Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PELATIHAN BAHASA JEPANG DASAR BAGI PELAKU WISATA DAN PELATIHAN PEMBUATAN ECO ENZIM UNTUK IBU-IBU PAKIS DESA ADAT MAS, KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR Lien Darlina; Ni Made Rai Sukmawati; Wahyuning Dyah; Solihin Solihin
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 10 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i10.939

Abstract

Pelatihan Bahasa Jepang Dasar Bagi Pemandu Wisata dan Pelatihan Pembuatan Eco Enzim Untuk Ibu-ibu Pakis Desa Adat Mas Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar sangat diperlukan. Hal tersebut sangat penting bagi warga Desa Adat untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam mendukung perekonomian dan masalah sampah dapur rumah tangga di era corona yang selama ini masyarakat banyak bergerak di bidang kerajinan perkayuan terutama ukiran kayu yang merupakan ikon pariwisata di daerah ini. Juruan Pariwisata Politeknik Negeri Bali sebagai lembaga pendidikan vokasi mengamati perkembangan pariwisata alam, seni dan budaya serta keterampilan praktis warga di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar memerlukan peningkatan SDM pelaku wisata lebih lanjut di era corona ini, baik di bidang promosi wisata maupun keterampilan baru dalam mengatasi sampah dapur rumah tangga. Dari survei dan pengamatan yang dilakukan di Desa Adat Mas, masih adanya hambatan-hambatan dalam pengelolaan berbagai potensi wisata, terutama tentang promosi wisata alam, seni budaya dan kebahasan yang dihadapi oleh pelaku pariwisata dan pengetahuan cara mengatasi sampah dapur rumah tangga. Oleh karena itu kemampuan promosi dan komunikasi masyarakat yang masih minim harus diimbangi oleh kemampuan promosi dan kemampuan bahasa asing untuk melayani para wisatawan asing tersebut. Kondisi ini perlu disikapi dengan memberikan pelatihan bahasa asing khususnya bahasa Jepang dasar dan promosi wisata yang menekankan pada pelayanan pariwisata dan komunikasi sehari-hari, serta Pelatihan Pembuatan Eco Enzim Untuk Ibu-ibu Pakis Desa Adat Mas untuk mengatasi sampah dapur menjadi bermanfaat. Dengan meningkatnya pengetahuan bahasa Jepang, metode promosi pariwisata yang tepat dan pengetahuan tentang eco enzim diharapkan akan meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat Desa Mas tersebut dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pengunjung (customer service) khususnya wisatawan asing dapat mencapai kepuasan pengunjung (customer satisfaction) yang pada gilirannya wisatawan asing akan lebih banyak datang dan pada gilirannya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
PELATIHAN BAHASA JEPANG DASAR BAGI PEMANDU WISATA DI PURA LUHUR ULUWATU DESA PECATU, KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG Lien Darlina; Tri Tanami Sukraini; Solihin Solihin; I Ketut Sutama
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i4.3318

Abstract

Pura Luhur Uluwatu yang berada di ujung selatan kaki Pulau Bali terletak di Desa Uluwatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung sangatlah terkenal, dan keberadaannya merupakan salah satu daya tarik wisata unggulan di Bali. Di berbagai majalah dan brosur pariwisata Bali kerap kali terpampang foto Pura Uluwatu yang berdiri menjulang dengan latar belakang hamparan laut biru yang memukau. Pura Uluwatu telah menjadi ikon pariwisata Bali. Warga Desa Adat Pecatu yang mengemban tanggung jawab dan menjadi pendukung utama kegiatan perawatan maupun ritual keagamaan di Pura Uluwatu, sehingga bisa terus menebarkan pesona yang mampu menarik minat wisatawan. Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu obyek wisata andalan di Pulau Bali, dan pada kenyataannya Desa Pecatu mengalami pertumbuhan pesat wisatawannya sejak tahun 1990-an. Berdasarkan Struktur Desa Pecatu, Pura Luhur Uluwatu berada pada Manajemen khusus dan berada di bawah Desa Adat Pecatu yang di bawahnya ada bidang Pemandu Wisata. Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali sebagai lembaga pendidikan vokasi mengamati perlunya peningkatan SDM Pemandu Wisata Pura Luhur Uluwatu, terutama bahasa asing termasuk bahasa Jepang. Dengan meningkatkan kualitas bahasa dalam melayani wisatawan asing diharapkan kedatangan wisatawan asingpun meningkat, dan pada gilirannya peningkatan ekonomipun meningkat pula. Dari pengamatan yang dilakukan, Pemandu Wisata di Pura Uluwatu masih kurang mampu berkomunikasi dengan orang asing, terutama dengan orang Jepang. Oleh karena itu kemampuan komunikasi Pemandu Wisata yang masih minim harus ditingkatkan. Kondisi ini perlu disikapi dengan memberikan pelatihan bahasa Jepang Dasar bagi Pemandu Wisata di Pura Luhur Uluwatu, khususnya bahasa Jepang yang menekankan pada pelayanan pariwisata dan komunikasi sehari-hari. Dengan meningkatnya kemampuan bahasa Jepang yang tepat, diharapkan akan meningkatkan kualitas layanan Pemandu Wisata Pura Luhur Uluwatu kepada pengunjung (customer service) khususnya wisatawan Jepang dapat mencapai kepuasan pengunjung (customer satisfaction) yang pada gilirannya wisatawan asing akan lebih banyak datang dan nantinya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
The Level of Politeness by Using Personal Pronouns on Campus Harisal - Harisal; Wahyuning Dyah; Lien Darlina; Kanah Kanah
IZUMI Vol 14, No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/izumi.14.1.59-66

Abstract

<p class="abstract"> Personal pronouns are a part of language. The use of the speaker’s pronouns to interlocutors is called first-person pronouns; The use of interlocutor’s pronouns to speakers is called second-person pronouns. Meanwhile, the use of personal pronouns to the object of conversation is called third-person pronouns. This research aimed to disclose the level of politeness by using personal pronouns on campus. It was located in the Tourism Department, State Polytechnic of Bali, and the object of the research is people with academic backgrounds who performed conversations by using personal pronouns. The research was descriptive-qualitative methodology and implemented the research techniques, including observation, documentation, literature, and triangulation. The research results reveal that several levels of politeness occur in the use of personal pronouns on campus. This is usually expressed when the speaker pays attention to the person he is talking to and the object of the conversation. Apart from that, the use of personal pronouns pays attention to several things so that there are no deviations in their use. The elements that must be considered include age, social status, and feelings.</p> <a href="https://gb777info.com">gb777</a><a href="https://pajak.blitarkota.go.id/uploads/profile/">gb777</a><a href="https://baak.uika-bogor.ac.id/uploads/">slot gacor</a><a href="https://siadmin.baak.uika-bogor.ac.id/files/images/">gb777</a><a href="https://jdih.dprd-pemalangkab.go.id/">gb777</a><a href="https://disnakertrans.bungokab.go.id/">GB777</a><a href="https://jdih.bungokab.go.id/">GB777</a>slot gacorslot gacor
Implementation of Eco-Office by Guest Service Division in Supporting Melia Bali a s a Green Hotel Luh Made Putri Wedarianti; Lien Darlina; Putu Virgananta Nugraha; Wahyuning Dyah; I Nyoman Cahyadi Wijaya
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 5 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v5i1.336

Abstract

Purpose: This research aims to determine the implementation of eco-office by Guest Service Division in supporting Melia Bali Indonesia as a green hotel. Research method: The data collection method used in this research is observation, questionnaires, interviews and documentation. Researchers conducted interviews with the guest service manager & assistant manager and distributed questionnaires to the five guest service division staff. The data analysis technique used is qualitative descriptive analysis with descriptive statistics ranging from rating scales in the form of averages. Results and discussion: The results of the analysis show that Melia Bali Indonesia, especially the guest service division, adopts the eco-office concept which is divided into 5, namely electricity saving aspects, water saving & conservation aspects, office waste management aspects, greening aspects, and Other aspects of efforts made in addition to the previous criteria are related to maximizing the use of technology as a means of communication and making reports, as well as minimizing the use of paper and plastic. Implication: The implementation of eco-office has been carried out quite well, so that these efforts directly contribute to the hotel's efforts to implement the green hotel as a whole.