Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan

TEKNIK FINGER PAINTING DAN PLAYDOUGH EFECTIVE MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK PRASEKOLAH Ribkha Itha Idhayanti; Humaira Tadzkiyyatus Shalihah Adz-Azahra; Masini Masini
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 2, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.129 KB) | DOI: 10.31983/juk.v2i1.8792

Abstract

Anak pra sekolah sangat perlu dilatih motorik halusnya karena keterampilan tangan anak merupakan jendela pengetahuan bagi anak untuk mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan teknik finger painting dan playdough terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah di TK Griya Sinau Salsabila. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan tipe Quasy Experimental dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelompok A dan B di TK Griya Sinau Salsabila. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dimana sampel diambil dari yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yaitu 36 responden. 18 responden untuk kelompok intervensi dan 18 responden untuk kelompok kontrol. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil analisis data uji wilcoxon pada kelompok finger painting yaitu p-value 0,005 (p0,05), terdapat pengaruh yang signifikan intervensi finger painting terhadap perkembangan motorik halus anak prasekolah. Dan pada kelompok playdough diperoleh hasil sebesar 0,000 (p0,05) yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan intervensi playdough terhadap perkembangan motorik halus anak prasekolah. Kata kunci: finger painting, playdough, motorik halus
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TABLET FE Munayarokh Munayarokh; Tati Herawati; Ribkha Itha Idhayanti; Nuril Nikmawati
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 2, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.558 KB) | DOI: 10.31983/juk.v2i1.8787

Abstract

Pendidikan kesehatan sangat penting terutama pada ibu hamil di masa kehamilan persalinan dan nifas. Pemahaman tentang pentingnya tablet fe sangat diperlukan, dampak kejadian karena kurangnya tablet Fe ialah anemi, menurunnya daya tahan tubuh, infeksi dan perdarahan. Pengetahuan  merupakan faktor yang sangat penting bagaimana seharusnya tablet fe  diminum sesuai anjuran yang benar. Promosi kesehatan yang dilakukan puskesmas dengan cara penyuluhan langsung tanpa menggunakan media audio visual (video).Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan ibu  hamil mengenai  tablet fe di Puskesmas Puring  Kabupaten KebumenPenelitian ini menggunakan penelitian pra eksperiment  dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil di Puskesmas Puring  sejumlah 767 ibu hamil.  Teknik sampling yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling. Sampel pada penelitian ini sejumlah 88 ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui  media video terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai tablet Fe di Puskesmas Puring Kabupaten Kebumen tahun 2020 (p value 0,0001).Diharapkan kegiatan promosi kesehatan/penyuluhan kesehatan yang dilakukan kepada masyaraakat digunakan media video. Puskesmas meningkatkan kegiatan promosi kesehatan bekerja sama dengan linta sektoral yang lain (pihak kecamatan, dinas yang ada di kecamatan)  TP PKK maupun lembaga masyarakat (UKBM) yang lain.     Kata Kunci: video, pengetahuan ,ibu hamil, tablet Fe      
EFEKTIVITAS PERMAINAN ENGKLEK DAN LOMPAT TALI TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK PRASEKOLAH Ribkha Itha Idhayanti; Rizqi Khoirunisa; Arum Lusiana; Mundarti Mundarti
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 3, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v3i1.10248

Abstract

Perkembangan motorik kasar anak prasekolah sangat penting dilatih sejak dini yang mana merupakan  usia emas golden age, oleh karena itu penting bagi anak untuk diberikan stimulasi sedini mungkin untuk mencegah hal-hal yang tidak diharapkan dimasa depan. Stimulasi yang dibutuhkan salah satunya ialah stimulasi motorik kasar, stimulasi tersebut bertujuan untuk melatih otot-otot besar dibagian kaki maupun tangan. Salah satu stimulasi yang dapat dilakukan untuk menunjang perkembangan motorik kasar ialah permainan engklek dan lompat tali.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas permainan engklek dan lompat tali terhadap perkembangan mottorik kasar anak prasekolah. Penelitian ini dilakukan di RA Masyithoh Salamrejo, Selopampang, Temanggung. Penelitian ini menggunakan Quasy Experiment dengan teknik pengambilan data purposive sampling. Dari 50 populasi didapatkan sampel sebanyak 34 responden yang terbagi 17 responden dengan permainan engklek dan 17 responden dengan permainan lompat tali. Hasil penelitian menggunakan Uji Mann-Whitney dengan hasil p-value = 0.000 dimana p0.05 yang berarti permainan engklek lebih efektif terhadap perkembangan motorik kasar anak prasekolah. Dari hasil penelitian, permainan engklek dan lompat tali dapat menjadi salah satu cara meningkatkan perkembangan motorik kasar anak prasekolah
IKAN MUJAIR DAN ZINC MAMPU MENINGKATKAN TINGGI BADAN ANAK UNTUK MENCEGAH STUNTING Munayarokh Munayarokh; Mursiyah Mursiyah; Ribkha Itha Idhayanti; Bambang Sarwono
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 3, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v3i1.10254

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Stunting adalah suatu kondisi dimana balita memiliki tinggi badan yang kurang dari usianya. Suplementasi zinc akan mengoptimalkan penyerapan makanan dan meningkatkan proses tumbuh kembang anak. Ikan mujair memiliki banyak kandungan nutrisi yang dapat meningkatkan tinggi badan anak.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ikan mujahir dan zinc terhadap pertambahan tinggi badan dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Karanggayam.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, metode yang digunakan adalah eksperimen semu, dengan kelompok eksperimen dan kontrol. Populasi adalah 51 teknik pengumpulan data total sampling. Penelitian ini menggunakan 46 sampel intervensi dari 23 anak usia 12-24 bulan dan 23 sampel kelompok. Hasil uji t berpasangan menunjukkan adanya peningkatan tinggi badan atau perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan ikan nila dan zinc, hal ini dibuktikan dengan nilai statistik yaitu nilai p value (0,000) 0,05.Terjadi peningkatan tinggi badan yang signifikan pada bayi usia 12 bulan hingga anak 24 bulan sebelum dan sesudah diberi ikan nila dan zinc 0,90435. Diharapkan ibu-ibu  memberikan zinc dan aktif berinovasi membuat menu menggunakan ikan mujair sehingga gizi protein anak lebih terpenuhiKata Kunci: anak, ikan mujair, zinc, stunting  AbstractBackground: Stunting is a condition where toddlers have a length or height that is less than their age. Zinc supplementation will optimize food absorption and improve the process of child development. Tilapia fish has a lot of nutritional content that can increase the length of the child's body.Objective: To determine the effect of giving mujahir fish and zinc on body length gain in an effort to prevent stunting in Karanggayam District.Methods: This research is a quantitative study, the method used is quasi-experimental, with experimental and control groups. The population is 51 total sampling data collection techniques. This study used an intervention 46 sample of 23 children aged 12-24 months and 23 group samples. The results of the paired t test showed that there was an increase in body length or a significant difference before and after being given tilapia and zinc, this was evidenced by the statistical value, namely the p value (0.000) 0.05.There was a significant increase in body length in infants aged 12 months to children 24 months before and after being given tilapia fish and zinc 0.90435. It is expected that mothers are active in innovating about making menus and child nutrition so that they are more fulfilledThere was a significant increase in body length in infants aged 12 months to children 24 months before and after being given tilapia fish and zinc 0.90435. It is hoped that mothers will give zinc and actively innovate to make menus using tilapia fish so that the protein nutrition of children is more fulfilledKeywords: chilldren, stunting, mujair fish and zinkAbstrakLatar Belakang: Stunting adalah suatu kondisi dimana balita memiliki tinggi badan yang kurang dari usianya. Suplementasi zinc akan mengoptimalkan penyerapan makanan dan meningkatkan proses tumbuh kembang anak. Ikan mujair memiliki banyak kandungan nutrisi yang dapat meningkatkan tinggi badan anak.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ikan mujahir dan zinc terhadap pertambahan tinggi badan dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Karanggayam.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, metode yang digunakan adalah eksperimen semu, dengan kelompok eksperimen dan kontrol. Populasi adalah 51 teknik pengumpulan data total sampling. Penelitian ini menggunakan 46 sampel intervensi dari 23 anak usia 12-24 bulan dan 23 sampel kelompok. Hasil uji t berpasangan menunjukkan adanya peningkatan tinggi badan atau perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan ikan nila dan zinc, hal ini dibuktikan dengan nilai statistik yaitu nilai p value (0,000) 0,05.Terjadi peningkatan tinggi badan yang signifikan pada bayi usia 12 bulan hingga anak 24 bulan sebelum dan sesudah diberi ikan nila dan zinc 0,90435. Diharapkan ibu-ibu  memberikan zinc dan aktif berinovasi membuat menu menggunakan ikan mujair sehingga gizi protein anak lebih terpenuhi  AbstractBackground: Stunting is a condition where toddlers have a length or height that is less than their age. Zinc supplementation will optimize food absorption and improve the process of child development. Tilapia fish has a lot of nutritional content that can increase the length of the child's body.Objective: To determine the effect of giving mujahir fish and zinc on body length gain in an effort to prevent stunting in Karanggayam District.Methods: This research is a quantitative study, the method used is quasi-experimental, with experimental and control groups. The population is 51 total sampling data collection techniques. This study used an intervention 46 sample of 23 children aged 12-24 months and 23 group samples. The results of the paired t test showed that there was an increase in body length or a significant difference before and after being given tilapia and zinc, this was evidenced by the statistical value, namely the p value (0.000) 0.05.There was a significant increase in body length in infants aged 12 months to children 24 months before and after being given tilapia fish and zinc 0.90435. It is expected that mothers are active in innovating about making menus and child nutrition so that they are more fulfilledThere was a significant increase in body length in infants aged 12 months to children 24 months before and after being given tilapia fish and zinc 0.90435. It is hoped that mothers will give zinc and actively innovate to make menus using tilapia fish so that the protein nutrition of children is more fulfilled 
PENGARUH PENDAMPINGAN KESEHATAN WUS TERHADAP PERILAKU WUS DALAM PEMERIKSAAN IVA Idhayanti, Ribkha Itha; Sari, Nita Melia; Maryani, Siti; Masini, Masini
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 4, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i2.12490

Abstract

Kasus kanker leher rahim menepati urutan kedua setelah kanker payudara yaitu sebanyak 36.633 kasus atau 9,2 % dari total kasus kanker di Indonesia. Cara sederhana mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin yaitu dengan melakukan IVA. Saat ini cakupan deteksi dini kanker leher rahim di Indonesia melalui pap smear dan IVA masih sangat rendah(sekitar 5%). Di Kabupaten Temanggung cakupan pemeriksaan IVA 5,6% dan di Kecamatan Bejen 13,6% dari sasaran 1012Tujuan Umum:Untuk mengetahui pengaruh pendampingan kesehatan WUS terhadap pemeriksaan IVA di Desa Prangkokan Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksperimen dengan rancangan yang digunakan yaitu One Group Pre Test-Post Test Design. jumlah sampel sebesar 40 orang. Pada saat kegiatan sosialisasi tanggal 04 Oktober 2023 sesuai kriteria inklusi. Dalam penelitian ini d menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian ini adalah: Perilaku pemeriksaan IVA sebelum di lakukan pendampingan kesehatan WUS masih rendah yaitu 12,5% dari 40 responden. Perilaku pemeriksaan IVA sesudah di lakukan pendampingan kesehatan WUS meningkat menjadi 80% dari 40 responden. Ada pengaruh yang signifikan pendampingan kesehatan WUS terhadap pemeriksaan IVA yaitu adanya peningkatan 27 responden dalam pemeriksaan IVA.Diharapkan responden yang belum pernah melakukan pemeriksaan IVA agar segara mungkin melakukan pemeriksaan IVA untuk mendeteksi resiko kanker leher rahim. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman dalam penelitian selanjutnya dan dikembangkan oleh peneliti lain dengan menggunakan variable yang berbeda serta analisi yang lebih mendalam.  
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMATIAN PERINATAL Idhayanti, Ribkha Itha; Kemalasari, Galuh; Chunaeni, Siti; Mundarti, Mundarti
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v3i2.10811

Abstract

Angka Kematian Perinatal (AKP) merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan dalam menilai derajat kesehatan suatu bangsa Banyak faktor yang dianggap sebagai factor penentu kematian perinatal, faktor-faktor penyebab tersebut dijadikan sebagai faktor determinan diantaranya faktor usia, paritas, pendidikan, faktor bayi yaitu IUFD, BBLR, Kelainan kongenital, premature dan asfiksia.  Jenis penelitian deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah usia, status paritas, pendidikan, penyakit penyebab kematian perinatal (IUFD, BBLR, kelainan kongenital, premature, dan asfiksia)  Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji Chi-square terdapat hubungan antara usia dengan kematian perinatal dengan pvalue=0,000. Terdapat hubungan antara paritas dengan kematian perinatal dengan pvalue=0,000. Terdapat hubungan penyakit penyebab kematian perinatal dengan pvalue=0,000. Sedangkan tidak ada hubungan antara pendidikan ibu dengan kematian perinatal dengan pvalue=0,750. Diharapkan tenaga kesehatan mampu meningkatkan kualitas pelayanan ANC pada ibu hamil beresiko yang dapat mengalami kematian perinatal
PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP REMAJA AWAL DENGAN MEDIA “BBB” (BELAJAR, BERMAIN, DAN BERNYANYI) Idhayanti, Ribkha Itha; Safitri, Eka Ani; Sukini, Tuti; Munayarokh, Munayarokh; Masini, Masiani
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v3i2.10917

Abstract

Masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa (remaja awal) mereka membutuhkan pendampingan. Di Indonesia jumlah kasus kriminal kesusilaan yang terdiri dari pemerkosaan dan pencabulan meningkat selama lima tahun terakhir. Pada 2016, jumlah kasus tersebut sebanyak 5.237, sementara pada 2020 menjadi 6.872 kasus. Menurut data dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kabupaten Kebumen pada tahun 2021 masih terjadi 125 kasus. Untuk korbanya paling banyak adalah anak usia remaja awal dan berjenis kelamin perempuan. Salah satu upaya pemerintah untuk melindungi anak dari kekerasan seksual disebutkan dalam pasal 15 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kejahatan seksual. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk pencegahan kekerasan seksual terhadap anak yaitu melalui pengajaran personal safety skills atau keterampilan keselamatan pribadi pada anak. Pada penelitian ini keterampilan keselamatan pribadi pada anak dikenalkan menggunakan media “BBB” yang merupakan singkatan dari Belajar, Bermain dan Bernyanyi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media “BBB” (Belajar, Bermain dan Bernyanyi) sebagai pencegahan kekerasan seksual terhadap remaja awal. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen, metode yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu (quasy experiment), dengan desain penelitian one group pretest-posttes. Teknik pengambilan sampel total populasi sampling atau sampel jenuh, jumlah sampel sebanyak 40 responden. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapat nilai p value = 0.000 yang artinya ada pengaruh signifikan pengetahuan remaja awal tentang pencegahan kekerasan seksual sebelum dan sesudah intervensi media “BBB”. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi media edukasi dalam upaya mencegah terjadinya kekerasan seksual pada remaja awal.
COOKIES PIRATEL (PISANG RAJA WORTEL) BERPENGARUH TERHADAP BERAT BADAN BALITA STATUS GIZI KURANG Masini, Masini; Prasetyaningtyas, Vivi Nur; Idhayanti, Ribkha Itha; Ayuningtyas, Ayuningtyas; Munayarokh, Munayaroh
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i1.11393

Abstract

Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan menunjukkan, terdapat empat permasalahan gizi balita di Indonesia. Di antaranya stunting, wasting, underweight, dan overweight. Menurut SSGI 2022, prevalensi balita wasting di Indonesia naik 0,6 poin dari 7,1% menjadi 7,7% pada tahun lalu. Kemudian, prevalensi balita underweight atau gizi kurang sebesar 17,1% pada 2022 atau naik 0,1 poin dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan permasalahan gizi kurang balita di Indonesia masih tinggi. Oleh karena itu, permasalahan gizi kurang pada balita perlu segera mendapatkan penanganan agar tidak terjadi gangguan pertumbuhan maupun permasalahan dikemudian hari.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cookies piratel terhadap berat badan balita status gizi kurang. Jenis penelitian menggunakan Pra Experimental dengan desain one group pretest dan posttest , populasi sejumlah 34 anak , tekning pengambilan sampel yakni total sampling sejumlah 34 responden balita gizi kurang yang diberikan intervensi selama 14 hari dan dianalisis perubahan berat badannya pada hari ke 15. Analisis hasil dengan uji T Test Berpasangan Paired T-Test menunjukkan terdapat pengaruh sebelum dan sesudah pemberian cookies piratel dengan p value 0.000 (p value <0,05).  Kesimpulannya terdapat pengaruh pemberian cookies piratel terhadap berat badan balita status gizi kurang. Diharapkan orang tua memberikan cookies piratel pisang dan wortel sebagai salah  satu alternatif makanan untuk meningkatkan berat badan balita yang mengalami kurang gizi. 
PENGARUH NUGGET KELLA (KELOR DAN NILA) TERHADAP BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN BADUTA Idhayanti, Ribkha Itha; Puspitasari, Dini; Sukini, Tuti; Mundarti, Mundarti
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i1.11421

Abstract

Kondisi gizi yang bagus ialah salah satu aspek berarti buat menggapai tingkatan kesehatan yang maksimal. Baduta atau bayi usia 12-24 bulan berada pada periode emas dan periode kritis, karena mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Periode emas dapat dicapai secara optimal apabila memperoleh asupan gizi yang sesuai dengan tumbuh kembangnya. Salah satu upaya pencegahan permasalahan gizi dengan memberikan asupan protein dan karbohidrat dalam bentuk makanan tambahan berupa pemberian nugget kelor dan nila terhadap berat badan dan tinggi badan baduta. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh nugget KELLA terhadap berat badan dan tinggi badan baduta. Jenis penelitian ini merupakan Quasi Experiment dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh baduta usia 12 – 24 bulan di Desa Kemiriombo wilayah kerja Puskesmas Gemawan. dan pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 37 responden baduta. Hasil penelitian menggunakan uji T-Dependent ditemukan hasil p-value 0,000 pada berat badan (pvalue < 0,05), maka disimpulkan ada pengaruh pemberian nugget KELLA terhadap peningkatan berat badan baduta dan pada tinggi badan diperoleh p-value 0,000 (palue<0,05), maka disimpulkan ada pengaruh pemberian nugget KELLA terhadap peningkatan tinggi badan badutaHasil penelitian ini diharapkan sebagai pertimbangan dalam tindakan pencegahan masalah gizi pada balita dengan memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan bahan lokal seperti daun kelor dan ikan nila dan dapat menerapkan pemberian nugget KELLA sebagai alternatif makanan tambahan balita.
PENGARUH PENDAMPINGAN KESEHATAN WUS TERHADAP PERILAKU WUS DALAM PEMERIKSAAN IVA Idhayanti, Ribkha Itha; Sari, Nita Melia; Maryani, Siti; Masini, Masini
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i2.12490

Abstract

Kasus kanker leher rahim menepati urutan kedua setelah kanker payudara yaitu sebanyak 36.633 kasus atau 9,2 % dari total kasus kanker di Indonesia. Cara sederhana mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin yaitu dengan melakukan IVA. Saat ini cakupan deteksi dini kanker leher rahim di Indonesia melalui pap smear dan IVA masih sangat rendah(sekitar 5%). Di Kabupaten Temanggung cakupan pemeriksaan IVA 5,6% dan di Kecamatan Bejen 13,6% dari sasaran 1012Tujuan Umum:Untuk mengetahui pengaruh pendampingan kesehatan WUS terhadap pemeriksaan IVA di Desa Prangkokan Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksperimen dengan rancangan yang digunakan yaitu One Group Pre Test-Post Test Design. jumlah sampel sebesar 40 orang. Pada saat kegiatan sosialisasi tanggal 04 Oktober 2023 sesuai kriteria inklusi. Dalam penelitian ini d menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian ini adalah: Perilaku pemeriksaan IVA sebelum di lakukan pendampingan kesehatan WUS masih rendah yaitu 12,5% dari 40 responden. Perilaku pemeriksaan IVA sesudah di lakukan pendampingan kesehatan WUS meningkat menjadi 80% dari 40 responden. Ada pengaruh yang signifikan pendampingan kesehatan WUS terhadap pemeriksaan IVA yaitu adanya peningkatan 27 responden dalam pemeriksaan IVA.Diharapkan responden yang belum pernah melakukan pemeriksaan IVA agar segara mungkin melakukan pemeriksaan IVA untuk mendeteksi resiko kanker leher rahim. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman dalam penelitian selanjutnya dan dikembangkan oleh peneliti lain dengan menggunakan variable yang berbeda serta analisi yang lebih mendalam.  
Co-Authors Algania Imandafirly, Hafidza Anggit Puspitaningrum Anisa Setyowati Anisa Siti Nurjanah Arfiana Arfiana Arfiana Arfiana Arfiana Arum Lusiana arum lusiana Arum Lusiana, Arum Asih Warastuti Ayuningtyas Ayuningtyas Bambang Sarwono Bekti Yuniyanti Bekti Yuniyanti, Bekti Christin Hiyana Tungga Dewi Christin Hiyana Tungga Dewi Christin Hiyana Tunggadewi Cristiani Tamu Apu Dewi, Christin Hiyana Tungga Dinda Briliani Putri Dini Patimah Elisia, Salma Esti Handayani Esti Handayani Esti Handayani Evada Safitri Fachry Abda El Rahman Firdayanti, Dewi Fugianti, Ari Hapsari, Wanodya Herlina Tri Damailia Herlina Tri Damailia, Herlina Tri Herlina Tridamailia Humaira Tadzkiyyatus Shalihah Adz-Azahra Intani Ega Rarassari Kartini, Rubiyana Islam Kemalasari, Galuh Masini Masini Masini Masini Masini, Masini Masini, Masiani Masini, Masini Maya Agiustina, Anggarani Meisya Alfia Rosada Munayarokh Munayarokh Munayarokh Munayarokh Munayarokh Munayarokh Munayarokh, Munayarokh Munayarokh, Munayaroh Mundarti Mundarti Mundarti Mursiyah Mursiyah Muryana, Dina Yuli Naila Zahra Diva Wijayanti Niken Dwi Rahmawati Nikmawati, Nuril Nuril Nikmawati Nuril Nikmawati Pipit Cahyani, Tatrini Ika Prasetyaningtyas, Vivi Nur Puji Wahyuni Pusparani, Lili Puspitasari, Dini Rahmawati, Ulya Ratu Safitri Ramadhania Rijanto, Rijanto Rina Kusnanti Rini, Purwati Mustiko Riski Novita Sari Riva Agustina Rizqi Khoirunisa Rofiah, Siti Rofi’ah, Siti Rubiyana Islam Kartini Safitri, Eka Ani Saputra, Wahyu Joko Sari, Nita Melia Sekar Safitri Siti Chunaeni Siti Chunaeni SITI MARYANI Siti Musringah Siti Rofi’ah Siti Rofi’ah Sri Winarsih susilarini susilarini Susilowati, Purwantini Tati Herawati Tulus Puji Hastuti Tuti Sukini Tuti Sukini Tuti Sukini, Tuti Wahyu Joko Saputra Wahyu Pujiastuti Wahyu Pujiastuti Wahyu Pujiastuti, Wahyu Wiwin Reni Rahmawati Yani Purwaningsih Yulia Rosemawati Yunita Yunita