Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

KOHESI GRAMATIKAL REFERENSI PRONOMINA PERSONA DALAM TEKS PARIWISATA PADA PESONAINDONESIA.KOMPAS.COM/GRAMATICAL COHESION OF PERSONAL PRONOUNS IN THE TOURISM TEXT ON PESONAINDONESIA.KOMPAS.COM Bakdal Ginanjar; Dwi Purnanto; Hesti Widyastuti; Chattri S. Widyastuti
Aksara Vol 33, No 2 (2021): AKSARA, EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v33i2.498.257-268

Abstract

AbstrakPenelitian ini diarahkan pada kajian teks wacana pariwisata dengan pendekatan analisis wacana. Permasalahan yang dikaji adalah aspek kebahasaan pembangun kepaduan teks wacana berupa kohesi gramatikal referensi persona pada teks pariwisata di laman pesonaindonesia.kompas.com. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan aspek kebahasaan kohesi gramatikal referensi persona pada teks pariwisata dalam media digital yang hasilnya dapat dipakai sebagai salah satu dasar merespons tuntutan kualitas strategi komunikasi promosi yang kreatif.  Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif dalam linguistik. Sumber data berasal dari situs/laman pesonaindonesia.kompas.combulan Januari—Oktober 2019. Data berwujud teks wacana pariwisata. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Data dianalisis dengan metode agih dengan teknik ganti. Kajian ini menemukan pendayagunaan referensi pronominal persona yang difungsikan untuk membangun teks wacana yang khas dari teks pariwisata secara koheren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks pariwisata menggunakan aspek-aspek gramatikal kohesi referensi persona pertama, kedua, ataupun ketiga. Referensi persona kedua mendominasi dalam teks pariwisata di laman pesonaindonesia.kompas.com. guna menciptakan keutuhan dan kepaduan wacana. Lebih lanjut, pemilihan referensi persona tersebut ditujukan untuk mendekatkan diri dengan pembaca dan terkandung implikasi persuasif bagi pembaca. Kata kunci: kohesi, referensi persona, teks pariwisata, wacana AbstractThis research is directed at the study of tourism discourse texts with the discourse analysis approach. The problem studied is the linguistic aspects of the building of the discourse text cohesion in the form of grammatical cohesion of persona references in the pariwisa text on the pesonaindonesia.kompas.com page. The aim is to describe the linguistic aspects of grammatical cohesion of references to charms in the tourism text in digital media, the results of which can be used as a basis for responding to the demands of the quality of creative promotional communication strategies. This research is a descriptive qualitative type in linguistics. The data source is from pesonaindonesia.kompas.com website / page from January to October 2019. The data is in the form of a tourism discourse text. The method of data collection is done by referring to the method. Data were analyzed by the method of distribution. The results showed that the tourism text uses grammatical aspects of the first, second, and third persona reference cohesion. The second persona reference dominates in the tourism text on the pesonaindonesia.kompas.com page. in order to create wholeness and cohesiveness of discourse. Furthermore, the selection of the reference persona is intended to get closer to the reader and has persuasive implications for the reader.Keywords: discourse, cohesion, personal pronouns, tourism text
Pergeseran Makna pada Kosakata Berunsur Fenomena Alam dan Bencana Alam di Media Sosial X: Kajian Semantik Eka Ririn Marantika; Agustin, Visya Faura; Mundi, Recta Chandra; Ginanjar, Bakdal
Linguistik Indonesia Vol. 43 No. 2 (2025): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/li.v43i2.731

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini menyoroti pergeseran makna pada kosakata berunsur fenomena alam dan bencana alam dalam media sosial X. Data penelitian berupa frasa metaforis berunsur fenomena alam dan bencana alam, seperti banjir, badai, longsor, hujan, pelangi, geledek, ombak, dan angin ribut; semuanya mengalami pergeseran makna. Data diperoleh dari media sosial X dari rentang waktu Agustus hingga November 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati penggunaan kosakata berunsur fenomena alam dan bencana alam, dan kemudian dikelompokkan berdasarkan jenis perubahan maknanya. Data dianalisis dengan menggunakan metode agih dengan membagi unsur langsung pada kata dan frasa yang mengandung ungkapan metafora fenomena alam dan bencana alam, dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik ganti. Penelitian ini mengungkapkan adanya pergeseran makna pada kosakata yang diteliti, sehingga tidak lagi merepresentasikan makna yang sesungguhnya. Penelitian ini mengungkap bahwa ada tiga jenis pergeseran makna, yaitu amelioratif, peyoratif, dan metonimi.
Afiks Nge- pada Media Sosial Twitter Nurjanah, Ayu Fitria; Yosani, Yosephine Marrietta Ardhya; Ginanjar, Bakdal
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.11111

Abstract

Affix Nge- on Twitter Social Media ABSTRAKPembahasan pada penelitian ini mengenai perubahan bentuk afiksasi khususnya prefiks nge- pada media sosial Twitter. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan bentuk afiks nge- dan makna yang ada dalam unggahan Twitter oleh warganet. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif dengan data berupa kalimat yang mengandung afiks nge- dan sumber data berasal dari Twitter. Data dikumpulkan dengan metode simak dan teknik catat. Kemudian, analisis data menggunakan metode agih yang dilanjutkan dengan teknik bagi unsur langsung. Berdasarkan hasil analisis, pada media sosial Twitter ditemukan perubahan afiksasi pada afiks nge-, yaitu nge + v = v, nge + v + in = v, nge + n = v, nge + n + in = v, nge + adj.= v, nge + adj. + in = v. Kemudian, dari hasil data yang dianalisis keenam perubahan afiksasi menghasilkan kata berkategori verba.Kata kunci: afiks, Twitter, verbaABSTRACTThe discussion in this study is about changing in the form of affixation, especially the nge- prefix on Twitter social media. Therefore, this study aims to describe the changes in the form of the affix nge- and the meaning contained in Twitter uploads by netizens. The method which is used in this study is a qualitative descriptive method with data in the form of sentences containing the affix nge- and data sources is from Twitter. The data were collected using the listening method and note-taking technique. Then, the data analysis used the distribution method followed by the indirect division technique. Based on the analysis, on Twitter social media, it was found that the affixation changes in the affix nge-, namely nge + v = v, nge + v + in = v, nge + n = v, nge + n + in = v, nge + adj. = v , nge + adj. + in = v. Then, based on the results of the data analysis, the six changes in affixation produce verb words categorized.Keyword: affixes, Twitter, verb
TINDAK TUTUR BAHASA HUMOR PADA BALASAN KOMENTAR ADMIN AKUN TIKTOK PESONA INDONESIA (SEBUAH TINJAUAN PRAGMATIK) Sari, Dinda Tri Puspita; Putra, Gagas Roskadasya Indra; Lukman, Lukman; Ginanjar, Bakdal
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v9i1.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) representasi tindak tutur humor lokusi balasan komentar akun TikTok @pesonaindonesia; (2) representasi tindak tutur humor ilokusi balasan komentar akun TikTok @pesonaindonesia. Data dalam penelitian ini berwujud kata, frase, kalimat, dan tanggapan komentar admin akun TikTok @pesonaindonesia yang merupakan akun resmi milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Sedangkan, sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu balasan komentar akun TikTok @pesonaindonesia. Hasil penelitian ini yaitu sebagai berikut. Terdapat empat data tindak tutur ilokusi humor dan empat tindak tutur lokusi humor pada balasan-balasan komentar yang dilontarkan oleh admin akun @pesonaindonesia.
Eufemisme dan Disfemisme pada Kolom Komentar Postingan tentang Kebijakan Baru Masuk Perguruan Tinggi Negeri Khairani, Tasya; Arifati, Wilda; Ginanjar, Bakdal
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 2 (2023): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i2.3237

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasikan jenis-jenis dan tipe disfemisme dan eufemisme yang ada di media sosial. Sumber data yang digunakan berupa komentar pada postingan tentang kebijakan baru masuk Perguruan Tinggi Negeri pada media sosial Instagram, Twitter, dan TikTok. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah terletak pada isu dan isu yang diteliti belum banyak dibahas. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui bentuk eufemisme dan disfemisme oleh masyarakat Indonesia dalam berkomentar di media sosial.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan teknik catat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik catat dan subsitusi. Teknik analisis data terdiri dari empat tahap yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan adanya jenis-jenis dan tipe dari eufemisme dan disfemisme. Tipe eufemisme yang ditemukan dalam penelitian ini adalah ekspresi figuratif, metafora, makna di luar pernyataan, dan kolokial. Tipe disfemisme yang ditemukan yaitu istilah tabu untuk memaki dan mengejek, sumpah serapah yang cabul, perbandingan manusia dengan hewan, dan julukan abnormalitas jiwa seseorang.
Penerapan Kesantunan Berbahasa dalam Dakwah F X Sarwadi; Wiwik Yulianti; Henry Yustanto; Bakdal Ginanjar; Chattri Sigit Widyastuti
Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): November:Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/solusibersama.v2i4.2406

Abstract

Language plays a crucial role not only as a means of communication but also as a reflection of the values and character of society. In the context of youth mosque da'wah, the use of polite language is crucial because it influences the effectiveness of conveying religious messages and shaping the morals of listeners. This study aims to examine the application of the principles of polite language in youth mosque da'wah in Karanganyar Regency and efforts to improve it through training activities. The method used was a qualitative approach with observation techniques, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis was carried out in three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions interactively. The results of the activity showed a significant increase in the participants' understanding and practice of polite language after attending the training. Based on the questionnaire results, participants' post-test scores increased compared to the pre-test, indicating the effectiveness of the training in strengthening their understanding of the concept of polite speech. Furthermore, observations of da'wah practices showed positive changes in the use of more polite, structured, and empathetic language. This activity not only improved participants' communication skills but also raised awareness of the importance of language ethics in da'wah. Thus, this language politeness training contributes to the character development of mosque youth, helping them become moral, communicative, and civilized young preachers. It is hoped that similar activities can be developed to a more advanced level in the future to strengthen the application of politeness in religious communication among youth.
Ragam Bahasa Istilah Perkeretaapian dan Transportasi Rel di Indonesia: Analisis Proses Morfologis Winda Oktorahma Pramasetia; Bakdal Ginanjar
SAWERIGADING Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v29i2.951

Abstract

In various aspects of social life, there are many varieties of language used. One of them is the variety of languages used in all types of public transportation, one of which is the train. The emergence of terms used in rail transportation, especially trains, is an effort to make it easier for people who work in the realm of rail transportation to communicate more quickly and efficiently. This creates a new language variety that is usually only known by a handful of people who work in the field of rail transportation and sometimes causes confusion for ordinary people. Therefore, this study aims to provide a description of the morphological process regarding the variety of language terms used in the realm of railways. This research is a descriptive qualitative research. The data source is taken from a collection of terms used in railways and rail transportation derived from literature such as books, magazines, thesaurus and KBBI Online, using the literature study method. Qualitative data analysis techniques used the Miles and Huberman model through data reduction, data presentation, and conclusion drawing (Sugiyono, 2018) based on the theory of morphological processes from (Carstairs-McCharty, 2002). The results of the analysis show that the morphological processes that exist in various terms used in railways and rail transportation are quite diverse including abbreviations, acronyms, affixation, and blending. Dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, terdapat banyak sekali ragam bahasa yang digunakan. Salah satunya adalah ragam bahasa yang digunakan pada segala jenis transportasi umum salah satunya adalah kereta api. Munculnya istilah-istilah yang digunakan di dalam transportasi rel terutama kereta api, adalah sebuah upaya untuk mempermudah orang-orang yang bekerja dalam ranah transportasi kereta api agar lebih cepat dan efisien dalam berkomunikasi. Hal tersebut menciptakan ragam bahasa baru yang biasanya hanya diketahui oleh segelintir orang yang memiliki pekerjaaan di bidang transportasi rel dan terkadang menyebabkan kebingungan bagi orang awam. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai proses morfologis mengenai ragam bahasa istilah yang digunakan dalam ranah perkeretaapian. Penelitian ini adalah sebuah penelitian yang berjenis deskriptif kualitatif. Sumber data diambil dari kumpulan istilah-istilah yang digunakan dalam perkeretaapian dan transportasi rel yang berasal dari literatur seperti buku, majalah, tesaurus dan KBBI Daring, dengan menggunakan metode pustaka. Teknik analisis data secara kualitatif digunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Sugiyono, 2018) yang berdasar pada teori proses morfologi dari (Carstairs-McCharty, 2002). Hasil analisis memperlihatkan bahwa proses morfologis yang ada dalam berbagai istilah yang digunakan dalam perkeretaapian dan transportasi rel cukup beragam meliputi singkatan, akronim, afiksasi, dan blending.
KOHESI GRAMATIKAL REFERENSI PRONOMINA PERSONA DALAM TEKS PARIWISATA PADA PESONAINDONESIA.KOMPAS.COM/GRAMATICAL COHESION OF PERSONAL PRONOUNS IN THE TOURISM TEXT ON PESONAINDONESIA.KOMPAS.COM Bakdal Ginanjar; Dwi Purnanto; Hesti Widyastuti; Chattri S. Widyastuti
Aksara Vol 33, No 2 (2021): AKSARA, EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v33i2.498.257-268

Abstract

AbstrakPenelitian ini diarahkan pada kajian teks wacana pariwisata dengan pendekatan analisis wacana. Permasalahan yang dikaji adalah aspek kebahasaan pembangun kepaduan teks wacana berupa kohesi gramatikal referensi persona pada teks pariwisata di laman pesonaindonesia.kompas.com. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan aspek kebahasaan kohesi gramatikal referensi persona pada teks pariwisata dalam media digital yang hasilnya dapat dipakai sebagai salah satu dasar merespons tuntutan kualitas strategi komunikasi promosi yang kreatif.  Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif dalam linguistik. Sumber data berasal dari situs/laman pesonaindonesia.kompas.combulan Januari—Oktober 2019. Data berwujud teks wacana pariwisata. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Data dianalisis dengan metode agih dengan teknik ganti. Kajian ini menemukan pendayagunaan referensi pronominal persona yang difungsikan untuk membangun teks wacana yang khas dari teks pariwisata secara koheren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks pariwisata menggunakan aspek-aspek gramatikal kohesi referensi persona pertama, kedua, ataupun ketiga. Referensi persona kedua mendominasi dalam teks pariwisata di laman pesonaindonesia.kompas.com. guna menciptakan keutuhan dan kepaduan wacana. Lebih lanjut, pemilihan referensi persona tersebut ditujukan untuk mendekatkan diri dengan pembaca dan terkandung implikasi persuasif bagi pembaca. Kata kunci: kohesi, referensi persona, teks pariwisata, wacana AbstractThis research is directed at the study of tourism discourse texts with the discourse analysis approach. The problem studied is the linguistic aspects of the building of the discourse text cohesion in the form of grammatical cohesion of persona references in the pariwisa text on the pesonaindonesia.kompas.com page. The aim is to describe the linguistic aspects of grammatical cohesion of references to charms in the tourism text in digital media, the results of which can be used as a basis for responding to the demands of the quality of creative promotional communication strategies. This research is a descriptive qualitative type in linguistics. The data source is from pesonaindonesia.kompas.com website / page from January to October 2019. The data is in the form of a tourism discourse text. The method of data collection is done by referring to the method. Data were analyzed by the method of distribution. The results showed that the tourism text uses grammatical aspects of the first, second, and third persona reference cohesion. The second persona reference dominates in the tourism text on the pesonaindonesia.kompas.com page. in order to create wholeness and cohesiveness of discourse. Furthermore, the selection of the reference persona is intended to get closer to the reader and has persuasive implications for the reader.Keywords: discourse, cohesion, personal pronouns, tourism text
Ameliorasi dan Peyorasi Istilah Medis dalam Diskursus Publik di Platform X Mahirsah, Meyvia Kiara; Ginanjar, Bakdal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4192

Abstract

Perubahan makna merupakan fenomena semantik yang produktif dalam bahasa Indonesia, terutama dalam ekosistem digital yang dinamis. Salah satu manifestasi dari perubahan ini adalah proses ameliorasi dan peyorasi yang terjadi pada terminologi medis yang semakin intens muncul dalam diskursus publik di platform media sosial X. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk pergeseran makna yang dialami oleh terminologi medis, dan (2) menganalisis konteks pragmatik yang berkontribusi terhadap terjadinya transformasi semantik tersebut. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik simak dan catat (observasi non-partisipan) dalam proses pengumpulan data. Korpus data penelitian terdiri dari lima belas (15) cuitan anonim dari platform X yang mengandung penggunaan istilah medis dengan makna yang telah bergeser. Analisis data dilakukan dengan menerapkan metode padan referensial untuk membandingkan makna leksikal (denotatif) dengan makna kontekstual, serta metode agih (distribusional) untuk mengidentifikasi pola penyebaran dan lingkungan tuturan digital. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa terminologi medis mengalami perubahan makna melalui proses metaforisasi. Proses ini menghasilkan: ameliorasi (peningkatan makna) pada istilah seperti positif, imun, overdosis, trauma, stabil, dan sehat; serta peyorasi (penurunan makna) pada istilah seperti drop, kronis, sesak, kritis, dan alergi. Pergeseran makna ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kreativitas linguistik pengguna, kebutuhan ekspresif, dan dinamika interaksi sosial di media digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa platform X memiliki peran signifikan dalam memfasilitasi inovasi semantik dan memperluas fungsi terminologi medis sebagai metafora sosial dalam komunikasi kontemporer.
Abreviasi nggak menjadi ga- sebagai Variasi Bahasa Gaul di Media Sosial X Afifah, Diaz Nur; Ginanjar, Bakdal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4278

Abstract

Pemendekan atau abreviasi merupakan salah satu ciri utama bahasa gaul yang digunakan warganet di media sosial X. Fenomena ini muncul karena pengguna ingin menyampaikan pesan secara cepat, ringkas, dan selaras dengan ritme komunikasi digital yang serba instan. Dalam ruang komunikasi yang ditandai oleh kecepatan arus informasi, abreviasi menjadi strategi linguistik yang memudahkan interaksi tanpa menghilangkan makna pesan. Berbagai bentuk abreviasi, seperti akronim, singkatan tidak baku, pemotongan kata, hingga penyederhanaan fonologis, dimanfaatkan untuk menciptakan gaya tutur yang lebih santai, ekspresif, dan sesuai dengan karakter percakapan daring. Salah satu bentuk abreviasi yang banyak ditemukan di X adalah perubahan kata “nggak” menjadi “ga-”. Bentuk ini tidak hanya berfungsi sebagai pemendekan ujaran, tetapi juga mencerminkan proses penyederhanaan fonologis yang khas dalam bahasa gaul anak muda. Penggunaan “ga-” dianggap lebih efisien, mudah diketik, dan mampu menghadirkan kesan keakraban antarpengguna. Selain itu, variasi tersebut menunjukkan fleksibilitas warganet dalam memodifikasi bahasa Indonesia baku agar sesuai dengan identitas dan kebiasaan komunitas digital. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk abreviasi di media sosial X dengan fokus pada variasi “nggak” menjadi “ga-”, serta menjelaskan alasan dan fungsi sosial-linguistik penggunaannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan data berupa tangkapan layar cuitan, komentar, dan percakapan. Hasil analisis menunjukkan bahwa “ga-” berfungsi sebagai penanda gaya tutur digital yang merepresentasikan efisiensi komunikasi, keakraban, identitas, dan partisipasi dalam budaya komunikasi daring yang dinamis dan adaptif.