Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENANAMAN NILAI ANTI KORUPSI DI PERGURUAN TINGGI SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PENCEGAHAN KORUPSI Ita Suryani
Jurnal Visi Komunikasi Vol 12, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.221 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v12i2.413

Abstract

Abstrak. Upaya pemberantasan korupsi tidak dapat mengandalkan semata-mata pada upayapenindakan yang menjadi kewenangan institusi penegak hukum. Upaya pencegahan korupsidengan ikut serta membangun budaya anti korupsi di masyarakat menjadi faktor pentingdalam upaya pemberantasan korupsi. Sebagai salah satu elemen masyarakat mahasiswadiharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dan motor penggerak gerakan anti korupsidi masyarakat. Untuk dapat berperan aktif mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuanyang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya. Pendidikan anti korupsiditujukan agar mahasiswa dapat mengetahui dengan jelas permasalahan korupsi yang sedangterjadi dan usaha untuk mencegahnya. Tulisan ini menjelaskan mengenai pendidikan antikorupsi dan juga untuk mengatahui bagaimana pendidikan anti korupsi diajarkan di kampus.Upaya pembekalan mahasiswa dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain : kegiatansosialisasi, kampanye, seminar atau perkuliahan. Pendidikan anti korupsi bagi mahasiswabertujuan untuk memberikan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi danpemberantasannya serta menanamkan nilai-nilai anti korupsi. Tujuan jangka panjangnyaadalah menumbuhkan budaya anti korupsi di kalangan mahasiswa dan mendorong mahasiswauntuk dapat berperan aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.Abstrak. Upaya pemberantasan korupsi tidak dapat mengandalkan semata-mata pada upayapenindakan yang menjadi kewenangan institusi penegak hukum. Upaya pencegahan korupsidengan ikut serta membangun budaya anti korupsi di masyarakat menjadi faktor pentingdalam upaya pemberantasan korupsi. Sebagai salah satu elemen masyarakat mahasiswadiharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dan motor penggerak gerakan anti korupsidi masyarakat. Untuk dapat berperan aktif mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuanyang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya. Pendidikan anti korupsiditujukan agar mahasiswa dapat mengetahui dengan jelas permasalahan korupsi yang sedangterjadi dan usaha untuk mencegahnya. Tulisan ini menjelaskan mengenai pendidikan antikorupsi dan juga untuk mengatahui bagaimana pendidikan anti korupsi diajarkan di kampus.Upaya pembekalan mahasiswa dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain : kegiatansosialisasi, kampanye, seminar atau perkuliahan. Pendidikan anti korupsi bagi mahasiswabertujuan untuk memberikan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi danpemberantasannya serta menanamkan nilai-nilai anti korupsi. Tujuan jangka panjangnyaadalah menumbuhkan budaya anti korupsi di kalangan mahasiswa dan mendorong mahasiswauntuk dapat berperan aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Instagram Reels as a Branding Medium Ita Suryani; Intan Leliana; Yusuf Setiyawan
Persepsi: Communication Journal Vol 5, No 2 (2022): November 2022
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/persepsi.v5i2.11551

Abstract

Instagram is a social platform utilized by most citizens including older people, adults to teenagers. It can grow engagement with the readers. It also functions as a branding medium to build branding or image of certain person, business, product, and company/institution. Branding is an effort to build an image in the eyes of the public. Instagram develops many innovations as one of which is creating the Instagram Reels feature. One of the purposes of using Instagram Reels is as a medium for personal, product, corporate, destination, and city and national branding. The purpose of this study is to find out how the Reels Instagram feature can be used as a medium for branding companies / agencies / personal / cities / regions with the aim of building or managing reputation. The research used the case study method where the data was taken from various sources with various tools. The results show that the Reels Instagram feature can be used as a medium for branding companies/agencies/personal/products/cities/regions with the aim of building or managing reputation. This can be a benchmark in attracting the attention / interest of Instagram users to view video reels repeatedly, therefore awareness and engagement is built.
Respon Masyarakat terhadap Fenomena "Childfree" (Studi Kasus influencer Gita Savitri) Intan Leliana; Ita Suryani; Achmad Haikal; Rio Septian
Cakrawala - Jurnal Humaniora Vol 23, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jc.v23i1.15716

Abstract

This study aims to describe the public's response to the Childfree phenomenon which has recently become a trend due to influencer Gita Savitri's comments. Childfree itself is used for someone who does not want to have children. This lifestyle is inversely proportional to the pattern that occurs in Indonesia. Where religious and customary factors in Indonesia strongly recommend having children even if only one. This study used a qualitative approach with phenomenological type. The results obtained that the community provides responses in the form of cognitive, affective and behavioral which are divided into two perspectives, namely socio-cultural and religious perspectives. The response of society when viewed from a socio-cultural perspective that the status and existence of women in the past was seen from how many children she could bear children, and the pattern that occurred in Indonesia for married couples to have children even if only one. Then if viewed from a religious perspective that having offspring is a recommendation in Islam is not an obligation. So that childfree is not included in the category of prohibited acts, because every married couple has the right to plan and manage their home life including having children. Keywords: Phenomenon, childfree, Community response
Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Branding Bagi Organisasi Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama (IPNU) Ciledug, Tangerang Ita Suryani; Intan Leliana; Siti Qona'ah; George Wilhelm Bender; Nur Auliya; Hadi Prana; Alfaniza Maradinayanti Saputri
Jurnal Pengabdian Kreatif Cemerlang Indonesia Vol 1 No 2 (2022): Periode November
Publisher : Yayasan Kreatif Cemerlang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1151.663 KB)

Abstract

Organisasi Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Ciledug terus berusaha untuk mendapatkan dukungan masyarakat dan mencari kader untuk meneruskan generasi Nahdatul Ulama terkait eksistensinya, sehingga kegiatan/program yang dilakukan dapat memberikan dampak positif terhadap para kader dan masyarakat sekitar pada umumnya. Dalam rangka meningkatkan kemampuan intelektual pada kader yakni pelajar yang bergabung dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU), untuk memperoleh dukungan dan meningkatkan eksistensi di mata masyarakat maka dibutuhkan strategi yang harus dilakukan yakni salah satunya dengan memaanfaatkan media sosial instagram @pelajarnuciledug sebagai media branding bagi Organisasi IPNU. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yakni (a) kurangnya pengetahuan dan pemahaman anggota Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama fungsi dan peran media sosial; (b) kurangnya kemampuan dan keterampilan anggota Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama dalam penggunaan dan pemanfaatan media sosial untuk pelaksanaan aktivitas organisasi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini antara lain (1) Tahap Persiapan, tahap ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh anggota organisasi Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Ciledug; (2) Tahap Pelaksanaan, tahap ini dilakukan dengan pemberian pengetahuan dan pemahaman mengenai teori-teori media sosial, fungsi dan manfaat media sosial serta branding. Serta melakukan penyuluhan dan pelatihan mengenai bagaimana agar anggota IPNU memiliki keterampilan dan keahlian yang baik dalam penggunaan, pengelolaan dan pemanfaatan media sosial Instagram sebagai media branding; (3) Tahap monitoring dan evaluasi, Pada tahap ini peserta diberikan soal-soal tes evaluasi untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan anggota organisasi Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Ciledug mengenai pemanfaatan media sosial setelah mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan/workshop. Hasil dari penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan media sosial sebagai media branding bagi organisasi Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama (IPNU) Ciledug yakni setelah kegiatan pemaparan mengenai pemanfaatan media sosial sebagai media branding dan setelah kegiatan pendampingan dan pelatihan keterampilan melalui praktek penggunaan media sosial bagi anggota Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama mengalami peningkatan sebesar 60%.
Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial Reels Instagram Sebagai Media Branding Bagi Organisasi Gerakan Pemuda Ansor Ciledug Ita Suryani; Intan Leliana; Siti Qona'ah; George W. Bender; Dinda Adisti; Thabita Marethi Arifah Hardini; Muhammad Fauzan Kariman
Jurnal Pengabdian Kreatif Cemerlang Indonesia Vol 2 No 1 (2023): Periode Mei
Publisher : Yayasan Kreatif Cemerlang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.879 KB)

Abstract

Gerakan Pemuda Ansor adalah organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, kebangsaan, dan keagamaan yang berwatak kerakyatan. Gerakan Pemuda Ansor atau disingkat GP Ansor adalah badan otonom di bawah Nahdlatul Ulama (NU). Dalam rangka meningkatkan kemampuan intelektual pada anggota yakni pemuda yang bergabung dalam Gerakan Pemuda Ansor dan mendapatkan dukungan dari masyarakat terkait eksistensi maka dibutukan strategi yang harus dilakukan yakni salah satunya dengan memanfaatkan media sosial reels Instagram sebagai media branding bagi Organisasi Gerakan Pemuda Ansor dengan tujuan organisasi Gerakan Pemuda Ansor lebih di kenal oleh masyarakat dan sebagai bentuk eksistensi organisasi Gerakan Pemuda Ansor itu sendiri. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yakni (1) tahap persiapan, pada tahap ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh anggota organisasi Gerakan Pemuda Ansor Ciledug; (2) tahap pelaksanaan, diberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai apakah itu media sosial, manfaat dan tujuan media sosial serta mengenai branding. Pemberian pelatihan dan Pendampingan dalam kepada anggota Gerakan Pemuda Ansor dalam penggunaan, pengelolaan dan pemanfaatan media sosial Instagram pada fitur Reels Instagram sebagai media branding yang dilakukan dengan praktek secara hybrid; (3) tahap monitoring dan evaluasi, pada tahap ini diberikan soal-soal tes evaluasi yang harus dikerjakan dengan menggunakan media Google Forms, untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan anggota organisasi Gerakan Pemuda Ansor Ciledug mengenai pemanfaatan media sosial setelah mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan/workshop. Hasil dari pelatihan ini bahwa pemaparan materi mengenai teori media sosial, reels Instagram dan branding menambah wawasan peserta sebesar 36% serta kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatkan keterampilan peserta dalam pemanfaatan atau pengelolaan reels Instagram sebagai media yang dapat membantu aktivitas dan branding organisasi Gerakan Pemuda Ansor sebesar 29%.
Proses Perizinan Nomor Induk Berusaha (NIB) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatra Selatan , M. M, Oktariyansyah; Apriani, Devita; Sharif, Sabidi; Octarina, Indri Meilika; Hefringgo, Refki; Suryani, Ita
MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT Vol 6 No 1 (2024): MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : LP2M Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliah Kerja Magang (KKM) mahasiswa Akuntansi dan Manajemen di Universitas PGRI Palembang merupakan program akademik wajib yang melibatkan instansi pemerintahan. Dalam kurikulum tahun 2023, KKM dilaksanakan selama dua bulan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatera Selatan. Mahasiswa, secara individu atau berkelompok, ditempatkan dalam rolling system di enam bidang, termasuk umum dan kepegawaian, keuangan, serta perizinan. Pada KKM, mahasiswa memperoleh pembelajaran praktis sekaligus mengangkat permasalahan terkait perizinan Nomor Induk Berusaha. Pelaksanaan KKM diharapkan dapat membangun kemitraan antara universitas dan dunia kerja, memberikan mahasiswa pengalaman nyata, serta meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis sesuai dengan keadaan kerja. Dengan waktu pelaksanaan dari Oktober hingga Desember 2023, program ini menawarkan manfaat akademik dan praktis yang signifikan bagi mahasiswa, mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di dunia kerja setelah lulus.
STRATEGI MEMBANGUN BRAND ENGAGEMENT IKLAN SIRUP MARJAN PADA FESTIVE SEASON Suryani, Ita; Marta, Rustono Farady; Chinmi, Maichel
Jurnal Komunikasi dan Kajian Media Vol 7, No 2 (2023): JURNAL KOMUNIKASI DAN KAJIAN MEDIA
Publisher : LPPM-PMP Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jkkm.v7i2.7895

Abstract

PT Lasallefood Indonesia is a beverage-producing company, namely Marjan. This Ramadan moment was taken advantage of by Marjan Syrup to issue a new advertisement, released and premiered on February 25, 2023, on television. Carrying the theme "Baruna the Guardian of the Ocean". The aim to be achieved is how Marjan Syrup advertising strategy can take advantage of the 2023 Ramadhan festive season in building brand engagement with consumers. a qualitative approach with a case study research method is used or a single case study with the object of research namely discussing Marjan syrup advertisements. From problems raised, this concludes the success of the advertisement is related to brand engagement can be seen from the following five points: (1) Consistency comes before Ramadhan, (2) Presenting different versions of stories, (3) Out of the box advertising concepts (4) Products which are suitable for special moments and (5) viral effects.
Kajian Dampak Program Kampung Keluarga Berkualitas terhadap Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Sleman: The Impact of the Family Quality Village Program on Accelerating Stunting Reduction Efforts in Sleman Regency Lestari, Lily Arsanti; Helmyati, Siti; Kusuma, Mutiara Tirta Prabandari Lintang; Rachmawati, Yuliana Novita; Suryani, Ita
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 3 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i3.2024.389-397

Abstract

Background: Stunting is a significant nutrition problem in Indonesia. The current national prevalence is 21.6%, whereas the prevalence in the Yogyakarta Province and Sleman Regency are 16.4% and 15%, respectively. The Family Quality Village Program is initiated to accelerate stunting reduction efforts by empowering families in health, education, and entrepreneurship. Objectives: This study evaluated the implementation and impact of the Family Quality Village Program in Sleman Regency in conjunction with other stunting reduction programs. Methods: This study was a qualitative study with a case study approach. Data collection techniques included document analysis, 4 sessions of focus group discussions, in-depth interviews involving 11 key informants, and reflective journals. Data were analyzed using thematic analysis method. Results: In 2022, there were 34 Family Quality Village in the Sleman Regency. We obtained 3 major themes; program acceptance among stakeholders, synergy with other stunting related programs, and program management. Several local government agencies and community health staff working on stunting reduction efforts were not familiar with the concept of the Family Quality Village Program, thus affecting stakeholder acceptance and synergies with other stunting programs. Additionally, this program experienced significant changes regarding the local governance system which required adjustment in the program management, hence affecting the program effectiveness. Conclusions: It is crucial to increase awareness of the program and coordination to ensure its optimum impact on stunting reduction efforts. The local governance system should also be considered to ensure program acceptance among stakeholders.
Strategi Kampanye SLB Negeri Bekasi Jaya dalam Meningkatkan Kesadaran Publik tentang Kesetaraan Hak Penyandang Tunarungu di Kota Bekasi Kussanti, Devy Putri; Suryani, Ita; Armelsa, Dhefine; Susilowati
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 2 Desember 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.033.03

Abstract

ABSTRACT This study aims to support the fulfillment of the rights of individuals with hearing impairments in the city of Bekasi. The background of this research is the communication barriers between individuals with hearing impairments (deaf peers) and the broader community (hearing peers), which often lead to feelings of inferiority and suspicion toward the deaf. This results in difficulties in communication and socializing, as well as affecting their opportunities for equal acceptance in society, including in the workforce. Therefore, this study designs a social campaign using poster media to raise public awareness of the rights of the deaf and create opportunities for them to participate equally in social and professional life. The research method used is a descriptivequalitative approach, through observation and direct interviews with relevant informants, including school officials and a student from the school. The paradigm employed is constructivism, which emphasizes how individuals or groups form their understanding and interpretation of the world, including the issues of equal rights and abilities of individuals with disabilities. The data collected are then analyzed descriptively to provide an in-depth overview of the challenges faced by individuals with hearing impairments in Bekasi. The research findings indicate a significant potential among individuals with hearing impairments to develop skills that align with their interests and talents, thus opening up broader career opportunities. Ultimately, this study can raise awareness in the city of Bekasi about the rights of individuals with hearing impairments. Additionally, this research also creates opportunities for individuals with hearing impairments to work in various fields, enabling them to contribute economically to their families. Keywords: Campaign Strategy; SLB Negeri Bekasi Jaya; Deaf Community ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendukung pemenuhan hak penyandang tunarungu, di Kota Bekasi. Latar belakang penelitian ini adalah adanya hambatan komunikasi antara penyandang tunarungu (teman tuli) dan masyarakat luas (teman dengar), yang sering menimbulkan perasaan rendah diri dan rasa curiga pada teman tuli. Hal ini mengakibatkan kesulitan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi, serta mempengaruhi peluang mereka untuk diterima secara setara dalam masyarakat, termasuk di dunia kerja. Oleh karena itu, penelitian ini merancang kampanye social dengan menggunakan media publikasi poster untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak-hak teman tuli dan membuka peluang mereka untuk berpartisipasi secara setara dalam kehidupan sosial dan profesional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif, melalui observasi dan wawancara langsung dengan informan terkait yakni pihak sekolah dan juga salah satu siswa sekolah. Sedangkan paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme. Paradigma ini menekankan pada cara individu atau kelompok membentuk pemahaman dan interpretasi mereka tentang dunia, termasuk mengenai kesetaraan hak dan kemampuan penyandang disabilitas. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menghasilkan gambaran mendalam terkait permasalahan yang dihadapi penyandang tuna rungu di Kota Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi besar dari penyandang tuna rungu untuk mengasah keterampilan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, sehingga dapat membuka peluang karier yang lebih luas. Pada akhirnya penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran Masyarakat di Kota Bekasi, terhadap hak-hak penyandang tuna rungu. Selain itu, penelitian ini juga mampu membuka kesempatan bagi penyandang tuna rungu untuk bekerja di berbagai bidang, sehingga dapat berkontribusi secara ekonomi bagi keluarga mereka. Kata Kunci: Strategi Kampanye; SLB Negeri Bekasi Jaya; Teman Tuna Rungu
Peranan Kepala Madrasah dalam Penguatan Pendidikan Karakter (Tinjauan Literatur) Suryani, Ita; Jasminto, Jasminto; Bakhtiar, Iwan; Suwarno, Suwarno; Nasikin, Nasikin; Muslimin, Muslimin
ARZUSIN Vol 2 No 6 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v2i6.723

Abstract

This study aims to describe the role of the madrasa head in strengthening character education. The method used in this research is descriptive qualitative with a literature study approach. Sources of research data come from various previous research literature that examines the role of school principals or teachers in strengthening character education in educational institutions. The research data is in the form of sentence excerpts collected through the reading-note technique. The results of the study show that the madrasa head as one of the highest leaders in a madrasa has a central role in strengthening the character education system. The principal in an educational institution he leads has the role of manager, leader, educator, and innovator. The role as a manager means that the principal acts as a policy maker who is able to accommodate all student needs related to character education. The principal as a leader means being able to provide instructions and supervision, make decisions, and have the ability to communicate. As an educator, it means that the principal is required to be able to provide education to all elements he leads regarding strengthening character education. The role of the principal as an innovator means that the principal and the team are required to provide new, enlightening ideas related to the pattern of character education that is implemented in the educational institution they lead.