Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Assessing the Effectiveness of Oral Health Education: Large Versus Small Groups among Primary School Students in Watesjaya, West Java Dwiyanti, Stephani; Octavia, Mora; Gracia, Isadora; Oktaria, Indriani; Tantra, Cornelia Tyara; Susanto, Alvira; Djiady, Audie; Santoso, Bryan
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i3.1380

Abstract

Insufficient oral health knowledge contributes to high prevalence of oral disease among primary school students. Large-group lectures are commonly used in community services but may not be the most effective learning method. Studies suggest that small-group settings foster better learning environments. This study examines knowledge changes before and after oral health education (OHE), comparing the effectiveness of large- and small-group settings. Fifty-three students aged 10 to 12 years were divided into two groups: Group A (21 students) received OHE in a large lecture-style setting, while Group B (32 students) received OHE in smaller groups of 4 to 8 students. A pre-test was administered before OHE session, followed by a post-test to assess knowledge improvement. Statistical analysis showed significant pre-test to post-test improvement in both groups (p < 0.001). The gain in test scores for group A (27.62+18.69) was greater than that of group B (17.50+10.47), which was also statistically significant (p=0.028). These findings suggest that OHE effectively improves knowledge, with larger groups showing greater score improvement, potentially due to factors such as group dynamics, the physical environment, or learning aids.
Effect of Asana Pranayama Yoga on Sleep Quality: Implications for Stress Management and Healthy Lifestyle in Young Adults Adella, Abigail Sherolyn; Lilis, Lilis; Sudiyono, Nelson; Cahyadi, Alius; Gracia, Isadora
Althea Medical Journal Vol 12, No 4 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v12n4.3799

Abstract

Background: Sleep is a fundamental human need. Young adults, such as medical students, are particularly vulnerable to poor sleep quality due to the academic pressures.  Yoga has a relaxing effect that may help improve sleep quality. This study aimed to evaluate the effects of Asana Pranayama yoga on sleep quality among female medical students.Methods: This quasi-experimental and case-control study was conducted in September 2023, including preclinical female medical students from the Atma Jaya Catholic University of Indonesia. Sleep quality was assessed using the Indonesian version of the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI-I). The intervention group (n=24) had performed yoga Asana Pranayama six times per week for four weeks, with each session lasting 45 minutes, whereasthe control group had received no intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test to compare pre- and post-intervention PSQI scores, and Spearman’s correlation to examine the relationship between yoga frequency and PSQI scores (p<0.05).Results: The intervention group showed a significant improvement in sleep quality (p=0.002). A significant negative correlation was found between yoga practice frequency and post-test PSQI scores (r=-0.607), indicating that higher consistency in yoga practice was associated with better sleep quality.Conclusion: Regular practice of asana pranayama yoga can improve sleep quality among female medical students. Incorporating yoga into daily routines may serve as a practical, non-pharmacological approach to promote wellness in young adults.
THE RELATIONSHIP BETWEEN VITAMIN D LEVELS AND URIC ACID LEVELS IN THE ELDERLY AT SANTA ANNA NURSING HOME Ester Elida O Harita; Felicia Kurniawan; Linawati Hananta; Isadora Gracia Sahusilawane
Journal of Social Research Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v3i2.1929

Abstract

As a person ages, the physiological function of the body decreases so that the risk of vitamin D deficiency and gout. The increasing elderly population can create a new era, namely the aging population. This study aims to see the relationship between vitamin D levels and uric acid levels in the elderly at Santa Anna Nursing Home. This study is an analytical observational study with a cross-sectional design with 70 elderly respondents living in Santa Anna Nursing Home, Jakarta. The correlation test is performed using the Pearson Correlation Test. There is a significant negative relationship between vitamin D levels and uric acid levels. In 23 elderly obtained average vitamin D levels of 36.9 + 8.4 ng / mL while high uric acid as many as 23 elderly (46%) with an average of 6.24 ± 1.9 mg / mL. From bivariate analysis, vitamin D levels were significantly associated with uric acid levels (r: -0.295, p: 0.037). There was a significant relationship between vitamin D levels and uric acid levels in the elderly at Santa Anna Nursing Home with a value of p = 0.041 (p < 0.05)
PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT SISWA-SISWI TK CIKAL, RUSUN PENJARINGAN Mora Octavia; Stephani Dwiyanti; Indriani Oktaria; Isadora Gracia; Hendro Sunjaya; Regina Satya Wiraharja; Bryani Titi Santi; Kevin Kristian
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i02.7249

Abstract

Karies atau gigi berlubang merupakan permasalahan rongga mulut yang paling utama di dunia, dengan anak-anak dan remaja sebagai populasi yang paling berisiko terkena karies. Bukti klinis menunjukkan bahwa karies dapat dicegah, salah satunya adalah dengan mempromosikan cara menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah karies sejak dini, dengan memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat sekolah TK Cikal, Penjaringan. Upaya untuk menilai tingkat pemahaman dan perilaku menyikat gigi anak TK dilakukan dengan metode partisipatif. Para peserta yang berjumlah 106 orang dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan dirotasi ke pos-pos penyuluhan dengan topik mengenai penyebab gigi berlubang, dampak tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut, makan makanan yang tidak sehat dan merusak gigi, serta demonstrasi cara menyikat gigi dengan baik dan benar. Peserta dipanggil secara acak untuk menilai tingkat pengetahuan mengenai materi penyuluhan dan keterampilan menyikat gigi. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (96,3%) memahami materi penyuluhan, tetapi hanya sebagian peserta (46,7%) yang dapat mendemonstrasikan seluruh metode penyikatan gigi dengan sempurna. Kesimpulannya adalah peserta memahami materi penyuluhan, tetapi keterampilan menyikat gigi masih belum dikuasai seluruhnya, sehingga perlu diadakan kegiatan penyuluhan secara berkala disertai dengan pemeriksaan indeks kebersihan rongga mulut untuk menilai efektivitas penyuluhan yang sudah dilaksanakan.
PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT SISWA-SISWI TK CIKAL, RUSUN PENJARINGAN Mora Octavia; Stephani Dwiyanti; Indriani Oktaria; Isadora Gracia; Hendro Sunjaya; Regina Satya Wiraharja; Bryani Titi Santi; Kevin Kristian
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i02.7249

Abstract

Karies atau gigi berlubang merupakan permasalahan rongga mulut yang paling utama di dunia, dengan anak-anak dan remaja sebagai populasi yang paling berisiko terkena karies. Bukti klinis menunjukkan bahwa karies dapat dicegah, salah satunya adalah dengan mempromosikan cara menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah karies sejak dini, dengan memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat sekolah TK Cikal, Penjaringan. Upaya untuk menilai tingkat pemahaman dan perilaku menyikat gigi anak TK dilakukan dengan metode partisipatif. Para peserta yang berjumlah 106 orang dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan dirotasi ke pos-pos penyuluhan dengan topik mengenai penyebab gigi berlubang, dampak tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut, makan makanan yang tidak sehat dan merusak gigi, serta demonstrasi cara menyikat gigi dengan baik dan benar. Peserta dipanggil secara acak untuk menilai tingkat pengetahuan mengenai materi penyuluhan dan keterampilan menyikat gigi. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (96,3%) memahami materi penyuluhan, tetapi hanya sebagian peserta (46,7%) yang dapat mendemonstrasikan seluruh metode penyikatan gigi dengan sempurna. Kesimpulannya adalah peserta memahami materi penyuluhan, tetapi keterampilan menyikat gigi masih belum dikuasai seluruhnya, sehingga perlu diadakan kegiatan penyuluhan secara berkala disertai dengan pemeriksaan indeks kebersihan rongga mulut untuk menilai efektivitas penyuluhan yang sudah dilaksanakan.