Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN METODE DRILL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP LENTERA WAY PENGUBUAN PADA TOPIK PERSAMAAN GARIS LURUS [THE IMPLEMENTATION OF THE DRILL METHOD TO INCREASE MATHEMATICAL COMMUNICATION SKILLS OF GRADE 8 STUDENTS IN LINEAR EQUATIONS TOPICS AT SMP LENTERA WAY PANGUBUAN] Primayanti, Grace; Suwu, Selvi Ester; Appulembang, Oce Datu
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 1, No 2 (2018): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v1i2.867

Abstract

Mathematical communication skills are important for students to be able to present strategies to solve questions with the right procedures and principles. Based on observations at Lentera Harapan Way Pengubuan school, it was found that students were not able to write down the strategy to solve statements or questions with clear and complete procedures. Several details were missed and some symbols and equations were inappropriately used. Students were also unable to draw the correct graphics equation. These indicated that students lacked in their mathematical communication skills. Therefore, the researcher implemented the drill method to enhance their mathematical communication skills. The method used was Classroom Action Research (CAR). The research was conducted from July 17, 2017 to October 4, 2017. The subjects of this research were 11 grade 8 students. Instruments used were observation sheet, questionnaire sheet, and rubric. The data gathered were analyzed using descriptive statistics and qualitative descriptive methods. The findings showed an increase in the indicators of students’ mathematical communication skills from the first cycle to the second cycle. Therefore, it could be concluded that the implementation of the drill method could increase students’ mathematical communication skills.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Kemampuan komunikasi matematis pada pembelajaran matematika penting untuk siswa mampu menyajikan strategi sebagai solusi akan pernyataan maupun pertanyaan sesuai dengan prosedur dan prinsip yang benar. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada SMP Lentera Way Pengubuan, ditemukan bahwa siswa belum mampu menuliskan strategi penyelesaian suatu pernyataan atau pertanyaan sesuatu prosedur penyelesaian dengan tepat dan lengkap. Selain itu, siswa masih keliru dalam menuliskan persamaan dan simbol dengan tepat dan belum mampu menyajikan representasi visual berupa grafik berdasarkan pernyataan yang ada. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki bagaimana implementasi metode drill meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan pada 17 Juli 2017 sampai 04 Oktober 2017. Adapun subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Lentera Harapan Way Pengubuan yang berjumlah 11 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, lembar angket, dan rubrik. Data yang dikumpulkan, dianalisis dengan metode kualitatif dan statistik sederhana secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan setiap indikator kemampuan komunikasi matematis dari siklus satu ke siklus kedua. Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa implementasi langkah-langkah metode drill dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa pada topik persamaan garis lurus. 
PENERAPAN METODE DRILL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATERI HIMPUNAN KELAS VII PADA SUATU SMP DI SENTANI [THE IMPLEMENTATION OF THE DRILL METHOD TO INCREASE STUDENTS' COGNITIVE LEARNING OUTCOMES OF SETS IN A GRADE 7 CLASS AT A JUNIOR HIGH SCHOOL IN SENTANI] Sari, Thresia Novita; Appulembang, Oce Datu
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 2, No 2 (2019): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v2i2.1689

Abstract

Learning outcomes are student’s responsibility after learning something. Furthermore, it is very important to achieve national education goals. This research is based on the students’ low cognitive learning outcomes. As evidenced by students’ scores, most of them have not been able to achieve the 60 KKM set in mathematics lessons and they lack practice and accuracy in doing mathematical problems. Because of students’ low cognitive learning outcomes, the researcher applied the drill method to overcome this problem and to understand how the implementation of the drill method increases students' cognitive learning outcomes. The research method used was Classroom Action Research (CAR) by Kemmis and McTaggart which was carried out from July to October 2017 in three cycles. The subjects were 21 students of grade 7C at A Junior High School in Sentani. The instruments used in this research were written test sheets, observation sheets, student questionnaires, and interview guidelines. To process the quantitative data, the researcher used descriptive statistical analysis while qualitative data used descriptive qualitative. Based on the results of the research, it can be concluded that the implementation of the drill method does improve students' cognitive learning outcomes in the set material with the percentage of students who reached the KKM in the first, second and third cycle being 52%, 71%, and 86% respectively. Besides implementing the drill method steps, this research also conducted the following: (1) reviewing the material, (2) giving motivation, (3) emphasizing important concepts, (4) checking students' understanding, (5) involving all students working on a variety of questions, (6) guiding students with difficulties, (7) correcting individual and classical mistakes, and (8) reminding students of time and thoroughness.BASAHA INDONESIA ABSTRACT: Hasil belajar merupakan tanggung jawab siswa setelah melakukan kegiatan pembelajaran. Selain itu, hasil belajar sangat penting dalam ketercapaian tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar kognitif siswa. Hal tersebut terlihat dari nilai-nilai yang diperoleh siswa, sebagian besar siswa belum mampu mencapai KKM 60 pada pelajaran Matematika, serta kurangnya latihan dan ketelitian siswa dalam mengerjakan soal-soal Matematika. Berdasarkan fakta rendahnya hasil belajar kognitif siswa, maka peneliti menerapkan metode drill untuk mengatasi masalah tersebut dan mengetahui penerapan metode drill dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan pada Juli sampai Oktober 2017 dalam tiga siklus. Subyek penelitian adalah 21 siswa kelas VII C pada suatu SMP di Sentani. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa lembar tes tertulis, lembar observasi, lembar angket siswa, dan pedoman wawancara. Pengolahan data kuantitatif pada penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif sedangkan data kualitatif menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa penerapan metode drill dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada materi himpunan dengan persentase siswa yang mencapai KKM pada siklus I, II dan III sebesar 52%, 71%, dan 86%. Selain melaksanakan langkah-langkah metode drill, pada penelitian ini juga dilakukan hal-hal sebagai berikut: (1) mereview materi, (2) memberikan motivasi, (3) menekankan konsep penting, (4) mengecek pemahaman siswa, (5) melibatkan seluruh siswa mengerjakan soal yang bervariasi, (6) membimbing siswa yang mengalami kesulitan, (7) memperbaiki kesalahan secara individual dan klasikal, serta (8) mengingatkan siswa tentang waktu dan ketelitian. 
ANALISIS KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA [AN ANALYSIS OF INTERPERSONAL COMMUNICATION BETWEEN TEACHERS AND STUDENTS IN LEARNING MATHEMATICS] Ndraha, Yanuar Rahmat; Appulembang, Oce Datu
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 4, No 1 (2020): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v4i1.2000

Abstract

Communication is a representation of God's nature in humans who are created in His image -- Imago Dei -- and therefore, part of the nature of teachers and students. One form of communication in learning is interpersonal communication. Interpersonal communication helps teachers and students learn and carry out learning, and can fosters students' interest in learning mathematics. Based on the authors’ observations and reflections when teaching at school X, interpersonal communication in learning mathematics was present, but students were still noisy, sleeping, and did not listen to the teacher which resulted in a lack of understanding of the basic mathematical concepts. Based on this, this paper aims to analyze interpersonal communication between teachers and students in learning mathematics. The research methods is a literature review. The results of the analysis show that interpersonal communication fosters students' interest in learning mathematics. The problems that occur are due to a lack of self-confidence, a lack of recognition of students, and less attention to important factors in interpersonal communication. To overcome these three factors, it is necessary to build students’ self-confidence by fostering a positive perception of students' abilities and building a good community with teachers and the existing support system.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Komunikasi merupakan representasi natur Allah dalam diri manusia sebagai Imago Dei. Oleh karena itu, komunikasi merupakan natur dari guru dan siswa. Salah satu jenis komunikasi yang tepat dalam pembelajaran matematika adalah komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal membantu guru dan siswa dalam belajar dan menjalankan pembelajaran, misalnya, menumbuhkan minat siswa dalam belajar matematika. Hasil observasi dan refleksi mengajar penulis di sekolah X menunjukkan terjadinya komunikasi interpersonal pada pembelajaran matematika, namun siswa masih ribut, tidur, dan kurang mendengarkan guru dalam pembelajaran yang mengakibatkan pemahaman akan konsep dasar matematika  kurang. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis komunikasi interpersonal antara guru dan siswa di dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian ini adalah kajian literatur. Hasil analisis menunjukkan komunikasi interpersonal menumbuhkan minat belajar siswa terhadap matematika. Hal ini disebabkan karena kurangnya kepercayaan diri, kurangnya pengenalan akan siswa dan kurang memperhatikan faktor-faktor penting dalam komunikasi interpersonal. Untuk mengatasi ketiga faktor tersebut, maka siswa perlu dibangun rasa percaya diri, dengan cara menumbuhkan persepsi positif terhadap kemampuan diri dan membangun komunitas yang baik dengan guru dan support system yang ada.
Penerapan Metode Drill Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas IX Materi Statistika di Smp Kristen Rantepao [The Implementation of the Drill Method to Improve Cognitive Learning Outcomes of Grade 9 Students Studying Statistics at a Christian Junior High School in Rantepao] Astuningtias, Kezia Irene; Appulembang, Oce Datu
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 1, No 1 (2017): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v1i1.718

Abstract

In mathematics learning, the learning outcomes that are most often measured are the cognitive outcomes because they can be used in evaluating students’ achievement in the things they have learned. This research aimed to see whether the implementation of a drill method can improve the learning outcomes. The method used in this research is Classroom Action Research (CAR) using Kemmis & McTaggart’s model. This research was done in two cycles at a Christian junior high school in Rantepao in October 2016. The subjects were grade 9 students at the school. The instruments used in this research were mentor and peer observations, student’s questionnaire, and tests. The research concluded that the implementation of the drill method improved the cognitive learning outcomes of grade 9 students at the school.ABSTRAK BAHASA INDONESIA: Dalam pelajaran matematika, hasil belajar yang paling sering diukur adalah hasil belajar kognitif karena itu dapat dijadikan bahan evaluasi untuk mengetahui pencapaian siswa akan hal yang sudah dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah penerapan metode drill dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart. Penelitian dilakukan di SMP Kristen Rantepao pada kelas IX pada Oktober 2016 dalam dua siklus. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi mentor dan teman sejawat, lembar angket siswa, dan tes. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan metode drill dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas IX materi Statistika di SMP Kristen Rantepao.
The Implementation of Interactive Multimedia in Encouraging Students' Participation in Distance Learning Ndun, Chika Reyvione; Appulembang, Oce Datu
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v8i2.9796

Abstract

The Covid-19 pandemic has necessitated schools to conduct distance learning. Teachers and students do not have face-to-face interactions in the classroom. Schools have implemented policies to reduce instructional hours. Teachers and students have had to adapt to these conditions. Christian education views students as creations of God, made in His image and likeness. Students are created by God with different abilities and uniqueness. Teachers play the role of facilitators in the classroom, preparing interactive teaching materials, methods, and learning media. Students participate by providing responses, asking questions, giving opinions in discussions, and being able to follow instructions and rules during the learning process. During teaching practice, there was an issue of low student participation. The purpose of this writing is to describe the use of interactive learning media that can encourage active student participation during remote learning. The research method used is descriptive qualitative. Interactive learning media has an impact on the level of student participation. The design of interactive multimedia includes features such as images, sound, graphics, video, and animation that can capture students' attention. When combined with good content, this media design can enhance student participation. Teachers need to pay attention to students' needs, uniqueness, and potential. Teachers should learn to use technology in designing interactive learning media. The design of interactive learning media should be done with careful preparation.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN FASILITATOR BELAJAR Appulembang, Oce Datu; Munthe, Ashiong Parhehean; Kusumah, Indra Praja; Ani, Yubali
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2068

Abstract

Pendampingan belajar bagi siswa menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi anak usia sekolah. Rendahnya perekonomian masyarakat salah satu daerah pinggiran Bogor dapat menjadi salah satu kendala terpenuhinya kebutuhan ini. Pendidikan merupakan salah satu pendekatan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan juga memperbaiki taraf hidupnya. Oleh sebab itu, Yayasan Emmanuel yang berpusat di Sentul memberikan bantuan dana pendidikan bagi sekelompok siswa SMK. Salah satu kerinduannya adalah sekelompok siswa ini dapat memberikan dampak bagi lingkungan tempat tinggalnya dalam hal pendidikan. Mereka diharapkan dapat memberikan pendampingan yaitu sebagai fasilitator belajar bagi anak-anak usia sekolah di sekitarnya. Namun kendalanya adalah siswa SMK tersebut belum memiliki pengalaman bahkan mereka pun membutuhkan pendampingan untuk menjadi fasilitator belajar. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada siswa SMK untuk menjadi fasilitator belajar. Adapun pelaksanaan kegiatan ini merupakan sebuah workshop yang diadakan setiap dua minggu sekali dalam satu semester di Sentul. Kegiatan ini memberikan dampak yang positif bagi para peserta pelatihan dan pendampingan. Sebagai fasilitator belajar, mereka dapat mempraktikkan secara langsung hasil pelatihan ini terhadap adik-adik yang didampingi baik secara kognitif, psikomotor, keaktifan belajar maupun karakter. Mereka lebih siap dan percaya diri untuk menjadi fasilitator belajar. Mereka juga dapat mengaplikasikannya dalam mengatasi kesulitan belajarnya maupun adik-adiknya bimbingannya. Kata Kunci : fasilitator belajar, pelatihan, pendampingan
PENINGKATAN KEMAMPUAN NUMERASI ANAK-ANAK USIA DINI DAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI DESA TANJUNG BURUNG BANTEN Andriani, Neneng; Gunanto, Yohanes Edi; Silitonga, Bertha Natalina; Sari, Ganda; Appulembang, Oce Datu
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2289

Abstract

Kemampuan numerasi adalah keterampilan dalam memahami, menggunakan, dan menginterpretasikan angka serta informasi kuantitatif. Kemampuan numerasi penting bagi anak-anak karena memberi dasar yang kuat dalam matematika dan kehidupan sehari-hari untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, berpikir kritis, dan penalaran yang logis. Kemampuan numerasi inilah yang menjadi permasalahan di Desa Tanjung Burung Banten, di mana 60% anak-anak usia dini (TK A dan TK B) dan anak-anak usia sekolah dasar belum memiliki kemampuan numerasi yang baik. Beberapa faktor penyebabnya adalah faktor ekonomi keluarga sehingga kebutuhan sarana dan prasarana pembelajaran yang mendukung kebutuhan anak-anak dalam belajar tidak terpenuhi, metode pembelajaran yang monoton, dan media pembelajaran yang kurang menarik. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan bekerja sama dengan Mobil Pintar sebagai mitra bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi anak-anak usia dini dan anak usia sekolah dasar di Desa Tanjung Burung Banten. Melalui metode pembelajaran yang kreatif dan penyediaan buku-buku bacaan melalui Mobil Pintar dihasilkan peningkatan kemampuan numerasi anak-anak usia dini dan anak usia sekolah dasar di Desa Tanjung Burung Banten.
Pembentukan Kelompok Belajar untuk Siswa pada Pembelajaran Daring Utami, Dewi Sri; Appulembang, Oce Datu
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/06103.2022

Abstract

The Covid-19 pandemic has brought changes in human life. The learning process that was originally carried out directly in the classroom, now has to be done at home by utilizing technology and internet networks. Online learning makes communication between students and their friends limited and students’ ability to work together is reduced. For this reason, as a teacher, you must be able to design learning methods that can make students still able to have good communication with their friends. The method of forming study groups for students is one of the effective methods used in the midst of online learning as it is today. Therefore, the purpose of writing this paper is to explain the importance of group formation methods in developing student collaboration from a Christian perspective. This paper was prepared using a descriptive qualitative research method. Christian teachers when dividing students into groups, must divide fairly and see students as valuable creations in the likeness and image of God. So that in the learning process in groups, Christian teachers must be able to guide students not only to learn about love but to be able to practice love itself in their groups. The existence of a group formation method is not only useful for developing student collaboration skills, but also allows students to appreciate every difference that exists in their group.Pandemi Covid-19 membawa perubahan dalam hidup manusia. Proses pembelajaran yang semula dilakukan secara langsung di kelas, kini harus dilakukan di rumah masing-masing dengan memanfaatkan teknologi dan jaringan internet. Pembelajaran yang dilakukan secara daring, membuat komunikasi siswa dengan temannya menjadi terbatas dan kemampuan siswa dalam bekerja sama menjadi berkurang. Untuk itu, sebagai guru harus bisa merancang metode pembelajaran yang dapat membuat siswa tetap bisa memiliki komunikasi yang baik dengan teman-temannya. Metode pembentukan kelompok belajar untuk siswa menjadi salah satu metode yang efektif digunakan di tengah pembelajaran daring seperti sekarang ini. Maka dari itu, tujuan penulisan paper ini untuk memaparkan tentang pentingnya metode pembentukan kelompok dalam mengembangkan kerja sama siswa ditinjau dari perspektif Kristen. Paper ini disusun dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Guru Kristen pada saat membagi siswa ke dalam kelompok, harus membagi dengan adil dan melihat siswa sebagai ciptaan berharga yang serupa dan segambar dengan Allah. Sehingga dalam proses pembelajaran di kelompok, guru Kristen harus bisa menuntun siswa untuk tidak hanya belajar tentang kasih tetapi mampu mempraktikkan kasih itu sendiri di dalam kelompoknya. Adanya metode pembentukan kelompok, tidak hanya berguna untuk menembangkan keterampilan kerja sama siswa, tetapi membuat siswa bisa menghargai setiap perbedaan yang ada di dalam kelompoknya. 
PROBLEM SOLVING ABILITY OF STUDENTS WITH COGNITIVE IMPULSION STYLE BASED ON SOLO TAXONOMY Appulembang, Oce Datu; Tamba, Kimura Patar
Journal of Honai Math Vol. 4 No. 2 (2021): Journal of Honai Math
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jhm.v4i2.176

Abstract

The problem-solving ability between reflective and impulsive subjects from several studies shows that reflective subjects are always superior than impulsive subjects. The purpose of this study was to identificate and to describe students' problem-solving abilities with impulsive cognitive style in solving superitem test problems and their characteristics. This research is a qualitative descriptive study. The data collection techniques used were the MFFT test, the superitem test, and interviews. Based on the results of the superitem test, it shows that the two impulsive subjects have differences in achieving the level of problem-solving ability thinking. Impulsive-01 subjects can reach all thinking levels based on SOLO taxonomy while impulsive-02 subjects can only solve problems at the unistructural level. Although the research shows that the impulsive-01 subject has the characteristics of being fast, less accurate, less thorough, and seeming rushed in solving problems, the subject can finish up to the extended abstract level. The impulsive-02 is able to connect by making assumptions in solving the problem, it's just that the inability to solve this problem due to not understand the problem.
Penerapan Metode Drill Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas IX Materi Statistika di Smp Kristen Rantepao [The Implementation of the Drill Method to Improve Cognitive Learning Outcomes of Grade 9 Students Studying Statistics at a Christian Junior High School in Rantepao] Astuningtias, Kezia Irene; Appulembang, Oce Datu
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 1 No. 1 (2017): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v1i1.718

Abstract

In mathematics learning, the learning outcomes that are most often measured are the cognitive outcomes because they can be used in evaluating students’ achievement in the things they have learned. This research aimed to see whether the implementation of a drill method can improve the learning outcomes. The method used in this research is Classroom Action Research (CAR) using Kemmis & McTaggart’s model. This research was done in two cycles at a Christian junior high school in Rantepao in October 2016. The subjects were grade 9 students at the school. The instruments used in this research were mentor and peer observations, student’s questionnaire, and tests. The research concluded that the implementation of the drill method improved the cognitive learning outcomes of grade 9 students at the school.ABSTRAK BAHASA INDONESIA: Dalam pelajaran matematika, hasil belajar yang paling sering diukur adalah hasil belajar kognitif karena itu dapat dijadikan bahan evaluasi untuk mengetahui pencapaian siswa akan hal yang sudah dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah penerapan metode drill dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart. Penelitian dilakukan di SMP Kristen Rantepao pada kelas IX pada Oktober 2016 dalam dua siklus. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi mentor dan teman sejawat, lembar angket siswa, dan tes. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan metode drill dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas IX materi Statistika di SMP Kristen Rantepao.