Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Pengetahuan Penggunaan Antibiotik pada Siswa SMK PGRI 1 Salatiga Sikni Retno Karminingtyas; Agitya Resti Erwiyani; Istianatus Sunnah
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v6i1.2630

Abstract

Antibiotics are a class of drugs used to fight infections caused by bacteria. Antibiotics used inappropriately and wisely can cause resistance problems. Inappropriate use of antibiotics often occurs among the public. This is likely due to a lack of knowledge regarding the use of antibiotics. This study aims to analyze the level of antibiotic knowledge among students at SMK PGRI 1 Salatiga. This research is an observational study with a cross sectional and prospective approach conducted at SMK PGRI 1 Salatiga. The research sample is part of the population that meets the inclusion and exclusion criteria using a sampling technique, namely total sampling, and 66 respondents were obtained. Inclusion criteria include students of SMK PGRI 1 Salatiga class XII who are over 16 years old, willing to be respondents, able to write and read. Exclusion criteria include respondents who did not fill out the questionnaire completely. The data was tested using Chi-square and Gamma to determine the relationship between respondent characteristics and the level of knowledge of antibiotic use. Research shows that the gender of the students who took part in the research was 3 respondents (4.55%) male and 63 respondents (95.45%) female. The age of class as many as 2 respondents (3.03%). The level of good knowledge was 49 respondents (74.24%), sufficient knowledge was 13 respondents (19.70%) and poor knowledge was 4 respondents (6.06%). Gender and age are not related to the level of knowledge with significance values ​​of 0.282 and 0.564 respectively. ABSTRAK Antibiotik merupakan golongan obat yang digunakan untuk melawan infeksi yang diakibatkan oleh bakteri. Antibiotik yang digunakan tidak tepat dan bijak dapat menyebabkan munculnya masalah resistensi. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat tersebut banyak terjadi di kalangan masyarakat. Hal ini kemungkinan karena kurangnya pengetahuan terkait dengan penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan antibiotik di kalangan siswa SMK PGRI 1 Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional dan bersifat prospektif yang dilakukan di SMK PGRI 1 Salatiga. Sampel penelitian merupakan bagian dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dan didapatkan 66 responden. Kriteria inklusi meliputi siswa siswi SMK PGRI 1 Salatiga kelas XII yang berusia lebih dari 16 tahun, bersedia menjadi responden, dapat menulis dan membaca. Kriteria eksklusi meliputi responden yang tidak mengisi kuesioner dengan lengkap. Data diuji dengan Chi-square dan Gamma untuk mengetahui hubungan karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik. Penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin siswa yang mengikuti penelitian yaitu laki-laki sebanyak 3 responden (4,55%) dan perempuan 63 responden (95,45%). Usia siswa kelas XII yang mengikuti penelitian yaitu usia 17 tahun sebanyak 25 responden (37,88%), usia 18 tahun sebanyak 31 responden (46,97%), usia 19 tahun sebanyak 8 responden (12,12%) dan usia 20 tahun sebanyak 2 responden (3,03%). Tingkat pengetahuan baik sebesar 49 responden (74,24%), pengetahuan cukup sebesar 13 responden (19,70%) dan pengetahuan kurang sebesar 4 responden (6,06%). Jenis kelamin dan usia tidak berhubungan dengan tingkat pengetahuan dengan nilai signifikansi masing-masing 0,282 dan 0,564.
Potensi Antibakteri Minyak Biji Labu Kuning (Cucurbita moschata D) terhadap Penghambatan Bakteri Gram Positif Sunnah, Istianatus; Fadiyah, Ghina Atika; Silmi, Wiwin Anuggerah; Erwiyani, Agitya Resti
Journal of Islamic Pharmacy Vol 9, No 2 (2024): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v9i2.27010

Abstract

Minyak biji labu kuning merupakan minyak nabati yang memiliki kandungan senyawa metabolit yang bermanfaat bagi kesehatan, salah satunya untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik dan potensi minyak biji labu kuning dalam menghambat pertumbuhan bakteri gram positif Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes. Minyak diperoleh melalui proses ekstraksi sokletasi menggunakan pelarut n-heksana, kemudian dilakukan skrining fitokimia flavonoid, saponin, dan tanin, serta penentuan karakteristik fisik meliputi uji organoleptis, pH, bobot jenis, bilangan asam, bilangan iodium, dan bilangan penyabunan. Metode difusi cakram digunakan untuk mengevaluasi potensi antibakteri dengan kontrol positif doksisiklin 30 µg. Perbedaan potensi dianalisis menggunakan one-way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan minyak biji labu kuning memiliki kandungan flavonoid dan saponin, namun tidak memiliki kandungan tanin. Minyak biji labu kuning memiliki warna kuning, bau khas labu, dengan pH 5 ± 0, bobot jenis 0,89 g/mL, bilangan asam 6 ± 0 mg NaOH/g, bilangan iodium 14,63 ± 0,77 g I2/100g, dan bilangan penyabunan 449 mg KOH/100g. Diameter zona hambat minyak biji labu kuning terhadap bakteri S. aureus sebesar 1,89 ± 0,703 mm dan P. acnes sebesar 0,6 ± 0,06 mm. Kontrol positif doksisiklin memiliki diameter zona hambat sebesar 28,19 ± 2,959 mm terhadap S. aureus dan 27,8 ± 1,21 mm terhadap P. acnes. Minyak biji labu kuning memiliki kandungan senyawa flavonoid dan saponin yang berperan menghambat pertumbuhan bakteri, namun memiliki potensi lemah dalam menghambat pertumbuhan bakteri gram positif S. aureus dan P. acnes.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Masker Gel Peel Off Enkapsulasi Ekstrak Labu Kuning (Cucurbita maxima D) Erwiyani, Agitya Resti
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 3 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i3.36986

Abstract

Labu kuning merupakan tanaman dengan sumber antioksidan tinggi dan antiinflamasi. Kandungan senyawa zat aktif dalam labu kuning yang memiliki aktivitas beragam menjadi hal yang menarik untuk dikembangkan sebagai kandidat kosmetik antiaging. Labu kuning dilakukan formulasi dalam bentuk masker gel peel off untuk meningkatkan efektivitasnya dengan formulasi sediaan yang aplikasinya mudah, mudah dibersihkan dan menarik. Tujuan penelitian dilakukan untuk membuat formulasi dan melakukan evaluasi sediaan masker gel peel off enkapsulasi ekstrak labu kuning. Enkapsulasi ekstrak labu kuning dibuat dalam bentuk sediaan masker gel peel offl dan dilakukan pengamatan parameter fisikakimia. Uji stabilitas sediaan dilakukan dengan pengamatan parameter fisikakimia dievaluasi selama 1 bulan, uji sentrifugasi dan cycling test untuk melihat stabilitas sediaan. Pengujian iritasi dilakukan menggunakan hewan uji kelinci dengan melihat respon udem dan iritasi. Masker gel peel off enkapsulasi ekstrak labu kuning stabil pada uji sentrifugasi dan penyimpanan selama 1 bulan stabil ditunjukkan tidak ada perubahan pada parameter organoleptis, homogenitas, daya sebar, waktu kering, viskositas, pH. Pengujian cycling test selama 6 siklus tidak menunjukkan perubahan organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, waktu kering, viskositas dan pH. Uji iritasi menunjukkan bahwa masker gel peel off labu kuning tidak memiliki efek iritasi pada kulit punggung kelinci dengan pengamatan selama 72 jam dilanjutkan pengamatan 15 hari. Formulasi masker gel peel off enkapsulasi ekstrak labu kuning stabil dan tidak mengiritasi.
Tingkat Pengetahuan Pasien Prolanis Terkait Edukasi Dagusibu Menggunakan Media Leaflet di Klinik Gracia Ungaran Luh Putu Mahatrianti Eningsari; Soraya, Novalisa Nindhi; Suzan Septiana; Ristina Rahma Shinta Dewi; Agitya Resti Erwiyani; Istinatus Sunnah
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i1.1840

Abstract

Self-medication is defined as the selection and use of drugs by individuals to treat self-recognized illnesses or symptoms. The risk of self-medication behavior will arise if it is done incorrectly. One of the causes of this inaccuracy could be DAGUSIBU's error. Dissemination of information about DAGUSIBU can be done using leaflets. The aim of this research is to determine the influence of leaflet media on the implementation of DAGUSIBU extension. The method used is a pre-experimental research method with a one group pre and post test design. The sampling technique used by researchers was purposive sampling. The resultsof this research showed that the average increase in participants' knowledge was 14.77%.
Karakteristik Fisik dan Uji Iritasi Krim Pelembab Maskne Kombinasi Minyak Biji Labu Kuning (Cucurbita moschata Seed Oil) Dan Niasinamide: Physical Characteristics and Irritation Test of Maskne Moisturizing Cream Combination of Pumpkin Seed Oil (Cucurbita moschata Seed Oil) and Niacinamide Sunnah, Istianatus; Tiara Anggraeni; Fadiyah, Ghina Atika; Erwiyani, Agitya Resti
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i2.302

Abstract

Face masks that are used too long and often cause acne called maskne. The emergence of acne can be overcome by using a moisturizer. One of the ingredients that can be added to the moisturizer formula is niacinamide. This substance has potential anti-inflammatory activity to treat acne vulgaris. In the maskne formulation, vegetable oil can be added as an emollient, one of which is pumpkin seed oil. The purpose of this study was to analyze the content of pumpkin seed oil metabolite compounds and evaluate the physical characteristics of maskne moisturizing cream. The variation of pumpkin seed oil concentration used was 5% and 10%. Identification of the content of metabolite compounds in pumpkin seed oil was carried out qualitatively. Physical properties were observed for 4 weeks. Dermal irritation test refers to BPOM 2014. The physical characteristics of the preparation were analyzed by one way ANOVA. Organoleptic and homogeneity observations were analyzed descriptively. Phytochemical screening of pumpkin seed oil contains flavonoids and saponins. Organoleptic observations, the cream preparation was homogeneous, semi-solid, white in color, thick in shape and odorless. The cream has a pH of ± 8, adhesion for 1.13-1.60 seconds, spreading power in a diameter of 5.11-5.54 cm, and viscosity of 7376-10014.67 cP. No edema and erythema were found after application to the skin. Pumpkin seed oil contains flavonoids. MBLK maskne moisturizing cream combined with niacinamide meets the physical characteristics of pH, spreading power, adhesion, viscosity, centrifugation and non-irritating.   ABSTRAK Masker penutup wajah yang digunakan terlalu lama dan sering menyebabkan timbulnya jerawat yang disebut maskne. Timbulnya jerawat tersebut dapat diatasi dengan penggunaan pelembab. Salah satu bahan yang dapat ditambahkan dalam formula pelembab yaitu niasinamid. Zat ini memiliki aktivitas anti inflamasi yang potensial untuk mengobati akne vulgaris. Dalam formulasi maskne dapat ditambahkan minyak nabati sebagai emolient salah satunya minyak biji labu kuning. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan senyawa metabolit minyak biji labu kuning dan mengevaluasi karakteristik fisik krim pelembab maskne. Variasi konsentrasi minyak biji labu kuning yang digunakan 5% dan 10%. Identifikasi kandungan senyawa metabolit dalam minyak biji labu kuning dilakukan secara kualitatif. Sifat fisik diamati selama 4 minggu. Uji iritasi dermal mengacu pada BPOM 2014. Karakteristik fisik sediaan dianalisis dengan one way ANOVA. Pengamatan organoleptis dan homogenitas dianalisis secara deskriptif. Skrining fitokimia minyak biji labu kuning mengandung flavonoid dan saponin. Pengamatan secara organoleptis, sediaan krim homogen, semi padat, berwarna putih, bentuk kental dan tidak berbau. Krim memiliki pH ± 8, daya pelekatan selama 1,13-1,60 detik, daya penyebaran dalam diameter 5,11-5,54 cm, dan viskositas 7376-10014,67 cP. Tidak ditemukan udema dan eritema setelah diaplikasikan di kulit. Minyak biji labu kuning mengandung flavonoid. Krim pelembab maskne MBLK kombinasi dengan niasinamid memenuhi karakteristik fisik pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, sentrifugasi dan tidak iritatif.
Edukasi Legalitas Kosmetik dan BPOM Mobile Pada Siswa SMA Negeri 2 Ungaran Erwiyani, Agitya Resti; Ari Siswati; Istianatus Sunnah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i2.3340

Abstract

The use of cosmetics has become a necessity and lifestyle, especially for teenagers who often try various types of cosmetics. The use of cosmetics by teenagers is intended to maintain healthy facial skin, increase self-confidence, overcome acne and follow trends in society or their idols. Cosmetic purchases by teenagers are often made based on information obtained from social media, reviews from friends or communities, internet sources or television. Online purchases in the marketplace are often influenced by reviews from previous cosmetic buyers, but reviews from buyers do not necessarily guarantee the truth of the information provided. The aim of educational activities for students of SMA Negeri 2 Ungaran is to increase students' knowledge on how to identify the authenticity of cosmetics and how to find information on prohibited cosmetics. The activity was carried out with the target participants of SMA Negeri 2 Ungaran class X students as many as 13 male students and 18 female students. Educational activities were carried out through presentations, discussions and questions and answers. The level of student understanding was measured using post-test questions that were done after the presentation of material from the resource person. The results of measuring the level of student understanding about the legality of cosmetics and BPOM mobile had a good level of knowledge of 67.75%, moderate at 25.81% and lacking at 6.45%. It is necessary to carry out educational activities for adolescents with a wider scope. ABSTRAK Penggunaan kosmetik telah menjadi kebutuhan dan gaya hidup terutama remaja yang sering mencoba berbagai jenis kosmetik. Penggunaan kosmetik pada remaja ditujukan untuk menjaga kesehatan kulit wajah, meningkatkan rasa percaya diri, mengatasi jerawat serta mengikuti tren di masyarakat ataupun idola mereka. Pembelian kosmetik pada remaja seringkali dilakukan berdasarkan informasi yang didapatkan dari media sosial, review dari teman atau komunitas, sumber internet maupun televisi. Pada pembelian secara online di market place seringkali dipengaruhi oleh review dari pembeli kosmetik sebelumnya namun review dari pembeli belum tentu menjamin kebenaran informasi yang diberikan. Tujuan kegiatan edukasi di siswa SMA Negeri 2 Ungaran untuk meningkatkan pengetahuan siswa bagaimana melakukan identifikasi keaslian kosmetik serta mengetahui bagaimana cara mencari informasi kosmetik yang dilarang. Kegiatan dilakukan dengan sasaran peserta siswa SMA Negeri 2 Ungaran kelas X sebanyak 13 siswa laki – laki dan 18 siswa perempuan. Kegiatan edukasi dilakukan dengan presentasi, diskusi dan tanya jawab. Tingkat pemahaman siswa diukur menggunakan soal post test yang dikerjakan setelah pemaparan materi dari narasumber. Hasil pengukuran tingkat pemahaman siswa tentang legalitas kosmetik dan BPOM mobile memiliki tingkat pengetahuan baik sebesar 67,75%, sedang sebesar 25,81% dan kurang sebesar 6,45%. Perlu dilakukan kegiatan edukasi pada remaja dengan lingkup yang lebih luas.
EDUKASI PENGGUNAAN KOSMETIKA AMAN DAN LEGAL DI KALANGAN SISWA SMA Sunnah, Istianatus; Erwiyani, Agitya Resti; Karminingtyas, Sikni Retno
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31471

Abstract

ABSTRAK                                                                            Persentase penggunaan kosmetika saat ini meningkat tajam. Distributor kosmetika semakin berlomba memberikan diskon sehingga berdampak pada pembelian kosmetika secara online serta penggunaan kosmetika ilegal dan palsu. Efek berbahaya dapat timbul akibat penggunaan kosmetik ilegal dan palsu. Oleh karena itu, sangatlah diperlukan persyaratan aman dan legal untuk penggunaan kosmetika. Tujuan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa terhadap pemilihan kosmetik yang aman, legal dan asli secara online. Metode yang digunakan yaitu pemberian edukasi, pemberian kuesioner materi terkait dengan kosmetik aman dan  legal. Mitra sebagai target pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah 150 siswa SMA kelas XII di Kabupaten Semarang. Pretes dan postes dalam bentuk kuesioner tentang 3 materi disampaikan. Hasil kuesioner dianalisis menggunakan statistika SPSS untuk persentase tingkat pemahaman baik, sedang dan kurang. Hasil kegiatan edukasi tentang penggunaan kosmetik yang aman dan legal, diikuti 150 siswa SMA yang terdiri dari 58 siswa dan 92 siswi kelas XII. Berdasarkan hasil kuesioner, sebanyak 92 siswi memiliki kepedulian terhadap penggunaan kosmetik yang aman dan legal.  Hasil tingkat pemahaman menunjukkan bahwa siswi memiliki tingkat pemahaman baik (77,17 %), pemahaman cukup (26,30%) dan 6,52% memiliki pemahaman kurang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa siswi SMA kelas XII di Kabupaten Semarang rata-rata memiliki pemahaman yang baik tentang penggunaan kosmetik aman dan legal. Kata kunci: edukasi; kosmetika;siswa;pemahaman ABSTRACTThe percentage of cosmetic use is currently increasing sharply. Cosmetic distributors are increasingly competing to provide discounts, which has an impact on online cosmetic purchases and the use of illegal and fake cosmetics. The use of illegal and fake cosmetics can have harmful effects on the body. Therefore, safe and legal requirements for the use of cosmetics are very much needed. The purpose of implementing this activity is to analyze the level of student understanding of choosing safety, legality cosmetics by online. The method used is providing education, providing questionnaires on materials related to safety and legality cosmetics. The partners as the target for implementing this PKM activity are 150 high school students in grade XII in Semarang Regency. Pretests and posttests in the form of questionnaires about 3 materials were delivered. The results of the questionnaire were analyzed using SPSS statistics for the percentage of good, moderate and poor understanding levels. The results of educational activities on the use of safe and legal cosmetics were attended by 150 high school students consisting of 58 male and 92 female students in grade XII. Based on the results of the questionnaire, 92 female students were concerned about the use of cosmetics which are safe and legal. The results of the level of understanding show that female students have a good level of understanding (77.17%), sufficient understanding (26.30%) and 6.52% have poor understanding. Based on these results, it can be concluded that female high school students in grade XII in Semarang Regency on average have a good understanding of the use of safe and legal cosmetics.                                                                                            Keywords: education; cosmetics; students; understanding.
Efektivitas Antibakteri Sabun Cair yang Mengandung Ekstrak Biji Pinang terhadap Propionibacterium acnes: Antibacterial Effectiveness of Liquid Soap Containing Areca Nut Extract against Propionibacterium acnes Erwiyani, Agitya Resti; Rusiana, Ermala; Indriyani, Niken
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.543

Abstract

Betel nuts contain secondary metabolites that have antibacterial activity. Cosmetic products that are often used as antibacterial agents are liquid soaps. The antibacterial potential of liquid soap against the bacterium Propionibacterium acnes (P. acnes) needs to be developed.P. acnes is a bacterium that plays a role in the formation of acne. The research aims to analyze the antibacterial activity and physical properties of palm seed extract liquid soap against P. acnes. The type of research used is experimental with a post-test control group design. The antibacterial activity test method used was the disk diffusion method. The liquid soap formulations, formulas 1, 2, and 3, contain extract concentrations of 1%, 3%, and 5%, respectively, and physical characteristics were observed on organoleptic parameters, pH, foam height, and viscosity over 28 days. The inhibition zone diameter data was analyzed using the One Way Anova and LSD statistical tests. Liquid soap formulas 1, 2, and 3 have organoleptic characteristics that are semi-viscous, brown in color, have a distinctive betel nut scent, and are homogeneous. Storage for 28 days showed no changes in organoleptic properties, pH value, foam height, and viscosity. Liquid soap formulas 1, 2, and 3 have antibacterial activity with average inhibition zone diameters of 14.1±0.59 mm (strong), 16.9±0.26 mm (strong), and 20.0±0.44 mm (very strong), respectively. The increase in the concentration of areca nut seed extract significantly affects the inhibition zone.   ABSTRAK Biji pinang mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri. Produk kosmetik yang sering digunakan sebagai antibakteri adalah sabun cair. Potensi antibakteri sabun cair terhadap bakteri Propionibacterium acnes (P. acnes) perlu dikembangkan. P. acnes merupakan bakteri yang berperan terhadap terbentuknya jerawat. Tujuan penelitian untuk menganalisis aktivitas antibakteri dan sifat fisik sabun cair ekstrak biji pinang terhadap P. acnes. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan desain post test control group design. Metode uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Formulasi sabun cair formula 1, 2 dan 3 mengandung konsentrasi ekstrak berturut – turut sebesar 1%, 3% dan 5% dilakukan pengamatan karakteristik fisik pada parameter organoleptis, pH, tinggi busa, dan viskositas selama 28 hari. Analisis data diameter zona hambat dilakukan menggunakan uji statistic One Way Anova dan LSD . Sabun cair formula 1, 2, dan 3 memiliki karakteristik organoleptis berbentuk semi kental, berwarna coklat, berbau khas pinang dan homogen. Penyimpanan selama 28 hari tidak menunjukkan perubahan organoleptis, nilai pH, tinggi busa dan viskositas. Sabun cair formula 1, 2, dan 3 memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat rata – rata berturut – turut sebesar 14,1±0,59 mm (kuat), 16,9±0,26 mm (kuat), dan 20,0±0,44 mm (sangat kuat). Peningkatan konsentrasi ekstrak biji pinang mempengaruhi zona hambat secara signifikan.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN CLAY MASK EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI KAOLIN DAN BENTONIT Rahmawati, Dewi; Auli, Andira; Ambari, Yani; Ningsih, Arista Wahyu; Beti Pudyastuti, Beti; Erwiyani, Agitya Resti
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 2 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i2.735

Abstract

Pemakaian bahan alami dalam produk perawatan kulit semakin populer karena dinilai lebih aman dan ramah lingkungan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai bahan aktif adalah bunga telang (Clitoria ternatea L.), yang diketahui mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, terpenoid, dan antosianin dengan aktivitas antioksidan yang tinggi. Senyawa-senyawa ini berperan penting dalam menangkal radikal bebas yang dapat merusak sel kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak bunga telang dapat diformulasikan menjadi sediaan clay mask yang memenuhi standar mutu fisik serta stabil selama penyimpanan. Metode yang digunakan eksperimental laboratorium. Ekstrak bunga telang diperoleh melalui maserasi dengan etanol 70% dan kemudian di formulasi menjadi sediaan clay mask dengan berbagai konsentrasi F1 (kaolin 35% : bentonite 0,5%), F2 (kaolin 30% : bentonite 1%), dan F3 (kaolin 25% : bentonite 1,5%). Parameter uji stabilitas fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, waktu kering, viskositas dan pH. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa ekstrak bunga telang dapat dibuat menjadi clay mask dengan perbedaan konsentrasi basis yang digunakan. Stabilitas fisik ketiga sediaan clay mask untuk pengujian organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, waktu kering, viskositas dan pH sudah memenuhi pesyaratan formulasi yang baik. Perbedaan konsentrasi basis sediaan clay mask didapatkan formula terbaik pada F1 (kaolin 35% : bentonite 0,5%). Perbedaan konsentrasi basis pada F1, F2, dan F3 berdampak signifikan pada hasil uji mutu fisik.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KEPATUHAN MINUM OBAT PESERTA ILP NOBOREJO MELALUI PENYULUHAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CEBONGAN Aprilia, Lyla; Rofiana, Meilia; Samani, Ahmad Najib; Ulum, Apiatul; Erwiyani, Agitya Resti; Wijayanti, Estiningsih Sri
ABDI MAKARTI Vol 4, No 2 (2025): ABDI MAKARTI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/abdimakarti.v4i2.864

Abstract

Patient compliance in taking medication greatly influences the success of a treatment. Low compliance with taking medication also occurs in elderly patients with a History of Chronic Diseases, so that many patients succumb to the disease and improve the patient’s quality of life. Chronic diseases have caused around 36 million deaths globally. Therefore, people with chronic diseases must control their condition regularly and take medication regularly to maintain the target of optimal disease improvement.  The importance of increasing awareness of medication compliance, a community service was held entitled "Improving Knowledge of Medication Compliance for ILP Noborejo Participants Through Counseling in the Cebongan Health Center Work Area". It is hoped that this counseling can increasing public knowledge that medication compliance is important in supporting therapy improvements as long as it is done based on doctor's instructions. The results of this activity show that the average score of respondents in general is at 80%, the average score of the is quite large. Participants have good knowledge of the material presented.
Co-Authors Ambari, Yani Anasthasia Pujiastuti Anasthasia Pujistuti Andre Agasi Aprilia, Lyla Ari Siswati Arista Wahyu Ningsih Auli, Andira Ayu Putri Brilian Subhan Ayu Sonia Cahyani Ayu Sonia Cahyani Beti Pudyastuti, Beti Dedi Haswan Devi Mardiyanti DEWI RAHMAWATI Dian Oktianti Dika Destiani Dika Destiani, Dika Dina Sihot Rejeki Gultom Dwi Teju Nurita Mami Zulfa Eka Nur Rahmawati Ening Listyanti Fadila Aulia Zulfa Fadiyah, Ghina Atika Fania P. Luhurningtyas Fithri Hidayah Galih Adi Pramana Hadi Nasbey Hati, Anita Kumala Indriyani, Niken Istianatus Sunnah Istianatus Sunnah Istinatus Sunnah Jamhari Jamhari Jatmiko Susilo Kabelen, Stefan Adrianus Kartika Dian Pertiwi Krismelinda Octavia Yunisa Krismelinda Octavia Yunisa Layyinatunnisa, Dinda Frieska Luh Putu Mahatrianti Eningsari Luk Lu’ul Khumaeroh Luluk Mursyidah Luluk Nur Hidayah Lyda Walida Awwalin Maryanti Maryanti Mega Silvi Aprilliani Mega Silvi Aprilliani Mona Saparwati Mulasih, Wening Sri Niken Dyaharesti Nita Tanti Wulandari Nur Rahmadani Nyai Melati Pratama Nyai Melati Pratama Pratama, Nyai Melati Pujiastuti, Anasthasia Putri, Erly Hersina Rahmawati, Lili Rendy Rahman Resti Hayu Ningtyas Rilla Noor Farida Riska Aninda Putri Ristina Rahma Shinta Dewi Riva Mustika Anugrah Rofiana, Meilia Rosa Puspita Rizky Wulandini Rusiana, Ermala Samani, Ahmad Najib Saviana, Nur Winda Septi Mariani Septiana Rohama Ria Hikmawati Sikni Retno Karminingtyas Silmi, Wiwin Anuggerah Soraya, Novalisa Nindhi Sri Mustika Ayu Stefan Adrianus Kabelen Suzan Septiana T, Refika Nadha Talitha Cahyaningrum Tiara Anggraeni Tri Dewi Zakinah Ulum, Apiatul vifta, rissa laila Wening Sri Mulasih Wening Sri Mulasih Wijayanti, Estiningsih Sri Winda Ayu Ningtyas Yunisa, Krismelinda Octavia