Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Life Science

EFEKTIFITAS SALEP EKSTRAK BATANG PATAH TULANG (Euphorbia tirucalli) PADA PENYEMBUHAN LUKA SAYAT TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) Qomariah, Siti; Lisdiana, Lisdiana; Christijanti, Wulan
Life Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa aktif yang terkandung dalam batang patah tulang yaitu glikosida, sapogenin dan asam elagat. Senyawa yang membantu mempercepat penyembuhan luka sayat yaitu senyawa sapogenin, karena senyawa sapogenin bermanfaat mempengaruhi pembentukan kolagen (tahap awal perbaikan jaringan). Tujuan penelitian adalah mengkaji ekstrak batang patah tulang dalam bentuk salep pada penyembuhan luka sayat tikus putih serta menentukan dosis dan waktu tercepat pada penyembuhan luka sayat. Penelitian menggunakan design post test yaitu dengan mengambil data setelah perlakuan, rancangan yang digunakan rancangan acak lengkap (RAL). Sampel yang digunakan yaitu 20 ekor tikus putih jantan galur Wistar umur 2 bulan yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu dengan poviodin iodine 10% sebagai kontrol positif, salep dengan dosis 5%, 10% dan 20%. Perlakuan diberikan selama 13 hari. Pengambilan data dengan mendokumentasikan dan mencatat waktu penyembuhan luka sayat. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan waktu tercepat pada penyembuhan luka sayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salep dosis 5% dan 10% hasilnya tidak ada perbedaan. perlakuan salep dosis 10% lebih optimal dalam mempercepat penyembuhan luka sayat tikus putih dilihat pada hari ke-9 luka sudah sembuh dengan adanya jaringan baru. Sedangkan pada dosis 20% kurang optimal dalam mempercepat penyembuhan luka sayat dilihat pada hari ke-13. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian salep dosis 10% dosis paling optimal dalam mempercepat penyembuhan luka sayat tikus putih dengan melihat waktu penyembuhan tercepat pada tikus putih.Active compounds contained in the stem fractures are glycosides , sapogenin and elagat acid . Compounds that help speed healing cuts that sapogenin compounds , as useful sapogenin compounds affect the formation of collagen ( the early stages of tissue repair ) . The purpose of the study is to assess the fracture stem extract in the form of ointment in healing cuts mice and to determine the dose and the fastest time in the healing of cuts . Research using post-test design is to take data after treatment , the design used a completely randomized design ( CRD ) . The samples used were 20 white male rats of the Wistar strain aged 2 months were divided into 4 groups, with 10 % poviodin iodine as a positive control , an ointment at a dose of 5 % , 10 % and 20 % . Treatment was given for 13 days . Data retrieval with document and record cuts healing time . Data were analyzed descriptively by comparing the fastest time in the healing of cuts . The results showed that the dose ointment 5 % and 10 % the result is no difference . Treatment ointment 10 % more optimal dose in accelerating the healing of cuts seen white mice on day 9, the wound had healed with the new tissue. While at 20 % less than optimal dose in accelerating healing cuts seen at day 13 . Based on the results of this study concluded that the administration of a dose of 10 % ointment most optimal dose in accelerating the healing of cuts of white mice by looking at the fastest healing time in rats .
Efektivitas Pemberian Tepung Maggot BSF (Black Soldier Fly) pada Pakan terhadap Kualitas Telur Burung Puyuh Nisa', Lailatun Nisa'; Peniati, Endah; Marianti, Aditya; Lisdiana, Lisdiana; Christijanti, Wulan
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.65203

Abstract

Tepung ikan mempunyai harga yang relative tinggi, sehingga diperlukan penambahan pakan dengan kandungan protein yang tidak kalah dengan tepung ikan seperti tepung maggot Black Soldier Fly (BSF). Maggot Black Soldier Fly (BSF) merupakan larva lalat Hermetia Illucens yang dapat digunakan sebagai sumber pakan protein yang sangat baik. Tujuan penelitian yaitu menganalisis efektivitas tepung maggot BSF yang dicampur dalam pakan terhadap indeks kuning telur, bobot telur, diameter telur, dan kadar protein telur burung puyuh. Metode penelitian yang digunakan menggunakan rancang acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Puyuh dipelihara selama 3 bulan. Data dianalisis secara statistic, apabila ada perbedaan pengaruh dintara perlakuan maka dilanjutkan dengan uji jarak Berganda Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan kualitas telur burung puyuh yang diberikan pakan berupa tepung maggot memiliki pengaruh yang berbeda nyata secara signifikan antara tiap perlakuan. Simpulan yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa tepung maggot dapat meningkatkan kualitas telur burung puyuh.
Aktivitas Antioksidan Daun Kelor (Moringa oleifera) pada Tikus Diabetik Induksi Aloksan Priyanto, Yudi; Christijanti, Wulan; Lisdiana, Lisdiana; Marianti, Aditya
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.65968

Abstract

Hiperglikemia sebagai indikator penyakit diabetes melitus merupakan kondisi gula darah yang melebihi kadar normal yang menghasilkan radikal bebas (ROS) sebagai stress oksidatif yang akan ditangani oleh antioksidan endogen terutama superoksida dismutase (SOD), Glutationin peroksidase dan katalase. Stres oksidatif akan menyebabkan reaksi peroksidasi lipid yang menghasilkan Malondialdehid (MDA). Antioksidan eksogen pada daun kelor dapat berpotensi sebagai penangkal radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis aktivitas antioksidan daun kelor (moringa oleifera) pada tikus diabetik yang di induksi aloksan. Kondisi Hiperglikemia didapatkan dengan penginduksian aloksan 125 mg/KgBB. Rancangan penelitian ini merupakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan hewan coba sebanyak 24 ekor tikus galur wistar. Tikus dibagi kedalam 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol atau tikus hiperglikemia (K), kemudian tikus hiperglikemia yang diberi perlakuan dengan ekstrak daun Moringa oleifera pada dosis 200 mg/KgBB (P1), 400 mg/KgBB (P2) dan 600 mg/KgBB (P3). Perlakuan dilakukan dengan pemberian ekstrak daun kelor sebanyak masing-masing dosis secara per oral selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar MDA pada kelompok K memiliki kadar MDA tertinggi (9,77 mmol/ml) dan semakin menurun sejalan dengan ditambahkannya dosis ekstrak daun kelor yaitu P1 (5,91 mmol/ml), P2 (4,10 mmol/ml), dan P3 (2,70 mmol/ml). Sedangkan aktivitas enzim SOD kelompok K merupakan yang terrendah yaitu 19,05% dan meningkat seiring dengan jumlah pemberian ekstrak daun kelor, yaitu P1 (32,67%), P2 (55,06%), dan P3 (62,37%). Simpulan yang diambil adalah ekstrak daun kelor dapat membantu menurunkan kadar MDA dan meningkatkan Kadar SOD.
Analisis Perbandingan Kadar Hemoglobin, Jumlah dan Struktur Eritrosit pada Lima Kelas Vertebrata Jabar, Muhammad Abdul; Ramadhanti, Shifa; Purnamaningrum, Sisilia Prita Dewi; Christijanti, Wulan
Life Science Vol 12 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i2.76310

Abstract

The size, shape of cells, number of erythrocytes and hemoglobin content between each class of animal can be different. This study aims to examine the comparison of hemoglobin levels, number and structure of erythrocytes in five classes of vertebrates. The animal blood used in this study consisted of five species representing each class, namely Clarias batrachus representing the pisces, Bufo sp. represents the amphibian, Varanus salvator represents the reptile, Columba livia represents the aves, and Mus musculus represents the mammal. Hemoglobin levels were tested using the Sahli method, while the number and structure of erythrocytes used a hemocytometer and Neubauer counting chamber which were observed under a microscope with a magnification of 40x10. The results showed that hemoglobin levels in Clarias batrachus, Bufo sp., Varanus salvator, Columba livia, and Mus musculus were 3.8 g/dl, 6.8 g/dl, 10.4 g/dl, 10 .8 g/dl, and 8.2 g./dl. The number of erythrocytes was 780,000/mm3, 320,000/mm3, 1,900,000/mm3, 3,270,000/mm3, and 3,960,000/mm3, respectively. In terms of erythrocyte structure, it was found that Clarias batrachus has a round structure with a nucleus, Bufo sp., Varanus salvator, and Columba livia have an oval shape with a nucleus, while Mus musculus has a biconcave disc shape without a nucleus. The conclusion of this study shows that the highest hemoglobin levels are found in Columba livia and the lowest in Clarias batrachus. The highest number of erythrocytes was found in Mus musculus, and the lowest in Bufo sp. All erythrocytes in the vertebrate class have a nucleus, except in mammals
Co-Authors - Suprihatin, - Aditya Marianti Alfiatun N, Alfiatun Amanatul Munawaroh, Amanatul Andreas Priyono Budi Prasetyo Anggoro, Naufal Sebastian Anisa Dewi Sri Puspitasari Ari Yuniastuti Arya Iswara Arya Iswara Aulia, Maliqa Ayu Etna Ningtyas, Ayu Etna Azkiyah, Nimas Catur Badingatus Sholihah Bagus Hammam Falah Cahya Buana Damar Galih Dewi Mustikaningtyas Dimarti, Safira Chaerani Dimarti, Safira Chairani Edward Louis Krey Eling Purwantoyo Ely Rudyatmi, Ely Endah Peniati Falistina, Amna Fifti Istiklaili, Fifti Fitri Arum Sasi, Fitri Arum Fonda, Sarah Shabrina Hammam, Bagus Ibnul Mubarok Jabar, Muhammad Abdul Kartika Widyaningrum Kikie Septiyana, Kikie Kusuma, Putri Patria Kusuma, Zeni Herawati Laraswati, Vivi Anggraeni Lina Herlina Lisdiana Lisdiana M.A. Sunny Maridah Nurjanah, Maridah Martien Herna Susanti Maulana, Silvia Faori Mighfar Khamida, Mighfar Mirtaati Na’ima Mohamed, Mohd Salim Bin Mu’afy, Faizal Daffa Na’ima, Mirtaati Nana Kariada Trimartuti Ning Setiati Nisa', Lailatun Nisa' Nissa, Ma’isyatun Noor Aini Habibah Nugrahaningsih WH Nugrahaningsih, WH Nur Rahayu Utami Nur Rahayu Utami Nuryanti, Novi Pauline, Maretha Putri Pramesti Dewi Priyanto, Yudi Purnamaningrum, Sisilia Prita Dewi Putri, Komala Amelia R Susanti R. Susanti R. Susanti R. Susanti Rakainsa, Senda Kartika Ramadhanti, Shifa Ramasamy, Sujatha Rismanika Anggraeni, Rismanika Rizki Raharyu Noviami, Rizki Raharyu Rizki Raharyu, Rizki Sasabila Mumtaz Sekar Dwi Ardianti Senda Kartika Rakainsa Sholihah, Badingatus Sigit Saptono Siti Harnina Bintari Siti Qomariah, Siti Sriyadi , Sriyadi Sriyadi Sriyadi, Sriyadi Stephani Diah Pamelasari, Stephani Diah Sumad Sumad Sumad Sumad, Sumad Supriyanto - Suryonegoro, Bayu Murti Tsaniyah, Nurotun Najmatus Udin Ahmad Syahri, Udin Ahmad Wardani, Agata Iswiana Diah Widyaningrum, Kartika Wijaya, Ifan Badra Wiwi Isnaeni Woro Sumarni Yudi Priyanto Zaenafree, Intan