Sejak adanya Covid-19 permintaan produksi olahan labu kuning UPPKS Mugi Rahayu mengalami penurunan. Hal ini berimbas pada penurunan perekonomian anggotanya. Perlu adanya produk inovasi yang dapat meningkatkan permintaan produksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang inovasi peluang usaha kosmetik berbasis labu kuning. Metode PKM menggunakan 4 tahapan meliputi observasi, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Mitra binaan adalah anggota UPPKS Mugi Rahayu sejumlah 25 peserta. Edukasi dipilih sebagai model untuk menyampaikan materi. Tahap evaluasi menggunakan model pretes dan postes yang hasilnya dianalisis menggunakan perangkat SPSS. Hasil kegiatan PKM menunjukkan para peserta yang hadir berusia diatas 40 tahun. Berdasarkan hasil evaluasi, peserta memiliki nilai rata-rata pemahaman kategori sedang sebelum diberikan edukasi (67,75±8,4). Nilai mengalami peningkatan setelah peserta mendapatkan edukasi, dengan kategori tinggi (87,84±9,4). Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa edukasi mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap inovasi peluang usaha kosmetik berbasis labu kuning.