Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PELATIHAN PEER COUNSELING BERBASIS SOSIAL KOGNITIF UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR BAGI SISWA SMK DI SMK N 1 KLEGO Wahyuningsih, Diana Dewi; Nugroho, Imam Setyo; Khoiry, Hafizh; Faruk, Muhammad; Zaskia, Naja
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v2i2.53

Abstract

Konseling teman sebaya atau peer counseling dalam pengabdian masyarakat ini adalah program konseling yang dilakukan oleh siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) terhadap siswa SMK lain untuk membantu pengambilan keputusan karir. Siswa SMK yang menjadi konselor teman sebaya sebelumnya diberikan pelatihan atau pembinaan oleh konselor karir profesional. Konselor teman sebaya sebagai pembimbing yang berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu siswa lain dalam memecahkan masalah yang terkait pengambilan keputusan karir selama kegiatan magang diperusahan. Pentingnya peer counseling ini bagi siswa SMK adalah saling berbagi pengalaman dan kemampuan pemecahan masalah selama kegiatan magang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melaksanakan berbagai jenis layanan bimbingan dan konseling. Pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan pada siswa di SMK N 1 Klego, yang memberikan dampak dan manfaat yang positif. Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan peer counseling adalah pendekatan sosial kognitif. Tujuan dari pengabdian ini adalah membantu siswa SMK N 1 Klego dalam pengambilan keputusan karir.
KONSELING KELOMPOK TEKNIK DIBS EFEKTIF MENURUNKAN PERILAKU TRADE-OFF MAHASISWA? Christiana, Ratih; Mahmudi, Ibnu; Finayanti, Juwita; Nugroho, Imam Setyo
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 3 No 2 (2022): COUNSENESIA 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/cijgc.v3i2.2276

Abstract

Penelitian ini bertujuan menurunkan perilaku tradeoff mahasiswa. Rancangan penelitian menggunakan eksperimen semu satu kelompok eksperimen. Subjek penelitian mahasiswa semester 5, sebanyak 2 siswa skor tinggi dan 3 siswa skor rendah diambil secara random. Prosedur penelitian dilakukan 8 kali pertemuan menggunakan kolaborasi tahapan Konseling Kelompok REB dengan tahapan Teknik DIBS. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan skor sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Analisis data Wilcoxon diperoleh asymp sig (2-tailed) sebesar 0,041. Diduga konseling kelompok REB teknik DIBS terbukti efektif untuk menurunkan perilaku trade-off mahasiswa.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DAN KEMATANGAN KARIR DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Wahyuningsih, Diana Dewi; Nugroho, Imam Setyo; Kusuma, Qurrotul Ain Putri; Safitri, Enisa Indriya
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 3 No 2 (2022): COUNSENESIA 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/cijgc.v3i2.2483

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi hubungan Self Efficacy dan kematangan karir dalam pengambilan keputusan karir siswa. Penelitian dilakukan pada 367 siswa SMK di kabupaten Boyolali yang dipilih dengan metode proporsional random sampling. Intrument penelitian yang digunakan yaitu skala Career Decision Making Self Efficacy, dan Career Maturity Inventory. Analisis data menggunakan Korelasi Product Moment dengan Koefisien Korelasi rxy = 0,868 dengan p=0,000 p (<0,005) dengan nilai reabilitas Self Efficacy menunjukkan Cronbach Alpha 0,891. Reabilitas kematangan karir menunjukkan Cronbach Alpha 0,861. Berdasarkan hasil ini hipotetis yang dinyatakan diterima hasil penelitian ini menunjukkan Self efficacy dan kematangan karir memberikan nilai Rsquare 0,717 sedangkan 0,283 dipengaruhi oleh variabel lain. Hal ini semakin mempertegas bahwa self efficacy dan kematangan karir mempengaruhi pengambilan keputusan karir siswa. Diskusi lebih lanjut dibahas dalam penelitian ini.
Academic Dishonesty Siswa di Masa Pandemi Covid-19: Implikasinya pada Bimbingan dan Konseling Wahyuningsih, Diana Dewi; Kusumawati, Eny; Nugroho, Imam Setyo
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v11i2.9168

Abstract

Academic dishonesty yaitu perilaku menyimpang dari aturan akademik yang dilakukan oleh siswa di berbagai jenjang pendidikan untuk mendapatkan hasil ujian atau pengakuan yang baik atas tugas akademiknya dengan jalan mencontek, plagiarisme, bekerja sama dalam kecurangan ujian, maupun memalsukan data. Artikel ini bertujuan untuk mengekplorasi tingkat adacemic dishonesty siswa pada masa pandemi covid-19 dilihat dari perbedaan jenis kelamin, tingkatan kelas serta usia. Metode penelitian yang digunakan yaitu survey dengan jenis cross sectional survey design yang melibatkan 493 siswa sekolah menengah kejuruan yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen pengumpulan data penelitian menggunakan academic dishonesty scale. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu analisis deskriptif, uji t-test dan Uji Anova. Hasil penelitian membuktikan bahwa siswa sekolah memengah kejuruan memiliki tingkat academic dishonesty pada kategori sedang. Lebih lanjut penelitian ini menemukan bahwa dilihat dari perbedaan jenis kelamin siswa laki-laki memiliki tingkat academic dishonesty lebih tinggi dari siswa perempuan. Hal yang sama juga terjadi ketika dilihat dari setiap indikator academic dishonesty. Pada perbedaan kelas dan perbedaan usia menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara siswa kelas 10 dan siswa kelas 12 serta siswa berusia 15, 16, 17, 18 dalam tingkat academic dishonesty. Diskusi lebih lanjut dibahas dalam artikel ini.Abstrac: Academic dishonestyis behavior deviating from academic rules carried out by students at various levels of education to get good test results or recognition of their academic assignments by cheating, plagiarism, cooperating in exam fraud, or falsifying data. This article aims to explore and determine the level of student academic dishonestyduring the Covid-19 pandemic seen from differences in gender, grade level and age. The research method used is a survey with a type of cross sectional survey design involving 493 vocational high school students who were selected using cluster sampling technique.. The research data collection instrument uses an academic dishonestyscale. The data analysis technique used is descriptive analysis, t-test and Anova test. The results of the study prove that vocational high school students have a level of academic dishonestyin the medium category. Furthermore, this study found that seen from the gender differences, male students had a higher level of academic dishonestythan female students. The same thing also happens when viewed from each indicator of academic dishonesty. In terms of class differences and age differences, it shows that there is no significant difference between grade 10 and grade 12 students and students aged 15, 16, 17, 18 in the level of academic dishonesty. Further discussion is discussed in this article
PENDAMPINGAN PERENCANAAN KARIR DAN PERSIAPAN MEMASUKI DUNIA KERJA BAGI SISWA SMK NEGERI 1 MOJOSONGO BOYOLALI Wahyuningsih, Diana Dewi; Nugroho, Imam Setyo; Cindy, Rahajeng
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v3i1.82

Abstract

Salah satu permasalahan siswa sekolah menengah kejuruan adalah kesiapan memasuki dunia kerja, sehingga sulit untuk membuat perencanaan karir. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan kepala sekolah SMK Negeri 1 Mojosongo, Boyolali bahwa kendala dan permasalahan yang dihadapi siswa setelah menyelesaikan tugas magang di perusahaan atau industri adalah tidak siap untuk memasuki dunia kerja. Tujuan dari pengabdian ini adalah mengembangkan skill siswa terkait sikap, pengetahuan dan keterampilan agar memiliki perencanaan karir yang baik serta mengenalkan berbagai aplikasi maupun website kepada siswa agar mampu mengakses informasi tentang jenis pekerjaan yang sesuai dengan jurusannya. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan melakukan pendampingan pelatihan perencanaan karir dan meningkatkan life skill siswa SMK Negeri 1 Mojosongo sebagai bekal dalam melanjutkan karirnya. Metode pelaksanaan pengabdian yang dilakukan adalah memberikan pelatihan perencaaan karir kepada siswa dan konseling karir bagi siswa yang mengalami kendala dan hambatan dalam perencaan karir. Hasil dari program pengabdian ini adalah siswa memiliki keterampilan yang relevan dengan dunia kerja, dan meningkatkan kepercayaan diri untuk menentukan pilihan pekerjaan setelah lulus dari SMK.
PERANCANGAN SISTEM PEMANTAUAN SALINITAS AIR UNTUK BUDIDAYA UDANG MENGGUNAKAN TDS SENSOR DAN GOOGLE STUDIO Nugroho, Imam; Koprawi, Muhammad
Jurnal Khatulistiwa Informatika Vol 12, No 1 (2024): Periode Juni 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jki.v12i1.17511

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem kontrol dan monitoring real-time untuk mengukur PH dan salinitas air di tambak udang. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem kontrol dan monitoring real-time untuk mengukur PH air dan salinitas air di tambak udang. Kerugian yang terjadi pada tambak udang diakibatkan oleh serangan penyakit pada udang dan pengukuran manual salinitas air menjadi latar belakang penelitian ini. Metode penelitian menggunakan teknologi IoT melibatkan pengujian hardware dan software dengan TDS sensor dan NodeMCU ESP32. Data dikumpulkan dan dianalisis real-time melalui Google Studio, memudahkan petani mengelola tambak. Hasil pengujian menunjukkan sistem berhasil, dengan galat pengukuran rendah (0,78%). Rentang nilai salinitas yang aman adalah 15-30 ppt. Sistem ini membantu pengambilan keputusan untuk meningkatkan produktivitas tambak udang. Implementasi TDS sensor dan Google Studio diharapkan memungkinkan pengelola tambak mengelola tambak secara lebih efektif, meningkatkan produktivitas budidaya udang.
PENDAMPINGAN PENGOLAHAN KOTORAN TERNAK SAPI MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR PADA KELOMPOK PETANI MILENIAL "BELIK LESUNG" Nugroho, Imam Setyo
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v1i1.1

Abstract

 Pertanian organik dan berkelanjutan menjadi fokus utama dalam menghadapi tantangan lingkungan dankeberlanjutan pangan global. Dalam konteks perubahan iklim dan isu lingkungan yang kompleks, kebutuhanakan pendekatan pertanian yang ramah lingkungan semakin mendesak. Pertanian organik menawarkan solusidengan menerapkan prinsip alami untuk mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis, memperbaiki kualitastanah, dan menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan berkualitas. Penggunaan pupuk organik adalahelemen penting dalam pertanian organik. Pupuk organik dapat meningkatkan struktur tanah, ketersediaan unsurhara, serta mengurangi erosi. Selain itu, penggunaan pupuk organik juga mengurangi dampak negatif pupukkimia terhadap lingkungan. Kotoran ternak sapi merupakan bahan baku potensial untuk pupuk organik. DiIndonesia, pertumbuhan populasi ternak sapi menyediakan daging dan produk turunannya. Namun, peningkatanini berarti produksi kotoran ternak meningkat, mengancam lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.Pemanfaatan kotoran ternak sebagai pupuk organik cair dapat menjadi solusi berkelanjutan. Proses fermentasimengubah limbah menjadi sumber daya berharga. Pupuk organik cair yang dihasilkan memberikan unsur harabagi tanaman dan meningkatkan kualitas tanah. Pendampingan dalam mengubah kotoran ternak menjadi pupukorganik cair di kelompok petani milenial "Belik Lesung" penting. Artikel ini menjelaskan pendampingan yangmelibatkan tahap pelatihan teknis, pemantauan dan evaluasi, serta pengenalan teknologi pendukung. Hasilnyatermasuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan, serta peningkatan produktivitas pertanian dan dampakpositif lingkungan. Pendekatan kolaboratif dan komprehensif diperlukan. Artikel ini menganalisis pengalamanpendampingan dan dampaknya terhadap produktivitas pertanian, pemahaman pertanian berkelanjutan, danpotensi pengembangan model serupa. Dengan demikian, pendampingan ini diharapkan meningkatkan pertanianorganik berkelanjutan di kalangan petani, berkontribusi pada kesejahteraan petani, lingkungan, dan masyarakatsecara keseluruhan.
PELATIHAN JOB INTERVIEW PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Wahyuningsih, Diana Dewi; Nugroho, Imam Setyo
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v2i1.26

Abstract

Pelatihan job interview merupakan bagian penting dari persiapan siswa SMK untuk memasuki dunia kerja. pelatihan job interview adalah program atau kegiatan yang dirancang untuk membantu individu mempersiapkan diri secara efektif menghadapi proses wawancara kerja. Dalam konteks SMK, pelatihan semacam ini menjadi semakin penting mengingat tingkat pengangguran yang cukup tinggi di antara lulusan SMK. Sebagai lembaga pendidikan yang bertujuan untuk menyiapkan siswa dengan keterampilan praktis, SMK Negeri 1 Klego perlu memastikan bahwa siswa tidak hanya memiliki pengetahuan teknis yang diperlukan, tetapi juga keterampilan interpersonal yang kuat. Pelatihan job interview memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh keterampilan komunikasi yang efektif, meningkatkan kepercayaan diri, dan memahami strategi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan wawancara dengan baik. Selain itu, melalui pelatihan ini, siswa juga dapat belajar tentang etika kerja, cara menjaga penampilan profesional, dan bagaimana cara menonjolkan kelebihan mereka kepada calon pemberi kerja. Berdasarkan hasil kegiatan Pelatihan Job Interview di SMK Negeri 1 Klego, Boyolali, memberikan dampak positif yang signifikan bagi siswa dalam meningkatkan keterampilan komunikasi, kepercayaan diri, dan kemampuan menjawab pertanyaan. Hal ini terlihat dari peningkatan yang tercatat dalam hasil pre-test dan post-test, serta umpan balik positif dari peserta pelatihan yang menunjukkan bahwa materi pelatihan dinilai sangat berguna dan relevan. Evaluasi juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan siswa dalam menghadapi wawancara kerja, memberikan harapan akan adanya peningkatan kesempatan kerja di masa depan. Secara keseluruhan, pelatihan job interview di SMK Negeri 1 Klego, Boyolali, berhasil mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja dengan lebih siap dan percaya diri.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Bank Sampah Untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Di Kabupaten Pringsewu Nugroho, Imam; Priyo Purnomo, Eko; Khairunnisa, Tiara
Journal of Governance Innovation Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/jogiv.v7i1.6304

Abstract

As the waste problem grows in Pringsewu Regency, Lampung Province, management efforts are needed that are not only effective, but also involve active community participation. This research aims to examine community empowerment strategies through waste bank management as a step to support sustainable development. Using a qualitative descriptive approach and phenomenological methods, this research includes field observations, in-depth interviews and document analysis. The research results show that waste banks are able to increase public awareness and participation in waste management, starting from sorting, collecting, to recycling. Apart from reducing piles of unmanaged waste, this program provides economic benefits in the form of additional income from recycling, as well as positive social impacts such as increasing community solidarity. However, challenges in the form of a lack of supporting facilities and uneven public awareness need to be addressed immediately. This research confirms that collaboration between the community, government and other stakeholders is critical to stopping this program. With a more innovative and participatory approach, waste bank management can become an effective model for supporting sustainable development at the local level.
Student engagement during pandemic COVID-19 and its implications for guidance and counseling Nugroho, Imam Setyo; Kusumawati, Eny; Wahyuningsih, Diana Dewi
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 8 No 2 (2021): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v8i2.8778

Abstract

Student engagement is a condition of the extent to which students play an active role in the learning process by focusing on time, energy, mind, effort, feelings and making it happen in action to complete their academic tasks completely. This study aims to explore and find out the level of student engagement in the Covid-19 pandemic period seen from gender differences and the school level. Quantitative descriptive research with this survey design involves 469 students, 245 students of the junior high school, and 224 senior high school students chosen using a stratified random sampling proportionate cluster. The results showed that secondary school students in the Covid-19 pandemic period had an average level of student engagement in the medium category. This study found, there was no different level of student engagement based on gender (t (467) = -1.86). But specifically, the participation has a significant difference, while the skill, emotion, and performance do not have a significant difference. At the school level, indicate that there are significant differences in the level of student engagement (t(467)= -3.39). Furthermore, it can be seen from every indicator of student engagement skills, participation and performance have a significant difference and only an emotion that does not have it. The results of this study have implications for the planning of guidance and counseling programs in schools during the Covid-19 pandemic period, which is important to see the level of student engagement, especially in the emotional indicator. Further discussion is discussed in this article.