Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Media Audio Visual Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Peternak Tentang Pemanfaatan Serbuk Kulit Nanas Sebagai Obat Cacing pada Ternak Domba di Desa Klegen Grabag Kabupaten Magelang Rosa Zulfikhar; Budi Purwo Widiarso; Muzizat Akbarrizki; Rido Florensius Manik
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 18, No 33 (2021): Juli 2021
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v18i33.616

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang sering  dihadapi peternak dalam melakukan budidaya ternak domba adalah gangguan parasit saluran pencernaan, berupa cacingan (nematodiasis atau haemonchosis). Haemonchosis menjadi merupakan parasit saluran pencernaan yang infektif di Indonesia dan mampu menyebabkan penurunan berat badan, mempermudah masuknya penyakit lain dan kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan pengetahuan peternak tentang pemanfatan serbuk kulit nanas sebagai obat cacing pada ternak domba di Desa Klegen, mengetahui pengaruh antara faktor-faktor internal (umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak dan kosmopolitan) terhadap tingkat pengetahuan peternak tentang pemanfaatan serbuk kulit nanas sebagai obat cacing pada ternak domba di Desa Klegen. Alat yang digunakan dalam penelitian, meliputi : kuesioner, bolpoin, kamera, printer dan laptop, proyektor dan sound system. Bahan yang digunakan adalah  kertas HVS 80 gram, tinta, map, klip kertas dan serbuk kulit nanas.Lokasi penelitian di Desa Klegen Grabag Kabupaten Magelang. Penelitian yang dilaksanakan menggunakan desain one-group pretest-posttest design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh petani/peternak yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Klegen, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang sebanyak 77 orang.Kemudian menggunakan rumus Slovin sampel yang  digunakan dalam penelitian adalah 31 orang. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penetlitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan peternak tentang pemanfatan serbuk kulit nanas sebagai obat cacing pada ternak domba di Desa Klegen berada pada kategori kurang tahu menjadi tahu.Secara parsial umur dan tingkat pendidikan memiliki pengaruh signifikan, sedangkan pengalaman beternak dan kosmopolitan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan media audio visual dalam meningkatkan pengetahuan peternak tentang pemanfaatan serbuk kulit nanas sebagai obat cacing pada ternak domba di desa Klegen.
Assessment of heat stress in dairy cows related to physiological responses Kartika Budi Utami; Budi Purwo Widiarso
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) Vol. 32 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2022.032.02.14

Abstract

Climate change will continue to occur in the years to come and threaten dairy cows. As a result of climate change, various risks can change due to changing ecological conditions in various places on earth. The study aimed to assess heat stress in dairy cows (calf, heifer, lactating, and dry cow). The heat stress assessment method uses the equation presented by the temperature-humidity index (THI). Heart rate, respiratory rate, and rectal temperature are physiological parameters to determine heat stress. The data collection of cattle's temperature, humidity, and physiological parameters was carried out simultaneously. Data analysis used one-way ANOVA, followed by Tukey's further test. The results of the heat stress assessment showed that the THI values reached 82.8 and 78.2 in the afternoon and evening, causing the calves, lactating cow, and dry cow to be exposed to heat stress. The rectal temperature of the calf increased by 39.10C, the heart rate and respiration rate of lactating cows increased by 66.5-69.2 times/minute and 51.7 times/minute, and the respiration rate of dry cows increased by 49.2 times/minute. Efforts are needed to control heat stress in dairy cows at all age phases so that dairy cows are in comfortable environmental conditions.
In Vitro Anthelmintic Areca catechu Crude Aqueous Extract Against Haemonchus contortus in The Sheep Annisa Putri Cahyani; Budi Purwo Widiarso; Supriyanto -; Wida Wahidah Mubarokah
Jurnal Sain Veteriner Vol 40, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.70399

Abstract

Haemonchosis is a gastrointestinal parasitic disease in sheep caused by Haemonchus contortus. The biggest economic losses due to this disease are mortality, decreased production, stunted growth, and low body weight. The existence of resistance to synthetic anthelmintics causes the development of research on alternative treatments to herbal anthelmintics to be a strategic step. This study aims to analyze the effect of Areca catechu on Haemonchus contortus in vitro so that the Lethal Concentration 50 (LC 50) can be determined. This study was divided into 9 groups. Group I was treated with 2.5% A. catechu crude aqueous extract; group II was treated with 5% of A. catechu crude aqueous extract; group III was treated with 7.5% A. catechu crude aqueous extract; group IV was treated with 10% of A. catechu crude aqueous extract; group V was treated with 12.5% A. catechu crude aqueous extract; group VI was treated with 15% A. catechu crude aqueous extract; Group VII was treated with 17.5% A. catechu crude aqueous extract, group VIII was a negative control (0.9% NaCl) and group IX was a positive control (Albendazole). The mortality of H. contortus was recorded every hour until the worm mortality was 100%. The results were then analyzed using the Reed and Muench method. Based on the in vitro test of Areca catechu crude aqueous extract against H.contortus it can cause mortality in worms with an Lethal Concentration 50 (LC 50) calculation result of 11.11%.
Pemberdayaan Peternak Terhadap Penggunaan Urea Molases Blok Sebagai Pencegahan Cacingan Ternak Kambing Budi Purwo Widiarso; Akimi Akimi; Louisa Marchelina Puspitasari
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v4i2.925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemberdayaan peternak terhadap penggunaan urea molases blok dengan tambahan temulawak dan temu ireng sebagai pencegahan cacingan pada kambing dan juga mengetahui faktor -faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pemberdayaan peternak. Kegiatan penelitian ini menggunakan rancangan one group pre-test dan post-test, dengan 30 responden yang dipilih menggunakan purpossive sampling dengan syarat memiliki ternak kambing, rentang umur 30-80 tahun, dan memiliki pengalaman beternak diatas 5 tahun. Metode penelitian yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah metode deskriptif yang digunakan untuk mendeskripsikan hasil keseluruhan pengolahan data dan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen (umur, tingkat pendidikan, jumlah ternak, lama beternak, intensitas penyuluhan pertanian, dan ketersediaan sumber daya) terhadap variabel dependen (tingkat pemberdayaan peternak). Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemberdayaan peternak termasuk kedalam kategori tinggi dengan jumlah nilai 1691, hal ini ditandai dengan peningkatan nilai pada aspek pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Hasil dari analisis regresi linear berganda adalah variabel independen (umur, pendidikan, jumlah ternak, lama beternak, intensitas penyuluhan, dan ketersedian sumber daya) secara simultan memiliki pengaruh yang sangat signifikan dengan nilai Sig. 0,000 (P<0,01).  Secara parsial umur berpengaruh signifikan dengan nilai Sig. 0,023 (P<0,05), pendidikan berpengaruh sangat signifikan dengan nilai Sig. 0,000 (P<0,01), dan intensitas penyuluhan berpengaruh signifikan dengan nilai Sig. 0,047 (P<0,05), sedangkan variabel jumlah ternak, lama beternak, dan ketersediaan sumber daya tidak berpengaruh secara signifikan karena mamiliki nilai P>0,05.
Persepsi Peternak Domba Terhadap Pengobatan Penyakit Infeksi Cacing (Haemonchiasis) Menggunakan Biji Pinang (Areca Catechu) di Desa Payaman Kecamatan Secang Rosa Zulfikhar; Budi Purwo Widiarso; Fitrah Chairunisa; Akimi Akimi
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 4, No 6 (2022): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v4i6.922

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Payaman, Kecama\tan Secang, Kabupaten Magelang dengan tujuan untuk mengetahui persepsi peternak domba terhadap pengobatan penyakit infeksi cacing (Haemonchiasis) menggunakan biji pinang (Areca catechu), serta mengetahui pengaruh karakteristik peternak terhadap persepsi peternak domba dalam pengobatan penyakit infeksi cacing (Haemonchiasis) menggunakan biji pinang (Areca catechu). Kajian penyuluhan ini dilakukan dengan menggunakan rancangan kajian yaitu desain one-shot case study artinya dalam kajian ini dilakukan dengan satu kali perlakuan yaitu penyuluhan kemudian dilakukan observasi atau pengambilan data. Sedangkan sampel yang digunakan yaitu 45 responden dengan mengunakan metode purporsive sampling. Pengukuran persepsi menggunakan panduan wawancara berupa kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Variabel dalam kajian ini terdiri dari variabel independen yaitu umur, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak serta variabel dependen yaitu persepsi peternak. Hasil dari analisis deskriptif yang diperoleh menunjukkan bahwa persepsi peternak domba terhadap pengobatan penyakit infeksi cacing (Haemonchiasis) menggunakan biji pinang berada dalam kategori baik yaitu dengan nilai sebesar 2.746 dan rata-rata 61,02. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa umur, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak secara simultan atau bersama-sama berpengaruh sangat signifikan (P˂0,01) terhadap persepsi peternak domba. Secara parsial atau individu umur dan tingkat pendidikan berpengaruh sangat signifikan (P˂0,01) terhadap persepsi peternak domba sedangkan pengalaman beternak berpengaruh signifikan (P˂0,05) terhadap persepsi peternak domba.
THE EFFECT OF APUS BAMBOO (Gigantochloa apus) LEAVES INFUSION TO MORTALITY RATE AND MORPHOMETRY OF Haemonchus contortus ADULT WORM IN VITRO Budi Purwo Widiarso; Wisnu Nurcahyo; Kurniasih Kurniasih; Joko Prastowo
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 11, No 4 (2017): December
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.488 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v11i4.8167

Abstract

This present project was carried out to determine the effect of apus bamboo (Gigantochloaapus )leaves infusion to mortality rate and morphometry of Haemonchus contortus adult worms in vitro. The formulated tools were collected through camera, 3 ml syringe, object glass, deck glass, mortar, drip dropper, waterbath, microscope, stopwatch, counter check, oven, erlenmeyer flask, electric scale, surgical scissor, and pipette. The allocated materials used in this studywere bamboo leaves infusion, Haemonchus contortus adult worms, aquadestilata, ethanol and NaCl 0.62%. The research was firstly concernedwith making 0.1% and 1% apus bamboo leaves infusion. The samples were obtained from Haemonchus contortus collection. Adult worms were obtained directly from abomasum of naturally infected goats that were cut at Animal Slaughter House (RPH). To investigate the matter, mortality rates of adult worms at various doses and times of observation as well as differences in Haemonchus contortus morphometry were analyzed using ANOVA. The findings disclosed that apus bamboo leaves infusion demonstrated a significant difference in the mortality rate of adult worms Haemonchus contortusat various doses and times of observation. This report presented the findings of research that the best dose to increase the mortality of worms was 1% bamboo leaves infusion. Moreover, apus bamboo leaves infusion affected the morphometry of Haemonchus contortus adult worms, especially in body length, cervical papilla width, and spicules length in males, and body length, cervical papilla width, and vulvar length in females.   
THE INFLUENCE OF HOLISTIC FEED ON PERFORMANCE OF SUPER NATIVE CHICK Supriyanto Supriyanto; Budi Purwo Widiarso; Sucipto Sucipto; Fabiana Mentari
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 15, No 2 (2021): June
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.509 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v15i2.17354

Abstract

This study determines effects of raw material feed (derived from corn, bran, soybean pods, concentrates and Indigofera zollingeriana local to Magelang) on the performance of native chicks. Performance was measured by feed consumption, body weight gain, Feed Conversion Ratio (FCR), mortality, and morbidity. This experiment used Completely Randomized Design (CRD) with three different feed treatments, and each treatment consisted of 30 free-range female chicks as replicants, from 0-4 weeks old. Super native chick feed was formulated by trial and error by mixing all ingredients: corn, bran, soybean pods, Indigofera zollingeriana, and premix. After mixing, a proximate test determined the nutritional content of the feed. Feed was then administered to chicks. Quantity of feed was administered according to age. The results obtained in the study were analyzed descriptively and statistically using the Variance Test (ANOVA) for the variables of body weight gain, feed consumption, and FCR. The Kruskal Wallis test was used via SPSS 26 program for mortality and morbidity variables with three treatments (T1, T2, and T3) and three replications. Each treatment consisted of 30 research individuals. Results showed that the super native chicks on varied protein diets had a significant difference in performance (P0.05), with feed 3 performing the best feed 3 produced a feed consumption of 430.20 g/chick and body weight gain of 174.67 g/chick, along with 2.46 FCR, 0% mortality, and 3.33% morbidity. The conclusion this study is holistic feed made from local ingredients with the addition of Indigofera zolliengeriana had a significant effect on increasing average daily gain, increasing feed consumption, and reducing feed conversion ratio (FCR)  in native super chick.
Pengaruh Fermentasi Menggunakan Saccharomyces cerevisiae Terhadap Kualitas Fisik Potential Hydrogen (pH) Dan Kandungan Nutrien Jerami Padi Budi Purwo Widiarso; Khoirunnisa Khoirunnisa; Acep Perdinan Perdinan
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v5i1.1021

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Saccharomyces cerevisiae pada fermentasi jerami padi terhadap kualitas fisik, nilai Potential Hydrogen (pH), dan kandungan nutrien (Protein Kasar dan Serat Kasar). Penelitian dilakukan di Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang Jurusan Peternakan dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan kontrol (P0) tanpa Saccharomyces cerevisiae, P1 jerami padi ditambah 2% Saccharomyces cerevisiae, P2 jerami padi ditambah 4% Saccharomyces cerevisiae, dan P3 jerami padi ditambah 6% Saccharomyces cerevisiae. Analisis data yang digunakan untuk kualitas fisik yaitu analisa non-parametrik uji Kruskal-Wallis dan dilakukan uji lanjut Multiple comparisons all pairwise, sedangkan nilai pH dan kandungan nutrien menggunakan analisa parametrik analisis varian (ANOVA), dan dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian diperoleh bahwa kualitas fisik, perubahan nilai pH, dan kandungan nutrien fermentasi jerami padi menggunakan Saccharomyces cerevisiae berbeda sangat nyata (P<0.01). Kualitas fisiknya yaitu berwarna coklat, berbau asam, dan bertekstur sangat halus. Nilai pH dari 7,7 menurun menjadi 4,36; kandungan Protein Kasar meningkat dari 6,65% menjadi 9,64%; sedangkan Serat Kasar menurun dari 53,02% menjadi 36,50%. Diperoleh kesimpulan bahwa fermentasi jerami menggunakan Saccharomyces cerevisiae berpengaruh positif terhadap kualitas fisik, pH, dan kandungan nutrien dengan level terbaik pada perlakuan P3 yaitu penambahan Saccharomyces cerevisiae sebanyak 6%.
Effectiveness of Agricultural Extension of Making Liquid Organic Fertilizer (POC) from Coconut Husk at KWT Pamelum, Hayaping Village, Awang District, East Barito Regency Atehayati Atehayati; Budi Purwo Widiarso; Siti Nurlaela
Tropical Plantation Journal Vol 2, No 2 (2023): TROPICAL PLANTATION JOURNAL
Publisher : Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56125/tpj.v2i2.27

Abstract

The farmer women's group has a strategic role in improving the farming skills of its members. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of the agriculture extension program carried out at KWT Pamelum, Hayaping Village, Awang District, East Barito Regency with material for making liquid organic fertilizer made from coconut husk. Counseling was conducted on 30 female farmers. Measurements are carried out before and after the activity. Using Wilcoxon analysis, a significant increase in results (p = 0.00) was obtained in the value before and after the extension program. With N gain score analysis, there is an effective improvement in both knowledge, attitudes, and skills. These results are then implemented in shared gardens at KWT. It is expected that extension workers will assist farmers to continue to apply the use of liquid organic fertilizer in their farming because the results are proven to be better and safer. 
Pengaruh Pola Injeksi PGF2α terhadap Waktu Birahi pada Sapi Friesian Holstein dalam Program Inseminasi Buatan Budi Purwo Widiarso; Alvin Agung Nugroho; Unaz Nurma I; Kartika Budi Utami
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 3 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.82768

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola injeksi PGF2α alpha terhadap waktu munculnya  birahi pada sapi betina Friesian Holstein(FH). Penelitian  dilaksanakan di Desa Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang ± 14 hari mulai tanggal 22 Desember 2022 sampai dengan 5 Januari 2023. Penelitian ini terdiri atas 3 perlakuan. Perlakuan 1(P1) Pola Injeksi tunggal PGF2α . Perlakuan 2(P2) menggunakan pola injeksi PGF2α ganda  dan Perlakuan 3 Sebagai kontrol (P0) tanpa menggunakan injeksi PGF2α . Penelitian menggunakan  total 15  ekor sapi FH betina. 5  ekor FH betina  untuk perlakuan 1(P1) dosis tunggal. Perlakuan 2(P2) menggunkan 5 ekor dengan dua perlakuan injeksi ganda PGF2α   dan Perlakuan 3(P0) 5 ekor sapi FH betina yang tidak dinjeksi PGF2α .Injeksi tunggal dengan keberadaan corpus luteum dan injeksi ganda dengan selang waktu 11 hari dari injeksi pertama. Pengamatan estrus dilakukan  lima hari berturut-turut setelah injeksi PGF2α yang terakhir. Variabel penelitian  yang diamati adalah respon, onset dan durasi estrus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa injeksi ganda menghasilkan respon estrus lebih baik dibandingkan injeksi tunggal (100% : 80%), onset estrus lebih pendek (48,17 jam : 54, 50 jam), dan durasi estrus lebih pendek (23, 51 jam : 24,01 jam). Hasil penelitian disimpulkan bahwa respon estrus injeksi PGF2α ganda lebih baik dari injeksi PGF2α tunggal.