Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

KARAKTERISTIK REMAJA PUTRI DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN DI SMK MUHAMMADIYAH KUDUS Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 1 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Indonesia around 90% of women may experience leukhorrhea because Indonesia is a tropical areas, so that the fungus is growing which resulted in many cases of leukhorrhea. Leukhorrhea symptoms experienced by women sho are unmarried or girls aged 15-24 years is approximately 31.8%. This indicates a higher risk adolescents occur Leukhorrhea.Objective : To determine the knowledge of leukhorrhea, the type of underwear, vulva hygiene with students in SMK Muhammadiyah Kudus.Result : The results of bivariate p value on knowledge leukhorrhea of 0.417, frekuensi the underwear 0.123 and vulva hygien practice 0.123Conclusions : No relationship between knowledge leukhorrhea, vulva hygiene and type underwear, how vulva hygiene with leukhorrhea expected indicates of health workers and educators can run adolescent reproductive health programs in synergy with activities of the two sectors. Keywords : Knowledge leukhorrhea, vulva hygiene practice, underwear, leukhorrhea  Latar Belakang: DiIndonesia sekitar 90% wanita berpotensi mengalami keputihan karena Negara Indonesia adalah daerah yang beriklim tropis, sehingga jamur mudah berkembang yang mengakibatkan banyaknya kasus keputihan. Gejala keputihan juga dialami oleh wanita yang belum kawin atau remaja puteri yang berumur 15-24 tahunyaitu sekitar 31,8%. Hal ini menunjukkan remaja lebih berisiko terjadi keputihan.Tujuan :  Mengetahui pengetahuan tentang keputihan, jenis celana dalam, cara cebok dengan kejadian keputihan pada siswi SMK Muhammadiyah KudusMetode: Penelitian ini termasuk penelitian non eksperimental (observasional), dengan rancangan penelitian cross sectional. Hasil Penelitian: Hasil bivariat didapatkan nilai p value pada pengetahuan 0.417, cara cebok 0.123 dan ganti celana dalam 0.123Kesimpulan dan Saran: Tidak Ada hubungan antara pengetahuan, cara cebok dang anti celana dalam dengan kejadian keputihan Diharapkan petugas kesehatan dan tenaga pendidik dapat menjalankan program kesehatan reproduksi remaja secara bersinergi dengan kegiatan kedua sector.
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GDS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS (DM) TIPE II DI PUSKESMAS MAYONG II JEPARA TAHUN 2015 Noor Cholifah; Noor Azizah; indanah indanah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 2 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kongres Federasi Diabetes Internasional di Paris tahun 2003, diabetes mellitus menduduki peringkat keempat setelah penyakit jantung, pembuluh darah, dan penyakit kanker. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), jumlah penderita diabetes mellitus tahun 2005 mencapai 200 juta orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar GDS pada pasien DM Tipe II di Puskesmas Mayong II Jepara. Penelitian ini merupakan  Studi Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional dengan uji Kendall tau. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien DM tipe II  di wilayah kerja puskesmas Mayong II Jepara yang berjumlah sebanyak 139 orang pasien DM tipe II, didapatkan sampel 34 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p value < 0,05. Dimana nilai p value (p=0,002 dan p=0,000). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar GDS pada pasien DM tipe II di Puskesmas Mayong II Jepara. Adapun hubungan tersebut adalah sedang dan kuat. Ada hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar GDS pada pasien DM tipe II di Puskesmas Mayong II Jepara
APLIKASI RELAKSASI NAFAS DALAM SEBAGAI UPAYA PENURUNAN SKALA NYERI MENSTRUASI (DISMENORRHEA) PADA SISWI MTS. IBTIDAUL FALAH SAMIREJO DAWE KUDUS TAHUN 2013 Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 1 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore atau nyeri menstruasi merupakan nyeri menusuk yang terasa di perut bagian bawah dan  paha,  hal  ini  terjadi  akibat  ketidakseimbangan  hormon  progesteron  dalam  darah  sehingga mengakibatkan rasa nyeri timbul. Hampir seluruh perempuan dan juga termasuk di dalamnya remaja putri pasti pernah merasakan gangguan pada saat menstruasi berupa nyeri menstruasi (dysmenorrhea) dengan berbagai tingkatan, Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  pengaruh  Relaksasi  nafas  dalam  terhadap penurunan skala nyeri menstruasi. Desain penelitian pre experimental, pre-post test one group design. Sampel penelitian adalah 25 siswi yang telah  mengalami  menstruasi dan nyeri  haid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar usia responden 13 tahun (56%), usia menarche sebagian besar usia 10 tahun (44%). Pengetahuan tentang menstruasi dengan kategori cukup 48% dan kategori kurang 44%. Hasil uji wilcozon nilai z – 4,472 (p<0,05) ada perbedaan yang bermakna penurunan skala nyeri sebelum dilakukan relaksasi dan setelah dilakukan relaksasi. Rata-rata skala nyeri sebelum dilakukuan relaksasi 4,52 dan setelah dilakukan relaksasi 2,56. Hal ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan terhadap  penurunan  skala  nyeri  remaja.  Disarankan  bagi  pendidikan  dapat  memberikan  informasi sehingga nyeri haid tidak mengganggu aktifitas pembelajaran.
PELAKSANAAN DETEKSI DINI PENYAKIT PENYERTA KEHAMILAN PADA PELAYANAN ANTENATAL TERKAIT KEMATIAN IBU DI KABUPATEN KUDUS Noor Azizah; Sri Achadi Nugrahen
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 2 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuh dari 15 kasus kematian ibu di Kabupaten Kudus terjadi pada kondisi hamil. Kehamilan risiko tinggi  dapat  dideteksi  apabila  ibu  hamil  melakukan  pemeriksaan antenatal  secara  rutin.  Tujuan penelitian  ini  untuk  menganalisis  pelaksanaan  deteksi  dini  penyakit  penyerta  pada  pelayanan antenatal dari aspek input, proses dan outputJenis  penelitian  ini  adalah  Kualitatif.  Pemilihan  informan  dengan  cara  purposive,  data melalui wawancara (indepth interview) pada informan utama 9 bidan terdiri 5 Bidan Praktik Mandiri dan 4 bidan desa. 16 Informan triangulasi terdiri 6 Bidan Koordinator Puskesmas, 9 ibu hamil resiko tinggi trimester III dan 1 Kepala Seksi Kesehatan Keluarga. Analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis)Hasil penelitian jumlah tenaga bidan sudah mencukupi ikarenakan tiap desa sudah terdapat bidan desa. Semua bidan belum pernah mengikuti pelatihan Antenatal, ketrampilan yang dimiliki sebagian besar bidan desa kurang karena elayani pelayanan umum. Sebagian besar alat yang belum dimiliki yaitu reflek patella, hemometer, jangka panggul. Sumber dana dari Bantuan Operasional Kesehatan dan  Bidan  Praktik  Mandiri  dari  biaya  yang  dikeluarkan  ibu  hamil.  Sebagian  besar  bidan  tidak menanyakan   penyakit  yang  diderita,  pola  konsumsi.  Sebagian  besar  bidan  tidak  melakukan pengukuran  suhu  dan  lingkar  lengan  atas  dikarenakan  jika  ada  indikasi.  Penanganan  dan  tindak lanjut beberapa bidan melakukan rujukan tidak dilakukan pendampingan. Komunikasi informasi dan edukasi belum dilakukan dengan baik. Output kasus yang sudah terdeteksi dini pada kehamilan yaitu riwayat obstetri jelek, umur terlalu tua, hepatitis dan hipertensi.Disimpulkan  bahwa  deteksi  dini  penyakit  penyerta  pada  pelayanan  antenatal  bidan  belum  optimal karena belum adanya pelatihan yang diselenggarakan, sarana alat pemeriksaaan laboratorium yang tidak ada di PKD,
KEBIJAKAN LIGHT ON ATAU DAYLIGHT LAMP RUNNING (DLR) BAGI KENDARAAN RODA DUA Noor Azizah
Al-Adl : Jurnal Hukum Vol 6, No 12 (2014)
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.807 KB) | DOI: 10.31602/al-adl.v6i12.201

Abstract

Permasalahan pro-kontra terhadap kebijakan Light On   menjadi masalah publik dan mendapat perhatian dari pihak kepolisian dengan menjadikannya sebagai salah satu agenda prioritas, apakah kebijakan tersebut yang sudah memiliki landasan hukum yang kuat dalam  Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan juga memiliki landasan penerapan yang sudah teruji. Sampai hari ini banyak orang tidak paham mengapa pengendara sepeda motor wajib menghidupkan lampu utama pada siang hari. Ini perintah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sejumlah daerah mulai menerapkan aturan yang menurut sebagian warga mengada-ada itu.,Banyak orang bingung atas kewajiban yang dalam bahasa Inggris disebut light on ini Kata Kunci : Kebijakan, Light on, Daylight Lamp Running
Kajian Estetik Ragam Hias Pada Rumah Tradisional Kudus Suharto Suharto; Noor Azizah
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ragam hias rumah tradisional Kudus berkaitan erat dengan nilai- nilai budaya masyarakat Kudus. Melihat letaknya Kudus termasuk dalam akar budaya Jawa pesisir yang mengandalkan sektor perdagangan sebagai penunjang perekonomiannya, Akses untuk berhubungan dengan dunia luar mengakibatkan adanya kontak budaya. Kontak budaya melalui perdagangan membuka jalan terjadinya percampuran kebudayaan. Hubungan yang semula sekedar hubungan perdagangan akhirnya berkembang menjadi hubungan yang saling mempengaruhi antar budaya masingmasing, terjadilah proses akulturasi budaya yang pada akhirnya ikut membentuk budaya Jawa Kudus. Akulturasi budaya ini tidak hanya terbatas pada nilainilai dan pengetahuan saja, tetapi juga berpengaruh kepada artefak budayanya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekaran kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan studi lapangan melalui survei langsung di lapangan dan wawancara. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam hias yang diterapkan pada rumah tradisional Kudus merupakan percampuran dari budaya lokal dan berbagai pengaruh ragam hias yang datang ke Indonesia. Hal ini disebabkan oleh sifat budaya Jawa yang sinkretistik. Berdasarkan bentuk ragam hias yang diterapkan, terdapat jenis ragam hias geometris, flora, fauna, dan makhluk khayalan. Penempatan ragam hiasnya terdapat pada bagian komponen kaki, badan dan kepala/atap bangunan dengan pola penyusunan ragam hias simetris. Selain untuk memenuhi fungsi estetik, ragam hiasnya juga bermakna simbolik yang berfungsi sebagai media rupa untuk menyampaikan pesan yang berkaitan dengan nilai-nilai budaya yang menjadi pedoman hidup masyarakat setempat.
PENGALAMAN PERUBAHAN PSIKIS DAN PERUBAHAN FISIK PADA REMAJA PUTRI SETELAH MENSTRUASI Noor Azizah; Ana Zumrotun Nisak
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.87 KB)

Abstract

Perubahan seks primer pada perempuan adalah menstruasi dan biasanya diikuti perubahan organ seksual yaitu memiliki payudara dan pinggul membesar. Perubahan fisik yang dialami memberikan dampak pada perubahan psikologis dan social. Perubahan pubertas meliputi kognitif, moral, emosi, social sebagai bentuk perkembangan diri remaja. Informasi yang diberikan secara benar dapat mengurangi kecemasan remaja putri pada saat menstruasi pertama kali. Peran ibu sangatlah penting untuk memberikan pengalaman pada putrinya. Metode fenomenologis digunakan untuk menganalisis data. Partisipan adalah remaja putri yang mempunyai pengalaman menstruasi dengan purposive sampling. Pengumpulan data dengan cara wawancara terbuka Hasil penelitian : umur menstruasi pertama kali (menarche) 12-15 tahun, informasi menstruasi didapatkan dari ibu, saudara perempuan dan guru, ketidaknyamanan yang dirasakan nyeri perut dan khawatir darah menstruasi bocor ke pakaian sehingga menggangu konsentrasi belajar. Penanganan rasa nyeri menstruasi sebagian besar menggunakan jamu dan obat. Diskusi : perubahan psikis akibat dari perubahan fisik. Informasi yang benar penggunaan pembalut dan penanganan diberikan yang jelas sehingga tidak mengganggu konsentrasi belajar. Peneliti menyarankan agar setiap sekolah ada konselor dari guru dan pear sebaya
SENAM CUCI TANGAN (HAND WASH) GURU PAUD AISYIYAH Noor Azizah; Anny Rosiana Masithoh
Jurnal ABDIMAS Indonesia Vol 1, No 1 (2019): Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cuci tangan merupakan salah satu perilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku cuci tangan yang benar dengan menggunakan 7 langkah dan sabun. Perilaku cuci tangan yang benar dapat menurunkan penyakit diare dan penyakit ISPA. Langkah cuci tangan yang direkomendasikan World Health Organization yaitu membasahi kedua tangan dengan air mengalir, beri sabun secukupnya, menggosokkan kedua telapak tangan dan pungggung tangan, menggosok sela-sela jari kedua tangan, menggosok kedua tangan dengan jari-jari rapat, jari-jari tangan dirapatkan sambil digosok ke telapak tangan, tangan kiri ke kanan dan sebaliknya, menggosok ibu jari secara berputar dalam genggaman tangan kanan, mengosok kuku jari kanan memutar ke telapak tangan kiri, basuh air dan mengeringkan tangan.Guru Pendidikan Anak Usia Dini memerlukan kreativitas agar peserta didik lebih menarik dan bisa mengikuti apa yang diajarkan. Metode Pelaksanaan Pelatihan ini mengajarkan senam cuci tangan dengan lagu sehingga peserta didik lebih menarik dan menyenangkan. Hasil pelaksanaan kegiatan peningkatan pengetahuan peserta tehnik cuci tangan, peningkatan ketrampilan cuci tangan secara baik dan benar. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan Guru Bustanul Athfal mengajarkan cuci tangan yang benar dan memakai sabun dengan cara yang menarik dan menyenangkan menggunakan lagu.
IMPLEMENTASI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA UMKM TENUN TROSO JEPARA Noor Azizah; Virliana Dicky Pramandari
NJCA (Nusantara Journal of Computers and Its Applications) Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Computer Society of Nahdlatul Ulama (CSNU) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36564/njca.v3i1.65

Abstract

The troso weaving produced by SMEs in Jepara currently has a greatly increased public demand, and this has resulted in an increase in the number of suppliers and distributors owned by the troso weaving companies. The company needs to select suppliers so that the received raw materials have quality and price in accordance with the budgeted by the company as well as selecting distributors so that ready-made troso weave is marketed accordingly. To improve the performance of the company, the need for supply chain management (SCM) strategy by taking into account the flow of communication between partners, the ability of the company to establish relationships with suppliers and distributors. System development method used is to use waterfall method which starts from system requirement analysis, system design, implementation, testing, and maintenance. The result of this research is the SCM information system at UMKM Tenoon web-based troso. The benefits of this research are to help SMEs to facilitate in determining the best suppliers and distributors.Keywords: supply chain management, SMEs, troso
Perlindungan Hukum terhadap Anak Korban Kejahatan Eksploitasi Seksual Anisa Nurul Santi Pohan; Noor Azizah
UNES Law Review Vol. 6 No. 1 (2023): UNES LAW REVIEW (September 2023)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i1.832

Abstract

This journal discusses the Legal Protection of Child Victims of Sexual Exploitation. What is meant by child sexual exploitation is the use of children for the purpose of fulfilling sexual desires. Children as victims of criminal acts need to be protected in accordance with what is regulated in Law No. 35 of 2014 concerning Child Protection so that in the future the child is expected to be able to continue his life like children in general and no longer have the feeling that he is a victim of crime. This paper uses a juridical-empirical legal research method with a qualitative approach. The results that can be taken from this paper are that the legal protection of children as victims of sexual exploitation based on Law No. 35 of 2014 concerning Child Protection has provided legal protection in general for children as victims of crime and specifically for children who are sexually exploited.