Claim Missing Document
Check
Articles

Found 134 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Jaringan Akes Fiber To The Home (ftth) Menggunakan Teknologi 10-gigabit Passive Optical Network(xgpon) Untuk Perumahan Graha Yasa Asri Dengan Ducting Bersama Rizky Mauludy Muttaqien; Akhmad Hambali
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan Graha Yasa Asri yang berada pada Jalan Reni Jaya Tanggerang merupakan konsep hunian townhouse yang memiliki berbagai fasilitas lengkap dan modern. PT. Telkom di Bandung memiliki inisiatif untuk memberikan layanan Fiber To The Home (FTTH) menggunakan teknologi 10 - Gigabit Passive Optical Network (XGPON) kepada seluruh hunian lama maupun hunian baru untuk dapat memberikan performansi yang baik pada layanan yang diberikan oleh PT. Telkom. Dalam tugas akhir ini dilakukan perhitungan terhadap parameter-parameter kelayakan dan performansi sistem perancangan FTTH yang ingin diimplementasikan pada Perumahan Graha Yasa Asri. Parameter- parameter tersebut adalah Link Power Budget dan Rise Time Budget untuk kelayakan sistem. Nilai parameter tersebut dihitung secara manual dan dibandingkan dengan hasil menggunakan perangkat lunak Opti System. Selain itu parameter lainnya adalah Bit Error Rate (BER) untuk performansi sistem. Parameter ini dapat dilihat dengan membuat simulasi perancangan jaringan pada Opti System. Hasil perhitungan manual link power budget, yaitu total redaman yang dihasilkan untuk jarak terjauh adalah sebesar 6,2328 dB untuk link upstream dan 21,2328 dB untuk link downstream. Hasil dari perhitungan tersebut masih memenuhi standar yang ditentukan oleh ITU-T G.984 yang kemudian diikuti oleh PT. Telkom, yaitu sebesar 28 dBm. Berdasarkan nilai total redaman pada jarak terjauh didapatkan nilai daya terima sebesar - 23.328 dBm untuk upstream dan -20.537 dBm untuk downstream. Untuk nilai rise time budget di link downstream didapatkan nilai waktu batasan adalah sebesar 0,07 ns untuk pengkodean NRZ dan 0,035 ns untuk pengkodean RZ. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai tsystem adalah sebesar 0,049507299 ns. Hasil rise time budget yang didapatkan bernilai baik karena tsystem yang lebih kecil dari batasan waktu untuk pengkodean NRZ namun tidak utnuk RZ . Sedangkan untuk nilai rise time budget upstream didapatkan nilai waktu batasan adalah sebesar 0,28 ns untuk pengkodean NRZ dan 0,14. ns untuk pengkodean RZ. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai tsystem adalah sebesar 0.050229354 ns. Hasil rise time budget yang didapatkan bernilai baik karena tsystem yang lebih kecil dari batasan waktu untuk tiap pengkodean . Untuk parameter performansi sistem yaitu BER yang dihasilkan dari simulasi di Opti System, didapatkan nilai BER untuk upstream 3,03372 x 10-10 dan nilai BER untuk downstream 5,07235 x 10-10. Kedua nilai tersebut memenuhi nilai minimum BER yang ditentukan untuk optik, yaitu 10-9. Kata kunci: FTTH, GPON, Link Power Budget, Rise Time Budget, Bit Error Rate, CityLight Residence, Opti System
Analisis Karakteristik Hybrid Optical Amplifier (fiber Raman Amplifier - Erbium Doped Fiber Amplifier) Dengan Konfigurasi Parallel In-line Pada Sistem Long Haul Ultra-dense Wavelength Division Multiplexing Tiara Fadila; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem komunikasi optik berkembang dengan pesat pada masa sekarang ini, sehingga kebutuhan bandwidth aplikasi broadband meningkat. Sistem berbasis WDM digunakan untuk memanfaatkan bandwidth secara efisien. Penggunaan Hybrid Optical Amplifier (HOA) diusulkan untuk mengoptimalkan penerapan sistem berbasis WDM dalam memenuhi kebutuhan gain bandwidth yang lebar serta gain flatness, sehingga mampu menangani jaringan dengan beban yang besar pada jarak yang jauh. HOA FRA-EDFA merupakan kombinasi penguat hybrid yang mampu memberikan gain dengan bandwidth yang lebar dengan memanfaatkan kelebihan karakteristik dari masing-masing penguat dan menutupi kerugian yang ada. Dari hasil simulasi, konfigurasi penguat hybrid tersebut mampu memberikan performansi yang lebih baik jika dibandingkan dengan penggunaan satu penguat (FRA atau EDFA). Dengan optimasi Gain Flattening Filter, konfigurasi penguat hybrid FRA-EDFA parallel in-line, memberikan gain flatness dengan nilai rata-rata sebesar 28.94 dB dan bandwidth gain sebesar 96 nm pada rentang panjang gelombang 1529.5 – 1625.5 nm. Hasil simulasi uji performansi penguat hybrid dengan konfigurasi ini pada sistem long haul U-DWDM dapat memberikan performansi yang baik dengan jarak maksimal 210 km. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai Q factor terendah pada jarak tersebut sebesar 6.10417 dan BER 5.08E-10 pada kanal ke-70 dari 80 kanal yang digunakan.
Perancangan Dan Simulasi Jaringan Fiber To The Home (ftth) Menggunakan Gigabit Passive Optical Network (gpon) Huawei Dengan Fiber Termination Management (ftm) Untuk Perumahan Pesona Ciwastra Village Bandung Okta Mia Sari; Akhmad Hambali; R. Bambang Cahyo Widodo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Untuk mendukung layanan triple play, PT.Telkom mengganti seluruh jaringan akses tembaga ke jaringan akses fiber optik melalui proyek Trade In Trade Off (TITO) [6] yang bekerja sama dengan PT.Inti. Dengan akan digantinya seluruh jaringan akses tembaga ke optik, dipastikan untuk kedepannya PT.Telkom tidak lagi membangun jaringan akses baru berbasis tembaga. Selain itu, untuk teknologi jaringan akses fiber optik yang digunakan oleh PT.Telkom saat ini, khususnya Fiber to the Home (FTTH) yang menggunakan teknologi GPON ZTE, masih memiliki beberapa kekurangan pada sistem Fiber Termination Management (FTM) yang masih tradisional. Dalam tugas akhir ini, dilakukan perancangan jaringan akses FTTH pada perangkat lunak menggunakan teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON) Huawei untuk perumahan Pesona Ciwastra Village. Perancangan diawali dengan membuat jalur awal, lalu penentuan perangkat, spesifikasi, tata letak dan volume yang digunakan. Kemudian untuk kelayakan sistem di analisa dengan parameter Link Power Budget (LPB) dan Rise Time Budget (RTB), sedangkan untuk performansi sistem di analisa menggunakan parameter Signal to Noise Ratio (SNR) dan Bit Error Rate (BER). Serta dilakukan analisa kemampuan fungsi FTM non-tradisianal Huawei (iODN) pada perangkat Network Management System (NMS)-GPON Huawei. Hasil analisa untuk jarak ONT terjauh, nilai downlink masing-masing parameter menghasilkan nilai Pr=- 23.8683 dBm, rise time total sebesar 0.2514 ns dengan menggunakan pengkodean NRZ, SNR sebesar 32.91 dB dengan BER 4.0943 x 10−110, sedangkan pada uplink masing-masing parameter menghasilkan nilai Pr sebesar - 23.9913 dBm, rise time total sebesar 0.25 ns dengan menggunakan pengkodean NRZ atau RZ, SNR pada 36.79 dB dengan BER 9.4477 x 10-264. Hasil ini menunjukkan link memenuhi kelayakan standard ITU-T yaitu pada batas Pr sebesar [-28 ; -8] dBm, SNR dengan batas minimal PT.Telkom yaitu 21.5 dB, dan nilai BER yang juga memenuhi standard BER untuk link optik maksimal 10-6 [3]. Kelayakan juga ditunjukkan pada hasil simulasi downlink dengan Pr sebesar -21,291 dan BER 2,0476 x 10-263, serta pada uplink, dengan Pr sebesar -21,512 dan BER 0. Analisa perangkat iODN menunjukkan tingkat efisiensi yang cukup signifikan dengan tidak lagi digunakan sistem pelabelan manual untuk inisialisasi kabel pada masing-masing port perangkat. Melalui sistem NMS-GPON Huawei yang telah memiliki GUI, dipastikan efisiensi waktu dalam alokasi gangguan akan lebih cepat karena akses informasi perangkat yang lebih mudah dan tidak memakan waktu banyak. Kemudahan inilah yang meningkatkan kesempurnaan nilai KPI terkait nilai waktu untuk MTTR, MTTI, dan GAUL. Kata Kunci : Perancangan FTTH, GPON, Huawei, FTM, dan KPI.
Analisis Gain Raman Optical Amplifier (Roa) Dengan Filter Fiber Bragg Grating (Fbg) Sebagai Perata Derau Amplified Spontaneous Emission (Ase) Ihsan Saputro; Akhmad Hambali; Ramdlan Kirom
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

aman optical amplifier (ROA) merupakan salah satu jenis penguat optik yang juga menghasilkan derau dalam proses penguatannya. Derau yang dimaksud salah satunya adalah amplified spontaneous emission (ASE), yang mana merupakan derau yang tidak bisa dihindari dan pasti muncul pada ROA. Karena itu, perlu adanya filter untuk meredam derau tersebut. Pada tugas akhir ini, fiber Bragg grating (FBG) dipilih sebagai filter yang digunakan untuk meredam derau ASE pada ROA. Kemudian, analisis mengenai pengaruh yang disebabkan oleh parameter-parameter yang ada terhadap perubahan spektrum Raman gain serta perubahan spektrum daya derau ASE sebelum dan sesudah adanya filter FBG akan dilakukan. Dengan p = 1450 nm, puncak Raman gain ada di pergeseran Raman 437 cm-1. Raman gain maksimum bernilai 43,3982 dB saat x = 100 mol%, bernilai 6,3433 dB saat L = 100 km, dan bernilai 30,5277 dB saat Pp = 1000 mW. PASE maksimum bernilai 0,098 mW di titik 429 cm-1 saat Pp = 1000 mW, bernilai 0,393 mW di titik 200 cm-1 saat L = 25 km, bernilai 0,2014 mW di titik 200 cm-1 saat x = 12 mol%. Kemudian, saat daya ASE yang muncul pada kondisi L = 100 km, Ps = 1 mW, Pp = 600 mW, dan x = 8,3 mol% diredam (diratakan) dengan filter FBG yang memiliki ng = 5x10-3, B =1545,9 nm, dan N = 180; dihasilkan spektrum derau yang rata dengan lebar pita 8,3352 nm atau 1,0493 THz. Kata Kunci : Raman optical amplifier, amplified spontaneous emission, fiber Bragg grating, Raman gain 
Simulasi Dan Analisis Efek Cross-phase Modulation Pada Performansi Link Dwdm Dengan Chromatic Dispersion Compensation Muhammad Luthfi Ramadhan Abdul Rachman; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu yang akan memengaruhi penurunan kualitas layanan pada DWDM ialah efek nonlinear yang terjadi pada serat optik, dimana efek non-linear yang umumnya muncul ialah Cross Phase Modulation (XPM). Dimana pada XPM ini akan menyebabkan pelebaran spektral dan distorsi pada bentuk pulsa keluaran di penerima. Pada penelitian ini, akan dilakukan pemodelan dan simulasi link DWDM pada software OptiSystem 7.0, kemudian melakukan Analisis efek XPM dengan skema non compensation (tanpa kompensasi) dan tiga skema yang ada pada Chromatic Dispersion Compensation. Dari keseluruhan skema yang dimodelkan, dilakukan perubahan variabel daya pengirim dan panjang link. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa XPM terjadi, terlihat dari data simulasi yang didapat. Dimana pada skema non compensation 2.5 dan 4 km dengan nilai 15.461 dan 7.407, BER bernilai 1 (50, 100, 150, 250, 800, 1000 km) dan bukaan ‘mata’ eye diagram semakin mengecil mulai dari panjang link 10 km hingga 1000 km. Pada skema pre compensation, post compensation dan symetric compensation berturut-turut didapat Q Factor terbaik bernilai 26.797, 22.534, dan 28.445, dan ketiganya memiliki BER terbaik bernilai 0. Dengan kunci terletak pada penggunaan DCF yang memiliki dispersi negatif, sehingga mampu menciptakan delay antara kanal DWDM yang berdekatan dan tentunya membuat Inter Symbol Interference (ISI) pada tingkatan minimum. Kata Kunci : DWDM, XPM, Chromatic Dispersion Compensation, BER, Q Factor, eye diagram.
Perancangan Jaringan Fiber To The Home (ftth) Dengan Teknologi Gigabit Passive Optical Network (gpon) Untuk Tower A Apartemen Bandung Technoplex Living B. Richard Tampubolon; Akhmad Hambali; R. Bambang Cahyo Widodo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di zaman modern seperti saat ini dibutuhkan sarana komunikasi, informasi, dan hiburan yang high performance, untuk memenuhi hal tersebut maka dibutuhkan jaringan yang handal untuk memberikan performansi terbaik. Jaringan yang mampu memberikan performasi terbaik saat ini adalah jaringan Fiber To The Home (FTTH). FTTH (Fiber To The Home) merupakan salah satu infrastruktur jaringan yang akan dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia. FTTH (Fiber To The Home) ini akan diintegrasikan dengan teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON). Bandung Technoplex Living merupakan apartemen yang sedang di bangun di Kawasan Pendidikan Telkom, Jln. Telekomunikasi, Ters. Buah Batu, Bandung. Dalam tugas akhir ini, dilakukan perancangan jaringan akses FTTH pada perangkat lunak menggunakan teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON) untuk Tower A apartemen Bandung Technoplex Living. Perancangan diawali dengan membuat jalur awal, lalu penentuan perangkat, spesifikasi, tata letak dan volume yang digunakan. Kemudian untuk kelayakan sist em di analisa dengan parameter Link Power Budget (LPB) dan Rise Time Budget (RTB), sedangkan untuk performansi sistem di analisa menggunakan parameter Signal to Noise Ratio (SNR) dan Bit Error Rate (BER). Hasil analisa untuk jarak ONT terjauh, nilai downlink masing-masing parameter menghasilkan nilaiPr=- 23.456 dBm, rise time total sebesar 0.2615 ns dengan menggunakan pengkodean NRZ, sedangkan pada uplink masing-masing parameter menghasilkan nilai Pr sebesar -24.0775 dBm, rise time total sebesar 0.2508 ns dengan menggunakan pengkodean NRZ atau RZ. Hasil ini menunjukkan link memenuhi kelayakan standard ITU-T yaitu pada batas Pr sebesar [-28 ; -8] dBm, SNR dengan batas minimal PT.Telkom yaitu 21.5 dB, dan nilai BER yang juga memenuhi standard BER untuk link optik maksimal 10-6 [3]. Kelayakan juga ditunjukkan pada hasil simulasi downlink dengan Pr sebesar -20,674 dan BER 0, serta pada uplink, dengan Pr sebesar -21,295 dan BER 0. Kata Kunci : Perancangan FTTH, GPON, Link Power Budget, Rise Time Budget, SNR, BER
Analisis Performansi Penguat Optik Hybrid Menggunakan Tiga Pompa Pada Penguat Raman Wahyu Nur Annisa; Akhmad Hambali; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi dari sumber informasi ke penerima informasi melalui suatu media. Media yang digunakan saat ini untuk transmisi jarak jauh terbuat dari bahan kaca atau disebut serat optik. Selama proses perambatan di sepanjang serat optik, cahaya akan mengalami pelemahan dan pelebaran sinyal. Hal ini disebabkan karena ketidakmurnian bahan serat yang menyerap dan menyebarkan cahaya, sehingga daya yang diterima akan berkurang. Untuk mengatasi pelemahan dan pelebaran sinyal, dapat digunakan penguat optik tanpa konversi dari bentuk elektrik menjadi sinyal optik. Salah satu penguat optik tanpa konversi adalah penguat Erbium Doped Fiber Amplifier (EDFA) dengan Raman Optical Amplifier (ROA). Sebuah sistem analisis penguat optik dengan menggunakan tiga pompa pada penguat raman telah berhasil dirancang dengan jumlah kanal 8 buah, spasi kanal 0.2 nm, dan jarak transmisi 50 km sistem DWDM dengan penguat hybrid EDFA-Raman menghasilkan performansi yang baik dengan menggunakan bitrate 2.5 Gbps menghasilkan BER 1,45E-121, gain penguat 20 dB dan noise figure 2 dB menghasilkan BER 2,90E-15, power input 10 mW menghasilkan BER sebesar 3,16E-15. Kata kunci : DWDM, EDFA, ROA, BER
Perancangan Jaringan Akses Fiber To The Home Menggunakan Teknologi Giga Bit Passive Optical Network Di Batalyon Kavalery 9 / Cobra Juwita Sekar Harum; Hafidudin Hafidudin; Akhmad Hambali
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tugas akhir membahas mengenai perancangan jaringan akses Fiber To the Home (FTTH) dengan menggunakan Teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON). Perancangan jaringan FTTH dipilih lokasi yaitu di Batalyon Kavaleri 9/ Cobra. Dalam perancangan ini digunakan dua skenario perancangan yaitu skenario 1 dan skenario 2, lalu dipilih hasil perancangan terbaik. Sebelum dilakukan peranc angan akan dilakukan peramalan demand untuk lima tahun mendatang sehingga akan didapatkan kapasitas bandwidth. Setelah perancangan selesai, dilakukan perhitungan terhadap parameter-parameter kelayakan dan performansi sistem perancangan ini. Parameter-parameter tersebut adalah Link Power Budget dan Rise Time Budget untuk kelayakan sistem. Nilai parameter tersebut dihitung secara manual. Hasil dari tugas akhir ini adalah kapasitas bandwidth yang akan disediakan yaitu 531,0539 Mbps. Dari hasil perhitungan power link budget downlink untuk skenario 1 yaitu 20,8415dB dengan nilai PRX sebesar -21,8415 dBm dan untuk uplink nilai redaman terbesar bernilai 21,164375 dB dengan nilai PRX sebesar -22, 164375 dBm. Sedangkan untuk perancangan skenario 2 didapatkan nilai link power budget downlink bernilai 19,7924144 dB dengan nilai PRX sebesar -20,7924144 dBm dan untuk uplink nilai redaman terbesar bernilai 19,890518 dB dengan nilai PRX sebesar -20,890518 dBm. Dari hasil kedua perhitungan tersebut masih berada di atas standar yang ditentukan oleh ITU-T dan PT. Telkom, yaitu sebesar -28 dBm. Untuk rise time budget pada skenario 1 untuk Pengkodean NRZ dari kecepatan data yaitu 0,2814 ns untuk downlink dan 0,5627 ns untuk uplink didapatkan tsystem 0,2509 ns . Sedangkan pada skenario 2 didapatkan nilai tsystem sebesar 0,4821 ns. Sehingga perhitungan kelayakan sistem untuk rise time budget arah downlink dan uplink pada dua skenario perancangan tersebut masih memenuhi rise time budget dengan pengkodean NRZ. Kata kunci : FTTH, GPON, Power Link Budget, Rise Time Budget, Batalyon Kavalery 9 / Cobra
Perancangan Dan Analisis Pengiriman Data Digital Pada Vlc Dengan Interferensi Cahaya Marcellus Haninditya; Akhmad Hambali; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visible Light Communication (VLC) adalah teknologi komunikasi dengan menggunakan cahaya tampak sebagai media pengirimannya. Cahaya merupakan salah satu hal yang esensial pada jaman sekarang, dalam suatu pepatah berkata bahwa dimana ada cahaya di situ ada kehidupan. Teknologi ini datang karena ada suatu kebutuhan akan rentang frekuensi radio yang belum terpakai, mengingat alokasi frekuensi sekarang yang semakin sedikit. Komunikasi cahaya tampak yang akan dilakukan adalah pengiriman data digital berupa gambar dan teks. Pertama-tama data akan dikirimkan melalui transmitter dengan LED 10 watt, yang kemudian akan diterima di sisi penerima dengan phototransistor. Dari sini kemudian akan diletakkan 1 LED lagi di dekat transmitter dengan variabel jarak dari 1-25 cm. Dari teori dasar bahwa gelombang radio dengan frekuensi yang sama akan saling berinterferensi maka dari sini akan diamati apakah terjadi interferensi atau tidak dengan analisa berdasarkan Character Error Rate (CER) dan Bit Error Rate (BER). Hasil dalam pengujian bahwa cahaya memang saling berintererensi baik itu ada atau tidak berisi informasi. Saat peginterferensi tidak berisi informasi jarak minimal 20cm sedangkan ketika berisi yaitu 18cm. Ketika syarat-syarat ini terpenuhi maka informasi dapat terkirim dengan baik.
Analisis Perbandingan Pulsa Gaussian Dengan Pulsa Secant-hiperbolik Pada Transmisi Soliton Mohamad Fadhian; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi berbasis cahaya belakangan ini telah menjadi perkembangan yang semakin dibutuhkan, salah satunya adalah soliton. Soliton merupakan sebuah pulsa yang dapat mempertahankan bentuk pulsanya akibat saling menghilangkannya efek GVD dan SPM pada medium serat optik. Pulsa soliton sendiri dapat dibangkitkan oleh dua pembangkit yaitu Gaussian Pulse Generator (GPG) dan Sech Pulse Generator (SPG). Pada penelitian ini dilakukan analisis perbandingan antara kedua pembangkit tersebut dengan merubah parameter jarak dan bit rate untuk single link. Jarak dilakukan pengubahan dari 180 – 1800 km sedangkan bit rate 10 – 40 Gbps. Setelah itu dilakukan analisis pada DWDM dengan bit rate 10 Gbps, menggunakan 0.4 nm spasi kanal dan mengubah jumlah kanal dari 4, 8, 16, 32 panjang gelombang. Hasil simulasi menunjukkan pulsa soliton dengan GPG memiliki Q factor yang lebih tinggi pada bit rate 10 Gbps. Sedangkan bit rate diatasnya, SPG memiliki nilai Q factor yang lebih tinggi. Pada transmisi DWDM dengan parameter yang sama, pulsa soliton dengan SPG memiliki Q factor yang lebih tinggi (11.968) daripada GPG (10.709). Pada jaringan DWDM, muncul efek nonlinier lain yaitu Four Wave Mixing (FWM). Untuk 32 panjang gelombang muncul 1636 panjang gelombang baru yang tidak diinginkan. Kata kunci: Soliton, Pulsa Gaussian, Pulsa Sech, FWM, Q factor.
Co-Authors Abbas, Raihan Rizqan Radhiyya Achmad Rifiandi Achmad Wildan Almaiz Achmad, Raffi Ade Rizki Ginanjar Adhitya, Farhan Ghifari Adhy Rizkya Oktauzi Putra Aditya , Bagus Aditya , Reza Afief Dias Pambudi Afif Glenta Utama Ageak Raporte Bermano Aghnia Sabika Agung Mujadid Ahmad Hidayat Ahyadan Weka Pratomo Ajeng Rahmaningtyas Firnadya Akbar, Fadel Al Akbar Aldrin Fakhri Azhari AMINAH INDAHSARI MARSUKI Andi Audy Oceanto Andi Imam Dwi Rezky Andi Oceanto Andika Putra Ramadhan Andre Frendra Zuli Andri Eryawan Ahmad Rifki Andy Oceanto Anggraeni, Nabila Ayu Anissa Okta Adi Perwita Arfianto Fahmi Ario Prabowo Ariqi, Fadhlul Arumadina Islamiq Asdianty, Lisda Aulia Nugraha Azrika, Andi Zhagyta Amalia B. Richard Tampubolon Bagas Sidiq Haryanto Bernadetta Sekar Pratiwi Bima Kurnia Marahsakti Karel Brian Pamukti Danu Dwi Sanjoyo Denny Darlis Dessinta Eka Wulandari Desti Madya Saputri Devitasari, Sabrina Dharu Arseno Dimas Hendratno Dinata, Ericha Septya Efri Suhartono Eka Yunita Dian Pratiwi Ekki Kurniawan Erna Sri Sugesti Fahira Indriyana Fajri Tanjung Fajria Nur Rahmawati Fajriansyah , Dhafa Baldi Faris Bayu Azanto FASYA, ISTI Fathurrahman, Muhammad Naufal Fatrheza Imantaqwa Fauzan Munggara Fauzi Muhammad Iqbal Ferry Alvi Pratama Gede Teguh Laksana Gustommy Bisono Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Harismawan, Saskia Ananda Harry Rachmatsyah Herin Damara Ditya Hermawan Widiyanto Hernito, Argo Hersanda Narpatangga Kistrawan Hidayat, Muh. Tri Ignatio Chriesma Diba Sanggiantara Ihsan Saputro Ilham Bayu Prabowo Indrarini Dyah Irawati Irfan Maulana, Irfan Irham Mulkan Rodiana Jaka Satria Prayuda Jamil, Althaf Nizarudin Johanes Nicolas Panjaitan Junior, David Juwita Sekar Harum Kahayan, Fahrul Halim Jaka KARIMAH, ZULIA NURUL Kindi Alfitrandy Kris Sujatmoko Kurnia Cahya Ade Putra Kurniawan Gustyanto Lapatoza, Randy Surya Fathir Latief, Noval Ramadhana Lazuardi Ramadeanto Lita Harpaning Pertiwi M. LUTHFI M. LUTHFI Marcellus Haninditya Maulana Pragnya Ghita Maulana, M. Irfan Maulana, Naufal Mirza Michelle Christine Mochammad Hafiz Kurnia Mochammad Hasan Jauhari Mochammad Hasan Jauhari Mohamad Fadhian Mohammad Bima Putra Brayoga Muhamad Arief Permana Muhamad Prasetyo Notonegoro Muhamad Ramdlan Kirom Muhamad Rizky Darmawansyah Muhammad Afrizal Muhammad Afrizal Muhammad Etfrawan Shobirin Muhammad Fajar Nugraha Muhammad Hawary Muhammad Hidayat Abibi Muhammad Irfan Maulana Muhammad Luthfi Ramadhan Abdul Rachman Muhammad Rayhan Hasibuan Muhammad Rendra Perdana Kusuma Djaka Muhammad Yasyir Musarah Wim Nabilla Aprilia Nachwan Mufti Adriansyah Nadhasya, Athallah Favianauvally Nadia Herma Wati Naffisa Naufal Andriani Najib Asqolani Akbar Naufal Karyadi Nugraha Septiana Pamungkas Nur Fahmi Farabi Nur Rizki Yulizar Nurrochman Prabowo Odang Yusuf Okta Mia Sari Oktavianingrum, Andarista Putri Olyvia Noviyanti Oq Vinesto Riyadi Paliwan Paliwan Pane, Grace Deborah Maria Paundra Aldila Pradana, Muhammad Rifki Aldi Prasetya, Rizky Aris Prasetyo, Fery Hafidz Pratama, Rakan Aji Pugar Athma Praja Putra, Farhan Sunella Putri, Crystal Ilesta Putri, Novian Indriani R. Bambang Cahyo Widodo Rahadian, Iqbal Adzani Rahmadianti Nelson Raihanum, Khaula Ramadhan, Abdillah Rasyid Vikri Prisdiansyah Ratih Kusuma Wardhani Raynanda Chandra Wibisono Rendy Munadi Reyga Prayogo Richo Pratama Putra Ridhwan Gandaatmaja Ridwan Pratama Ripai Ripai Riska Agus Rizky Maulana Arpan Rizky Mauludy Muttaqien Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizky, Muhammad Arief Rosid, Winky Harun Al Ryan Topani Sarah Shafira Wijaya Sasono Rahardjo Satria , Rizky Satrio Priambodo Satya Prianggono Sekar Langit Az-Zahra Saksono Sugito Sugito Suwandi Suwandi Suwardi , Farhan Syawal Alam Machfuddin Taufik Abdurrahman Taufik Akbar Tiara Fadila Tiara Mustika Tjahjo Adiprabowo R Uke Kurniawan Uke Kurniawan Usman Umar Fachreza Unang Sunarya Valendira Putri Wahyu Nur Annisa Wani Wahdania Winda Friandawa Winda Ika Syukrina Windy Christalia Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Wiranata, Aldi Yennisa Yesiana Yuliana Permata Sari Yusuf, Hafizh Khairan Adya Zehan Zulkarnaen Zulfi Zulfi Zulfikar Sandy Pratama ‘Aunurrafieq, Muhammad Naufal