Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Investigating Pedagogical Competences of PPG Students in Designing and Implementing English Language Learning Videos: - Upa, Rahmawati; Damayanti, Sri; Yunus, Reski Yusrini Islamiah
JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Vol. 14 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v14i1.18363

Abstract

Teacher professional competence is a critical element in ensuring effective teaching and learning, particularly in the context of English as a foreign language. In the In-service Teacher Professional Education Program (PPG Guru Tertentu), participants are expected not only to prepare lesson plans but also to translate them into pedagogically sound practices, including the development of English learning videos. This study therefore aimed to analyse the pedagogical competence of PPG Guru Tertentu students majoring in English by examining the quality of their lesson plan development and the implementation of pedagogical competence in teaching practices documented through instructional videos. Employing a qualitative descriptive design, data were collected from twenty participants’ lesson plans and teaching videos The data were analysed thematically following Miles and Huberman’s interactive model through data reduction, data display, and conclusion drawing, with triangulation between document analysis and video observation. The findings show that while participants produced lesson plans that met administrative requirements, learning indicators were often too general and only partially aligned with Bloom’s Taxonomy, and assessment tended to focus on recall. The videos further revealed inconsistencies between planning and practice, simplification of student-centred activities, limited creativity in media utilization, and a strong reliance on unmodified YouTube videos. These results suggest that pedagogical competence is developing but remains uneven, particularly in operationalizing objectives, maintaining alignment between lesson plans and classroom practice, and designing authentic assessments.
Hukum Formal vs Moral Publik: Analisis Sosiologi Hukum Atas Gerakan Digital 17+8 Tuntutan Rakyat di Indonesia Asmi, Syifa Ramadhani; Agnari, Theola Rabbi; Samudra MB, Sandy Alun; Damayanti, Sri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2452

Abstract

  Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat menjadi salah satu bentuk ekspresi moral publik terhadap lembaga hukum formal di Indonesia. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana masyarakat, melalui media sosial, mengartikulasikan nilai keadilan, tanggung jawab, dan legitimasi politik di luar mekanisme hukum formal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara hukum moral dan hukum formal dalam konteks gerakan digital, serta bagaimana masyarakat menegakkan kontrol sosial melalui moralitas kolektif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (Library Research). Hasil awal menunjukkan bahwa masyarakat membentuk living law baru berbasis nilai moral publik yang berfungsi sebagai mekanisme pengawasan sosial. Namun, ketika ekspresi moral tersebut melampaui batas legitimasi hukum, seperti dalam kasus penjarahan rumah anggota DPR, maka terjadi pergeseran dari solidaritas moral menjadi kondisi anomie. Temuan ini menegaskan pentingnya hukum yang responsif terhadap dinamika moral masyarakat di era digital. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa fenomena tersebut mencerminkan pergeseran mendasar dalam sosiologi hukum modern, dari hukum negara yang bersifat vertikal menuju hukum sosial digital yang bersifat horizontal dan partisipatif.