Claim Missing Document
Check
Articles

THE PREGNANT FACTORS OF ANXIETY IN PREGNANT MOTHERS DURING THE COVID-19 PANDEMIC : A SYSTEMATIC REVIEW Triatmi Andri Yanuarini; Shinta Kristianti; Mika Mediawati; Finta Isti Kundarti; Esty Yunitasari; Fendy Hardyanto; Inneke Yuliana; Moh Alimansur
Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal Vol. 6 No. 3 (2022): Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, July 2022
Publisher : UNIVERSITAS AIRLANGGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/imhsj.v6i3.2022.232-256

Abstract

Introduction: The COVID-19 pandemic has a negative impact on the mental health of pregnant women. Women are prone to psychological problems such as fatigue, emotional disturbances, mood disorders and anxiety disorders. Anxiety of pregnant women must be prevented so as not to cause negative impacts on pregnant women and their fetuses. Objectives: The purpose of this study is to identify the triggers for anxiety in pregnant women during the COVID-19 pandemic based on a systematic review. Method: The method used to search in PubMed, ProQuest, Google Scholar with the publication year starting 2020-2021. The critical appraisal used is The Joanna Briggs Institute JBI. Results: 20 articles met the inclusion criteria. Research and studies were conducted in China, Iran, Canada, Turkey, Indonesia and the USA. Anxiety trigger factors are identified into 2, namely threats to physical integrity and threats to the integrity of one's own system. Threats to physical integrity consist of age, parity, physical activity, trimester of pregnancy, pregnancy complications, food availability, COVID-19 prevention efforts. Threats to the integrity of the self system consist of education, occupation, history of depression, unplanned pregnancy, family income, location of residence, presence of caregivers, health facility services, COVID-19 information, life partners, social support, counseling, telemedicine and insurance services. Discussion and conclusion: There are many factors that cause anxiety during a pandemic. There is a need for new identification to identify risk factors for anxiety in pregnant women so that more comprehensive prevention efforts can be carried out involving various health professions in the service. Keywords: Pregnancy, Anxiety Triggers, COVID-19
Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Luka pada Penderita Diabetes Melitus: Tinjauan Literatur Puguh Santoso; Moh Alimansur; Erna Susilowati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 3 No 4 (2021): November 2021, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v3i4.688

Abstract

Untuk Mencegah komplikasi akibat Diabetes Melitus khususnya pada kaki terdapat beberapa cara untuk mencegah yaitu dengan mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya luka tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi luka pada penderita DM. Penelitian ini menggunakan study literature review. Literature yang didapatkan dari SINTA, PUBMED, Garuda dan google scholar databased. 10 literature review menggunakan beberapa desain yaitu deskriptif eksploratif, cross sectional, deskriptif cross sectional study, case-control, deskriptif analitik, deskriptif dari tahun 2010-2021 kemudian dilakukan analisa PICO. Hasil studi literature review didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi terjadinya luka pada penderita DM , menunjukan bahwa Faktor usia, jenis kelamin, lamanya penyakit DM, Neoropati, perawatan luka, berpengaruh besar terhadap terjadinya luka pada penderita DM dan faktor lain yang harus diperhatikan adalah kepatuhan minum obat , memakai alas kaki, aktivitas sehari hari, merokok, dan kebiasaan memotong kuku.
Pendidikan Kesehatan Resusitasi Jantung Paru Bagi Penyandang Tuna Rungu Elfi Quyumi Rahmawati; Moh. Alimansur; Yunarsih Yunarsih; Dyah Ika Krisnawati; Fajar Rinawati; Sucipto Sucipto
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i1.448

Abstract

Penguasaan dan pemahaman tindakan resusitasi jantung paru dalam memberikan pertolongan pertama pada korban henti jantung seharusnya tidak hanya dimiliki oleh tenaga kesehatan tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas yang memiliki keterbatasan fisik. Tujuan untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kemampuan masyarakat awam khususnya kelompok tunarungu terhadap bantuan hidup dasar dengan menggunakan pendekatan pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah pendidikan kesehatan, pelatihan singkat dan pembelajaran aktif bantuan hidup dasar. Media yang digunakan proyektor dan didampingi oleh penerjemah yang menggunakan Bisindo sebagai pengantar. Peserta abdimas adalah anggota Gerkatin sejumlah 20 orang. Materi yang disampaikan dapat menambah pengetahuan dibuktikan dengan peserta mampu menjawab pertanyaan setelah kegiatan penyuluhan dilakukan. Mereka mampu mengidentifikasi dengan benar bagaimana mengidentifikasi orang dengan serangan jantung, langkah apa yang harus diambil ketika bertemu penderita, dan bagaimana meminta bantuan. Selanjutnya, secara umum, Anda dapat berlatih secara pantum tahapan melakukan bantuan hidup dasar. Kelompok disabilitas sensorik memahami dan mau menerapkan bantuan hidup dasar saat bertemu pasien henti jantung
Optimalisasi Pencegahan dan Penganggulangan Covid 19 dengan Peran Serta sebagai Vaksinator Dwi Rahayu; Dyah Ika Krisnawati; Erna Susilowati; Yunarsih Yunarsih; Puguh Santoso; Moh. Alimansur
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i4.682

Abstract

Pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia dan seluruh dunia telah menimbulkan dampak yang sangat signifikan pada seluruh bidang kehidupan masyarakat seperti ekonomi, kesehatan, sosial dan budaya. Melihat pesatnya penyebaran COVID-19 dan bahaya yang akan muncul jika tidak segera ditangani, salah satu cara yang sangat mungkin untuk mencegah penyebaran virus ini adalah dengan mengembangkan vaksin. Vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit tertentu sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Indonesia menjadikan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sebagai bagian dari strategi penanggulangan pandemi COVID-19. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mempercepat terlaksananya kegiatan vaksinasi Covid 19 di Kota Kediri. Metode Pengabdian masyarakat ini dilakukan mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi dan rencana tindak lanjut pelaksanaan vaksinasi Covid 19. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Polsek Kota Kediri dengan sasaran masyarakat umum yang bersedia datang ke lokasi kegiatan. Pengabdian masyarakat dalam pemberian vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat kelompok sasaran masyakat umum yang dilakukan pada hari Sabtu tanggal 25 September 2021 jam 08.00 sampai jam 15.00 WIB di Polsek Kota Kediri telah berhasil memberikan vaksinasi pada 300 orang. Kegiatan pemberian vaksin COVID-19 kepada masyarakat dapat meningkatkan imunitas tubuh dengan mengaktifkan antibodi dalam tubuh supaya dapat mengurangi dampak dari penularan Penyakit COVID-19 dan sebagai upaya memutus rantai penyebaran penyakit COVID-19.
PERSONAL HYGIENE MANDI DALAM PENCEGAHAN DEKUBITUS PASIEN STROKE Moh Alimansur; Hengky Irawan
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL PENELITIAN
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.394 KB) | DOI: 10.47710/jp.v2i1.31

Abstract

Stroke patients are often treated with prolonged bed rest. This condition makes stroke patients vulnerable to pressure sores. Maintaining the patient's hygiene by bathing the patient can be an effort to reduce the risk of pressure sores. The purpose of this study was to determine the effect of personal hygiene bathing with the incidence of pressure sores. The research design used was descriptive-analytic. The study population was all stroke patients who were hospitalized in the Kediri City Regional Hospital. Sampling technique with Purposive Sampling. The sample size obtained was 40 respondents. Data was collected using observation and interview sheets. Data analysis uses ordinal regression analysis. The results of the ordinal regression analysis obtained a p-value of 0,000 which means that bathing the patient will reduce the number of pressure sores in stroke patients. Bathing the patient will increase patient comfort, patient satisfaction, smooth blood flow, and certain tissue pressures can be reduced so that the risk of damage to skin tissue or pressure sores can be prevented. The recommendation that can be given is to bathe the patient must be done routinely and correctly according to the patient's condition.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG NEW NORMAL PADA KELOMPOK DISABILITAS Moh Alimansur; Elfi Quyumi Rahmawati
Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan) Vol 4 No 2 (2020): Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/j.idaman.v(4)i(2)y(2020).page:95-102

Abstract

When the number of Covid-19 incidents shows a decline, people can do their activities while still following strict health protocols. The understanding and attitudes that are formed can influence people's actions / behavior, this can be influenced by various social characteristics. Disability is a social group in society that has various kinds of physical limitations so that it experiences obstacles and difficulties to participate fully and effectively with the surrounding environment. The activities used in this community service program are in the form of demonstration counseling related to the new normal to groups with sensory disabilities. Result: The sensory disability group that took part in this counseling activity understood about the new normal and were able to reiterate what to do when leaving the house to prevent Covid. The post-test results on public knowledge and awareness showed that 80% of the disability group had sufficient knowledge. This activity is able to increase knowledge about new normal and know how to apply it in everyday life
Pengaruh Dukungan Keluarga dan Sosial Pada Peningkatan Status Kesehatan dan Self-Care Managemen Diabetes Melitus: Tinjauan Sistematis Devangga Darma Karingga; Indah Jayani; Idola Perdana Sulistyoning Suharto; Moh Alimansur; Eva Dwi Ramayanti
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v7i1.189

Abstract

The prevalence of type 2 diabetes mellitus (T2DM) is increasing in low- and middle-income countries, caused by obesity, unhealthy eating patterns, sedentary behavior, and aging. Social support, both from family and friends, is recognized as an important factor in improving health habits and disease management, especially in the case of diabetes. Family education of patients with T2DM can improve self-care behavior and motivation, playing a key role in the concept of family-centered empowerment. This research used a systematic review, where articles were searched in four leading databases, namely Scopus, ProQuest, ScienceDirect, and SAGE, starting from early May 2024. The search was carried out using a combination of keywords and MESH terminology related to family and social support in diabetes mellitus patients. Articles selected for review were then evaluated in depth by researchers using JBI critical appraisal tools to address bias. Based on the selection of articles, a total of 10 articles were deemed appropriate for researchers and stated that they had significant results and statements regarding the influence of family and social support in the self-care management of diabetes mellitus sufferers. Family and social support have an impact on diabetes patients through both face-to-face interventions and telenursing, highlighting the ongoing need for continuous support.
Determining Behavior to Uptake and Its Predictors toward Cervical Cancer Screening among Women: A Case-Control Multistage Study Eko Winarti; Dhita Kris Prasetyanti; Moh Alimansur; Rozzana Mohd Said
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v9i3.1691

Abstract

Background: Cervical cancer is a primary cause of mortality cancer among Indonesian women. Notwithstanding these threats, cervical cancer screening services have low uptake. Additionally, there was a lack of multistage case-control studies regarding positive behavior and its determinants for cervical cancer screening. Purpose: This study was to ascertain the uptake behavior and its predictors toward cervical cancer screening. Methods: A case-control study was conducted in Kediri with a sample size of 410 using multistage random sampling (ratio 1:1) from nine community health services and data were collected between June 11 to September 18, 2019. Data were obtained through questionnaires and assessed using Chi-square, Independent t-test, and multiple logistic regression with adjusted odds ratio (AOR). Results: Behavior of cervical cancer screening was related to knowledge (AOR= 1.61), husband support (AOR= 1.38), social support (AOR= 5.03), external motivation (AOR= 1.24), internal motivation (AOR= 1.37), perceived susceptibility (AOR= 1.49), perceived barrier (AOR= 0.74), perceived benefit (AOR= 0.73), perceived severity (AOR= 1.36), self-efficacy (AOR= 1.30), perceived threat (AOR= 1.26), and intention to screening (AOR= 3.06) with p value <0.05 after adjusting covariate factors. Conclusion: Knowledge, husband and social support, external and internal motivation, all domains of health belief, and intention to uptake screening were found to be strongly associated with behavior to uptake cervical cancer screening.
Determinan Sosial Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Keluarga Balita Berbasis Precede Proceed Model Moh Alimansur; Eko Winarti; Susmiati Susmiati
JURNAL KEBIDANAN Vol. 12 No. 02 (2023): Jurnal Kebidanan Dharma Husada
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35890/jkdh.v12i02.288

Abstract

Tiga masalah kesehatan yakni penyakit menular yang jumlahnya masih tinggi, penyakit tidak menular yang semakin meningkat prevalensinya, serta penyakit yang dulunya sudah teratasi muncul kembali atau munculnya penyakit baru. Berdasarkan Riskesdas 2018, menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013, antara lain penyakit kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes mellitus, dan hipertensi. Sedangkan beberapa penyakit menular lain seperti pneumonia, TB paru, diare, hepatitis, filariasis juga menunjukkan kecenderungan meningkat kembali. Profil kesehatan Kabupaten Kediri 2021 menunjukkan prevalensi penyakit menular maupun tidak menular juga masih tinggi. Derajat kesehatan masyarakat yang masih belum optimal tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, perilaku masyarakat, pelayanan kesehatan, dan genetika. Meningkatnya berbagai penyakit ini dipengaruhi oleh pola hidup yang tidak sehat. Berdasarkan hasil survey tahun 2021 di Kabupaten Kediri capaian keluarga dengan perilaku hidup bersih dan sehat hanya 51% masih jauh dari target yang telah ditetapkan sebesar 70%. Rendahnya PHBS masyarakat ini memerlukan pendekatan pemecahan masalah perubahan perilaku yang holistik dan komprehensif. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi Faktor Determinan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Keluarga Balita. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan in-depth interview melalui Focus Group Disccusion. Wawancara dilakukan semi-structured yang mengacu pada kerangka PRECEDE-PROCEED. Analisis data dilaksanakan dengan metode content analysis dengan pendekatan deduktif. Berdasarkan in-depth interview, ditemukan bahwa determinan perilaku hidup bersih dan sehat adalah kurangnya pengetahuan, pemahaman dan kesadaran Masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, Kebiasaan merokok, kurangnya Inovasi dalam Edukasi, dan Akses Informasi mengenai hidup bersih dan sehat. Hal tersebut yang mempengaruhi perilaku hidup bersih dan sehat pada keluarga balita..
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS WAYABULA KECAMATAN MOROTAI SELATAN BARAT TAHUN 2023 Rauf, Fitrah Hi; Winarti, Eko; Haryuni, Sri; Alimansur, Moh
coba Vol 12 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v12i2.678

Abstract

Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek di banding tinggi badan anak lainnya pada umumnya ( sesuai usia anak tersebut ). Tinggi badan terhadap umur yang rendah digunakan sebagai indikator mal nutrisi kronik yang menggambarkan riwayat kurang gizi balita dalam jangka waktu lama. Di Kabupaten Pulau Morotai presentase stunting ada 37,2%,dan di Kecamatan Morotai Selatan Barat 22,1 %.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Puskesmas Wayabula, Kecamatan Morotai Selatan Barat tahun 2023.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survey analitik dengan pendekatan case control yang bertujuan untuk mengetahui hubungan,ASI eksklusif,Riwayat penyakit Infeksi,pemberian Imunisasi, Pendidikan Ibu,Pengetahuan keluarga tentang pentingnya Gizi bagi anak, serta pendapatan ekonomi Keluarga dengan faktor terjadinya stunting pada balita. Populasi penelitian yang di ambil adalah seluruh bayi, balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wayabula Kecamatan Morotai Selatan Barat tahun 2023 yaitu 340 bayi balita. Pada penelitian ini dilakukan Pengambilan sampel mengunakan populasi secara sampling, untuk kejadian stunting dengan perbandingan 1 : 1 ,kemudian didapatkan (sampel 78 bayi balita). Peneliti memperoleh Data dari responden dengan mengunakan kuesioner dan juga pengukuran tinggi badan pada bayi balita yaitu di mulai pada tanggal 27 Juli – 18 Agustus. Analisa data meliputi analisa univariat dan bivariat dan dari Hasil penelitian ini adalah bayi balita yang menderita stunting sebanyak (71,0%), Balita dengan Asi Eksklusif (11,5,7%), Riwayat Imunisasi (15,4,%) faktor pengetahuan orangtua (21,8,%),riwayat penyakit infeksi ( 59,0%). Hasil uji chi square Asi Esklusif p= 0,000,(<a=0,05) , Riwayat penyakit Infeksi p = 0,005 (<a=0,05), Riwayat Imunisasi p =0,000, (<a=0,05)Riwayatpendidikan Ibu p = 0,000 (<a= 0,05) , dan ekonomi orangtua p = 0,000 (<a=0,05). Berdasarkan hasil penelitian ada hubungan, Pemberian ASI eksklusif, Riwayat penyakit infeksi,pemberian imunisasi,pengetahuan ibu dan ekomoni orangtua dengan faktor terjadinya stunting pada bayi balita.Disarankan agar pemenuhan zat gizi yang baik dari pengolahan makanan yang benar serta perbaikan tingkat ekonomi keluarga menjadi prioritas program pemerintah pusat sampai di pemerintah Daerah. Kata kunci : Pemberian ASI Esklusif, Penyakit Infeksi, Pemberian Imunisasi lengkap,Pendidikan,Pengetahuan dan Ekonomi,Kejadian Stunting.