Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

APLIKASI RELAKSASI NAFAS DALAM SEBAGAI UPAYA PENURUNAN SKALA NYERI MENSTRUASI (DISMENORRHEA) PADA SISWI MTS. IBTIDAUL FALAH SAMIREJO DAWE KUDUS TAHUN 2013 Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 1 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore atau nyeri menstruasi merupakan nyeri menusuk yang terasa di perut bagian bawah dan  paha,  hal  ini  terjadi  akibat  ketidakseimbangan  hormon  progesteron  dalam  darah  sehingga mengakibatkan rasa nyeri timbul. Hampir seluruh perempuan dan juga termasuk di dalamnya remaja putri pasti pernah merasakan gangguan pada saat menstruasi berupa nyeri menstruasi (dysmenorrhea) dengan berbagai tingkatan, Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  pengaruh  Relaksasi  nafas  dalam  terhadap penurunan skala nyeri menstruasi. Desain penelitian pre experimental, pre-post test one group design. Sampel penelitian adalah 25 siswi yang telah  mengalami  menstruasi dan nyeri  haid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar usia responden 13 tahun (56%), usia menarche sebagian besar usia 10 tahun (44%). Pengetahuan tentang menstruasi dengan kategori cukup 48% dan kategori kurang 44%. Hasil uji wilcozon nilai z – 4,472 (p0,05) ada perbedaan yang bermakna penurunan skala nyeri sebelum dilakukan relaksasi dan setelah dilakukan relaksasi. Rata-rata skala nyeri sebelum dilakukuan relaksasi 4,52 dan setelah dilakukan relaksasi 2,56. Hal ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan terhadap  penurunan  skala  nyeri  remaja.  Disarankan  bagi  pendidikan  dapat  memberikan  informasi sehingga nyeri haid tidak mengganggu aktifitas pembelajaran.
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA TERHADAP DURASI DAN FREKUENSI MENYUSUI LANGSUNG Ana Kurnia Nurfaidah; Diah Andriani Kusumastuti; Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3016

Abstract

Fenomena klinis menunjukkan bahwa nyeri post operasi sering menghambat keberhasilan menyusui secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat intensitas nyeri yang dialami ibu pasca operasi sectio caesarea dengan durasi dan frekuensi menyusui langsung (direct breastfeeding).Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Korelasional Kuantitatif dengan pendekatan Observasional Analitik serta desain penelitiannya Cross-sectional. Populasi yang di teliti adalah ibu post section caesarea hari pertama. Teknik pengaambilan sempel menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah sempel 54 responden. Instrument penelitian menggunakan lembar pengumpulan data dan kuesioner untuk menilai durasi dan frekuensi menyusui, serta  Wong Baker FACES Pain Rating Scale untuk mengukur nyeri. Uji analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat hubungan signifikan dengan nilai p-value 0,05, dan nilai koefisien korelasi (r) berturut-turut sebesar -0,465 untuk durasi dan -0,421 untuk frekuensi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin berat nyeri yang dirasakan, semakin pendek durasi dan semakin jarang frekuensi menyusui, dengan kekuatan hubungan sedang dan arah negatif. Dapat disimpulkan bahwa manajemen nyeri pascaoperasi sectio caesarea berperan penting dalam mendukung praktik menyusui langsung yang optimal. Diharapkan tenaga kesehatan memberikan edukasi dan dukungan yang tepat untuk mempercepat proses pemulihan dan keberhasilan laktasi. ABSTRACTThe clinical phenomenon shows that postoperative pain often hinders the success of direct breastfeeding. This study aims to analyze the relationship between the level of pain intensity experienced by mothers after undergoing a caesarean section and the duration and frequency of direct breastfeeding.This research is a quantitative correlational study using an analytical observational approach with a cross-sectional design. The study population consisted of mothers on the first day after caesarean section. The sampling technique used was purposive sampling, with a total of 54 respondents. Data collection instruments included a data collection sheet and a questionnaire to assess breastfeeding duration and frequency, as well as the Wong-Baker FACES Pain Rating Scale to measure pain intensity. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test.The results showed a significant relationship with a p-value 0.05 and correlation coefficients (r) of -0.465 for breastfeeding duration and -0.421 for breastfeeding frequency. These results indicate that the higher the pain intensity experienced by the mother, the shorter the duration and the less frequent the direct breastfeeding sessions, with a moderate negative correlation. It can be concluded that postoperative pain management following a cesarean section plays a crucial role in supporting optimal direct breastfeeding practices. Health workers are expected to provide appropriate education and support to accelerate recovery and improve lactation outcomes
PELAKSANAAN DETEKSI DINI PENYAKIT PENYERTA KEHAMILAN PADA PELAYANAN ANTENATAL TERKAIT KEMATIAN IBU DI KABUPATEN KUDUS Noor Azizah; Sri Achadi Nugrahen
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 2 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuh dari 15 kasus kematian ibu di Kabupaten Kudus terjadi pada kondisi hamil. Kehamilan risiko tinggi  dapat  dideteksi  apabila  ibu  hamil  melakukan  pemeriksaan antenatal  secara  rutin.  Tujuan penelitian  ini  untuk  menganalisis  pelaksanaan  deteksi  dini  penyakit  penyerta  pada  pelayanan antenatal dari aspek input, proses dan outputJenis  penelitian  ini  adalah  Kualitatif.  Pemilihan  informan  dengan  cara  purposive,  data melalui wawancara (indepth interview) pada informan utama 9 bidan terdiri 5 Bidan Praktik Mandiri dan 4 bidan desa. 16 Informan triangulasi terdiri 6 Bidan Koordinator Puskesmas, 9 ibu hamil resiko tinggi trimester III dan 1 Kepala Seksi Kesehatan Keluarga. Analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis)Hasil penelitian jumlah tenaga bidan sudah mencukupi ikarenakan tiap desa sudah terdapat bidan desa. Semua bidan belum pernah mengikuti pelatihan Antenatal, ketrampilan yang dimiliki sebagian besar bidan desa kurang karena elayani pelayanan umum. Sebagian besar alat yang belum dimiliki yaitu reflek patella, hemometer, jangka panggul. Sumber dana dari Bantuan Operasional Kesehatan dan  Bidan  Praktik  Mandiri  dari  biaya  yang  dikeluarkan  ibu  hamil.  Sebagian  besar  bidan  tidak menanyakan   penyakit  yang  diderita,  pola  konsumsi.  Sebagian  besar  bidan  tidak  melakukan pengukuran  suhu  dan  lingkar  lengan  atas  dikarenakan  jika  ada  indikasi.  Penanganan  dan  tindak lanjut beberapa bidan melakukan rujukan tidak dilakukan pendampingan. Komunikasi informasi dan edukasi belum dilakukan dengan baik. Output kasus yang sudah terdeteksi dini pada kehamilan yaitu riwayat obstetri jelek, umur terlalu tua, hepatitis dan hipertensi.Disimpulkan  bahwa  deteksi  dini  penyakit  penyerta  pada  pelayanan  antenatal  bidan  belum  optimal karena belum adanya pelatihan yang diselenggarakan, sarana alat pemeriksaaan laboratorium yang tidak ada di PKD,
KECEMASAN, STATUS GIZI IBU TERHADAP TAKSIRAN BERAT JANIN PADA IBUHAMIL TRIMESTER III DI BPM NY YAYUK KALBARIYANTO KUDUS Noor Hidayah; Nurya Khusna; Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 1 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Indikator hasil taksiran berat janin memuat antara lain beberapa ukuran yaitu mortalitas, morbiditas dan status gizi. Saat ini di Indonesia angka kematian atau mortalitas 40 per 1000 kelahiran hidup. Angka kesakitan bayi hampir sama dengan angka kematian bayi dan balitaTujuan : Untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan taksiran Berat Janin (TBJ) pada ibu hamil trimester III di BPM Ny. Yayuk Kalbariyanto dan Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan taksiran Berat Janin (TBJ) pada ibu hamil trimester III di BPM Ny. Yayuk KalbariyantoMetode : Jenis penelitian korelasi deskriptif. Metode pendekatan menggunakan cross sectional, sampel yang digunakan sebanyak 32 responden dari 129 pasien. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi dan kuesioner. Analisan menggunakan univariat dan bivariat. Uji hubungan penelitian ini menggunakan Contingensi CoefisienHasil Penelitian : penelitian tentang hubungan kecemasan dan status gizi dengan taksiran Berat Janin (TBJ) pada ibu hamil trimester III di BPM Ny. Yayuk Kalbariyanto menghasilkan nilai (r) 0,685 dan nilao (r) 0,685 menunjukkan korelasi yang kuat dan nilai p kedua variable sebesar 0,000 (0.05)Kesimpulan : Kedua variaber terdapat hubungan yang signifikan antara kecemsan dan status gizi ibu hamil dengan taksiran berat janin.  
SUPPORT SISTEM, PENGALAMAN PERSALINAN DENGAN RESIKO POST PARTUM BLUES DI BPM YAYUK KALBARIYANTO KUDUS TAHUN 2015 Noor Hidayah; Junita Era Dwi Rahmawanti; Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v8i2.293

Abstract

Latar belakang : Postpartum blues suatu sindroma gangguan ringan yang sering pada ibu postpartum  minggu pertama setelah persalinan, seringkali pada hari ketiga atau keempat postpartum dan memuncak antara hari kelima dan hari keempat belas. Faktor yang mempengaruhi terjadinya postpartum blues antara lain support sistem (dukungan keluarga ataupun dukungan suami), riwayat persalinan (pengalaman selama persalinan), keadaan dan kualitas bayi, karakteristik umur, pendidikan dan pekerjaan, harapan tentang persalinan, mitos, kelelahan setelah masa kehamilan dan melahirkan. Penelitian Afiyanti di Grobongan tahun 2007 pada 30 responden tentang dukungan suami dengan kejadian postpartum blues didapatkan hasil yang mengalami stress postpartum rendah sebanyak 16 orang dan yang mengalami postpartum stress tinggi sebanyak 6 orang. Dan penelitian Dewi di Boyolali pada tahun 2008 dengan responden sebanyak 30 orang tentang dukungan sosial dengan kejadian depresi postpartum didapatkan hasil bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima ibu maka semakin menurun tingkat Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara support sistem dan pengalaman selama persalinan dengan resiko post partum blues di BPM Yayuk Kalbariyanto di Desa Mlati Lor tahun 2015.Metode : Jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi 30 ibu postpartum di BPM Yayuk Kalbariyanto di Desa Mlati Lor, sampel penelitian sebanyak 30 responden.Uji statistik dengan uji chi Square.Hasil penelitian : Support Sistem (p value 0,028 0,05). Pengalaman Seama persalinan (p value 0,266 0,05).Kesimpulan : Ada hubungan antara support sistem dan pengalaman selama persalinan dengan resiko post partum blues di BPM Yayuk Kalbariyanto di Desa Mlati Lor tahun 2015.
Hubungan Kekurangan Energi Kronik dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskemas Sidorekso Nurul Laily Hidayah; Nasriyah Nasriyah; Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3033

Abstract

Status kesehatan gizi ibu hamil sangat dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi selama masa kehamilan. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan berbagai permasalahan gizi, termasuk defisiensi zat besi yang berujung pada anemia. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan, yang umumnya disebabkan oleh perdarahan akut dan status gizi yang buruk. Berdasarkan data Puskesmas Sidorekso pada bulan Mei hingga Juni 2025, tercatat 51 ibu hamil, dengan prevalensi Kekurangan Energi Kronis (KEK) sebesar 45,1% dan anemia sebesar 49%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sidorekso. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester I dan trimester III yang melakukan kunjungan antenatal di Puskesmas Sidorekso sebanyak 51 orang. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling, sehingga jumlah sampel sebanyak 51 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square (Pearson Chi-Square). Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status KEK dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p = 0,000; α = 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Sidorekso.
PEMAKAIAN DIAPERS DAN EFEK TERHADAP KEMAMPUAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA TODDLER Indanah Indanah; Noor Azizah; Tutiek Handayani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 3 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian diapers dalam jangka panjang dan dipakai setiap saat, dapat menimbulkan efek yang berbahaya serta bisa  menghambat  kemampuan toilet  training anak.  Penelitian  kuantitatif  dengan  desain cros  sectional ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi dan lamanya pemakaian diapers terhadap kemampuan toilet training pada anak usia toddler di wilayah X. Penelitian  ini  menggunakan  kuesioner   untuk  mengidentifikasi  kemampuan toilet  training,  frekuensi  dan lamanya  pemakaian diapers.  Penelitian  dilakukan   dari  tanggal  24  Januari  hingga  27  Januari  2014.  Populasi dalam  penelitian  ini  adalah  anak  usia toddler di wilayah  X  sejumlah  48  anak,   dengan  teknik  pengambilan sampel menggunakan total populasi dengan sampel sebanyak 48 responden. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara frekuensi pemakaian diapers dengan kemampuan toilet  training anak  usia toddler (p=  0,020; α=0,05),  ada  hubungan  yang  signifikan  anatara  lama  pemakaian diapers dengan  kemampuan toilet training anak toddler (p= 0,000; α=0,05). Penelitian ini  merekomendasikan orang tua  yang  memakaikan diapers pada anak  untuk  mengganti diapers lebih sering  karena semakin  kurang frekuensi dan lama pemakaian diapers maka kamampuan toilet training anak tidak akan terganggu.
BULLYING DAN EFEKNYA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN KUDUS Ika Tristanti; Ana Zumrotun Nisak; Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i1.803

Abstract

Latar Belakang: Bullying adalah insiden kekerasan pada anak yang dilakukan oleh anak lain atau orang yang lebih kuat. Bullying yang terjadi di sekolah dikenal sebagai bullying sekolah. Bullying bisa berupa ancaman, ejekan, pelecehan dan kekerasan fisik. Sekitar 17-20% siswa pernah mengalami bullying. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan insiden bullying di sekolah dasar dan dampaknya bagi siswa. Metode penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif untuk mengidentifikasi fenomena bulyying dan efeknya bagi siswa sekolah. Penelitian ini dilakukan pada November-Desember 2018 di Kabupaten Kudus. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Informan terdiri dari subjek dan korban bullying, guru, orang tua siswa berjumlah 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan angket terbuka dan focus group discussion. Analisis data dilakukan dengan analisis tematik secara manual. Hasil: cemoohan, ancaman verbal dan fisik, pelecehan, kekerasan fisik (pukulan, tendangan) dan menyembunyikan barang korban adalah jenis-jenis insiden bullying di sekolah. Karakteristik korban bullying meliputi: usia yang lebih muda, jenis kelamin laki-laki, fisik yang lebih kecil, penampilan yang kurang rapi, kurang sosialisasi dan kurang berprestasi di sekolah. Efek dari intimidasi sering tidak masuk (enggan bersekolah), sering sakit, belajar dengan prestasi lebih rendah, putus sekolah. Kesimpulan: Bullying sekolah adalah fenomena negatif yang merugikan banyak siswa sehingga harus segera diatasi dengan melibatkan semua pihak, seperti guru, siswa dan orang tua mereka.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Kecemasan Pada Menopause di Wilayah Kerja Praktik Mandiri Dokter Siska Novia; Diah Andriani Kusumastuti; Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3012

Abstract

Menopause merupakan salah satu fase dari kehidupan normal seorang wanita. Pada masa menopause kapasitas reproduksi wanita berhenti. Ovarium tidak lagi berfungsi, sejumlah perubahan fisiologik terjadi. Yang disebabkan juga oleh proses penuaan. Menopause adalah jika wanita tidak lagi menstruasi selama satu tahun dan umumnya terjadi pada usia 50-an tahun. Lebih kurang 70% wanita peri pascamenopouse mengalami keluhan vasomotorik, depresi, keluhan psikis, dan somatik lainnya.Perubahan-perubahan yang terjadi saat menjelang masa menopause ini sangat berpengaruh terhadap kondisi psikis yang dialami oleh seorang wanita dalam fungsinya sebagai seorang istri. Yang dapat menimbulkan kecemasan dalam pengaruh suami istri, kecemasan ini timbul karena perubahan fisik yang dialaminya. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan kesemasan pada menopause diwilayah kerja praktik mandiri dokter. Desain penelitian ini adalah Quasy-eksperiment(eksperimen semu) dalam satu kelompok perlakuan (One Group Pre-Posttest design). Populasi dalam penelitian ini adalah menopause yang berkunjung ke tempat praktik mandiri dokter pada bulan mei-juni dengan rata-rata kunjungan setiap bulan 40 orang. Sampel penelitian ini seanyak 37 responden menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pendidikan kesehatan dan variabel dependennya adalah pengetahuan dan kecemasan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji wilcoxon dengan signifikan α 0,05. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan pada menopause sebelum diberikan pendidikan kesehatan memiliki nilai mean 9,24 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan memiliki nilai mean 11,16 , sedangkan pada tingkat kecemasan sebelum diberikan pendidikan kesehatan memiliki nilai mean 32,40 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan memiliki nilai mean 18,86. Hal ini menunjukkan ada pengaruh dibuktikan dengan hasil uji statistik wilcoxon dimana p=0,000. Kesimpulan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan kecemasan pada menopause diwilayah kerja praktik mandiri dokter. AbstractMenopause is a phase of a woman's normal life. During menopause, a woman's reproductive capacity ceases. The ovaries no longer function, and a number of physiological changes occur, also caused by the aging process. Menopause occurs when a woman no longer menstruates for one year and generally occurs in her 50s. Approximately 70% of peri-postmenopausal women experience vasomotor complaints, depression, psychological complaints, and other somatic symptoms. These changes that occur as menopause approaches significantly affect a woman's psychological condition in her role as a wife. This can cause anxiety in the marital relationship, which arises from the physical changes they experience. The purpose of this study was to explain the effect of health education on knowledge and anxiety about menopause in the work area of a doctor's private practice. The design of this study was a quasi-experimental study with one treatment group (One Group Pre-Post test design). The population in this study were menopausal women who visited a doctor's private practice in May-June, with an average of 40 visits per month. This study sampled 37 respondents using a purposive sampling technique. The independent variable in this study was health education, and the dependent variables were knowledge and anxiety. Data collection was conducted using a questionnaire. Statistical testing used the Wilcoxon test with a significance level of α 0.05.The results showed that knowledge of menopause before health education had a mean score of 9.24 and after health education a mean score of 11.16. Meanwhile, anxiety levels before health education had a mean score of 32.40 and after health education a mean score of 18.86. This indicates an effect, as evidenced by the Wilcoxon statistical test, with p=0.000. Conclusion: Health education has an effect on knowledge and anxiety about menopause in the work area of independent physician practice.
HUBUNGAN PARITAS DENGAN HARI KELUARNYA ASI PERTAMA KALI PADA IBU POST PARTUM DIRUANG ANNISA RSU PKU MUHAMMADIYAH GUBUG KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2014 Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum; Sri Karyati; Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 1 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI merupakan makanan alamiah yang baik untuk bayi, praktis, ekonomis, mudah dicerna untuk memiliki komposisi, zat gizi yang ideal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pencernaan bayi.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dengan hari keluarnya ASI pertama kali pada ibu post partum diruang Annisa RSU PKU Muhammadiyah Gubug Kabupaten Grobogan Tahun 2014.Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional ini dilakukan terhadap 30 responden yang dilakukan di RSU PKU Muhammadiyah Gubug pada bulan Januari 2014.Hasil penelitian meggunakan analitik univariat dan bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara paritas dengan hari keluarnya ASI pertama kali pada ibu post partum diruang Annisa RSU PKU Muhammadiyah Gubug Kabupaten Grobogan dengan p value 3,087,x2 0,861 dan signifikannya p 0,05. Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan pendidikan kesehatan bahwa jumlah anak tidak berpengaruh terhadap keluarnya ASI pertama kali.