Claim Missing Document
Check
Articles

Found 134 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Simulasi Sistem Ng-pon2 Dengan Konsep Olt Tx Dan Rx Menggunakan Semiconductor Optical Amplifier (soa) Najib Asqolani Akbar; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan bandwidth merupakan salah satu permasalahan pada teknologi GPON. Pengembangan teknologi ini terus dilakukan hingga ditemukannya teknologi NG-PON2. NG-PON2 merupakan teknologi yang menggunakan Time and Wavelength Division Multiplexing (TWDM) sebagai solusi utamanya karena mampu meningkatkan bandwidth hingga 40 Gbps. Pada Tugas Akhir ini, dilakukan perancangan dan simulasi jaringan bidirectional menggunakan penguat SOA. Digunakannya empat stacking Optical Line Termination (OLT). Bitrate yang digunakan adalah 10 Gbps untuk downstream dan 2,5 Gbps untuk upstream. Jenis penempatan penguat SOA adalah booster amplifier pada arah downstream dan pre-amplifier pada arah upstream.Berdasarkan dari hasil simulasi, didapatkan bahwa semua nilai parameter performansi berada pada standarnya masing-masing setelah digunakan penguat SOA yaitu pada -28 dBm sampai dengan -7 dBm. Pengaruh pada Power Received adalah meningkakan nilai Power Received yang tanpa menggunakan penguat pada tiap panjang link yang digunakan. Sedangkan pengaruh pada OSNR adalah adanya ketidaklinieran penguatan daya sinyal dan daya noise pada arah downstream yang membuat menurunnya nilai OSNR setelah digunakannya penguat, walaupun masih berada diatas standar OSNR yaitu minimal 30 dBm. Sedangkan pengaruh pada nilai Q-Factor meningkatkan Q-Factor secara efektif yaitu di atas nilai 6 yang membuat nilai Q-Factor dari tiap kanal dinyatakan ideal untuk dijadikan link komunikasi. Sedangkan pengaruh pada nilai BER adalah sama seperti Q -Factor, yang membuat peningkatan dan mengangkat nilainya menjadi di atas standar untuk NG-PON2 yaitu 10-9 karena nilai BER mengikuti nilai Q-Factor-nya. Jarak terjauh yang dapat digunakan setelah menggunakan penguatSOA adalah 65 km.
Perancangan Jaringan Backhaul 4g/lte Menggunakan Serat Optik Di Kecamatan Loksado, Kandangan, Dan Kalumpang Valendira Putri; Akhmad Hambali; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerataan pembangunan jaringan 4G/LTE pada Tugas Akhir ini dilakukan di Kecamatan Loksado, Kandangan, dan Kalumpang Kalimantan Selatan. Perancangan jaringan eNodeB dilakukan dengan memperhitungkan trafik user yang diperlukan berdasarkan capacity planning untuk mengetahui jumlah eNodeB yang akan diterapkan ke sistem sebagai backhaul. Sistem menggunakan teknologi GPON pada link akses dan STM-16 pada link backhaul didapatkan nilai parameter sesuai standart pada sistem. Dengan nilai Q-factor terburuk pada sisi upstream untuk masing-masing kecamatan yaitu 17,0924, 15,6667, 17,357, dan pada sisi downstream untuk masing-masing kecamatan yaitu 22,7433, 21,0777, 23,0496. Dengan nilai BER terburuk pada sisi upstream untuk masing-masing kecamatan yaitu 7,33x10-66, 1,12x10-55, 7,57x10-68, dan pada sisi downstream untuk masing-masing kecamatan yaitu 0, 5,77x10-99, 6,6x10-118. Dengan nilai Power Received terburuk pada sisi upstream untuk masing-masing kecamatan yaitu -19,022 dBm, -19,757 dBm, -18,882 dBm, dan pada sisi downstream untuk masing-masing kecamatan yaitu - 13,022 dBm, -13,756 dBm, -12,881 dBm. Pada sistem STM-16 didapatkan nilai terburuk untuk Q-factor = 62,4385, BER = 0 dan Power Received = -15,641 dBm.
Simulasi Dan Analisis Distorsi Sinyal Sistem Ganda Lte-Wcdma Melalui Link Serat Optik Aldrin Fakhri Azhari; Akhmad Hambali; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan sistem RoF sebagai pendistribusi sinyal sistem ganda LTE-WCDMA dipercaya memiliki keunggulan dibandingkan dengan sistem distribusi biasa menggunakan kabel tembaga. Akan tetapi, ketidaklinearan perangkat-perangkat pada sistem RoF membuat kualitas transmisi menurun. Penelitian mengenai pengaruh ketidaklinearan sistem RoF terhadap sinyal sistem ganda LTE-WCDMA perlu dilakukan agar dapat dirancang sistem yang optimal. Penelitian ini berfokus pada pengaruh frequency chirping laser, dispersi dan FWM pada serat terhadap sinyal sistem ganda LTE-WCDMA. Penelitian dilakukan dengan membuat simulasi sistem RoF untuk sistem ganda LTE-WCDMA pada software Optisystem 13. Pengujian sistem dilakukan dengan cara mentransmisikan sinyal sistem ganda LTE-WCDMA pada sistem RoF dengan penyebab ketidaklinearan sistem yang berbeda-beda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa distorsi sinyal terbesar diakibatkan oleh frequency chirping pada laser. Selain itu hasil pengujian menunjukkan bahwa laser dominan adiabatic chirp mempunyai kualitas lebih baik dibandingkan laser dominan transient chirp. Kemudian dari hasil pengujian ini juga diketahui bahwa penggunaan CWDM menghasilkan nilai SNR yang lebih baik daripada DWDM. Analisis peluang bit error (Pe) menunjukkan semua sistem RoF dengan dengan rancangan seperti proses pengujian layak digunakan karena nilai Pe dibawah 10-10. Akan tetapi, untuk meningkatkan kualitas sinyal disarankan menggunaan laser dominan transient chirp dan CWDM dalam perancangan sistem. Kata kunci : Ketidaklinearan RoF, LTE, WCDMA, frequency chirping, dispersi, FWM
Perancangan Desain Fiber To The Tower (fttt) Untuk Komunikasi Broadcast Sebagai Backhaul Jaringan Pariz Van Java Tv Bandung Nurrochman Prabowo; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri penyiaran di Indonesia telah berkembang dengan pesat yang diiringi oleh perkembangan sistem transmisi yang semakin handal. Sistem transmisi yang digunakan oleh Pariz Van Java TV (PJTV) adalah dengan menggunakan gelombang microwave point-to-point dari stasiun ke menara pemancar yang kemudian didistribusikan ke tv di rumah-rumah. Dengan jarak yang jauh, serta topologi daerah yang memiliki kontur yang tidak rata atau berbukit-bukit dan curah hujan tinggi bukan tidak mungkin sinyal microwave akan mengalami gangguan selama transmisi. Pada tugas akhir ini dirancang desain Fiber To The Tower (FTTT) yang digunakan untuk menghubungkan stasiun dengan tower pemancar yang ada di Komplek Stasiun Relay Panyandaan, Kab. Bandung Barat yang berjarak ±17 km dengan menggunakan jaringan Metronet dari PT. Indonesia Comnets Plus (ICON+). Perancangan jaringan FTTT digunakan untuk menggantikan sistem transmisi microwave point-to-point dari stasiun ke menara pemancar dengan media trasmisi fiber optic. Pada perancangan FTTT ini Studio PJTV dibuhungkan ke Presence Of Point (POP) Cigereleng GI yang bejarak 8.64 km dan menara pemancar PJTV dihubungkan ke POP Cimahi Kota APJ yang berjarak 7.35km. Dari hasil pengukuran didapatkan hasil pada link studio PJTV ke POP Cigereleng GI yaitu Power Link Budget sebesar -8.6 dBm, Rise Time Budget sebesar 0.2567 ns ns, Signal to Noise Ratio sebesar 30.9 dB, serta Bit Error Rate sebesar 9.89 x 10-68. Sedangkan pada link POP Cimahi Kota APJ ke menara pemancar memiliki keluaran Power Link Budget sebesar -11.506 dBm, Rise Time Budget sebesar 0.2567 ns, Signal to Noise Ratio sebesar 27.98 dB, dan Bit Error Rate sebesar 1.76 x 10-36. Dari data keluaran yang dihasilkan, dapat disimpulkan bahwa link jaringan yang dirancang sudah memenuhi syarat kelayakan jaringan fiber optic. Kata Kunci: FTTT, Studio TV, Menara Pemancar
Analisis Dan Simulasi Hasil Perancangan Jaringan Ftth Untuk Layanan Triple Play Di Apartemen Ciumbuleit Dengan Menggunakan Teknologi Gpon Harry Rachmatsyah; Rendy Munadi; Akhmad Hambali
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apartemen Ciumbuleit yang terletak di Kota Bandung merupakan Apartemen yang cukup mewah dan sudah dilengkapi dengan teknologi tinggi seperti layanan triple play yang dimiliki oleh jaringan Fiber To The Home (FTTH). Namun, belum ada analisa khusus terhadap jaringan FTTH yang telah dibangun pada apartemen. Untuk itu, penulis ingin membantu dalam menganalisis jaringan link optik tersebut agar pihak apartemen bisa memasarkan sesuai standar yang telah ditentukan. Pada tugas akhir ini akan menganalisa kinerja jaringan FTTH STO Hegarmanah ke Apartemen Ciumbuleit berdasarkan beberapa parameter yaitu Link Power Budget, Rise Time Budget, Signal to Noise Ratio (SNR), Bit Error Rate (BER) dan Quality of Service (QoS) serta menganalisa secara langsung masalah yang terjadi di lapangan. Berdasarkan hasil uji link yang dilakukan, terbukti bahwa jaringan yang telah terimplementasi FTTH ini telah layak dan memenuhi standar jaringan yang ditetapkan oleh PT. Telkom dengan parameter uji yang digunakan yaitu Link Power Budget, Rise Time Budget, SNR, dan BER. Dari hasil pengujian kualitas layanan berdasarkan parameter QoS untuk layanan triple play yang diimplementasikan pada Apartemen Ciumbuleuit bahwa dengan bandwidth yang telah diberikan untuk tiap layanan tersebut masih memenuhi standar ketentuan ITU-T dan memberikan hasil kualitas layanan dengan kategori nilai 1 hingga 5 didapat yaitu 4 atau termasuk dalam kategori baik. Dengan 1010 pelanggan yang akan menempati dengan jumlah 34 core serat optic yang diimplementasi maka tiap pelanggan dapat meningkatkan total layanan mereka hingga 77 Mbps. Kata kunci: Link Power Budget, Rise Time Budget, SNR, BER, QoS.
Analisis Karakteristik Ring Resonator Tunggal Yang Diintegrasikan Dengan Erbium Doped Fiber (edf) Untuk Diaplikasikan Sebagai Filter Optik Anissa Okta Adi Perwita; Akhmad Hambali; Sasono Rahardjo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu komponen penting yang digunakan dalam dunia transmisi data adalah filter. Selama ini filter optik yang digunakan seperti Fiber Bragg-Grating dan Mach-Zender memiliki beberapa kekurangan yaitu membutuhkan facets dan gratings, passband yang sempit, karakteristik cut-off yang tidak fleksibel, daya yang sampai di penerima sangat kecil, dan fabrikasi yang mahal dan rumit. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah-masalah tersebut adalah dengan menggunakan Ring Resonator. Ring Resonator tidak membutuhkan facets dan gratings.Ring Resonator juga memiliki passband yang lebih lebar dan karakteristik cut-off yang bisa disesuaikan. Selain itu, implementasi berbagai macam model yang berkembang saat ini sudah menunjukkan kemajuan-kemajuan dalam performansi resonator, seperti meningkatnya daya transmisi, dan mengecilnya linewidth. Penambahan Erbium Doped Fiber (EDF) dalam Ring Resonator bisa meningkatkan gain dalam filter yang telah berkurang diakibatkan dengan adanya bending dan scattering losses pada ring resonator. Pada jurnal ini diteliti kinerja single Ring Resonator dua kopler yang diintegrasikan dengan Erbium Doped Fiber (EDF) terutama dalam konfigurasi Drop Port Double Beam Configuraion (DDBC). Parameter-parameter yang digunakan untuk mengukur kinerja filter adalah Free Spectral Ratio (FSR), Full Width at Half Maximum (FWHM) dan Finesse. Kata kunci : ring resonator, EDF, FSR, FWHM, finesse
Perancangan Jaringan Fiber To The Home (ftth) Menggunakan Teknologi Coarse Wavelength Division Multiplexing (cwdm)untuk Perumahan Pesona Ciwastra Village Bandung Fajri Tanjung; Akhmad Hambali; R. Bambang Cahyo Widodo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan akan kapasitas dan bandwidth yang semakin tinggi pada jaringan akses PT Telkom dapat kita temui di daerah perkotaan atau metropolitan. CWDM merupakan teknologi yang dapat menjadi solusi akan kebutuhan tersebut. Teknologi CWDM sesuai untuk wilayah metro (<80km) karena biaya yang lebih rendah untuk meningkatkan kapasitas hingga 18 saluran[1]. Perancangan jaringan FTTH dengan teknologi CWDM ini dilakukan dengan membuat jalur awal lalu penentuan perangkat, spesifikasi, tata letak dan volume yang digunakan serta mensimulasikannya dengan perangkat lunak. Kemudian untuk kelayakan sistem di analisa menggunakan parameter link power budget dan rise time budget, sedangkan untuk performansi sistem di analisa dengan parameter SNR (Sinyal to Noise Ratio) dan BER (Bit Error Rate) serta, analisa perbandingan dan optimalisasi teknologi CWDM terhadap teknologi existing. Hasil analisa perhitungan dengan jarak terjauh dan redaman panjang gelombang per kilometer terbesar didapatkan hasil perhitungan link power budget dengan Prx sebesar -27.0456 dBm untuk downstream dan Prx sebesar -27.7615 dBm untuk upstream. Sedangkan hasil analisa simulasi didapatkan nilai Prx sebesar -24.475 dBm untuk downstream dan -25.297 dBm untuk upstream. Hasil power link budget masih berada diatas level sensitivity penerima yaitu -28 dBm. Hasil perhitungan Rise Time Budget untuk pada jaringan optik terjauh menghasilkan total waktu maksimum sebesar 0.1815 ns untuk downstream dan 0.1852 ns untuk upstream, waktu tersebut masih berada dibawah nilai waktu pengkodean NRZ sebesar 0.28 ns. Hasil perhitungan performansi jaringan diperoleh nilai SNR terkecil sebesar 27.033 dB dan BER terbesar senilai 1.36 x 10-29 untuk downstream serta SNR terkecil sebesar 28.6518 dB dan BER terbesar senilai 1.52 x 10-42 untuk upstream. Sistem perancangan memiliki performansi yang sangat baik karena SNR masih diatas standar yang dimiliki PT. Telkom yaitu 21.5 dB, serta BER yang lebih kecil dari 10-9. Kata Kunci : FTTH, CWDM, Link Power Budget, Rise Time Budget, SNR, BER
Analisis Perbandingan Kinerja Teknologi Gigabit Passive Optical Network (gpon) Dan Gigabit Ethernet Passive Optical Network (gepon) Turbo Mode Pada Jaringan Passive Optical Network (pon) Ridwan Pratama; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gigabit Passive Optical Network (GPON) dan Gigabit Ehternet Passive Optical Network (GEPON) merupakan teknologi dalam PON yang yang dianggap mampu untuk memenuhi kebutuhan bandwidth dan kecepatan yang tinggi. Kedua teknologi tersebut terus bersaing dan terus dilakukan pengembangan. Turbo GEPON merupakan salah satu hasil pengembangan teknologi GEPON yang diperkenalkan oleh perusahaan Teknovus yang kemudian diakui sisi oleh Broadcomm. Turbo GEPON dianggap mampu bersaing dengan GPON karena memiliki parameter yang hampir sama seperti GPON, seperti splitting ratio¸ upstream dan downstream bandwidth, dan upstream dan downstream wavelength. Pada Tugas Akhir ini dilakukan penelitian mengenai perbandingan kinerja antara teknologi GPON dan Turbo GEPON dengan parameter uji power link budget, rise time budget, signal to noise ratio (SNR), dan bit error rate (BER). Penelitian dilakukan dengan melakukan simulasi terhadap kedua teknologi tersebut melalui hitungan matematis ataupun software simulasi. simulasi dilakukan dengan menggunakan parameter jarak maksimum link jaringan akses PON sepanjang 20 km dan splitting ratio maksimum pada tiap teknologinya yaitu 1:64 dengan menggunakan kombinasi splitter 1:4 dan 1:16. Hasil dari pengujian parameter uji antara teknologi GPON dan Turbo GEPON menunjukkan nilai power link budget sebesar -21.7 dBm untuk upstream dan downstream, rise time budget sebesar 0.23685 ns untuk GPON dan 0.26401 ns untuk Turbo GEPON, nilai SNR pada GPON dan Turbo GEPON sebesar 22.60021 dB untuk downstream dan 24.50568 dB untuk upstream, dan nilai BER untuk GPON dan Turbo GEPON sebesar � . ��𝟒�� × ��−�� untuk downstream dan � . ����� × ��−�� untuk upstream. Perbandingan hasil pengujian parameter antara teknologi GPON dan Turbo GEPON menunjukkan bahwa GPON lebih unggul. Hal ini dibuktikan dengan lebih kecilnya nilai rise time budget pada GPON dibandingkan dengan Turbo GEPON yaitu sebesar 0.23685 ns pada GPON dan 0.26401 ns pada Turbo GEPON. Kata kunci : PON, GPON, GEPON, Turbo GEPON
Perancangan Dan Analisis Kombinasi Fiber To The Home (ftth) Dengan Wi-fi Public Di Perumahan Pesona Ciganitri Johanes Nicolas Panjaitan; Akhmad Hambali; Ageak Raporte Bermano
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini memfokuskan untuk penentuan kelayakan dan performansi sistem perancangan FTTH, dalam penelitian ini dilakukan perhitungan terhadap parameter-parameter kelayakan dan performansi yang ingin diimplementasikan pada perumahan Pesona Ciganitri. Parameter-parameter tersebut adalah Link Power Budget dan Rise Time Budget untuk kelayakan sistem dan BER untuk perfmormance sistem yang disimulasikan pada OptySystem Dari perhitungan secara manual link power budget , total redaman yang dihasilkan untuk downstream sebesar 23,80195 dB dan untuk upstream sebesar 8,69495 dB. Berdasarkan nilai total redaman didapatkan nilai daya terima sebesar -20,802 dBm untuk downstream dan -5,6949 dBm untuk upstream yang diatas nilai sensitifitas minimum daya pada penerima yang ditentukan PT.Telkom yaitu -23 dBm. Sedangkan untuk nilai Rise Time Budget yang didapatkan bernilai baik karena tsystem bernilai 0,25 ns untuk downstream dan 0,25 ns untuk upstream yang lebih kecil dari batasan waktu untuk setiap pengkodean. Untuk parameter performansi sistem yaitu BER yang dihasilkan dari simulasi OptiSystem, didapatkan nilai BER downstream sebesar 2,6294x10-35  dan untuk upstream sebesar 0. Sehingga dapat disimpulkan kedua nilai tersebut memenuhi nilai minimum BER yang ditentukan untuk optik yaitu 10-9.    Kata Kunci:FTTH, Link Power Budget, Rise Time Budget, Bit Error Rate (BER), Opti System
Perbandingan Performansi Antara Photodetector Pin Dan Apd Pada Sistem Jaringan Twdm-pon Maulana Pragnya Ghita; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut The Full Service Access Netwrok (FSAN), Time and Wavelength Division Multiplexing(TWDM) dipilih sebagai solusi menuju teknologi Next Generation Passive Optical Network (NG-PON). Pada penelitian ini dilakukan simulasi serta analisis perbandingan performansi antara penggunaan photodetector PIN dan APD pada receiver jaringan TWDM-PON menggunakan software simulator optik. Pembahasan akan mengulas kelayakan jenis photodetector pada konfigurasi sistem TWDM-PON. Pengukuran terhadap kelayakan jaringan TWDM-PON dilakukan dengan merubah parameter panjang link yaitu 40, 50, dan 60 km serta jumlah user yaitu 128, 256, dan 512 ONU. Analisis didekati dengan perhitungan Q Factor dan BER. Hasil simulasi dan perhitungan yang telah dilakukan didapatkan bahwa photodetector PIN dan APD menghasilkan performansi yang baik pada jaringan, 128, 256, dan 512 user. Jaringan 128, 256 dan 512 user memilki performansi yang baik dengan maksimum Q Factor berturut-turut sebesar 34.805, 28.948, 29.885 dan minimum BER berturut-turut sebesar 8.49E-266, 1.23E-184, dan 41E-196.
Co-Authors Abbas, Raihan Rizqan Radhiyya Achmad Rifiandi Achmad Wildan Almaiz Achmad, Raffi Ade Rizki Ginanjar Adhitya, Farhan Ghifari Adhy Rizkya Oktauzi Putra Aditya , Bagus Aditya , Reza Afief Dias Pambudi Afif Glenta Utama Ageak Raporte Bermano Aghnia Sabika Agung Mujadid Ahmad Hidayat Ahyadan Weka Pratomo Ajeng Rahmaningtyas Firnadya Akbar, Fadel Al Akbar Aldrin Fakhri Azhari AMINAH INDAHSARI MARSUKI Andi Audy Oceanto Andi Imam Dwi Rezky Andi Oceanto Andika Putra Ramadhan Andre Frendra Zuli Andri Eryawan Ahmad Rifki Andy Oceanto Anggraeni, Nabila Ayu Anissa Okta Adi Perwita Arfianto Fahmi Ario Prabowo Ariqi, Fadhlul Arumadina Islamiq Asdianty, Lisda Aulia Nugraha Azrika, Andi Zhagyta Amalia B. Richard Tampubolon Bagas Sidiq Haryanto Bernadetta Sekar Pratiwi Bima Kurnia Marahsakti Karel Brian Pamukti Danu Dwi Sanjoyo Denny Darlis Dessinta Eka Wulandari Desti Madya Saputri Devitasari, Sabrina Dharu Arseno Dimas Hendratno Dinata, Ericha Septya Efri Suhartono Eka Yunita Dian Pratiwi Ekki Kurniawan Erna Sri Sugesti Fahira Indriyana Fajri Tanjung Fajria Nur Rahmawati Fajriansyah , Dhafa Baldi Faris Bayu Azanto FASYA, ISTI Fathurrahman, Muhammad Naufal Fatrheza Imantaqwa Fauzan Munggara Fauzi Muhammad Iqbal Ferry Alvi Pratama Gede Teguh Laksana Gustommy Bisono Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Harismawan, Saskia Ananda Harry Rachmatsyah Herin Damara Ditya Hermawan Widiyanto Hernito, Argo Hersanda Narpatangga Kistrawan Hidayat, Muh. Tri Ignatio Chriesma Diba Sanggiantara Ihsan Saputro Ilham Bayu Prabowo Indrarini Dyah Irawati Irfan Maulana, Irfan Irham Mulkan Rodiana Jaka Satria Prayuda Jamil, Althaf Nizarudin Johanes Nicolas Panjaitan Junior, David Juwita Sekar Harum Kahayan, Fahrul Halim Jaka KARIMAH, ZULIA NURUL Kindi Alfitrandy Kris Sujatmoko Kurnia Cahya Ade Putra Kurniawan Gustyanto Lapatoza, Randy Surya Fathir Latief, Noval Ramadhana Lazuardi Ramadeanto Lita Harpaning Pertiwi M. LUTHFI M. LUTHFI Marcellus Haninditya Maulana Pragnya Ghita Maulana, M. Irfan Maulana, Naufal Mirza Michelle Christine Mochammad Hafiz Kurnia Mochammad Hasan Jauhari Mochammad Hasan Jauhari Mohamad Fadhian Mohammad Bima Putra Brayoga Muhamad Arief Permana Muhamad Prasetyo Notonegoro Muhamad Ramdlan Kirom Muhamad Rizky Darmawansyah Muhammad Afrizal Muhammad Afrizal Muhammad Etfrawan Shobirin Muhammad Fajar Nugraha Muhammad Hawary Muhammad Hidayat Abibi Muhammad Irfan Maulana Muhammad Luthfi Ramadhan Abdul Rachman Muhammad Rayhan Hasibuan Muhammad Rendra Perdana Kusuma Djaka Muhammad Yasyir Musarah Wim Nabilla Aprilia Nachwan Mufti Adriansyah Nadhasya, Athallah Favianauvally Nadia Herma Wati Naffisa Naufal Andriani Najib Asqolani Akbar Naufal Karyadi Nugraha Septiana Pamungkas Nur Fahmi Farabi Nur Rizki Yulizar Nurrochman Prabowo Odang Yusuf Okta Mia Sari Oktavianingrum, Andarista Putri Olyvia Noviyanti Oq Vinesto Riyadi Paliwan Paliwan Pane, Grace Deborah Maria Paundra Aldila Pradana, Muhammad Rifki Aldi Prasetya, Rizky Aris Prasetyo, Fery Hafidz Pratama, Rakan Aji Pugar Athma Praja Putra, Farhan Sunella Putri, Crystal Ilesta Putri, Novian Indriani R. Bambang Cahyo Widodo Rahadian, Iqbal Adzani Rahmadianti Nelson Raihanum, Khaula Ramadhan, Abdillah Rasyid Vikri Prisdiansyah Ratih Kusuma Wardhani Raynanda Chandra Wibisono Rendy Munadi Reyga Prayogo Richo Pratama Putra Ridhwan Gandaatmaja Ridwan Pratama Ripai Ripai Riska Agus Rizky Maulana Arpan Rizky Mauludy Muttaqien Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizky, Muhammad Arief Rosid, Winky Harun Al Ryan Topani Sarah Shafira Wijaya Sasono Rahardjo Satria , Rizky Satrio Priambodo Satya Prianggono Sekar Langit Az-Zahra Saksono Sugito Sugito Suwandi Suwandi Suwardi , Farhan Syawal Alam Machfuddin Taufik Abdurrahman Taufik Akbar Tiara Fadila Tiara Mustika Tjahjo Adiprabowo R Uke Kurniawan Uke Kurniawan Usman Umar Fachreza Unang Sunarya Valendira Putri Wahyu Nur Annisa Wani Wahdania Winda Friandawa Winda Ika Syukrina Windy Christalia Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Wiranata, Aldi Yennisa Yesiana Yuliana Permata Sari Yusuf, Hafizh Khairan Adya Zehan Zulkarnaen Zulfi Zulfi Zulfikar Sandy Pratama ‘Aunurrafieq, Muhammad Naufal