Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN ELECTRICAL STIMULATION TERHADAP KADAR GULA DARAH ACAK PASIEN DIABETES MILLITUS TIPE 2 ifa - roifah; Eka Nur So’emah; Moh Alimansur
coba Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i2.321

Abstract

Pendahuluan Hiperglikemia sering dijumpai pada kasus pasien diabetes mellitus.Kondisi ini jika tidak terkontrol dapat menyebabkan krisis hiperglikemik, sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan angka kesakitan dan kematian. Metode electrical stimulation diduga dapat menurunkan kadar gula darah acak. Tujuan dari penelitian membuktikan pengaruh penerapan metode electrical stimulation terhadap kadar gula darah acak pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode: Rancangan penelitian menggunakan one grouppretest-post test design. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 60 pasien diabetes mellitus di Wound Care Center Mojokerto. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling. Instrument penelitian menggunakan hasil pemeiksaan kadar gula darah acak dengan glucotest. Data di analisis menggunakan uji paired t test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mean kadar gula darah sebelum diberikan electrical stimulation sebesar 259,8 mg/dL, sedangkan mean kadar gula darah sesudah diberikan electrical stimulation rata-rata 212,7 mg/dL. Hasil pengujian hipotesis didapatkan ada perbedaan kadar gula darah acak pre dan post pemberian metode electrical stimulation. Diskusi: Penurunan kadar gula darah acak karena stimulasi elektrik bekerja pada syaraf mempengaruhi kerja sumbu hipotalamus pituitari adrenal, sehingga produksi kortisol menurun. Lebih lanjut akan menyebabkan produksi glukosa menurun dan penyerapan glukosa oleh musculoskeletal meningkat. Kata Kunci: Electrical Stimulation, Kadar Gula Darah, Diabetes millitus
Hubungan Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Demam Berdarah Dengan Motivasi Keluarga Terhadap Pencegahan Demam Berdarah Moh Alimansur; Fajar Rinawati; Angga Pradityo
coba Vol 2 No 1 (2013): Nopember 2013
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.691 KB) | DOI: 10.32831/jik.v2i1.33

Abstract

Substantively dengue can be prevented and there won’t be any dengue occurrence if people understand about the danger of this disease. Family can take action to exterminate aedes aegypti mosquito by eradicating its larva, such as at puddle with three actions (3M); draining (spreading abate powder), closing water saving, and burying unused things which retain water. This research was a correlational research. The population in this research was family who lives at Sumberkepuh Area of Getas District, Subdistrict of Tanjunganom. The numbers of samples were 135 respondents. The sampling method was using simple random sampling. The result of the analysis was showing that the family knowledge level at Sumberkepuh Area of Getas District, Subdistrict of Tanjunganom mostly (52.5%) have fair knowledge. The family motivation levels at Sumberkepuh Area of Getas District, Subdistrict of Tanjunganom mostly (68%) have strong motivation. The score of Kendall’s tau between knowledge and motivation was 0.622. It means that there was a significant correlation between knowledge level and motivation level. It is need the participation of all family members to maintain health. Such as by doing three actions (3M); draining, closing, and burying.
PERSONAL HYGIENE MANDI DALAM PENCEGAHAN DEKUBITUS PASIEN STROKE Moh Alimansur; Hengky Irawan
Jurnal Penelitian Vol 2, No 1 (2020): JURNAL PENELITIAN
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/jp.v2i1.31

Abstract

Stroke patients are often treated with prolonged bed rest. This condition makes stroke patients vulnerable to pressure sores. Maintaining the patient's hygiene by bathing the patient can be an effort to reduce the risk of pressure sores. The purpose of this study was to determine the effect of personal hygiene bathing with the incidence of pressure sores. The research design used was descriptive-analytic. The study population was all stroke patients who were hospitalized in the Kediri City Regional Hospital. Sampling technique with Purposive Sampling. The sample size obtained was 40 respondents. Data was collected using observation and interview sheets. Data analysis uses ordinal regression analysis. The results of the ordinal regression analysis obtained a p-value of 0,000 which means that bathing the patient will reduce the number of pressure sores in stroke patients. Bathing the patient will increase patient comfort, patient satisfaction, smooth blood flow, and certain tissue pressures can be reduced so that the risk of damage to skin tissue or pressure sores can be prevented. The recommendation that can be given is to bathe the patient must be done routinely and correctly according to the patient's condition.
Prevention Efforts With Compliance To The Prevention Of Transmission Of Covid-19 To Covid Volunteers Moh Alimansur; Elfi Quyumi
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 4 No. 1 (2020): Oktober
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v4i1.21792

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Covid-19 merupakan penyakit yang mudah menular, sehingga dengan cepat bisa menjangkiti banyak orang. Memperlambat penyebaran virus corona (COVID-19) adalah jalan keluar mengakhiri pandemi. Masyarakat dan pihak non-pemerintah dapat berpartisipasi dalam berbagai bentuk kerelawanan dalam penanggulangan bencana dan pengurangan risiko. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang upaya pencegahan penularan COVID-19 terhadap kepatuhan relawan covid dalam upaya pencegahan penularan COVID19. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional, besar sampel  105 orang relawan covid di Kota Kediri, dengan metode simple random sampling dengan analisa data menggunakan analisis Chi Square test menggunakan software SPSS 19. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar relawan covid memiliki pengetahuan yang cukup tentang upaya pencegahan penularan COVID-19. Hampir seluruhnya dari relawan covid tidak patuh dalam menjalankan upaya pencegahan penularan COVID-19. Hasil uji Chi-square test menunjukkan adanya hubungan pengetahuan upaya pencegahan dengan kepatuhan dalam pencegahan COVID-19 pada relawan covid yang ditunjukkan dengan nilai p-value = 0,00 < α = 0,05. Kesimpulan: Pengetahuan yang kurang tentang upaya pencegahan penularan COVID-19 akan berdampak pula pada penurunan kepatuhan relawan covid dalam mencegah penularan COVID-19. Perlu adanya edukasi, aturan dan penyediaan alat pelindung diri bagi relawan covid dalam pencegahan penularan COVID-19.
FAKTOR DEMOGRAFI DAN DEPRESI PADA KLIEN GAGAL GINJAL KRONIK STADIUM V DI RUANG HEMODIALISA RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI Hengki Irawan, Moh Alimansur, Zainal
Adi Husada Nursing Journal Vol 3 No 2 (2017): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.665 KB)

Abstract

ABSTRAKDepresi merupakan terganggunya fungsi tubuh yang berkaitan dengan alam perasaan sedih dan gejala penyertanya. Kehilangan fungsi tubuh merupakan suatu stressor yang dapat mempengaruhi respon tubuh. Gangguan depresi bisa menyertai klien dengan Gagal ginjal kronik stadium V dengan terapi hemodialisa seumur hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor demografi dengan tingkat depresi klien gagal ginjal kronik stadium V di ruang hemodialisa di RSUD Gambiran kota Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptik analitik dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory. Sampel dalam penelitian berjumlah 60 responden dengan tehnik purposive sampling. Hasil penelitian menunjjukkan 34 responden atau 56.67 % tidak mengalami depresi. Dari pengolahan data menggunakan SPSS 19 dengan Sperman Rho mendapatkan hasil tidak ada hubungan faktor demografi dengan tingkat depresi klien gagal ginjal kronik stadium V di ruang hemodialisa di RSUD Gambiran kota Kediri. Dari faktor demografi yang memiliki hubungan hanya faktor pendidikan dengan nilai p-value p 0.012 (<0.05). Tingkat depresi akan semakin berkurang kemungkinan terciptanya keefektian komunikasi dan lingkungan terapeutik antara perawat dan pasien di ruang hemodialisa. Kata kunci: faktor demografi, depresi, gagal ginjal kronik, hemodialisa ABSTRACTDepression is a disruption of body functions associated with the nature of sad feelings and its symptoms. Loss of body function is a stressor that can affect the body's response. Depression disorder may accompany a person suffering from chronic renal failure stage V who requires life-time hemodialysis therapy. This research objective is to determine the correlation between demographic factors and level of depression to patients with chronic renal failure in Hemodialysis Room of Gambiran Public Hospital Kediri. The research design was descriptive-analytic research with cross-sectional approach. The research used Beck Depression Inventory questionnaires. Thesamples were 60 respondents using purposive sampling technique.The results showed that 34 respondents or 56.67% did not suffered depression. The result of data analysis using SPSS 19 with Spearman-Rho was obtained that demography factors had no correlation, except factor of education with p value 0.012 (<0.05).In conclusion, there was no correlation between demographic factors and level of depression to patients with chronic renal failure stage V. This was due to the possibility of improving therapeutic communication, relationship and environment effectiveness with nurses in Hemodialysis Room. In addition, there were patients who always gave motivation about the meaning of life to other patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis therapy. Keywords: demographic factors, depression, chronic renal failure, hemodialysis DAFTAR PUSTAKA1. Muttaqin A. (2011). Buku Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC 2. Putra ST, et all. (2004). Pengembangan dan penerapan Psikoneuroimonologi, Naskah lengkap yang disampaikan dalam Simposium Perdana Psikoneuroimunologi di AULA Fakultas Kedokteran Unair Surabaya tanggal 24 Juli 2004.3. Hidayat, A Aziz Alimul. 2014. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: PT Salemba Medika4. Munayang, Kaunayang, Somple. (2015). Hubungan antara lama Menjalani Hemodialisa dengan Depresi. Jurnal e-Clinic. Volume 3, Nomor 1, Januari-April5. Kusnadi Yulianto (2005). depresi pada gagal ginjal terminal (GGT) di Departemen Penyakit dalam RSMH. Http://www.indomedia.com/sripo/10/19/1910kes2.htm didownload tanggal 12 Desember 20166. Stuart, G.W and Sunden, SJ. (1991). Principles and Practice of Nursing Psychiatric, 4 th ed. Mosby Year Book. St. Louis7. Wijaya,A. (2005). Kualitas hidup pasien penyakit gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dan mengalami depresi (Skripsi). Jakarta: FKUI tanggal 2 Pebruari 20178. Hadi P, 2004. Depresi dan Solusinya. 1st ed. Tugu Publisher9. Smeltzher SC, Bare BG. (2002). Keperawatan Medikal Bedah.Vol 2. Jakarta: EGC.10. Keltner, Norman L. (1995). Psychiatric Nursing. 2nd ed, Mosby Year Book inc, St. Louis.11. Notoatmojo S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Keterkaitan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Hamil Terhadap Pelaksanaan Senam Hamil Moh Alimansur; Putri Rohmawati
Jurnal Keperawatan Vol 3 No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.868 KB)

Abstract

Pregnant woman will have the real change of the body that is fit to foetus growth and it will have various sight. Pregnancy gymnastic will be obstained a hale and healthy body and also it can prevent the launch maternal lessening the risk of child birth (85%) maternal pervaginam without complication and yield (98%) birth live the baby with apgar normal.The research design used in this research is approach of cross sectional. The population in this research is pregnant mother in Puskesmas Sukorame, Bujel Kediri. There are 36 people. By using simple random sampling. It is obstained 33 sample of pregnant mother. The obstained variable is analyzed by using data analysis of Kendall Tau. The result of this research shows the knowledge of pregnant mother about pregnancy gymnastic is good enough (52%) the attitude of pregnant mother to pregnancy gymnastic by enough support is 68 %. Based on the statistic test of Kendall Tau is obstained the significant amount P = 0,039 and the correlation coeffisient = 0,407.From the analyzed result known that there is relationship between the knowledge with the attitude of pregnant mother to pregnancy gymnastic. That’s why it is hoped the paramedic to give counseling and also hold the practice of pregnancy gymnastic so it can improve the knowledge of pregnant mother.
PENGARUH PENINGKATAN KADAR KOLESTEROL DAN GLUKOSA DARAH TERHADAP PULSE PRESSURE PENDERITA HIPERTENSI Moh Alimansur; Hengky Irawan
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.802 KB)

Abstract

Perubahan gaya hidup tidak sehat dapat memicu peningkatan kadar gula darah dan kolesterol. Hiperglikemia dapat menimbulkan berbagai perubahan pada kardiovaskuler diataranya berupa kerentanan pembuluh darah, kerentanan darah dan kerentanan miokard yang nantinya dapat menyebabkan peningkatan resiko untuk komplikasi kardiovaskuler. Peningkatan kadar kolesterol maupun kadar gula dapat menyebabkan terjadinya penyakit hipertensi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peningkatan kadar kolesterol dan gula darah terhadap Pulse Pressure. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan Cross Sectional pada populasi penderita hipertensi di Posyandu Lansia Dharma Husada MandiriBalowerti kecamatan Kota Kediri. Subjek diambil secara Simple Random Sampling sebanyak 44penderita..Hasil: setelah dilakukan analisa data dengan Regresi Linear Berganda didapatkan nilai p-value 0,00 yang berarti ada pengaruh peningkatan kadar gula darah dan kolesterol terhadap pulse pressure penderita hipertensi. Diskusi:Peningkatan kadar gula darah dan kolesterol akan menyebabkan percepatan kerusakan dinding pembuluh darah sehingga akan meningkatkan tahan perifer dan tekanan sistolik penderita hipertensi. Hal ini menyebabkan peningkatan Pulse Pressure yang dapat menyebabkan terjadinya resiko gangguan pada jantung.
PENGARUH MOTIVASI DAN STRES TERHADAP KINERJA PNS Fajar Rinawati; Moh Alimansur
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 4 (2019): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.278 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.4.2019.367-370

Abstract

Suatu organisasi bisa berkembang dengan baik jika mempunyai sumber daya manusia yang baik pula. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi seorang pegawai mempunyai kinerja tinggi. Faktor dari dalam diri yang sangat penting dalam mempengaruhi kinerja seorang pegawai yaitu motivasi dan stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi dan stres terhadap kinerja PNS di Kantor Kelurahan Se-Kecamatan Kota, Kota Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah PNS yang bekerja di Kantor Kelurahan se-Kecamatan Kota, Kota Kediri, berjumlah 67 responden. Analisa data menggunakan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja, namun stres tidak berpengaruh terhadap kinerja. Motivasi merupakan sesuatu yang dapat mendorong seseorang melakukan tindakan, sehingga dengan adanya motivasi yang tinggi akan berdampak pada kinerja PNS yang meningkat. Kata kunci: kinerja, motivasi, pegawai negeri sipil, dan stres THE INFLUENCE OF MOTIVATION AND STRESS ON PERFORMANCE OF CIVIL SERVANTS ABSTRACT An organization can develop well if it has good human resources. Many factors can affect an employee's high performance. Internal factors that are very important in influencing an employee's performance are motivation and stress. The purpose of this study was to determine the effect of motivation and stress on the performance of civil servants in the Kelurahan Office of Kota District, Kediri City. This research is a quantitative research with cross sectional approach. The sample in this study were civil servants who worked in the Kelurahan Offices throughout Kota District, Kediri City, totaling 67 respondents. Analysis of data using linear regression. The results showed that motivation significantly affected performance, but stress did not affect performance. Motivation is something that can encourage someone to take action, so that with high motivation will have an impact on the performance of civil servants who are increasing. Keywords: performance, motivation, civil servants, and stress
Pendidikan Kesehatan, Mobilisasi dan Deteksi Dini Resiko Dekubitus dalam Pencegahan Kejadian Dikubitus pada Pasien Strok Moh Alimansur; Puguh Santoso
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i1.985

Abstract

Kelumpuhan akibat stroke memerlukan waktu yang cukup lama untuk memulihkanya sehingga akan berpengaruh terhadap lamanya pasien di rawat di rumah sakit. Bedrest atau tirah baring yang lama menyebabkan pasien stroke beresiko tinggi untuk terkena dekubitus. Diperlukan pendidikan kesehatan, mobilisasi dan deteksi dini untuk mencegah terjadinya decubitus pada pasien stroke. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan, mobilisasi dan deteksi dini resiko decubitus untuk mencegah terjadinya luka dekubitus. Desain penelitian yang digunakan adalah descriptif analitic dengan responden penelitian adalah pasien stroke yang di rawat inap di RSUD di Kota Kediri sebanyak 40 responden. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pencegahan dekubitus dan lembar pemeriksaan dekubitus. Kuesioner telah diuji validitasnya dengan uji Pearson sedangkan untuk reliabilitasnya di uji dengan Cronbach’s Alpha. Analisa data menggunakan analisa Regresi Ordinal. Hasil uji statistik Pendidikan Kesehatan, Mobilisasi dan Deteksi Resiko dekubitus didapatkan nilai p-value < 0,05 yang berarti variabel pencegahan tersebut berpengaruh terhadap perkembangan luka dekubitus. Deteksi faktor resiko dekubitus harus dilakukan dengan segera untuk menentukan rencana mobilisasi dan pencegahan luka decubitus, sedangkan pendidikan kesehatan meningkatkan peran serta klien dan keluarga dalam pencegahan luka decubitus.
Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Luka pada Penderita Diabetes Melitus: Tinjauan Literatur Puguh Santoso; Moh Alimansur; Erna Susilowati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 3 No 4 (2021): November 2021, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v3i4.688

Abstract

Untuk Mencegah komplikasi akibat Diabetes Melitus khususnya pada kaki terdapat beberapa cara untuk mencegah yaitu dengan mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya luka tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi luka pada penderita DM. Penelitian ini menggunakan study literature review. Literature yang didapatkan dari SINTA, PUBMED, Garuda dan google scholar databased. 10 literature review menggunakan beberapa desain yaitu deskriptif eksploratif, cross sectional, deskriptif cross sectional study, case-control, deskriptif analitik, deskriptif dari tahun 2010-2021 kemudian dilakukan analisa PICO. Hasil studi literature review didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi terjadinya luka pada penderita DM , menunjukan bahwa Faktor usia, jenis kelamin, lamanya penyakit DM, Neoropati, perawatan luka, berpengaruh besar terhadap terjadinya luka pada penderita DM dan faktor lain yang harus diperhatikan adalah kepatuhan minum obat , memakai alas kaki, aktivitas sehari hari, merokok, dan kebiasaan memotong kuku.