Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

DESIGN OF AN AUTOMATIC ATTENDANCE SYSTEM AT PRINGSEWU POLICE DEPARTMENT USING RFID Nugroho, Imam; Susianto, Didi; Puspitasari, Tuti
Jurnal TAM (Technology Acceptance Model) Vol 16, No 1 (2025): Jurnal TAM (Technology Acceptance Model)
Publisher : Institut Bakti Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56327/jurnaltam.v16i1.1830

Abstract

The manual attendance system used at the Pringsewu Police Department still has several weaknesses, such as potential data manipulation, delays in attendance recapitulation, and reliance on inefficient manual recording processes. This study aims to design and develop an automatic attendance system based on Radio Frequency Identification (RFID) technology that can record personnel attendance in real-time, accurately, and in an integrated manner. The method used is Research and Development (R&D) with ten stages, starting from data collection through observation, interviews, and literature review, as well as system design using UML models. The system is built using RFID RC522 hardware, ESP32 microcontroller, and a WiFi network connected to a web server with applications based on PHP and MySQL. The system workflow is illustrated through use case diagrams, sequence diagrams, and class diagrams, demonstrating that the system can read RFID cards, automatically record attendance data into the database, and generate reports accessible by the admin via a dashboard. Users found the system easy to use and supportive of work efficiency. The study concludes that the RFID-based automatic attendance system is effective in replacing the manual method. In the future, the system can be further developed with additional features and integrations to support broader implementation.
PELATIHAN PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA GURU SMK MUHAMMADIYAH 1 DELANGGU Wahyuningsih, Diana Dewi; Nugroho, Imam Setyo; Kesuma, Raihan Nur; Ramadhani, Salwa Zaza
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i2.5425

Abstract

Permasalahan guru-guru dalam proses pembelajaran adalah keterbatasan dalam menyampaikan pesan dengan jelas, kurang bisa memahami kebutuhan dan harapan siswa, kurang memiliki kesadaran untuk mendengar sehingga proses belajar dan mengajar menjdadi kurang kondusif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan komunikasi interpersonal para guru di SMK Muhammadiyah 1 Delanggu. Ruang lingkup kegiatan mencakup aspek konseptual komunikasi interpersonal, keterampilan dasar komunikasi efektif, serta penerapan strategi komunikasi dalam lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif melalui penyampaian materi dan ceramah interaktif, focus group discussion (FGD), studi kasus, simulasi, feedback dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dan melibatkan 79 guru dari berbagai jurusan di di SMK Muhammadiyah 1 Delanggu. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep komunikasi interpersonal serta kemampuan praktis dalam berinteraksi secara efektif dengan siswa, rekan kerja, dan orang tua. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, serta observasi selama pelatihan. Guru-guru mengalami peningkatan dalam memahami karakter siswa, meningkatkan motivasi siswa, dapat membangun hubungan dengan teman sejawat, dapat meningkatkan profesionalisme guru dan meningkatkan kualitas Pendidikan di lingkungan sekolah.
PENDAMPINGAN REGENERASI PETANI MILENIAL, DIGITALISASI PERTANIAN DAN PRODUKSI PUPUK BERKELANJUTAN BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL UNTUK KESEJAHTERAAN DAN KEMANDIRIAN PETANI DESA WAGIR KIDUL Nugroho, Imam Setyo; Wiyono, Wiyono; Hidayati , Diyah Nur; Erkamim , Moh.; Maharani, Annissa Tiara; Fatihah, Syalaysa Imani; Sulistiyawati, Anggun; Wardani, Qurrotul Ain Putri Kusuma; Cantikasari, Yuliana; Ramadhani, Argia Putri
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i1.4141

Abstract

Regenerasi petani milenial, digitalisasi pertanian dan produksi pupuk merupakan permasalahan yang dialami oleh petani desa Wagir Kidul. Jumlah petani dan pengurus kelompok tani aktif didominasi oleh orang tua yaitu berusia diatas 35 tahun. Hal ini menunjukkan rendahnya minat remaja untuk menjadi petani, sehingga regenerasi petani menjadi terhambat sampai ditakutkan banyaknya lahan pertanian yang nantinya akan terbengkalai tidak diurus. Rendahnya minat remaja untuk menjadi petani juga menghambat untuk berjalannya digitalisasi pertanian. Padahal digitalisasi pertanian merupakan hal yang penting saat ini. Belum adanya digitalisasi pertanian maka petani mengalami kesulitan dalam merencanakan, mengatasi masalah serta menjual produk pertanian. Permasalah pupuk juga menjadi permasalahan utama. Pupuk subsidi pemerintah sulit didadapatkan serta jatah untuk setiap petani juga sangat kurang. Sedangkan pupuk non subsidi harganya sangat mahal, sehingga menyulitkan petani untuk bertanam serta meningkatkan produktifitas tanaman. Tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilakukan yaitu a. Tahap Perencanaan; b. Tahap Pelaksanaan Kegiatan mencakup Sosialisasi, Pelatihan, Penerapan teknologi, Pendampingan dan evaluasi; c. Tahap Evaluasi. Hasil kegiatan PKM dan solusi yang ditemukan terhadap permasalahan yang ada menunjukkan bahwa pengetahuan, keterampilan dan pemahaman anggota kelompok tani Sido Makmur Desa Wagir Kidul Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo terus meningkat terutama terkait kemandirian produksi pupuk serta penggunaan digitalisasi pertanian dengan adanya website khusus petani Wagir Kidul serta data based petani
PELATIHAN PEER COUNSELING UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN ANTI KEKERASAN DI LINGKUNGAN KAMPUS Diana Dewi Wahyuningsih; Imam Setyo Nugroho; Muhammad Ali Mahfuddin; Kira Rasiyanti Riantika
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.260

Abstract

Kasus kekerasan di lingkungan perguruan tinggi masih menjadi tantangan dalam mewujudkan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan melalui pelatihan peer counseling. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran mahasiswa dalam pencegahan kekerasan di lingkungan kampus melalui penguatan peran konselor sebaya. Program dilaksanakan di Universitas Tunas Pembangunan Surakarta dengan melibatkan 50 mahasiswa lintas program studi sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan, pelatihan peer counseling menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, simulasi, dan role play, dilanjutkan dengan pendampingan, evaluasi, serta pembentukan kader peer counselor sebagai strategi keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai berbagai bentuk kekerasan, mekanisme pelaporan, serta keterampilan komunikasi, active listening, empati, dan pemberian dukungan psikologis awal kepada teman sebaya. Peserta juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam menjalankan peran sebagai peer counselor dengan tetap memahami batas kewenangannya serta mampu mengarahkan korban kepada layanan profesional apabila diperlukan. Pembentukan kader peer counselor lintas program studi menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya kampus yang aman dan mendukung implementasi program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT). Dengan demikian, pelatihan peer counseling terbukti menjadi strategi preventif yang efektif dalam meningkatkan kesadaran anti kekerasan dan membangun lingkungan kampus yang lebih aman, inklusif, serta berkelanjutan.