Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA TENAGA KESEHATAN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSI SITI KHADIJAH PALEMBANG yunilda rosa; Teria2
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 7 No 13 (2017): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCIES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v7i13.213

Abstract

Penggunaan alat pelindung diri merupakan salah satu bagian dari usaha perawat menyediakanlingkungan yang bebas dari infeksi sekaligus sebagai upaya perlindungan diri dan pasien terhadappenularan penyakit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhipenggunaan alat pelindung diri pada tenaga kesehatan di instalasi gawat darurat RSI Siti KhadijahPalembang . Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional.Subjek dalam penelitian ini adalah 30 tenaga kesehatan dengan pengambilan sampel menggunakan totalsampling, instrument yang digunakan adalah kuesioner dan check list. Hasil analisa didapatkan nilaipengetahuan (p value 0.03 < α 0.05), nilai usia (p value 1.000 > α 0.05), nilai masa kerja (p value 0.249 > α0.05), nilai tingkat pendidikan (p value 1.000 > α 0.05). Kesimpulan adalah ada hubungan signifikanantara pengetahuan terhadap penggunaan alat pelindung diri dan tidak adanya hubungan antara usia, masakerja, dan tingkat pendidikan terhadap penggunaan alat pelindung diri di instalasi gawat darurat RSI SitiKhadijah Palembang tahun 2017. Disarankan agar setiap rumah sakit bisa mempertahankan danmeningkatkan kesadaran dalam penggunaan alat pelindung diri.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryfolius) TERHADAP Staphylococcus aureus Elza Rizkia Utami; Yunilda rosa
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 11 No 01 (2021): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCIES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v11i01.324

Abstract

Pandan wangi (Pandanus amaryllifolius ) yang lazim digunakan sebagai pewangi dan pewarna makanan ternyata berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas daun pandan wangi sebagai antibakteri Staphylococcus aureus, dengan mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) serta untuk mengetahui senyawa kimia apa saja yang terkandung dalam daun pandan wangi. Ekstrak etanol daun pandan wangi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut alkohol 70%. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dengan menggunakan post test only control group design,dengan menggunakan metode dilusi. Hasil penelitian menujukan bahwa nilai KHM pada konsentrasi 40% sudah mampu menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus. Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak daun pandan wangi pada bakteri staphyloccocus aureus wangi belum dapat ditentukan nilainya karena pada konsentrasi tertinggi 60% masih terdapat pertumbuhan koloni rata-rata sebanyak 27 koloni.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN AMBULASI DINI PADA PASIEN POST OPERASI DIRUANG RAWAT INAP RSI SITI KHADIJAH PALEMBANG Yunilda Rosa; Sri Hayatunnufus
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kasus pembedahan perlu dibawa operasi, diperlukan ambulasi dini bagi pasien pasca operasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menghubungkan ambulasi dini terhadap pasien pasca operasi di rawat inap RSUD Siti Khadijah Palembang. Metode kuantitatif melalui pendekatan cross sectional . Teknik sampling yang digunakan dengan accidental sampling. Jumlah sampel adalah 34 responden. Analisis univariat dan bivariat melalui analisis chi-square digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara skala nyeri dan ambulasi dengan p-value = 0,00, knowledge ambulation dengan p-value = 0.00, dan emotional ambulation dengan p-value = 0.00 Akhirnya diharapkan petugas kesehatan dapat Informasikan pentingnya ambulasi dini kepada pasien sampai menjadi homed untuk menurunkan atrofi otot dan infeksi
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN PENGETAHUAN DENGAN PENGGUNAAN MAKANAN CEPAT SAJI SEBAGAI SUMBANGAN MATERI KULIAH BIOLOGI MEDIK DI STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG TAHUN 2017 Yunilda Rosa
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sriwi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/fpbio.v5i2.7063

Abstract

The research with the title of the relationship between environmental factors and knowledge with the use of fast food as a contribution to the Medical Biology lecture material at STIK Siti Khadijah Palembang in 2017 has been carried out. This study aims to analyze the relationship between environmental factors and knowledge with fast food use among students of STIK Siti Khadijah Palembang in 2017. This research is a descriptive research with correlation. The approach used is cross sectional. The population of this study was students of the STIK Siti Khadijah Palembang Study Program. To obtain respondent information, use a data collection tool, namely a questionnaire. Primary data is obtained through direct observation, while secondary data is obtained through data taken in the academic section of STIK Siti Khadijah Palembang. Data is processed and analyzed with technical quantitative analysis. Univariate analysis serves to describe the characteristics of each research variable. Bivariate analysis functions to see the relationship between the dependent variable and the independent variable. The results showed that: 1. The frequency distribution of fast food  users has a better value, which is 49 people (58.3%) than students who are not good at using fast food  users, namely 35 people (41.7%), knowledge frequency distribution good has more value, which is 70 people (83.3%) than students who have poor knowledge, as many as 14 people (16.7%), the frequency distribution of environmental factors does not move more, which is 48 people (57.1 %) than 36 students who use move (42.9%). 2. There is a relationship between knowledge with fast food users among STIK students in Health Siti Khadijah Palembang 2017 with a value of ? = 0.013. 3. There is no relationship between environmental factors and fast food  use among STIK (Ners Study Program) students in Siti Khadijah Palembang 2017 with a value of ? = 1,000.Keywords: environmental factors, knowledge, fast food and STIK Siti Khadijah Palembang
PENGARUH BORAKS TERHADAP MOTILITAS DAN INTEGRITAS MEMBRAN SPERMA MENCIT (MUS MUSCULUS) Yunilda Rosa; KHM Arsyad; Joko Marwoto
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sriwi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/fpbio.v3i2.4691

Abstract

  Abstract: The use of food additive such as borax to preservative in food production process could be have a negative effects on health. The abuse of borax as food additive in the pempek and bakso can be dangerous for human health at Palembang city. The borax or boric acid have toxic effect on all body cells.  The purpose of the research is to assess the effect of borax on the sperm motility and integrity of sperm membrane. Including to assess, how many are the borax doses can cause decrease the sperm motility and integrity of sperm membrane of mice. The research was carried out at laboratory Department of Medical biology, Faculty of Medicine Sriwijaya University Palembang using a Completely Randomized Design with six replications. Three treatment doses of the borax were prepared, i.e. 2 mg/10 gr bw, 4 mg/10 gr bw and 6 mg/10 gr bw for P2, P3 and P4 treatment groups of mice, respectively. Each group was consisted of six reproductive male mice and controlwith aquabidest were given each day, for 35 days. The control (P1) group was administrated by similar volume of aquabidest only. The result showed that borax could decreased very significantly (P<0,01) quality of mice sperm, especially sperm motility and integrity of sperm membran compared to control (P1) group. As  a conclusion,  the administration of borax at  doses 2 mg/10 gr bw,  4 mg/10 gr bw and 6 mg/10 gr bw on male mice by gavage in 35 days can  very significantly decrease the quality of mice sperm especialy decrease of the sperm motility and increase integrity of the sperm membrane (P<0.01) compared to the control group. It is suggested to conduct further studies such as the borax can used as one choice for the man contraception. Key words: Borax, Sperm Motility, Integrity of Sperm Membran and Mus musculus.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN DARUJU (ACANTHUS ILICIFOLIUS) TERHADAP BAKTERI SALMONELLA THYPI Yunilda Rosa; Maryani Maryani
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 1 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i1.378

Abstract

Latar belakang: Daun Daruju (Acanthus ilicifolius) adalah tumbuhan golongan mangrove yang mempunyai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai bahan antibakteri seperti saponin, alkaloid, terpenoid, dan tanin.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri daun daruju (Acanthus ilicifolius) terhadap bakteri Salmonella thypi dan  senyawa yang terkandung pada daun daruju yang tumbuh di daerah Sungai Musi Sungsang. Metode: Sifat penelitian ini adalah  eksperimental laboratorium dengan menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak daun daruju (Acanthus ilicifolius) terhadap bakteri Salmonella thypi. Sampel penelitian ini menggunakan bakteri Salmonella thypi, yang dibagi menjadi 7 kelompok, terdiri dari kelompok kontrol positif (Kloramfenikol), kontrol negatif (aquadest), dan 5 kelompok perlakuan ekstrak daun daruju yang berbeda yaitu 60 mg/ml, 70 mg/ml, 80 mg/ml, 90 mg/ml, dan 100 mg/ml. Pengujian aktivitas antibakteri daun daruju menggunakan metode dillution dan metode disk diffution.Waktu penelitian Mei-Juli 2019 dan  data dianalisa dengan metode statistika menggunakan one-way ANOVA. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun daruju sudah mampu menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella thypi pada konsentrasi 80 mg/ml. Data yang diperoleh hasil uji one-way ANOVA didapatkan nilai sig f hitung 0,000 > F tabel 0,05. Saran: Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah variasi konsentrasi ekstraks dan variasi metodelogi dalam melakukan penelitian uji aktivitas antibakteri daun daruju (acanthus ilicifolius) terhadap bakteri  salmonella thypi. Kata Kunci: Daun Daruju, Antibakteri, Salmonella  Thypi
AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL DAUN GAMBIR (Uncaria gambir Roxb) TERHADAP Candida albicans Yunilda Rosa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i3.4288

Abstract

Gambir dikenal sebagai jenis tanaman obat,  mengandung zat aktif yaitu katekin senyawa polifenol, berkhasiat sebagai antibakteri dan antijamur. Candida albicans adalah jamuryang hidup dalam rongga mulut, kulit dan alat kelamin, dapat menganggu kesehatan mulut, kulit dan kelamin. Tujuan penelitian untuk membuktikan kemampuan ekstrak daun gambir (Uncaria gambir Roxb) dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian bersifat eksperimental laboratories. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia Bahan Alam STIK Siti Khadijah dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK)  Palembang.  Bahan penelitian adalah Candida albicans dalam bentuk sediaan esktrak daun gambir dengan kosentrasi 0.781%, 1%, 2.5%,  kontrol positif (Choramfenicol) dan kontrol negatif (DMSO). Pembuatan ekstrak daun  gambir dengan metode maserasi dan rotaevaporator. Zona hambat didapatkan melalui pengukuran zona bening yang terbentuk menggunakan jangka sorong. Uji statistik  menggunakan program SPSS Versi 20.0,  dianalisis dengan uji ANOVA dan uji Least Significant Difference (LSD) atau uji lanjut BNT (P<0,05). Kesimpulan adalah 1. Ekstrak etanol daun gambir (Uncaria gambir Roxb) pada semua konsentrasi dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans2. Choramfenicol sebagai kontrol positiflebih efektifmenghambat pertumbuhan Candida albicans dari  ekstrak daun  gambir.
PENGARUH VARIASI PELARUT ETILASETAT, KLOROFORM DAN AIR PADA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SEMBUNG RAMBAT (MIKANIA MICRANTHA KUNTH) TERHADAP Bacillus subtilis Yunilda Rosa; Mayaranti Wilsya; Asni Chairunnisa
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 2 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i2.512

Abstract

Latar belakang: Sembung rambat adalah salah satu gulma tahunan yang tumbuh merambat dengan cepat. Sembung rambat memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin yang mempunyai manfaat sebagai antibakteri. Tujuan: Untuk membandingkan jenis pelarut dengan kepolaran yang berbeda dari ekstrak daun sembung rambat (Mikania micrantha Kunth) terhadap Bacillus subtilis. Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang dilaksanakan di laboratorium farmasi STIK  Siti Khadijah Palembang dari bulan Mei-Juli 2019. Populasi yang digunakan adalah bakteri Bacillus subtilis dan sample penelitian adalah biakan bakteri Bacillus subtilis yang diperoleh dari Universitas Indonesia (UI) dan analisa data yang digunakan adalah One Way ANOVA. Konsentrasi dari ekstrak daun sembung rambat yang digunakan yaitu 10%, 25%, 50% dan 75%. Hasil: Hasil pengukuran diameter zona hambat menunjukan bahwa nilai diameter zona hambat tertinggi sampai terendah dari aktivitas antibakteri ekstrak daun sembung rambat dengan variasi pelarut etilasetat, kloroform dan air terhadap Bacillus subtilis secara berurutan yaitu ekstrak daun sembung rambat pada konsentrasi 10% dengan jenis pelarut etilasetat memiliki zona hambat tertinggi yaitu 10,8 mm tergolong aktivitas antibakteri kuat. Jenis pelarut kloroform memiliki zona hambat yaitu 7,6 mm tergolong aktivitas antibakteri sedang. Dan pelarut air tidak memiliki zona hambat dan tergolong tidak ada aktivitas antibakteri. Saran: Perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan sediaan/pelarut dan metode yang lain dari daun sembung rambat untuk menghambat bakteri patogen. Kata Kunci  : Daun Sembung Rambat, Etilasetat, Kloforom, Air, Bacillus Subtilis, Disk Diffusion
UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK HERBA KROKOT (Portulaca oleraca L) TERHADAP TIKUS PUTIH(Rattus norvegicus) JANTAN YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-HB Yunilda Rosa; Erliza Nur Octavia
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 11, No 1 (2019): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v11i1.269

Abstract

Latar belakang: Tanaman Krokot (Portulaca oleraca L) merupakan salah satu tanaman obat yang digunakan sebagai obat tradisional, salah satunya obat antipiretik. Masyarakat masih menganggap tanaman krokot hanya dimanfaatkan sebagai sayuran dan rempah-rempah saja. Tanaman krokot mengandung flavonoid yang berpotensi memiliki efek antipiretik dan perlu dibuktikan uji efek antipiretiknya. Tujuan: Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui uji efek antipiretik ekstrak herba krokot ini yang diinduksi vaksin DPT-Hb secara intramuscular. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan tikus (Rattus norvegicus) sebagai hewan uji dengan berjumlah 20 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelompok I sebagai kontrol negatif diberiakan CMC-Na 0,5%, kelompok II sebagai kontrol positif diberikan paracetamol 9mg/gBB Tikus, dan kelompok III, VI, V sebagai kelompok uji ekstrak dengan dosis 100mg/gBB, 200mg/gBB, 400mg/gBB. pengukuran suhu rektal dilakukan setiap interval 30 menit, dan pengukuran dilakukan hingga waktu 180 menit. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok kontrol positif mengalami penurunan sebanyak 2,2oC, ekstrak herba krokot 100mg/gBB mengalami penurunan suhu dengan selisih rerata 0,9oC, 200mg/gBB mengalami penurunan suhu dengan selisih rerata 1,3oC. Sedangkan dosis 400mg/gBB mengalami penurunan selisih rerata 1,9oC hampir mendekati penurunan suhu kontrol positif. Kesimpulan:  ekstrak herba krokot (Portulaca oleraca L) sebagai antipiretik paling efektif pada dosis 400mg/gBB. Kata Kunci : Antipiretik, Herba Krokot (Portulaca oleraca L), Tikus (Rattus norvegicus)
AKTIVITAS METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK ETANOL UMBI WORTEL (Daucus carota L.) TERHADAP JAMUR Candida albicans Ricky Febri M; Yunilda Rosa
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 12 No 01 (2022): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v12i01.341

Abstract

Umbi wortel (Daucus carota L) memiliki kandungan senyawa seperti flavanoid,saponin, alkaloid dan tanin yang berfungsi sebagai antijamur. Jamur Candida albicans merupakan jamur yang menyebabkan penyakit kandidiasis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit di dalam umbi wortel (Daucus carota L.) dan mengetahui aktivitas antijamur terhadap Candida albicans. Metode penelitian adalah dengan metode difusi cakram, ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan cara maserasi dengan tiga (3) konsentrasi 2%, 4% dan 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak umbi wortel (Daucus carota L.) mampu membunuh pertumbuhan jamur Candida albicans (KBM) pada konsentrasi 2%, dengan rata-rata koloni 36,6 CFU/ml, pada konsentrasi 4%, dengan rata-rata koloni 28 CFU/ml, dan konsentrasi 6%, dengan rata-rata koloni 22 CFU/ml. Kesimpulan penelitian adalah ekstrak etanol umbi wortel (Daucus carota L.) memiliki senyawa metabolit yaitu flavonoid,tanin,alkaloid,saponin. Ekstrak etanol umbi wortel (Daucus carota L) memiliki pengaruh aktivitas antijamur terhadap terhadap Candida albicans Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak etanol umbi wortel (Daucus carota L.) terhadap jamur Candida albicans belum dapat ditentukan nilainya karena pada konsentrasi tertinggi 6 % masih terdapat pertumbuhan koloni dengan rata-rata sebanyak 22 CFU/ml.