Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERAN MOTIVASI KERJA DALAM MENINGKATKAN RETENSI KARYAWAN GEN Z Sri Damayanti; Darma Fristyana Sinaga; Adhitia Pratama; Titus Indrajaya
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1311

Abstract

Gen Z telah menjadi bagian signifikan dari tenaga kerja global dan menuntut karakteristik pekerjaan yang berbeda dari generasi sebelumnya, terutama makna pekerjaan, otonomi, pembelajaran berkelanjutan, keseimbangan kerja-hidup, serta penggunaan teknologi. Generasi Z sebagai kelompok yang sekarang jumlahnya semakin besar. Kehadiran generasi ini membawa dinamika baru dalam dunia organisasi karena karakteristik, nilai, dan preferensi kerja mereka berbeda dari generasi sebelumnya. Artikel ini bertujuan mengkolaborasikan konsep motivasi kerja dengan retensi karyawan melalui pemahaman yang mendalam mengenai karakteristik Generasi Z di lingkungan kerja. Dengan memahami ciri khas generasi ini, organisasi dapat menentukan pola motivasi kerja yang tepat sehingga mampu menciptakan lingkungan kerja yang stabil dan mendukung retensi karyawan. Artikel ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengelaborasi berbagai literatur terkait motivasi kerja, komitmen organisasi, retensi, serta perilaku generasi Z. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen karyawan, semakin tinggi motivasi yang diperoleh, semakin kuat komitmen mereka terhadap organisasi. Selanjutnya, komitmen karyawan juga berpengaruh signifikan terhadap retensi, yang berarti karyawan dengan komitmen tinggi lebih cenderung bertahan dalam perusahaan.
PERAN MOTIVASI KERJA DALAM MENINGKATKAN RETENSI KARYAWAN GEN Z Sri Damayanti; Darma Fristyana Sinaga; Adhitia Pratama; Titus Indrajaya
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1311

Abstract

Gen Z telah menjadi bagian signifikan dari tenaga kerja global dan menuntut karakteristik pekerjaan yang berbeda dari generasi sebelumnya, terutama makna pekerjaan, otonomi, pembelajaran berkelanjutan, keseimbangan kerja-hidup, serta penggunaan teknologi. Generasi Z sebagai kelompok yang sekarang jumlahnya semakin besar. Kehadiran generasi ini membawa dinamika baru dalam dunia organisasi karena karakteristik, nilai, dan preferensi kerja mereka berbeda dari generasi sebelumnya. Artikel ini bertujuan mengkolaborasikan konsep motivasi kerja dengan retensi karyawan melalui pemahaman yang mendalam mengenai karakteristik Generasi Z di lingkungan kerja. Dengan memahami ciri khas generasi ini, organisasi dapat menentukan pola motivasi kerja yang tepat sehingga mampu menciptakan lingkungan kerja yang stabil dan mendukung retensi karyawan. Artikel ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengelaborasi berbagai literatur terkait motivasi kerja, komitmen organisasi, retensi, serta perilaku generasi Z. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen karyawan, semakin tinggi motivasi yang diperoleh, semakin kuat komitmen mereka terhadap organisasi. Selanjutnya, komitmen karyawan juga berpengaruh signifikan terhadap retensi, yang berarti karyawan dengan komitmen tinggi lebih cenderung bertahan dalam perusahaan.
Hubungan Faktor Individu Dan Postur Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Pengolahan PTPN IV Kota Tebing Tinggi : The Relationship Between Individual Factors and Work Posture with Musculoskeletal Disorder Complaints in Processing Workers at PTPN IV, Tebing Tinggi City Sri Damayanti; Nadya Ulfa Tanjung
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10221

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang kerap terjadi secara tiba-tiba dan sering kali diabaikan oleh sebagian besar pekerja formal. Gangguan ini menyerang sistem otot dan rangka tubuh, dan umum dijumpai pada pekerja di sektor industri, terutama mereka yang bekerja dengan postur tidak ergonomis, memiliki masa kerja panjang, serta melakukan aktivitas fisik yang tinggi. MSDs berpotensi menurunkan produktivitas dan kualitas hidup pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor individu (umur, kebiasaan merokok, masa kerja, lama kerja) dan postur kerja dengan keluhan MSDs pada pekerja bagian pengolahan di PTPN IV Regional I PKS Rambutan Kota Tebing Tinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 56 responden yang dipilih melalui metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Nordic Body Map serta observasi postur kerja dengan metode REBA. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara umur (p=0,012), masa kerja (p=0,000), dan postur kerja (p=0,001) dengan keluhan MSDs. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok (p=0,543) dan lama kerja (p=0,653) dengan keluhan MSDs. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar perusahaan melakukan perbaikan kondisi ergonomis, memberikan edukasi terkait kesehatan kerja, serta mengatur pola kerja yang lebih sehat guna menekan risiko terjadinya keluhan MSDs pada pekerja