Claim Missing Document
Check
Articles

Found 134 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Pengujian Implementasi Perangkat Fiber To The Home (Ftth) Dengan Optisystem Pada Link Sto Ahmad Yani Ke Apartemen Gateway Aghnia Sabika; Akhmad Hambali; Andy Oceanto
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan triple play yang ditawarkan oleh jaringan Fiber To The Home (FTTH) sangat membantu penjualan dari pihak apartemen karena pembeli ingin tinggal di tempat nyaman dan juga sudah dilengkapi teknologi tinggi. Analisis jaringan FTTH sangat diperlukan sebelum jaringan tersebut dijual ke pengguna untuk melihat apakah jaringan yang telah diimplementasikan sudah layak digunakan atau tidak. Apartemen Gateway merupakan apartemen yang terletak di Kota Bandung dan sudah terimplementasi oleh jaringan FTTH. Sentral yang digunakan adalah STO Ahmad Yani. Pemilik apartemen ingin segera memasarkan apartemen terseut kepada pembeli. Tetapi, belum ada analisa khusus terhadap jaringan yang telah dibangun pada apartemen. Untuk itu, penulis ingin membantu dalam menganalisis jaringan link optik tersebut agar pihak apartemen bisa memasarkan sesuai standar yang telah ditentukan. Analisis yang akan dilakukan pada tugas akhir ini adalah nilai Link Power Budget, Rise Time Budget, Signal to Noise Ratio (S/N), BER (Bit Error Rate) dan Power Penalty. Analisis yang dilakukan adalah dengan cara studi literlatur terleih dahulu selanjutnya dilakukan pengumpulan data pada kondisi lapangan yang sesungguhnya. Keluaran yang didapatkan yaitu terbukti bahwa jaringan yang telah terimplementasi FTTH ini telah layak dengan memenuhi standar jaringan yang ditetapkan oleh PT. Telkom dengan nilai BER yaitu sebesar 1,04003 × 10−17 bernilai 31,06226 𝑑𝐵 dan,PLink owerPoPewernaBlties udgetbe brn eilai rnilai1,278 –23,3134 𝑑�. Tug𝑑�as, Ria sk e Time hir iniBj uugdga etdibh erarna ilai pka0n ,0090195 setelah ��, SNR penelitian dapat memberi rekomendasi untuk peningkatan kualitas jaringan pada link optik STO Ahmad Yani ke Apartemen Gateway. Kata kunci : Link Power Budget, Rise Time Budget, SNR, BER, Power Penalty
Analisis Efek Nonlinier Di Jaringan Cwdm Pada Sistem Komunikasi Serat Optik Paundra Aldila; Akhmad Hambali; Indrarini Dyah Irawati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jaringan serat optik yang sekarang sedang berkembang dengan pesat tentunya memiliki masalahnya tersendiri. Didalam jaringan optik dikenal banyak multiplexer, salah satunya adalah Coarse Wavelength Division Multiplexing (CWDM). Di Indonesia sendiri CWDM rencananya akan digunakan pada jaringan di daerah perkotaan karena CWDM memiliki bandwidth yang lebar namun memiliki jarak tempuh yang dekat. CWDM juga digunakan karena biaya pengoperasiannya relatif lebih murah dibandingkan teknik multiplexer yang lain. Didalam jaringan serat optik terdapat efek nonlinier yang akan mempengaruhi keadaan jaringan itu sendiri. Efek nonlinier sendiri terdiri dari beberapa macam, seperti SPM, XPM dan FWM. Pada penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui efek dari non-liner terhadap jaringan CWDM. Panjang gelombang yang digunakan yaitu S-band, C-band dan L-band yang berkisar dari 1460 nm hingga 1625 nm dengan spasi panjang gelombang adalah 20 nm. Pada saat terjadi pelemahan sinyal pada kilometer tertentu, sistem jaringan optik pada pengujian akan ditambahkan EDFA sebagai penguat. Hasil dari penelitian ini adalah efek nonlinier yang dibandingkan pada jaringan CWDM dengan jaringan CWDM yang tidak terdapat efek nonlinier hasilnya beragam. CWDM tanpa nonlinier hasilnya lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan efek nonlinier. Besar nilai perbandingan yang didapat adalah 0.685% untuk tanpa EDFA dan 0.36% untuk menggunakan EDFA. Kata Kunci : CWDM, Efek Nonlinier, Optisystem
Analisis Efek Non Linieritas Fiber Pada Link Sistem Komunikasi Serat Optik Ajeng Rahmaningtyas Firnadya; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan Sistem Komunikasi Serat Optik (SKSO) terus mengalami kemajuan dari tahun ke tahun. Salah satu teknologi yang berkembang sangat pesat adalah teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) yang memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan teknologi terdahulu. Namun, dibalik kelebihanya DWDM memiliki salah satu kekurangan yaitu efek non linieritas Four Wave Mixing (FWM). Pada penelitian ini, dibuat pemodelan sistem link DWDM pada software OptiSystem untuk mengetahui pengaruh FWM tersebut. Terdapat 3 skenario dalam pemodelannya. Skenario pertama, variabel yang diubah adalah bitrate link dan jarak link. Pada skenario kedua, variabel yang diubah adalah spasi kanal. Dan pada skenario ketiga, variabel yang diubah adalah daya transmitter. Hasil simulasi yang telah dilakukan yaitu bahwa efek FWM sangat mempengeruhi performansi link DWDM karena hasil Q - Factor dari semua simulasi tidak lebih dari 6. Pada simulasi 10 Gbps, performansi terbaik memiliki Q - Factor sebesar 5.3466725, dan performansi terburuk memiliki Q - Factor sebesar 1.61111125, namun bisa diperbaiki sehingga Q - Factor meningkat menjadi 2.50623. Pada simulasi 40 Gbps, performansi terbaik memiliki Q - Factor sebesar 2.96011, dan performansi terburuk memiliki Q - Factor sebesar 1.8404325, namun bisa diperbaiki sehingga Q - Factor meningkat menjadi 3.748735. Pada simulasi 100 Gbps, performansi terbaik memiliki Q - Factor sebesar 2.9551125, dan performansi terburuk memiliki Q - Factor sebesar 2.196375, namun bisa diperbaiki sehingga Q - Factor meningkat menjadi 2.7596375. Kata kunci : Dense Wavelength Division Multiplexing, Four Wave Mixing, Q - Factor. Abstract
Analisis Karakteristik Ring Resonator Tunggal Dengan Menggunakan Pmf (polarization Maintaining Fiber) Untuk Diaplikasikan Sebagai Filter Optik Yennisa Yesiana; Akhmad Hambali; Sasono Rahardjo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu permasalahan yang muncul dalam penggunaan ring resonator adalah jenis kabel serat optik yang digunakan dan polarisasi yang apabila penggunaannya tidak tepat dapat menurunkan kualitas filter single ring resonator. Solusi yang ditawarkan pada tugas akhir ini adalah dengan menggunakan jenis kabel serat optik Polarization Maintaining Fiber (PMF). PMF adalah salah satu jenis kabel serat optik yang memiliki kemampuan untuk mempertahankan polarisasi cahaya. Pada tugas akhir ini akan diteliti karakteristik ring resonator dengan menggunakan PMF sebagai ring waveguide dengan menggunakan teori moda terkopel dan metoda transfer matriks. Analisa dilakukan dengan menggunakan dua masukan, dua keluaran, satu ring, dan dua kopler pada konfigurasi single ring resonator. Parameter yang akan ditinjau adalah perubahan panjang gelombang (Ȝ), panjang keliling ring (L), dan koefisien kopler (ț) dengan memperhatikan parameter PMF yaitu indeks bias (n), konstanta propagasi (β) dan rugi-rugi (α). Simulasi dan analisa dilakukan pada software Matlab R2010b. Kata kunci : single ring resonator, PMF (Polarization Maintaining Fiber), filter optik
Perancangan Penggunaan Penguat Optik Pada Jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (skkl) Di Jalur Sistem Indonesia Global Gateway (igg) Bima Kurnia Marahsakti Karel; Akhmad Hambali; Mochammad Hasan Jauhari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabel komunikasi bawah laut merupakan contoh dari komunikasi link backbone di bawah laut yang menghubungkan jaringan telekomunikasi antar pulau maupun antar negara. Backbone adalah saluran berkecepatan tinggi yang menjadi lintasan utama dalam sebuah jaringan. Dikarenakan jarak yang akan ditempuh oleh suatu link submarine cable ini sangat jauh (lebih dari 5.000 Km), maka diperlukan perangkat penunjang seperti optical amplifier atau repeater, agar komunikasi yang dikirimkan dapat sampai ke tujuan dengan meminimalisir data yang hilang. Pada penelitian ini akan menganalisa sebuah perancangan bagaimana pengaruh dari penggunaan penguat optik terhadap jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang terdapat di jalur sistem Indonesia Global Gateway (IGG). Terdapat opsi penggunaan penguat optik yaitu dengan sistem Repeatered atau menggunakan sistem Repeterless. Dengan menggunakan parameter-parameter yang ada, didapatkan untuk hasil yang optimal dalam sistem komunikasi kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG) menggunakan konfigurasi repeater-ed dengan nilai Q-Factor 68, nilai bit error rate 4.42×10-22, serta power receive 2.206 dBm. 
Analisis Perbandingan Performansi Posisi Penguat Optik Hybrid Soa – Edfa (semiconductor Optical Amplifier - Erbium Doped Fiber Amplifier) Pada Sistem Dwdm (dense Wavelength Division Multiplexing) Berbasis Soliton Arumadina Islamiq; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguat hybrid adalah suatu cara untuk memberikan performansi yang lebih baik karena dapat mengoptimalkan peningkatan spektrum lebar bandwidth dari sistem DWDM, mengurangi kerugian karena induksi non linearitas dan mencegah penggunaan biaya tinggi. Tugas Akhir ini menganalisis penguat optik Hybrid SOA-EDFA sebagai power amplifier (Booster), inline amplifier, preamplifier dengan menggunakan sebuah pulsa soliton. Serta akan menganalisis pengaruh bitrate dan panjang link terhadap BER, Q-factor. Simulasi ini dirancang dengan jumlah 16 buah kanal, panjang gelombang pada windows daerah C-Band (1510nm – 1560nm), pompa laser 980 nm, power input 3 dBm, bandwidth 20 Gbps dan akan disimulasikan menggunakan software OptiSystem 7.0. Dari hasil analisis yang dilakukan bahwa penguat Hybrid SOA-EDFA ini memiliki korelasi terhadap kinerja sistem DWDM ini, dimana didapatkan skema preamplifier yang terbaik diantara keempat skema Hybrid SOA-EDFA yang dirancang karena pada skema preamplifier nilai Q faktor bernilai paling maksimal yaitu sebesar 9.7024 atau 1.46494x10-22 pada BER dengan panjang link 50 km dan bitrate 2.5 Gbps. Sedangkan nilai Q faktor yang bernilai paling mínimum yaitu sebesar 0 atau 1 untuk nilai BER yang terjadi pada skema sistem tanpa penguatan yaitu kondisi panjang link 100 km hingga 200 km dengan bitrate 2.5 Gbps, 5 Gbps, dan 10 Gbps. Sehingga Skema preamplifier sangat cocok digunakan untuk link jauh. Skema Inline Amplifier dan Booster amplifier bisa bekerja untuk link jauh namun perfomansinya buruk karena nilai Q faktor di bawah standart kelayakan. Dan skema tanpa penguatan tidak layak digunakan karena performansinya sangat buruk. Kata kunci : DWDM, Hybrid, EDFA, SOA, Soliton
Perencanaan Optical Amplifier Pada Jaringan Palapa Ring Untuk Link Ambon (maluku) - Sorong (papua) Ahyadan Weka Pratomo; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menjadikan seluruh masyarakat Indonesia yang cepat mengetahui segala informasi, pemerintah melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan telekomunikasi menggelar mega-proyek serat optik bawah laut yang dinamakan Palapa Ring. Jaringan inilah yang akan menghubungkan Ambon - Sorong yang dapat terkoneksi dengan jaringan tersebut agar masalah ketinggalan informasi tidak terjadi lagi . Pada penelitian ini dilakukan penempatan optical amplifier dan analisis link power budget dan bit error rate dengan menggunakan beberapa skema. Skema 1 ROA (Raman Optical Amplifier) ditempatkan pada jarak 128 km dari titik labuh di Ambon dan sorong. Sedangkan antar ROA diberi jarak 127 km. Di skema 2 jarak ROA nya menggunakan jarak maksimal sistem tanpa mengunakan penguat yaitu 128 km. Pada skema 3 ini penempatan ROA nya berbeda dengan skema 2. Hal ini bertujuan untuk mengurangi redaman yang dihasilkan oleh splice antar perangkat dengan jarak 100 km antar ROA. Hasil dari penelitian ini pada skema 1 digunakan maka ROA yang dibutuhkan hanya 3 buah, namun pada skema ini daya terima pada receiver hanya -53,9 dBm dan nilai BER yang didapat dengan nilai Qfactor tersebut adalah 0,129. Skema 2 digunakan maka ROA yang dibutuhkan lebih banyak dari skema 1 yaitu 4 buah ROA, sehingga pada skema ini daya terima pada receiver -24,1 dBm dengan nilai BER yang didapat dengan nilai Qfactor tersebut adalah 0,67.10-4. Pada skema 3 ini, diperoleh daya terima di receiver sebesar -23,7 dBm dan nilai BER yang didapat dengan nilai Qfactor tersebut adalah 4,718.10-5. Dengan nilai link power budget dan nilai BER, skema 3 yang lebih baik diantara skema a1 dan 2. Kata kunci : Palapa Ring, Link Power Budget, Bit Error Rate, Qfactor, Ambon, Sorong
Simulasi Dan Analisis Optical Add Drop Multiplexer (oadm) Menggunakan Fiber Bragg Grating (fbg) Pada Link Long Haul Yuliana Permata Sari; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teknologi Wavelenght Division Multiplexing (WDM) dapat dipadukan dengan perangkat Optical Add Drop Multiplexing (OADM), sehingga didapatkan konektivitas dan fleksibilitas yang lebih besar dalam jaringan WDM. Optical Add Drop Multiplexing (OADM) merupakan perangkat yang digunakan untuk menambah (add) dan mengurangi (drop) panjang gelombang pada suatu link komunikasi. Untuk memilih panjang gelombang sesuai dengan karakter yang diinginkan, maka dibutuhkan suatu reflektor, yaitu Fiber Bragg Grating (FBG). Perangkat Optical Add Drop Multiplexing (OADM) menggunakan Fiber Bragg Grating (FBG) disimulasikan pada perangkat lunak untuk analisis matematis. Teknik Phase Mask digunakan untuk fabrikasi FBG. Selain itu, teori coupled mode dan metode transfer matriks digunakan untuk mendapatkan karakteristik spektrum dalam FBG. Terdapat beberapa parameter dalam penerapan OADM menggunakan FBG seperti panjang grating (l), modulasi indeks bias grating (Δn), jumlah grating (N). Pada desain perancangan OADM, panjang gelombang yang di-drop dan add adalah panjang gelombang kedua dan keempat. Pada tugas akhir ini, menggunakan lima masukan panjang gelombang dalam rentang C-Band, yaitu λ1 = 1550.92 nm, λ2 = 1551.72 nm, λ3 = 1552.52 nm, λ4 = 1553.33 nm, λ5 = 1554.13 nm, dengan spasi kanal 100 GHz atau 0.8 nm. Pada simulasi didapatkan nilai reflektivitas panjang gelombang kedua (R2) sebesar = 1 dengan Poutλ1 = 1 dB,sehingga tidak mengakibatkan crosstalk. Sedangkan padapanjang gelombang keempat (R4) = 1 dengan Poutλ4 = 1 dB, sehingga tidak mengakibatkan crosstalk. Kata Kunci : WDM, OADM, FBG, Crosstalk
Analisis Sistem Komunikasi Rof (radio Over Fiber) Berbasis Wdm (wavelength Division Multiplexing) Dengan Oadm (optical Add Drop Multiplexing) Untuk Jarak Jauh Gede Teguh Laksana; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radio over fiber merupakan suatu proses pengiriman sinyal radio melalui kabel serat optik. Melihat perkembangan komunikasi di dunia yang sangat pesat, Radio over Fiber dapat diaplikasikan guna mendukung layanan multimedia. Dalam rangka mendukung layanan multimedia, Radio over Fiber diharapkan dapat mendukung komunikasi untuk jarak jauh. Oleh karena itu dilakukan analisis terhadap Radio over Fiber untuk komunikasi jarak jauh yang dikombinasikan dengan teknik WDM (Wavelength Division Multiplexing) dan dipadukan dengan perangkat OADM (Optical Add Drop Multiplexer). Radio over Fiber disimulasikan oleh sinyal frekuensi radio 2.5 GHz yang ditumpangkan kedalam suatu panjang gelombang. Laju data yang digunakan sebesar 1 Gbps. Untuk mencapai penerima pada jarak yang jauh akan dilakukan penguatan oleh Optical Amplifier berupa EDFA (Erbium Doped Fiber Amplifier). Teknologi Radio over Fiber untuk komunikasi jarak jauh sangat rentan terhadap nilai BER dan redaman yang tinggi sehingga dibutuhkan perancangan sistem yang matang dan spesifikasi perangkat yang memadai. Adapun performansi yang didapatkan oleh keempat panjang gelombang pada jarak terjauh yaitu 155.5 km masih berada diatas sensitivitas penerima yaitu -17.217 dBm. Keempat panjang gelombang juga masih mencapai nilai BER minimal untuk layanan multimedia yaitu 10-9. Kata kunci: radio over fiber, optical add drop multiplexer, wavelength division multiplexing, komunikasi jarak jauh
Penggunaan Kompensator Dispersi Pada Jaringan Berbasis Optik Antara Sto Lembong Dan Sto Cianjur Menggunakan Fiber Bragg Grating Ratih Kusuma Wardhani; Akhmad Hambali; Zulfi Zulfi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Sistem komunikasi serat optik memiliki kelebihan berupa transmisi loss yang kecil, bandwidth yang lebar, tidak terpengaruh gelombang elektromagnetik, dan keamanan data. Sehingga dengan kelebihan yang dimilikinya, penelitian terus dilakukan untuk meningkatkan performansi sistem komunikasi serat optik. Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan kelayakan suatu jaringan serat optik berkaitan dengan bit rate adalah rise time budget. Besar rise time system harus lebih kecil sama dengan 70% data NRZ, sehingga dibutuhkan kompensator dispersi untuk mengurangi besar dispersi untuk dapat mentransmisikan bit rate sesuai yang diinginkan. Pada penelitian kali ini dilakukan analisis peletakan kompensator dispersi terhadap performansi link optik antara STO Lembong dan STO Cianjur sejauh 67,46 Km menggunakan kompensator dispersi fiber bragg grating menggunakan software OptiSystem. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peletakan kompensator dispersi dengan pengaruh efek non-linearitas mempengaruhi performansi suatu jaringan, pada bit rate 10 Gbps semakin besar jarak pelatakan kompensator dispersi terhadap transmitter maka nilai BER dan Q-Factor semakin bagus. Performa terbaik adalah pada jarak 52,642 Km dengan nilai BER 2,31822x10-12 dan Q-Factor 6,91173, performa terburuk pada jarak 4,804 dengan nilai BER 3,66458x10-12  dan Q-Factor 6,84697. Sedangkan pada bit rate 40 Gbps semakin besar jarak peletakan kompensator dispersi terhadap transmitter maka nilai BER dan Q-Factor semakin. Performa terbaik adalah ketika kompensator dispersi diletakan pada jarak 4,804 Km dengan nilai BER 0,007568 dan Q-Factor 2,29233, performa terburuk pada jarak 52,642 dengan nilai BER 0,008145 dan Q-Factor 2,2629. Pada skenario kedua, peletakan kompensator dispersi tanpa efek non-linearitas menghasilkan nilai BER dan Q-Factor yang sama di semua jarak. Pada bit rate 10 Gbps BER sebesar 3,32078x10-12 dan Q-Factor sebesar 6,86077. Sedangkan dengan bit rate 40 Gbps nilai BER sebesar 0,008153 dan Q-Factor sebesar 2,26279. Hal ini terjadi karena pada skenario kedua tidak terdapat efek non-linearitas yang tidak menimbulkan beberapa sinyal baru.
Co-Authors Abbas, Raihan Rizqan Radhiyya Achmad Rifiandi Achmad Wildan Almaiz Achmad, Raffi Ade Rizki Ginanjar Adhitya, Farhan Ghifari Adhy Rizkya Oktauzi Putra Aditya , Bagus Aditya , Reza Afief Dias Pambudi Afif Glenta Utama Ageak Raporte Bermano Aghnia Sabika Agung Mujadid Ahmad Hidayat Ahyadan Weka Pratomo Ajeng Rahmaningtyas Firnadya Akbar, Fadel Al Akbar Aldrin Fakhri Azhari AMINAH INDAHSARI MARSUKI Andi Audy Oceanto Andi Imam Dwi Rezky Andi Oceanto Andika Putra Ramadhan Andre Frendra Zuli Andri Eryawan Ahmad Rifki Andy Oceanto Anggraeni, Nabila Ayu Anissa Okta Adi Perwita Arfianto Fahmi Ario Prabowo Ariqi, Fadhlul Arumadina Islamiq Asdianty, Lisda Aulia Nugraha Azrika, Andi Zhagyta Amalia B. Richard Tampubolon Bagas Sidiq Haryanto Bernadetta Sekar Pratiwi Bima Kurnia Marahsakti Karel Brian Pamukti Danu Dwi Sanjoyo Denny Darlis Dessinta Eka Wulandari Desti Madya Saputri Devitasari, Sabrina Dharu Arseno Dimas Hendratno Dinata, Ericha Septya Efri Suhartono Eka Yunita Dian Pratiwi Ekki Kurniawan Erna Sri Sugesti Fahira Indriyana Fajri Tanjung Fajria Nur Rahmawati Fajriansyah , Dhafa Baldi Faris Bayu Azanto FASYA, ISTI Fathurrahman, Muhammad Naufal Fatrheza Imantaqwa Fauzan Munggara Fauzi Muhammad Iqbal Ferry Alvi Pratama Gede Teguh Laksana Gustommy Bisono Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Harismawan, Saskia Ananda Harry Rachmatsyah Herin Damara Ditya Hermawan Widiyanto Hernito, Argo Hersanda Narpatangga Kistrawan Hidayat, Muh. Tri Ignatio Chriesma Diba Sanggiantara Ihsan Saputro Ilham Bayu Prabowo Indrarini Dyah Irawati Irfan Maulana, Irfan Irham Mulkan Rodiana Jaka Satria Prayuda Jamil, Althaf Nizarudin Johanes Nicolas Panjaitan Junior, David Juwita Sekar Harum Kahayan, Fahrul Halim Jaka KARIMAH, ZULIA NURUL Kindi Alfitrandy Kris Sujatmoko Kurnia Cahya Ade Putra Kurniawan Gustyanto Lapatoza, Randy Surya Fathir Latief, Noval Ramadhana Lazuardi Ramadeanto Lita Harpaning Pertiwi M. LUTHFI M. LUTHFI Marcellus Haninditya Maulana Pragnya Ghita Maulana, M. Irfan Maulana, Naufal Mirza Michelle Christine Mochammad Hafiz Kurnia Mochammad Hasan Jauhari Mochammad Hasan Jauhari Mohamad Fadhian Mohammad Bima Putra Brayoga Muhamad Arief Permana Muhamad Prasetyo Notonegoro Muhamad Ramdlan Kirom Muhamad Rizky Darmawansyah Muhammad Afrizal Muhammad Afrizal Muhammad Etfrawan Shobirin Muhammad Fajar Nugraha Muhammad Hawary Muhammad Hidayat Abibi Muhammad Irfan Maulana Muhammad Luthfi Ramadhan Abdul Rachman Muhammad Rayhan Hasibuan Muhammad Rendra Perdana Kusuma Djaka Muhammad Yasyir Musarah Wim Nabilla Aprilia Nachwan Mufti Adriansyah Nadhasya, Athallah Favianauvally Nadia Herma Wati Naffisa Naufal Andriani Najib Asqolani Akbar Naufal Karyadi Nugraha Septiana Pamungkas Nur Fahmi Farabi Nur Rizki Yulizar Nurrochman Prabowo Odang Yusuf Okta Mia Sari Oktavianingrum, Andarista Putri Olyvia Noviyanti Oq Vinesto Riyadi Paliwan Paliwan Pane, Grace Deborah Maria Paundra Aldila Pradana, Muhammad Rifki Aldi Prasetya, Rizky Aris Prasetyo, Fery Hafidz Pratama, Rakan Aji Pugar Athma Praja Putra, Farhan Sunella Putri, Crystal Ilesta Putri, Novian Indriani R. Bambang Cahyo Widodo Rahadian, Iqbal Adzani Rahmadianti Nelson Raihanum, Khaula Ramadhan, Abdillah Rasyid Vikri Prisdiansyah Ratih Kusuma Wardhani Raynanda Chandra Wibisono Rendy Munadi Reyga Prayogo Richo Pratama Putra Ridhwan Gandaatmaja Ridwan Pratama Ripai Ripai Riska Agus Rizky Maulana Arpan Rizky Mauludy Muttaqien Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizky, Muhammad Arief Rosid, Winky Harun Al Ryan Topani Sarah Shafira Wijaya Sasono Rahardjo Satria , Rizky Satrio Priambodo Satya Prianggono Sekar Langit Az-Zahra Saksono Sugito Sugito Suwandi Suwandi Suwardi , Farhan Syawal Alam Machfuddin Taufik Abdurrahman Taufik Akbar Tiara Fadila Tiara Mustika Tjahjo Adiprabowo R Uke Kurniawan Uke Kurniawan Usman Umar Fachreza Unang Sunarya Valendira Putri Wahyu Nur Annisa Wani Wahdania Winda Friandawa Winda Ika Syukrina Windy Christalia Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Wiranata, Aldi Yennisa Yesiana Yuliana Permata Sari Yusuf, Hafizh Khairan Adya Zehan Zulkarnaen Zulfi Zulfi Zulfikar Sandy Pratama ‘Aunurrafieq, Muhammad Naufal