Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Peningkatan Penjualan Variasi Produk Olahan Labu Kuning (Cucurbita maxima) Melalui Pelatihan Inovasi Teknologi Produksi Istianatus Sunnah; Riva Mustika Anugrah; Agitya Resti Erwiyani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.845 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1946

Abstract

Getasan Village, Getasan District, Semarang Regency, is one of the tourist villages that are often visited by tourists. This area is a village with cool air conditions, the most yellow pumpkin producer in Semarang Regency. One of the household industry businesses that is currently being marketed is processed yellow pumpkin in the form of snacks such as geplak, syrup, antari, pia, sticks, emping, egg roll, kripik, gelek, wingko. This snack is produced by a group of housewives who are members of UPPKS Mugi Rahayu. Yellow pumpkin produced by agriculture in Getasan Village, Semarang Regency has advantages, based on the results of research that has been carried out, it has a fairly high antioxidant content, namely flavonoids (248 mg / gEQ) and carotenoids. This metabolite compound produces a high antioxidant effect with an IC50 value using the ABTS method of 92.137 ppm and Metal Ion-Chelating Assay of 94.151 ppm. The aims of this PKM activity is to increase the knowledge and understanding of UMKM members towards production technology innovations which will further be able to increase the sales turnover of processed yellow pumpkin products. The method used in this activity, in addition to being given knowledge, understanding of yellow pumpkin innovations, also carried out pretests, postes and training on the production of yellow pumpkin cosmetics, including soap and yellow pumpkin shampoo. Evaluation of the understanding of the material was carried out by comparing between the prestes and postes of the participants. PKM activities went smoothly and the participants' enthusiasm was very high. This can be seen during the presentation of the material and product manufacturing training, participants were very enthusiastic about asking questions and had high curiosity. Participants wanted to try to make innovative shampoos and soaps from yellow pumpkin with attractive packaging so as to increase sales of processed yellow pumpkin.  ABSTRAKDesa Getasan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, merupakan salah satu desa wisata yang sering dikunjungi oleh para wisatawan. Desa ini salah satu desa dengan kondisi udara yang sejuk, penghasil labu kuning paling banyak di Kabupaten Semarang. Salah satu usaha industri rumah tangga yang saat ini sedang diproduksi yaitu olahan labu kuning berupa makanan ringan seperti geplak, sirup, antari, pia, stik, emping, egg roll, kripik, gelek, wingko. Makanan ringan ini diproduksi oleh sekelompok ibu rumah tangga yang tergabung dalam anggota UPPKS Mugi Rahayu. Labu kuning hasil produksi pertanian Desa Getasan Kabupaten Semarang, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi yaitu flavonoid (248 mg/gEQ) dan karotenoid. Senyawa metabolit ini menghasilkan efek antioksidan tinggi dengan nilai IC50 menggunakan metode ABTS sebesar 92,137 ppm dan Metal Ion-Chelating Assay 94,151 ppm .Tujuan kegiatan PKM ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anggota UMKM terhadap inovasi teknologi produksi yang selanjutnya akan dapat meningkatkan omset penjualan produk olahan labu kuning. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini,selain diberikan pengetahuan, pemahaman tentang inovasi labu kuning, juga dilakukan pretes, postes dan pelatihan tentang produksi kosmetika labu kuning antara lain sabun dan shampoo labu kuning. Evaluasi pemahaman materi dilakukan dengan membandingkan antara prestes dan postes peserta. Kegiatan PKM berjalan dengan lancar dan antusiame peserta sangat tinggi. Hal ini dapat terlihat saat pemaparan materi dan pelatihan pembuatan produk, peserta sangat antusias bertanya dan memiliki keingintahuan yang tinggi. Peserta ingin mencoba membuat inovasi shampoo dan sabun dari labu kuning dengan pengemasan yang menarik sehingga meningkatkan penjualan olahan labu kuning. 
TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PENGGUNAAN LIP BALM UNTUK PERAWATAN BIBIR DI KALANGAN MAHASISWA FARMASI UNIVERSITAS NGUDI WALUYO Fithri Hidayah; Agitya Resti Erwiyani
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.791 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v4i1.1553

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan, sikap, dan penggunaan lip balm pada mahasiswa farmasi Universitas Ngudi Waluyo. Penelitian secara kuantitatif non eksperimental dengan jenis deskriptif analitik. Sampel yang digunakan sebanyak 83 responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling tipe accidental sampling. Pengambilan data secara retrospektif. Instrumen penelitian berupa kuesioner melalui google form. Analisis data dilakukan menggunakan excel dan SPSS statistik versi 26. Penelitian ini menggunakan responden berjenis kelamin perempuan. Jumlah responden sebanyak 83 yang didapatkan dari perhitungan menggunakan rumus slovin dengan taraf kepercayaan 10%. Semester I reguler: 7 (8,43%), III reguler: 7 (8,43%), V reguler: 12 (14,46%), dan VII reguler: 57 (68,67%). Usia 18-20 tahun: 22 (26,51%) dan lebih dari 20 tahun: 61 (73,49%). Tingkat pengetahuan terhadap lip balm termasuk dalam kategori baik dengan skor 83,98%. Tingkat sikap terhadap lip balm termasuk dalam kategori baik dengan skor 79,93%. Tingkat penggunaan lip balm termasuk dalam kategori cukup baik dengan skor 74,38%
Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Antibiotik dan Pencegahan Resistensi di SMK Farmasi Putra Bangsa Salatiga Agitya Resti Erwiyani; Sikni Retno Karminingtyas; Istianatus Sunnah
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v4i2.1326

Abstract

Peningkatan penggunaan antibiotik pada manusia dan hewan mengakibatkan angka kejadian resistensi semakin meningkat secara signifikan. Upaya peningkatan pengetahuan masyarakat dilakukan untuk mendukung pengendalian resistensi antibiotik. Tingginya tingkat pengetahuan yang rendah pada masyarakat maka diperlukan adanya edukasi tentang penggunaan antibiotik dan bahaya resistensi antibiotik salah satunya siswa SMK sehingga nantinya dapat memberikan gambaran sejauh mana tingkat pengetahuan pada remaja. Sasaran kegiatan pengabdian adalah siswa SMK Farmasi Putra Bangsa sebanyak 41 siswa. Metode yang dilakukan memberikan edukasi tentang antibiotik dan pencegahan resistensinya serta mengukur tingkat pengetahuan siswa menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa SMK Farmasi Putra Bangsa tentang antibiotik dan pencegahan resistensinya termasuk kategori baik (87,8%).
Sosialisasi Penggunaan Antibiotik dan Pencegahan Resistensi pada Siswa SMK PGRI 1 Salatiga Agitya Resti Erwiyani; Istianatus Sunnah; Sikni Retno Karminingtyas
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 6 (2023): JAMSI - November 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.989

Abstract

Penggunaan antibiotik dalam menangani permasalahan terkait infeksi cukup tinggi dengan prevalensi berkisar antara 40 – 60%. Tingginya penggunaan antibiotik tidak seiring dengan tingginya tingkat pengetahuan tentang penggunaan antibiotik pada masyarakat. Kurangnya pengetahuan masyarakat terkait penggunaan antibiotik disebabkan karena kurangnya edukasi oleh tenaga kesehatan dan tingkat pendidikan yang rendah. Permasalahan mitra yang ditemukan pada tahapan analisis situasi adalah siswa SMK PGRI 1 Salatiga belum mengetahui pengetahuan tentang penggunaan obat antibiotik karena informasi terkait obat karena siswa tidak mendapatkan pelajaran tentang penggunaan obat. Sasaran kegiatan adalah masyarakat usia remaja dengan memilih salah satu sekolah SMK di kota Salatiga. Metode kegiatan dilakukan dengan pemberian edukasi atau materi yang disampaikan oleh tim pengabdi serta diskusi dan tanya jawab pada sesi akhir. Kegiatan dilakukan di SMK PGRI 1 Salatiga sebanyak 66 siswa jurusan asisten keperawatan kelas XII. Hasil sosialisasi yang disampaikan oleh tim pengabdi dapat meningkatkan pengetahuan siswa, hal ini terlihat saat kegiatan diskusi dan tanya jawab yang dilakukan setelah pemberian materi dapat dijawab baik dan benar oleh siswa.
Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Sediaan Fisik Krim Daun Alpukat (Persea Americana Mill) dan daun sirih hijau (Piper betle Linn) Erwiyani, Agitya Resti; Destiani, Dika; Kabelen, Stefan Adrianus
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.78 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v1i1.31

Abstract

Ekstrak etanol daun alpukat dan daun sirih hijau telah diketahui memiliki manfaat sebagai antioksidan serta manfaat lain bagi kesehatan. Pemanfaatan daun alpukat dan daun sirih hijau menjadi bentuk sediaan krim lebih disukai dan mudah diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penyimpanan terhadap sifat fisik krim dan stabilitas krim. Stabilitas fisik krim dilakukan dengan uji homogenitas, pengukuran pH, daya sebar, daya lekat serta viskositas sediaan selama dilakukan penyimpanan pada suhu kamar selama 14 hari. Krim daun sirih hijau stabil dalam penyimpanan menunjukkan tidak terjadi perubahan organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat serta viskositas, sedangkan krim daun alpukat mengalami perubahan sifat fisik serta krim menjadi tidak homogen setelah dilakukan penyimpanan. Formula yang mengandung daun sirih hijau memenuhi persyaratan fisik bentuk sediaan krim.
Optimasi Formula Dan Stabilitas Senyawa Metabolit Ekstrak Biji Labu Kuning (Cucurbita maxima) Dalam Sediaan Gel Masker Peel –Off Sunnah, Istianatus Sunnah; Mulasih, Wening Sri; Erwiyani, Agitya Resti
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.816 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v1i2.91

Abstract

ABSTRAK Biji buah labu kuning mengandung senyawa flavonoid dan karotenoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan dapat diformulasikan sebagai sediaan dalam bentuk masker gel peel-off. Masker gel peel-off adalah masker yang dapat digunakan langsung pada kulit wajah dengan cara mengoleskannya secara merata dan dapat dibersihkan dengan cara mengelupas lapisan film sehingga penggunaannya lebih praktis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas kandungan senyawa metabolit biji labu kuning dalam sediaan gel masker peel-off dan mendapatkan formula optimal gel masker peel-off ekstrak biji buah labu kuning yang memiliki sifat fisik sesuai standar yang dipersyaratkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental yang menggunakan proses ekstraksi dengan pelarut n-Heksan dalam menyari senyawa karotenoid dan flavonoid. Optimasi formula menggunakan perbandingan konsentrasi PVA dan HPMC dengan respon daya sebar, daya lekat, viskostas dan waktu kering dan selanjutnya dianalisa menggunakan software Design Expert D-Optimal. Hasil yang diperoleh bahwa kadar karotenoid dan flavonoid ekstrak biji labu kuning mengalami penurunan sebesar 38,81% dan 63,81% setelah diformulasikan dalam bentuk sediaan gel masker peel-off karena pada saat formulasi, menggunakan pemanasan di atas 60⁰C yang menyebabkan senyawa metabolit terdegradasi. Hasil optimasi didapatkan komposisi PVA dan HMPC 7,606 dan 2,394 akan menghasilkan respon daya sebar 6,517 cm, daya lekat 4,66 detik, waktu kering 39,91 menit dan viskositas 3500 cps.Kandungan senyawa karotenoid dan flavonoid mengalami ketidakstabilan bila diformulasikan dalam bentuk gel masker peel-off. PVA, HPMC dan propilenglikol  berpengaruh terhadap stabilitas fisik sediaan gel masker peel-off  terutama pada daya sebar, daya lekat dan viskositas tetapi memberikan waktu kering yang kurang baik.Kata kunci : Biji buah labu kuning, optimasi, masker gel peel-off, karotenoid, flavonoid Pumpkin seeds contain flavonoids and carotenoids which have antioxidant activity. Pumpkin seeds are formulated  in the peel-off gel masks. Peel-off gel mask can be used directly on the face by applying it evenly and can be cleaned by peeling off the film layer, so that its use is more practical. This study aims to analyze concentration of the content of pumpkin seeds metabolites in peel-off mask gel and obtain an optimal formula in peel-off mask gel of pumpkin  seed extract which has physical properties according to the required standards.This study is an experimental research that using n-hexane solvent in extracting carotenoid and flavonoid compounds. The comparison of PVA and HPMC concentrations was used in optimization formula  with spreadibility response, stickiness, viscosity and dry time and then analyzed using the Design D-Optimal Design software. Result of this study are carotenoids and flavonoids level in pumpkins seed extract decresed by 38,81% and 63,8% after formulated in peel-off mask gel. This problems occur because in the formulation peel-off mask gel using heating above 60⁰C causes the metabolites to be degraded. Optimization results obtained the composition of PVA and HMPC 7,606 and 2,394 will produce a spreadibility response of 6.517 cm,stickness of 4.66 seconds, dry time of 39.91 minutes and viscosity of 3500 cps.The metabolits content of carotenoids and flavonoids instability when formulated in the peel-off mask gel. PVA, HPMC and propylene glycol have an effect on the physical stability of the gel preparation of peel-off masks, especially on dispersion, stickiness and viscosity but provide poor dry time.Keywords: Pumpkin seed,optimization,peel-off mask gel,carotenoid, flavonoid 
Skreening Fitokimia Formula Masker Gel Peel-off Nano Ekstrak Daging Labu Kuning ( Cucurbita maxima) Sunnah, Istianatus; Erwiyani, Agitya Resti; Yunisa, Krismelinda Octavia; Pratama, Nyai Melati
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.212 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v3i1.493

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap kandungan senyawa metabolit pada sediaan masker gel peel-off ekstrak nanopartikel daging buah labu kuning (Cucurbita maxima). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan dan kadar flavonoid dalam ekstrak nano partikel daging labu kuning dan sediaan masker gel peel-off.  Proses diawali dengan pembuatan simplisia labu kuning kemudian dikeringkan dilanjutkan  dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak dibuat dalam ukuran nanopartikel menggunakan metode gelasi ionik dengan kitosan-Na TPP  dan diformulasikan dalam sediaan masker gel peel-off menggunakan komposisi basis PVA, karbomer dan polietilenglikol. Skrining fitokimia secara kualitatif menggunakan KLT dan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Butanol: asam asetat glasial: air (4:1:5) merupakan komposisi eluen yang digunakan sebagai fase gerak. Deteksi bercak diamati dalam lampu UV 366 nm dan dilakukan identifikasi senyawa flavonoid setelah ditambahkan pereaksi semprot ammonia. Pola pemisahan dan warna bercak yang muncul dihitung untuk menentukan nilai Rf. Hasil skrining fitokimia secara kualitatif  dalam ekstrak nanopartikel didapatkan kandungan flavonoid tinggi  yang diduga sebagai antioksidan golongan flavon dan golongan flavonol. Secara kuantitatif, dalam ekstrak mengandung flavonoid sebesar 4,433 mg/mL dan dalam sediaan masker peel-off mengandung flavonoid sebesar 0,093mgQE/mL.  Kata kunci : ekstrak, Cucurbita maxima, nanopartikel, peel-off, flavonoidResearch on the content of metabolite compounds in peel-off gel mask nanoparticle extracts of pumpkin fruit (Cucurbita maxima) was conducted. This study aims to analyze the content and levels of flavonoids in pumpkin fruit nano extracts and peel-off gel mask form. The process begins with the manufacture of pumpkin fruits then dried followed by maceration using ethanol 96 %. The extract was made in nanoparticle size using an ionic gelation method with chitosan-Na TPP and formulated in a peel-off gel mask  using a base composition of PVA, carbomer and polyethylenglycol. Phytochemical screening is qualitatively using TLC and quantitatively using UV-Vis spectrophotometry. Butanol: glacial acetic acid: water (4: 1: 5) are an eluent composition used as a mobile phase. Spotting detection was observed in a 366 nm UV lamp and identification of the flavonoid compound after ammonia spray reagent was added. Separation patterns and spotting colors that appear are calculated to determine of  Rf values. The results of qualitative phytochemical screening in nanoparticle extracts obtained high flavonoids which are suspected as antioxidants of flavones and flavonol. Quantitatively, the extract contained flavonoids of 4.433 mg / mL and in the preparation of peel-off masks containing flavonoids of 0.093mgQE/ mL.Keywords: extract, Cucurbita maxima, nanoparticle, peel-off, flavonoid
Paper Soap Daun Belimbing Wuluh Sebagai Skin Moisturizer: Paper Soap Starfruit Leaves As A Skin Moisturizer Talitha Cahyaningrum; Ayu Putri Brilian Subhan; Eka Nur Rahmawati; Dwi Teju Nurita Mami Zulfa; Fadila Aulia Zulfa; Agitya Resti Erwiyani
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 7 No. 01 (2024): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v7i01.2685

Abstract

Star fruit leaves are compounds that have potential as antibacterial and moisturize the skin. Star fruit leaves can be formulated into various pharmaceutical dosage forms so that added value is obtained, one of which is paper soap. Paper soap contains the active substance of star fruit leaf ethanol extract combined with avocado oil as a moisturizer. This study aims to make a paper soap formulation from star fruit leaf extract and avocado oil. Paper soap is made in F1, F2 and F3 formulas containing star fruit leaf extract with concentrations of 5%, 10% and 15% respectively. The observed parameters of paper soap preparations include organoleptis, pH, foam stability, antibacterial, irritation of rabbit eyes and skin moisture. The formula of star fruit leaf extract paper soap contains secondary metabolites of flavonoids, saponins and tannins. Paper soap parameter test results meet requirements on organoleptis, pH, foam stability, antibacterial and irritation of the rabbit's eyes. The formula of star fruit leaf extract paper soap can increase skin moisture in all formulas.   ABSTRAK Daun belimbing wuluh merupakan senyawa yang memiliki potensi sebagai antibakteri dan melembapkan kulit. Daun belimbing wuluh dapat diformulasikan menjadi berbagai bentuk sediaan farmasi sehingga diperoleh nilai tambah salah satunya paper soap. Paper soap memiliki kandungan zat aktif ekstrak etanol daun belimbing wuluh dikombinasikan dengan avocado oil sebagai moisturizer. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi paper soap dari ekstrak daun belimbing wuluh dan avocado oil. Paper soap dibuat dalam formula F1, F2 dan F3 yang mengandung ekstrak daun belimbing wuluh berturut-turut dengan konsentrasi sebesar 5%, 10% dan 15%. Parameter yang diamati dari sediaan paper soap meliputi organoleptis, pH, stabilitas busa, antibakteri, iritasi pada mata kelinci dan kelembapan kulit. Formula paper soap ekstrak daun belimbing wuluh mengandung metabolit sekunder flavonoid, saponin dan tannin. Hasil uji parameter paper soap memenuhi persyaratan pada organoleptis, pH, stabilitas busa, antibakteri dan iritasi pada mata kelinci. Formula paper soap ekstrak daun belimbing wuluh  dapat meningkatkan kelembapan kulit pada semua formula.
Pengenalan Wound Dressing Serta Cara Penggunaan Obat Pada Pasien Dengan Luka Ringan Erwiyani, Agitya Resti; Saparwati, Mona; Susilo, Jatmiko
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.2 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.916 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i2.764

Abstract

Household accidents are a social disease close to family life, poverty, overcrowding, educational opportunities and limited health services. The impact of these accidents often results in wounds that require wound care to prevent infection. Antibiotics is uses in the treatment of various infectious diseases with increasing use every year. Wise pharmaceutical services related to the use of antibiotics can realize wise antibiotic therapy and prevent resistance, and are carried out responsibly so that the quality of patients improves. The purpose of community service is to increase community knowledge about how to treat minor wounds and their treatment in the family environment. The method used in community service activities is by providing health information using zoom media meetings and uploading it to YouTube. The assessment of knowledge was carried out by measuring the level of knowledge in the pretest and posttest on how to treat and dress minor infectious wounds and their treatment. The post-test results showed an increase in the respondents' knowledge of wound care with an average of 4.86 and an increase in the knowledge of respondents with antibiotic resistance, namely the average post-test score to 4.68. It can be concluded that community service activities are running well and it is hoped that respondents can apply the knowledge they have acquired in the family and community environmentabstrakKecelakaan rumah tangga merupakan penyakit sosial yang dekat dengan kehidupan keluarga, kemiskinan, kepadatan penduduk, kesempatan pendidikan dan keterbatasan pelayanan kesehatan. Dampak dari kecelakaan ini sering mengakibatkan luka yang memerlukan perawatan luka agar tidak terjadi infeksi. Antibiotik telah digunakan secara luas dalam mengatasi berbagai penyakit infeksi dengan peningkatan penggunaan setiap tahunnya. Pelayanan kefarmasian yang bijak terkait penggunaan antibiotik dapat mewujudkan terapi antibiotik yang bijak dan mencegah resistensi, serta dilakukan bertanggung jawab agar kualitas pasien meningkat. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bagaimana perawatan luka ringan dan pengobatannya pada lingkungan keluarga. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan informasi kesehatan menggunakan media zoom meeting dan diupload ke dalam youtube. Penilaian pengetahuan dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan pretest dan posttest tentang bagaimana cara merawat dan membalut luka infeksi ringan dan pengobatannya. Hasil postest menunjukkan peningkatan pengetahuan perawatan luka responden dengan rata-rata 4,86 dan peningkatan pengetahuan responden resistensi antibiotic yakni rata-rata nilai post test menjadi 4,68. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pegabdian masyarakat berjalan baik dan diharapkan responden dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
Pemanfaatan Daun Pecut Kuda (Stachytarpheta Jamaicensis L.) sebagai Teh Herbal Antidiabetes dan Antihiperlipidemia T, Refika Nadha; Septiana Rohama Ria Hikmawati; Luluk Nur Hidayah; Nur Rahmadani; Luk Lu’ul Khumaeroh; Erwiyani, Agitya Resti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2684

Abstract

ABSTRACT The Horse Whip Plant (Stachytarpheta jamaicensis L.) is one of the plants that needs to be developed. Horsewhip leaves (Stachytarpheta jamaicensis L.) have various types of secondary metabolites such as tannins, saponins, terpenoids, flavonoids, phenols, alkaloids, steroids and glycosides. The active compounds of the Horsewhip plant (Stachytarpheta jamaicensis L.) have antibacterial, antifungal, antidyslipidemic, antioxidant, anti-inflammatory, antidiarrheal, antihypersensitive and hepatoprotective activity. The horsewhip plant is a plant that grows wild anywhere and does not require special care and is easy to find, but its abundant health benefits for the people of Dsn are not yet known. Gedanganak Ds. Mijen District. West Ungaran to be processed into herbal tea. The target of this activity is people aged 30 years to seniors. The activity method is carried out by delivering education or material presented by the service team as well as discussions and questions and answers at the final session. The activity took place at the village hall of Mijen village which was attended by 15 people. The result of the outreach activities provided by the service team is that the public knows about the horsewhip plant (Stachytarpheta jamaicensis L.) and how to process it into herbal tea which can be used as a business opportunity. This is shown when residents can provide good and appropriate responses to discussion activities and questions and answers after being given socialization.   ABSTRAK                 Tanaman Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis L.) merupakan salah satu tanaman yang perlu dikembangkan karena memiliki khasiat bagi kesehatan. Daun pecut kuda mengandung metabolit sekunder seperti tanin, saponin, terpenoid, flavonoid, fenol, alkaloid, steroid dan glikosida yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antifungi, antidislipidemia, antioksidan dan antidiabetes. Tanaman pecut kuda merupakan tanaman yang tumbuh liar di manapun dan tanpa memerlukan perawatan khusus serta mudah ditemukan. Banyaknya tanaman pecut kuda di sekitar Dusun Gedanganak Desa Mijen Kecamatan Ungaran Barat yang tumbuh liar tetapi selama ini belum diolah dan dimanfaatkan dengan baik. Sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat berusia 30 tahun hingga lanjut usia. Metode kegiatan dilakukan dengan pemberian edukasi tentang pemanfaatan daun pecut kuda dan pengolahan dalam bentuk teh herbal serta diskusi dan tanya jawab pada sesi akhir. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Mijen yang dihadiri 15 orang. Hasil dari kegiatan sosialisasi yang diberikan oleh tim pengabdi yaitu masyarakat mengetahui pemanfaatan tanaman pecut kuda dan cara pengolahannya menjadi teh herbal yang dapat meningkatkan nilai ekonomi produk. Sosialisasi yang diberikan tentang pemanfaatan tanaman pecut kuda dan cara pembuatan teh herbal diterima baik oleh peserta terlihat dari peserta antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Perlu adanya pemanfaatan tanaman pecut kuda menjadi salah satu TOGA (Tanaman Obat Keluarga yang bermanfaat bagi kesehatan. Pembuatan dalam bentuk the herbal merupakan inovasi dalam meningkatkan nilai ekonomi tanaman pecut kuda.
Co-Authors Ambari, Yani Anasthasia Pujiastuti Anasthasia Pujistuti Andre Agasi Aprilia, Lyla Ari Siswati Arista Wahyu Ningsih Auli, Andira Ayu Putri Brilian Subhan Ayu Sonia Cahyani Ayu Sonia Cahyani Beti Pudyastuti, Beti Dedi Haswan Devi Mardiyanti DEWI RAHMAWATI Dian Oktianti Dika Destiani Dika Destiani, Dika Dina Sihot Rejeki Gultom Dwi Teju Nurita Mami Zulfa Eka Nur Rahmawati Ening Listyanti Fadila Aulia Zulfa Fadiyah, Ghina Atika Fania P. Luhurningtyas Fithri Hidayah Galih Adi Pramana Hadi Nasbey Hati, Anita Kumala Indriyani, Niken Istianatus Sunnah Istianatus Sunnah Istinatus Sunnah Jamhari Jamhari Jatmiko Susilo Kabelen, Stefan Adrianus Kartika Dian Pertiwi Krismelinda Octavia Yunisa Krismelinda Octavia Yunisa Layyinatunnisa, Dinda Frieska Luh Putu Mahatrianti Eningsari Luk Lu’ul Khumaeroh Luluk Mursyidah Luluk Nur Hidayah Lyda Walida Awwalin Maryanti Maryanti Mega Silvi Aprilliani Mega Silvi Aprilliani Mona Saparwati Mulasih, Wening Sri Niken Dyaharesti Nita Tanti Wulandari Nur Rahmadani Nyai Melati Pratama Nyai Melati Pratama Pratama, Nyai Melati Pujiastuti, Anasthasia Putri, Erly Hersina Rahmawati, Lili Rendy Rahman Resti Hayu Ningtyas Rilla Noor Farida Riska Aninda Putri Ristina Rahma Shinta Dewi Riva Mustika Anugrah Rofiana, Meilia Rosa Puspita Rizky Wulandini Rusiana, Ermala Samani, Ahmad Najib Saviana, Nur Winda Septi Mariani Septiana Rohama Ria Hikmawati Sikni Retno Karminingtyas Silmi, Wiwin Anuggerah Soraya, Novalisa Nindhi Sri Mustika Ayu Stefan Adrianus Kabelen Suzan Septiana T, Refika Nadha Talitha Cahyaningrum Tiara Anggraeni Tri Dewi Zakinah Ulum, Apiatul vifta, rissa laila Wening Sri Mulasih Wening Sri Mulasih Wijayanti, Estiningsih Sri Winda Ayu Ningtyas Yunisa, Krismelinda Octavia