Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pemberdayaan Psikologi dan Keterlibatan Perempuan dalam Pengelolaan Bina Keluarga Remaja (BKR) di Wilayah Perbatasan Riswani Riswani; Amirah Diniaty; Rohani Rohani; Mahdar Ernita; Afrida Afrida; Hermansyah Hermansyah
Sosial Budaya Vol 18, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v18i2.15655

Abstract

Kesuksesan sebuah program pemberdayaan tidak saja ditentukan oleh faktor dari luar diri individu pesertanya, tapi ia jug ditentukan oleh faktor dari dalam individu yaitu pemberdayaan psikologi. Artikel ini membahas pengaruh pemberdayaan psikologi terhadap keterlibatan perempuan dengan kelompok sosial kemasyarakatan Bina Keluarga Remaja (BKR). Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, menggunkan wawancara dan observasi sebagai alat pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan psikologi mempengaruhi keterlibatan perempuan dengan BKR. Aspek lain yang ditemukan adalah dukungan suami terhadap keterlibtaan isteri dengan BKR merupakan hal yang mendukung tingginya psikologi perempuan di wilayah perbatasan. Direkomendasikan agar pihak yang terkait dalam pemberdayan perempuan mempertimbangkan keterwakilan gender dalam setiap program pemberdayaan. Penelitian selanjutnya terkait pemberdayaan psikologi diarahkan pada jumlah informan yang lebih besar dan pada bidang sosial lainnya seperti ekonomi atau kesehatan.
Peluang dan Tantangan Pelayanan Konseling Pada Setting Masyarakat di Indonesia (Perspektif Dari Perkembangan Konseling Setting Masyarakat Di Amerika) Amirah Diniaty
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.811 KB) | DOI: 10.29210/1600

Abstract

Keberadaan pelayanan konseling pada setting masyarakat Indonesia yang majemuk baik dari segi latar belakang ekonomi, sosial, budaya, agama,  pendidikan, pekerjaan dan kondisi alam disekitarnya, saat ini perlu ditinjau peluang dan tantangannya. Belajar dari apa yang telah terjadi di Amerika yang saat ini profesi konseling telah mendapat tempat di hati masyarakatnya, maka profesi konselor di Indonesia harus membenahi diri siap dengan peluang dan tantangan yang ada. Konselor yang memilih bekerja dilingkungan ini berkesempatan untuk melayani orang yang memiliki kekurangan, pecandu, orang tua, orang yang terganggu mentalnya, pegawai pemerintah dan militer, pegawai di perusahaan besar. Tugas dan tantangannya banyak. Untuk itu konselor yang bekerja pada setting masyarakat harus bersifat fleksibel, berpengetahuan luas, memiliki koneksi, dan siap untuk menanggapi beberapa permintaan.
Mewaspadai Secondary Traumatic Stress Saat Memberi Pelayanan Konseling Amirah Diniaty
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 2, No 3 (2014): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.61 KB) | DOI: 10.29210/110100

Abstract

Not infrequently counselor faced with complicated problems and traumatic outstanding experienced by the client. According to Figley and Stamm (in Stamm, 1999), a trauma counselor can come to experience some of the symptoms are similar to Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), which is owned by their clients. Figley (in Richardson, 2001) defines this situation with Secondary Traumatic Stress (hereinafter referred to as STS), which is something that occurs naturally, is a behavioral and emotional consequences as a result of knowledge about a traumatic event experienced by a significant other. The term 'secondary' refers to the fact that the trauma experienced by others, but then experienced by the participating parties observe, giving aid, or listen to the story (Sidabutar, 2003). This is the "price" of giving attention, care, and help individuals who experience trauma. Counselors need to be aware of this condition. Discussion professional is one important activity that needs to be done.
Protect your self (building self-awareness in preventing lesbian, gay, bisexual, and transgender among elementary school students through counseling) Amirah Diniaty; Suhertina Suhertina
Journal of Counseling and Educational Technology Vol 1, No 1 (2018): Journal of Counseling and Educational Technology
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.982 KB) | DOI: 10.32698/021

Abstract

This research aims to highlight how to prevent LGBT cases that initially occur to primary school student since they are susceptible to be the victims of pedophilia. During this age, they still think concrete, so that they must get proper and correct understanding to protect themselves from LGBT cases. This was an action research by providing counseling services to children: group counseling and information services. The main issue was how to built the students’ awareness in protecting themselves when they interact to the foreigners. This research involved 15 five grade students of Islamic primary school in Pekanbaru and 30 fourth and third grade students of Public Elementry School in Bangkinang. The findings suggest that most students were interested in joining couceling sessions especially in discussing personal issues. The challenge is counselor  needs to provide natural, clear, and understandable information packed with concrete examples and interesting media.
Dukungan Orangtua terhadap Minat Belajar Siswa Amirah Diniaty
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 3, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v3i1.592

Abstract

 Minat mempunyai peran penting dalam proses pembelajaran, karena dengan adanya minat, siswa akan lebih konsentrasi, semangat, gembira, tidak mudah bosan, dan bersungguh-sungguh dalam belajar. Sehingga dengan demikian siswa mencapai suatu keberhasilan belajar. Minat belajar dipengaruhi oleh faktor dalam diri dan dari luar diri individu, salah satu faktor dari luar diri adalah dukungan orangtua. Minat belajar siswa yang tidak terlepas dari dukungan orangtua karena orangtua adalah orang yang sangat urgen dengan diri siswa. Dukungan yang diberikan orangtua berupa dukungan emosional seperti kepedulian, perhatian, motivasi kepada anak (siswa), dukungan penghargaan berupa dorongan positif atau reward, dukungan instrumental berupa fasilitas belajar, biaya, dan dukungan informasi berupa petunjuk, saran, nasehat, berbagi pengalaman yang diberikan orangtua kepada anaknya yang berperan sebagai siswa dalam belajar. Adanya dukungan orangtua tersebut akan memicu minat siswa dalam belajar.
ANALISIS “SENSE OF COMMUNITY” MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELINGDI PTKIN BERDASARKAN STATUS INSTITUSI DAN SEKOLAH ASAL Amirah Diniaty
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 1, No 1 (2015): Januari-Juni 2015
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v1i1.923

Abstract

Sense of community (SOC) on student self Prodi BK in Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) will lead  to a sense of empathy, mutual aid between the academic community in order to achieve success together in learning and career as a counselor later,.This study is a comparative study using factor analysis with Kruskal Willis. The study population was student of Counseling 4th semester of the academic year 2014/2015 in PTKIN  different  status is IAIN Imam Bonjol Padang, State Islamic University Syarif Kasim Sultan Riau and IAIN Jamil Jambek Bukittinggi. These samples included 136 people. Data were collected by questionnaire and processed using SPSS. The results showed differences in student scores SOC Prodi BK based on the status of their home institutions and schools are boarding schools, high schools, and vocational MAN.
Mengembangkan Komunikasi Efektif dalam Pembelajaran Klasikal oleh Pendidik Amirah Diniaty
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 2, No 2 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v2i2.950

Abstract

Pembelajaran klasikal berisi proses komunikasi, yang melibatkan pendidik, sebagai komunikator dan siswa sebagai komunikan bahkan timbal balik terjadi multiarah. Komunikasi yang lancar antara pendidik dan peserta didik akan meningkatkan kualitas pembelajaran yang berlangsung dan pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. Untuk itu skill pendidik terutama dibutuhkan untuk dapat mengembangkan komunikasi yang efektif dalam proses pembelajaran di kelas. 
Student Social Conflicts with Teacher and Its Handling on Guidance and Counseling Aldi Ihsandi; Amirah Diniaty
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 1 (2020): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.129 KB) | DOI: 10.24014/0.879159

Abstract

Qualitative approach was used in this research and it was in the term of the type of data.  The qualitative approach type was a research producing qualitative descriptive data, an approach produced data in the forms of written or spoken words of people and behaviors that could be observed.  This research aimed at knowing the causes of student social conflicts with teachers at State Junior High School 1 Bandar Laksamana, Bengkalis Regency, Riau and its handling by a Guidance and Counseling teacher.  The subjects of this research were the students, and the objects were student social conflicts with teachers and its handling on Guidance and at State Junior High School 1 Bandar Laksamana, Bengkalis Regency, Riau.  The main informants were 9 persons.  The informants were 4 students having social conflicts with teachers, 4 teachers having social conflicts with students, and a Guidance and Counseling teacher.  Interview and documentation were the techniques of collecting the data.  The research findings showed that the causes of student social conflicts with teachers at State Junior High School 1 Bandar Laksamana, Bengkalis Regency, Riau were (1) communication, (2) coming late to the class, (3) not doing the assignment, (4) truanting or not joining the learning, (5) smoking, and (6) dissent.  Its handling by a Guidance and Counseling teacher was (1) giving advice, (2) giving punishment, (3) giving a service in Guidance and Counseling, (4) the role of parents, and (5) the handling by the headmaster.
MEWASPADAI MISKONSEPSI NILAI BUDAYA DALAM PELAKSANAAN KONSELING INDIVIDUAL Amirah Diniaty
Educational Guidance and Counseling Development Journal Vol 1, No 1 (2018): EGCDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.127 KB) | DOI: 10.24014/egcdj.v1i1.4826

Abstract

Perbedaan budaya antara klien dan konselor akan menjadi penghambat tercapainya konseling yang efektif jika konselor tidak mewaspadai miskonsepsi dan terjadinya kesalahpahaman terhadap nilai budaya klien. Miskonsepsi tersebut dapat berupa culturally encalsulated, overculturalizing, rasisme dan proses akulturasi klien. Konselor perlu memahami dan memiliki wawasan budaya yang cukup dan mempelajari keterkaitanya dengan perilaku klien. Salah satu model perspektif lintas budaya yang dapat dipakai konselor dalam mencegah terjadinya miskonsepsi nilai budaya adalah model McFadden. Model ini menekankan perlunya konselor menguasai pengetahuan akan budaya klien, memahami etnik, ras, performa, percakapan, tingkah laku kelompok sosial dari klien agar bisa memiliki komunikasi yang bermakna, dan penggunaan pendekatan konseling yang tepat.
Isu-Isu Dalam Praktik Konseling Perkawinan dan Perspektif Islam Inas Zahra; Amirah Diniaty
Educational Guidance and Counseling Development Journal Vol 3, No 1 (2020): EGCDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/egcdj.v3i1.9507

Abstract

Tingginya angka perceraian, menjadi isu yang tidak pernah berhenti dibicarakan dalam setiap decade, padahal keutuhan rumah tangga menjadi benteng bagi individu untuk menghadapi permasalahan dimasyakarat. Untuk itu layanan konseling perkawinan menjadi satu solusi dan harus dipahami oleh konselor. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan secara konseptual isu-isu pelaksanaan konseling perkawinan dan perspektif Islam.