Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

REINTERPRETASI DRAMATURGI LAKON KEBUN CERI KARYA ANTON P CHEKHOV TERJEMAHAN ASRUL SANI Yuliana Fitri; Saaduddin Saaduddin
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2018): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v4i2.529

Abstract

Dramaturgi lakon Kebun Ceri karya Anton P Chekhov terjemahan Asrul Sani merupakan reinterpretasi terhadap lakon realisme untuk mewujudkan tafsir terhadap dramatik panggung, dikaitkan dengan latar kebudayaan lakon sebagai kontribusi pemahaman lebih terhadap kehidupan politik, sosial dan ekonomi masyarakat Rusia. Perancangan dramaturgi diimplementasikan melalui rancangan penokohan sebagai acuan memperkuat dramatik panggung pada lakon yang terbagi dari;  rancangan adegan, pemeranan, kostum dan rias. Kerja dramaturgi mengacu kepada penggambaran artistik dan musik yang realistik disesuaikan dengan penafsiran terhadap lakon aliran realisme.
PARABOLIC DRAMA: PENYANGKALAN TEORETIK TERHADAP TEATER ABSURD Susandro Susandro; Afrizal H; Saaduddin Saaduddin; Edy Suisno
Melayu Arts and Performance Journal Vol 3, No 1 (2020): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v3i1.1342

Abstract

ABSTRACTSamuel Beckett's Waiting for Godot is one of the dramas that Martin Esslin calls the Absurd Theater. Furthermore, For Esslin, Theater of the Absurd is not only a term but a theater theory to know conventions and understand the meaning of a drama. In this way, Esslin puts the Absurd Theater into the trajectory of the development of the world's theater arts style, as well as leading the reader or audience to a perception that the life or routine that humans live in is meaningless, pointless and futile. However, the Theater of the Absurd, in the view of Michael Y. Bennett, a term that is supported by unstructured and abstract concepts. Therefore, it is necessary to develop an alternative, a term which he calls Parabolic Drama. A more structured term in understanding Waiting for Godot and other dramas that contain parallel philosophical values. This article tries to explain the dialectic of the two theater theories above, the extent to which they can bind one drama and encompass another drama. ABSTRAKWaiting for Godot karya Samuel Beckett merupakan salah satu drama yang disebut dengan istilah Teater Absurd oleh Martin Esslin. Lebih jauh, Bagi Esslin, Teater Absurd tidak hanya suatu istilah melainkan teori teater untuk mengetahui konvensi serta memahami makna suatu drama. Dengan begitu, Esslin menempatkan Teater Absurd ke dalam lintasan perkembangan gaya seni teater dunia, sekaligus menggiring pembaca atau penonton pada suatu persepsi bahwa kehidupan atau rutinitas yang dijalani manusia tidaklah bermakna, tidak ada tujuan dan sia-sia. Namun, Teater Absurd, menurut pandangan Michael Y. Bennett, istilah yang didukung oleh konsep-konsep yang tidak terstruktur serta abstrak. Oleh karena itu, perlu dibangun suatu alternatif,istilah yang disebutnya dengan Parabolic Drama.Istilah yang lebih terstruktur dalam memahami Waiting for Godotserta drama lain yang mengandung nilai filosofis yang sejajar.Artikel ini mencoba memaparkandialektika kedua teoriteater di atas,sejauh mana keduanya dapat mengikat suatu drama dan melingkupi drama lainnya.                                                                                                                                    
KONSEP BULUIH DALAM PERTUNJUKAN LUAMBEK PADA MASYARAKAT SICINCIN DI MINANGKABAU Yusfil Yusfil; Saduddin Saaduddin; Sabri Gusmail
Studi Budaya Nusantara Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luambek adalah  seni pertunjukan yang diakui sebagai salah satu bentuk seni untuk mensahkan keberadaan Penghulu yang baru diberi gelar Datuk pada masyarakat Sicincin di Minangkabau. Sebagai salah satu bentuk seni pertunjukan, luambek tidak dibolehkan tampil jika tidak seizin ninik mamak (Penghulu) kaum dalam adat masyarakat Sicincin tersebut, sehingga untuk mempertunjukkannya ia memiliki aturan – aturan yang harus dijalankan. Tempat pertunjukan, para pemain, dan waktu pertunjukan merupakan triangle yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Konsep buluih menjadi patokan utama untuk mengharumkan nama baik kaum. Menggunakan data kualitatif, tulisan ini disajikan secara analisis deskriptif
WUJUD MISKOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PERTUNJUKAN TEATER Ba A Ka Ba A AHMAD RIDWAN FADJRI; SAADUDDIN SAADUDDIN
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 2 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.56 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v23i2.1702

Abstract

ABSTRAK Proses berbagi informasi tentang sebuah kabar secara interpersonal mempunyai suatu kelemahan sehingga terjadi miskomunikasi.  Adapun miskomunikasi interpersonal dapat menimbulkan berbagai dampak disintegrasi. Miskomunikasi interpersonal dapat melakukan berbagai rekayasa fakta dan data sehingga dapat berdampak dalam lintas budaya, dan batas wilayah Negara akibat pengaruh teknologi. Fenomena miskomunikasi interpersonal sebagai ide mewujud  dalam karya teater berjudul Ba A Ka Ba A. Baa? Kaba’a? merupakan bentuk frasa berkonotasi negatif yang bernuansa pesimis,  yang digunakan memperlihatkan kepasarahan menghadapi situasi sulit. Namun Baa? Kaba’a? juga merupakan bentuk frasa yang berkonotasi positif bernuansa optimis. Tergambar dalam keseharian masyarakat di Minangkabau digunakan untuk memperlihatkan rasa semangat dan harapan tinggi. Menggunakan gaya teater kejam (cruelty theater) Artaud, tubuh aktor dan komposisi panggung menjadi medium kolaborasi menggarap tema Baa? Kaba’a? sebagai objek formal penciptaan. Pada temuan di penciptaan, dampak miskomunikasi interpersonal dapat hadir dengan format yang berbeda di atas panggung.ABSTRACTThe process of interpersonally sharing information about a piece of news has a weakness, so miscommunication occurs. Interpersonal miscommunication can cause various effects of disintegration. Interpersonal miscommunication can carry out multiple engineering facts and data to impact cultures and national boundaries due to the influence of technology. The phenomenon of interpersonal miscommunication as an idea manifests itself in a theatrical work entitled Ba A Ka Ba A. Baa? Kaba'a? is a form of phrase with a negative connotation and a pessimistic nuance, which shows the marketability of facing difficult situations. But Baa? Kaba'a? is also a positive definition and an optimistic nuance. It is depicted in the daily life of people in Minangkabau, and it is used to show a sense of enthusiasm and high hopes. Using Artaud's Cruelty Theatre, the actors' bodies and stage compositions serve as a medium for collaboration on the theme of Baa? Kaba'a? as a formal object of creation. On the findings at design, the impact of interpersonal miscommunication can present in different formats on stage.
RE-READING THE HISTORY OF BODY IN MENITI JEJAK TUBUH BY SHERLI NOVALINDA Roza Muliati; Wahida Wahyuni; Saaduddin Saaduddin
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 24, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.158 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v24i1.1350

Abstract

This paper explains how the body narrates its own history in a dance work Meniti Jejak Tubuh by Sherli Novalinda. The reading of the history of the body aims to explain how does the choreographer rereads the body in creating a new and different bodily practices. This paper is a result of an artistic research by using an embodiment approach and aesthetics of experience perspective. Data was collected through interviews and textual analysis methods. The results of the analysis reveal that Sherli Novalinda in her dance work Meniti Jejak Tubuh presents a rereading of her body history through an experimental creation process. The choreographer narrated the history of her body as a women inheritated Kerinci culture by borrowing another body in an experimentative process, cross-culture and gender, in order to create a new body narrative, the body in between.Keywords: Body History; Dance; Sherli Novalinda MEMBACA ULANG SEJARAH TUBUH DALAM PENCIPTAAN TARI MENITI JEJAK TUBUH KARYA SHERLI NOVALINDAAbstrakTulisan ini menjelaskan bagaimana tubuh menarasikan sejarahnya sendiri dalam tari Meniti Jejak Tubuh karya Sherli Novalinda. Pembacaan terhadap sejarah tubuh dalam karya tari ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana koreografer membaca kembali tubuhnya dalam menciptakan praktik ketubuhan yang baru dan berbeda. Tulisan ini merupakan hasil dari sebuah riset artistik dengan menggunakan pendekatan ketubuhan (embodiment) dan perspektif estetika pengalaman (aesthetics of experience). Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara dan analisis tekstual. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sherli Novalinda dalam karya Meniti Jejak Tubuh menghadirkan pembacaan terhadap sejarah tubuhnya melalui proses penciptaan yang eksperimentatif. Koreografer menarasikan sejarah tubuhnya sebagai perempuan yang mewarisi budaya Kerinci dengan meminjam tubuh orang lain dalam proses eksperimentasi yang lintas budaya dan gender hingga menciptakan sebuah narasi tubuh yang baru, tubuh in-between. Kata kunci: Sejarah Tubuh; Dance; Sherli Novalinda 
PERTUNJUKAN TEATER EKSPERIMENTAL HUHH HAHH HIHH: SEBUAH KOLABORASI TEATER TARI Saaduddin Saaduddin; Sherli Novalinda
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 1 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1738.501 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v19i1.128

Abstract

Pertunjukan teater berjudul   Huhh..Hahh..Hihh. berangkat dari dua rumusan penting, yakni: (1) Bagaimana mewujudkan pertunjukan Huhh..Hahh..Hihh. melalui kerja kolaborasi teater dan tari?; dan (2) Bagaimana pengkarya mampu memberikan penekanan bentuk eksperimental dengan mengangkat issu zat aditif dalam keseharian kita sebagai sumber penciptaan pertunjukan? Karya ini digarap dengan menghadirkan unsur  teaterikal, tari dan performance art sebagai spektakel di atas panggung. Aspek visual pertunjukan dibangun dengan bentuk pemanggungan yang simbolis
ANALISIS BENTUK, FUNGSI DAN MAKNA PERTUNJUKAN TEATER TANAH IBU SUTRADARA SYUHENDRI Saaduddin Saaduddin
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 18, No 1 (2016): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1482.125 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v18i1.83

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan secara deskriptif struktur dari lakon teater Tanah Ibu, sutradara Syuhendri dari Sumatera Barat yang berguna untuk menemukan fungsi dan makna pertunjukan. Penjelasan deskriptif meliputi: pertama, yang berkaitan dengan struktur yang meliputi aspek ruang, waktu, suasana, dan alur. Kedua, fungsi dan makna dari pertunjukan teater Tanah Ibu. Berdasarkan hasil analisis terhadap data ditarik kesimpulan, bahwa fungsi dan makna teater Tanah Ibu memiliki suatu relasi terhadap kebudayaan Minangkabau yang merupakan bentuk dialektika terhadap budaya merantau.
Fungsi Sandiwara Amal Di Masyarakat Desa Pulau Belimbing, Kec Bangkinang Barat, Kab Kampar Provinsi Riau Hasan Hasan; Saaduddin Saaduddin
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.867 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i1.25

Abstract

Sandiwara Amal merupakan bentuk pertunjukan teater yang hidup di tengah masyarakat Desa Pulau Belimbing, Kecamatan Bangkinang Barat, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Sebagai teater Rakyat yang hadir pasca kemerdekaan Republik   Indonesia,   kesenian   ini  terus  dipertunjukkan   sebagai   bagian  dari kehidupan  masyarakat   Desa  tersebut.  Sebagai  media  pertemuan   masyarakat pasca  perayaan  Idul  Fitri  maupun  dalam  kegiatan  sosial,  kesenian  ini  diteliti untuk menemukan fungsi dari pertunjukan tersebut. Penelitian ini penulis telaah dalam kontek fungsi sosial, merujuk pada pemikiran Talcot Parsons yang dilihat dari proses sosial dikehidupan  masayarakat  sebagai  bentuk makna,  simbol  dan informasi. Menggunakan data kualitatif, penelitian ini dianalisis secara deskriptif.
RECOMBINATION OF MINANGKABAU TRADITIONAL ARTS IN ALAM TAKAMBANG JADI BATU BY KOMUNITAS SENI NAN TUMPAH IKHSAN SATRIA IRIANTO; SAADUDDIN SAADUDDIN; SUSANDRO SUSANDRO; NOLLY MEDYA PUTRA
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 1 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.566 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v22i1.1039

Abstract

This study aims to find out how the exploration of Minangkabau traditional art carried out by the Nan Tumpah Art Community (KSNT) in the Alam Takambang Jadi Batu by Mahatma Muhammad. KSNT is an art group from Padangpariaman which has a tendency to utilize Minangkabau traditional art as its artistic material. In efforts to explore the Minangkabau traditional art in the work of Alam Takambang Jadi Batu, the research method used is a qualitative method with an interpretive descriptive approach. Based on the results of the study it can be concluded, KSNT utilizes and processes Minangkabau traditional arts, such as Randai, Indang and Tupai Janjang. The conclusion obtained from this research is that KSNT utilizes traditional art as an effort to revitalize traditional arts for modern aesthetic needs. KSNT calls this traditional art exploration process a "recombination of traditional art"  
FROM POETRY TO PERFORMANCE; A TEXT ANALYSIS OF NOSTALGIA SEBUAH KOTA BY ISWADI PRATAMA, A REVIEW OF POST-DRAMATIC DRAMATURGY (DARI PUISI KE PEMENTASAN; TEKS TEATER NOSTALGIA SEBUAH KOTA KARYA ISWADI PRATAMA DALAM TINJAUAN DRAMATURGI POSTDRAMATIK) Gusrizal Gusrizal; Dede Pramayoza; Afrizal H; Saaduddin Saaduddin; Rusdeen Suboh
Jurnal Gramatika Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.13 KB) | DOI: 10.22202/jg.2021.v7i2.5008

Abstract

Nostalgia Sebuah Kota adalah sebuah pertunjukan teatrikal yang dibangun dari unsur-unsur ekspresi tubuh simbolik dan berbagai dialog puitis. Hal ini membedakan pertunjukan dengan pertunjukan teater, yang umumnya secara konvensional menghadirkan tubuh sehari-hari dan dialog prosaik, dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Artikel ini dimaksudkan untuk menyelidiki pertunjukan untuk menemukan konsep di balik pilihan idiom dan ekspresi khusus ini. Pertunjukan didekati dengan teori teater pasca-dramatis Hans-Thies Lehmann, di mana deskripsi teater tidak lagi ditujukan untuk menjelaskan karakter, tema, dan plot, tetapi konstruksi lima komponen baru, yaitu: teks; ruang; waktu; tubuh; dan media. Menerapkan metode analisis deskriptif, dengan data yang diperoleh dari studi teks, wawancara naratif, dan studi dokumentasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa Nostalgia Sebuah Kota adalah sebuah pertunjukan yang dipicu dari penggalan-penggalan puisi. Iswadi Pratama memilih daya puitis sebagai sutradara yang juga penyair, untuk memperluas ekspresi puisi yang ditulisnya. Berdasarkan proses eksplorasi puisi tersebut, Nostalgia Sebuah Kota kemudian menghasilkan tiga produk sekaligus, yaitu teks pertunjukan, teks drama, dan teks puisi baru.