Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN IBU DENGAN TINGKAT RETARDASI MENTAL ANAK DI SDLB PURWOSARI KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS TAHUN 2007 Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum; indanah indanah; Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 2 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang kecerdasan menyesuaikan: Retardasi mental merupakan suatu keadaan yang di tandai dengan fungsi diri umum yang berada di bawah rata-rata di sertai dengan berkurangnya kemampuan untuk (berperilaku adaptif) yang mulai timbul sebelum usia 18 tahun.( Maramis,2004)Berdasarkan survey awal yang di lakukan secara acak pada tanggal 18 Februari 2007 pada 4 ibu dari siswa penderita retardasi mental di SD Luar Biasa Purwosari Kecamatam Kota Kabupaten Kudus berdasarkan tingkat kecemasan di dapatkan hasil 3 ibu mempunyai tingkat kecemasan yang berat dan 1 ibu mempunyai tingkat kecemasan yang sedang.Tujuan : Diketahuinya hubungan tingkat kecemasan ibu dengan tingkat retardasi mental anak di SDLB Purwosari Kecamatan Kota Kabupaten Kudus.Metode : Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan metode pendekatan  Cross Sectional sedangkan analisa datanya menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan menggunakan uji Chi Square dengan sistem SPSS 12.Hasil : Berdasarkan hasil observasi yang menggunakan uji Chi Squaredi dapatkan hasil signifikan P = 0,001 atau P = 0,05 .Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan antara tingkat kecemasan ibu dengan tingkat retardasi mental  anak.Kesimpulan : Adanya hubungan antara tingkat kecemasan ibu dengan tingkat retardasi mental anak
KARAKTERISTIK REMAJA PUTRI DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN DI SMK MUHAMMADIYAH KUDUS Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 1 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Indonesia around 90% of women may experience leukhorrhea because Indonesia is a tropical areas, so that the fungus is growing which resulted in many cases of leukhorrhea. Leukhorrhea symptoms experienced by women sho are unmarried or girls aged 15-24 years is approximately 31.8%. This indicates a higher risk adolescents occur Leukhorrhea.Objective : To determine the knowledge of leukhorrhea, the type of underwear, vulva hygiene with students in SMK Muhammadiyah Kudus.Result : The results of bivariate p value on knowledge leukhorrhea of 0.417, frekuensi the underwear 0.123 and vulva hygien practice 0.123Conclusions : No relationship between knowledge leukhorrhea, vulva hygiene and type underwear, how vulva hygiene with leukhorrhea expected indicates of health workers and educators can run adolescent reproductive health programs in synergy with activities of the two sectors. Keywords : Knowledge leukhorrhea, vulva hygiene practice, underwear, leukhorrhea  Latar Belakang: DiIndonesia sekitar 90% wanita berpotensi mengalami keputihan karena Negara Indonesia adalah daerah yang beriklim tropis, sehingga jamur mudah berkembang yang mengakibatkan banyaknya kasus keputihan. Gejala keputihan juga dialami oleh wanita yang belum kawin atau remaja puteri yang berumur 15-24 tahunyaitu sekitar 31,8%. Hal ini menunjukkan remaja lebih berisiko terjadi keputihan.Tujuan :  Mengetahui pengetahuan tentang keputihan, jenis celana dalam, cara cebok dengan kejadian keputihan pada siswi SMK Muhammadiyah KudusMetode: Penelitian ini termasuk penelitian non eksperimental (observasional), dengan rancangan penelitian cross sectional. Hasil Penelitian: Hasil bivariat didapatkan nilai p value pada pengetahuan 0.417, cara cebok 0.123 dan ganti celana dalam 0.123Kesimpulan dan Saran: Tidak Ada hubungan antara pengetahuan, cara cebok dang anti celana dalam dengan kejadian keputihan Diharapkan petugas kesehatan dan tenaga pendidik dapat menjalankan program kesehatan reproduksi remaja secara bersinergi dengan kegiatan kedua sector.
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GDS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS (DM) TIPE II DI PUSKESMAS MAYONG II JEPARA TAHUN 2015 Noor Cholifah; Noor Azizah; indanah indanah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 2 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kongres Federasi Diabetes Internasional di Paris tahun 2003, diabetes mellitus menduduki peringkat keempat setelah penyakit jantung, pembuluh darah, dan penyakit kanker. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), jumlah penderita diabetes mellitus tahun 2005 mencapai 200 juta orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar GDS pada pasien DM Tipe II di Puskesmas Mayong II Jepara. Penelitian ini merupakan  Studi Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional dengan uji Kendall tau. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien DM tipe II  di wilayah kerja puskesmas Mayong II Jepara yang berjumlah sebanyak 139 orang pasien DM tipe II, didapatkan sampel 34 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p value 0,05. Dimana nilai p value (p=0,002 dan p=0,000). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar GDS pada pasien DM tipe II di Puskesmas Mayong II Jepara. Adapun hubungan tersebut adalah sedang dan kuat. Ada hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar GDS pada pasien DM tipe II di Puskesmas Mayong II Jepara
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI LITERASI KEUANGAN DAN KESEHATAN KELUARGA Amalia Rahmawati; Anny Rosiana Masithoh; Nor Asiyah; Maryatin Maryatin; Noor Azizah; Moh Aris Prasetiyanto
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2138

Abstract

Di dalam keluarga, keuangan dan kesehatan merupakan hal yang sangat vital. Sebagai seorang ibu, dituntut untuk mampu mengelola keuangan yang sehat sehingga dapat menjaga cash flow keluarga. Selain itu, dibidang kesehatan, seorang ibu dituntut untuk mampu memberikan pertolongan pertama jika ada anggota keluarga yang sakit. Sehingga ibu harus mampu menjadi mentri keuangan dan dokter di rumah tangga. Pengabdian ini dilaksanakan di PCNA Jati Kudus dengan 30 peserta ibu pengajian berusia 27-40 tahun. Peserta diberikan materi terkait pengelolaan keuangan, diantaranya apa pengelolaan keuangan, manfaat pengelolaan keuangan, serta bagaimana cara mengelola keuangan keluarga, membuat catatan pembukuan sederhana yang terdiri dari pembuatan anggaran keluarga dan pembuatan catatan harian kas, sehingga akan terlihat cash flow keluarga dan memberikan materi terkait literasi kesehatan, diantaranya cara mendapatkan informasi kesehatan yang benar serta bagaimana mencegah penyakit degenerative darah tinggi yang banyak dimiliki oleh Masyarakat Indonesia. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta lebih memahami literasi kesehatan dan keuangan keluarga, dan mereka sudah mampu membuat pelaporan keuangan keluarga yang sehat sehingga perekonomian keluarga dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, peserta telah menguasai literasi kesehatan secara fungsional, interaktif, dan krisis.
SENAM CUCI TANGAN (HAND WASH) GURU PAUD AISYIYAH Noor Azizah; Anny Rosiana Masithoh
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 1, No 1 (2019): Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v1i1.962

Abstract

Cuci tangan merupakan salah satu perilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku cuci tangan yang benar dengan menggunakan 7 langkah dan sabun. Perilaku cuci tangan yang benar dapat menurunkan penyakit diare dan penyakit ISPA. Langkah cuci tangan yang direkomendasikan World Health Organization yaitu membasahi kedua tangan dengan air mengalir, beri sabun secukupnya, menggosokkan kedua telapak tangan dan pungggung tangan, menggosok sela-sela jari kedua tangan, menggosok kedua tangan dengan jari-jari rapat, jari-jari tangan dirapatkan sambil digosok ke telapak tangan, tangan kiri ke kanan dan sebaliknya, menggosok ibu jari secara berputar dalam genggaman tangan kanan, mengosok kuku jari kanan memutar ke telapak tangan kiri, basuh air dan mengeringkan tangan.Guru Pendidikan Anak Usia Dini memerlukan kreativitas agar peserta didik lebih menarik dan bisa mengikuti apa yang diajarkan. Metode Pelaksanaan Pelatihan ini mengajarkan senam cuci tangan dengan lagu sehingga peserta didik lebih menarik dan menyenangkan. Hasil pelaksanaan kegiatan peningkatan pengetahuan peserta tehnik cuci tangan, peningkatan ketrampilan cuci tangan secara baik dan benar. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan Guru Bustanul Athfal mengajarkan cuci tangan yang benar dan memakai sabun dengan cara yang menarik dan menyenangkan menggunakan lagu.
Efektivitas Pengelolaan Utang Negara oleh Kementerian Keuangan: Analisis Risiko dalam Manajemen Keuangan Makro Saat Ini Noor Azizah; Muhammad Zaini; Muhammad Sainil Abidin; Totok Adi Prasetyo
Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Vol. 4 No. 4 (2025): Desember: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupiman.v4i4.5757

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the Ministry of Finance's government debt management within the framework of macrofinancial management in Indonesia. Amid global economic volatility and geopolitical uncertainty, debt management is a crucial instrument for maintaining fiscal sustainability while financing national development. This study uses a qualitative descriptive method with a risk analysis approach that encompasses market risk, liquidity risk, and operational risk. Secondary data were obtained from debt management profile reports and recent macroeconomic indicators. The analysis shows that the Ministry of Finance has successfully maintained the debt-to-GDP ratio within the legally mandated safe limits through a strategy of instrument diversification and optimization of domestic financing sources. However, significant challenges remain from exchange rate fluctuations and the rising trend in global interest rates, which have the potential to increase debt interest burdens. The study concludes that the effectiveness of debt management is currently stable, but that strengthening the early warning system mechanism and closer synergy between monetary and fiscal policies is needed. This study's recommendations emphasize the importance of deepening domestic financial markets to reduce dependence on foreign investors and mitigate the risk of sudden capital outflows.
Efektivitas Media Pembelajaran Digital Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SDN 2 Selat Kabupaten Kapuas AHMAD BAIHAQI; Dina Amelia; Khamsatun; Noor Azizah; Nor Sa’adah
AL-IBNOR Vol. 3 No. 2 (2026): AL-IBNOR
Publisher : STAI Kuala Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63849/alibnor-vol3-no2-2026-id175

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of digital learning media in improving student learning motivation at SDN 2 Selat Hulu Kuala Kapuas. The study used a qualitative method with a case study approach. The subjects were teachers and sixth-grade students at SDN 2 Selat Hulu Kuala Kapuas. Data collection techniques were observation and interviews. The results showed that the use of digital learning media, such as instructional videos, PowerPoint presentations, illustrative images, and interactive platforms, significantly impacted student learning motivation. Digital media created a more interactive, enjoyable, and visual learning environment, thereby increasing student attention, enthusiasm, and active participation in the learning process. Students felt more enthusiastic, less bored, and grasped the material more quickly due to the engaging presentation through clear visuals and audio. The consistency between the results of interviews, observations, and data analysis strengthens the conclusion that digital learning media positively contributes to improving student learning motivation. This study recommends the use of digital media in a well-structured and well-scheduled manner to optimize its benefits in supporting optimal learning outcomes.
HUBUNGAN PEMBERIAN NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN BAYI DENGAN RIWAYAT BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) Diyanatul Mustafidah; Noor Azizah; Ummi Kulsum
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 9 (2026): Nusantara Hasana Journal, February 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i9.1913

Abstract

Infants with a history of Low Birth Weight (LBW) are at a higher risk of experiencing growth disturbances in early life. Appropriate nutritional provision—whether through exclusive breastfeeding, formula feeding, or a combination of both—plays a crucial role in supporting the growth of LBW infants. However, in practice, variations in feeding patterns persist and may influence infant growth outcomes, particularly during the age of 1–6 months. This study aimed to determine the association between nutritional provision and growth among infants with a history of Low Birth Weight (LBW) in the working area of Puskesmas Kaliwungu. A retrospective study design was employed. The study population consisted of all infants aged 1–6 months with a history of LBW within the working area of Puskesmas Kaliwungu. A total of 38 infants were included as the sample, selected using a total sampling technique. Data were collected through observation sheets and records from the Maternal and Child Health Handbook (Kartu Menuju Sehat/KMS). Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods, with the Fisher’s Exact test applied for statistical analysis. The univariate analysis indicated that the majority of infants with a history of LBW received combined nutrition (breast milk and formula), accounting for 63.2%. Most infants were also classified as having normal growth based on the weight-for-age (WFA) indicator (76.3%). The bivariate analysis using Fisher’s Exact test demonstrated no significant association between nutritional provision and growth among infants with a history of LBW (p-value = 1.000; p > 0.05). In conclusion, this study found no significant relationship between nutritional provision and growth among infants with a history of Low Birth Weight (LBW) in the working area of Puskesmas Kaliwungu.
Analisis Peran Strategis Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Efektivitas Kolaborasi Sekolah-Komunitas Aisyah Fahriyah; Aghisna Ilma; Ciha Nathania Nayoan; Maisya Laily Azmi; Noor Azizah; Zaskia Fauzia Hayaty; Suhaimi , Suhaimi
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.9289

Abstract

This study aims to explore the crucial role of principal leadership in optimizing the effectiveness of collaboration between educational institutions and the community. This study applies a qualitative approach through a literature study method by analyzing various academic sources related to principal leadership and educational synergy. The reviewed literature was collected through exploration in various academic repositories using search terms relevant to the scope of the analysis. Based on the literature selection process, this study analyzed 17 scientific articles related to the focus of the study. The data were analyzed qualitatively through stages of data reduction, thematic grouping, and synthesis of findings. The results of the analysis show that principal leadership plays a strategic role in strengthening the effectiveness of school–community collaboration. The effectiveness of partnerships is influenced by the principal’s ability to build open communication, encourage community participation, develop innovations in partnership activities, and build trust between educational institutions and other stakeholders. Collaborative and participatory leadership strengthens the synergy between schools and communities, thereby supporting sustainable improvement in the quality of education.