Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal KALAM

Islam dan Radikalisme: Upaya Antisipasi dan Penanggulangannya Ruslan, Idrus
KALAM Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i2.329

Abstract

Sejak tragedi pemboman WTC tanggal 11 September 2001 yang disusul dengan rangkaian peledakan bom di sejumlah negara, banyak orang non Muslim yang berasumsi bahwa ajaran Islam identik dengan radikalisme. Walaupun assumsi yang berkembang itu dapat dimaklumi, namun keyakinan tersebut tentu saja tidak sepenuhnya benar. Karena meskipun terdapat sekelompok orang Islam yang berbuat radikal, akan tetapi mayoritas Muslim justru bertentangan dengan mereka. Lagi pula, jika dicermati secara mendalam, sesungguhnya Islam sama sekali tidak mentolerir tindakan radikal. Ia adalah agama kasih sayang yang sangat mendodrong penganutnya untuk berbuat baik terhadap orang lain, termasuk kepada orang-orang non-Muslim. Artikel ini menawarkan beberapa upaya strategis dalam mengantisipasi dan menanggulangi bahaya radikalisme-terorisme.
STUDI KRITIS PEMIKIRAN NICO SYUKUR DISTER TENTANG PENGALAMAN KEAGAMAAN Ruslan, Idrus
KALAM Vol 7 No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v7i2.454

Abstract

Studi agama dalam wacana intelektual Islam dapat dikatakan masih berjalan lambat. Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan dunia Barat, di mana studi agama yang mereka lakukan tidak hanya dalam areal agama mereka sendiri tetapi telah merambah kepada wilayah agama di luar mereka. Artikel ini menelaah pemikiran Nico Syukur Dister tentang pengalaman keagamaan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pengalaman keagamaan manusia merupakan respon manusia terhadap sesuatu “Yang Maha Kuasa” terhadap alam dan itu dianggap sebagai yang kudus (sakral) sehingga manusia perlu untuk melakukan ‘ritus’ atau upacara keagamaan. Pada agama masyarakat kuno pengalaman agama dapat diterima dengan mudah, dimana mereka berasumsi bahwa pada setiap benda terdapat suatu yang mereka anggap adikodrati. Dalam masyarakat modern penerimaan pengalaman keagamaan lebih lambat karena rasionalitas mencurigai apa yang dianggap irrasional. Walaupun demikian, manusia modern tetap akan membutuhkan pengalaman keagamaan sebab keimanan mereka tanpa pengalaman keagamaan akan terasa hampa.
DIMENSI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT LAMPUNG SEBAGAI MEDIA RESOLUSI KONFLIK Ruslan, Idrus
KALAM Vol 12 No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v12i1.2347

Abstract

Di tengah munculnya konflik dan dibalik fenomena kompleksitas serta kekacauan yang terjadi pada masyarakat saat ini, apalagi daerah tersebut merupakan daerah yang multi agama dan etnis seperti di Lampung.  Diperlukan kontribusi berbagai macam cara untuk dijadikan acuan bagi individu dan kelompok masyarakat dalam berinteraksi diantara mereka guna mewujudkan tatanan yang berkualitas. Salah satu cara yang potensial bagi persoalan tersebut adalah kearifan lokal. Kearifan lokal masyarakat Lampung yang diketengahkan disini yaitu Piil Pesenggiri dan Muakhi yang keduanya secara ideal memiliki nilai dan spirit universal sehingga bisa dijadikan rujukan bagi masyarakat Lampung.   Kearifan lokal dimaksud seharusnya teraktualisasi bukan hanya bagi masyarakat yang beretnis Lampung, akan tetapi juga bagi masyarakat pendatang (datang dari daerah lain/suku lain) agar supaya dapat saling menghargai, menghormati dan memahami adanya perbedaan tradisi.  Hal ini diperlukan dalam rangka mengantisipasi kesalahpahaman yang tidak jarang berujung pada konflik hingga pada akhirnya dapat merugikan masyarakat itu sendiri.
Islam and Local Culture: The Practice of Hippun Tradition Among the Lampungnese Muslims Badi'ah, Siti; Ruslan, Idrus; Huzaimah, Siti
KALAM Vol 15 No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v15i1.8464

Abstract

Although relation between Islam and culture has been a subject of many studies, our understanding of it is still problematic. Islam and local culture are often seen as two separated entities. In reality however, many local customs practiced by Muslim societies are loaded with values of Islamic teachings. Hippun, a tradition practiced by local Muslims in Lampung, South Sumatera, is the case in point. While Hippun is arguably rich with Islamic values, many people considered it as not Islamic. In order to enlighten the controversy, this paper is aimed at exploring the practice of Hippun tradition as well as examining its contribution to the development of Islamic moral values in Lampung societies. Based on a qualitative and descriptive research, this paper finds out that Hippun tradition consists of four processes, namely, Buwarah, Hippun Muari, Hippun Pemekonan, and Adat Hippun. During these processes a collection of rituals such as vocalizing shalawat, reciting Yasin verses from the Qur’an, prayer chanting, and incense burning was carried out. Hippun has contributed to the spread and maintenance of Islamic and social values such silaturahmi (sociability), brotherhood, musyawarah (deliberation), and social integration. It finally concludes that Hippun is a testament to the existence of acculturation between Islam and local culture in Lampung societies.
Interreligious Dialogue For Conflict Prevention Zarkasi, Ahmad; Ruslan, Idrus; Syafril, Syafrimen; Agustam, Agustam; Ramli, Azhar Jaafar
KALAM Vol 17 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/002023171825000

Abstract

Interreligious dialogue possesses external and internal critical functions. Such dialogue promotes a new resolution for a sustainable community as stable and dynamic interreligious understanding and its application are gained among the plural society. The objective of the study is to reveal whether the interreligious dialogue is a potential in managing conflict prevention. The research uses multi case single-site exploratory case study. Primary data was collected through observation as well as snowballing technique and in-depth interview conducted to village leaders and religious leaders in Punduh Pidada, District of Pesawaran in which the community is religiously diversed. They come from various religions; Islam, Christian and Catholic. Meanwhile secondary data was obtained through document analysis of various religious books, holy books and any documents related to the study. Data was qualitatively analysed by using the NVIVO 10 software. Contributions: Indonesia is a country with the most diverse number of ethnicities, race, languages, cultures and religions in the world, that diversity is wealth and assets for a nation, but if not properly maintained it will cause conflicts in society. Three ways to resolve conflict issues as described in this study can be used as examples and references by the government in overcoming and dealing with conflicts among society in Indonesia, especially conflicts related to religious issues.