Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PENJUALAN PUPUK ORGANIK PADA FORUM PERSATUAN PEMUDA KREATIF (FP2K) DESA SAMBELIA MELALUI PELATIHAN, MANAJEMEN USAHA DAN PROMOSI DIGITAL Imtihan, Khairul; Mardi, Mardi; Bagye, Wire; Rodi, Muhamad
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.1968

Abstract

The Forum Persatuan Pemuda Kreatif (FP2K) of Sambelia District was initially established as a platform for discussion and talent exploration, as well as for carrying out social activities in the community. The forum consists of 32 members with diverse backgrounds in terms of education, profession, and age. Most of its members are young people who rely on the agriculture and livestock sectors. One of the main products produced by FP2K is organic fertilizer, with 95% of its raw materials sourced from goat manure, a resource that is very abundant in the region. However, despite producing organic fertilizer since 2016, its output has not yet been able to meet the needs of farmers in Sambelia Village, especially considering that the demand for chemical fertilizers from the industry is often insufficient and the prices are high. The purpose of this training is to increase knowledge and skills in organic fertilizer production, develop more effective fertilizer business management, utilize digital media as a promotional tool to expand the market, promote economic independence for the youth, and increase the sales and production of organic fertilizer to meet the needs of farmers in Sambelia Village. The training method in this community service activity includes several stages, namely socialization, training, technology implementation, mentoring, evaluation, and program sustainability. The training provided covers various topics, including the production and packaging of compost fertilizer, creating promotional video content using Canva, managing Facebook pages, YouTube, promotional content, and financial management using MS Excel. The results of the community service training have been well executed, with an average understanding rate for each training topic of 85.98, and the training activities were conducted smoothly, receiving positive feedback from participants, the Head of Sambelia Village, the District Head of Sambelia, and the surrounding community. The average pre-test results for each training topic were 54.4, and the post-test results showed an increase of 31.58, reaching 85.98.
Analysis of Hospital Information System (SIMRS) Acceptance Using the Technology Acceptance Model (TAM) at RSUD Lombok Tengah Anggraeni, Renny; Bagye, Wire; Akbar, Jihadul
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 7, No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v7i2.31439

Abstract

Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) menjadi keharusan bagi rumah sakit di Indonesia. Observasi awal di RSUD Lombok Tengah menunjukkan bahwa pengguna SIMRS telah masih mengalami kesulitan dalam pemanfaatan fitur dan belum sepenuhnya memanfaatkan sistem secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan SIMRS dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM), yang diperluas dengan dua variabel eksternal: System Quality (SQ) dan Information Quality (IQ). Model TAM dipilih karena terbukti sederhana dan efektif dalam mengukur adopsi teknologi informasi berbasis persepsi pengguna. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden pengguna SIMRS di berbagai unit kerja RSUD Lombok Tengah. Analisis data dilakukan dengan SmartPLS 4.0. Hasil pengujian model pengukuran menunjukkan seluruh konstruk valid dan reliabel (AVE 0,5; CR 0,7). Dari delapan hipotesis, empat terbukti signifikan, yaitu: IQ → PEOU (β = 0,427; p 0,001), PEOU → PU (β = 0,501; p 0,001), PEOU → ATU (β = 0,565; p 0,001), dan ATU → BI (β = 0,791; p 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas informasi dan persepsi kemudahan penggunaan merupakan faktor dominan yang memengaruhi sikap dan niat perilaku pengguna dalam menggunakan SIMRS. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan model TAM di sektor kesehatan dan menawarkan implikasi praktis bagi pengelola rumah sakit dalam mengoptimalkan strategi penerapan SIMRS secara lebih terarah dan berbasis data.The implementation of Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) is mandatory for hospitals in Indonesia. Initial observations at RSUD Lombok Tengah indicate that SIMRS users still face difficulties in utilizing system features and have not yet fully optimized its use. This study aims to analyze the factors influencing the acceptance of SIMRS using the Technology Acceptance Model (TAM), extended with two external variables: System Quality (SQ) and Information Quality (IQ). TAM was selected due to its simplicity and effectiveness in measuring technology adoption based on user perceptions. This research employs a descriptive quantitative method, with data collected through questionnaires distributed to 100 SIMRS users across various departments at RSUD Lombok Tengah. Data analysis was conducted using SmartPLS 4.0. The measurement model results indicate that all constructs are valid and reliable (AVE 0.5; CR 0.7). Of the eight hypotheses tested, four were found to be significant: IQ → PEOU (β = 0.427; p 0.001), PEOU → PU (β = 0.501; p 0.001), PEOU → ATU (β = 0.565; p 0.001), and ATU → BI (β = 0.791; p 0.001). These findings suggest that information quality and perceived ease of use are dominant factors influencing user attitudes and behavioral intentions in using SIMRS. This research provides theoretical contributions to the development of the TAM framework in the healthcare sector and offers practical implications for hospital management in optimizing SIMRS implementation strategies in a more targeted and data-driven manner. 
An Analysis of the Acceptance of the Mal Pelayanan Publik (MPP) Application Using a Modified Technology Acceptance Model (TAM) Pajrin, Gumilar Samsul; Bagye, Wire; Imtihan, Khairul
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 7, No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v7i2.31338

Abstract

This study was conducted to evaluate the extent to which users accept the use of the Public Service Mall (Mal Pelayanan Publik or MPP) application in Central Lombok Regency, employing a modified Technology Acceptance Model (TAM) approach. The modification involved the integration of additional constructs, namely trust, subjective norms, experience, and user experience, to provide a more comprehensive understanding of the factors influencing acceptance and the intention to continue using the MPP application. A quantitative approach was adopted, utilizing a survey method with questionnaires distributed online to MPP application users. Data analysis was performed using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) technique with the aid of SmartPLS version 4.0 software. Among the eleven hypotheses proposed in the model, only three were found to be statistically significant. The findings indicate that Perceived Usefulness (PU) positively influences Attitude Toward Using (ATU), which in turn positively affects Behavioral Intention to Use (BI), and subsequently, BI contributes positively to Continuance Intention (CI) in using the MPP application. These results highlight the critical role of perceived usefulness—or users' assessment of system functionality—as a primary determinant in shaping attitudes and usage intentions. Based on these findings, the study recommends enhancing digital literacy, developing application features that align with user needs, and strengthening the capabilities of digital service personnel to ensure sustainable utilization of technology in the public service sector.Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana pengguna menerima penggunaan aplikasi Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Lombok Tengah dengan menggunakan pendekatan model Technology Acceptance Model (TAM) yang telah dimodifikasi. Modifikasi model mencakup tambahan konstruk trust, subjective norms, experience, dan user experience agar dapat menghasilkan pemahaman yang lebih lengkap pada aspek yang memengaruhi penerimaan dan niat keberlanjutan penggunaan aplikasi MPP. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan secara daring kepada pengguna aplikasi MPP.  Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4.0. Dari sebelas hipotesis yang diajukan dalam model, hanya tiga yang terbukti signifikan secara statistik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa Perceived Usefulness (PU) memiliki pengaruh positif terhadap Attitude Toward Using (ATU), ATU secara positif memengaruhi Behavioral Intention to Use (BI), dan BI juga berkontribusi positif terhadap Continuance Intention (CI) dalam penggunaan aplikasi MPP. Temuan ini menekankan pentingnya persepsi kegunaan atau panandangan terhadap fungsionalitas sebagai penentu utama dalam membentuk sikap dan niat penggunaan aplikasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi digital, pengembangan fitur yang relevan dengan kebutuhan pengguna, serta penguatan kapasitas SDM pelayanan digital untuk mendukung keberlanjutan pemanfaatan teknologi di sektor pelayanan publik.
Pelatihan Dan Pendampingan Pemanfaatan Tool Mail Marge Dalam Pembuatan Administrasi Surat Menyurat Di Bagian Sekertariat Pada Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Tengah Fadila, Dina; Imtihan, Khairul; Bagye, Wire; Muhid, Abdul
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v1i2.329

Abstract

Kegiatan pengabdian pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi merupakan salah satu Instansi di Lombok Tengah dengan pelaksanaan pelatihan ini dapat membantu staf dalam proses pembuatan surat menyurat dengan menggukan fitur-fitur yang di tampilkan oleh mail marge baik pembuatan surat masal maupun surat-surat yang lainnya. Mail marge ini adalah suatu fasilitas yang disajikan oleh Ms Word yang dapat menagani suatu masalah dalam proses pembuatan surat menyurat. Mail merge juga berfungsi menyediakan fitur dalam mengolah suatu data atau variable yang tersimpan dalam basis data dengan menyediakan sebuah tamplat. Kelebihan dalam penggunaan mail merge ini adalah memudahkan pengguna dalam membuat surat atau dokumen dengan mudah dan lebih efisien sebagai penunjang dalam proses pembuatan surat menyurat menggunakan Microsoft Office Word untuk membuat surat-menyurat sehingga akan sangat menyulitkan dan memakan waktu yang lama jika ingin membuat surat dalam jumlah yang besar untuk di kirimkan kepada anggota ataupun surat keluar. Dengan melakukan pelatihan kepada Staf Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi tersebut maka dapat memahami cara membuat surat menyurat dengan mudah, cepat, efektif dan efisien dan semua surat dapat terdokumentasi dengan baik. Pengabdian dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut (1) perencanaan pelatihan (2) evaluasi kemampuan peserta pelatihan sebelum pelaksanaan pelatihan diadakan (3) pelaksanaan pelatihan (4) evaluasi hasil pelaksanaan pelatihan (5) laporan. Tujuan Pelatihan ini adalah untuk memberikan wawasan dalam pengunaan tool mail marge software aplikasi. Manfaat dari pelatihan ini adalah untuk peningkatan kompetensi dalam menguasai software aplikasi yang setiap kali digunakan sehari-hari.
Komparasi Perhitungan Gabungan AHP dan SAW Dengan Perhitungan Konvensional pada Perangkingan Siswa Bagye, Wire; Hamid, Abdul; Mardi
JURNAL FASILKOM Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal FASILKOM (teknologi inFormASi dan ILmu KOMputer)
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jf.v15i2.9297

Abstract

Pemilihan siswa terbaik merupakan langkah penting dalam mendorong semangat belajar dan membentuk budaya prestasi di lingkungan sekolah. Namun, metode konvensional dalam penilaian seringkali mengandung subjektivitas yang tinggi dan tidak memiliki pembobotan kriteria yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dan SAW (Simple Additive Weighting) dengan metode konvensional dalam proses seleksi siswa terbaik di SMKS Darul Kamilin. Lima kriteria utama digunakan dalam evaluasi, yaitu akademik, kedisiplinan, keaktifan ekstrakurikuler, sikap & perilaku, serta prestasi non-akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 1 dari 30 siswa (2,5%) yang menempati peringkat yang sama pada kedua metode, yang mengindikasikan perbedaan signifikan. Metode AHP-SAW terbukti lebih objektif, terstruktur, dan konsisten dibandingkan metode konvensional, serta mendapat tanggapan positif dari pihak sekolah. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem pendukung keputusan berbasis web dengan menyediakan model komputasi terintegrasi AHP–SAW untuk penilaian siswa terbaik secara objektif, serta memberikan kontribusi praktis bagi sekolah dalam meningkatkan transparansi dan akurasi proses seleksi melalui digitalisasi penilaian multi kriteria
Prototype Penutup Saluran Kolam Berbasis Arduino Menggunakan Metode Research and Development (R&D) Rezayuhardi, Ahmad; Bagye, Wire; Asyari, Hasyim
SainsTech Innovation Journal Vol. 6 No. 1 (2023): SIJ Volume 6 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air yang keruh tidak dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan, karena air yang keruh dapat menyebabkan rendahnya kemampuan daya ikat oksigen, berkurangnya batas pandang ikan, selera makan ikan berkurang, ikan sulit bernafas karena insangnya tertutup oleh partikel lumpur. Dalam upaya untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti memanfaatkan teknologi penutup saluran kolam berbasis arduino dengan sensor kekeruhan air untuk menutup saluran air yang masuk ke dalam kolam ikan, sehingga air yang masuk ke dalam kolam ikan tetap bersih dan hasil panen ikan dapat lebih maksimal. Dalam proses perbuatan penutup saluran kolam berbasis arduino menggunakan metode R&D antara lain seperti potensi masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk. Dari hasil penelitian ini dalam membuat alat Penutup Saluran Kolam Otomatis berbasis arduino mendapatkan hasil bisa berjalan sesuai rencana awal, yang dimana bisa menutup saluran secara otomatis ketika air keruh dari irigasi seperti yang pernah diuji coba.
Alat Kendali Hand Tractor Berbasis Berbasis IoT Pencegah Penyakit Hand-Arm Vibration Syndrome Zulkarnaen, Muhammad Fauzi; Bagye, Wire
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 6, No 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v6i1.23271

Abstract

Hand-Arm Vibration Syndrome (HAVS) adalah gangguan kesehatan yang disebabkan karena getaran mesin pada tangan secara berlebihan. HAVS memberikan efek rusaknya pembuluh darah, otot dan tulang menajadi lemah, serta kehilangan sensoris secara permanen.  Seseorang yang tedampak Hand-Arm Vibration Syndrome (HAVS) salah satunya ialah pengendara Hand Tractor. Pada penelitian ini dibangun alat Kendali hand tractor dengan mengimplementasikan Internet Of Things melalui Wifi LAN Untuk mengurangi getaran yang diterima pengendara hand traktor. Alat kendali Hand tractor yang dikembangkan memanfaatkan smartphone Android sebagai remote control, Access point sebagai penghubung, rangkian elektronik berbasis Node MCU ESP8266 untuk menerjemahkan perintah dari Smartphone android menjadi gerak untuk menggerakkan tuas kompling utama untuk maju dan berhenti, Tuas Gas, dan kopling perseneleng untuk belok ke kiri dan belok ke kanan. Sebuah aplikasi android dikembangkan sebagai remote sumber perintah. Metoda yang diterapkan pada penelitian ini adalah Research And Development dengan sepuluh (10) tahapan. Hasil pengujian menunjukkan alat kendali dapat menarik tuas kopling handtractor sehingga alat dinyatakan cukup mempu menggantikan pengendara handtractor.Hand-Arm Vibration Syndrome (HAVS) is a disorder of the human hand caused by exposure to machine vibrations. HAVS causes damage to blood vessels, muscle weakness, permanent sensory loss, and bone damage. Hand Tractor Driver One of the workers affected by Hand-Arm Vibration Syndrome (HAVS). To reduce the vibrations received by the hand tractor driver, in this research an IoT-based hand tractor controller was built. The tractor controller implements the TCP/IP protocol in a small coverage area, namely a Local Area Network (LAN) with connecting access point devices. Android smartphone is used as the main remote control. An electronic circuit based on the Node MCU ESP8266 to translate commands from an Android smartphone into movements to move the main clutch lever to move forward and stop, the gas lever, and the shift clutch to turn left and turn right. The access point is used to connect Android applications with electronic circuits. This research uses the Research and Development method. The test results show that the controller can pull the handtractor clutch lever so that the tool is declared capable of replacing the handtractor driver.
Perancangan Alat Penangkap Gambar Pelaku Kejahatan Berbasis Node MCU ESP32 CAM Bagye, Wire; Purwata, Ichwan; Ashari, Maulana; Saikin, Saikin
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 5, No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v5i1.16871

Abstract

Gambar merupakan salah satu alat bukti tindak kejahatan. Gambar dapat memberikan banyak informasi dianataranya tentang pelaku, jam kejadian, cara terjadi dan lainnya. Ada banyak alat yang telah dihasilkan dengan menggunakan Node MCU ESP32 CAM. Penggunaan ESP 32 CAM karena memiliki fitur kemampuan menangkap gambar dengan modul kamera yang telah terpasang. Penggunaan ESP 32 CAM banyak digunakan pada proyek Internet of Things (IoT) karena memiliki modul Wifi yang terpasang onboard. Pada proyek penangkap gambar yang mendeteksi manusia maka ESP 32 CAM membutuhkan modul tambahan sebuah Sensor PIR Motion. Ada banyak jenis sensor PIR Motion dengan jarak jangkau yang beragam dan waktu respon yang berbeda. Pada penelitin ini dilakuakan pengujian beberapa jenis sensor PIR Motion untuk mendapatkan data PIR Motian dengan jangkauan terjauh dan respon tercepat. Dikembangkan rancangan alat penangkap gambar berbasis ESP 32-CAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor PIR Motion terbaik ialah seri HC-SR501 dan rancangan rangkaian alat penangkap gambar dapat bekerja pada ruang gelap dan memiliki sumber tegangan sendiri dari batrai yang dapat diisi ulang.Pictures are one of the evidence of a crime. Images can provide a lot of information including about the perpetrator, the time of the incident, how it happened and others. There are many tools that have been generated using the Node MCU ESP32 CAM. The use of ESP 32 CAM because it has the ability to capture images with a camera module that has been installed. The use of ESP 32 CAM is widely used in Internet Of Things (IoT) projects because it has a Wifi module installed onboard. In the project of capturing images that detect humans, the ESP 32 CAM requires an additional module, a PIR Motion Sensor. There are many types of PIR Motion sensors with varying ranges and different response times. In this study, several types of PIR Motion sensors were tested to obtain Motian PIR data with the farthest range and fastest response. ESP 32-CAM based image capture tool was developed. The results show that the best PIR Motion sensor is the HC-SR501 series and the design of the image capture device can work in a dark room and has its own voltage source from a rechargeable battery.
Closed Circuit Television Cerdas Berbasis NodeMCU ESP-32 Bagye, Wire; Fauzi Zulkarnaen, Muhammad
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 6, No 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v6i1.21739

Abstract

Closed circuit television disingkat CCTV merupakan alat bantu yang telah banyak digunakan oleh perusahaan maupun rumah tangga dalam melakukan pemantuan. CCTV pada umumnya dihidupkan secara terus menerus dalam kurun waktu yang ditentukan pengguna. Penggunaan CCTV secara terus menerus berdampak pada pemborosan daya listrik dan usia penggunaan perangkat lebih singkat. Maka diperlukan penelitian CCTV hemat energy dan hidup hanya pada waktu yang diperlukan untuk penggunaan perangkat CCTV yang lebih lama. Tujuan penelitian ini adalah membangun Closed Circuit Television (CCTV) yang hemat energi dan masa penggunaan perangkat yang lama. Terdiri dari dua blok uatama yaitu CCTV Sistem dan blok controller. Blok CCTV berfungsi menangkap gambar dan menampilkan pada layar LCD 14 Inchi. Blok controller dengan pemroses Utama NodeMCU ESP32 sebagai pengatur waktu CCTV mendapat tegangan listrik untuk hidup. CCTV Cerdas ini akan bekerja pada rentan waktu jam 21.00 malam sampai 06.00 pagi dengan mengimplementasikan modul Real Time Clock (RTC) untuk masukkan waktu. CCTV Cerdas mendapat tegangan supply jika sensor PIR Motion mendeteksi panas tubuh manusia pada radius 3 Meter.  Berdasarkan hasil pengujian alat dapat disimpulkan bahwa CCTV Cerdas berbasis NodeMCU ESP-32 dapat bekerja dengan baik yaitu setiap kali sensor PIR mendeteksi panas tubuh maka akan menyalakan unit CCTV.Closed circuit television abbreviated (CCTV) has been widely used by companies and households for monitoring. CCTV users generally turn it on continuously. Continuous use of CCTV has an impact on wasting electrical power and shortening the device's lifespan. research was carried out on energy-saving CCTV and a longer CCTV usage period. The aim of this research is to build a Closed Circuit Television (CCTV) that is energy efficient and has a longer device usage period. Smart CCTV Consists of a CCTV System block and a controller block. The CCTV block functions to capture images and display them on a 14 inch LCD screen. The controller block with the NodeMCU ESP32 main processor as the CCTV timer gets electrical voltage to turn on. This Smart CCTV will work between 21.00 pm to 06.00 am by implementing a Real Time Clock (RTC) module to enter the time. The CCTV block gets a supply voltage if the PIR Motion sensor detects human body heat in a radius of 3 meters. The test results show that the NodeMCU ESP-32 based Smart CCTV can work well. The CCTV block will always turn on whenever the PIR sensor detects human body heat.
INTEGRASI LITERASI DIGITAL KE DALAM TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL UNTUK MEMPREDIKSI KEPUASAN DAN NIAT KEBERLANJUTAN PENGGUNA WEBSITE LAYANAN PUBLIK: STUDI KASUS DISDUKCAPIL LOMBOK TENGAH Ernawati; Imtihan, Khairul; Wire Bagye
Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik Vol. 8 No. 2 (2025): JIRE November 2025
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/jire.v8i2.1766

Abstract

This study aims to analyze the factors influencing the intention to use digital public services based on the Technology Acceptance Model (TAM) with the addition of digital literacy as an extended variable. Data were collected between May and August 2025 from 101 valid respondents who used services at the Department of Population and Civil Registration. The analysis employed Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings reveal that Perceived Usefulness (PU) significantly affects Attitude Toward Using (ATU) and Behavioral Intention to Use (BI), while Perceived Ease of Use (PEOU) strongly influences PU. Digital literacy demonstrates a significant direct effect on BI but does not serve as a moderating variable in the core TAM relationships. The coefficient of determination (R²) indicates a moderate to high explanatory power, and the Q² values confirm the predictive relevance of the model. These results suggest that improving the adoption of digital public services requires optimizing system usefulness, simplifying the interface, enhancing users’ digital skills, and effectively communicating service value. This research extends the technology acceptance literature in the public sector while providing practical guidance for system developers and policymakers. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat penggunaan layanan publik digital berbasis Technology Acceptance Model (TAM) dengan menambahkan variabel literasi digital. Pengumpulan data dilakukan pada Mei–Agustus 2025 dengan responden valid sebanyak 101 orang pengguna layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Analisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Usefulness (PU) berpengaruh signifikan terhadap Attitude Toward Using (ATU) dan Behavioral Intention to Use (BI), sedangkan Perceived Ease of Use (PEOU) berpengaruh kuat terhadap PU. Literasi digital terbukti memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap BI, namun tidak berperan sebagai variabel moderasi pada hubungan inti TAM. Nilai koefisien determinasi (R²) menunjukkan daya jelaskan model pada tingkat moderat hingga tinggi, sedangkan nilai Q² mengonfirmasi relevansi prediktif model. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan adopsi layanan publik digital memerlukan optimalisasi kegunaan sistem, penyederhanaan antarmuka, peningkatan keterampilan digital pengguna, serta komunikasi nilai layanan yang jelas. Penelitian ini memperluas literatur penerimaan teknologi di sektor publik sekaligus memberikan panduan praktis bagi pengembang sistem dan pembuat kebijakan.