Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PERILAKU PETANI DALAM PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK PADA BUDIDAYA PADI (Oryza Sativa L.) DI DESA MEGER KECAMATAN CEPER KABUPATEN KLATEN Sabdono; Siti Nurlaela; Budi Purwo Widiarso
Agrica Ekstensia Vol 17 No 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v17i2.136

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dalam penggunaan pupuk organik pada budidaya tanaman padi. Kajian telah yang dilakukan pada bulan September 2022 sampai Februari 2023 di desa Meger Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten. Populasi berasal dari dua kelompok tani padi yang aktif yaitu Bangun Dadi, dan Dadi Rukun. Populasi penelitian sebanyak 59 petani. Jumlah sampel ditentukan dengan persamaan slovin. Pengambilan sampel Sampel dilakukan dengan cara proportional random sampling dan didapatkan 38 sampel. Berdasarkan hasil kajian ini didapatkan perilaku petani dalam penggunaan pupuk organik pada budidaya padi adalah sebagai berikut: a) untuk aspek pengetahuan memiliki nilai 73,26 dengan kategori tinggi, b) Aspek Sikap memiliki nilai 67,41 dengan kategori sedang, dan c) Aspek ketrampilan memiliki nilai 66,29 dengan kategori sedang.
Persepsi Peternak terhadap Pengobatan Haemonchosis pada Domba dengan Serbuk Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) di Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang: The Farmers' Perceptions on The Treatment of Haemonchosis in The Sheep Using Powder of Noni (Morinda citrifolia) in Ngadirojo Village, Secang Sub District, Magelang District Purwo Widiarso, Budi; Prihati, Gesang Adil; Akimi
Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/19202344219

Abstract

Penelitian dilakukan di Desa Ngadirejo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Tujuan penelitian menganalisis persepsi peternak terhadap pengobatan haemonchosis pada domba menggunakan serbuk buah mengkudu (Morinda citrifolia) dan mengetahui hubungan karakteristik peternak terhadap persepsi peternak dalam pengobatan haemonchosis pada domba dengan serbuk buah mengkudu (Morinda citrifolia). Desain kajian yang digunakan yaitu one-shot case study, menggunakan 35 responden dipilih mengunakan metode sensus. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Variabel dalam kajian ini terdiri dari variabel independen yaitu faktor internal umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak dan faktor eksternal intensitas penyuluhan serta variabel dependen yaitu persepsi peternak. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi peternak terhadap pengobatan haemonchosis pada domba menggunakan serbuk buah mengkudu (Morinda citrifolia), dalam kategori baik yaitu dengan nilai sebesar 2831 dan rata rata 80,89. Berdasarkan uji analisis statistik regresi linier berganda variabel umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak dan intensitas penyuluhan secara simultan atau bersamaan memiliki pengaruh sangat signifikan (P<0,01) terhadap persepsi peternak. Secara parsial atau individu variabel umur, pendidikan dan pengalaman beternak berpengaruh signifikan dengan persepsi peternak (P<0,05) sedangkan untuk intensitas penyuluhan berpengaruh tidak signifikan dengan persepsi peternak (P>0,05).
PERAN KELOMPOK WANITA DALAM PENGEMBANGAN PETERNAKAN KAMBING PE: KONTRIBUSI TERHADAP PENCAPAIAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs): The Role of Women's Groups in the Development of PE Goat Farming: Contribution to the Achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) Rosa Zulfikhar; Budi Purwo Widiarso; Sukadi; Wardi
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 1 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i1.1462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lima variabel karakteristik inovasi, antara lain keuntungan relatif, keselarasan, kerumitan, dapat dicoba, dan dapat diamati, terhadap persepsi peran wanita dalam mengembangkan peternakan kambing Peranakan Etawa (PE) serta kontribusi pencapaian sustainable development goals (SDGs). Terdiri dari kelompok Wanita tani di Desa Ngargoretno, kecamatan Salaman, kabupaten Magelang. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive berdasarkan pertimbangan bahwa kabupaten magelang digunakan untuk pengembangan kambing PE. Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif deskriptif untuk mendapatkan 30 anggota kelompok tani wanita sebagai responden. Selanjutnya variabel yang diteliti adalah karakteristik inovasi dan persepsi petani yang diukur dengan model matematika menggunakan kategori skor masing-masing variabel dan program SPPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap kelima variabel tersebut termasuk dalam kategori setuju. Hal ini mendapat dukungan positif dari responden dengan melihat keuntungan penerapan paket teknologi pada pengembangan kambing PE. Ditinjau dari aspek peran wanita dalam pengembangan kambing PE dapat mengambarkan kesetaran gender dalam dunia peternakan. Selanjutnya dapat menjadi pencapaian sustainable development goals (SDGs).   Kata kunci: KWT Bugenvil, Persepsi, SDGs, Wanita
POTENSI ANTHELMETIKA SERBUK BIJI ALPUKAT TERHADAP CACING Haemonchus contortus PADA TERNAK DOMBA SECARA IN VITRO (Potency of Avocado Seed Powder (Persea Americana Mill) Anthemintic on Haemonchus Contortus Worms Sheep In vitro) Widiarso, Budi Purwo; Kusmawati, Anindita Aulia
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 11 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v11i2.17599

Abstract

Haemonchosis is a livestock health problem with a high prevalence in Indonesia which causes decreased production, anemia, huge economic losses and has fatal consequences for young sheep. The most common treatment and prevention of worms is the use of broad-spectrum chemical anthelmintics, but if used continuously it can result in resistance and residues to livestock products which are a serious threat to livestock production. This study aims to determine the effect of avocado seed powder (Persea americana Mill) on the mortality of Haemonchus contortus worms in sheep in vitro. This study used 5 treatments of Haemonchus contortus worms with 3 replications, consisting of P1 (Physiological NaCl) as a negative control, P2 (25% avocado seed powder), P3 (50% avocado seed powder), P4 (75% avocado seed powder). , and P5 (Albendazole) as positive control. Data were analyzed using One Way Annova analysis with SPSS 20. The results showed that avocado seed powder can be used as a natural anthelmintic with 100% worm mortality at a dose of 75% because contain tanin 6,40% w/w
Pengaruh Ekstrak Bawang Putih Dan Bawang Merah Terhadap Kualitas Makroskopis Sperma Ayam Bangkok Wardhani, Anggi Widya Kusuma; Widiarso, Budi Purwo; Pranatasari, Dewi
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1263

Abstract

             Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih dan bawang merah terhadap kualitas makroskopis sperma pada ayam Bangkok. Penelitian ini menggunakan sebanyak 20 ekor pejantan ayam Bangkok dengan umur 1,5 tahun dan dilakukan selama 60 hari di Canary Farm, Kabupaten Boyolali. Rancangan percobaan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 tanpa pemberian ekstrak bawang putih dan bawang merah, P1 pemberian ekstrak bawang putih dan bawang merah 1,5 ml, P2 pemberian ekstrak bawang putih dan bawang merah 2,5 ml, P3 pemberian ekstrak bawang putih dan bawang merah 3,5 ml. Pembuatan ekstrak bawang putih dan bawang merah dilakukan dengan metode maserasi. Variabel penelitian meliputi volume, pH, dan konsistensi sperma. Data volume dan pH yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan apabila perlakukan berbeda nyata maka diuji langut menggunakan uji Duncan Multiple Range (DMRT). Data konsistensi sperma diuji menggunakan analisis Kruskal Wallis, apabila berbeda nyata maka akan dilakukan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ekstrak bawang putih dan bawang merah berbeda nyata (P<0,05) terhadap variabel volume dan konsistensi sperma, namun berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap variabel pH sperma. Pemberian ekstrak bawang putih dan bawang merah sebanyak 3,5 ml dapat meningkatkan volume dan konsistensi sperma dan dapat mempertahankan pH sperma. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak bawang putih dan bawang merah dapat digunakan sebagai salah satu suplemen alami yang dapat diberikan pada ayam Bangkok untuk meningkatkan kualitas sperma dalam program inseminasi buatan.           
Efektivitas Ekstrak Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dan Bawang Putih (Allium sativum L.) Terhadap Kecepatan Ejakulasi Ayam Bangkok dan Fertilitas Telur Dewi Pranatasari; Anggi Widya Kusuma Wardhani; Dayang Fidi Ristanti; Budi Purwo Widiarso
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2024): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i4.91

Abstract

Keberhasilan IB pada ayam bergantung pada kualitas semen atau sperma yang digunakan. Sperma dengan kualitas bagus dapat berpengaruh terhadap persentasi telur fertil yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian ekstrak bawang merah dan bawang putih terhadap kecepatan ejakulasi pejantan ayam Bangkok dan fertilitas telur. Rancangan percobaan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 kali ulangan dengan jumlah pejantan ayam Bangkok sebanyak 20 ekor dan betina ayam ras petelur 100 ekor. Perlakuan yang diberikan adalah P0 tanpa pemberian ekstrak, P1 pemberian ekstrak bawang merah dan bawang putih sebanyak 1,5 ml, P2 pemberian ekstrak bawang merah dan bawang putih sebanyak 2,5 ml, P3 pemberian ekstrak bawang merah dan bawang putih sebanyak 3,5 ml. Ekstrak bawang merah dan bawang putih diberikan ke ternak pejantan ayam Bangkok dengan cara dicekok sebanyak 3x seminggu. Data kecepatan ejakulasi dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan apabila perlakuan berpengaruh nyata maka diuji lanjut menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Data fertilitas telur dianalisis menggunakan Cochran Q Test dan apabila perlakuan berpengaruh nyata maka diuji lanjut menggunakan Pairwise Comparisons. Hasil analisis menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa pemberian perlakuan ekstrak bawang merah dan bawang putih berbeda nyata (P<0,05) terhadap variabel kecepatan ejakulasi pejantan ayam Bangkok. Berdasarkan hasil analisis Cochran Q Test menunjukkan bahwa pemberian ekstrak bawang merah dan bawang putih pada ayam Bangkok berbeda nyata (P<0,05) terhadap fertilitas telur dari hasil inseminasi. Ekstrak bawang merah dan bawah putih berpengaruh terhadap kecepatan ejakulasi pejantan ayam Bangkok dan fertilitas telur. Pemberian ekstrak bawang merah dan bawang putih sebanyak 3,5 ml dapat meningkatkan kecepatan ejakulasi pada pejantan ayam Bangkok dan meningkatkan fertilitas telur hasil inseminasi buatan.
THE INFLUENCE OF HOLISTIC FEED ON PERFORMANCE OF SUPER NATIVE CHICK Supriyanto, Supriyanto; Widiarso, Budi Purwo; Sucipto, Sucipto; Mentari, Fabiana
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 15, No 2 (2021): June
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v15i2.17354

Abstract

This study determines effects of raw material feed (derived from corn, bran, soybean pods, concentrates and Indigofera zollingeriana local to Magelang) on the performance of native chicks. Performance was measured by feed consumption, body weight gain, Feed Conversion Ratio (FCR), mortality, and morbidity. This experiment used Completely Randomized Design (CRD) with three different feed treatments, and each treatment consisted of 30 free-range female chicks as replicants, from 0-4 weeks old. Super native chick feed was formulated by trial and error by mixing all ingredients: corn, bran, soybean pods, Indigofera zollingeriana, and premix. After mixing, a proximate test determined the nutritional content of the feed. Feed was then administered to chicks. Quantity of feed was administered according to age. The results obtained in the study were analyzed descriptively and statistically using the Variance Test (ANOVA) for the variables of body weight gain, feed consumption, and FCR. The Kruskal Wallis test was used via SPSS 26 program for mortality and morbidity variables with three treatments (T1, T2, and T3) and three replications. Each treatment consisted of 30 research individuals. Results showed that the super native chicks on varied protein diets had a significant difference in performance (P0.05), with feed 3 performing the best feed 3 produced a feed consumption of 430.20 g/chick and body weight gain of 174.67 g/chick, along with 2.46 FCR, 0% mortality, and 3.33% morbidity. The conclusion this study is holistic feed made from local ingredients with the addition of Indigofera zolliengeriana had a significant effect on increasing average daily gain, increasing feed consumption, and reducing feed conversion ratio (FCR) in native super chick.
THE EFFECT OF APUS BAMBOO (Gigantochloa apus) LEAVES INFUSION TO MORTALITY RATE AND MORPHOMETRY OF Haemonchus contortus ADULT WORM IN VITRO Widiarso, Budi Purwo; Nurcahyo, Wisnu; Kurniasih, Kurniasih; Prastowo, Joko
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 11, No 4 (2017): December
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v11i4.8167

Abstract

This present project was carried out to determine the effect of apus bamboo (Gigantochloaapus )leaves infusion to mortality rate and morphometry of Haemonchus contortus adult worms in vitro. The formulated tools were collected through camera, 3 ml syringe, object glass, deck glass, mortar, drip dropper, waterbath, microscope, stopwatch, counter check, oven, erlenmeyer flask, electric scale, surgical scissor, and pipette. The allocated materials used in this studywere bamboo leaves infusion, Haemonchus contortus adult worms, aquadestilata, ethanol and NaCl 0.62%. The research was firstly concernedwith making 0.1% and 1% apus bamboo leaves infusion. The samples were obtained from Haemonchus contortus collection. Adult worms were obtained directly from abomasum of naturally infected goats that were cut at Animal Slaughter House (RPH). To investigate the matter, mortality rates of adult worms at various doses and times of observation as well as differences in Haemonchus contortus morphometry were analyzed using ANOVA. The findings disclosed that apus bamboo leaves infusion demonstrated a significant difference in the mortality rate of adult worms Haemonchus contortusat various doses and times of observation. This report presented the findings of research that the best dose to increase the mortality of worms was 1% bamboo leaves infusion. Moreover, apus bamboo leaves infusion affected the morphometry of Haemonchus contortus adult worms, especially in body length, cervical papilla width, and spicules length in males, and body length, cervical papilla width, and vulvar length in females.
Penggunaan Cupri Sulfat (CuSO4) pada Dosis yang Berbeda Terhadap Kemampuan Deteksi Kebuntingan pada Sapi Trimester Pertama Widiarso, Budi Purwo; Farida, Arifa; Suharti, Suharti
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v5i2.1178

Abstract

Kebuntingan adalah proses bersatunya sel kelamin jantan (spermatozoa) dan sel kelamin betina (ovum) menjadi sel baru yang dikenal dengan zigot. Metode yang dapat diterapkan oleh peternak adalah metode deteksi kebuntingan menggunakan bahan kimia asam sulfat (H2SO4). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dan mengetahui dosis cupri sulfat (CuSO4) yang tepat dalam mendeteksi kebuntingan pada sapi trimester pertama. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah urin sapi bunting trimester pertama yang berjumlah 5 ekor sebanyak 2 ml kemudian dicampur dengan aquadest sebanyak 2 ml dan direaksikan dengan bahan kimia cupri sulfat (CuSO4) dengan dosis 1 ml, 2 ml, dan 5 ml. Variabel yang diamati adalah perubahan warna urin, waktu perubahan warna urin, dan adanya endapan urin. Data yang diperoleh dianalisis deskriptif dan analisis statistik dengan one way anova, dan diuji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deteksi kebuntingan sapi trimester pertama menggunakan cupri sulfat (CuSO4) dengan dosis yang berbeda memiliki presentase kebuntingan 100% dan memberikan pengaruh pada variabel perubahan warna dengan menghasilkan warna biru kehijau-hijaun. Pada variabel waktu perubahan warna tidak berpengaruh terhadap kemampuan cupri sulfat (CuSO4) dalam mendeteksi kebuntingan, pada setiap perlakuan tidak berbeda nyata dengan taraf signifikan 0,719 (P > 0,05) dengan hasil waktu 5 detik pada setiap perlakuan. Pada variabel endapan hasil analisis data berpengaruh sangat nyata dengan taraf signifikan 0,000 (P < 0,01). Berdasarkan penelitian dosis cupri sulfat (CuSO4) yang tepat dalam mendeteksi kebuntingan pada sapi trimester pertama yaitu dosis 1 ml (P1). Penggunaan cupri sulfat (CuSO4) dosis 1 ml menghasilkan warna biru kehijau-hijauan dengan waktu perubahan warna 5 detik dan tinggi endapan 3 cm.
Pengaruh Penambahan Lactobacillus plantarum dengan Level yang Berbeda Terhadap Kualitas Organoleptik, pH dan Kandungan Nutrien Silase Limbah Sayur Kol (Brassica oleracea L. var. capitata L.) Widiarso, Budi Purwo; Afifah, Novi Nurul; Perdinan, Acep
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v5i2.1185

Abstract

Fermentasi menggunakan Lactobacillus plantarum merupakan salah satu metode pengawetan limbah sayur kol yang berpotensi sebagai bahan pakan ruminansia. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh fermentasi limbah sayur kol menggunakan Lactobacillus plantarum terhadap kualitas organoleptik (warna, tekstur, dan aroma), potential Hydrogen, dan kandungan nutrien (kadar air, bahan kering, protein kasar, dan serat kasar). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap 4 perlakuan 5 ulangan. Faktor perlakuan adalah level pemberian Lactobacillus plantarum yaitu P0 (0%), P1 (2%), P2 (4%), dan P3 (6%). Semua perlakuan ditambahkan molases 5% dari berat segar hijauan dan diinkubasi selama 7 hari. Parameter yang diamati terdiri dari organoleptik (warna, aroma, dan tekstur), pH, dan kandungan nutrien (kadar air, bahan kering, protein kasar, dan serat kasar). Data dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil menunjukan bahwa penambahan Lactobacillus plantarum dalam proses ensilase berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas organoleptik, potential Hydrogen, dan kandungan nutrien. Hasil organoleptik berwarna kuning kecoklatan hingga hijau daun rebus, beraroma asam sedang hingga asam menyengat, dan bertekstur sedang hingga tidak mudah hancur. Nilai pH silase yaitu 3,8 - 4,34. Kandungan nutrien meliputi kadar air 86,71%-89,03%, bahan kering dari 10,97% menjadi 13,29%, protein kasar 12,77% - 18,87%, dan serat kasar 8,73% - 13,56%. Dapat disimpulkan bahwa silase limbah sayur kol mengunakan Lactobacillus plantarum dapat memperbaiki kualitas organoleptik, pH, serta kandungan nutrien dengan menambahkan Lactobacillus plantarum 2% sebagai level terbaik dalam silase limbah sayur kol.