswa terlibat dalam setiap proses kehidupannya, termasuk dalam pembelajaran. Pada kenyataannya, siswa terlambat bergabung di video conference, perilaku siswa sebagian besar diam ketika guru bertanya, tidak mendengarkan instruksi guru dengan baik dan menyebabkan siswa tidak kembali bergabung di video conference, dan tidak menjawab ketika ditunjuk oleh guru. Penguatan positif diberikan untuk merangsang dan meningkatkan motivasi belajar siswa, meningkatkan perhatian siswa dalam proses pembelajaran, dan meningkatkan aktivitas belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memaparkan penerapan metode penguatan positif terhadap keterlibatan perilaku siswa pada pembelajaran jarak jauh dan melihat dampak positifnya. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa, dengan menerapkan empat bentuk penguatan positif sesuai prinsip kehangatan dan antusias, kebermaknaan, menghindari respon negative dan menggunakan penguatan positif yang bervariasi dapat mendorong keterlibatan perilaku siswa dalam pembelajaran. Hal ini juga mendorong aspek lain yang terdapat pada diri siswa, seperti kedisiplinan siswa, kreativitas siswa, kepercayaan diri siswa, dan sikap belajar siswa.
HAMBATAN BELAJAR MATEMATIKA: STUDI KASUS DI KELAS VIII SUATU SEKOLAH DI SEMARANG [BARRIERS TO LEARNING MATHEMATICS: A CASE STUDY OF GRADE 8 STUDENTS AT A SCHOOL IN SEMARANG] Fernandes, Luis; Winardi, Yonathan; Appulembang, Oce Datu
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 3, No 1 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v3i1.2071

Abstract

Christian education aims to enable students to take part in serving God and others both now and forever. The barriers to learning mathematics make it difficult for students to achieve the goals of Christian education. In some cases, students are found to have barriers to learning mathematics. Based on this problem, the researchers wanted to know the types of barriers to learning mathematics, the causes, and the responses of teachers, schools, and students to these barriers. This study used the case study method of a qualitative approach and the subjects were grade 8 students. The data collection techniques used were interviews for mathematics teachers and principals as well as open-ended questionnaires for students. The results revealed that there were barriers to learning mathematics that can be categorized into internal and external factors including a lack of learning willingness on the part of the students, inappropriate views of mathematics, uncontrolled classroom conditions, and the contagion of the environment. The responses given by teachers, schools, and students about mathematics learning barriers include reviewing, giving additional lessons, and relearning either individually or through others. Suggestions for teachers and principals are to organize workshops related to mathematics learning barriers and improving teaching quality.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Pendidikan Kristen bertujuan membuat para siswa dapat mengambil bagian pelayanan kepada Tuhan dan sesama baik sekarang maupun selamanya. Dengan adanya hambatan belajar matematika menyebabkan siswa sulit mencapai tujuan dari pendidikan Kristen. Dalam beberapa kesempatan, sering ditemukan siswa yang memiliki hambatan belajar matematika. Untuk itu peneliti ingin mengetahui macam hambatan belajar matematika, penyebabnya, serta respon guru, sekolah dan siswa terkait dengan hambatan belajar matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan subjek siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara terhadap guru matematika dan kepala sekolah serta kuisioner terbuka bagi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hambatan belajar matematika yang dapat dikategorikan ke dalam faktor internal dan eksternal, diantaranya siswa malas belajar, pandangan yang kurang tepat terhadap pelajaran matematika, kondisi kelas yang tidak kondusif dan pengaruh yang buruk dari lingkungan sekitar. Respon yang diberikan guru, sekolah dan siswa terhadap hambatan belajar matematika diantaranya menjelaskan kembali materi, memberikan pelajaran tambahan dan belajar kembali secara individu maupun melalui orang lain. Saran bagi guru dan kepala sekolah adalah dengan mengadakan pelatihan terkait dengan hambatan belajar matematika serta meningkatkan kualitas mengajar.
PERAN GURU KRISTEN DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH KRISTEN [THE ROLE OF CHRISTIAN TEACHERS IN IMPROVING ACTIVE LEARNING IN MATHEMATICS IN A CHRISTIAN SCHOOL] Sihaloho, Gifson Teodorus; Sitompul, Henni; Appulembang, Oce Datu
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 3, No 2 (2020): JUNE
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v3i2.1988

Abstract

Teachers and students have very important roles in the learning process. The teacher's role is planning and conducting the learning process. Students are required to be actively involved in learning. The success of a teacher in teaching will be determined by how active students are in participating in learning. Students' active learning will show that they really follow the learning process. The results of field observations indicate that student activity is still very low. Students very rarely ask questions, are less enthusiastic, unfocused, and sleepy when the teacher teaches. The purpose of this study is to discuss the role of Christian teachers in increasing student activity in the learning process. The results showed that Christian teachers play a role in increasing student activity in the learning process. Teachers are advised to create learning that is fun and not boring by creating varied learning methods, making teaching aids, and using ice breakers or games.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Guru dan siswa memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Guru berperan dalam merencanakan dan melakukan proses pembelajaran. Siswa dituntut untuk dapat terlibat aktif dalam belajar. Keberhasilan seorang guru dalam mengajar ditentukan seberapa aktif siswa dalam mengikuti pembelajaran. Siswa belajar aktif menunjukkan bahwa mereka sungguh-sungguh mengikuti proses pembelajaran. Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa keaktifan siswa masih sangat rendah. Siswa sangat jarang mengajukan pertanyaan, kurang bersemangat, kurang antusias, tidak fokus, dan mengantuk ketika guru mengajar. Tujuan penulisan ini adalah membahas mengenai peran guru Kristen dalam meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Kristen berperan dalam meningkatkan keaktifan siswa pada proses pembelajaran. Peran guru Kristen dalam proses pembelajaran adalah menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, membimbing siswa ketika mengalami kesulitan dalam memahami materi, dan membuat ice breaking. Guru-guru disarankan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan dengan membuat metode pembelajaran yang bervariasi, membuat alat peraga, dan membuat ice breaking ataupun games.