Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : QUANTA

Media Audio Visual Dalam Meningkatkan Layanan Informasi Bimbingan Konseling Pada Siswa Smp rima irmayanti
QUANTA Vol 2, No 2 (2018): VOLUME 2 NUMBER 2, MAY 2018
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/q.v2i2p%p.873

Abstract

Media merupakan jamak dari medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar, yaitu perantara sumber pesan. Media dimaknai sebagai hal yang digunakan menjadi perantara atau pengantar ketika seorang guru mata pelajaran melakukan pembelajaran kepada muridnya. Terkait dengan media sebagai perantara pesan, maka seorang guru BK pun memerlukan media pada saat memberikan layanan bimbingan dan konseling. Media bimbingan dan konseling ialah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan bimbingan dan konseling yang mampu merangsang pikiran, perasaan, perhatian, keinginan konseli untuk memahami diri, mengarahkan diri, dan mengambil keputusan atas masalah yang sedang dihadapi. Layanan informasi akan lebih menarik jika dibarengi dengan media yang digunakan terutama dalam penggunaan media audiovisual yang tidak membosankan. Selain dalam penyampaian tidak membosankan, juga  media audio visual membuat para guru BK lebih kreatif untuk membuat atau mencari media audio visual seperti apa yang harus digunakan dalam layanan informasi yang diberikan. Sehingga proses penyempaiann kepada penerima informasi lebih mudah tersampaikan.
BIMBINGAN DAN KONSELING SEBAGAI PROFESI KHUSUS Rima Irmayanti
QUANTA Vol 2, No 1 (2018): VOLUME 2 NUMBER 1, JANUARY 2018
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.016 KB) | DOI: 10.22460/q.v2i1p%p.712

Abstract

ABSTRAKPelaksanaan layanan bimbingan dan konseling idealnya dilaksanakan oleh seorang professional yang memiliki latar belakang pendidikan bimbingan dan konseling. Namun kenyataan di lapangan tidaklah demikian, masih tersebar dibeberapa sekolah pada khususnya, guru bimbingan dan konseling berlatar belakang pendidikan non bimbingan dan konseling. Hal ini merupakan imbas dari kurangnya pasokan guru bimbingan dan konseling ke tiap-tiap jenjang pendidikan. Pemahaman akan pentingnya peran guru bimbingan dan konseling di sekolah dengan mengisi kekosongan posisi tersebut dengan guru matpel lain tentu akan menjadi kurang efektif dalam pelaksanaan layanannya dan cenderung mengarah pada tugas yang seharusnya tidak dilakukan oleh bimbingan dan konseling. Untuk memperoleh pemahaman secara menyeluruh terkait profesi bimbingan dan konseling maka perlu dilakukan kajian secara terstruktur mengenai sejarah bimbingan dan konseling, kode etik profesi, dan pendidikan profesi.Kata Kunci: Bimbingan dan konseling, Kode Etik Profesi, dan Pendidikan Profesi 
PERENCANAAN KARIER PADA PESERTA DIDIK SMP Rima Irmayanti
QUANTA Vol 3, No 1 (2019): VOLUME 3 NUMBER 1, JANUARY 2019
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.154 KB) | DOI: 10.22460/q.v3i1p6-11.1356

Abstract

ABSTRAK Peserta didik tingkat sekolah menengah pertama dari segi perkembangan karier telah memasuki masa eksplorasi.  Pada masa ini mereka telah mampu untuk dapat menentukan arah karier yang diinginkan.  Bukan sekedar keinginan tetapi mereka mulai mempertimbangkan dan mencari informasi terkait karier yang diinginkan tersebut.  Agar karier yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik maka diperlukan perencanaan karier  Karier yang dimaksud dalam penelitian ini lebih mengarah pada peminatan pendidikan dan pekerjaan.