Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Instructor’s Role In The Conduction Of Basic Clinical Fitness In The Clinique Fitness Laboratory / Skills Laboratory Agneta Irmarahayu Irawan; Mila Citrawati; Sri Wahyuningsih; Hikmah Muktamiroh; Tiwuk Susantiningsih
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2023): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmj.v11i4.23883

Abstract

ABSTRACT Teaching clinical skills is a must in the 21st century. Medical school is required to make its graduates as skilled and professional doctors need a lot of support such as clinical skill laboratory facilities (Skills Lab) and instructors. Students need to be given sufficient opportunities to practice basic clinical skills in a place that is comfortable, safe and controlled without fear of harming patients and can be monitored and assessed in accordance with the expected competencies. Clinical skill instructors are the cornerstones of basic clinical skills teaching process. The role of the instructor includes building two-way relationships for each individual student, giving feedback, becoming role models so that students will be responsible for carrying out each procedural step of clinical skills. Their role is very important in guiding and facilitating the students to practice clinical skill, making sure their skills progress, and preparing them to obtain the predetermined competency as a doctor.
Efektivias temu ireng (Curcuma aeruginosa) terhadap lama kematian cacing gilik Fardani, Nabil Radif; Zulfa, Fajriati; Irmarahayu, Agneta; Setyaningsih, Yuni; Ubaidillah, Ubaidillah
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i1.976

Abstract

Infeksi cacing merupakan penyakit yang paling sering terjadi di dunia, salah satunya adalah askariasis. Pengobatan askariasis dengan menggunakan obat antelmintik dapat menimbulkan berbagai efek negatif. Penggunaan tanaman berkhasiat merupakan salah satu alternatif untuk meminimalkan adanya efek negatif karena pemberian obat sintetis, salah satunya adalah rimpang temu ireng (Curcuma aeruginosa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui LT100 dari berbagai konsentrasi ekstrak etanol temu ireng terhadap A. galli secara in vitro. Jenis penelitian yang digunakan adalah true experimental dengan desain post-test control group design only. Penelitian ini menggunakan ekstrak etanol temu ireng yang diuji dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, dan 75% yang diuji efektivitasnya terhadap kematian cacing A. galli, dan dibandingkan dengan kelompok kontrol positif pirantel pamoat 1% dan kontrol negatif NaCl 0,9% dengan 4 kali pengulangan. Hasil menunjukkan dengan uji repeated ANOVA dan didapatkan P<0,05 yang dilanjutkan dengan uji post-hoc didapatkan hasil tidak signifikan pada sebagian kelompok. LT100 didapat pada tiap konsentrasi yaitu pada konsentrasi 10% selama 9,96348 jam, konsentrasi 20% selama 7,49469 jam, konsentrasi 30% selama 6,87317 jam, konsentrasi 40% selama 7,18526 jam, konsentrasi 50% selama 6,54932 jam, konsentrasi 75% selama 4,53529 jam, dan kontrol positif pirantel pamoat 1% selama 4,10065 jam. Kesimpulannya bahwa Nilai LT100 paling cepat dari ekstrak temu ireng (C. aeruginosa) adalah pada konsentrasi 75% dengan waktu 4 jam, 32 menit, dan 32 detik, dibandingkan dengan kontrol positif pirantel pamoat 1% yaitu 4 jam, 6 menit, dan 6 detik. Hal ini disebabkan karena adanya senyawa tanin, saponin, monoterpene, dan seskuiterpene dalam ekstrak temu ireng. Kata kunci: Antelmintik; Ascaridia galli; Curcuma aeruginosa; lethal time
Analisis Tingkat Pengetahuan Pola Konsumsi Bayi dan Kejadian Stunting di Desa Sindangsari Pabuaran Serang Banten tahun 2022 Selvester Thadeus, Maria; Tiwuk Susantiningsih; Kristina Simanjuntak; Irmarahayu Agneta; Muktamiroh Hikmah; Abdullah Rukman; Perdana Fachruddin
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): Vol. 1 No. 2 (2023): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v1i2.7055

Abstract

Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pelatihan pola konsumsi bayi pada kader posyandu Desa Sindangsari Pabuaran Serang Banten pada tahun 2022 terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan responden terhadap keterampilan pola konsumsi bayi 0-24 bulan dalam kategori pengetahuan baik yaitu terjadi peningkatan sebesar 19% dari 63,79% menjadi 82,79% (31 responden), namun analisis dari tingkat pengetahuan dan pola konsumsi bayi pada kejadian stunting di Desa Sindangsari Pabuaran Serang Banten tahun 2022 belum dilakukan. Metode: Artikel ini merupakan analisis deskriptif korelatif terhadap hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FK UPN Veteran Jakarta bekerjasama dengan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FK UNTIRTA Serang Banten untuk melihat faktor risiko dari tingkat pengetahuan dan pola konsumsi bayi terhadap kejadian stunting di Desa Sindangsari Pabuaran Serang Banten tahun 2022. Hasil: Analis tingkat pengetahuan peserta di lakukan terhadap kejadian stunting di Desa Sindangsari. Jumlah responden dalam kegiatan pengabdian yaitu 31 responden yang terdiri dari kader posyandu di Desa Sindangsari serta ibu yang memiliki balita yang melakukan kunjungan ke Posyandu. Terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita di Desa Sindangsari. Hasil anaslis antara penyuluhan dan pelatihan pola konsumsi bayi dan balita yang sudah bagus tetapi masih terdapat 2 balita stunting dapat dikarenakan riwayat penyakit infeksi mempengaruhi penyerapan nutrisi pada proses pencernaan pada balita stunting dan tidak berhubungan dengan tingkat pengetahuan kader posyandu Sindangsari mengenai pola konsumsi. Kesimpulan: Analisis tingkat pengetahuan pola konsumsi bayi dan kejadian stunting di Desa Sindangsari Pabuaran Serang Banten tahun 2022 didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan kader posyandu Desa Sindangsari dengan kejadian 2 balita stunting di Desa Sindangsari Pabuaran Serang Banten.
The Correlation between Coping Mechanisms and Resilience with Academic Dishonesty in Medical Students Prananda, Faadhilah Widya; Muktamiroh, Hikmah; Bahar, Meiskha; Irmarahayu, Agneta
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 23, No 2 (2023): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v23i2.17710

Abstract

Academic dishonesty is the most common violation of academic integrity. One factor that influences academic dishonesty is self-reliance, which includes coping mechanisms and resilience. This study aims to determine the correlation between coping mechanisms and resilience with academic dishonesty in Medical students. This study was an observational analytic study with a cross-sectional method. The respondents were preclinical stage students in the Faculty of Medicine. This study utilized stratified random sampling with a total sample of 229 students. The data type used in this study was primary data collected using a questionnaire. Data analysis in this study used the Chi-Square test. Based on the results of statistical tests, the majority of coping mechanisms in Medical students was emotion-focused coping faced by 127 (55.5%) students, 182 (79.5%) students had high resilience, and 203 (88.6%) students had low academic dishonesty. Coping mechanism and academic dishonesty obtained a p-value of 0.552, while resilience and academic dishonesty obtained a p-value of 0.003. Thus, it can be concluded that there was no correlation between coping mechanisms and academic dishonesty. However, there was a correlation between resilience and academic dishonesty in Medical students. The implication of this study was the importance of resilience as one of the academic honesty of student characters.
Determinan Penyakit Ginjal Kronik di Tangerang Indonesia: Studi Cross-sectional Fairuz, Nabila; Wahyuningsih, Sri; Irmarahayu, Agneta; Nugrohowati, Nunuk
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i2.478

Abstract

AbstractLatar Belakang: Penyakit ginjal kronik merupakan masalah kesehatan dunia yang sangat penting diperhatikan karena prevalensinya yang terus meningkat, dapat menurunkan tingkat produktivitas penderita, dan membutuhkan biaya pengobatan yang besar. Di Provinsi Banten terdapat 3,1 juta jiwa orang yang mengalami PGK. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor risiko kejadian penyakit ginjal kronik di RSU Kab. Tangerang.Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2022. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yaitu rekam medis RSU Kabupaten Tangerang. Sampel yang diambil sudah melalui inklusi dan eksklusi dengan jumlah 89 sampel dan diambil menggunakan teknik sampling total sampling. Data dianalisis dengan uji Chi Square atau Fisher serta regresi logistik biner. Hasil: Kejadian PGK paling banyak terjadi pada usia ≥60 tahun (52,4%), sebagian besar pasien PGK tidak memiliki riwayat obesitas (54,8%), ada riwayat hipertensi (81,0%), ada riwayat DM (83,3%), dan tidak ada riwayat batu ginjal (83,3%). Risiko terjadinya PGK meningkat pada pasien yang berusia ≥60 tahun (OR=2,163; 95%CI=1,426-3,281), memiliki riwayat obesitas (OR=1,709; 95%CI=1,128-2,590), riwayat hipertensi (OR=3,798; 95%CI=1,987-7,261), riwayat diabetes melitus (OR=5,349; 95%CI=2,664-10,738), dan riwayat batu ginjal (OR=2,025; 95%CI=1,410-2,908). Diabetes melitus merupakan faktor risiko yang paling dominan memengaruhi kejadian PGK (OR=37,358; 95%CI=10,330-135,100).Kesimpulan: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian PGK adalah usia, obesitas, hipertensi, diabetes melitus, dan batu ginjal. Faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian PGK yaitu diabetes melitus.Kata Kunci: Faktor risiko, Penyakit ginjal kronik AbstractBackground: Chronic kidney disease is a world health problem that is very important to pay attention to because its prevalence continues to increase, can reduce the level of productivity of sufferers, and requires large medical expenses. In Banten Province there are 3.1 million people who have CKD. The purpose of this study was to analyze the risk factors for chronic kidney disease in the Regency General Hospital. Tangerang.Method: This research is an observational analytic study with a cross-sectional design conducted from January-February 2022. The sample is secondary data in the form of medical records. The samples taken have gone through inclusion and exclusion with a total of 89 samples and taken by total sampling. Data were analyzed by Chi Square or Fisher test and binary logistic regression.Result: The results showed that the highest incidence of CKD occurred at age ≥60 years (52.4%), most CKD patients did not have a history of obesity (54.8%), had a history of hypertension (81.0%), had a history of DM (83.3%), and no history of kidney stones (83.3%). The risk of developing CKD increases in patients aged ≥60 years (OR=2.163; 95% CI=1.426-3.281), have a history of obesity (OR=1.709; 95% CI=1.128-2.590), history of hypertension (OR=3.798; 95 %CI=1.987-7.261), history of diabetes mellitus (PR=5.349; 95% CI=2.664-10.738), and history of kidney stones (OR=2.025; 95% CI=1.410-2.908). Diabetes mellitus is the most dominant risk factor affecting the incidence of CKD (OR=37.358; 95% CI=10.330-135.100). Conclusion: The risk factors that associated with CKD are age, obesity, hypertension, diabetes mellitus, and kidney stones. The most influential risk factor for the incidence of CKD is diabetes mellitus.Keywords: Chronic kidney disease, Risk factors
PENGARUH PEMBERIAN PUTIH TELUR TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL PASIEN TB PARU Putri Aulia Arza; Dezi Ilham; Agneta Irmarahayu
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i2.424

Abstract

Latar Belakang: TBC masih menjadi masalah kesehatan utama di Asia Tenggara dan menyebabkan morbiditas dan mortalitas.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas ekstra putih telur dengan asupan madu pada kadar kolesterol totalMetode: Penelitian ini merupakan randomized controlled trial menggunakan metode quasi experimental dengan desain penelitian control group pre-test post-test. Dilakukan di Rumah Sakit M. Zein Pesisir Selatan pada tahun 2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan 32 pasien dialokasikan untuk intervensi (n = 16) dan kelompok kontrol (n = 16). Kedua kelompok menerima diet protein tinggi energi tinggi, kelompok intervensi menerima ekstra putih telur dan madu selama 7 hari. Data dianalisis menggunakan paired sample t test untuk menganalisis perbedaan sebelum-sesudah dalam total Kolesterol). Tes Wilcoxon Sign Rank digunakan untuk menilai perbedaan dalam dua kelompok.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian pada kelompok perlakuan, ditemukan bahwa ada efek member tambahan putih telur dan madu pada kadar kolesterol total pada pasien TB paru. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada efek memberikan tambahan putih telur dan madu pada kadar kolesterol total pada pasien TB paru.Kesimpulan: Ekstra putih telur dan madu secara efektif dapat menurunkan kadar kolesterol total
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN MEMBUAT WEDANG JAHE SERAI UNTUK PENGUATAN IMUNITAS MENCEGAH COVID-19 DI DESA PANGKALAN JATI CINERE DEPOK Setyaningsih, Yuni; Susantiningsih, Tiwuk; Irmarahayu, Agneta; Zulfa, Fajriati
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v5i2.977

Abstract

COVID-19 adalah penyakit menular disebabkan SARS-CoV-2 yang telah menyebar menjadi pandemi di seluruh dunia termasuk Indonesia. COVID-19 dapat berupa penyakit ringan atau sampai kematian dan obat untuk COVID-19 belum ada. Indonesia merupakan negara yang kaya akan tanaman herbal, yang sudah banyak digunakan di masyarakat. Dua tanaman herbal yang sering digunakan adalah jahe dan serai. Berdasarkan penelitian tanaman ini dapat memelihara kesehatan dan meningkatkan sistem imun. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang manfaat jahe serai dan keterampilan membuat wedang jahe serai dalam rangka peningkatan sistem imun pada masa pandemi COVID-19. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan demonstrasi pembuatan wedang jahe serai serta mengikutsertakan responden untuk berpartisipasi aktif dalam pembuatan wedang jahe serai. Pada pengabdian masyarakat ini didapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan responden mengenai manfaat wedang jahe serai dan cara pembuatannya. Diharapkan setelah pengabdian masyarakat ini responden dapat menerapkan dan mengaplikaskan pengetahuan yang didapatkan dalam rangka meningkatkan sistem imun pada masa pandemi COVID-19