Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PELAKSANAAN PROYEK EXTEND BUILDING TOH DI PT PANDU HARAPAN JAYA MENGGUNAKAN CRITICAL PATH METHOD Mesra, Trisna; Melliana, Melliana; Firmando, Firmando
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 12, No 2 (2024): : PROFISIENSI DESEMBER 2024
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v12i2.6975

Abstract

PT Pandu Harapan Jaya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi. Pada saat ini di PT Wilmar Bionergi Indonesia diadakan proyek extend building TOH yang dilaksanakan oleh PT Pandu Harapan Jaya sebagai pemenang tender dari proyek tersebut. Perlu dilakukan peninjauan mengenai proyek lebih lanjut untuk mencegah terjadinya keterlambatan proyek. Tujuan penelitian ini diharapkan pada perencanaan penjadwalan pelaksanaan proyek dapat memperoleh waktu dan biaya pelaksanaan proyek yang lebih efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah CPM (Critical Path Method). Hasil penelitian menunjukkan waktu pengerjaan proyek extend building TOH yang ditargetkan yaitu selama 30 hari, perhitungan waktu menggunakan CPM didapatkan waktu selama 26,5 hari. Hasil perhitungan CV bernilai positif yaitu sebesar Rp 8.997.380 dan perhitungan SV bernilai positif yaitu sebesar Rp 0 Berdasarkan tabel harga varian biaya dan varian jadwal serta artinya berarti dari segi jadwal pelaksanaan pekerjaan lebih cepat dari yang direncanakan dengan biaya yang dihabiskan lebih kecil dari yang dianggarkan
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI KERUPUK JANGEK JALAN KARTINI DUMAI Melliana, Melliana; Simanullang, Sanco; Azmi, Azmi; Fitra, Fitra; Mesra, Trisna
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 8 No. 3 (2024): Penguatan Literasi Keuangan, Inovasi UMKM, dan Transformasi Pembelajaran pada E
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v8i3.1897

Abstract

The jangek cracker business is a community business that is still rarely carried out by the people of Dumai city. This business often experiences a decline in productivity because it experiences low profits or even no profits at all and only reaches the break even point. The rarity of this business stems from problems in determining the cost price incorrectly, thus determining the selling price too low. In accordance with the problems experienced by partners, the research team offers a solution by providing skills through training on how to prepare the cost of production and calculate the cost of production systematically and precisely. The expected goal is to create increased knowledge and skills in systematically preparing the cost of production so that it is appropriate to determine the selling price.
Kajian Ekperimen Meningkatkan Daya Dukung Tanah Gambut dengan Campuran Limbah Industri (Fly ash dan Bottom ash) Aidil Abrar; Halimatusadiyah; Melliana; Hadid Alfharizhi; Muhammad Ilham Saputra
SAINSTEK Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i2.313

Abstract

Kemajuan teknologi yang terus berkembang mendorong manusia untuk dapat melakukan sesuatu dengan cepat namun teliti. Perkerasan jalan selama ini ditentukan secara manual dan cukup menghabiskan waktu, sehingga dibutuhkan inovasi baru untuk meningkatkan performa perkerasan jalan dengan cara meningkatkan daya dukung tanahnya, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengkaji daya dukung tanah gambut (uji CBR) menggunakan campuran limbah industri kelapa sawit. Metode yang diterapkan adalah metode eksperimen, yaitu penelitian analisis terhadap pengujian yang dilaksanakan di laboratorium tanah dengan mengukur kadar air dari bottom ash dan fly ash, meneliti berat jenis bottom ash dan fly ash, serta melakukan pengujian analisis saringan, uji kepadatan, dan persentase California Bearing Ratio dengan percobaan menggunakan metode trial and error pada komposisi campuran 40% bottom ash dan 60% fly ash serta 45% bottom ash dan 55% fly ash. Penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa campuran 40% bottom ash dan 60% fly ash menghasilkan nilai daya dukung yang lebih tinggi, mencapai angka 16,9%. Semakin sedikit fly ash yang ditambahkan, semakin rendah pula nilai CBR yang diperoleh, seperti pada campuran 45% bottom ash dan 55% fly ash, yang menunjukkan nilai daya dukung sebesar 15,6%.
Perawatan Mesin Ketel Uap dengan Menerapkan Total Productive Maintenance di PT Wilmar Nabati Indonesia Unit Pelintung Melliana; Trisna Mesra; Tri Ernita; Yusrizal; Muharafiz Zikhri
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/m84mvf39

Abstract

PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) unit Pelintung merupakan perusahaan pengolahan Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO) untuk menghasilkan minyak goreng berkualitas. Minyak sawit mentah diolah melalui proses pemurnian (refinery) yang menghasilkan Refined Bleached Deodorization Palm Oil (RPDPO) dan Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), lalu dilanjutkan dengan fraksinasi untuk menghasilkan Refined Bleached Deodorized Olein (RBDOL) dan Refined Bleached Deodorized Stearin (RBDST). Ketel uap atau boiler memainkan peran penting dalam pabrik kelapa sawit, menghasilkan uap untuk perebusan tandan buah segar (TBS) dan proses lainnya. Untuk mengurangi downtime dan kerusakan mesin selama produksi, diperlukan sistem pemeliharaan yang efektif. Penelitian ini mengusulkan pemeliharaan mesin ketel uap menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM) untuk mengurangi breakdown dan meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan. Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin ketel uap masih di bawah standar (85%), dengan rata-rata 70,33%. Nilai OEE terendah terjadi pada Maret (45,59%), sementara nilai tertinggi di Oktober (85,83%). Hasil ini menunjukkan perlunya peningkatan kinerja mesin ketel uap agar memenuhi standar OEE, sehingga mendukung kelancaran produksi dan efisiensi operasional perusahaan.
Optimalisasi Metode Transportasi Pupuk untuk Meningkatkan Efisiensi Logistik dan Distribusi di Provinsi Riau Melliana Melliana; Sanco Simanullang; Azmi; Trisna Mesra; Sirlyana
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/4rreah35

Abstract

Pendistribusian barang menjadi salah satu faktor krusial dalam keberhasilan operasional perusahaan, terutama di sektor agribisnis seperti PT  SISUTA yang bergerak dalam produksi dan distribusi pupuk. Untuk mendukung penyebaran pupuk ke berbagai wilayah, efisiensi dalam sistem distribusi menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meminimalkan total biaya transportasi melalui pemilihan rute terbaik dan penggunaan kapasitas pengiriman yang lebih optimal. Metode pengumpulan data berupa data kwantitatif dan pengambilan data berupa data sekunder. Penelitian ini menganalisis pengurangan biaya transportasi di PT Sasuta dengan menggunakan metode North West Corner, Least Cost, dan Stepping Stone. Sebelum optimasi, total biaya transportasi tercatat sebesar Rp. 11.683.200. Dengan metode North West Corner, biaya turun menjadi Rp. 7.012.520, menghasilkan penghematan Rp. 4.850.680. Metode Least Cost dan Stepping Stone menghasilkan biaya yang lebih optimal, yaitu Rp. 6.100.540, dengan penghematan Rp. 5.762.660 dari biaya awal. Dibandingkan dengan North West Corner, metode Least Cost dan Stepping Stone memberikan pengurangan tambahan sebesar Rp. 911.980. Hasil ini menunjukkan bahwa metode Least Cost dan Stepping Stone adalah metode yang paling efisien dan optimal karena dapat menghemat biaya logistik secara signifikan
Perawatan Mesin Ketel Uap dengan Menerapkan Total Productive Maintenance di PT Wilmar Nabati Indonesia Unit Pelintung Melliana; Trisna Mesra; Tri Ernita; Yusrizal; Muharafiz Zikhri
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/m84mvf39

Abstract

PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) unit Pelintung merupakan perusahaan pengolahan Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO) untuk menghasilkan minyak goreng berkualitas. Minyak sawit mentah diolah melalui proses pemurnian (refinery) yang menghasilkan Refined Bleached Deodorization Palm Oil (RPDPO) dan Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), lalu dilanjutkan dengan fraksinasi untuk menghasilkan Refined Bleached Deodorized Olein (RBDOL) dan Refined Bleached Deodorized Stearin (RBDST). Ketel uap atau boiler memainkan peran penting dalam pabrik kelapa sawit, menghasilkan uap untuk perebusan tandan buah segar (TBS) dan proses lainnya. Untuk mengurangi downtime dan kerusakan mesin selama produksi, diperlukan sistem pemeliharaan yang efektif. Penelitian ini mengusulkan pemeliharaan mesin ketel uap menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM) untuk mengurangi breakdown dan meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan. Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin ketel uap masih di bawah standar (85%), dengan rata-rata 70,33%. Nilai OEE terendah terjadi pada Maret (45,59%), sementara nilai tertinggi di Oktober (85,83%). Hasil ini menunjukkan perlunya peningkatan kinerja mesin ketel uap agar memenuhi standar OEE, sehingga mendukung kelancaran produksi dan efisiensi operasional perusahaan.
Optimalisasi Metode Transportasi Pupuk untuk Meningkatkan Efisiensi Logistik dan Distribusi di Provinsi Riau Melliana Melliana; Sanco Simanullang; Azmi; Trisna Mesra; Sirlyana
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/4rreah35

Abstract

Pendistribusian barang menjadi salah satu faktor krusial dalam keberhasilan operasional perusahaan, terutama di sektor agribisnis seperti PT  SISUTA yang bergerak dalam produksi dan distribusi pupuk. Untuk mendukung penyebaran pupuk ke berbagai wilayah, efisiensi dalam sistem distribusi menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meminimalkan total biaya transportasi melalui pemilihan rute terbaik dan penggunaan kapasitas pengiriman yang lebih optimal. Metode pengumpulan data berupa data kwantitatif dan pengambilan data berupa data sekunder. Penelitian ini menganalisis pengurangan biaya transportasi di PT Sasuta dengan menggunakan metode North West Corner, Least Cost, dan Stepping Stone. Sebelum optimasi, total biaya transportasi tercatat sebesar Rp. 11.683.200. Dengan metode North West Corner, biaya turun menjadi Rp. 7.012.520, menghasilkan penghematan Rp. 4.850.680. Metode Least Cost dan Stepping Stone menghasilkan biaya yang lebih optimal, yaitu Rp. 6.100.540, dengan penghematan Rp. 5.762.660 dari biaya awal. Dibandingkan dengan North West Corner, metode Least Cost dan Stepping Stone memberikan pengurangan tambahan sebesar Rp. 911.980. Hasil ini menunjukkan bahwa metode Least Cost dan Stepping Stone adalah metode yang paling efisien dan optimal karena dapat menghemat biaya logistik secara signifikan
PERANCANGAN CONVEYOR PENGANGKAT SAMPAH APUNG SUNGAI Azmi; Yusrizal; Melliana; Trisna Mesra; Fitra; Muhammad Arif; Bambang Wahyu Kusuma
JURNAL PERANGKAT LUNAK Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Perangkat Lunak
Publisher : Indragiri Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jupel.v5i2.2532

Abstract

Sampah sudah menjadi masalah klasik dari dulu hingga sekarang yang cenderung semakin parah dari tahun ke tahun. Hal ini sejalan dengan terus bertambahnya jumlah penduduk sehingga berbanding lurus dengan volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas manusia. Sampah yang dihasilkan didominasi oleh sampah organik sebanyak 60-70 % dan sisanya sampah non organik 30-40%. Sebagian dari sampah non organik yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat banyak dibuang di sembarangan dan terbawa oleh aliran sungai. Hal ini berpotensi menyebabkan terjadinya penyumbatan aliran air, merusak ekosistem air dan berujung terjadinya banjir. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menangani permasalahan sampah disepanjang aliran sungai, namun belum maksimal. Salah satu penyebabnya adalah kesulitan mengumpulkan dan mengangkat sampah yang berada ditengah atau dipinggiran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat suatu alat yang dapat membantu dalam upaya membersihkan sampah di aliran sungai. Alat dirancang dengan menggunakan conveyor dengan bantuan motor sebagai penggerak sehingga sampah organik dan sampah non organik yang mengapung di sungai dapat terangkat dengan sendirinya. Alat ini dilengkapi dengan perangkap sampah yang dipasang disepanjang lebar sungai yang berfungsi untuk menahan sampah yang terbawa oleh arus. Sampah yang terkumpul dibawa ke area conveyor lalu ditarik keatas dan sampah akan masuk kedalam tempat pembuangannya. Penentuan dimensi pada perancangan alat ini menggunakan pendekatan antropometri karena pengoperasiaannya masih melibatkan manusia sebagai operatornya. Kata kunci: Antropometri , conveyor, Sampah apung