Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Instruments for Measuring Career Decision Self-Efficacy in High School Students: A Systematic Literature Review Nurrizki Shafira; Agus Taufiq; Nandang Budiman; Uman Suherman; Ferianti
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.5584

Abstract

In the field of career development, career decision-making self-efficacy plays an important role in adolescents' career decision-making process, decision-making ability, career exploration behaviour, performance goals, and career identity. The main objective of this review was to identify and analyse the instruments used by researchers to measure high school students' CDSE. Using the Systematic Literature Review method, the researcher specifically identified Scopus-indexed articles published between 2003 and 2023. The authors found that the Career Decision Self-Efficacy Scale Short Form (CDSES-SF), developed by Betz, Klein, & Taylor (1996), is the most widely used instrument to measure career decision self-efficacy. The CDSES-SF shows high reliability, with Cronbach's alpha ranging from α=0.78-0.95, placing it in the good and excellent categories. In addition, the CDSES-SF has been applied to diverse high school students from different races, ethnicities, ages, grade levels, skin colours, genders, and countries. Keywords: career decision self-efficacy, high school students, a systematic literature review, instrument
Peran Kepala Sekolah dan Wali Kelas dalam Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 10 Sumedang Silmi Hafiyani; Uman Suherman
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.6046

Abstract

Pelaksanaan bimbingan dan konseling yang efektif membutuhkan komitmen dalam bentuk kolaborasi dari berbagai pihak dalam memfasilitasi kebutuhan siswa. Tujuan penelitian ini adalah terwujudnya peran kepala sekolah dan wali kelas yang memfasilitasi pengembangan potensi dan kebutuhan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif menggunakan instrument pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru bimbingan dan konseling/konselor sekolah, kepala sekolah, dan wali kelas di SMP Negeri 10 Sumedang. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas data menggunakan sumber triangulasi. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling sudah berjalan cukup optimal, walaupun memiliki keterbatasan dalam jumlah personel guru bimbingan dan konseling yang lebih sedikit daripada jumlah siswa secara keseluruhan. Kesimpulan penelitian ini menyatakan keberhasilan pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah sangat bergantung pada sinergitas dan kerja sama semua personel sekolah untuk mencapai tujuan bimbingan dan konseling dengan optimal. Kata kunci: pelaksanaan bimbingan dan konseling, kolaborasi, kepala sekolah, wali kelas
Kontribusi Iklim Organisasi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Terhadap Program Bimbingan dan Konseling Silvia Agustina; Uman Suherman
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.6136

Abstract

Program bimbingan dan konseling di sekolah memegang peran penting dalam membantu siswa mengatasi berbagai masalah yang terkait dengan kehidupan pribadi, akademik, dan sosial. Namun, keberhasilan program ini tergantung pada iklim organisasi sekolah yang mendukung dan sarana serta prasarana yang memadai. Artikel ini membahas peran dan tanggung jawab berbagai pihak dalam implementasi program bimbingan dan konseling, serta pentingnya layanan khusus sebagai pendukung program tersebut. Metode penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan, dan artikel ini menganalisis kontribusi iklim organisasi yang memengaruhi program bimbingan dan konseling, termasuk dukungan kepemimpinan, pemahaman peran guru, dan fasilitas sekolah. Diperlukan kerjasama antara kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, guru bidang studi, staf administrasi, dan layanan khusus untuk mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang peran dan tanggung jawab masing-masing pihak serta upaya bersama dalam menciptakan iklim organisasi yang kondusif sangatlah penting demi tercapainya program bimbingan dan konseling. Kata kunci: iklim organisasi, sekolah, program bimbingan dan konseling
Optimalisasi Strategi Promosi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Cigugur Siti Rohimah; Uman Suherman
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6215

Abstract

Strategi promosi bimbingan dan konseling penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat sekolah tentang pentingnya layanan BK dan mendorong mereka untuk aktif memanfaatkannya di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi promosi yang digunakan guru BK untuk meningkatkan manfaat layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan termasuk observasi, dokumentasi, dan wawancara. Fokus penelitian adalah guru bimbingan dan konseling yang bekerja di SMAN 1 Cigugur. Analisis data menggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber triangulasi digunakan untuk menguji validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bimbingan dan konseling di SMAN 1 Cigugur telah menggunakan strategi promosi berbasis digital dalam mempromosikan bimbingan dan konseling, namun terkendala minimnya personel untuk mengelola kegiatan promosi. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa dukungan dan sinergitas masyarakat sekolah menjadi faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan promosi bimbingan dan konseling di sekolah. Kata kunci: manajemen bimbingan dan konseling, bimbingan dan konseling, guru bimbingan dan konseling
Optimalisasi Sarana dan Prasarana Melalui Kreativitas Guru Bimbingan dan Konseling (Guru BK) dalam Melaksanakan Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) Nia Anggara; Uman Suherman
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6245

Abstract

Sarana dan prasarana yang memadai menjadi salah satu faktor penunjang keberhasilan layanan Bimbingan dan Konseling (BK). Kendati demikian, diperlukan kreativitas dan inovasi guru BK dalam mengoptimalkan sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi langkah-langkah kreatif guru BK di beberapa sekolah yang ada di Jawa Barat dengan jenjang SMP, SMA, dan SMK. Guru BK yang dipilih tersebar dalam berbagai demografi atau wilayah sekolah, yaitu di kabupaten dan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan dengan pendekatan yang kreatif dan inovatif, guru BK mampu mengoptimalkan penggunaan sarana dan prasarana yang ada, meningkatkan keterlibatan siswa, dan membuat layanan BK menjadi lebih menarik. Dengan kreativitas, pengintegrasian teknologi dalam pemberian layanan, dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder sekolah, guru BK dapat memfasilitasi perkembangan akademik, emosional, dan sosial siswa yang berguna untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Kata kunci: sarana dan prasarana, bimbingan dan konseling, kreativitas
Peran Sarana dan Prasarana dalam Optimalisasi Manajemen Bimbingan dan Konseling di Sekolah Salwa Almaliyah; Uman Suherman
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6247

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran sarana dan prasarana dalam optimalisasi manajemen bimbingan dan konseling (BK) di sekolah. BK bagian penting dari pendidikan yang membantu peserta didik mengembangkan potensinya serta menyelesaikan masalah yang dihadapi. Manajemen BK yang baik, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi, sangat bergantung pada ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Permendikbud No 111 Tahun 2014 menjadi acuan bagi sekolah dalam mengelola sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung tercapainya tujuan BK serta tujuan pendidikan nasional. Metode penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan, dan artikel ini menganalisis peran sarana dan prasarana yang mempengaruhi optimalisasi layanan BK di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana yang tidak memadai menghambat efektivitas layanan BK, pemenuhan sarana dan prasarana yang sesuai dapat meningkatkan kualitas layanan BK dan memberikan manfaat bagi perkembangan peserta didik. Penelitian ini meningkatan kesadaran akan pentingnya sarana dan prasarana, mendorong pemenuhan standar fasilitas dan mempengaruhi kebijakan pendidikan dalam mendukung layanan BK. Kata kunci: sarana dan prasarana, manajemen, bimbingan dan konseling
Model Conteks, Input, Proses Dan Produk (CIPP) Dalam Evaluasi Bimbingan Dan Konseling: Studi Tinjauan Pustaka Salsabila Farah Diba; Uman Suherman
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai literatur tentang model evaluasi Context, input, process dan product (CIPP) yang dapat diterapkan dalam bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan (library research) dengan mencari berbagai sumber referensi yang relevan (buku, makalah atau artikel ilmiah) tentang model CIPP dalam evaluasi bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan analisis isi dalam menganalisis data yaitu melakukan analisis terhadap isi dari setiap referensi tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi model Context, input, process dan product (CIPP) menjadi salah satu model evaluasi efektif yang dapat digunakan dalam evaluasi program bimbingan dan konseling karena berfokus pada perbaikan dan peningkatan program bimbingan dan konseling. Penelitian ini meningkatkan kesadaran dan pemahaman pembaca terkhusus guru BK dalam menerapkan model CIPP pada evaluasi program Bimbingan dan Konseling di sekolah. Kata kunci: evaluasi, model CIPP, manajemen bimbingan dan konseling
Career Satisfaction of Islamic Guidance and Counseling Teachers: Addition of Gratitude Variables to Greenhaus Theory Cucu Arumsari; Uman Suherman; Juntika Nurihsan; Yusi Riska Yustiana; Eko Yulianto
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i1.6108

Abstract

Greenhaus’s Theory assesses career satisfaction through five key dimensions: career achievement, goal fulfillment, income, career advancement, and skill development. However, in the context of Islamic guidance and counseling teachers, gratitude should be considered as an additional determinant. Gratitude, as a core spiritual value, plays a significant role in career satisfaction for Muslim educators, yet it is often overlooked in traditional career satisfaction models. This study aims to expand Greenhaus’s Theory by incorporating gratitude as a sixth dimension. A quantitative approach was applied using Confirmatory Factor Analysis (CFA) with SmartPLS to validate the six-dimensional career satisfaction model. A random sample of 121 Islamic guidance and counseling teachers from Tasikmalaya participated in the study by completing a career satisfaction questionnaire. The findings confirm that career achievement, goal fulfillment, income, career progress, skill development, and gratitude are all valid and reliable indicators of career satisfaction. Gratitude significantly contributes to teachers’ overall career fulfillment, reinforcing its importance as a spiritual dimension in career satisfaction models. The inclusion of gratitude enhances the applicability of Greenhaus’s model in Islamic cultural contexts, addressing the gap in traditional career satisfaction frameworks. Recognizing gratitude as a career satisfaction factor provides a more comprehensive understanding of teacher well-being in religiously influenced educational environments. The adaptation of Greenhaus’s Theory with the inclusion of gratitude offers a more holistic perspective on career satisfaction for Islamic educators. Future research should explore its implications across diverse cultural and religious settings.
Gender differences in nonviolence disposition among university students Ardian Renata Manuardi; Uman Suherman; Ilfiandra Ilfiandra; Yusi Riska Yustiana
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1190500

Abstract

This study was conducted in response to the increasing concern over aggressive behaviors among university students, highlighting the importance of understanding factors associated with nonviolent tendencies. This study aimed to examine gender differences in nonviolence disposition among university students. A comparative quantitative research design with a cross-sectional approach was employed. The participants consisted of 430 undergraduate students from IKIP Siliwangi, Indonesia, including 83 male students and 347 female students, aged 17–21 years. Data were collected through an online survey using an adapted version of the Teenage Nonviolence Test (TNT). Data were analyzed using descriptive statistics and an independent samples t-test. The results indicated that the overall nonviolence disposition of students was at a moderate level across all dimensions, based on the scale used in this study. Descriptive findings showed that female students consistently obtained higher mean scores than male students in nearly all dimensions. Inferential analysis revealed a statistically significant gender difference in Physical Nonviolence, with female students demonstrating higher levels than male students. This finding indicates that gender is associated with differences in students’ tendencies to reject physical aggression and refrain from using physical force in conflict situations.
Nonviolence pada Mahasiswa: Tinjauan Berdasarkan Usia dan Domisili Geografis Ardian Renata Manuardi; Uman Suherman; Ilfiandra Ilfiandra; Yusi Riska Yustiana
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 3 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086577011

Abstract

Nonviolence merupakan sikap penting yang perlu dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dinamika sosial dan konflik di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat nonviolence mahasiswa serta menganalisis perbedaannya berdasarkan usia dan domisili. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif. Subjek penelitian terdiri dari 430 mahasiswa S1 IKIP Siliwangi,yang dipilih menggunakan pendekatan random sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen nonviolence dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat nonviolence mahasiswa secara umum berada pada kategori sedang. Selain itu, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan tingkat nonviolence mahasiswa berdasarkan usia maupun domisili, serta tidak terdapat interaksi antara kedua variabel tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa sikap nonviolence pada mahasiswa cenderung bersifat merata dan tidak dibedakan oleh karakteristik demografis dasar. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian empiris mengenai nonviolence pada mahasiswa serta menjadi dasar pengembangan program pendidikan karakter dan pencegahan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.