Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : MEDIC MEdical Dedication

PEMBENTUKAN POS TB DI KELURAHAN LEBAK BANDUNG DAN PAYO LEBAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG KAWAT KOTA JAMBI Armaidi Darmawan; Wahyu Indah Dewi Aurora; Paramitha Ekadeva Sari
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 1 No. 2 (2018): MEDIC: Medical Dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v1i2.4949

Abstract

ABSTRACT Introduction: Lung Tuberculosis (TB) disease includes chronic infectious diseases. Long treatment time with more than one type of drug causes the patient is often threatened to drop out of treatment during the healing period for various reasons, including feeling healthy or economic factors. The incidence of Tuberculosis disease in jambi province is still high, this is seen from the CDR not yet reached Case Detection Rate) which is still at 63, 46%, which is still less than the national minimum target of> 70%. Methods: Methods of activities carried out were the holding of training for TB cadres of 3x training materials conducted in the first and second week of October 2017. Result: The training of cadres was attended by 15 participants consisting of 5 participants from Kelurahan Lebak Bandung, 5 people from Payo Lebar Village and 5 people from puskesmas assistant of Simpang Kawat Community Health Center. Then held the establishment and the inauguration of POS TB in the village of Lebak Bandung and Payo Lebar housed in Simpang Kawat Jambi Health Center. Where from the implementation of this activity is the MoU from the district, village, FKIK and Simpang Kawat Health Center to continue to play an active role in the implementation of this TB POS. Keyword: POS TB, Tuberculosis ABSTRAK Pendahuluan: Penyakit Tuberkulosis (TB) Paru termasuk penyakit menular kronis. Waktu pengobatan yang panjang dengan jenis obat lebih dari satu menyebabkan penderita sering terancam putus berobat selama masa penyembuhan dengan berbagai alasan, antara lain merasa sudah sehat atau faktor ekonomi.Angka kejadian penyakit Tuberkulosis di provinsi jambi masih tinggi, ini dilihat dari masih belum tercapainya CDR (Case Detection Rate) yang masih sebesar 63, 46%, di mana masih kurang dari target minimal yang ditetapkan nasional sebesar >70%. Metode: Metode kegiatan yang dilakukan adalah diadakannya pelatihan bagi kader TB sebanyak 3x materi pelatihan yang dilaksanakan pada minggu pertama dan kedua bulan Oktober 2017. Hasil: Pelatihan kader diikuti oleh 15 peserta yang terdiri dari 5 orang peserta dari Kelurahan Lebak Bandung, 5 Orang dari Kelurahan Payo Lebar dan 5 orang dari puskesmas pembantu Puskesmas Simpang Kawat. Kemudian diadakan pembentukan dan peresmian POS TB di kelurahan Lebak Bandung dan Payo Lebar bertempat di Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi. Dimana dari pelaksanaan kegiatan ini adanya MoU dari pihak kecamatan, kelurahan, FKIK dan Puskesmas Simpang Kawat untuk terus berperan aktif dalam pelaksanaan POS TB ini Kata Kunci : POS TB, Tuberkulosis
SKRINING TOXOPLASMOSIS DENGAN RAPID TEST IgG DI PUSKESMAS SIMPANG KAWAT JAMBI Armaidi Darmawan; Maria Estela Karolina; Wahyu Indah Dewi Aurora
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 2 No. 1 (2019): MEDIC: Medical Dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v2i1.5902

Abstract

Infeksi Toxoplasma gondii dapat terjadi karena perolehan maupun kongenital, yang sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas atau sub klinis sehingga kebanyakan tidak disadari. Di Puskesmas Simpang Kawat belum ada yang terdeteksi menderita Toxoplasmosis. Toxoplasmosis pada awal infeksi tidak menimbulkan gejala,dengan adanya skrining Toxoplasmosis diharapkan dapat mengetahui angkakejadian Toxoplasmosis dan dapat ditindak lanjuti. Metode kegiatan yang dilakukan adalah berupa skrining pemeriksaan Darah Ibu hamil atau dengan riwayat abortus dengan menggunakan Rapid Test IgG. Hasil dari skrining yang telah dilakukan, dari 41 sampel yang diambil, sebanyak 17 orang peserta yang positing IgG Toxoplasmosis, 22 Negatif dan selebihnya yaitu 2 orang Equivocal atau meragukan ada sebanyak 2 orang. Rekomendasi selanjutnya adalah perlu dilakukan pemeriksaan IgM untuk menilai apaka toxoplasmas tersebut bersifat akut atau tidak, guna untuk tindakan terapi selanjutnya.
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERJADINYA DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKUAN BARU KOTA JAMBI Nurul Fitriani; Armaidi Darmawan; Anggelia Puspasari
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 1 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v4i1.13472

Abstract

ABSTRACT : Diarrheal is one of the main causes of the high morbidity and mortality rates for children worldwide. Identified risk factor of diarrhea provide better prevention and treatment strategy. The aims of this study was to determine the description and relationship of risk factors for exclusive breastfeeding, immunization status, age in children, gender in children, mother’s hand washing habits, water sources, family latrines, mother’s education level, mother’s employment status, socioeconomic with the incidence of diarrhea in children under two in the Pakuan Baru Community Health Center Jambi City in 2020. The study design was case-control. This research held in Pakuan Baru Community Health Center Located in Jambi. This research periods was August-November 2020. One hundred of under two children participated in this study, 50 suffering diarrhea and 50 not suffering diarrhea. Interview with questioner was perform to asses risk factor of diarrhea. This study reported age 0-12 months, not having exclusive breast feeding, not having complete immunization, unproper hand washing technique, unproper water resources, low education level of mothers and low socio-economic increased risk of diarrhea in children under two. Dominant factor for risk of diarrhea were unproper hand washing technique and incomplete immunization. Keywords : Diarrhea, risk factors, toddler Abstrak: Penyakit diare merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian anak di dunia. Identifikasi faktor risiko diare selaras dengan strategi pencegajan dan tatalaksana diare yang lebih menyeluruh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan hubungan faktor resiko ASI eksklusif, status imunisasi, usia pada anak, jenis kelamin pada anak, kebiasaan mencuci tangan pada ibu, sumber air, jamban keluarga, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, sosial ekonomi dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi Tahun 2020. Penelitian merupakan penelitian kasus kontrol. Peneltian berlangsung di wilayah Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi, selama Agustus-November 2020. Sebanyak 100 balita dibawah dua tahun mengikuti penelitian ini, 50 orang merupakan balita diare dan 50 orang tidak menderita diare. Wawancara dengan ibu berdasarkan kuesioner dilakukan untuk pengambilan data risiko diare. Studi ini melaporkan menunjukkan balita usia 0-12 bulan, tidak mendapatkan ASI eksklusif, imunisasi yang tidak lengkap, kebiasaan mencuci tangan yang buruk, sumber air yang buruk, rendahnya tingkat pendidikan ibu dan sosial ekonomi yang rendah meningkatkan risiko balita mengalami diare. Faktor risiko paling dominan dari analisis multivariate adalah kebiasaan mencuci tangan yang buruk dan imunisasi yang tidak lengkap. Kata Kunci : Diare , faktor resiko, balita
WORKSHOP/PELATIHAN MEMBUAT PERANGKAP NYAMUK MANDIRI DI DESA MUARA JAMBI KECAMATAN MARO SEBO KABUPATEN MUARO JAMBI 2021 Armaidi Darmawan; Wahyu Indah Dewi Aurora; Erny Kusdiyah; Ima Maria; Nuriyah Nuriyah; Guspianto Guspianto
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 2 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT One of the most important factors in maintaining the sustainability of public health is to maintain environmental health. One of the flagship programs of PUI SEHAD is the establishment of a SEHAT Tourism Village which is a role model or pilot village in the Muaro Jambi Village area, Maro Sebo District, Muaro Jambi Regency. From this activity, it is hoped that a mosquito-free pilot village will be formed. As is known, mosquitoes are vectors of various infectious diseases such as dengue hemorrhagic fever, malaria, chikungunya, filariasis, etc. The tourist area of ​​Muaro Jambi Temple almost every day gets visits from domestic tourists and foreign tourists. Effective mosquito control is needed to break the chain of transmission of infectious diseases caused by mosquitoes. The method of implementing the activity is by workshops/training on making mosquito traps independently to the community in the Muaro Jambi Village area, Maro Sebo District, Muaro Jambi Regency. Furthermore, socializing and administering training permits to the puskesmas and village leaders, then gathering the community with the Health protocol. The next activity is conducting mosquito trap training to the community by empowering the community by making their mosquito traps at home and finally evaluating activities. The activity was held on 26 October 2021 in Muara Jambi Village, Maro Sebo District, Muaro Jambi Regency. 50 people were present at the event, which were RT representatives from Muara Jambi Village. The public is given an understanding of mosquitoes and the diseases that can be caused by mosquitoes. Then, each workshop participant was given equipment and materials and the practice of making an independent mosquito trap. This activity went well and received support from all parties. With the implementation of this activity, it is hoped that it can suppress diseases caused by mosquitoes and can control mosquito vectors from spreading disease. Keywords: Mosquito Trap, Health Training ABSTRAK Salah satu faktor terpenting dalam menjaga keberlanjutan kesehatan masyarakat adalah dengan menjaga kesehatan lingkungan. Salah satu program unggulan dari PUI SEHAD adalah terbentuknya Desa Wisata SEHAT yang merupakan desa role model atau percontohan di wilayah Desa Muaro Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Dari kegiatan ini diharapkan terbentuknya Desa percontohan bebas nyamuk. Seperti diketahui, nyamuk adalah vektor dari berbagai penyakit-penyakit infeksi seperti demam berdarah dengue, malaria, cikungunya, filariasis, dll. Daerah wisata Candi Muaro Jambi hampir tiap hari mendapat kunjungan dari wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Perlu pengendalian nyamuk yang efektif untuk memutus rantai penularan penyakit menular yang diakibatkan oleh nyamuk tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan workshop/pelatihan membuat perangkap nyamuk secara mandiri kepada masyarakat di wilayah Desa Muaro Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Selanjutnya mensosialisasikan dan pengurusan perizinan penyelenggaraan pelatihan kepada pihak puskesmas dan pimpinan desa, kemudina mengumpulkan masyarakat dengan protocol Kesehatan. Kegiatan selanjutnyna adalah melakukan pelatihan perangkap nyamuk kepada masyarakat dengan memberdayakan masyarakat dengan membuat perangkap nyamuk sendiri di rumah dan terakhir adalahn melakukan evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan tanggal 26 Okober 2021 di Desa Muara Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Masyarakat yang hadir pada saat kegiatan berjumlah 50 orang, yang merupakan perwakilan RT dari Desa Muara Jambi. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai nyamuk dan penyakit-penyakit yang dapat diakibatkan oleh nyamuk. Kemudian Masing-masing peserta workshop dibagi peralatan dan bahan-bahan dan praktik membuat perangkap nyamuk mandiri. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari seluruh pihak. Dengan terlaksananya kegiatan ini maka diharapkan dapat menekan penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk dan dapat mengendalikan vector nyamuk dari penyebaran penyakit. Kata kunci: Perangkap Nyamuk Mandiri, Pelatihan Kesehatan
PELATIHAN DASAR HERBAL UNTUK KADER KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JAMBI KECIL, KECAMATAN MARO SEBO, KABUPATEN MUARO JAMBI Ave Olivia Rahman; Wahyu Indah Dewi Aurora; Armaidi Darmawan; Mirna M Iskandar
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 2 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Based on WHO data, around 80% of worldwide population still use traditional medicine, including plant-derived drugs. Recently, various research has been performed on medicinal herbs to extract their active ingredients and integrate them with modern medicine. The significant adverse effects and high cost of modern medicine is causing some parts of society to return to traditional herbal medicine for symptom relief or enhancement of the immune system. However, the use of these traditional herbs are not always supported by science. Many communities process and consume herbal medicine incorrectly, due to lack of knowledge, access to misleading information or hoaxes, or lack of proper training to utilize the raw materials. Basic skills are essential to prevent inappropriate use of medicinal plants. The training activity is located in Desa Muara Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Activities include introduction to basic herbal plants, their beneficial properties, and uses. Caders are trained to process medicinal herbs correctly and safely, and also to plant them in herbal medicine gardens. Caders are also provided with the background knowledge to clarify inaccurate information or myths, and spread what they have learned to the general public. At the end of the training sessions, a post-test will be performed to evaluate caders’ understanding about the study material.Thirty participants signed up for the activity; 18 among them were below 40 years of age, and the rest were above 40 years old. After the training sessions, 81.2% of the trainees understood the training material well, and 21.7% needed some improvement in their knowledge.Herbal medicine training is a form of community service that can effectively improve knowledge and basic skills of the community in preparing and using traditional herbs for medicine. This community service was met positively by the people, and supported by the health caders of the local society. Participants’ understanding of the training material is also good. Hopefully, some form of this training can continue to be carried out to strengthen the role of herbal medicine health caders in the future. Keywords: herbal medicine; medicinal plants; health caders ABSTRAK Menurut data dari WHO, hampir 80 % masyarakat dunia masih menggunakan pengobatan tradisional termasuk menggunakan obat-obat yang berasal dari tanaman. Tanaman—tanaman obat ini pun sudah banyak yang diambil zat aktifnya dan digunakan dalam produksi obat-obatan modern. Tetapi, tingginya efek samping dan harga yang mahal, masyarakat pun banyak kembali lagi menggunakan tanaman-tanaman herbal baik untuk menjaga daya tahan tubuh maupun pengobatan penyakit. Namun pada kenyataannya penggunaan herbal pada masyarkat tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan yang ada. Banyak masyarakat mengolah dan menggunakan tanaman herbal yang salah, akibat dari kurangnya pengetahuan, banyaknya informasi hoax atau berita bohong, atau karena kurangnya kemampuan dalam mengolah tanaman herbal hingga bisa mendapat khasiat yang diinginkan. Lokasi kegiatan dilakukan di Desa Muara Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Metode kegiatannya adalah pelatihan bagi kader Kesehatan Puskesmas Jambi Kecil, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Pelatihan kader dimana kader mengenal tanaman-tanaman herbal sederhana yang dapat digunakan untuk Kesehatan dan khasiat-khasiat yang akan diterima, kader dilatih untuk dapat mengolah tanaman-tanaman herbal dengan benar, mengetahui keamanan-keamanan penggunaan obat herbal, serta mampu memberikan informasi yang benar kepada masyarakat awam dan meluruskan informasi yang keliru yang beredar di masyarakat. Kader Kesehatan herbal ini akan dilatih untuk dapat mengajak warga menanam tanaman-tanaman obat sederhana di pekarangan, menggunakan tanaman herbal dengan benar untuk meningkatkan derajat Kesehatan di masyarakat. Post-test dilakukan untuk menilai pemahaman kader mengenai materi pelatihan. Jumlah peserta adalah 30 orang dimana sebanyak 18 peserta yang berusia kurang dari 40 tahun dan sisanya berusia 40 tahun keatas. Setelah dilakukan pemberian materi pelatihan, sebanyak 81,2 % peserti mengerti dengan baik materi yang disampaikan dan 21,7% kurang memahami materi dengan baik. Pelaksanaan pengabdian ini adalah salah satu solusi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai konsumsi herbal yang benae. Pengabdian ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak dan melibatkan peran aktif dari masyarakat setempat sebagai kader Kesehatan. Pemahaman peserta terhadap materi pelatihan juga sudah baik. Diharapkan kegiatan ini berkesinambungan secara terus menerus untuk menguatkan kader herbal selanjutnya. Kata Kunci: Tanaman Herbal, Kader Kesehatan
SKRINING HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKUAN BARU KOTA JAMBI Armaidi Darmawan; Ima Maria; Wahyu Indah Dewi Aurora; Erny Kusdiyah; Nuriyah Nuriyah
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 5 No. 2 (2022): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that can be evaluated through HbA1c examination. The hemoglobin A1c test is a test used to control blood sugar levels within 6 weeks to 3 months. Objective: This service aims to determine the HbA1c value in DM patients in the work area of the Pakuan Baru Health Center, so that the HbA1c results can be used as basic data for adherence to treatment and changes in healthy living behavior. Methods: Counseling on DM and HbA1C examination was conducted in SAGU (Sugar Aware) Village. Blood samples were taken and examined at the Emerald Clinical Laboratory, Jambi City. Results: The most abnormal HbA1c was found in the age range of 50-54 years and 64.81% had HbA1c values above the reference normal range (4.5-6.3%). Keywords: Diabetes Mellitus, HbA1c Abstrak Latar Belakang: Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat dievaluasi melalui pemeriksaan HbA1c. Tes hemoglobin A1c merupakan tes yang dipergunakan untuk mengontrol kadar gula darah dalam waktu 6 minggu hingga 3 bulan. Tujuan: Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui nilai HbA1c pada penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru, sehingga hasil HbA1c tersebut dapat dijadikan data dasar untuk kepatuhan menjalani pengobatan dan perubahan perilaku hidup sehat. Metode: Penyuluhan tentang DM dan pemeriksaan HbA1C dilakukan di Kampung SAGU (Sadar Gula). Sampel darah dibawa dan diperiksa ke Laboratorium Klinik Emerald, Kota Jambi. Hasil: HbA1c abnormal terbanyak ditemukan pada rentang usia 50-54 tahun dan 64,81% memiliki nilai HbA1c di atas batas normal rujukan (4,5-6,3%).
PENILAIAN STATUS GIZI PADA BALITA SEBAGAI BENTUK PENCEGAHAN STUNTING DAN PELAYANAN KHITAN GRATIS DI KOTA JAMBI Ridwan Ridwan; Aulia Satria; Armaidi Darmawan; Nuriyah; Imat Rahmatulillah
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 6 No. 1 (2023): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v6i1.25100

Abstract

ABSTRACT Introduction: Nutritional status in Indonesia in 2022 shows that 24.4% of children are stunted. Stunting is not only a problem in Indonesia but also in the world. In Jambi province, the prevalence of stunting is 22.4% (SSGI 2021) where the highest category is based on WHO, at least 20%. Circumcision or circumcision is an operative procedure with the aim of preventing the accumulation of smegma which can cause inflammation. This activity was followed by 35 toddlers who carried out nutritional status checks where 16 toddlers were detected stunting while the circumcision service was attended by 16 participants where the youngest participant was 4 years old and the oldest was 11 years old. Method: This activity was carried out on October 20, 2022 in Jambi City. Previously the participants would be recorded first. To assess the nutritional status of participants, measurements of height, weight and a brief history with their mothers will be carried out. While circumcision services are carried out or carried out by a medical and paramedical team according to their expertise. Results: From this activity, it was found that the Nutritional Status of the children examined was 16 people (45.715%) suffering from stunting, and 18 people (51.43%) with severe stunting. Meanwhile, based on nutritional status, 18 children (51.43%) were underweight and 9 children (25.71) were severely underweight. Conclusion: From this activity it was concluded that there are still many children who suffer from stunting and underweight in the city of Jambi so that better management is needed by the government and the community. Keyword: Nutritional Status, circumcision ABSTRAK Pendahuluan: Status gizi di Indonesia pada tahun 2022 didapatkan 24,4% anak mengalami stunting. Stunting bukan hanya permasalahan di Indonesia saja tetapi juga didunia. Di provinsi jambi sendiri prevalensi stunting sebesar 22,4% (SSGI 2021) dimana kategori tertinggi berdasarkan WHO minimal 20%. Khitan atau sirkumsisi merupakan suatau tindakan operatif dengan tujuan mencegah terjadinya penumpuka smegma yang dapat menyebabkan inflamasi. Dari kegiatan ini diikuti 35 balita yang melakukan pemeriksaan status gizi dimana 16 balita terdeteksi stunting sedangkan pada pelayanan khitan diikuti 16 peserta dimana peserta yang termuda berusi 4 tahun dan tertua berusia 11 tahun. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2022 di Kota Jambi. Sebelumnya peserta akan didata terlebih dahulu. Untuk penilaian status gizi peserta akan dilakukan pengukuran tinggi badan, berat badan serta anamesis secara singkat dengan ibunya. Sedangkan pelayanan khitan dilakukan atau dikerjakan oleh tim medis dan paramedis sesuai dengan keahliannya. Hasil: Dari kegiatan ini didapatkan Status Gizi TB/U anak yang diperiksa, yang menderita stunting sebanyak 16 orang (45,715%), dan severe stunting sebanyak 18 orang (51,43%). Sedangkan berdasarkan status gizi BB/U didapatkan anak yang underweight sebanyak 18 orang (51,43%) dan severe underweight sebanyak 9 orang (25,71). Kesimpulan: Dari kegiatan ini disimpulkan bahwa masih banyaknya anak yang menderita stunting dan underweight di Kota Jambi sehingga diperlukan penanggulangan yang lebih baik lagi oleh pemerintah maupun masyarakat. Kata Kunci: Status Gizi, Sirkumsisi
FAKTOR YANG MEMENGARUHI CAKUPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP DI KOTA JAMBI SAAT PANDEMI COVID-19 Huntari Harahap; wahyu indah dewi aurora; Erny Kusdiyah; Armaidi darmawan; Erina Shinta Anggraini
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 6 No. 1 (2023): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v6i1.26608

Abstract

ABSTRACT Covid-19 has created fear for parents to immunize their toddlers at health facilities and the enactment of government regulations resulting in a change in immunization coverage nationally. This study aims to determine the factors that affect complete basic immunization coverage in Jambi City during the COVID-19 pandemic. This research is an analytic observational study with a cross-sectional approach. The research subjects were mothers with toddlers over 24 months who had an MCH book. Respondents were taken using a stratified random sampling technique with a total of 102 respondents. All respondents were given a research questionnaire and viewed the completeness of basic immunization in the MCH handbook. The relationship between variables was analyzed using the Chi-Square bivariate test. It was found that 68 toddlers (66.7%) had complete basic immunization status. Factors that influence the completeness of basic immunization are family support, education, knowledge, mothers' fear of COVID-19, health facilities for basic immunization services, and the implementation of the PSBB. From the results of the study, it can be concluded that family support has a relationship with complete basic immunization coverage in Jambi City during the COVID-19 pandemic. ABSTRAK Covid-19 menimbulkan ketakutan bagi orang tua untuk memberikan imunisasi pada balita ke fasilitas kesehatan serta adanya pemberlakuan peraturan pemerintah sehingga terjadi perubahan cakupan imunisasi secara secara nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi cakupan imunisasi dasar lengkap di Kota Jambi saat pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan observasioanal analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian yakni ibu dengan balita diatas 24 bulan yang memiliki buku KIA. Responden diambil menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah responden sebanyak 102 orang. Seluruh responden diberikan kuesioner peneltian dan dilihat kelengkapan imunisasi dasar pada buku KIA. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji bivariat Chi-Square. Didapatkan 68 balita (66,7%) memiliki status imunisasi dasar lengkap. Faktor yang memengaruhi kelengkapan imunisasi dasar adalah dukungan keluarga, pendidikan, pengetahuan, ketakutan ibu terhadap COVID-19, fasilitas kesehatan layanan imunisasi dasar, dan pemberlakuan PSBB. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga yang memiliki hubungan dengan cakupan imunisasi dasar lengkap di Kota Jambi saat pandemi COVID-19.
EDUKASI BERKELOMPOK UNTUK PENINGKATAN KEPATUHAN TERAPI PADA ODHIV DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWASARI KOTA JAMBI Kusdiyah, Erny; Darmawan, Armaidi; Aurora, Wahyu Indah Dewi; Harahap, Huntari; Syauqy, Ahmad; Nuriyah, Nuriyah
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 7 No. 2 (2024): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV/AIDS infection (ODHIV) remains a significant public health issue in Indonesia. One of the main challenges in managing HIV/AIDS is adherence to antiretroviral (ARV) therapy among ODHIV. Low adherence can lead to drug resistance, decreased quality of life, and increased risk of virus transmission. Factors influencing ARV adherence include stigma, discrimination, and the knowledge of ODHIV about the therapy. Education was conducted through group counseling, starting with a pre-test to assess participants' knowledge about HIV treatment. After the pre-test, a counseling session on "The Importance of ARV Adherence for People Living with HIV" was held, concluding with a post-test. A total of 27 participants took part in this activity, with the majority being male (59%) and the largest age group being 20-30 years (41%). Pre-test results indicated that 44% of participants had a low initial understanding. However, post-test results showed a significant improvement; 37% of participants scored in the 71-80 range, and another 37% scored in the 81-90 range. These results indicate that the education provided successfully enhanced participants' understanding of the importance of ARV adherence. Despite the improvements, challenges remain regarding adherence, particularly for those lacking family support. This highlights the need for additional strategies to enhance social support for ODHIV. Participation in this activity was predominantly male, with most participants having a high school education. The post-test results confirmed a significant increase in understanding compared to the pre-test. Puskesmas and community health workers should conduct regular monitoring and evaluation of ARV adherence to prevent loss to follow-up in treatment.
PELATIHAN IDENTIFIKASI ZAT-ZAT BERBAHAYA PADA MAKANAN UNTUK PETUGAS KESEHATAN DI PUSKESMAS SIMPANG KAWAT KOTA JAMBI aurora, Wahyu Indah Dewi; Darmawan, Armaidi; Kusdiyah, Erny; Harahap, Huntari; Syauqy, Ahmad; Nuriyah, Nuriyah
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 7 No. 2 (2024): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Puskesmas plays a vital role in food safety supervision, including the identification of hazardous substances in food that can cause health issues, such as anemia. The knowledge of healthcare workers regarding food additives and colorants is crucial to protect the community from these risks. Community service activities were conducted at Puskesmas Simpang Kawat, Jambi City, involving 32 healthcare workers. The training program was designed to enhance their ability to identify hazardous substances such as borax, formalin, and metanil yellow, with both theoretical material and practical examination. Participants' knowledge was assessed before and after the training and subsequently analyzed using SPSS. The training participants, the majority aged 35-50 years (72%), showed a significant increase in knowledge before and after the training. The results of the pre-test and post-test questionnaires indicated a significant relationship regarding their understanding of hazardous substances before and after the training. This training not only improved technical knowledge but also boosted the confidence and motivation of healthcare workers. They are nowcapable of conducting accurate inspections in the field and educating the community about the dangers of hazardous substances in food. This initiative successfully enhanced the skills and knowledge of healthcare workers at Puskesmas Simpang Kawat in identifying hazardous substances. With improved knowledge, they can actively contribute to food safety and raise community awareness, potentially creating a positive longterm impact on public health. ABSTRAK Puskesmas berperan penting dalam pengawasan keamanan pangan, termasuk identifikasi zat berbahaya dalam makanan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti anemia. Pengetahuan petugas kesehatan mengenai bahan tambahan dan pewarna makanan sangat krusial untuk melindungi masyarakat dari risiko tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Puskesmas Simpang Kawat, Kota Jambi, melibatkan 32 petugas kesehatan. Program pelatihan dirancang untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengidentifikasi zat berbahaya, seperti boraks, formalin, dan metanil yellow, dengan materi teoretis dan praktik pemeriksaan. Peserta akan dinilai pengetahuannya sebelum dan setelah pelatihan untuk selanjutnya dianalisis menggunakan spss. Peserta pelatihan, yang mayoritas berusia 35-50 tahun (72%), menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan sebelum dan setelah pelatihan. Hasil kuisioner pre-test dan post-test menunjukkan adanya hubungan yang signifikan terkait pemahaman mereka tentang zat berbahaya sebelum dan setelah pelatihan. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan teknis, tetapi juga kepercayaan diri dan motivasi petugas kesehatan. Mereka kini mampu melakukan pemeriksaan akurat di lapangan dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya zat berbahaya dalam makanan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petugas kesehatan di Puskesmas Simpang Kawat dalam identifikasi zat berbahaya. Dengan pengetahuan yang lebih baik, mereka dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan pangan dan meningkatkan kesadaran masyarakat, berpotensi memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesehatan masyarakat.