Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Potential of Robusta Coffee Bean Extract (Coffea canephora) Peaberry Roasted and Green Bean Pagar Alam City against the Growth of Candida albicans Fungus Yunilda Rosa; Riyanto Riyanto
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 4 (2022): October - December
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i4.4311

Abstract

A type of coffee plant that is widely cultivated in the city of Pagar Alam, South Sumatra is Robusta coffee (Coffea canephora). The robusta coffee plant is one of the traditional plants that can be used as a medicine. The purpose of this research is to analyze the potential of Robusta peaberry Sangrai coffee bean extract and green bean from Pagar Alam city against the growth of Candida albicans fungus. The test method is carried out by extraction, phytochemical screening test and anti-fungal activity test of Robusta coffee bean extract. The results of testing antifungal activity showed that ethanol extracts of roasted peaberry robusta coffee beans and green bean can inhibit the growth of C. albicans fungi by forming clear zones. Secondary metabolite compounds contained in roasted peaberry robusta coffee bean extract and green bean are alkaloids, flavonoids, tannins, saponins and terpenoids. The minimum inhibitory content (MIC) of ethanol extract of roasted peaberry robusta coffee beans and green bean against the growth of C. albicans fungus in vitro is at a concentration of 10%. Based on the results of research on ethanol extract, roasted peaberry robusta coffee beans and green bean have the potential to be anti-fungal because they can inhibit the growth of C. albicans fungus.
UJI EFEKTIVITAS ANTIDIABETIK EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DI INDUKSI ALOKSAN Sigit Cahyo Hardiansyah; Yunilda Rosa; Nyayu Mirah H
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 12 No 02 (2022): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v12i02.353

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang dapat membahayakan bagi penderita apabila tidak segera ditanggulangi. Daun pandan wangi dikenal memiliki potensi sebagai tanaman yang digunakan sebagai alternatif pengobatan bagai penderita diabates mellitus karna memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas antidiabetik ekstrak daun pandan wangi (EDPW) dibandingkan glibenklamid. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental denganrancangan pre and post test with control grup design dengan menguji kelompok perlakuan glibenklamid (pembanding), Na-CMC 0,5 % dan EDPW dosis 500, 600 dan 700 mg/kgbb yang diberikan kepada tikus yang diabetes setelah diinduksi aloksan 150 mg/kgbb. Kemudian dilakukan uji secara statistik dengan uji one way ANOVAdan dilanjutkan uji statistik Post Hoc Turkey HSD untuk melihat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan. Pengukuran hasil pengujian diperoleh data persentase penurunan kadar glukosa darah pada perlakuan EDPW dosis 500mg/kgbb (21%), 600mg/kgbb (24%) dan 700 mg/kgbb (25%), glibenklamid (31%). Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi persentase penurunan kadar glukosa darah maka semakin baik efek antidiabetiknya sedangkan Na-CMC tidak mengalami penurunan kadar glukosa darah. Pada uji statistik Post Hoc Turkey HSD menunjukan bahwa EDPW dosis 600 mg/kgbb dan 700 mg/kgbb memiliki efektivitas yang setara dengan glibenklamid..
PENGARUH BORAKS TERHADAP KUANTITAS SPERMA MENCIT (Mus musculus) Yunilda Rosa
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 10 No. 1 (2013): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v10i1.413

Abstract

The use of food additive such as borax has a negative effects on health, example the abuse of borax as food additive in the pempek and bakso can be dangerous for human health at Palembang city. The borax or boric acid have toxic effect on all body cells.  The purpose of the  research is to assess the effect of borax on the quantity of mice sperm, how many are the borax doses can cause decrease the quantity of sperm mice. The research  was carried out at laboratory Department of Medical biology, Faculty of Medicine Sriwijaya University Palembang using a Completely Randomized Design. The treatment group give the borax, the control group was administrated by similar volume of aquabidest only. The result showed that borax could significantly  decreased (P<0,05) the number of mice  sperm concentration compared to control  group. As  a conclusion the administration of borax at doses 4 mg/10 gr bw and 6 mg/10 gr bw on male mice by gavage in 35 days can significantly decrease the quantity of mice sperm compared to the control  group. It is suggested  to conduct further studies such as the fertility test  of mice sperm given  borax longer than 35 days by  gavage. Key words:   Borax, The quantity of sperm and Mus musculus
UJI EFEKTIFITAS PENURUNAN KOLESTEROL EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia Swingle) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) Prima Dia Utari; Yunilda Rosa
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 13 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v13i1.359

Abstract

Kulit jeruk nipis adalah salah satu tanaman toga, masyarakat hanya mengetahui bahwa jeruk nipis hanya airnya saja yang dapat digunakan, sedangkan kulitnya dijadikan limbah. Padahal kulit jeruk nipis juga bisa dijadikan obat serta dapat menurunkan kolesterol. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui uji efektivitas penurunan kolesterol ekstrak etanol kulit jeruk nipis pada mencit putih Mus musculus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, glukotest dengan mengunakan Metode maserasi. Perendaman dilakukan selama 3 x 24 jam sebagai tambahan metode induksi kuning telur puyuh 5% secara oral juga dilakukan untuk meningkatkan kadar kolesterol selama 14 hari pada mencit putih Mus musculus. ekstrak diberikan dengan konsentrasi 20%, 30%, 40%, 50% dan simvastatin diberikan secara oral dengan dosis 0,026 mg/Kg BB selama 7 hari. Metode pengukuran kadar kolesterol menggunakan alat strip easytouch pada hari ke-3 dan ke-7. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan efek penurunan dari keempat variasi konsentrasi, konsentrasi terbaik yang memberikan efek penurunan kolesterol 50%. Untuk mengetahui kemaknaan hasil uji dengan control positif (Simvastatin), dilakukan pengujian Statistika. Hasil uji dapat disimpulkan bahwa ektrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) dapat menurunkan kadar kolesterol pada mencit putih Mus musculus dan penurunan kadar kolesterol pada konsentrasi 50%.
STRUKTUR KOMUNITAS KUPU-KUPU (ORDO: LEPIDOPTERA) DI KOTA PALEMBANG SEBAGAI SUMBANGAN MATERI PADA MATA KULIAH ENTOMOLOGI Riyanto Riyanto; Mgs. M.Tibrani; Yunilda Rosa
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v10i2.13646

Abstract

Butterflies are useful as consumers in the food chain, bioindicators, pollinators and animal food. The purpose of writing this article is to inform the structure of the butterfly community in Palembang as a material contribution to the Entomology course. The location of this research includes residential areas, shops, offices, terminals and stadiums in Palembang. The location of the butterfly sample is determined by purposive sampling. The collection of butterfly samples was carried out with roaming techniques as much as 4 times per location. The results of the study found 5 families of butterflies in Palembang. The highest to lowest percentage of families were Nymphalidae (45.7%), Pieridae (24.0%), Hesperiidae (11.6%), Lycaenidae (9.3%) and Papilionidae (9.3%). The highest percentage of individuals was found in the Jakabaring stadium (42%) followed by Bomm Baru offices (39%), Musi 2 housing (11%), Plaju shops (8%) and Karyajaya terminal (0%). The family Pieridae is found in two locations, namely Boom Baru offices (35.29%) and Musi 2 housing (57.14%). The Nymphalidae families are found in Jakabaring stadium (60%), Plaju shops (60%) and Musi 2 housing 42.82%). The conclusion that the structure of the butterfly community in Palembang found 129 butterfly individuals, 23 species and 5 butterfly families. The highest percentage of butterfly families in Palembang is Nymphalidae and the lowest is Lycaenidae and Papilionidae. The locations where the number of individuals and the number of butterfly families are the Jakabaring stadium and the Boom Baru offices.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BIJI MAHONI (Swietenia mahagoni jacq) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS Utami, Rini; Rosa, Yunilda
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes merupakan penyakit kronis yang serius dan terjadi baik saat pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur glukosa darah) maupun jika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas ekstrak biji mahoni (Swietenia mahagoni jacq) terhadap penurunan kadar gula darah pada mencit (Mus musculus) putih jantan dan untuk mengetahui dosis ekstrak biji mahoni (Swietenia mahagoni jacq) yang paling baik untuk menurunkan kadar gula darah pada mencit (Mus musculus) putih jantan. Metode penelitian adalah hewan uji diinduksi menggunakan aloksan dengan dosis 300 mg. Kelompok kontrol negatif CMC Na 0,5%, kontrol positif Glibenklamid 0,013mg/20g, Dosis ekstrak 50mg/20gBB, 100mg/20gBB, 150mg/20gBB. Hasil penelitian diperoleh terjadi penurunan kadar glukosa darah paling sedikit yaitu pada kelompok perlakuan negatif (CMC Na 0,5%) yaitu 4% dengan rata-rata 221,4mg/dL diantara kelompok lainnya, sedangkan penurunan kadar gula darah paling banyak pada kelompok ekstrak etanol biji mahoni dengan dosis 150mg/20gBB yaitu 36% dengan rata-rata 137 mg/dL. Untuk kontrol positif suspensi glibenklamid 0,013mg/20g dengan rata-rata penurunan kadar gulah darah 32% mg/dL.Kesimpulan penelitian adalah Ekstrak biji mahoni (Swietenia Mahagoni Jacq) memiliki pengaruh pada penurunan gula darah pada mencit (Mus musculus) putih jantan. Ekstrak biji mahoni (Swietenia Mahagoni Jacq) memiliki aktivitas dalam penurunan kadar gula darah pada mencit putih (Mus Musculus) pada dosis 50mg/kgBB mencit.
PENGGUNAAN OBAT KOLESTROL DAN PENGENDALIANNYA Khairunnisa; Yunilda Rosa; Nur Ihsan Kamilah; Alinda Tania; Mayaranti Wilsya; Abu Rachman
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v1i2.392

Abstract

Kolesterol merupakan lemak yang berwarna kekuningan dan berbentuk seperti lilin yang diproduksi oleh tubuh manusia terutama di dalam hati. Berdasarkan Kemenkes (2016), prevalensi penyakit kolesterol di Indonesia adalah 42%. Sedangkan untuk prevalensi penyakit kolesterol di sumatera selatan ialah 24,5%. Menurut konsensus Pengelolaan kolesterol di Indonesia, penyuluhan dan perencanaan makan merupakan pilar utama dalam penatalaksanaan kolesterol. Oleh karena itu perencanaan makan dan penyuluhannya kepada pasien kolesterol haruslah mendapat perhatian yang besar. Kegiatan penyuluhan dilakukan di Jl. Veteran Lrg. RRi Pertama No. 432 Palembang yang diikuti oleh 26 orang yang berasal dari daerah sekitar dengan memberikan paparan materi dan melakukan pengecekan kadar kolestrol. Hasil kegiatan menunjukan bahwa masyarakat di Jl. Veteran Lrg. RRi Pertama. No. 432 Palembang mampu memahami penyebab kolestrol dan cara mengatasi kolestrol secara nonfarmakologi atau perubahan gaya hidup serta penggunaan obat kolestrol yang rasional. Kesimpulan, peserta kegiatan penyuluhan mengetahui dan memahami tentang penggunaan obat terutama pada penanganan kolestrol. Saran, untuk kegiatan pengabdian selanjutnya baiknya melibatkan tenaga gizi untuk edukasi pola makan serta jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi para penderita penyakit kolesterol.
EDUKASI POTENSI TANAMAN JERUK MANIS (Citrus sinensis L) DI DUNIA KECANTIKAN Yunilda Rosa; Sigit Cahyo H; Mayaranti Wilsya; Suryasin; Yeni agustin; Kasriani
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i1.429

Abstract

Umumnya masyarakat hanya memanfaatkan jeruk manis (Citrus sinensis L) sebagai salah satu buah penghasil sumber vitamin. Hal ini perlu adanya edukasi bahwa selain sebagai sumber vitamin, jeruk manis (Citrus sinensis L) mempunyai potensi positif lainnya, seperti kandungan metabolit sekunder dan kandungan antioksidan yang bisa dimanfaatkan dalam dunia kecantikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengimplenmentasian hasil penelitian untuk peningkatan pengetahuan masyarakat tentang potensi tanaman jeruk manis (Citrus sinensis L) di dunia kecantikan (kosmetik). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2023 di RT 3 RW 1 Kelurahan Bukit lama Palembang dengan jumlah peserta 40 orang. Hasil yang didapat dari kegiatan edukasi adalah adanya peningkatan skor pengetahuan tentang tentang potensi tanaman jeruk manis (Citrus sinensis L) di dunia kecantikan (kosmetik) sebelum diberi edukasi adalah peserta memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 20 peserta (50%), dan setelah mendapat edukasi terdapat peningkatan persentase peserta yang memiliki pengetahuan baik menjadi 32 orang peserta (80%). Kesimpulan dari kegiatan ini bahwa masyarakat dapat mengimplementasikan secara nyata bahwa selain sebagai salah satu tanaman penghasil sumber vitamin, tanaman jeruk manis (Citrus sinensis L) juga potensial di dunia kecantikan ( kosmetik).
SOSIALISASI POTENSI AKTIVITAS ANTIPIRETIK DAUN KACAPIRING DI KELURAHAN 9 ILIR KECAMATAN ILIR TIMUR 3 KOTA PALEMBANG Sigit Cahyo H; Khairunnisa; Yunilda Rosa; Wulandari; Dini Afriliza
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i2.465

Abstract

Demam adalah reaksi tubuh terhadap infeksi dan kondisi sakit lainya. Saat demam, suhu tubuh menjadi lebih tinggi dari suhu normal (36-37℃) bila di ukur dengan termometer yang di letakan di lidah atau di bawah ketiak. Salah satu obat yang sering di gunakan masyarakat untuk menurunkan demam adalah paracetamol. Paracetamol. Parecetamol lebih aman digunakan, hanya saja pengunaan obat ini dalam waktu lama menyebabkan kerusakan pada ginjal, otak, liver (hepatotoksik), ganguan pada sistem pencernaan, mekanisme sistem percernaan, mekanisme sistem pernapasan dan berdampak efek hematologi. Oleh karena itu perlu di carikan solusi untuk mengurangi efek samping dari tindakan tersebut, salah satunya dengan mengunakan jenis tanaman tradisional yang di percaya sebagai bahan terapi demam. Kegiatan penyuluhan dilakukan di Kelurahan 9 Ilir Kec. Ilir Timur 3 yang diikuti oleh 20 orang yang berasal dari daerah sekitar dengan memberikan paparan materi dantanya jawab. Hasil kegiatan menunjukan bahwa masyarakat di Kelurahan 9 Ilir Kec. Ilir Timur 3 mampu memahami penyebab demam dan cara mengatasinya dengan menggunakan kacapiring sebagai alternatif pengobatan demam.
PENGARUH TEMPAT TUMBUH TERHADAP KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER TANAMAN DAUN SUNGKAI (Parenema canescens Jack) Sunitha Mardha Lingga; Yunilda Rosa; Suryasin
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 15 No 1 (2025): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v15i1.479

Abstract

Tumbuhan sungkai (Peronema canescens Jack) tersebar luas di Sumatera, termasuk di daerah dataran rendah (Desa Pangkul, ± 37 mdpl) dan dataran tinggi (Desa Bangunrejo, ± 800 mdpl). Faktor geografis seperti ketinggian, suhu, pH tanah, dan kelembapan dilaporkan memengaruhi akumulasi metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh lokasi tumbuh terhadap rendemen dan kandungan metabolit sekunder daun sungkai dari dua lokasi dengan ketinggian berbeda menggunakan metode skrining fitokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan lokasi tumbuh terhadap rendemen dan kandungan metabolit sekunder pada ekstrak daun sungkai (Peronema canescens Jack). Hasil menunjukkan bahwa rendemen ekstrak dari Desa Pangkul sebesar 13,732% dan dari Desa Bangunrejo sebesar 12,021%, keduanya memenuhi standar rendemen ekstrak herbal yaitu 10–20%. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, dan steroid, tetapi tidak mengandung terpenoid dan tanin. Intensitas warna uji reagen menunjukkan bahwa ekstrak dari Pangkul cenderung memiliki kadar senyawa bioaktif lebih tinggi dibandingkan Bangunrejo. Hasil ini menunjukkan bahwa lokasi tumbuh memengaruhi kandungan metabolit sekunder.