Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SRC DAN KONJAK TERHADAP KUALITAS SOSIS IKAN TENGGIRI (Scomberomorus sp.) Pratiwi, Arnyta Restu; Dewi, Eko Nurcahya; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.403 KB)

Abstract

Porang (Amorphophallus konjac) atau yang sering disebut sebagai konjak merupakan jenis tanaman berbentuk umbi yang berpotensi memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sedangkan Semi refined-carragenan (SRC) merupakan karagenan setengah jadi. SRC dapat digunakan sebagai stabilizer, emulsifier dan thickener dalam industri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi SRC maupun konjak terbaik yang bisa digunakan sebagai bahan tambahan pembuatan sosis ikan Tenggiri serta mengetahui kualitas sosis ikan Tenggiri dengan tambahan SRC dan konjak, meliputi: kadar air, kadar protein, kadar lemak, Aw serta gel strength. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan Tenggiri segar, SRC, konjak dan bahan pendukung lainnya. Metode penelitian bersifat eksperimental laboratories. Data kekuatan gel, kadar air, kadar lemak, kadar protein dan Aw dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dilakukan dua tahap, penelitian pendahuluan untuk mengetahui emulsi terbaik (1%, 3% atau 5%), sosis terpilih kemudian digunakan dalam penelitian utama. Di dalam penelitian ini menggunakan kontrol yaitu adonan sosis tanpa penambahan SRC maupun konjak. Hasil penelitian utama menunjukkan bahwa kadar air, lemak dan Aw terbaik pada penambahan SRC sedangkan gel strength dan kadar protein terbaik pada penambahan konjak. Penambahan SRC maupun konjak pada sosis ikan tenggiri mampu meningkatkan stabilitas emulsi pada sosis tersebut. Keduanya juga mampu meningkatkan kekompakan sosis dengan harga yang tidak terlalu mahal sehingga bisa menguntungkan pabrik pembuat sosis karena dapat meminimalisir biaya produksi sosis menjadi lebih ekonomis jika dibandingkan dengan penggunaan kasein. Oleh karena itu, sosis tidak hanya bisa dinikmati oleh kalangan atas saja melainkan semua kalangan masyarakat secara merata.  Porang (Amorphophallus konjac) or often referred to as konjac is a tuber-shaped plant species that could potentially have a high economic value, while the Semi refined -carragenan (SRC) is a semi-finished carrageenan. SRC can be used as stabilizer, emulsifier and thickener in the industry. The purpose of this study was to determine the best concentration of the SRC and konjac that can be used as an additive on manufacture of mackerel sausages and to know the quality of sausages with additional SRC and konjac,  include: water content, protein content, fat content, Aw and gel strength. The material used in this study was fresh mackerel fish, SRC, konjac and other supporting materials. The research methods was laboratory treatment. Gel strength, water content, fat content, protein content and Aw were analyzed using ANOVA with Completely Randomized Design Methode. The study was done in two stages, a preliminary study to determine the best emulsion(1%, 3% or 5%), sausage elected then used in the main study. In this study using a control that sausage without the addition of SRC and konjac. The main research results showed that the water content, the fat and Aw the addition of SRC were the best while the gel strength and protein levels in addition konjac. The addition of SRC and konjac in sausage mackerel able to improve the stability of the emulsion in the sausage. Both are also able to increase the cohesiveness of sausages price, that is not too expensive to be profitable manufacturer of sausage because it can minimize the cost of production of sausages to be more economical when compared to the use of casein. Therefore, sausage not only be enjoyed by the upper class alone but all circles of society equally.
KARAKTERISTIK PERMEN JELLY DENGAN PENGGUNAAN CAMPURAN SEMI REFINED CARRAGEENAN DAN ALGINAT DENGAN KONSENTRASI BERBEDA Mahardika, Bani Chandra; Darmanto, YS; Dewi, Eko Nurcahya
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.397 KB)

Abstract

Permen jelly merupakan permen yang terbuat dari air atau sari buah dan bahan pembentuk gel yang berpenampilan jernih, transparan serta mempunyai tekstur dengan kekenyalan tertentu. Dalam pembuatan permen jelly, kekenyalan dan tekstur permen banyak dipengaruhi oleh bahan gel yang digunakan. Bahan pembentuk gel yang biasa digunakan antara lain gelatin, karaginan dan agar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan campuran SRC dan alginat dengan konsentrasi berbeda terhadap karakteristik permen jelly dan mengetahui karakteristik permen jelly. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memberikan pengetahuan dan menambah informasi mengenai formulasi terbaik dari penggunaan SRC dan alginat pada permen jelly. Hasil penelitian pengujian SRC diperoleh bahwa tepung SRC yang digunakan telah sesuai standar yang ditetapkan. Hasil penelitian pengujian SRC diperoleh nilai gel strength 403,65 gf/cm2, viskositas 20 cps dan kadar sulfat 16,54%. Hasil penelitian utama penggunaan campuran SRC dan alginat dengan konsentrasi 100%:0%; 80%:20%; 70%:30%; dan 60%:40% diperoleh nilai kekerasan masing-masing 0,580Kgf/cm2; 0,193Kgf/cm2; 0,365Kgf/cm2; 0,517Kgf/cm2. Nilai elastisitas masing-masing 0,498Kg/Kg; 0,799Kg/Kg; 0,7Kg/Kg; 0,594Kg/Kg. Nilai kadar air masing-masing 18,17%; 18,91%; 18,69%; 18,23%. Nilai kadar abu masing-masing 1,30%; 2,28%; 1,86%; 1,53%. Hasil uji hedonik permen jelly diperoleh nilai masing-masing 6,64≤µ≤6,86; 6,78≤µ≤7,00; 6,98≤µ≤7,18; 6,74≤µ≤6,94 dengan indikator disukai. Jelly candy is candy made from water or juice and gel-forming materials with clear and transparent look, and certain elasticity texture. In the making of jelly candy, elasticity and texture much influenced by the gel-forming materials used. Gel-forming materials commonly used include gelatin, carrageenan and so on. This study aimed to determine the influence of the different concentration of SRC and alginate mixture to jelly candy characteristics. The benefit of this research was to inform about the best formulation of SRC and alginate mixture in the making of jelly candy. The result of SRC test obtained that gel strength value was 403,65 gf/cm2, 20 cps of viscosity and 16,54% of ash content. The result of main research show the use of SRC and alginate mixture with concentrations of 100%:0%; 80%:20%; 70%:30%; dan 60%:40% obtained 0,580Kgf/cm2; 0,193Kgf/cm2; 0,365Kgf/cm2; 0,517Kgf/cm2 of hardness value, 0,498Kg/Kg; 0,799Kg/Kg; 0,7Kg/Kg; 0,594Kg/Kg of elasticity value, 18,17%; 18,91%; 18,69%; 18,23% of moisture content value and 1,30%; 2,28%; 1,86%; 1,53% of ash content value. The hedonic test on jelly candy was obtained 6,64≤µ≤6,86; 6,78≤µ≤7,00; 6,98≤µ≤7,18; 6,74≤µ≤6,94.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAGING IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) TERHADAP NILAI GIZI ROTI TAWAR Nugroho, Happy Is; Dewi, Eko Nurcahya; Rianingsih, Laras
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Periode Bulan Oktober 2016
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.514 KB)

Abstract

Kandungan protein ikan lele dumbo cukup tinggi, sehingga dapat diaplikasikan menjadi tepung ikan dengan cara penambahan (fortifikasi) ke produk pangan dengan tujuan untuk memperkaya kadar protein. Kandungan lisin pada tepung daging ikan lele dumbo merupakan indikator karena lisin rentan rusak pada proses pengolahan. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah ikan lele dumbo yang dibeli langsung dari pembudidaya di Gunungpati, Semarang. Rancangan penelitian menggunakan pola percobaan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga kali pengulangan. Parameter uji adalah kadar protein, kadar abu, kadar air, kadar garam, kadar lemak, asam amino lisin, dan uji hedonik. Penelitian utama dengan penambahan tepung daging ikan lele dumbo konsentrasi 0%, 10%, 12,5%, dan 15%. Data  dianalisis menggunakan analisi ragam (ANOVA). Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan data diuji dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk data parametik, sedangkan untuk data non-parametik dengan Kruskal-Wallis dilanjut uji Multiple Comparison. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor perbedaan konsentrasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap semua parameter uji. Perlakuan konsentrasi 10% paling baik diterapkan dan disukai panelis dengan kadar protein 9,11±0,99%, kadar air 43,25±0,19%, kadar abu 3,04±0,06%, kadar lemak 1,77±0,11%, asam amino lisin 24,46±0,96 mg/g, kadar garam 2,08±0,06%, hasil Uji Hedonik Rasa (5,93±0,5), Warna (6,23±0,23), Aroma (5,83±0,3), Tekstur (6,13±0,3).
KARAKTERISTIK ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN ALGINAT SEBAGAI PENSTABIL Mulyani, Dian Rakhmawati; Dewi, Eko Nurcahya; Kurniasih, Retno Ayu
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 6, No 3 (2017): Periode Wisuda Bulan Agustus 2017
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.609 KB)

Abstract

Es krim merupakan salah satu makanan beku yang banyak digemari oleh berbagai kalangan masyarakat, permasalah yang muncul  adalah sedikitnya jenis bahan penstabil es krim nabati, sedangkan banyak penggunaan penstabil hewani yang diragukan kehalalannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan alginat dengan konsentrasi berbeda terhadap tingkat kesukaan, mutu fisik dan mutu kimia es krim. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode Rancangan Acak lengkap dengan menggunakan 1 faktor yaitu penambahan alginat berbeda konsentrasi (0%; 0,6%; 0,9%; dan 1,2%) dan 3 kali pengulangan. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari uji hedonik, viskositas, daya leleh, overrun (derajat pengembangan), kadar lemak, dan kadar protein. Data nonparametrik (uji hedonik) dianalisis dengan Kruskal-Wallis dan uji lanjut Mann-Whitney. Data parametrik dianalisis menggunakan uji lanjut Tukey (viskositas, daya leleh, overrun (derajat pengembangan), kadar lemak, dan kadar protein). Hasil penelitian menunjukkan penambahan alginat berbeda konsentrasi tidak berbeda nyata terhadap tingkat kesukaan dan agak disukai panelis, dan berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap pada nilai viskositas, daya leleh, overrun, pH, kadar lemak, dan kadar protein es krim. Ratarata nilai hedonik es krim yaitu 3,13±0,43, kemudian nilai viskositas (cPs) es krim yaitu 160±10, sedangkan nilai daya leleh (menit) es krim yaitu 21,40±0,14. Nilai overrun (derajat pengembangan) yaitu 67,66±1,66, sedangkan nilai kadar lemak (%) es krim yaitu 11,33±1,65, dan nilai kadar protein (%) es krim yaitu 2,70±0,08. Kesimpulan dari penelitian ini adalah es krim agak disukai panelis dan nilai terbaik pada setiap parameter uji terdapat pada konsentrasi alginat 1,2%.
KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DARI CAMPURAN TEPUNG SEMIREFINED KARAGINAN DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TAPIOKA DAN GLISEROL Saputro, Benediktus Wahyu; Dewi, Eko Nurcahya; Susanto, Eko
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 6, No 2 (2017): Periode Wisuda Bulan April 2017
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.226 KB)

Abstract

Edible film merupakan jenis pengemas makanan yang berbentuk lembaran tipis atau film yang dapat dicerna oleh tubuh. Edible film yang dibuat dari komponen tunggal hasilnya tidak terlalu baik, maka perlu adanya   campuran antara beberapa bahan serta penambahan bahan aditif lainnya. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan  formulasi terbaik  dari edible film. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semi refined karaginan, tepung tapioka, dan gliserol. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium, rancangan percobaan  yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu perbedaan konsentrasi tepung tapioka (0,3%, 0,5%, dan 0,7%)  dengan 3 kali pengulangan. Parameter pengujian yang diamati berupa kuat tarik (MPa), persen  pemanjangan (%), ketebalan (mm), dan laju transmisi  uap air (g/m2/jam). Data di analisa menggunakan analisa sidik ragam (ANOVA), dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk mengetahui perlakuan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi tepung tapioka memberikan pengaruh yang sangat nyata (p<0.05) terhadap parameter kuat tarik, persen pemanjangan, ketebalan, dan laju transmisi uap air. Edible film terbaik dihasilkan dari perlakuan konsentrasi semi refined karaginan 1%, tepung tapioka 0,7%, dan gliserol 0,5% dengan hasil karakteristik kuat tarik 39,42 MPa, persen pemanjangan 66,02%, laju transmisi uap air 1,28 g/m2/jam, dan ketebalan 0,09 mm.
PENGARUH PENGGUNAAN BIOAKTIVATOR EM4 DAN PENAMBAHAN DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) TERHADAP SPESIFIKASI PUPUK ORGANIK CAIR RUMPUT LAUT Eucheuma spinosum Ratrinia, Putri Wening; Ma'ruf, Widodo Farid; Dewi, Eko Nurcahya
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.582 KB)

Abstract

Pemakaian pupuk organik sangat dianjurkan karena dapat memperbaiki produktivitas tanah, baik secara fisik, kimia, maupun biologi tanah. Rumput laut E. spinosum mengandung unsur mikro dan makro nutrien, serta zat pengatur tumbuh tanaman seperti auksin, gibberellin, cytokinin, dan etilen sehingga sangat potensi yang besar sebagai pupuk organik penyubur tanaman. Penambahan daun lamtoro (L. leucocephala) basah berfungsi sebagai sumber nitrogen, fosfor dan kalium pada ekstrak pupuk rumput laut cair. Unsur tersebut merupakan unsur yang dibutuhkan tanaman, sehingga diharapkan akan meningkatkan mutu pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bioaktivator EM4 dan daun lamtoro (L.leucocephala) terhadap kandungan C-organik, nitrogen, phosphor, kalium, pH,dan bakteri patogen. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan dengan 3 taraf perlakuan kontrol (E1), penambahan EM4 (E2), dan penambahan EM4+daun lamtoro (E3) masing-masing tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EM4 dan daun lamtoro memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kadar C-organik (E1=6,53% ; E2=4,93% ; E3=4,19%), kadar nitrogen (E1=1,03% ; E2=2,43% ; E3=4,35%), kadar fosfor (E1=0,30% ; E2=0,31% ; E3=0,36%), kadar kalium (E1=0,96% ; E2=1,04% ; E3=1,23%),pH(E1=6,53; E2=5,54 ; E3=7,05) dan kandungan bakteri patogen Escherichia coli dan Salmonella sp pada semua perlakuan adalah negatif. The use of organic fertilizer is highly recommended because it can improve the productivity of the land, whether physical, chemical, and biological soil. E. spinosum seaweed contains elements of micro and macro nutrients, and plant growth regulators such as auxin, gibberellin, cytokinin, and ethylene so it is has great potential as an organic fertilizer for fertilising crops. Addition lamtoro (L. leucocephala) serves as a source of nitrogen, phosphorus and potassium in the liquid organic fertilizer. The element is needed by plants, which is expected to improve the quality of liquid organic fertilizer. This study aims to determine the effect of bio-activator EM4 and lamtoro (L. leucocephala) on the content of C-organic, nitrogen, phosphorus, potassium, pH, and bacterial pathogens. This research used exsperimental laboratories. The experimental design used was completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 3 replications, namely the control treatment (E1), the addition of EM4 (E2), and the addition of EM4 + leaf lamtoro (E3). Parameters measured were C-organic, nitrogen, phosphorus, potassium, pH, bacterial pathogens. Parametric data were analyzed by ANOVA.The results showed that the addition of EM4 and lamtoro significant effect (P <0.05) the levels of c-organic (E1 = 6.53%; E2 = 4.93%, E3 = 4.19%), nitrogen (E1 = 1.03%; E2 = 2.43%, E3 = 4.35%), phosphorus levels (E1 = 0.30%; E2 = 0.31%, E3 = 0.36%), potassium levels (E1=0,96% ; E2=1,04% ; E3=1,23%), pH (E1 = 6.53; E2 = 5.54; E3 = 7.05) and the content of pathogenic bacteria Escherichia coli and Salmonella sp was negative in all treatments.
Suplementasi Enzim Papain dalam Pakan terhadap Performa Pertumbuhan, Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Kelulushidupan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Rachmawati, Diana; Hutabarat, Johannes; Dewi, Eko Nurcahya; Windarto, Seto
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.483 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i3.27609

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) adalah karnivora yang sukar mencerna protein nabati dalam pakan sehingga efisiensi pemanfaatan pakan belum maksimal.  Hampir 40-60% dari total biaya produksi hanya untuk biaya pakan. Efisiensi pemanfaatan pakan dapat ditingkatkan dengan penambahan enzim papain dalam pakan yang mampu meningkatkan penguraian dan pencernaan bahan pakan yang mengandung protein nabati sederhana sehingga dapat meningkatkan daya cerna protein pakan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh suplementasi enzim papain dalam pakan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, performa pertumbuhan dan kelulushidupan udang vaname. Hewan uji berupa udang vaname dengan bobot rata-rata 3,02±0,21 g/ekor yang diperoleh dari pembudidaya udang vaname Desa Blebak, Kecamatan Mlonggo, Jepara.  Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan Rancangan Acak Lengkap, 4 Perlakuan dan 3 kali pengulangan. Terdapat 4 perlakuan suplementasi enzim papain dalam pakan yaitu A (0 %), B (0,1 %), C (0,2 %), dan D (0,3 %). Parameter yang diamati meliputi EPP, PER, RGR, SR dan parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim papain dalam pakan meningkatkan EPP, PER, RGR, namun tidak berpengaruh pada SR udang vaname. Enzim papain sebesar 0,1%/kg pakan merupakan dosis optimal pada EPP, PER dan RGR menghasilkan nilai maksimal sebesar 66,51%, 1,64 dan 4,22%/hari. White shrimp (Litopenaeus vannamei) is a carnivorous animal that difficult to digests vegetable protein in the feed so that the efficiency of feed utilization is not maximal. Nearly 40-60% of the total production cost is only for feed cost. Feed efficiency is improved by using papain in the feed which can increase the breakdown and consumption of feed containing vegetable protein so that it can easily increase the digestibility of feed protein. This study examines the effect of papain supplementation in feed on the growth performance, efficiency of feed utilization, and survival rate of white shrimps. The test animals were white shrimp with an average weight of 3.02 ± 0.21 g / individuals obtained from the whiteleg shrimp farmers in Blebak Village, Mlonggo District, Jepara. The method in this study was an experimental method, with a completely randomized design, 4 treatments, and 3 repetitions. There were 4 supplements of papain in feed: A (0%), B (0.1%), C (0.2%), and D (0.3%). The parameters were EPP, PER, RGR, SR, and water quality parameters. The results showed that the supplementation of the papain in feed increased the EPP, PER, RGR, but had no effect on the SR of white shrimp. Papain of 0.1% / kg of feed was the optimal dose at EPP, PER, and RGR resulting in a maximum value of 66.51%, 1.64 and 4.22% / day. 
Pengaruh Penambahan Spirulina platensis sebagai Sumber Protein Nabati pada Daging Analog bagi Vegetarian Sari, Berliana Luckyta; Dewi, Eko Nurcahya; Fahmi, Ahmad Suheli
Jurnal Mutu Pangan : Indonesian Journal of Food Quality Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Mutu Pangan
Publisher : Department of Food Science and Technology (ITP), Faculty of Agricultural Technology, Bogor Agricultural University (IPB) in collaboration with the Indonesian Food and Beverage Association (GAPMMI), the National Agency of Drug and Food Control, and th

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmpi.2022.9.2.76

Abstract

Spirulina platensis is a vegetable protein source that may improve the quality of food product. The objective of this study was to determine the effect of addition S. platensis on analog meat at concentrations of 0, 10, 20, and 30% and to determine the best concentration of addition S. platensis on meat analogs preferred by the panelists. The processing of meat analogs used steaming method at 100°C for 30 minutes. The researched method applied a completely randomized design. The analog meat samples were analyzed in terms of protein content, protein digestibility, moisture content, texture, color, and hedonic tests. The highest protein content and protein digestibility was at concentrations of S. platensis 30%, 32.24 and 62%. The moisture content obtained at 30% concentration was 54.70%, and the texture at 30% concentration was 1.53 N which resembles the texture of animal meat. Analog meat preferred by panelist was at concentration of 20% which had a texture preference of score of 6.33; aroma 5.00 and taste 6.33 from the average 30 panelist score and had a confidence interval value of 5.56<µ<6.22.
Potential of Sea Cucumbers as Fuctional Foods Wodi, Stevy Imelda Murniati; Dewi, Eko Nurcahya; Riyadi, Putut Har; Pringgenies, Delianis; Dolorosa, Roger G.
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 29, No 1 (2024): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.29.1.97-103

Abstract

Sea cucumbers have great potential for managing water resources because they have filter feeder properties that can clean water from harmful substances. Apart from that, sea cucumbers also contain active compounds which have properties as functional foods and can help prevent cancer. Samples of sea cucumbers were collected from Karimunjawa, Central Java, and Surabaya. The research included tests for bacteria, chemicals, and heavy metals on dried sea cucumbers, as well as amino acid analysis. Two species of sea cucumbers were identified: Holothuria atra and Stichopus variegates. H. atra had a higher amino acid content and the highest collagen content among all the amino acids (14,600mg.100g-1). Both types of sea cucumber samples contain amino acids that have anti-inflammatory, antioxidant, and anticancer properties. This is due to their content of saponins, tannins, flavonoids, steroids, and terpenoids, which are beneficial for health. Additionally, S. variegates has been found to have antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. The amino acid analysis of S. variegates shows the presence of sulfate and alanine compounds, which are not found in H. atra. Research has shown that sea cucumbers can be consumed as supplements or additional food to support health and prevent various diseases, including cancer. The use of sea cucumbers as functional food ingredients also has the potential to manage water resources sustainably. In conclusion, H. atra and S. varigatus sea cucumbers have great potential for managing water resources for functional food and cancer prevention efforts. Their high content of amino acids and other phytochemical compounds makes them a good choice for development as functional food ingredients.
Effect of The Composition of Lindur Fruit (Bruguiera gymnorrhiza) starch Flour and Chitosan on Characteristics of Biodegradable Plastics Agustin, Dhita Widya Dyah; Dewi, Eko Nurcahya; Rianingsih, Laras
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 6, No 2 (2023): JKPT Desember 2023
Publisher : Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v6i2.10986

Abstract

Lindur fruit starch flour has a high starch content, so it can be used as a biodegradable plastic manufacturing material. The manufacture of biodegradable plastic made from starch alone will produce plastic with low tensile strength and less flexible, so it is necessary to add the chitosan to improve the characteristics. The purpose of this study is to determine the effect and best composition of the lindur fruit starch flour-chitosan. The manufacture of biodegradable plastic begins by mixing a solution of lindur fruit starch flour with a solution of chitosan and glycerol.  The solution is heated using a temperature of 70-80oC, then printed on a glass plate. The research design used was a Complete Randomized Design with the composition of lindur fruit starch flour-chitosan 10:0, 9:1, 8:2, 7:3, and 6:4. The results showed that the best tensile strength values was the treatment of lindur fruit starch flour-chitosan 7:3 and 6:4 which is 20.23 MPa and 20.61 MPa. The best elongation value was the treatment of lindur fruit starch flour-chitosan 9:1 which is 6.71%. The best biodegradability test was the treatment of lindur fruit starch flour-chitosan 10:0 which is 15.93 mg/day. The best water resistance and antibacterial tests were in the treatment of lindur fruit starch flour-chitosan 6:4) which is 86.5% and the inhibition zone was 2 mm for Escherichia coli bacteria and 1.4 mm for Staphylococcus aureus bacteria. 
Co-Authors - Sumardianto Agung Pratomo Agus Trianto Agustin, Dhita Widya Dyah Ahmad Fajar Ahmad Zakki Zulkarnain, Ahmad Zakki Ali, Noor Faqih Udin Andini, Lucky Anggraeni, Novia Antonius Budi Susanto apri dwi anggo Arifin Heraedi Arnyta Restu Pratiwi, Arnyta Restu Bani Chandra Mahardika Baswara, Satsya Yoga Bidari Mara Dewi Bobby Septian Sipayung, Bobby Septian Candra Tama S.A. Darmawan Darmawan Delianis Pringgenies Diana Nur Afifah, Diana Nur Diana Rachmawati Dolorosa, Roger G. Eko Susanto Fahmi, Ahmad Suheli Fathurrohman, Muhammad Dwilian Hafni Rahmawati Hapsoro, Mahadika Tjiptaning Himam, M. Iqbal Ima Wijayanti Irma Sundari Johannes Hutabarat Laras Rianingsih Ma'ruf, Widodo Farid Marfuah, Isnaini Matanjun, Patricia Mega Kharisma, Mega Mulyandari, Nunik Mulyani, Dian Rakhmawati N. Nazaruddin Nadia Bella Falistin, Nadia Bella Napitupulu, Romauli Juliana Niam, Sufa’ah Hurumun Ni’am, Sufa’Ah Hurumun Nugroho, Happy Is Nur Mulia Megawati Patricia, Angelina Sherly Nur Pramitha Nurma Deviyanti, Pramitha Nurma Purnamayati, Lukita Putra, Hakan Furqon Sukmana Putri Wening Ratrinia Putut Har Riyadi Ratieh Widhiastuti Ratna Ibrahim Rejeki, Sri Untari Puji Retno Ayu Kurniasih Romadhon Romadhon Rosiska Lutfiyanti RR. Ella Evrita Hestiandari Saefullah, Muhamad Rekhan Saputro, Benediktus Wahyu Sari, Berliana Luckyta Setyo Adi Nugroho sigit winarno Sri Rejeki Stevy Imelda Murniati Wodi Suita, Reka Vemberiana Sumardianto - Syahputra, Jasnur Tandiyo Rahayu Titik Susilowati Tri Winarni Agustini Tsaniya, Aulia Rahmawati Ulfah Amalia Utari, Kurnia Suci Tri Widodo Farid Ma’ruf Windarto, Seto Wulansari, Devi Y.S. Darmanto YS Darmanto Yuliani Yuliani Yulisa Meiriza, Yulisa Yuniar, Aldila Wulan Zulfitriani Zulfitriani