Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Vivian Dwi Viyasni; Sri Mulia Sari; Dewi Rury Arindari; Rahmalia Afriyani; Putinah Putinah
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30832

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan masalah yang sering terjadi pada lansia dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak dikendalikan. Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang mudah dan aman, salah satunya terapi tertawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gandus. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 17 lansia dengan hipertensi yang dipilih menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19 – 21 Desember 2025. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisa data yang digunakan adalah uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari 155,53 mmHg menjadi 145,24 mmHg dan diastolik menurun dari 95,59 mmHg menjadi 80,47 mmHg dan diperoleh p-value 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan terapi tertawa terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Disarankan bagi puskesmas dan posyandu agar terapi tertawa dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis sebagai pendukung dalam kegiatan posyandu lansia dalam upaya promotif dan preventif.Kata kunci: Terapi tertawa, Tekanan darah, Lansia, Hipertensi. ABSTRACTHypertension was a common health problem among older adults and had the potential to cause complications if not properly controlled. In addition to pharmacological therapy, safe and simple non-pharmacological interventions were needed, one of which was laughter therapy. This study aimed to determine the effect of laughter therapy on blood pressure in older adults with hypertension in the working area of Gandus Public Health Center. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 17 older adults with hypertension who were selected using purposive sampling. The study was conducted from December 19 to 21, 2025. Blood pressure was measured before and after the intervention. Data analysis was performed using the paired sample t-test. The results showed that the mean systolic blood pressure decreased from 155.53 mmHg to 145.24 mmHg, and the mean diastolic blood pressure decreased from 95.59 mmHg to 80.47 mmHg, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). Therefore, it was concluded that laughter therapy had a significant effect on reducing blood pressure in older adults with hypertension. It was recommended that public health centers and integrated health posts for older adults consider laughter therapy as a supportive non-pharmacological intervention to enhance promotive and preventive health efforts.Keywords: Blood pressure, Elderly, Hypertension, Laughter therapy.   
Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Masa Pandemi Covid-19 Di Puskesmas 23 Ilir Anur Rohmin; Rahmalia Afriyani
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/7qq1k825

Abstract

Latarbelakang: Cakupan imunisasi dasar lengkap merupakan salah satu indikator dalam TujuanPembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs). World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa padatahun 2018 sekitar 20 juta anak di dunia tidak mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL), bahkan adayang tidak mendapatkan imunisasi sama sekali. Tujuan: untuk mengetahui faktor yang mempengaruhiimunisasi dasar lengkap pada anak masa pandemic Covid-19 di Puskesmas 23 Ilir Kota Palembang. Metode:Penelitian ini menggunakan pendekan crossectional sampel dengan sampel yang berjumlah 107 orangresponden diambil dengan cara accidental sampling. Penelitian telah dilakukan pada tanggal 15 Agustus2021 hingga 16 Oktober 2021. Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara terstruktukdengan menggunakan kuisiner tertutup. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (pvalue:0,004), sikap (p-value:0.003), akses pelayanan kesehatan (p-value:0.022), peran petugas(pvalue:0.006) dengan kelengkapan imunisasi dasar pada anak di masa pandemic. Tidak terdapat hubunganantara pendidikan dan kelengkapan imunisasi dasar (p-value:0.211). Variabel sika merupakan variabel yangpaling berpengaruhi terhadap kelengkapan imunisasi dasar pada anak di masa pandemic covid-19 denganOR: 5.625. Kesimpulan: imunisasi dasar pada anak di masa pandemic covid-19 dipengaruhi oleh faktorpengetahuan, sikap dan peran petugas dimana faktor sikap merupakan faktor dominan mempengaruhikelengkapan imunisasi pada anak di masa pandemic covid-19. Disarankan kepada petugas Puskesmas 23 ilirUntuk meningkatkan promosi kesehatan yang berupa penyuluhan menggunakan media banner di setiap unitlayanan meliputi posyandu dan pustu.