Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI PEMBUATAN SUPLEMEN TRADISIONAL PENAMBAH IMUNITAS TUBUH UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI CORONA Lita Darmayanti; Ermiyati Ermiyati; Yohanna Lilis Handayani; Soewignjo Agus Nugroho; Manyuk Fauzi
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2251.083 KB) | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i1.2198

Abstract

Pandemi akibat penyebaran virus corona melanda Indonesia dalam rentang tahun 2020-2021. Ribuan korban terkonfirmasi covid berjatuhan. Pemerintah sudah melakukan program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pemberlakuan 3M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan), 5M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas) serta pemberian vaksin untuk meningkatkan antibodi tubuh dalam melawan virus. Faktor penting lain yang diperlukan untuk melawan infeksi virus adalah imunitas tubuh. Imunitas tinggi, infeksi virus corona bisa dikalahkan. Asupan supplemen yang mengandung vitamin C, D, E dan zink, bisa menambah daya imun tubuh. Kekayaan pangan di Indonesia berupa rempah-rempah dan bahan pangan (bahan herbal) dapat dijadikan suplemen tradisional. Khasiat bahan herbal ini dirasakan sejak dahulu. Khasiatnya sudah diteliti dan ahli kesehatan/gizi juga merekomendasikannya. Tujuan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini adalah menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang khasiat bahan herbal untuk menambah imunitas tubuh dalam mencegah infeksi covid. Sosialisasi dilakukan pada Ibu-ibu Majelis Taklim Masjid Al-Manar Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru. Kegiatan ini berupa penyuluhan tentang jenis tanaman herbal yang bisa digunakan sebagai obat herbal dan cara pembuatannya.Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan ibu- ibu MajelisTaklim Masjid Al-Manar tentang beberapa jenis bahan herbal yang bisa meningkatkan imunitas tubuh.
Assessment of Sail River Water Quality in Pekanbaru City Using the STORET and Pollution Index (IP) Methods Fitria, Dewi; Suci, Nabila Rahma; Darmayanti, Lita
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 20, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2025)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v20i1.40087

Abstract

The Sail River acts as the main drainage in Pekanbaru City. Several community activities around the Sail River, such as residential areas, plantations, livestock, shops, markets, and schools, cause decreasing in water quality in the Sail River. For this reason, it is necessary to analyze the water quality of the Sail River using the STORET method and the Pollution Index. The physical (temperature, TSS, TDS), chemical (pH, COD, DO, Pb), and biological (total coliform) parameters were analyzed. The results of the water quality analysis obtained were compared with Class II Water Quality Standards based on PP No. 22 of 2021. The results of the analysis of the quality status of the Sail River downstream based on the STORET method over the last five years show a "heavily polluted" condition, while the results of the IP method analysis show a "moderately polluted" condition. Based on the STORET and Pollution Index methods results, sail river needs a pollution control policy and management to overcome the pollution.
Potensi Spent Mushroom Substrate (SMS) dari Limbah Tandan Kosong Sawit (TKS) Sebagai Green Biosorben Yenie, Elvi; Darmayanti, Lita; Martina, Atria; Priscilia P Girsang, Yemima; Desce P Simarmata, Stella
Dampak Vol. 22 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.22.1.36-44.2025

Abstract

Spent mushroom substrate (SMS) is an organic compost medium produced from the mushroom cultivation process. The chemical composition of SMS includes 22.86% cellulose, 19.71% hemicellulose, and 10.24% lignin. The aim of this study is to determine the optimal biosorbent mass for lead (Pb) heavy metal biosorption and to analyze the characteristics of the best biosorbent using tests such as SEM, BET, XRD, FTIR, and lignocellulosic tests. The constant variables used are a contact time of 30 minutes, a stirring speed of 150 rpm, and a biosorbent size of 100 mesh. The variable to be tested is the biosorbent mass (0.5, 1, 1.5) grams. The results showed that the highest removal occurred with a biosorbent mass of 0.5 grams, with a biosorption capacity of 1.160 mg/g and an efficiency of 65%. SMS has rough, cracked, porous, and fragmented pores, with a surface area of 1.4666 m²/g, a pore size of 43.1569 Å, and a crystallinity degree of 1.89% from 5.30%. The lignin content is 13.93%, hemicellulose 9.25%, and cellulose 16.15%, while FTIR testing indicates the presence of hydroxyl, amino, carbonyl, and phosphate groups. Keyword: Heavy Metal Pb, biosorption, characterization, Spent Mushroom Substrate
Utilization of Vermicompost and Earthworms (Lumbricus Rubellus) for Bioremediation of Petroleum Polluted Soils Darmayanti, Lita; Putri, Nofia Afifah; Muhardi, Muhardi
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 8, No 1 (2023): EDISI MARET 2023
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v8i1.3723

Abstract

As one of the petroleum-producing countries, Indonesia is vulnerable to pollution and environmental damage due to petroleum mining activities. Petroleum contains harmful hydrocarbon compounds and can harm the ecosystem of surrounding living things. The hydrocarbon compounds in petroleum are so numerous that to determine petroleum pollution in the soil, the Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) parameter is used to represent these hydrocarbon compounds. One of the efforts to overcome the problem of soil pollution by petroleum can be done using biological methods known as bioremediation. Bioremediation is one of the essential alternative technologies because this effort is considered more economical and safe for the environment, although it takes longer. In this study, the technology applied was bioremediation using the vermicomposting technique. This study examined the bioremediation process using the vermicomposting technique by adding vermicompost and earthworms (Lumbricus rubellus) to overcome soil pollution due to petroleum waste. Based on the study's results, the composition of the mixture of oil-contaminated soil with vermicompost in a ratio of 1:2 (w/w) coupled with 25 worms can reduce the TPH level by 89.63%. The addition of vermicompost leads to an increase in soil porosity so that oxygen transfer for the survival of earthworms and the activity of degrading microbes during the bioremediation process is better than before.ABSTRAKIndonesia sebagai salah satu negara penghasil minyak bumi rentan terhadap risiko pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan minyak bumi. Minyak bumi mengandung senyawa hidrokarbon berbahaya, serta dapat merugikan ekosistem makhluk hidup sekitarnya. Senyawa hidrokarbon dalam minyak bumi sangat banyak sehingga untuk menentukan pencemaran minyak bumi pada tanah digunakan parameter Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) untuk mewakili senyawa-senyawa hidrokarbon tersebut. Salah satu upaya penanggulangan masalah pencemaran tanah oleh minyak bumi tersebut dapat dilakukan menggunakan cara biologi yang dikenal dengan isitilah bioremediasi. Bioremediasi merupakan salah satu teknologi alternatif penting karena upaya ini dianggap lebih ekonomis dan aman bagi lingkungan, walaupun membutuhkan waktu yang lebih lama. Dalam penelitian ini, teknologi yang diterapkan adalah bioremediasi menggunakan teknik vermicomposting. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji proses bioremediasi dengan menggunakan teknik vermicoposting dengan menambahkan vermikompos dan cacing tanah (Lumbricus rubellus) sebagai upaya penanggulangan pencemaran tanah akibat limbah minyak bumi. Berdasarkan hasil penelitian, komposisi campuran tanah terkontaminasi minyak dengan vermikompos dengan perbandingan 1:2 (b/b) yang ditambah dengan 25 ekor cacing bisa menurunkan kadar TPH sebesar 89.63%. Penambahan vermikompos menyebabkan peningkatan porositas tanah sehingga transfer oksigen untuk kelangsungan hidup cacing tanah dan aktivitas mikroba pendegradasi selama proses bioremediasi menjadi lebih baik
Analisis Kelimpahan Mikroplastik pada Air Permukaan dan Biota di Sungai Air Hitam Kota Pekanbaru, Riau Darmayanti, Lita; Priyambada, Gunadi; Khairani , Ayu Dhea
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 2 (2025): JPPL, September 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/5cjs1812

Abstract

Microplastics are plastic particles with a size of 1 μm – 5 mm that are widely present in surface water and sediments. Increased exposure to microplastics in water can affect food chain cycles, leading to bioaccumulation and biomagnification in fish. This study aims to analyze the abundance, types, and polymer types of microplastics in surface water and fish in the Air Hitam River, Pekanbaru City, Riau. Air Hitam River is one of the tributaries of Siak River which has a length of ±8,5 km. Determination of sampling locations for each segment using purposive sampling method based on existing conditions along the river flow by identifying sources of microplastic pollution. The results showed that the average abundance of microplastics in the waters of Air Hitam River was 330±150,3 particles/L. The average abundance of microplastics in 8 Chitala lopis was 0,86±0,24 particles/gram for meat samples and 4,35±0,4 particles/gram for gill and digestive tract samples. The types of microplastics found in this study are fragments, fibers, films, and pellets. The results of the Pearson Product Moment correlation analysis showed that there was a significant relationship between aquatic environmental parameters (temperature, pH, and flow velocity) and the abundance of microplastics in the Air Hitam River with a sig value. (0,005 < α 0,05) for temperature parameter, sig. (0,215 > α 0,05) for the pH parameter, and sig. (0,248 > α 0,05) for the flow velocity parameter. The polymer types identified based on the Differential Scanning Calorimetry (DSC) test results are Polycarbonate (PC) and Polypropylene (PP).
Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Okura Kota Pekanbaru Melalui Kegiatan Budidaya Ikan Lele Darmayanti, Lita; Kholik, Dede Abdul; Leowedi, Agung; Mahombar, Boby Steven; Fitra, Rakha Athaya; Novriyanti, Lucky; Desasy, Hannifah Julian; Safitri, Nurramadhani; Sigalingging, Krisda Novita; Hendriani, Annisa; Hesti, Tsaniatul Amania
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i2.4188

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan sebuah bentuk intrakurikuler yang merupakan implementasi dari salah satu Tridharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan kuliah kerja nyata menjadi peluang emas bagi mahasiswa yang cerdas, kritis, inovatif dan kreatif dalam mencarikan solusi dan strategi yang tepat untuk berbagai permasalahan pada masyarakat yang ada di desa. Penempatan lokasi mahasiswa KKN banyak diarahkan pada desa yang memiliki potensi yang unggul namun masih minim skill masyarakat dalam pengelolaan hasil alamnya. Desa Okura merupakan salah satu desa yang terletak di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Indonesia. Sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian berkebun dan nelayan dimana masih banyak masyarakat yang mempunyai pendapatan kurang. Peningkatan pendapatan masyarakat dapat dilakukan dengan pemberdayaan lingkungan untuk dijadikan usaha. Pengembangan usaha perikanan, khususnya budidaya ikan lele (Clarias sp) semakin gencar dilakukan. Tujuan dari pengabdian ini untuk mengetahui proses pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan budidaya ikan lele di Kelompok Subur Makmur Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan melalui pembekalan KKN, observasi, wawancara, penyuluhan, dan pembagian bibit ikan lele. Hasil pengabdian adalah peningkatan pendapatan masyarakat melalui budidaya ikan lele dapat dilakukan dengan membentuk kelompok budidaya, mengaktifkan kembali kolam ikan yang terlantar dengan pembersihan kawasan kolam ikan, pemberian bibit ikan dan perbaikan saluran air kolam ikan untuk menjaga kualitas air kolam. Untuk keberlanjutan program budidaya ikan lele harus dilakukan pemeliharaan dan pengawasan dari Ketua RT kepada anggota kelompok.Dengan adanya usaha budidaya ikan lele ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat sekitar untuk meningkatkan pendapatannya.
Penyisihan Warna, Zat Organik, dan Logam Fe Air Gambut dengan Magnetic Biochar Berbahan Dasar Cangkang Sawit Andrio, David; Mahardika, Dewa Ayu Divia Pradhaswari; Darmayanti, Lita
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 13 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v13i1.64365

Abstract

Air gambut menjadi salah satu air permukaan yang dapat digunakan masyarakat sebagai sumber air bersih. Meskipun jumlahnya banyak, dari segi kualitas air gambut kurang baik karena memiliki warna merah kecokelatan, kandungan organik tinggi, Fe tinggi, dan pH 3-5. Kondisi ini menyebabkan beberapa daerah di Provinsi Riau memiliki akses terbatas terhadap sumber air bersih, sehingga diperlukan pengolahan air gambut terlebih dahulu sebelum digunakan. Selain itu Provinsi Riau juga memiliki perkebunan sawit yang luas sehingga menghasilkan limbah cangkang sawit. Meskipun limbah cangkang sawit kaya dengan selulosa, hemiselulosa, dan lignin sehingga berpotensi untuk dijadikan magnetic biochar. Magnetic biochar adalah padatan kaya karbon dari biomassa yang memiliki sifat magnetik dengan penambahan ion yang mengandung logam dan melalui proses pirolisis. Magnetic biochar memiliki potensi untuk dijadikan adsorben. Penenlitian ini bertujuan untuk memanfaatkan magnetic biochar dari cangkang sawit untuk menyisihkan warna, zat organik, dan logam Fe dalam air gambutProses adsorpsi dilakukan dengan memvariasikan dosis magnetic biochar dan waktu kontak. Hasil analisis proksimat penyisihan terbaik diperoleh pada dosis magnetic biochar 8,55 g/l dan waktu kontak 150 menit dengan efisiensi penyisihan warna 69,1% serta zat organik dengan efisiensi penyisihan 54,5%. Di sisi lain konsentrasi Fe mengalami peningkatan setelah dilakukan pengolahan dari 0,07 mg/l menjadi 0,60 mg/l pada dosis 1,25 g/l dan waktu kontak 30 menit. Kandungan warna dan zat organik hasil  pengolahan masih melebihi baku mutu air untuk keperluan higiene sanitasi.
Innovative Use of Palm Oil Fly Ash-Based Zeolite for Zinc (II) Removal from Wastewater Darmayanti, Lita; Adawiyah, Rodiah Rabi’ah Al
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 5 (2025): September 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.5.1353-1358

Abstract

Zinc (Zn) is a heavy metal commonly found in wastewater, with Zn (II) levels above the threshold causing health problems and environmental pollution. Though zinc is essential, excess zinc can lead to poisoning. Thus, Zn (II) must be removed before releasing water into the environment. The adsorption method is effective for controlling heavy metal pollution, with zeolite based on POFA (palm oil fly ash) as a useful adsorbent. This research aims to analyze the influence of pH, adsorbent dose, contact time, and initial concentration on POFA-based zeolite's ability to remove Zn (II). Experiments were conducted by varying pH (3, 4, 5, 6, 7), adsorbent dosage (1, 1.5, 2, 2.5, 3 g/L), contact time (5, 10, 15, 30, 60, 90, 120, 150, 180 minutes), and initial Zn (II) concentration (2, 4, 6, 8, 10, 15 mg/L). Results showed the highest Zn removal efficiency at pH 6, an adsorbent dose of 2 g/L, and a contact time of 60 minutes, achieving 98.77% removal. The Zn (II) adsorption process fits the Langmuir and Freundlich isotherms, with a maximum adsorption capacity of 28.27 mg/g. The adsorption kinetics followed a pseudo-second-order model with qe 5.04 mg/g and an adsorption rate constant of 0.197 g.mg-1.min-1.
ANALISIS FENOMENA URBAN HEAT ISLAND BERDASARKAN TUTUPAN LAHAN DI KOTA PEKANBARU Sasmita, Aryo; Darmayanti, Lita; Putra, Iqbal Perdana
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v24i2.710

Abstract

Pekanbaru City is the capital of Riau Province with a variety of very rapid development activities along with the increasing number of city residents, resulting in reduced vegetative land. This is the cause of the increase in surface temperature in Pekanbaru City, especially in the city center, which can accelerate the Urban Heat Island (UHI) phenomenon. The purpose of this study was to determine the distribution of surface temperature and identify the UHI phenomenon in Pekanbaru City. The research method is to identify the distribution of surface temperatures in the research period 2013-2018. Extraction of surface temperature comes from Landsat 8 imagery. The UHI phenomenon is seen from the temperature difference between the downtown area represented by Sukajadi Village and suburban areas, namely Kulim Village, Tebing Tinggi Okura, Muara Fajar, and Tuah Karya. The results showed that Pekanbaru City experienced the UHI phenomenon during the study period, because the temperature was already more than 30℃ and there was a temperature difference between the city center and the outskirts of the city that exceeded 3℃.
Pemanfaatan Magnetic Biochar dari Cangkang Sawit Sebagai Adsorben untuk Menyisihkan COD, Total Suspended Solid, Minyak dan Lemak dalam Air Buangan Domestik Andrio, David; Saputra, Muhammad Ramadhan; Darmayanti, Lita
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 3 (2024): March
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i3.4597

Abstract

Greywater is wastewater from domestic activities sourced from kitchens, bathrooms, and laundry water. Greywater discharged directly into the environment can cause a decrease in surface water quality due to its high organic content, nutrients, pathogenic bacteria, and detergents and surfactants. One method that can be used to remove organic and nutrient content is adsorption. The success of the adsorption process is determined by several factors, such as adsorbent type, dosage, contact time, and others. One adsorbent that has attracted the attention of many researchers in recent years is magnetic biochar. This study aims to remove chemical oxygen demand (COD), total suspended solids (TSS), oil, and grease from greywater with a magnetic biochar adsorbent made from palm shells. The study was conducted by varying the dose of 1.2–8.55 g/l and the contact time of 30–150 minutes. The results showed that increasing the dose and contact time can increase the removal efficiency of COD, TSS, oil, and grease. The best results were obtained at a dose of 8.55 g/l and a contact time of 150 minutes. The removal of COD, TSS, oil, and grease was 87.91%, 88.46%, and 99.96%, respectively.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adawiyah, Rodiah Rabi’ah Al Adrianto Ahmad Alex Kurniawandy Amalia Masturah Aminuyati Annam, M. Khairul Annisa Arifandita Mifshella Arhamny Arhamny Ari Sandhyavitri Aryo Sasmita Atria Martina Bahruddin Bambang Sujatmoko Benny urzikri Rahim Cahyani, Anugrah Damanhuri, Enri Damayanti, Elok David Andrio Desasy, Hannifah Julian Desce P Simarmata, Stella Dewi Fitria Dewi Fitria DEWI FITRIA, DEWI Dewi, Dian Kharisma Dian Paramita Dwiegi Safitri Febriani Dwiegi Safitri Febriani Edward HS Edward Hs Edward Sitio Edy Saputra Elvi Yenie, Elvi Enri Damanhuri Enri Damanhuri Enri Damanhuri Ermiyati Ermiyati Ermiyati Ermiyati, Ermiyati Eryan Chintya Debby Esther RA Fachry Abda El Rahman Fadli Dirga Subardi Fauzi, Manyuk Febiola, Ollga Febriana, Hertina Febriansyah, M. Ferdy Ashari Syawal Fika Rahma Yuni Fika Rahma Yuni Fikri Julian Fitra, Rakha Athaya Grethy Asmara Sitorus Habrio Ilva YR Hamdani . Hamdani Hamdani Hendriani, Annisa Hesti, Tsaniatul Amania Husni, Afdaul Imelda Dewi Agusti Iqbal Perdana Putra Irpan, Apdani Jaya Alexander Pandiangan Jecky Asmura Kartika Pratama Syafitri Khairani , Ayu Dhea Khairat Kholik, Dede Abdul Leowedi, Agung Lidya Astuti Lisa Asmiyarna Lisa Asmiyarna M. Khairul Annam M. Ridwansyah Mahardika, Dewa Ayu Divia Pradhaswari Mahombar, Boby Steven Marta Yudha Ozman May Kristina Maya Septiani Wijaya Monita Olivia Muhamad Yusa Muhammad Hasbu Nazar Muhardi Muhardi Mutia Putri Mutia Putri Nadia Yulia Lestari Nadya Dwi Permatasari Vionola Norima Sabrina Novriyanti, Lucky Okdika Berliandra Olivia, Arinda Oni Loretha Priscilia P Girsang, Yemima Priyambada, Gunadi Purwoko, Agus Putra, Iqbal Perdana Putri, Dini Riskiana Putri, Nofia Afifah Regina Deva Aulia Reynaldi Saputra Rezeki, Muhammad Dio Rilian Gerry Sitompul Ririn Yuari Farandia Roma Dearni Ryan Renaldi S Siswanto Safitri, Nurramadhani Saputra, Muhammad Ramadhan Sarah Dwi Arini Shinta Elistya Shinta Elystia Sigalingging, Krisda Novita Soewignjo Agus Nugroho Soewignjo Agus Nugroho Sri Febria Sri Helianty Sri Rezeki Muria Suci, Nabila Rahma Suprihanto Notodarmodjo Suprihanto Notodarmojo Sutikno, Sigit Syamsul Arifin Syarfi Daud Tania Octalina Tamamy Ucok H Pulungan Usman, Ratika Winda Astuti Halinda Putri Wulandari Wulandari Yasmin Nabila Dharma Yogi Guntara Yohanna Lilis H Yuni, Fika Rahma Zuchra Helwani