Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA MAHASISWA (Studi Kasus Mahasiswa UIN Suska Riau) Amirah Diniaty
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 11, No 2 (2012): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v11i2.505

Abstract

Premarital sexual behavior is a sexual behavior without going through the formal process of marriage according to the law, religions and individual beliefs. It can be varied, such as feelings of attraction to the opposite sex, dating, flirting and sexual intercourse. The number of student who has sexual behavior before marriage, like icebergs on the surface of the sea, which seems just a bit, but essentially full of lumps. This is due to what she/he has done is outside monitoring of parents, faculty and the community. The results showed that the premarital sexual behavior always practiced by the respondents when they meet their partner are holding hands, kissing (dry and wet kisses) and flirting. There was a respondent who is always having sexual intercourse with his partner at least twice a week except when the patner has menstruation.
PERBEDAAN PENANGANAN PERILAKU SISWA YANG MENGGANGGU DALAM PROSES PEMBELAJARAN KLASIKAL SEKOLAH MENENGAHOLEH GURU LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN Amirah Diniaty
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 15, No 2 (2016): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v15i2.2645

Abstract

Female teacher tends to recognize irritating behavior of the pupils (Prilaku Siswa yang Menggangu/PSM) in learning process compared with male teacher. However, the difference is less significance. The most dominant form of PSM happening to the pupil is attention seeker in which the pupil talk in classroom during the learning process. Even though PSM is rare, it still requires an appropriate measure conducted by the teacher toward the PSM in order to lessen the frequency. The finding of this research shows that male teacher stricter than female teacher in handling PSM.
PERAN ORANG TUA MENGATASI MASALAH REMAJA PENGHIRUP LEM Amirah Diniaty; Mahdar Ernita; Afrida Afrida; Dody Leyno Amperawan; Emilia Susanti
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 17, No 2 (2018): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v17i2.6419

Abstract

Tulisan ini menjelaskan upaya orang tua dalam menangani perilaku remaja menghirup lem atau dikenal dengan istilah "ngelem". Lokasi penelitian di desa Kualu Nenas perbatasan kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Metode penelitian participatory action research. Data dikumpulkan melalui wawancara pada orang tua dan aparat desa, ditindaklanjuti dengan bimbingan orangtua yang memiliki remaja berperilaku “ngelem”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua belum peduli dan menganggap remeh kebiasaan remaja menghirup lem. Mereka tidak menyadari akibat buruk dari kebiasaan menghirup lem pada remaja. Peneliti membicarakan dengan orangtua dan melatih mereka untuk berperilaku yang tepat kepada remaja sehingga dapat menghentikan perilaku menghirup lem tersebut. Diperlukan kesadaran masyarakat untuk mencegah remaja sehingga berhenti ngelem, karena perilaku tersebut berdampak secara sosial, fisik, dan psikis pada remaja
Pemberdayaan Psikologi dan Keterlibatan Perempuan dalam Pengelolaan Bina Keluarga Remaja (BKR) di Wilayah Perbatasan Riswani Riswani; Amirah Diniaty; Rohani Rohani; Mahdar Ernita; Afrida Afrida; Hermansyah Hermansyah
Sosial Budaya Vol 18, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v18i2.15655

Abstract

Kesuksesan sebuah program pemberdayaan tidak saja ditentukan oleh faktor dari luar diri individu pesertanya, tapi ia jug ditentukan oleh faktor dari dalam individu yaitu pemberdayaan psikologi. Artikel ini membahas pengaruh pemberdayaan psikologi terhadap keterlibatan perempuan dengan kelompok sosial kemasyarakatan Bina Keluarga Remaja (BKR). Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, menggunkan wawancara dan observasi sebagai alat pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan psikologi mempengaruhi keterlibatan perempuan dengan BKR. Aspek lain yang ditemukan adalah dukungan suami terhadap keterlibtaan isteri dengan BKR merupakan hal yang mendukung tingginya psikologi perempuan di wilayah perbatasan. Direkomendasikan agar pihak yang terkait dalam pemberdayan perempuan mempertimbangkan keterwakilan gender dalam setiap program pemberdayaan. Penelitian selanjutnya terkait pemberdayaan psikologi diarahkan pada jumlah informan yang lebih besar dan pada bidang sosial lainnya seperti ekonomi atau kesehatan.
Peluang dan Tantangan Pelayanan Konseling Pada Setting Masyarakat di Indonesia (Perspektif Dari Perkembangan Konseling Setting Masyarakat Di Amerika) Amirah Diniaty
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.811 KB) | DOI: 10.29210/1600

Abstract

Keberadaan pelayanan konseling pada setting masyarakat Indonesia yang majemuk baik dari segi latar belakang ekonomi, sosial, budaya, agama,  pendidikan, pekerjaan dan kondisi alam disekitarnya, saat ini perlu ditinjau peluang dan tantangannya. Belajar dari apa yang telah terjadi di Amerika yang saat ini profesi konseling telah mendapat tempat di hati masyarakatnya, maka profesi konselor di Indonesia harus membenahi diri siap dengan peluang dan tantangan yang ada. Konselor yang memilih bekerja dilingkungan ini berkesempatan untuk melayani orang yang memiliki kekurangan, pecandu, orang tua, orang yang terganggu mentalnya, pegawai pemerintah dan militer, pegawai di perusahaan besar. Tugas dan tantangannya banyak. Untuk itu konselor yang bekerja pada setting masyarakat harus bersifat fleksibel, berpengetahuan luas, memiliki koneksi, dan siap untuk menanggapi beberapa permintaan.
Mewaspadai Secondary Traumatic Stress Saat Memberi Pelayanan Konseling Amirah Diniaty
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 2, No 3 (2014): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.61 KB) | DOI: 10.29210/110100

Abstract

Not infrequently counselor faced with complicated problems and traumatic outstanding experienced by the client. According to Figley and Stamm (in Stamm, 1999), a trauma counselor can come to experience some of the symptoms are similar to Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), which is owned by their clients. Figley (in Richardson, 2001) defines this situation with Secondary Traumatic Stress (hereinafter referred to as STS), which is something that occurs naturally, is a behavioral and emotional consequences as a result of knowledge about a traumatic event experienced by a significant other. The term 'secondary' refers to the fact that the trauma experienced by others, but then experienced by the participating parties observe, giving aid, or listen to the story (Sidabutar, 2003). This is the "price" of giving attention, care, and help individuals who experience trauma. Counselors need to be aware of this condition. Discussion professional is one important activity that needs to be done.
Protect your self (building self-awareness in preventing lesbian, gay, bisexual, and transgender among elementary school students through counseling) Amirah Diniaty; Suhertina Suhertina
Journal of Counseling and Educational Technology Vol 1, No 1 (2018): Journal of Counseling and Educational Technology
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.982 KB) | DOI: 10.32698/021

Abstract

This research aims to highlight how to prevent LGBT cases that initially occur to primary school student since they are susceptible to be the victims of pedophilia. During this age, they still think concrete, so that they must get proper and correct understanding to protect themselves from LGBT cases. This was an action research by providing counseling services to children: group counseling and information services. The main issue was how to built the students’ awareness in protecting themselves when they interact to the foreigners. This research involved 15 five grade students of Islamic primary school in Pekanbaru and 30 fourth and third grade students of Public Elementry School in Bangkinang. The findings suggest that most students were interested in joining couceling sessions especially in discussing personal issues. The challenge is counselor  needs to provide natural, clear, and understandable information packed with concrete examples and interesting media.
Dukungan Orangtua terhadap Minat Belajar Siswa Amirah Diniaty
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 3, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v3i1.592

Abstract

 Minat mempunyai peran penting dalam proses pembelajaran, karena dengan adanya minat, siswa akan lebih konsentrasi, semangat, gembira, tidak mudah bosan, dan bersungguh-sungguh dalam belajar. Sehingga dengan demikian siswa mencapai suatu keberhasilan belajar. Minat belajar dipengaruhi oleh faktor dalam diri dan dari luar diri individu, salah satu faktor dari luar diri adalah dukungan orangtua. Minat belajar siswa yang tidak terlepas dari dukungan orangtua karena orangtua adalah orang yang sangat urgen dengan diri siswa. Dukungan yang diberikan orangtua berupa dukungan emosional seperti kepedulian, perhatian, motivasi kepada anak (siswa), dukungan penghargaan berupa dorongan positif atau reward, dukungan instrumental berupa fasilitas belajar, biaya, dan dukungan informasi berupa petunjuk, saran, nasehat, berbagi pengalaman yang diberikan orangtua kepada anaknya yang berperan sebagai siswa dalam belajar. Adanya dukungan orangtua tersebut akan memicu minat siswa dalam belajar.
ANALISIS “SENSE OF COMMUNITY” MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELINGDI PTKIN BERDASARKAN STATUS INSTITUSI DAN SEKOLAH ASAL Amirah Diniaty
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 1, No 1 (2015): Januari-Juni 2015
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v1i1.923

Abstract

Sense of community (SOC) on student self Prodi BK in Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) will lead  to a sense of empathy, mutual aid between the academic community in order to achieve success together in learning and career as a counselor later,.This study is a comparative study using factor analysis with Kruskal Willis. The study population was student of Counseling 4th semester of the academic year 2014/2015 in PTKIN  different  status is IAIN Imam Bonjol Padang, State Islamic University Syarif Kasim Sultan Riau and IAIN Jamil Jambek Bukittinggi. These samples included 136 people. Data were collected by questionnaire and processed using SPSS. The results showed differences in student scores SOC Prodi BK based on the status of their home institutions and schools are boarding schools, high schools, and vocational MAN.
Mengembangkan Komunikasi Efektif dalam Pembelajaran Klasikal oleh Pendidik Amirah Diniaty
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 2, No 2 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v2i2.950

Abstract

Pembelajaran klasikal berisi proses komunikasi, yang melibatkan pendidik, sebagai komunikator dan siswa sebagai komunikan bahkan timbal balik terjadi multiarah. Komunikasi yang lancar antara pendidik dan peserta didik akan meningkatkan kualitas pembelajaran yang berlangsung dan pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. Untuk itu skill pendidik terutama dibutuhkan untuk dapat mengembangkan komunikasi yang efektif dalam proses pembelajaran di kelas.