Claim Missing Document
Check
Articles

Found 134 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Performansi Sistem Jaringan Radio Over Fiber Untuk Pengaplikasian Telekomunikasi Dalam Ruangan Michelle Christine; Akhmad Hambali; Kris Sujatmoko
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Radio Over Fiber (RoF) merupakan salah satu proses komunikasi serat optik dimana sinyal radio ditumpangkan ke transmisi serat optik. Dengan besarnya tuntutan keberhasilan proses telekomunikasi data, khususnya di dalam ruangan (indoor), RoF dapat menjadi salah satu solusi untuk mendukung keberhasilan proses telekomunikasi dengan sistem jaringan yang lebih efisien dalam segi pengaplikasiannya. Modulasi digital Differential Phase-Shift Keying (DPSK) digunakan untuk sistem jaringan ini. Bit rate pada penelitian adalah 1Gbps dan terdapat modulator eksternal Mach-Zehnder Modulator (MZM) untuk mendukung proses penumpangan sinyal radio pada sinyal optik. Sumber optik yang digunakan adalah CW Laser dan jarak maksimal kabel serat optik adalah 30 km. Photodetector jenis Avalanche Photodiode (APD) digunakan pada blok penerima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi power splitter dan jarak kabel serat optik mempengaruhi performansi sistem jaringan. Dimana semakin panjang jarak kabel serat optik dan semakin besar jumlah output port power splitter, semakin buruk nilai setiap parameter performansi. Dengan selisih nilai performansi pada setiap variasi perangkat 19,5%, hasil penelitian menunjukkan bahwa performansi perangkat terbaik dengan nilai Bit Error Rate (BER) 2,34 x 10-12 adalah dengan menggunakan power splitter 1:2 dan jarak kabel serat optik 8 km untuk sistem jaringan radio over fiber. Serta performansi perangkat terburuk dengan nilai BER 9,74 x 10-7 pada saat sistem jaringan menggunakan power splitter 1:8 dan jarak kabel serat optik adalah 30 km. Kata kunci : Radio over Fiber, Indoor, DPSK, BER, Q-Factor. Abstract Radio Over Fiber (RoF) is one of the processes in optical fiber communication where radio signals are modulated in optical fiber. With the increasing number of demands in the success of a telecommunication data processing, especially indoor, RoF could be one of the solutions to support the success of telecommunication processing with a more efficient network system in terms of its application. Differential Phase-Shift Keying digital modulation is used for this network system. The bit rate in this research is 1Gbps and Mach-Zehnder Modulator (MZM) as an external modulator is used to support the modulation process of radio signal in the optical fiber. CW Laser is used as the optical source and the maximum fiber length is 30 km. Avalanche Photodiode (APD) Photodetector is used in the receiver block. Based on the results, it can be concluded that the variants of power splitter and fiber length can affect the network system’s performance. Where the longer fiber length and the bigger number of ports in the power splitter, the values of each performance parameter decreases. With each variants’s difference at 19.5%, the simulation result shows the best parameter performance with BER value 2,34 x 10-12 is by using 1:2 power splitter and 8 km optical fiber length. Where the worst parameter performance with BER value 9,74 x 10-7 is by using 1:8 power splitter and 30 km optical fiber length. Keywords: Radio over Fiber, Indoor, DPSK, BER, Q-Factor.
Analisis Performansi Ber Pada Jaringan Optik Dense Wavelength Division Multiplexing Menggunakan Penguat Hybrid Raman Edfa Taufik Akbar; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penguat hybrid merupakan sebuah teknologi yang menjanjikan dan memberikan performansi yang lebih baik karena dapat menangani jaringan dengan beban yang besar. Penguat hybrid Erbium Doped Fiber Amplifier (EDFA) dan Fiber Raman Amplifier (FRA) digunakan untuk mengoptimalkan peningkatan gain bandwidth dari sistem berbasis Wavelength Dense Multiplexing (WDM). Meningkatkan Gain-Bandwidth penguat optik adalah cara yang paling efektif untuk pemanfaatan optimal bandwidth serat secara efisien dalam peningkatan jumlah saluran berbasis WDM. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan sistem Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) pada jarak maksimum 250 km tanpa penguat, menggunakan penguat FRA, penguat EDFA, dan menggunakan penguat Hybrid Optical Amplifier (HOA) yaitu penggabungan FRA dan EDFA. Kemudian melakukan perbandingan pada jarak berapa maksimal penguatan masih bisa dilakukan, simulasi sistem dilakukan menggunakan perangkat lunak Optisystem 7.0 dan membandingkan nilai Bit Error Rate (BER) yang paling baik yaitu BER < 10 9 . Hasil yang diperoleh dari serangkaian simulasi sistem dengan konfigurasi paling optimal yaitu konfigurasi HOA FRA-EDFA secara parallel in line pada jarak 210 km dengan nilai Q factor terendah 6.10417 dan nilai BER sebesar 5.08 sehingga masih layak digunakan pada jarak tersebut. Kata Kunci: EDFA, FRA, HOA,DWDM, Optical amplifier. 1.1 Abstract It is a promising technology and provides better performance as it can handle a large load of network, which is very good. The Erbium Doped Fiber Amplifier (EDFA) and Fiber Raman Amplifier (FRA) amplifier are used to optimize the increase in gain bandwidth from the Wavelength Dense Multipexing (WDM)-based system. Improving gain-bandwidth optical amplifier is the most effective way to efficiently utilization the optimal bandwidth fibers in an increase in the number of WDM-based channels. In this research conducted a comparison of Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) system at a maximum distance of 250 km without amplifier, using FRA amplifier, EDFA amplifier, and use of Hybrid Optical Amplifier (HOA) amplifier of the FRA and EDFA merger. Then do a comparison of how much maximum gain can still be done, system simulation is done using the software Optisystem 7.0 and comparing the best value Bit Error Rate (BER) < 109 . Result obtained from a series of simulation system with the most optimal configuration of HOA FRA EDFA in parallel in line at a distance 210 km with the lowest Q factor value of 6.10417 and the BER value 5.0810 so that is still worth to use at this distances. Keyword : EDFA, FRA, HOA, U-DWDM, Optical amplifier.
Analisis Performansi Pengaruh Splitter Pada Sistem Ng-pon2 Muhammad Afrizal Muhammad Afrizal; Akhmad Hambali; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu teknologi yang berkembang saat ini adalah NG-PON2. NG-PON2 diharapkan mampu menyalurkan data transmisi dengan lebih efisien dan handal. NG-PON2 merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh ITU-T. NG-PON2 diharapkan mampu menyediakan layanan broadband yang semakin berkembang di masa depan untuk melayani kebutuhan pelanggan yang meningkat baik di layanan data, voice, dan video. Dalam penelitian ini penulis ingin mengembangkan penelitian dengan cara menganalisa performansi pengaruh splitter pada sistem NG-PON2 dengan menggunakan jarak 60 km. Dari hasil simulasi, dilakukan analisis sistem dengan parameter pengukuran link power budget, Q factor, dan BER serta mengacu pada standar ITU-T. Penelitian ini akan menggunakan software simulasi optik untuk mempermudah dalam proses analisa data. Berdasarkan hasil simulasi, 2 ONU, 4 ONU, 8 ONU, dan 16 ONU memiliki kelayakan karena telah memenuhi standar kelayakan operasi namun untuk 16 ONU memiliki kelayakan terbaik dengan Q-Factor = 7,4844 dan Power Received = -28,190 dBm serta BER = 𝟑, 𝟒𝟏𝟑𝟏𝒙𝟏𝟎−𝟏𝟒 disisi downstream dan Q-Factor = 6,4450 dan Power Received = -28,342 dBm serta BER = 𝟓, 𝟑𝟏𝟔𝟏𝒙𝟏𝟎−𝟏𝟏 disisi upstream. Kata kunci: NG-PON2, splitter, Link Power Budget, BER, Q-factor. ABSTRACT One of the technologies that is currently developing is NG-PON2. NG-PON2 is expected to be able to channel data transmission more efficiently and reliably. NG-PON2 is one of the technologies developed by ITU-T. In this study different from previous researchers who discussed the power consumption of splitters for next generation optical networks. In this study the author wants to develop research by analyzing the performance of the effect of splitters on NG-PON2 systems using a distance of 60 km. From the simulation results, a system analysis is carried out with measurement parameters of link power budget, Q factor, and BER and refers to the ITU-T standard. Based on the simulation, 2 ONU, 4 ONU, 8 ONU, dan 16 ONU have eligibility because they have met the operational feasibility standard but for 16 ONU has the best feasibility with Q-Factor = 7,4844 and Power Received = -28,190 dBm and BER = 𝟑, 𝟒𝟏𝟑𝟏𝐱𝟏𝟎−𝟏𝟒 on the downstream side and Q-Factor = 6,4450 and Power Received = -28,342 dBm and BER = 𝟓, 𝟑𝟏𝟔𝟏𝐱𝟏𝟎−𝟏𝟏 on the upstream side. Keywords: NG-PON2, splitter, Link Power Budget, BER, Q-factor.
Perancangan Jaringan Last Mile Berbasis Gpon Di Kecamatan Ciwidey Jawa Barat Kindi Alfitrandy; Akhmad Hambali; Muhammad Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Sistem komunikasi jarak jauh merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan layanan internet yang penting bagi umat manusia di zaman ini. Layanan video dan data dengan bandwidth yang tinggi sangat dibutuhkan seperti teknologi Long Term Evolution. Wilayah Ciwidey merupakan salah satu pusat wisata di jawa barat namun jaringan 4G LTE masih tidak baik di wilayah tersebut sehingga dibutuhkan pemerataan jaringan 4G/LTE. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan dengan penentuan wilayah untuk perancangan jaringan last mile berdasarkan letak geografis untuk dilakukan perhitungan user trafik. Dengan menggunakan ONU pada eNodeB dan ONT pada sekolah dan tempat wisata. Perancangan ini menggunakan teknologi GPON sesuai dengan standar ITU-T G.984 dimana 2,488 Gbps untuk downstream dan 1,244 Gbps untuk upstream. Hasil perhitungan perancangan untuk layanan komunikasi data di Kecamatan Ciwidey, Jawa Barat. Rancangan ini terpenuhi dengan parameter terendah BER untuk link eNodeB pada sisi downstream bernilai 1,90 x 10-10 dan upstream 1,95 x 10-13 . Sedangkan untuk link ONT pada sekolah nilai parameter BER terendah pada link akses downstream bernilai 9,81 x 10-9 dan upstream bernilai 1,08 x 10-9 . Kata kunci— LTE, GPON, bit error rate
Penerapan Photovoltaic Sebagai Receiver Untuk Sinyal Audio Streaming Dengan Menggunakan Komunikasi Cahaya Tampak Andi Imam Dwi Rezky; Kris Sujatmoko; Akhmad Hambali
eProceedings of Engineering Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LED (Light Emiting Diode) saat ini sebagian besar pemanfaatannya hanya sebagai indikator ataupun sebagai penerang suatu ruangan. Pada perkembangan teknologi ini banyak menciptakan inovasi- inovasi, yaitu LED saat sekarang ini dapat digunakan sebagai suatu media transmisi berkecepatan tinggi. Visible Light Communication (VLC) adalah sebuah system komunikasi yang memanfaatkan cahaya tampak sebagai media transmisi. Tugas akhir ini, dikembangkan suatu system VLC untuk mengirimkan suatu audio streaming.audio streaming di kirim melalui blok transmitter dengan memanfaatkan LED sebagai pengirim. Kemudian diterima oleh blok receiver dengan photovoltaic sebagai penerima informasi yang di kirimkan oleh LED. Adapun hasil proyek akhir ini adalah dapat membuktikan audio streaming dapat di kirim melalui system VLC dengan jarak 45 cm dan sudut 300 , semakin jauh jarak dan besar sudut maka semakin kecil arus yang dapat diterima photovoltaic. Kata kunci : visible light communication, light emiting diode, photovoltaic,audio streaming.
Analisis Pengaruh Turbulensi Terhadap Performansi Sistem Komunikasi Cahaya Tampak Di Bawah Air Pada Link Vertikal Mochammad Hafiz Kurnia; Akhmad Hambali; Dharu Arseno
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi VLC, semakin banyak dilakukan penelitian pengiriman informasi menggunakan sistem komunikasi VLC dibawah air atau Underwater Visible Light Communication (UVLC). Namun, tidak seperti VLC indoor atau skenario atmosfir, UVLC mempunyai tantangan tersendiri yaitu eksponensial koefisien atenuasi air, dan batasan bandwidth yang digunakan untuk sumber cahaya LED. Tugas Akhir ini menganalisis pengaruh adanya turbulensi terhadap performansi sistem komunikasi cahaya tampak di bawah air vertikal. Dalam penelitian Tugas Akhir ini, digunakan dua skenario simulasi. Skenario I menganalisis kinerja sistem UVLC link vertikal dengan kedalaman 10 m menggunakan jenis air laut coastal ocean water dan clear ocean water dengan masing-masing kedalaman 20 m pada kondisi tanpa turbulensi. Kemudian untuk skenario II menganalisis kinerja sistem UVLC link vertikal menggunakan jenis air laut coastal ocean water dan clear ocean water dengan masing-masing kedalaman 20 m pada kondisi adanya turbulensi lemah, sedang dan kuat. Kedua skenario simulasi tersebut diuji berdasarkan nilai daya terima (Prx), Signal to Noise Ratio (SNR), dan Bit Error Rate (BER). Kata Kunci : BER, SNR, turbulensi, UVLC, vertikal.
Performansi Photodetektor Pin Dan APD Pada Sistem Komunikasi Cahaya Tampak Di Bawah Air Dengan Pulse Position Modulation Windy Christalia; Akhmad Hambali; Rizky Satria
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Underwater Visible Light Communication (UVLC) merupakan suatu pengembangan dari Visible Light Communication (VLC). Menggunakkan dua scenario dengan menggunakan Positive Intrinsic Negative Photodetector (PIN-PD) dan Avalanche Photodetector (APD) dengan menggunakan Pulse Position Modulation (PPM), serta menggunakan kanal air laut (pure water) dengan sumber cahaya dari Light Emitting Diode (LED). Pada UVLC terdapat loss propagasi pada pure water yang dipengaruhi oleh attenuasi pada air yang terjadi karena kombinasi linier dari koefisian hamburan dan absorpsi. Penelitian ini dikatakan layak apabila menghasilkan BER ≤ 10-3 .Kata kunci : UVLC, photodetector, PIN, APD,PPM, LED, BER
Perancangan Jaringan Backhaul 4G LTE Menggunakan serat optic di Kecamatan Sungai Durian Kotabaru, Kalimantan Selatan Ignatio Chriesma Diba Sanggiantara; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Proyek pembangunan jaringan serat optik yaitu palapa ring telah selesai. Namun jaringan internet masih belum bisa diakses sercara maksimal di daerah pelosok sehingga dibutuhkan jaringan backhaul sebagai media penghubung antara eNodeB dengan base station controller nya melalui media transmisi yang mendukung performa teknologi LTE menggunakan serat optik. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan dengan penentuan wilayah untuk perancangan backhaul eNodeB pada jaringan LTE berdasarkan letak geografis untuk memperhitungkan trafik user yang diperlukan dan untuk menentukan perancangan link backhaul fiber optik maupun topologi atau konfigurasi sistem jaringan eNodeB yang dirancang di Kecamatan Sungai Durian Kotabaru, Kalimantan Selatan. Perancangan backhaul ini menggunakan teknologi SDH dengan level STM-4 dan untuk aksesnya menggunakan GPON 2,5 Ghz. Hasil perhitungan perancangan yang telah dilakukan mendukung layanan komunikasi di Kecamatan Sungai Durian Kotabaru, Kalimantan Selatan. Rancangan ini terpenuhi dengan parameter terendah BER pada sisi downstream bernilai 5,722 x 10-9 . Sedangkan untuk nilai parameter BER terendah pada link akses Upstream bernilai 7,675 x 10-10 dan pada sisi backhaul dengan BER bernilai 2,641 x 10-12 . Kata kunci—backhaul, LTE, GPON,sistem komunikasi optik
Analisis Kinerja Kanal Berkabut Pada Free Space Optics Fajria Nur Rahmawati; Akhmad Hambali; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem komunikasi free space optics (FSO) atau yang biasa disebut dengan wireless optic, merupakan sistem komunikasi optik yang menggunakan atmosfer sebagai media propagasinya. Keunggulan sistem komunikasi FSO dengan sistem komunikasi nirkabel lainnya yaitu sistem komunikasi FSO mempunyai bandwidth yang lebih lebar, biaya instalasi murah, dan lebih mudah dan cepat dalam proses penyebaran. Problematika yang sering dihadapi dari sistem komunikasi FSO adalah adanya kendala cuaca, salah satunya saat terjadi hujan. Intensitas hujan yang tinggi di Indonesia membuat sistem komunikasi FSO mengalami bergagai kendala. Redaman hujan membuat sistem komunikasi FSO mengalami perubahan dari segi kinerjanya, untuk itu perlu dilakukan pengamatan bagaiman kinerja dari sistem komunikasi free space optics saat terjadi hujan, dengan menghitung Signal to Noise Rasio (SNR) dan Bit Error Rate (BER) dari simulasi. Hasil BER baik apabila hasilnya mendekati nilai ideal BER, nilai ideal BER transmisi optik adalah 10-9 . Banyak faktor yang mempengaruhi hasil nilai BER dan SNR, seperti nilai redaman, panjang link atau jarak, dan juga kondisi cuaca yang terjadi. Kata kunci: free space optics, wireless optics, BER, SNR. Abstract Free space optics communication system, or commonly referred to as optical wireless, is an optical communication system that uses the atmosphere as its propagation medium. The advantages of free space optics communication systems with other wireless communication systems namely free space optics communication systems have wider bandwidth, cheaper installation costs, and are easier and faster in the deployment process. Problems that are often faced from free space optics communication systems are the weather constraints, one of which is when there is rain. The high intensity of rain in Rasio makes the free space optics communication system experiencing various obstacles. Attenuation of rain makes the free space optics communication system change in terms of performance, therefore it is necessary to observe how the performance of the free space optics communication system when it rains, by calculating the Signal to Noise Rasio (SNR) and Bit Error Rate (BER) and) from the simulation. The results of BER are good if the result is close to the ideal value of BER, the ideal value of optical transmission BER is 10-9 . Many factors influence the results of the BER and SNR values, such as attenuation values, link length or distance, and also the weather conditions that occur. Key word: free space optics, wireless optics, BER, SNR.
Perancangan Jaringan Last-Mile ENodeB dan ODP Berbasis Fiber Optik Di Kecamatan Panjalu, Ciamis, Jawa Barat Fauzi Muhammad Iqbal; Akhmad Hambali; Muhammad Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Zaman sekarang masyarakat sangat bergantung pada internet sebagai salah satu sumber informasi dan komunikasi. Sudah seharusnya pembangunan layanan akses intenet di Indonesia dilakukan secara adil dan merata bagi seluruh masyarakan di berbagai pelosok negeri, khususnya lastmile network. Last-mile network merupakan istilah pada jaringan akses internet yang berada paling ujung dan paling dekat dengan pelanggan. Salah satu daerah yang belum merasakan manfaat akses internet last-mile secara optimal dan merata adalah Kecamatan Panjalu. Tujuan Penelitian ini adalah membuat rancangan jaringan last-mile dengan eNodeB dan ODP berbasis fiber optik yang menunjang layanan akses internet di Kecamatan Panjalu. Perancangan jaringan last-mile dilakukan berdasarkan capacity planning untuk mentadapkan jumlah eNodeB dan mentukan target user bangunan instansi atau rumah sebagai penentu jumlah ODP yang dibutuhkan. Selanjutnya membuat rancangan link akses dengan mementukan titik STO terdekat yang dihubungkan dengan OLT Kecamatan Panjalu menggunakan fiber optik STM-64. Kemudian OLT akan dihubungkan ke eNodeB dan ODP dengan fiber optik GPON. Hasil simulasi performansi perancangan last-mile network memenuhi semua parameter kelayakan performansi dan pada link akses terjauh yaitu lastmile ODP 17 downstream dengan jarak 9,24 Km memperoleh nilai power received sebesar -20,757 dBm, nilai Q-factor sebesar 7,2707 dan nilai BER sebesar 1, 786 × 10-13 . Kata kunci — eNodeB, GPON, Last-Mile
Co-Authors Abbas, Raihan Rizqan Radhiyya Achmad Rifiandi Achmad Wildan Almaiz Achmad, Raffi Ade Rizki Ginanjar Adhitya, Farhan Ghifari Adhy Rizkya Oktauzi Putra Aditya , Bagus Aditya , Reza Afief Dias Pambudi Afif Glenta Utama Ageak Raporte Bermano Aghnia Sabika Agung Mujadid Ahmad Hidayat Ahyadan Weka Pratomo Ajeng Rahmaningtyas Firnadya Akbar, Fadel Al Akbar Aldrin Fakhri Azhari AMINAH INDAHSARI MARSUKI Andi Audy Oceanto Andi Imam Dwi Rezky Andi Oceanto Andika Putra Ramadhan Andre Frendra Zuli Andri Eryawan Ahmad Rifki Andy Oceanto Anggraeni, Nabila Ayu Anissa Okta Adi Perwita Arfianto Fahmi Ario Prabowo Ariqi, Fadhlul Arumadina Islamiq Asdianty, Lisda Aulia Nugraha Azrika, Andi Zhagyta Amalia B. Richard Tampubolon Bagas Sidiq Haryanto Bernadetta Sekar Pratiwi Bima Kurnia Marahsakti Karel Brian Pamukti Danu Dwi Sanjoyo Denny Darlis Dessinta Eka Wulandari Desti Madya Saputri Devitasari, Sabrina Dharu Arseno Dimas Hendratno Dinata, Ericha Septya Efri Suhartono Eka Yunita Dian Pratiwi Ekki Kurniawan Erna Sri Sugesti Fahira Indriyana Fajri Tanjung Fajria Nur Rahmawati Fajriansyah , Dhafa Baldi Faris Bayu Azanto FASYA, ISTI Fathurrahman, Muhammad Naufal Fatrheza Imantaqwa Fauzan Munggara Fauzi Muhammad Iqbal Ferry Alvi Pratama Gede Teguh Laksana Gustommy Bisono Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Harismawan, Saskia Ananda Harry Rachmatsyah Herin Damara Ditya Hermawan Widiyanto Hernito, Argo Hersanda Narpatangga Kistrawan Hidayat, Muh. Tri Ignatio Chriesma Diba Sanggiantara Ihsan Saputro Ilham Bayu Prabowo Indrarini Dyah Irawati Irfan Maulana, Irfan Irham Mulkan Rodiana Jaka Satria Prayuda Jamil, Althaf Nizarudin Johanes Nicolas Panjaitan Junior, David Juwita Sekar Harum Kahayan, Fahrul Halim Jaka KARIMAH, ZULIA NURUL Kindi Alfitrandy Kris Sujatmoko Kurnia Cahya Ade Putra Kurniawan Gustyanto Lapatoza, Randy Surya Fathir Latief, Noval Ramadhana Lazuardi Ramadeanto Lita Harpaning Pertiwi M. LUTHFI M. LUTHFI Marcellus Haninditya Maulana Pragnya Ghita Maulana, M. Irfan Maulana, Naufal Mirza Michelle Christine Mochammad Hafiz Kurnia Mochammad Hasan Jauhari Mochammad Hasan Jauhari Mohamad Fadhian Mohammad Bima Putra Brayoga Muhamad Arief Permana Muhamad Prasetyo Notonegoro Muhamad Ramdlan Kirom Muhamad Rizky Darmawansyah Muhammad Afrizal Muhammad Afrizal Muhammad Etfrawan Shobirin Muhammad Fajar Nugraha Muhammad Hawary Muhammad Hidayat Abibi Muhammad Irfan Maulana Muhammad Luthfi Ramadhan Abdul Rachman Muhammad Rayhan Hasibuan Muhammad Rendra Perdana Kusuma Djaka Muhammad Yasyir Musarah Wim Nabilla Aprilia Nachwan Mufti Adriansyah Nadhasya, Athallah Favianauvally Nadia Herma Wati Naffisa Naufal Andriani Najib Asqolani Akbar Naufal Karyadi Nugraha Septiana Pamungkas Nur Fahmi Farabi Nur Rizki Yulizar Nurrochman Prabowo Odang Yusuf Okta Mia Sari Oktavianingrum, Andarista Putri Olyvia Noviyanti Oq Vinesto Riyadi Paliwan Paliwan Pane, Grace Deborah Maria Paundra Aldila Pradana, Muhammad Rifki Aldi Prasetya, Rizky Aris Prasetyo, Fery Hafidz Pratama, Rakan Aji Pugar Athma Praja Putra, Farhan Sunella Putri, Crystal Ilesta Putri, Novian Indriani R. Bambang Cahyo Widodo Rahadian, Iqbal Adzani Rahmadianti Nelson Raihanum, Khaula Ramadhan, Abdillah Rasyid Vikri Prisdiansyah Ratih Kusuma Wardhani Raynanda Chandra Wibisono Rendy Munadi Reyga Prayogo Richo Pratama Putra Ridhwan Gandaatmaja Ridwan Pratama Ripai Ripai Riska Agus Rizky Maulana Arpan Rizky Mauludy Muttaqien Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizky, Muhammad Arief Rosid, Winky Harun Al Ryan Topani Sarah Shafira Wijaya Sasono Rahardjo Satria , Rizky Satrio Priambodo Satya Prianggono Sekar Langit Az-Zahra Saksono Sugito Sugito Suwandi Suwandi Suwardi , Farhan Syawal Alam Machfuddin Taufik Abdurrahman Taufik Akbar Tiara Fadila Tiara Mustika Tjahjo Adiprabowo R Uke Kurniawan Uke Kurniawan Usman Umar Fachreza Unang Sunarya Valendira Putri Wahyu Nur Annisa Wani Wahdania Winda Friandawa Winda Ika Syukrina Windy Christalia Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Wiranata, Aldi Yennisa Yesiana Yuliana Permata Sari Yusuf, Hafizh Khairan Adya Zehan Zulkarnaen Zulfi Zulfi Zulfikar Sandy Pratama ‘Aunurrafieq, Muhammad Naufal