p-Index From 2021 - 2026
4.913
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DEVELOPMENT STRATEGY OF POTENTIAL VILLAGE TO BE VILLAGE OF EDUCATION TOURISM IN BUMI JAYA VILLAGE (Case Study of Bumi Jaya Pottery Craft Center in Ciruas District, Serang Regency) Arta Rusidarma Putra; S. Silfiana
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 3 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/jkpd.v3i1.51

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan potensi desa wisata edukasi Bumi Jaya yang terkenal dengan kerajinan gerabah dan keindahan alamnya. Kerajinan gerabah yang ada di Desa Bumi Jaya Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang merupakan salah satu desa yang sangat berpotensi untuk pengembangan menjadi desa wisata edukasi. Selain dijadikan sebagai sentra kerajinan gerabah, desa ini memiliki sumber daya alam yang sangat mendukung terutama pada tersedianya bahan baku tanah liat yang mempunyai kualitas yang sangat baik dan juga sejarah kearifan lokal gerabah dari jaman kerajaan Banten serta keindahan alam persawahannya. Untuk lebih meningkatkan perekonomian masyarakat, maka dirasa perlu adanya pengembangan potensi desa menjadi desa wisata edukasi Bumi Jaya. Strategi pengembangan potensi desa wisata edukasi Bumi Jaya dengan perencanaan partisipatif dalam pengembangan pariwisata di desa wisata Bumi Jaya dan menerapkan Community Based Tourism sebagai pendekatan pengembangan pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan strategi wisata edukasi Bumi Jaya dapat dirumuskan dengan menggunakan SWOT dan strategi analisis SO, ST, WO, WT. Kata Kunci : Strategi Pengembangan, Potensi, Desa Wisata Edukasi ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the potential development strategies of Bumi Jaya educational tourism villages that are famous for pottery crafts and their natural beauty. Pottery crafts in Bumi Jaya Village, Ciruas Subdistrict, Serang Regency are one of the villages that have the potential to develop into educational tourism villages. In addition to being used as a center for earthenware crafts, this village has natural resources that are very supportive especially in the availability of clay raw materials that have very good quality and also the history of the local wisdom of pottery from Banten's royal era and the natural beauty of its rice fields. To further improve the economy of the community, it is deemed necessary to develop the potential of the village to become an educational tourism village for Bumi Jaya. The strategy for developing the potential of educational tourism villages in Bumi Jaya with participatory planning in tourism development in the tourism village of Bumi Jaya and implementing Community Based Tourism as an approach to tourism development. This study used descriptive qualitative method. Based on the results of the research, the development of the Bumi Jaya educational tourism strategy can be formulated using SWOT and SO, ST, WO, WT analysis strategies. Keywords: Development Strategy, Potential, Educational Tourism Village.
Resiko Kerentanan Masyarakat Perkotaan Terhadap Bahaya Banjir di Kelurahan Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang Arta Rusidarma Putra; S Silfiana
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 4 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/jkpd.v4i1.92

Abstract

This study aims to analyze the socio-economic, and physical vulnerability of urban communities to flood disasters in Margagiri Village, Bojonegara District, Serang Regency, Banten Province with quantitative descriptive methods and spatial analysis. The data used are primary data obtained from the results of structured observations and interviews with questionnaires and secondary data obtained from various documents and related and competent agencies. Samples were taken by simple random sampling method, as many as 90 households from 483 existing populations. The results of the study explained that based on the interpolation results of flood depths affected by flooding were in most of the eastern region of the study with a maximum depth of 1.5 meters caused by several factors including lower topographic conditions, river narrowing, blocked drainage and dirty river channels. obstructing the flow of the river that flows to the main outlet. The results also found that higher socio-economic vulnerability was found at the level of education, most of which were low levels of education, namely elementary school (SD) (40.42%) and elements of the population vulnerable to old age and children by 30.09%. Other research findings are the level of physical vulnerability of high buildings found as many as 32 buildings, moderate physical vulnerability of 43 buildings, and low vulnerability of 25 buildings. The level of vulnerability is moderate to high dominated by non-wall building types
ANALISIS IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI DESA TERINTEGRASI DI KABUPATEN SERANG Arta Rusidarma Putra; Silfiana Silfiana
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 6 No 1 (2022): June 2022
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v6i1.172

Abstract

Peran teknologi informasi telah memberikan perubahan tanpa kecuali bagi Pemerintah Desa. Penyelenggaraan pelayanan berbasis teknologi informasi menjadi suatu kewajiban dalam membangun suatu Sistem Informasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014. Wilayah Kabupaten Serang sebagai daerah otonomi juga diharapkan dapat mengimplementasikan sistem informasi desa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan implementasi kebijakan sistem informasi desa yang ada di Kabupaten Serang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif data bersumber dari data sekunder dan primer analisis data menggunakan interaktif model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Sistem Informasi di Kabupaten Serang belum berjalan maksimal yang disebabkan kelemahan dalam koordinasi, aspek resources, disposition dan bureaucratic structure; dampak implementasi Sistem Informasi di Kabupaten Serang belum dinikmati oleh semua desa di Kabupaten Serang; dan terdapat faktor pendukung dalam implementasi Sistem Informasi diantaranya ketersediaan alokasi anggaran, pembagian tugas yang jelas masing-masing stakeholder, dan muatan Sistem Informasi Desa yang lengkap. Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Sistem informasi desa, Kabupaten Serang