p-Index From 2021 - 2026
7.552
P-Index
This Author published in this journals
All Journal COPING (Community of Publishing in Nursing) Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Jurnal Riset Kesehatan Jurnal NERS Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Biomedical Journal of Indonesia Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Belitung Nursing Journal Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health Journals of Ners Community Jambura Journal of Health Sciences and Research Jurnal Pendidikan dan Konseling Syntax Idea PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Medika Hutama InPrime: Indonesian Journal Of Pure And Applied Mathematics Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Cahaya Mandalika Caring : Indonesian Journal of Nursing Science Jurnal Kesehatan Tambusai International Journal of Social Service and Research Jurnal Bisnis Mahasiswa Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Berita Kedokteran Masyarakat Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Innovative: Journal Of Social Science Research Prosiding Seminar Nasional Unimus Jurnal ARSI : Administrasi Rumah Sakit Indonesia Journal of Indonesian Health Policy and Administration Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia JHE (Journal of Health Education) Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Artificial Intelligence Utility To Improve The Quality Of Health And Patient Safety Services: A Scoping Review Kusumawardhani Setiawan , Amelia; Surya Darmawan, Ede; Paramita, Stephanie
Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2840

Abstract

This study aimed to analyze the role of artificial intelligence in enhancing the quality of healthcare services and patient safety. The research followed the methodological framework proposed by Arksey and Malley, and a scoping review was conducted using the PRISMA guideline method. The authors searched several electronic databases, including Pubmed, NCBI, Elsevier, Proquest, EBSCO, Scopus, and Google Scholar, between 2017-2022 using specific keywords related to artificial intelligence, quality of health care, and patient safety. Out of 550 articles obtained, 61 were included in the review. The analysis of the selected studies indicated that artificial intelligence can significantly improve the quality of healthcare services and patient safety, especially in hospitals. However, further research is needed to develop AI systems that can be tailored to the specific needs of healthcare facilities, particularly hospitals and health centers in Indonesia. This study provides evidence for healthcare policymakers and practitioners to consider incorporating AI-based technologies to enhance healthcare quality and safety.
Peranan Pelatihan Learning Organization pada Perubahan Individu dan Institusi: Pengalaman Kabupaten Cianjur Darmawan, Ede Surya
Kesmas Vol. 2, No. 6
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka mendukung peningkatan kapasitas aparat pemerintah daerah dalam melaksanakan peran dan fungsi setelah penerapan kebijakan desentralisasi, Unit Desentralisasi Departemen Kesehatan telah menyusun beberapa rencana strategis yang bertujuan mengantisipasi transisi desentralisasi, diantaranya adalah membangun organisasi pembelajar. Melihat bagaimana peranan pelatihan berpengaruh pada perubahan individu dan institusi pada lingkungan birokrasi yang lebih ketat pada tingkat pemerintah daerah. Penelitian ini adalah sebuah penelitian quasi-eksperimental dengan pre- dan post- intervensi, pengukuran yang berulang kali, dan kontrol yang tidak merata. Kelompok pertama akan menerima pelatihan SLLO (Xa) dan pendampingan (Xb). Kelompok kedua hanya akan berfungsi sebagai kelompok pengontrol. Penelitian ini menemukan: (1) Pelatihan LO efektif untuk meningkatkan pengetahuan, dan pemahaman peserta dalam perspektif kerja, masalah, keinginan mempebaiki diri dan menyebarkan kepada teman kerja. (2) Perubahan tingkat individu meliputi; keinginan memperbaiki perilaku kerja; keterbukaan dan kesiapan pencatatan perilaku; kesediaan menyediakan waktu; lebih banyak mempergunakan analisis penyebab masalah; lebih banyak dialog dan tidak terjebak dengan gejala; keinginan dan upaya menyebarkan LO dalam seminar dan pelatihan. (3) Bentuk perubahan kelompok dan institusi belum terlihat, berupa upaya untuk menyampaikan informasi pelatihan LO kepada peserta lintas sektor yang lebih luas. (4) Pengaruh lingkungan birokrasi pemerintah tingkat kabupaten mengakibatkan; perubahan individu berpengaruh pada perubahan kelompok sedikit; komunikasi membutuhkan waktu banyak; Sulit melakukan dialog antar anggota tim. Pada tingkat kecamatan keadaan berubah lebih baik; Perubahan individu yang berpengaruh pada perubahan kelompok lebih banyak; komunikasi antar anggota lebih cepat; dialog lebih mudah. In order to support local government capacity to implement their role and capacity after the implementation of decentralization policy, The Decentralization Unit of Ministry of Health RI has developed several strategic plans which directed to anticipate decentralization transition, such as learning organization. To objective of this study is to understand the effect of training program on individual and institutional changes in a more strict bureocratic environment. This study is a quasi-experimental study with pre and post intervention study design, several times measurements, and unequally distributed control. The first group receive SLLO training (Xa) and assistance (Xb). The second group is a control group. The study result show that: (1) the LO training is efective to increase knowledge and understanding of the trainees on job perspective, problem solving, self improvement need and distribution to group member (2) The individual level changes include the need to job behavioral improvement, the openness and readiness to record behaviour, more problem analysis, more dialogue and not trapped in surface symptoms, want and need to distribute LO in seminar and training (3) the group and institutional changes has not been seen yet (4) only small effect of individual changes to group level changes, communication needs plenty of time, difficult to conduct dialogue among team members. In sub-district level situation has chenged to a better situation, more effect of individual level cahnges to group level changes, faster communication between group members and easier dialogue.
Mengukur Tingkat Pemberdayaan Masyarakat dalam Sektor Kesehatan Darmawan, Ede Surya; Junadi, Purnawan; Bachtiar, Adang; Najib, Mardiati
Kesmas Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat adalah salah satu strategi dalam pembangunan kesehatan yang digunakan oleh pemerintah Indonesia. Pemberdayaan masyarakat ini menjadi salah satu fungsi puskesmas yang wajib dijalankan oleh seluruh puskesmas di tanah air. Walaupun strategi pemberdayaan masyarakat sudah lama digunakan, sampai sekarang belum ada instrumen spesifik untuk mengukur tingkat pemberdayaan masyarakat pada sektor pembangunan kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemberdayaan masyarakat pada level komunitas sebagai wilayah kerja puskesmas di Depok dan Jakarta Selatan. Pemberdayaan masyarakat diukur menggunakan tujuh potensi masyarakat meliputi kepemimpinan, organisasi, dana, sumber daya, teknologi, pengetahuan, dan pengambilan keputusan. Metode pengukuran dilakukan dengan membandingkan ketujuh potensi masyarakat di wilayah kerja puskesmas di Depok (32 puskesmas) dan wilayah kerja puskesmas terpilih Jakarta Selatan (28 puskesmas) dengan potensi standar yang dikembangkan peneliti. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tingkat pemberdayaan masyarakat di wilayah kerja puskesmas di Depok umumnya banyak yang memenuhi kategori baik, sebaliknya di Jakarta Selatan banyak kategori kurang. Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta berupaya pemberdayaan masyarakat dan promotif preventif lebih mudah dilakukan oleh kantor kelurahan daripada puskesmas. Community empowerment is one of strategies in health development that is used by government of Indonesia. It is also one of puskesmas (primary health center) function that must be run by every primary health center in Indonesia. Though community empowerment has been used for a very long time, there is not any specific instrument to measure level of community empowerment in health sector development in Indonesia. This research aimed at measuring community empowerment at community level using neighbourhood association as work area in two cities in Indonesia, Depok and South Jakarta. Community empowerment is measured using seven community potentials including leadership, organizations, fund, resource, technology, knowledge, and decision making. The measurement method is comparing those community existed potentials with potential standard developed by researcher in 32 primary health center in Depok and 28 selected primary health center in South Jakarta. The result shows that level of community empowerment in primary health center work area in Depok is generally in good categories, but South Jakarta is generally in less category. In Jakarta, the effort of community empowerment and promotive preventive is conducted easier by village administration office than primary health center.
Analisis Demand dan Supply Konsumsi Garam Beryodium Tingkat Rumah Tangga Darmawan, Nadia Irina; Darmawan, Ede Surya
Kesmas Vol. 6, No. 6
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara nasional, konsumsi garam beryodium cukup adalah 62,3% dan di Provinsi Jawa Barat adalah 58,3%. Cakupan konsumsi garam beryodium tingkat rumah tangga di Kota Bekasi hanya sekitar 62,14%. Pemantauan garam beryodium di tingkat rumah tangga oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi tahun 2004 menunjukkan bahwa garam yang mengandung yodium cukup adalah 51%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui analisis faktor demand dan supply terhadap konsumsi garam beryodium tingkat rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi yang diteliti yaitu 110 orang ibu dengan menggunakan uji chi square. Pada faktor demand didapatkan hasil bahwa ada hubungan pengetahuan dengan konsumsi garam beryodium tingkat rumah tangga. Namun, tidak ada hubungan antara pendapatan dengan konsumsi garam beryodium tingkat rumah tangga. Pada faktor supply didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara ketersediaan di pasar dan harga dengan konsumsi garam beryodium tingkat rumah tangga. Untuk meningkatkan cakupan konsumsi garam beryodium tingkat rumah tangga diperlukan kerja sama dari berbagai pihak. Nationaly, the consumption of iodized salt is 62,3% and in Province of West Jawa is 58,3%. The coverage consumption of iodezed in household level in Bekasi city only about 62,14%. The monitoring iodezed salt in household level by district health departemen in 2004 showed that the enough iodezed salt is 51%.This research was conducted to determine the factor analysis of demand and supply of iodized salt consumption at household level in the District of West Bekasi. This iodesed salt udy used cross sectional design. The population that was studied was 110 mothers using chi square test. On the demand factor, the result shows that there is a relationship between knowledge and the consumption of iodized salt at household level. However, there is no relationship between the revenue and the consumption of iodized salt at household level. While in the supply factor, shows that there is no relationship between availability and price in the market and the consumption of iodized salt at household level. To improve the coverage of iodized salt consumption at household level, it is required cooperation from various parties.
Spatial Bayesian Small Area Estimation of Stunting Prevalence at the Subdistrict Level Wulandari, Ita; Darmawan, Ede Surya; Zamzanah, Sofi
InPrime: Indonesian Journal of Pure and Applied Mathematics Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Mathematics, Faculty of Sciences and Technology, UIN Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/8gpjhz91

Abstract

Achieving Sustainable Development Goal (SDG) 3—ensuring healthy lives and promoting well-being for all—requires reliable health indicators at disaggregated levels. However, conventional large-scale surveys often fail to capture local disparities due to limited sample sizes, leading to unreliable small-area estimates. This study proposes a hierarchical Bayesian Small Area Estimation (HB SAE) framework using a beta distribution and spatial Conditional Autoregressive (CAR) priors to estimate sub-district-level stunting prevalence in Banten Province, Indonesia. The model accounts for both the bound nature of prevalence data and spatial dependence across neighboring areas. Using data from the 2023 Indonesian Health Survey and auxiliary variables from the 2024 Village Potential Data (Podes), the proposed approach demonstrates improved analytical performance. Compared to direct estimation, the HB SAE model reduced the number of sub-districts with Relative Standard Errors (RSE) above 25% from 55 to 44, achieving lower Mean Squared Error (MSE) values and more stable estimates. These results confirm that incorporating spatial effects enhances the precision and reliability of stunting prevalence estimates. The findings provide analytically grounded evidence for localized, data-driven interventions to accelerate efforts to reduce stunting and strengthen policy planning at the sub-district level. Keywords: Bayesian hierarchical model; small area estimation; spatial analysis; stunting prevalence; CAR model.   Abstrak Pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua orang, memerlukan indikator kesehatan yang andal hingga tingkat wilayah kecil. Namun, survei berskala besar sering kali tidak mampu menggambarkan variasi lokal akibat keterbatasan ukuran sampel, sehingga menghasilkan estimasi yang tidak stabil pada wilayah kecil. Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja Hierarchical Bayesian Small Area Estimation (HB SAE) menggunakan distribusi beta dengan prior spasial Conditional Autoregressive (CAR) untuk mengestimasi prevalensi stunting di tingkat kecamatan di Provinsi Banten, Indonesia. Model ini mempertimbangkan sifat terbatas (bounded) dari data prevalensi dan ketergantungan spasial antarwilayah. Dengan memanfaatkan data Survei Kesehatan Indonesia 2023 serta variabel bantu dari data Potensi Desa (Podes) 2024, model HB SAE menunjukkan kinerja analitis yang lebih baik. Dibandingkan dengan estimasi langsung, model HB SAE menurunkan jumlah kecamatan dengan Relative Standard Error (RSE) di atas 25% dari 55 menjadi 44, dengan nilai Mean Squared Error (MSE) yang lebih rendah dan hasil estimasi yang lebih stabil. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan efek spasial meningkatkan ketepatan dan reliabilitas estimasi prevalensi stunting. Temuan ini memberikan dasar analitis yang kuat untuk mendukung intervensi berbasis data dalam percepatan penurunan stunting dan perencanaan kebijakan di tingkat kecamatan. Kata Kunci: Model hierarkis Bayes; Small area estimation; Analisis spasial; Prevalensi stunting; Model CAR. 2020MSC: 62F15, 62M30.
UPAYA PERBAIKAN PELAYANAN PASIEN PULANG DARI RAWAT INAP DENGAN METODE LEAN SIX SIGMA Mumpuni, Dian Pitaloka Sri; Darmawan, Ede Surya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30458

Abstract

Waktu tunggu menjadi suatu permasalahan yang mendesak di rumah sakit  karena semua rumah sakit  saling berkompetisi untuk memberikan pelayanan yang tepat, cepat dan profesional. Di ruang rawat inap lantai 5 gedung baru  RS Permata Cibubur kerap masih didapatkan keluhan pasien atau keluarga pasien terkait waktu tunggu pelayanan pasien pulang dari rawat inap. Tujuan penelitian ini adalah tercapainya perbaikan   pelayanan  pasien pulang  dari rawat inap dengan menggunakan metode Lean Six Sigma.Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experimental dengan memberikan perlakuan perbaikan  menggunakan metode Lean Six Sigma dan menghitung waktu tunggu pada proses pelayanan pasien pulang pada 2 kelompok pasien dengan jaminan pribadi dan pasien jaminan asuransi swasta, sebelum dan sesudah perlakuan. Rata-rata waktu tunggu pasien pulang  sebelum perlakuan dengan jaminan pribadi sebesar 61 menit dan dengan jaminan asuransi swasta sebesar 125,8 menit. Setelah dilakukan perlakuan upaya perbaikan  dengan metode Lean Six Sigma didapatkan rata-rata waktu tunggu pasien pulang dengan jaminan pribadi sebesar 43,2 menit dan pasien dengan jaminan asuransi swasta sebesar 101,7 menit. Sedangkan prosentase kegiatan bernilai tambah sebelum perlakuan pada pasien dengan jaminan pribadi sebesar 57,4 % dan pasien dengan asuransi swasta sebesar 29,7%. Sesudah perlakuan upaya perbaikan didapatkan prosentase kegiatan bernilai tambah pada pasien pribadi sebesar 59,7 % dan pasien dengan asuransi swasta sebesar 30,4%. Metode Lean Six Sigma secara umum dapat dikatakan efektif untuk digunakan dalam melakukan evaluasi    terhadap alur pelayanan di unit pelayanan kesehatan, karena terbukti khususnya pada penelitian ini  terjadi pengurangan waktu tunggu pada proses pelayanan pasien pulang dari rawat inap.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA TERAPIS ANAK AUTISME : SCOPING REVIEW B, Ilmah Yanuarti; Darmawan, Ede Surya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29971

Abstract

Data statistik menunjukkan peningkatan jumlah anak autisme setiap tahunnya, hal ini juga menunjukkan tingginya kebutuhan anak autisme terhadap kebutuhan terapis anak autisme. Seringkali terapis anak autisme menghadapi stres pada pekerjaannya sebagai terapis anak autisme bahkan menuntut peran terapis yang tinggi, tuntutan mental dan beban kerja berlebihan serta berbagai faktor lainnya.. Hal inilah yang dapat mengakibatkan terapis anak autisme mengalami stres kerja hingga burnout. Oleh karena itu penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang stres kerja pada terapis anak autisme serta mengidentifikasi faktor faktor stres kerja yang dialami oleh terapis anak autismePenelitian ini merupakan studi yang berjenis scoping review dengan mengidentifikasi semua jenis artikel tentang stres kerja pada terapis anak autisme sejak tahun 2010-2024, yang menggunakan bahasa Inggris atau Indonesia ,open acccess, dan artikel full text and research article. Terdapat 5 artikel penelitian yang relevan dengan topik penelitian ini dimana sebagian besar hasil penelitian tersebut menunjukkan terapis anak autisme lebih sering mengalami stres kerja kategori ringan hingga burnout sedang sampai tinggi. Faktor yang berhubungan menimbulkan stres kerja diantaranya adalah faktor lingkungan tempat kerja, faktor beban kerja berlebihan, faktor keadilan di tempat kerja, faktor dukungan dan penghargaan pada terapis anak autisme, faktor uraian pekerjaan dan tanggung jawab yang seringkali tidak jelas, faktor waktu bekerja yang terbatas, dan faktor ketidakmampuan terapis dalam menjalankan tugasnya akibat perilaku agresif dari anak autisme. Organisasi tempat kerja sebaiknya mengupayakan strategi pencegahan dan penanggulangan stres kerja, serta melakukan bimbingan ataupun konseling pada terapis yang telah mengalami stres kerja.
Artificial Intelligence Utility To Improve The Quality Of Health And Patient Safety Services: A Scoping Review Kusumawardhani Setiawan , Amelia; Surya Darmawan, Ede; Paramita, Stephanie
Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2840

Abstract

This study aimed to analyze the role of artificial intelligence in enhancing the quality of healthcare services and patient safety. The research followed the methodological framework proposed by Arksey and Malley, and a scoping review was conducted using the PRISMA guideline method. The authors searched several electronic databases, including Pubmed, NCBI, Elsevier, Proquest, EBSCO, Scopus, and Google Scholar, between 2017-2022 using specific keywords related to artificial intelligence, quality of health care, and patient safety. Out of 550 articles obtained, 61 were included in the review. The analysis of the selected studies indicated that artificial intelligence can significantly improve the quality of healthcare services and patient safety, especially in hospitals. However, further research is needed to develop AI systems that can be tailored to the specific needs of healthcare facilities, particularly hospitals and health centers in Indonesia. This study provides evidence for healthcare policymakers and practitioners to consider incorporating AI-based technologies to enhance healthcare quality and safety.
Tantangan dalam Implementasi Rekam Medis Elektronik Terkait Kualitas Pelayanan di Rumah Sakit: A Scoping Review Zuhdi, Nadya Adina; Darmawan, Ede Surya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11692

Abstract

Latar Belakang: Rekam Medis Elektronik (RME) di Indonesia saat ini merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh Rumah Sakit (RS). Manfaat dari RME adalah sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Penerapan RME tidak hanya memberikan manfaat, namun juga tantangan dalam perencanaan dan prosesnya agar dapat memberikan hasil yang optimal. Tujuan Penelitian: Menganalisa dan mengidentifikasi tantangan dalam pemanfaatan RME terkait peningkatan kualitas pelayanan di RS. Metode Penelitian: Strategi pencarian literatur dalam peneliatain ini berdasarkan pada panduan Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) menggunakan database PubMed dan Cochrane dengan kata kunci yang relevan. Hasil: Berdasarkan literatur yang memenuhi kriteria penelitian, semua artikel menyebutkan bahwa implementasi RME dapat memberikan manfaat dalam peningkatan kualitas pelayanan, diantaranya dalam hal efisiensi dan efektivitas waktu pelayanan karena kemudahan dalam mengakses data pasien, penurunan angka mortalitas pasien rawat inap, penurunan angka risiko readmisi pasien, dan penurunan angka mortalitas 48 jam pasca operasi. Beberapa masalah yang sering dihadapi, di antaranya dukungan yang rendah dari tenaga kesehatan pemberi pelayanan, tidak terpenuhinya sarana dan prasarana sistem TI penunjang RME, buruknya sistem keamanan data, dan tidak efisien biaya dalam implementasi RME. Kesimpulan: Implementasi RME di RS memiliki banyak keuntungan dalam efisiensi pelayanan, namun hal tersebut memiliki banyak persyaratan yang harus terpenuhi agar sistem RME dapat berjalan dengan optimal. Kata Kunci: Rekam medis elektronik, kualitas pelayanan, rumah sakit
Exploring The Resilience of Primary Health Care during COVID-19 Health Crisis: A Case Study in Depok City, Indonesia Mutia Nasir , Narila; Ariyanti , Fajar; Baequni, Baequni; Yulianty Permanasari , Vetty; Surya Darmawan, Ede
Journal of Health Education Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: During COVID-19 pandemic, the primary health care must have its resilience during the health crisis. The first case of COVID-19 in Indonesia was found in Depok City. Therefore the objective of this study is to explore the resilience of primary health care during COVID-19 pandemic as a health crisis situation in Depok City, Indonesia. Methods: This study used a qualitative design by using a case study approach, Focus Group Discussion (FGD) was conducted to10 Heads of Public Health Center in Depok City as the main informant in August 2022. The data were analyzed using content analysis. Results: Public Health Centers in Depok City had a good resilience during COVID-19 pandemic. However, they had a low resilient in financing. Conclusions: COVID-19 pandemic has helped the primary health care to identify the resilience which is crucial to maintain and develop to face other health crisis situation that might be occurred in the future.
Co-Authors Achir Yani S. Hamid Adang Bachtiar Agung Waluyo Amelia Kusumawardhani Amelia Kusumawardhani Setiawan Amelia Rahayu Amelia Rizki Alfriantin Anhari Achadi Arani Nadhira Arif, Umi Fikria Ariyanti, Fajar Asnawi Abdullah Azni, Nurkarti B, Ilmah Yanuarti Baequni, Baequni Bashabih, Masyitoh Bernadeth Novita Budisusilowati Bunga Listia Paramita Chintia, Amelia Cicilya Candi David R. I. Hutajulu DEWI IRAWATI Dhynianti, Levi Diah Ekawati Diah Ekawati Diah Ekawati Eka Putri, Nidya Elvira Elvira Eska Perdini Suhendi Etty Rekawati Fahnida Zeydra Thohari Farid Fauzan Mahubessy Farid Kharisma Feni Dwi Lestari Fika Maulani Fadrianti Fitriana, Mila Fransisca, Martha Hafnidar A. Rani Hartono, Widy Hendra Ayusra Hermansyah Hermansyah Ilyas, Jaslis Immanuel Natanael Tarigan Indriana, Yuki Melati Irene Jesihka Pandiangan Irmayanto, Randi Isroil Samihardjo Ita Wulandari Jaya, Danil Anugrah Julian Simanjuntak Kusumawardhani Setiawan , Amelia Mardiati Najib Mardiati Najib Marianus Ruba Marianus Ruba Martha Fransisca Martini Heniastaty Patuwondatu Mulyadi, Budhi Mumpuni, Dian Pitaloka Sri Mustafa, Ghulam Mutia Nasir , Narila Nadia Irina Darmawan Nadia Irina Darmawan Ngabila Salama Nova Perdana Novie Irawaty L. Manurung Nurkarti Azni Nyoman Dwi Maha Udiyana Ovi Norfiana Paramita, Stephanie Permanasari, Vetty Yulianty Prasetyo, Chandra Istanti Pratama, Muhammad Fachmi Adi Pratiwi Pujiyanto Pujiyanto Puput Oktamianti Puput Oktamianti Purbosari Purbosari Purnawan Junadi Purnawan Junadi Putri Ardhani Putu Darmika Randi Irmayanto Ratna Sitorus Rendy Setya Wardana Rheine Indira Putrie Sesunan Rifda Amalia Choirunnisa Rinie Indah Chandra Wirasati Rita Mutia Royani Royani Sabarinah Prasetyo Sabarinah Sabarinah Samboe, Betania Saza Fitria Septama, Andis Sidhi Laksono Sila Wiweka, Ida Bagus Sjaaf, Amal Chalik Stephanie Paramita Stephanie Paramita Suci Nurul Andini Susanti, Lili Syarif Rahman Hasibuan Syifa Silviana Tarigan, Immanuel Natanael Tintin Sukartini Sukartini, Tintin Sukartini Tulus Kurnia Indah Ulfah, Annisa Ulianto Ulianto Wirasati, Rinie Indah Chandra Yaslis Ilyas Yasrizal, Meutia Arini Yulianty Permanasari , Vetty Yunianti, Siti Zamzanah, Sofi Zuhdi, Nadya Adina